XXX Profil Umum XXX
Dibuat oleh SdatazHepi.
Cerita pertama tentang Shingeki no Kyojin yang dibuat oleh SdatazHepi.
XXX Profil Umum XXX
Sleepover by SdatazHepi (Saia)
XXX Tentang Cerita XXX
Capek ngelawan titan melulu dan butuh hiburan, anak-anak Shingeki no Kyojin mengadakan acara sleepover selama 2 hari berturut-turut di rumahnya Saia. Apa yang terjadi dengan mereka, ya? *warning! OOC*
XXX Tentang Cerita XXX
Permainan pun dimulai.
"Hitung berapa, nih?" tanya Hanji.
"10 lambat!" usul Petra.
"100 cepat," komentar Rivaille.
"50 sedang!" timpal Eren.
"50 sedang!" Mikasa nyontek perkataan Eren.
"30 lambat …" kata Armin.
"10 cepat," gumam Annie.
"10 cepat," Reiner memberi usul—yang didapatnya setelah nyontek Annie.
"40 cepat," kata Berthold setelah berpikir beberapa saat.
"Kentang!" kata Sasha (?).
"Tak terhingga lambat!" usul Jean.
"50 cepat?" tanya Christa.
"Apa yang Christa inginkan!" Ymir mulai meluk-meluk Christa lagi.
"Udah, kita voting aja." usul Saia.
Voting pun dilaksanakan. Berikut hasilnya:
Eren : 50 sedang
Mikasa : 50 sedang
Armin : 30 lambat
Annie : 10 cepat
Reiner : 10 cepat
Berthold : 40 cepat
Sasha : Kentang (?)
Jean : ∞ lambat
Christa : 50 cepat
Ymir : 50 cepat
Rivaille : 100 cepat
Petra : 10 lambat
"Kayaknya nggak ada yang menang, deh …" Saia menggumam.
"Ya sudah, terserah Hanji-san aja, kenapa? Nggak ribet, kan?" kata Eren.
"Aku setuju dengan Eren," kata Mikasa cepat-cepat.
"Hmm, usul Eren bagus juga. Karena Hanji-san yang jadi, Hanji-san punya hak untuk menentukan berapa waktu yang diberikan untuk kita bersembunyi." Armin setuju.
"Oke, deh. Kita ngikut usul Eren, ya, minna?"
"Aku tidak keberatan …" kata Christa.
"Christa, kau selalu tahu apa yang terbaik!" Ymir berkata bangga.
"…." lagi-lagi trio kwek-kwek mingkem.
"Nggak mau! Aku mau kentang!" Sasha bersikeras.
"Kau sambil sembunyi bisa sambil makan kentang," Saia menyeringai kuda.
"Apa boleh buat, lah … daripada kita tidak jadi main," Jean mengalah.
Tunggu, mana Rivaille dan Petra?
*srek-srek-srek-srek-srek*
Ternyata mereka diculik oleh colosal titan yang minta Rivaille untuk membersihkan kepalanya yang botak kinclong itu sampai bersinar. Mau jadi saingan botak kinclong bersinarnya kepala Pixis, katanya. Petra yang bingung mau ngapain ikutin heichou-nya saja.
"OI! KALIAN JADI MAIN ATAU ENGGAK?!" anak-anak angkatan 104 pada tereak-tereak marah. Rivaille cuek aja nyapu kepala colosal titan.
"Heichou, permainannya sudah mau dimulai …" lapor Petra. Rivaille ngangguk aja, lalu melanjutkan pekerjaannya. *srek-srek-srek* Perlahan-lahan, matahari mulai tersaingi oleh sinar keemasan dari kepala colosal titan.
XXXX MAAF ATAS GANGGUAN MENDADAK INI XXXX
"CUT!"
Direktur film Sleepover SnK—Kepala Tertinggi Recon Corps, Erwin—berteriak lantang.
"Oi! Levi! Balek kau! Colosal titan pun! Balek! Tak ada di script, nih!" serunya marah.
Colosal titan pun berbalik sambil crying.
"Jangan nangis! Gue gak punya balon!" Erwin berkata pada si colosal titan.
"Terus pergi sana! Susume! Susume! Husyy! Susume! Susume!"
XXXX MARI LANJUT KE CERITA XXXX
Permainan pun dimulai.
Semua sudah mencari tempat persembunyian yang aman.
Eren bersembunyi dibalik selimutnya, dan Mikasa mengikutinya.
Armin bersembunyi di dalam lemari kosong, dan dia mundur-mundur-mundur hingga tersesat di Narnia.
Annie bersembunyi di atas atap, lalu mengeram telor di sana.
Reiner yang gemuk bersembunyi dalam gentong.
Berthold si tinggi bersembunyi di balik pohon.
Jean bersembunyi dalam kamar mandi, sekaligus melaksanakan panggilan alam, katanya.
Sasha bersembunyi dalam kulkas, entah gimana dia berhasil masuk ke dalam, pokoknya dia sedang bersenang-senang bersama kentang-kentangnya yang kemudian dia makan.
Christa diseret Ymir ke bawah meja makan.
Setelah menyuruh Christa sembunyi di situ, Ymir segera pergi ke dalam galon kosong (?).
Rivaille lebih pintar lagi. Dia pakai baju penyamaran, dan mulai menyapu. Kalau diperhatikan, sama sekali tidak mirip dengan Rivaille. Lebih mirip ibu-ibu pembantu rumah tangga.
Petra malah tidak sembunyi sama sekali, dia hanya nunggu Hanji selesai menghitung, lalu langsung pipet ke dinding. Sementara Saia kabur ke dalam kamar.
"Nol …! Di mana kau, titanku?" tanya Hanji.
"Pipet!" sebelum Hanji sadar ada Petra dibelakangnya, Petra udah langsung pipet duluan. Jadilah dia pembela.
Dengan cepat, Hanji menemukan yang lainnya. Semuanya jadi curiga dia ngintip di mana mereka sembunyi. Tapi, siapa peduli, lah?
Tinggal satu orang yang belum ketemu. Si chibi yang sangat populer di internet menghilang entah kemana. Sekalipun mereka menginterogasi seisi rumah, tak ada yang melihat Rivaille.
Syukurnya, Armin menyadari kalau ibu-ibu tukang sapu rumah itu sebenarnya Rivaille, dan yang sangat disayangkan, Rivaille tidak tahu kalau dia harus pipet ke dinding. Jadilah hanya Petra saja yang menjadi pembela.
"Pilih nomor!" kata Hanji memberi instruksi.
"Acak-acak-acak …" yang perempuan sibuk mengacak-acak tempat.
"Cak-cak-cak-cak-cak-cak!" entah apa yang dipikirkan oleh para laki-laki, mereka malah nari Kecak dengan Rivaille yang menari di tengah.
XXXX GANGGUAN DARI DIREKTUR LAGI XXXX
"Oi! Yang serius, lah!" Erwin mengomando anak buahnya. Cowok-cowok berotak sinting itu kembali menjadi diri mereka sendiri, menghentikan tarian Kecak mereka dan segera kabur, ke barisan.
XXXX MARI LANJUT KE CERITA LAGI XXXX
"Dari dinding, nomor 2!" Hanji asal menyebutkan nomor.
"JADI LAGI!" sorak yang lain.
"Eh, kok?" Hanji bingung.
"Dari dinding, nomor 2 itu kan Hanji-san sendiri!" kata Eren menjelaskan.
"Dinding nomor 1, dibelakang dinding itu Hanji-san," Mikasa menambahkan.
"Kalau Hanji-san tidak mau jadi, biarlah aku saja …" Christa berbaik hati menawarkan.
"Oh, tidak perlu! Aku akan jadi lagi, karena menurutku, ini juga sebuah latihan untuk menemukan lokasi di mana titan-titan itu berada! Aku sangaaaaaaaaaaaaaattttttttt~~ bahagia!" mata Hanji berbinar-binar.
*krik, krik, krik, krik* Jangkrik merajalela, padahal hari masih terang.
"Oke, semuanya … aku akan hitung! 1, 0! Yang tidak sembunyi, jadi titan!" Hanji langsung membuka matanya. Semua yang baru saja kabur 3 langkah hanya bisa pasrah saja.
"Pilih nomor!"
"Acak-acak-acak …" yang perempuan sibuk mengacak-acak tempat.
"Kaca-kaca-kaca …" yang laki-laki malah gaje becermin di kaca.
"Dari dinding, nomor 2!" kata Hanji.
"Lagi-lagi dia sendiri …" Saia mendesah, "Apa Hanji-san itu bodoh atau semacamnya?"
"Mungkin dia mengalami sindrom kegilaan di otaknya …" kata Reiner.
"Bodohnya," gumam Annie.
"Sudahlah, aku bosan main petak umpet terus," keluh Eren.
"Aku juga bosan." Mikasa setuju dengan Eren.
"Jam berapa sekarang, ya?" Armin melirik jam dinding berbentuk YUPI yang tergantung di dinding. Rivaille yang juga melihatnya langsung keluar aura lope-lope (mulai OOC, nih!).
"Yupi …" Rivaille lope-lope mode langsung klepek-klepek ditempat.
Dalam sekejap, jam dinding itu hilang, ditelan Rivaille.
*yang lain shock seketika*
Acara 3 : Main Balon ~TIUP BALON PALING GEDE~
Jean MKKB mode berseru, "Main balon yookk!"
Dan yang lain yang ketularan MKKB mode—tak terkecuali ketiga senior—langsung setuju, "AYOOOOOO!"
Maka main balon dimulai.
"Semuanya, kita lomba niup balon! Siapa yang berhasil niup balon paaalliiiiingggg besar dia menang!" usul Sasha. "Hadiahnya kentang, yaaaa~"
"Sipp!"
Maka mereka berlomba-lomba meniup balon.
Eren yang kepingin menang langsung menggigit tangannya. BOOM! Titan shifter menggantikan keberadaan Eren. Dan titan shifter itu langsung meniup balon sebesar mungkin.
"CURANG! CURANG! TITAN NGGAK BOLEH IKUT LOMBA MANUSIA!" semua pada protes, kecuali Hanji yang udah bling-bling.
"Kalau begitu, ayo kita cari 1 titan, lalu kita lombakan titan-titan kita itu untuk meniup balon. Titan yang menang akan dilepaskan, titan yang kalah akan dibunuh, manusia yang menang akan dapat hadiah, manusia yang kalah akan dijadikan makanan titan yang menang! Bagaimana?" usul Saia.
Semua langsung sweatdrop.
"Aahhh~, titan yang menang atau kalah kita lepasin aja lagi!" kata Mikasa yang tak rela Eren dibunuh. Dari sekitarnya udah mulai keluar aura-aura mistis, yang menandakan awas-kalau-berani-membunuh-Eren-akan-kupancung-dan -kepalanya-ku-kibarkan-bersama-jemuran-titan-armor ed-yang-masih-basah-lalu-badannya-ku-lempar-ke-mul ut-titan-lainnya.
"Oke, deh, oke … ayo mulai!"
Maka siang itu, para musafir dari masa lalu itu berburu titan.
"Nah, biar kuberi kau nama, KACANG (diambil dari nama BEAN)," kata Hanji pada titan kelas 12 meternya. Mikasa yang mengambil titan shifter untuk disuruh-suruh. Armin mengambil titan kelas 7 meter yang agak gemuk, diberinya nama UMI (bahasa Japun—eh, Jepangnya laut).
Jean ngambil titan kelas 10 meter yang diberinya nama MARCO (Marco di alam sana bersin-bersin, ngerasa ada yang ngebicarain dia). Sasha mengambil titan kelas 8 meter yang dipanggil olehnya sebagai KENTANG (kentang merasa tersaingi …).
Annie mengambil titan kelas 14 meter yang diberi nama NTALAYEPENTINGKAHITUHAH? (rekor nama titan terpanjang …). Reiner malah nyari-nyari armored titan, mau dijadikannya kembarannya. Kalau Berthold ngambil colosal titan, soalnya dia lebih tinggi dari yang lain dan dia nyari titan yang lebih tinggi dari titan lain.
Christa mengambil titan kelas 3 meter yang matanya sipit, diberi nama SIVI. Ymir ngambil titan kelas 5 meter, yang diberinya nama JELEK (teganya …). Rivaille mengambil titan yang paling bersih, yaitu kelas 15 meter yang diberi nama YUPI (masih mode OOC on, nih, si Rivaille, makanya masih suka YUPI). Petra ambil titan mini, kelas 3 meter yang mukanya bulat seperti bakso, namanya ERWIN (Erwin batuk-batuk, dan dia bingung apa yang terjadi. Apa itu ada di script cerita?).
Sementara titan Saia adalah titan yang paling unik. Tingginya hanya 13 cm.
"DIALAH … TITAN FIGURAN~~!"
*krik, krik, krik, krik* Semua hanya mingkem. Beberapa melongo, contoh: Eren dan Jean.
"Lomba … MULAI!"
JENG-JENG-JENG!
Semua yang berlindung di balik dinding Sina-Rose-Maria, semuanya ternganga. Mereka melihat, dari kejauhan, tepat di kota Pontianak, kota asal Saia, 13 titan dengan tinggi yang berbeda meniup balon warna-warni, selama 15 menit.
15 menit kemudian …
TENG! Waktu habis! Para juri—jurinya itu titan-titan lain—segera menilai. Butuh waktu 3 menit untuk memastikan para pemenang. Blah-blah-blah.
Dan hasilnya dibacakan oleh Saia.
"Juara harapan 2 … jatuh kepada …"
"TITAN NTALAYEPENTINGKAHITUHAH?, dengan nama pemilik : Annie Leonhardt!" dan si pemilik hanya mingkem saja, sementara titannya udah nggak sabar untuk makan.
"Juara harapan 1 … jatuh kepada …"
"TITAN SHIFTER, dengan nama pemilik : Mikasa Ackerman!" Mikasa bangga karena Eren berhasil meraih juara, walau juara harapan 1. Diapun sibuk mengeluarkan Eren dari tubuh titan itu.
"Juara 3 … jatuh kepada …"
"ARMORED TITAN, dengan nama pemilik : Reiner Braun!" Reiner dan armored titan langsung ber-hi-five ria, dan saling berjanji akan mentraktir makan mie ayam.
"Juara 2 … jatuh kepada …"
"COLOSAL TITAN, dengan nama pemilik : Berthold Hoover!" Berthold diangkat tinggi-tinggi oleh colosal titan, lalu diajaknya keliling kota.
"Juara 1 … jatuh kepada …"
Hening … semua saling menatap penasaran.
"Jatuh kepada …"
Suasana semakin tegang.
"TITAN FIGURAN! Dengan nama pemilik : Saia si Cantik Jelita yang Luar Biasa! Beri tepuk tangan!" Saia mulai narsis sendiri. Yang lain hanya mingkem.
"Terima kasih, terima kasih …" Saia membungkuk hormat.
*krik, krik, krik, krik* Benar-benar tak ada semangat untuk berbicara, ya?
"Aku mau pulang saja …" gumam Eren, "Di sini hanya membuang-buang waktuku."
"Aku ikut." kata Mikasa.
"Eh, tunggu! Acara kita belum selesai!" Saia menahan.
Sementara Saia membujuk keduanya, kamera mati kehabisan baterai, sehingga cerita ini harus dilanjutkan di chapter lainnya …
XXX Tu Bi Kontinyu XXX
By SdatazHepi
Terima kasih mau membaca cerita aneh gaje ini.
Maaf kalau jelek, yaaa~ … saya memang masih baru dalam dunia menulis.
Tolong bantuannya agar cerita selanjutnya lebih seru lagi …
Review, nyaan? :3
TRIMS!
