masi adakah yang mengingat ff ini ? jika masih, silahkan membaca kelanjutannya ^^
Cahaya rembulan membentang menampakan keindahannya memberi sedikit batas pandang pada lautan bintang diatas sana.
seorang pemuda menepuk pelan bahu pemuda lain yang tengah duduk diam. "Boleh aku duduk disini Ryeowokie?" Siwon meminta ijin untuk duduk disebelah Ryeowook, lalu tanpa menunggu jawaban dari Rywowook ia langsung saja mendudukan dirinya disebelah Ryeowook.
Angin mencoba menerbangankan helaian rambut mereka, atap didorm mereka ternyata lebih baik untuk menampakan ribuan kilau lampu kota Seoul.
Ryeowook merapatkan sweater tipis yang ia kenakan. "Hyung?" panggil Ryeowook.
"eem?" Siwon menjawab dengan gumaman.
"ano... apa aku melakukan kesalahan dengan Donghae Hyung?" Ryeowook melempar pertanyaan yang sedikit membuat Siwon bingung.
"Maksudmu? Aku tak begitu mengerti." Siwon mencoba bertanya lebih menuntut penjelasan, ia melirik Ryeowook dan Ryeowook masih tetap setia menatap hamparan bintang dilangit.
"Tidak apa-apa Hyung, hanya saja aku merasa sepertinya Donghae Hyung umm... sedikit menjauhiku." Ryeowook beralih menatap Siwon. "Atau mungkin itu hanya perasaanku saja, yah mungkin seperti itu Hyung." Ryeowook kembali menatap hamparan bintang dengan pandangan yang menurut Siwon seperti orang yang tengah menyiratkan luka.
Siown tak mengerti, tapi ia tak suka melihat adiknya memasang wajah sendu seperti itu. "Hemm, aku tak mengerti kenapa kau berpikir seperti itu. Namun, aku yakin semuanya baik-baik saja Ryeowookie, jadi jangan memasang wajah seperti itu! Aku tidakk menyukainya."
Siwon melepaskan jaketnya untuk dipakaikan pada Ryeowook, "mengerti adikku!"
Ryeowook memandang Siwon. "ya! Kau benar Hyung." Ungkap nya dengan anggukan. "dan terimaksih untuk jaketnya Hyung, ini hangat" Siwon memasang senyum menawannya dan mengacak surai coklat milik Ryeowook.
Siwon Reflek menggenggam tangan Ryeowook, mereka berdua kembali mengalihkan pandangannya pada hamparan langit malam yang ditaburi ribuan bintang.
Genggaman tangan Siwon begitu...
'Nyaman.'
Hati Ryeowook sedikit menghangat, sedikit membuatnya lebih lega.
Siown tak mengerti perasaan seperti apa yang ia miliki untuk eternal magnae mereka, hanya saja perasaan seperti ingin selalu bersama, dan takut akan kehilangan senyum cerah milik Ryeowook membuat Siwon tak bertanya lebih apa ikatan yang Ryeowook dan Donghae miliki. Atau bertanya apakah sekehilangan itukah saat Donghae tak ada disisi Ryeowook, yang ingin Siwon lakukan adalah bagaiamana menjaga senyum dan wajah adik nya itu tetap terbalut oleh kebahagiaan.
Mungkin lebih tepatnya seperti melarikan diri dari sebuah kenyataan dari pada disebut melindungi, egois bukan ?
.
.
.
Mereka tak sadar jika ada orang lain yang juga tengah duduk menikmati hamparan langit kelam di atas sana, posisinya memang tak jauh dari mereka namun tak akan bisa terlihat karna terhalangi oleh dinding yang sedikit tinnggi ditambah dengan suasana diatas dorm yang memang gelap, orang itu tak mengerti kenapa ada sedikit perasaan sedih menylimuti hatinya melihat kedekatan Ryeowook dengan Siwon.
Tak dipungkiri ia juga ingin menggenggam tangan itu untuk menghangat kan hatinya, ia tersenyum simpul. Menepuk dadanya, "sh*t! Ada apa denganku!."
.
.
Kau tak akan mengerti apa yang ada dalam relung hatimu
Jika hanya diam seperti batu
Hanya ada perasaan ingin bersama
Namun,
itu akan menyakitkan jika hanya kau yang merasakaannya.
Seperti berjalan tanpa arah.
.
.
Suasana ruang tengah dorm begitu sepi, sepertinya makhluk-makhluk aneh itu tengah bergelung dengan selimutnya yang hangat di malam yang begitu dingin ini. Memimpikan hal yang entah apa itu, dan mungkin tidak untuk satu orang yang sedari tadi tidak bisa tertidur.
Donghae berjalan ke arah dapur dengan sempoyongan otaknya seperti membeku, ia butuh sendikit penghangat—weel, kau tau apalah itu.
Ia mengambil beberapa botol bir dikulkas dan kemudian berjalan ke arah ruang tengah, Donghae memijit pelipisnya, rasanya otaknya seperti tengah dihimpit oleh ribuan batu. Seharian melakukan jadwalnya yang begitu padat, bahkan untuk istrahat saja ia tak sempat. Ditambah lagi dengan beberapa hari ini ia yang tak bertegur sapa dengan adik manisnya, yah... ia memang sedikit menjaga jarak dengan Ryeowook. Itu membuatnya tambah setres.
'Hah~, itu mau mu sendiri bukan Lee Donghae!' batinnya sendu.
Donghae meminum birnya, otaknya lebih terasa ringan. Biasanya ia tak akan menyentuh bentuk apapun yang berbau alkohol, namun kini otaknya sedikit perlu penenang atau hatinya yang membutuhkannya eoh?
Tak sadar sudah meghabiskan beberapa botol bir, Donghae agak mabuk sepertinya. Terbukti dengan pandangannya yang mulai kabur, ia tak sadar jika ada seseorang yang sedari tadi memperhatikannya dari sudut ruangan.
Memperhatikannya dengan bingung, binggung ingin menghampiri Hyungnya atau kembali kekamarnya. Beberapa hari ini hubungannya dengan Hyungnya itu sedkit renggang, bahkan saat ia menyapa seperti diacuhkan oleh Donghae. Itu membuat hatinya merasa mencelos seperti tak dianggap.
Setelah ribuan pertimbangan akhirnya Ryeowook menghampiri Donghae, ia menepuk pelan pundak Donghae. "Hyungie? Kau sedang apa?" Donghae mengalihkan perhatiannya yang tadinya sedang melamun, dan betapa terkejutnya ia orang yang ada dalam pikirannya sejak tadi kini ada dihadapannya .
"Wookie?"
Ryeowook memandang bingung donghae.
Donghae tersenyum lembut balas memandang wajah manis Ryeowook. Tangannya ia biarkan mengelus pipi mulus milik Ryeowook.
Ryeowook tak bergerak, seakan saraf motoriknya berhenti bekerja, ada apa ini? kenapa Hyungnya begitu lembut setelah beberapa hari ini ia diacuhkan?
'Seseorang yang ada dihadapan ku ini adalah seorang laki-laki, Tuhan!
Tapi, tapi kenapa begitu... Indah.'
Donghae memandang wajah Ryeowook tanpa berkedip, tekstur wajah Ryeowok yang begitu lembut, manik karamel yang membuat hatinya menghangat, hidung yang mungil sangat pas untuk wajah manis Ryeowook dan ia berhenti pada bibir chery milik Ryeowook, bibir itu seperti menghipnotisnya untuk segera merasakan betapa manis dan kenyalnya belahan daging merah yang tersaji dihadapan matanya.
Dengan susah payah Donghae meneguk ludahnya, perlahan tapi pasti Donghae mendekatkan tubuhnya pada Ryeowook. Ryeowook hanya mengrerjapkan matanya binggung, tak mengerti apa yang ingin Donghae lakukan padanya.
Ryeowook terdiam terpaku saat wajah Donghae dan wajahnya hanya berjarak beberapa centi, Ryeowook bahkan bisa merasakan hembusan nafas Donghae.
Tak menyadari jika kini kedua benda kenyal itu telah menempel dengan sempurna, Donghae tak meminta lebih hanya ingin menyalurkan perasaannya, perasaan yang Donghae ketahui adalah kesalahan besar. Hatinya mencelos, Donghae memejamkan kedua matanya.
Ryeowook membulatkan matanya terkejut namun tak berusaha melepaskan ciuman itu. Ada sensasi aneh yang Ryeowook rasakan, sensasi yang belum pernah ia rasakan.
'perasaan apa ini, Tuhan?' batinnya memejamkan mata dan sebulir air mata menuruni pipinya.
.
.
Jika ini bukan cinta,
Jika ini bukan perasaan yang menghangatkan hati,
Lalu apa?
Kenapa... begitu menyakitkan.
.
.
Kegiatan super junior yang memang sangat padat mengharuskan mereka bekerja ekstra keras, ditambah dengan peluncuran album Super Junior M terbaru membuat Super Junior menjadi sub grup untuk sementara. Member-member yang tak termasuk anggota sub grup Super Junior M itu kini melakukan kegiatan jadwal masing-masing, seperti menjadi MC, mengikuti drama musical.
Ryeowook yang memang masuk dalam sub grup Super Junior M, kini tengah mempersiapkan dirinya untuk pergi ke China melakukan comeback album terbarunya, mengemas barangnya dan memasukannya kedalam koper.
"ini, itu... umm dan ini. sepertinya sudah cukup eoh!" semangatnya. Senyum ceria menghiasi wajah manisnya, Ryeowook segera membawa koper yang berisi berbagai keperluannya saat di China keluar kamar.
Ia melirik kekanan dan kekekiri, kemana para hyungnya ?
"Yoo! Ryeowook-ah... sudah siap?" Eunhyuk menepuk pundak Ryeowook sedikit kasar, cukup untuk membuatnya terlonjak kaget. Andai saja ia punya penyakit jantung sudah dipastikan ia akan kejang-kejang terkena serangan jantung.
Ryeowook mendengus kesal pada hyung satunya ini, kebiasaan buruk Eunhyuk tak pernah lepas. "Hyung! Kau bisa membuat jantungku melompat keluar, kau tau!" rewel Ryeowook sebal.
"hehehe... maaf-maaf. Ayo~ semuanya sudah menunggu di van." Eunhyuk tanpa perduli langsung menarik tangan Ryeowook, membuat sang empunya hanya geleng-geleng kepala maklum.
.
.
Ryeowook segera memasuki van, disusul dengan Eunhyuk yang sudah duduk didekat Donghae. Well, tentunya Eunhyuk tidak akan pernah lepas dengan couple panggungnya dan sahabatnya.
Bingung.
Dimana Ryeowook harus duduk, sepertinya sudah tidak ada tempat yang tersisa untukknya. Sekilas matanya bertemu pandang dengan manik sekelam langit milik Donghae, kilasan-kilasan kenangan malam kemarin berputar kembali dalam otaknya, membuatnya segera mengalihkan pandangannya dan sebaliknya begitu juga dengan Donghae.
"Wook, kau bisa duduk disini." Teguran seseorang membuatnya sadar jika dari tadi ia hanya berdiri agak membungkuk di tengah van. Orang itu segera menggeser sedikit tubuhnya untuk Ryeowook, "Terimakasih Kyunhyun-ah." Ryeowook tersenyum lembut, kemudian mendudukan tubuh mungilnya diantara Kyunhyun dan juga Sungmin, van segera berjalan lurus kedepan membawa mereka semua ke bandara.
Kyuhyun sempat tertegun melihat senyum manis Ryeowook kemudian segera wajahnya ia palingkan menatap keluar mobil, tak menjawab ucapan terimakasih dari Ryeowook.
"Yakk! Cho Kyuhyun, bersikaplah sopan sedikit pada hyungmu!" Ryeowook merengut kesal pada Kyuhyun, mengabaikan Kyuhyun yang tadinya sudah berbaik hati memberinya tempat duduk. "dasar evil, tetap saja evil." Ryeowook bersidakep sambil melirik Kyuhyun di sampingnya.
Sungmin yang sudah terbiasa dengan pertengkaran kecil antara Kyuhyun dengan Ryeowook memilih memasang headsheat pada telinganya dari pada mendengarkan ocehan cempreng milik Ryeowook.
Dan untuk member yang lain pun sudah maklum dengan pertengkaran-pertengkaran yang dibuat Kyuhyun dan Ryeowook, mereka sudah hafal betul bagaiaman Kyuhyun selalu membuat gara-gara dengan eternal magnae mereka. Tak ada yang ingin melerai, akhirnya mereka memilih menonton atau sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Kyuhyun hanya tersenyum simpul tanpa menanggapi ocehan Ryeowook, dan tetap memandang keluar. Membuat Ryeowook semakin kesal pada sifat evil satu dongsaengnya itu. Kyuhyun senang, senang mendengarkan setiap ocehan yang meluncur dari bibir mungil milik Ryeowook.
"berisik!" Kyuhyun tiba-tiba memalingkan wajahnya menghadap Ryeowook. "suaramu mengganggu gendang telingaku, wook~." Ucap Kyuhyun menempelkan bibirnya pada pipi mulus Ryeowook, seketika itu juga Ryeowook langsung terdiam dengan wajah memerah."Yak! bocah evil apa yang kau lakukan hah!" umpat Ryeowook.
Kyuhyun hanya menampilakn seringai evilnya, kemudian mengalihkan wajahnya lagi pada pemandangan diluar sana.
Satu kebiasaan Kyuhyun untuk membuat Ryeowoook kesal atau saat menggodanya, melakukan hal-hal yang tak masuk akal pada Ryeowook termasuk meciumnya seperti tadi. Tak masalah untuk Ryeowook ataupun anggota lain, karena mereka menganggap itu adalah sebagian bentuk kecil dari ungkapan kasih sayang diantara mereka.
Tapi sepertinya tidak untuk satu orang yang tengah menahan amarahnya, 'cemburu' satu kata itu sepertinya pantut untuk kita sebut pada Donghae. Yang kini memilih memejamkan matanya dan menghela nafas untuk menenangkan hatinya.
''~*~*~*~*~''
Tak terasa setelah perjalanan mereka—anggota Super Junior M—yang hanya memakan waktu beberapa jam mampu membuat sekujur tubuh menjadi kaku. Tak ayal Donghae, Ryeowook, Sungmin, Kyuhyun, dan juga Eunhyuk ingin segera mengistirahatkan badan yang begitu terasa letih itu dikamar masing-masing.
Kalian bertanya dimana Siwon? Ah tentu saja ia sedang melakukan beberapa syuting untuk film terbarunya, dan akan menyusul member yang lain setelah menyelsaikan proses syutingnya.
Dan untuk Henry dan zhoumi, tentunya mereka sudah berada di China terlbih dahulu eoh.
Sebelum mereka memasuki kamar masing-masing, seperti biasa sang manager akan membagi kamar untuk ditempati oleh dua orang.
"okeh! Sebelumnya, aku ingin membagi kamar terlebih dahulu pada kalian." Ucap sang manager menjelaskan.
"sudah cepatlah hyung, aku ingin segera beristirahat!" timpal Kyuhyun tak sopan.
Ryeowook mencubit pinggang Kyuhyun, "Yak! Wook!" Kyuhyun melempar death glare nya pada eternel magnae Super Juinor itu, Ryeowook hanya tersenyum manis menanggapi jeritan kesakitan Kyuhyun—yang menurutnya sangat merdu itu.
"sudah-sudah!" lerai sang manager. "Sungmin dengan Eunhyuk. Ryeowook kau bersama umm... Donghae dan Kyuhyun kau sendirian." Manager memberikan kunci masing-masing pada mereka, dan langsung melesat pergi kekamarnya.
Donghae melotot, ia hanya bisa menatap sebal pada punggung manager yang sudah ia anggap sebagai hyungnya itu.
'Bagaimana ini?' batin donghae frustasi. Tak bisa digambarkan bagaimana perasaan Donghae saat ini, anatara senang dan takut.
Tak beda jauh dengan Donghae, Ryeowook terdiam mendengar ucapan manager hyung, jantungnya berpacu. Ia tak tau harus bersikap seperti apa nanti pada Donghae.
Ryeowook sedikit melirik pada Donghae, lalu menundukan wajahnya kembali.
Well, Sepertinya ini akan sangat menarik untuk mereka berdua eoh!
To be continued~~~
Gomen ., maaf untuk keterlambatan publishnya. Sebenarnya ini sudah ditulis lama, dan wi baru ingat. Jadi langsung saja wi publis tanpa mengedit. Dan maaf jika ceritanya malah tidak karuan.
Wi lupa jalan ceritanya hehhe XD, tapi sudah terpikirkan ini akan menjadi akhir yang bagaimana. Yang pasti akan ada banyak cerita cinta yang 'palsu' disini, dalam tanda kutip maksudnya. Dan berbagai hint wook dengan para seme. Kekkee~ XD
Nurinay80154773 : wah maaf untuk keterlambatan publishnya, ini sudah dilanjut. Sankyu untuk riview nya.
Uciha Namikaze Reyna : siap! Ini sudah dilanjut, walaupun sangat telat ekekke #watados. Siwook ya ? boleh juga, tapi untuk akhirnya wook dengan siapa silahkan untuk terus mengikuti chap berikutnya XD
oelfha100194 : ini sudah dilanjut dan gomen untuk keterlambatannya. Sankyu ya~~
bluerose : yosh! Ini kelanjutannya. Wook emang mempesona ehehe XD .. untuk perasaan wook sendiri masi dirahasiakan. Ekekke~
fieeloving13 : aku harap kau masi tetap menunggu ff abal ini T_T
Rye: wah kyuwook ? ide yang bagus kekeke~ tp wook masi milih itu weh XD
cloud3024 : woo maaf, seharusnya ini masi lanjut dan tidak complete hehhe.. wook jadian dengan hae g ya XD
Fujoshi203 : wkwkwk wook kan mempesona tentunya hae dan won suka #eh won masi nyangkal loh XD
Raiaryeong9 : ini hae cemburu terus. Bikin hae menderita sipp setuju! Kekkee~
UMeWookie : juga suka crack, asal ukenya wook. Maaf krna telat publis. Semoga masih ingat ff ini.
Key yoshi : nah loh gimana kalau ga da diantara won dan hae ? wkwkwk XD . semoga kau masi ingat dengan ff ini T_T
mie2ryeosom : sankyu buat ngingetinya, panggil aj wi weh XD. Siap ini sudah dilanjut. Dan aku juga suka pair ini. hehehe
dhia bintang : wah benar katamu, wook emang manis banget. Wkwkwk. Sankyu reviewnya. Riview lagi ya. Okeh
kim eun hoon : yosh! Ini sudah dilanjut weh XD. Masih ingat ff ini kah ?
Ryeong721 : hehhe ini sudah dilanjut walapun wi tau ini abal bgt karena tanpa edit T_T
Yosh! Berkenan kah minna untuk mereview ff wi ? hehehe
Sankyu untuk semuanya karena mau menyempatkan membaca ff ini
RnR okeh.
