-Chapter 2 : Konoha Gakuen!-
-Previous Chapter-
"Hinata…"
.
.
.
.
.
"Apakah kau masih ingat tentang diriku? atau melupakanku...?"
.
.
.
.
'tess'
'DEEEGG!'
Hinata terbangun dari mimpinya.
'sia-apa itu t-tadi? K-kami-sama...siapa dia?'batin Hinata bingung siapa orang tadi yang ditemuinya dialam mimpinya...walau tidak terlalu jelas,ia merasa familiar dengan sosok bocah kecil itu.
'tess'
"e-eh?"
Hinata sangat bingung kali ini,melihat air matanya jatuh dipipi putih mulusnya,lalu mengelap air mata itu dengan kedua tangannya.
'Apa y-yang terjadi? dan...kenapa a-aku menangis?'
"a-hiks-ada a-apa denganku hiks...k-kali ini? hiks..." tanya Hinata kepada dirinya sendiri, lalu ia menangis sejadi-jadinya.
.
.
.
.
"Hinata,kuharap kita bisa bertemu lagi..."
Naruto © Masashi Kishimoto
Can I meet you again? © Tenichii-chan
Rate : T
Warning: abal, typo, AU, OOC, gaje, jelek.
Pairing: NaruHina -slight SasuHina,GaaHina,NejiHina,SasuSaku,SaiIno,ShiTem,N ejiTen,GaaMat
Summary : Siapakah yang aku pilih? Ohkami-sama,kumohon bantu aku! Mungkinkah d-dia…atau mungkin juga dia…siapakah orang itu?
/N-naruto-kun,apakah kau…pernah memiliki j-janji dengan seseorang?/ ya,aku pernah…tapi dia pergi meninggalkan aku sendiri lagi…/DEG !/Sasuke-kun!/S-sakura! K-kau!/ yah,ini kudapat dari seseorang kusuka,dan juga…dia….CINTA PERTAMAKU!/ Tidak mungkin! Kau pasti bohong! /Ini kenyataannya,S-sasuke-kun!/ A-arigatō,minna,jaa…/H-HINATAAAAAA!/ N-neji…/Tenten!Chotto matte! / tch,mendokusai ne/Shikamaru! Dasar pemalas! / h-hei!M-matsuri! / L-lupakan akuG-gaara..hiks…kau masih m-menyukaiHinata-chankan?/G-gaara-kun,gomenaa-…/Hinata!A-aku… /Sai-kun~/I-ino? Kenapa kau kemari?/NARUTOOOO-KUUNN!/H-hinata? B-benarkah ini dirimu?/ T-tentu sajaN-naruto-kun..hiks…/Hinata,aishiteru yo!/
-Don't Like? Of course… Don't Read!-
Can i meet you again?
.
.
.
Hinata membuka tirai jendela kamarnya, sinar matahari pagi menyeruak masuk kedalam kamarnya. Setelah itu, Hinata menuju balkon kamarnya.
"Waaahh~ Cuaca hari ini bagus sekali~" ucap Hinata riang sambil merengangkan otot-otot tangan dan pinggangnya yang biasa ia lakukan setiap pagi.
"Semalam...k-kenapa aku menangis, ya?" tanya Hinata kepada dirinya sendiri sambil menangkup kedua pipinya.
"l-lalu...siapa..b—..."
"Ohayō,Hinata-sama." Sapa seorang maid yang sedang berdiri dibelakang Hinata, maid itu sedang memakai pakaian seorang maid biasanya, rambut purplenya disanggul kebelakang ditemani oleh bando ala maid, mata brownies-nya menyipit dikarenakan ia sedang tersenyum lembut, bibirnya yang berlapis redlipstick berbentuk melengkung—tersenyum.
"Kyyaaa... Y-yūgao-san...mengagetkanku s-saja..o-ohayō." Balas Hinata. Salahsatu maidnya itu ternyata tidak sengaja mengagetkan Hinata, padahal ia hanya menyapa saja. Apalagi kalau sedang berpenampilan seperti sadako, yah? Haha, pasti Hinata udah langsung loncat dari balkonnya. *dideathglare HinataFC*
"Hinata-sama,air hangatnya sudah saya siapkan, dan juga seluruh persiapan Hinata-sama sudah saya siapkan." Ucap Yūgao sambil tersenyum, lalu ia membungkuk sopan. "Saya permisi dulu." Saat Yūgao baru membalikkan badannya, ia menatap Hinata sebentar.
"Oh iya, Hinata-sama ,Semangat untuk memulai sekolahnya. Sarapan sudah disiapkan dimeja makan." Ucap Yūgao seraya pergi.
"E-eh? Uhm!" Balas Hinata sambil menganggukkan kepalanya. Lalu Hinata segera kekamar mandi untuk mandi, yah, tentu saja, emang maunya ngapain selain mandi? Ngintip gitu? #PLAAKK!
.
.
.
Skip Time
.
.
.
TAP
TAP
TAP
Hinata menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Ia sudah memakai seragam lengkap, seragam berwarna putih berlengan panjang, memakai sweater berwarna cream tanpa lengan, dasi pita softblue nya bermotif garis-garis sama seperti motif rok pendeknya, dan juga memakai kaos kaki selutut berwarna dark black, sedangkan rambutnya ia kuncir dua—twintail. Lalu, ia segera menuju ruang makannya sangat luas, mampu menandingi ruang makan difilm-film kerajaan. Oke, lupakan makan ternyata sudah ada Hiashi, Neji, dan juga Hanabi—adik Hinata.
"Ohayō Otou-san, Neji-nii, Hanabi-chan." Sapa Hinata lembut, lalu segera menduduki dirinya disalah satu kursi disamping Neji.
"Ohayō, Hinata." Balas Hiashi dengan Neji bareng.
"Ohayō, Hinata-nee~ kau terlihat sangat Kawaii,neechan~" Balas Hanabi sambil tersenyum lembut. Hinata hanya tersipu malu karena ucapan Hanabi tadi.
"Neji! Kenapa kau mengikutiku?" Tanya Hiashi kesal.
"Eh? A-aku hanya balas sapaan Hinata." Jawab Neji sambil memijit pelipisnya. Ia takut kalau dugaannya Hiashi bakal OOC seperti kemarin.
"Tapi kenapa kita bisa sehati, Neji-kun?" Tanya Hiashi OOC. Hinata,Hanabi dan juga Neji sweatdrop.
TWITCH
What the f*ck?
BINGO! Ternyata dugaan Neji benar-benar terkabul.
"tch! Kita harusnya segera makan,Hias–..."
"EHM! Apa kau lupa harus memanggilku apa, Neji?" Tanya–ralat potong Hiashi dengan aura Hitam dibelakangnya.
GLEK
Neji menelan ludahnya, karena ia takut dengan aura hitam Hiashi. "I-iya O..O-oto—..."
BRAKK
"OH, AYOLAH, OTOU-SAN, NEJI-NII, KITA HARUS SEGERA MEMULAI SARAPANNYA SAJA! LIHAT! INI WAKTUNYA KAMI HAMPIR TELAT,OTOU-SAN! KESIANKAN KALAU HINATA-NEE MEMULAI AWAL SEKOLAH BARUNYA DENGAN TERLAMBAT?" Teriak Hanabi sambil menggebrak meja makan, membuat seluruh orang disana tercengang. Benar juga,mereka hampir menghabiskan waktu bermenit-menit karena OOC-nya Hiashi.
Neji lalu menatap Hanabi dengan muka yang sangat cerah sambil menatap Hanabi dengan pandangan—kau-adalah-dewi-sejatiku-hanabi-.
"Eh? benar juga. Maafkan kami, Hanabi." Ucap Hiashi. Hiashi lalu menatap mata Neji seolah berkata—jangan-ikut-ikut-aku-lagi-neji!-. Neji pun hanya memutar kedua bola matanya dengan bosan.
"Itadakimasu."
.
.
.
Hinata sekarang berada didalam mobil Limousine-nya bersama Neji dan juga Hanabi. Hey, sepertinya ada yang terlupakan. Oh iya! Satu lagi itu adalah Kō! Haha,kesian sekali dia terlupakan oleh author. *digampar* Kō saat ini menjadi supir pribadi sementara, dikarenakan supir pribadi asli mereka katanya sih lagi sakit—ralat tapi pura-pura sakit. Ada yang tau kenapa? Yah, ini dikarenakan sang supir tau kalo Kō menyukai putri majikannya sendiri, Hinata. Jadi dia memberikan kesempatan kepada Kō untuk melihat Hinata sedang berpakaian seragam sekolah. Kenapa? Ckck,tentu saja itu momen yang paling indah, karena Hinata kalau sedang berseragam sekolah pasti terlihat kawaii. Yah,bukan lagi pakai seragam aja sih, semuanya juga lah. Tapikan kalo lagi berseragamkan itu momen tersendiri bagi Kō, haha. Dasar maniak moe!
Hening.
Tidak ada yang memulai percakapan, semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Hinata memikirkan bagaimana nanti teman-temannya, Hanabi sibuk memikirkan tentang klub Judo yang ia ikuti disekolahnya, Neji sibuk memikirkan bagaimana nanti ia olahraga bersama guru olahraga dengan semangat masa muda—Gay-sensei yang bakal menyuruhnya lari se-lapangan olahraga sekolahnya yang sangat luas dan lebar itu, oh poor Neji...haha, sedangkan Kō *ikut-ikut* memikirkan untuk mengendalikan pikirannya agar tetap fokus kejalan daripada melihat Hinata lewat kaca spion dalam mobil, haha...ternyata Kō bisa modus juga.
.
.
.
"Baiklah, Kita sudah sampai." Ucap Kō sambil membukakan pintu pada Hinata. Cari perhatian ya? Ckck #dilemparkunai
"W-waahh~ Sugoii!" Ucap Hinata sambil berbinar-binar.
Hinata menatap kagum gedung Sekolah yang ada didepannya ini. Gedung Sekolahan yang tinggi dan juga luas ini. Inilah Konoha Gakuen, sekolah terelite diKonoha City. Disini adalah sekolahnya anak-anak terpandang, terkaya, dan juga terpintar tentunya.
"Hinata-nee...Neji-nii...Hanabi kesekolah dulu ya! Hati-hati dengan para siswa cowok! Neji-nii jaga Hinata-nee, yah! Bisa-bisa Hinata-nee diganggu,lho! Jaa~" Ucap Hanabi sambil melambai-lambaikan tangannya, dan juga dengan muka jahil.
KAAATS
Kata-kata jahil Hanabi tadi sukses membuat muka Hinata memerah. Yah, kata-kata Hanabi tadi benar juga. Hinata dulu pernah sering diganggu oleh yang perempuan, karena menurut mereka Hinata menyebalkan karena membuat pangeran disekolahnya dulu jatuh cinta padanya. Kalau oleh yang laki-laki dikarenakan mereka menyukai Hinata, bahkan banyak yang genit kepadanya.
"Tch, itu bocah maunya apaan sih?" Umpat Neji kesal.
"S-sudahlah, Neji-nii...kata Hanabi-chan b-benar juga..." Ucap Hinata menenangkan Neji. "hah...ya, kau benar." Neji lalu menatap jam tangannya.
07.45 AM
GHAAH
Muka Neji langsung memucat seketika. Ia lupa kalau ia janji dengan kepala sekolah-nya untuk menemuinya pada jam 07.35. Yah, walau telat 15 menit tentu saja bisa membuat Neji pucat pasi. Kenapa? Karena kali ini ia ingin menemui Tsunade, Kepala sekolahnya. Walaupun cantik seperti malaikat, tetapi sikapnya seperti malaikat maut. Haha, sebut saja, Tsunade Senju—The Devil Masked Angel. Kejam sekali, tapi itulah kenyataannya. Kabarnya Jiraiya—ero-sennin, guru biologi itu berani menganggu sang Angel sampai membuka topengnya menjadi Iblis, dan akhirnya Jiraiya cuti berbulan-bulan dirumah sakit. Oh turut berduka, Ero-sennin. *dirasengan Jiraiya*
Neji langsung menarik lengan Hinata, sedangkan Hinata hanya menatap Neji dengan tatapan heran sambil dihiasi rona dikedua pipinya.
"a-ada apa, N-neji-nii?" tanya Hinata Heran.
"..."
Merasa tidak ada jawaban dari Neji, Hinata hanya mendesah pasrah. Hinata hanya pasrah ditarik Neji. Hinata tidak tau kalau dirinya menjadi bahan pengundang gossip-an murid-murid yang berlalu-lalang disekitarnya. *adalagi nih yang ngegossip, dosa woi!*
.
.
.
PSST
PSST
Banyak Siswa yang berbisik-bisik karena mereka melihat Neji menarik seorang gadis. Karena baru kali ini Neji menarik seorang gadis, dan bukan itu saja, banyak lelaki yang heran siapa gadis itu karena menurut mereka cantik sekali.
"Oi, Dobe." Panggil seseorang lelaki berambut raven dengan model emo, bisa dibilang seperti pantat ayam *dichidori* ke lelaki berambut pirang.
"Ada apa, Sasuke-teme?" Jawab lelaki pirang itu kepada lelaki berambut raven itu, Sasuke.
"Lihat itu." Ucap Sasuke sambil menunjuk salah satu objeknya itu yang menarik perhatiannya kali ini.
"Eh? Apaan sih? Tum-..W-wah,Itu! Neji bawa siapa? Tumben banget." Ucap Naruto tak percaya.
"Baka, barusan mauku tanya!" Umpat Sasuke kesal.
"Ehehe, Gomen..." Ucap Naruto sambil menggaruk-garuk pipinya yang sebenarnya tidak gatal.
"Hn." Jawab Sasuke singkat. Masih sambil menatap intens gadis dengan Neji itu, Hinata.
Naruto lalu melirik kearah pandangan yang sama dengan Sasuke, Ia pun memicingkan matanya karena jaraknya terlalu jauh. Ia pun langsung melihat jelas gadis itu, berambut indigo panjang.
DEG!
Entah kenapa Naruto tiba berdetak kencang. Ia merasa familiar dengan warna rambut itu. Sedangkan Sasuke sekarang ia sedang menyeringai.
'Menarik...'
.
.
.
Neji sudah sampai didepan pintu yang bertuliskan, 'HeadMaster Room-kouchoushitsu/ 校長室' sambil terperengah. Dan jangan lupakan tentang Hinata, salah satu korban yang ditariknya juga terperengah.
"Hosh...Hosh..." engah Neji dan juga Hinata. Tentu saja, berlarian dari lantai bawah sampai lantai paling atas itu sangat-sangat menyesakkan.
TOK
TOK
"Masuk." Perintah seseorang didalam. Sepertinya perempuan.
Neji dan Hinata pun masuk kedalam ruangan yang luas itu. Didalam sana ada seorang wanita paruh baya berambut pirang pucat dan mata berwarna brown honey.Tatapannya sungguh menusuk. Membuat Neji dan juga Hinata berdigik ngeri.
"Sepertinya kau telat 20 menit, Neji." Ucap wanita paruh baya itu dengan suara yang lembut tapi bisa membuat Neji berdigik ngeri—lagi, karena ada sebuah ancaman yang ada terdapat dikata-kata yang ditekannya itu.
GLEK
Neji hanya menelan ludahnya sendiri—dan juga lagi-lagi. Keringat mulai bercucuran dikeningnya. Tubuh Neji tiba-tiba mematung sendiri.
"N-neji-nii..." Ucap Hinata pelan.
"Hi-Hinata.." Jawab Neji seperti berbisik.
Hinata yang sedari tadi berlindung dibelakang Neji sekarang memberanikan menunjukkan dirinya."Umm..A-aanoo..."
"Eh? J-jangan-jangan kau..." Ucap wanita paruh baya itu dengan sedikit terbata-bata. "T-tsunade-sama...dia.." Ucap Neji sambil mengelus pelan puncak kepala Hinata. "...M-murid baru i-itu?" Tanya wanita paruh baya, Tsunade dengan tatapan yang sulit diartikan.
"u-um..." Jawab Hinata dengan seanggukan kecil.
"H-Hontō desuka?" Tanya Tsunade dengan mata berbinar-binar.
"u-um..H-hon...—kyaaaa!". Hinata belum sempat menyelesaikan omongannya, Tsunade langsung memeluknya erat. "Wah! Kau kawaii sekali!" ucap Tsunade kegirangan—OOC.
BRAAK
"Tsunade-sama!" panggil seorang wanita—sekitar berumur 20-an berambut Hitam itu, dan dibelakangnya terdapat lelaki berumuran 30-an berambut silver bermasker.
Mereka saling mematung karena mereka melihat Tsunade memeluk seseorang gadis.
"EEEHHHH?" Teriak mereka berdua.
"Hei, Kakashi, Shizune! Jangan pikir yang tidak-tidak!" teriak Tsunade sambil mengalihkan pandangannya, mukanya memerah. Sebenarnya ia malu karena kepergok ia suka yang moe-moe. Ckck, apa yang terjadi kalau mereka—murid-murid tau hal ini? *dibogem Tsunade*
"Pfftt...K-kukira T-Tsunade-sama..se..ukh...seoran..g..yuri loli..ukhaha..pfft...upss.." Ucap lelaki bermasker itu, Kakashi Hatake. Ia berusaha menahan tawanya.
Tsunade yang mendengar itu langsung men-deathglare-nya dan juga tekanan aura hitam disekelilingnya menyeruak kemana-mana. Shizune dan juga Kakashi langsung merinding seketika. Shizune langsung menyenggol lengan Kakashi sambil menatapnya—minta-maaflah-100-kali-atau-kau-mati-sekarang-. Kakashi pun langsung menelan ludahnya, lalu mengangguk setuju.
"Tsunade-sama, m-maafkan s-saya... Saya tidak bermaksud b-berkata seperti itu..m-maaf...maaaff...maaf...maaf..m—maaf...m..—. .." Ucap Kakashi terpotong.
"Baiklah! Tapi ada syaratnya!" ucap Tsunade sambil berkacak pinggang dengan tatapan kesal.
"A-apa itu?" Tanya Kakashi dengan keringat yang bercucuran.
"KAU-HARUS-MELUPAKAN-HAL-TADI-ATAU...M—.."
"BAIK! BAIK! AKAN KULUPAKAN HAL TADI!" Jawab Kakashi bersemangat. Karena ia takut mendengar kata-kata Tsunade selanjutnya.
"Shizuu—..."
"BAIK! BAIK! AKAN KULUPAKAN HAL TADI!" Ucap Shizune bersemangat seperti Kakashi tadi serta dengan tangan yang berada dipelipis memberi hormat kepada Tsunade layaknya seorang prajurit memberi hormat kepada komandannya. Sedangkan yang lain mematung.
"Haahh~...sebenarnya bukan itu yang aku katakan..." Ucap Tsunade sambil menghela nafasnya berat.
"Jadi, apa itu, Tsunade-sama?" Tanya Shizune bingung, kenapa ia tidak diancam seperti Kakashi tadi. Sedangkan kan Kakashi menatapnya—kau-curang-mentang—mentang-kau-adalah-a sisten—pribadinya- dengan tatapan kesal. Shizune langsung menginjak kaki Kakashi dan membalas tatapannya—diam!—atau-kau-mau-lebih-daripada—itu-t adi?-. "Oucchh—eh!?", Kakashi lalu mengangguk mantap.
"Ini dia, adik Neji, murid baru yang dibicarakan kemarin..." ucap Tsunade sambil menunjuk Hinata yang sedang bengong. Kakashi dan Shizune ber-oh-ria, sedangkan Neji hanya memijit pelipisnya.
"EHH? TUNGGU DULU! DIA ADIK NEJI?" Teriak Kakashi dan Shizune.
Mereka berdua lalu menatap Hinata-Neji bergantian. Hinata—Neji-Hinata—Neji—Dada super gede—E-EH? Itu punya siapa? Saat mereka melihat keempunya, mereka berdua langsung memucat seketika.
"Hei! Kalian jangan seperti orang bego gitu dong! APALAGI-KAU-KAKASHI—" Ucap yang empunya, ternyata ia Tsunade toh, haha!
"Tsunade-sama" Potong Neji.
"Hm? Ada apa?" Jawab Tsunade dengan memutar kedua bola matanya.
"Hinata bakal masuk kelas mana? 15 menit lagi bel akan berbunyi. Nanti bisa aku dan Hinata telat." Jelas Neji dengan melipat kedua tangan didepang dadanya. Ia merasa kesal kali ini. Sepertinya keberanian dari Kami-sama sudah jatuh kepadanya(?) sehingga ia lupa berhadapan dengan siapa.
TWITCH
Tsunade langsung mematung—begitupula dengan Kakashi dan Shizune.
"OH iya! Benar juga! Aku lupa! Ha-ha-ha.." ucap Tsunade sambil tertawa garing(?). Neji dan Hinata langsung sweatdrop, sedangkan Shizune dan Kakashi langsung menepuk jidat mereka.
"Ia akan berada dikelas dibawah bimbingan Kakashi!" Ucap Tsunade tegas.
"Iya, itu benar, itulah kenapa aku ada disini." Jawab Kakashi seraya tersenyum lembut.
'Adik Neji Hyūga ya...'
'Hyūga... Hyūga... Hyūga...Hy—eh?" Batin Kakashi tersadar sesuatu.
'APA!? Dia seorang Heiress Hyūga yang pernah kudengar! D-dia...j-jangan..-jangan...'
"...Hyūga...H-Hinata?" Lanjutan dari batinnya kedalam alam sadarnya.
"E-eh? H-ha'i?" Ucap Hinata terbata-bata.
'APAAA? BENARKAH!? AKU MEMILIKI SISWA SEORANG HEIRESS HYŪGA!?' Batin Kakashi sangat terkejut.
Kakashi langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, agar ia segera kembali tersadar. Sedangkan Tsunade, Neji, dan juga Shizune mendeathglare kearahnya.
JIIITTT
'APA-YANG-KAU-PIKIRKAN-TENTANG-HINATA-?—JANGAN-PIK IRKAN-HINATA—DENGAN-NOVEL-HENTAIMU-ITU!-KARENA-DAD ANYA-SANGAT-BESAR—HAH!?'
Itulah arti tatapan menusuk mereka. Sedangkan Kakashi langsung berdigik ngeri.
'KARENA-DADANYA-SANGAT-BESAR—heh? Benarkah?' batinnya.
Kakashi pun langsung melirik kearah dadanya Hinata yang terbilang uhm—sangat—besar—uhm, Kakashi pun langsung tercengang. 'Tidak..m-mu—mun...—..'
DDUUUKKK!
BRUKKHH!
DUAAGGGHHHHH!
Bunyi apa tadi? Tentu saja bunyi bogeman mentah dari Tsunade, Shizune, dan juga Neji kepada Kakashi. Karena apa? Ya, karena Kakashi sudah berbuat mesum.
.
.
.
Sesampai dikelas 'XI-A', Kakashi sensei langsung memasuki kelas itu. Yah, telat 10 menit karena tadi ia berurusan dengan Tsunade—Shizune—Neji. Lihatlah penampilangnya sekarang, mukanya tak setampan tadi, sekarang banyak bonyokkan, rambut silver-nya tertata rapi mecuat keatas sekarang berantakan sepertiorang habis kesetrum listrik. Oh poor,Kakashi... *dichidori Kakashi*
"Ohayō,minna..."
"Ohayō,Sensei!" Ucap siswa kelas 'XI-A' serempak. Yah, ada juga sih yang nggak jawab.
"G-Gomenne,minna...t-tadi aku habis berurusan d-dengan T-tsunade-sama...d-da—..." Penjelasan Kakashi terpotong oleh salah satu siswa berambut pirang dan berambut pink berbarengan.
"Oh, Ayolah, sensei! Apa alasannya kali ini? Terjebak diruang Tsunade-sama? Mencoba kabur darinya? Bertemu dengan nenek tua peyot lalu membantunya mencari alamat rumahnya? Atau juga menemui kucing hitam ditengah jalan, lalu mencari jalan lain agar tidak mendapat sial? APA SEKARANG SENSEI SUDAH MENDAPATKAN KESIALAN ITU? LIHAT! PENAMPILAN SENSEI SUNGGUH KASIHAN! BEGITUKAH,SENSEI?" Ucap mereka berbarengan.
"Y-yare-yare...N-naruto...Sakura...bukan seperti itu..tapi kali ini aku mengurusi m-murid ba—ru...—"
TOK
TOK
TOK
"Sepertinya...ia..sudah datang.." ucap Kakashi sambil tersenyum lembut.
"Masuk."
Ternyata saat pintu terbuka dengan act—slowmotion, seluruh siswa tampaknya deg-deg-an dengan siapa dan bagaimana murid baru itu.
DEG
DEG
DEG
"KAKASHI! AWAS KALAU KAU MACAM-MACAM LAGI KEPADANYA!" Suara itu...sepertinya mereka kenal...Yah, Ia adalah Tsunade Senju. THE QUEEN OF DARKNESS—sebutan baru.
GLEK
Mereka semua langsung menelan ludah masing-masing. Tsunade langsung menarik seseorang gadis. Yah, gadis itu berambut Indigo panjang diikat twintails, mukanya tertutup oleh poninya karena ia sedang menunduk malu.
"INI MURID BARUNYA! JAA,MINNA!" Ucap Tsunade setengah berteriak sambil menuju meninggalkan kelas itu.
Hening. Semua tercengang.
"KAKASHI! AWAS KALAU KAU MACAM-MACAM KENONA HYŪGA!" Peringatan dari Tsunade kepada Kakashi dengan nada mengancam.
'EH? NONA HYŪGA KATANYA? WHAATT!" batin mereka masing-masing dengan shock berat.
"J-Jadi dia adalah adik Neji dan juga Heiress HYŪGA itu!?" Pikir mereka berbarengan.
"Hyūga-sama, silahkan perkenalkan dirimu..." Ucap Kakashi sambil tersenyum.
"K-Kon'nichiwa,m-minna-san...W-Watashi no namae wa 日向ヒナタ (Hinata Hyuga) desu! Y-yoroshiku, minna...". Hinata memperkenalkan dirinya didepan kelas, —tentunya—didepan orang banyak. Hinata merona seketika, ia merasakan panas disekitar pipinya.
"KAWWAAIIIIIII!" Teriak para siswa lelaki maupun perempuan dikelas itu.
.
.
.
DEG!
DEG!
DEG!
Sasuke, Naruto, Sakura, disaat mendengar nama Hinata, mereka merasakan dadanya berdetak keras dan rasanya ia tidak berdetak lagi. Mereka membelalakan matanya tidak percaya.
"H-h...H—hi-hinata?" Ucap Naruto dengan nada yang sedikit bergetar. Ia merasa ada sesuatu kenganjalan didadanya, ya, rasanya...
...Menyesakkan.
.
.
.
"Hinata?" Ucap Sasuke dengan menaikkan sebelah alisnya. Rasanya ia pernah mendengar nama itu. Yah, Terasa familiar ditelinga Sasuke, tetapi dia tidak ingat sama sekali. 'Deja vu,eh?'
.
.
.
"H-hinata? S-sepertinya a-aku pernah dengar..." Ucap Sakura sambil menatap Hinata yang berdiri didepan papan tulis itu.
"T-tapi kapan?"
.
.
.
"Hm? Tch,Sepertinya akan segera berkumpul kembali...karena..." ucap Seseorang lelaki misterius.
.
.
.
.
.
"...kita...kedatangan 'Tamu Special'..."
.
.
.
.
.
To be continued...
Bagaimana kisah selanjutnya? Ya baca aja ya~ xD
Mind to Review?
RNR nya ya Minna-san~!
Maaf klo crtanya gaje banget ya ^^" Review kalian bsa jadi semangat buat saya kok! Maafkan banget kalo ceritanya kurang menarik~ ( 'w')9
