Chapter baru update ^o^
Kali ini chapter lebih panjang berhubung author sudah mandi kembang tujuh rupa dan mendapat banyak ilham *plakk

Balasan review:
. : umm,, iya saran diterima ^o^, soal FF "Separated Away" itu, aku udah baca dari dulu, habis aku fans berat KnB dan shipper KiKuro couple .

Seicchin : hai' senpai~~~~~ :p

OKlah, kita mulai baca aja FF nista ini
Gomen kalau masih kurang seram


Chapter 2

The Sign

Kise berusaha menghubungi Aomine Daiki, teman Kuroko, dan setelah berhasil Aomine berjanji akan membantu Kise.
Malam tiba, Kise tertidur, dan untuk kesekian kalinya, ia bermimpi hal yang sama, masuk ke manor itu...

Tapi, malam ini berbeda, Kise tertidur di lantai dan hanya tertutupi kain putih yang tipis. Kise mencoba bergerak, namun tubuhnya terasa kaku, ketika ia melihat ke telapak tangannya, ia menahan napas. Tangannya, terpaku di lantai...
Dalam kegelapan, Kise dapat melihat 4 anak perempuan berpakaian layaknya miko, mereka berlutut di telapak tangan dan kaki Kise, dan mereka mulai menyanyikan sebuah alunan lagu
"Perform the Rite of Stakes, her limbs pinned tight"
Mereka terlihat sangat damai, namun menakutkan disaat yang bersamaan, terlebih dengan paku dan palu ditangan mereka, mereka mulai berlutut dan menaruh paku tersebut di telapak tangan dan kaki Kise, Kise merasakan sakit yang amat sangat, saking sakitnya sampai ia merasa sakit itu menjalar ke tubuhnya. Tak lama, Kise merasakan tattoo berwarna biru menjalar ke tubuhnya, tattoo yang serupa dengan wanita bertattoo yang ditemuinya, tattoo yang menyebabkan sakit ditubuhnya. Kise melihat keempat anak tersebut, mereka menaikkan paku mereka, bersiap memaku Kise, selain itu, tattoo itu telah menjalar ke matanya, membuat pandangannya buram, kemudian ia merasakan sakit di tangannya, merasakan paku itu menancap dalam ke telapak tangannya, merobek daging dan mematahkan tulangnya, Kise berteriak, menatap keatas, tubuhnya mati rasa.

...

Sesaat kemudian, ia ada di lorong manor tersebut.

Kaget, shock, Kise melihat ke telapak tangannya, tak ada darah, tak ada tattoo bahkan lubang hasil tancapan paku pun tak ada. Kise membuka pintu dibelakangnya, ia keluar dari mimpinya.
"Ki-chan? Ki-chan? Daijobu desuka?"
Momoi kelihatan panik, ia berdiri di samping tempat tidur Kise.
"Daijobu-ssu"
Hari ini, tak ada kabar dari Aomine, rumah pun terasa sepi, 10 menit lalu, Momoi pergi untuk memotret salah satu pusat perbelanjaan terkenal di pusat kota, mungkin Momoi akan pulang malam

-Skip time-

Malam tiba, Momoi masih belum pulang, Kise memutuskan memasak makan malam sendiri dan tidur, ya, tidur

Meskipun ia memiliki trauma pada mimpinya, ia tetap membutuhkan istirahat kan?
Selesai makan malam, Kise merebahkan tubuhnya, mimpinya dimulai kembali...
Kise berjalan masuk ke manor itu, dengan baju berlengan panjang berwarna merah dan jeans putih, pakaian yang ia gunakan saat Kuroko kecelakaan...

Ditangannya terdapat sebuah senter, yang entah darimana asalnya.
Dilorong manor itu, tepat di bagian kirinya, ada sebuah pintu, Kise mencoba untuk membukanya
"Terkunci... Lambang apa ini?"
Kise menatap lambang "Notched Arrow" di gembok pintu itu, mungkin dia harus mencari jalan lain.
Kise berjalan maju, menemukan 2 jalan yang berbeda, kiri dan kanan
Kise memilih kiri, setelah mengikuti jalur tersebut ia sampai disebuah pintu, seorang anak kecil berdiri menatapnya dengan air mata berlinang, kemudian menghilang...

Shock, Kise terdiam sebentar, kemudian kesadaran menghampirinya dan ia membuka pintu dihadapannya.

Ruangan yang luas, terdapat tungku api di tengahnya, disana Kise menemukan sebuah botol coklat, sepertinya obat herbal.
Diruangan itu, terdapat satu tangga di bagian kiri dan satu di kanan
Di ujung ada satu pintu besar, namun terkunci, Kise berusaha naik ke tangga di kanan, di atas
ada pintu, namun tersegel, turun kembali dan Kise menemukan sesuatu yang mengerikan baginya

"Ini... Bukan salah anak-anak..."
Bisikan lemah seorang wanita mengagetkannya, Kise berbalik, 2 meter dibelakangnya ada seorang ibu dan anak... Berpegangan tangan, tidak lama kedua sosok itu menghilang.
Kise mengumpulkan nyawanya, kemudian naik ke tangga disebelah kiri, Kise mendongak ke atas, dia melihat seorang pria dengan baju putih lusuh dan celana jeans yang sedikit sobek berjalan lurus ke sisi lain tangga
"Hey, berhenti!"
Sosok itu tidak berhenti, Kise berlari naik...

Kosong

"Hantu... lagi..?" Kise berbisik pelan
Mata Kise hanya tertumpu pada satu pintu didepannya, belum ia beranjak pergi dari tempatnya berdiri, ia melihat tangan yang mendorong suatu barang, kemudian menghilang kedalam lemari pakaian, Kise mendekati barang itu

Camera Obsucra
Seingatnya, kamera ini dapat menangkap sosok yang tak kasat mata
Terdapat rol film berwarna biru bertipe-14 didalam kamera itu.
Menatap kameranya, Kise pun melangkahkan kaki menuju pintu didepannya dan membukanya.
Hanya koridor sunyi didalamnya, tapi ia mendengar satu suara
Seperti bunyi besi yang dihantamkan pada besi yang lain, Kise mencoba mencari apa itu, kemudian ia sampai ke koridor berbentuk kotak, menjelajahi koridor itu, ia menemukan lubang intip.

Kise yakin suaranya berasal dari sini, tapi ia tak dapat melihat apa-apa.
Kise menaikkan kameranya, mengintip lubang itu dengan kameranya.
Sesosok gadis berpakaian miko terlihat, ia seperti memukulkan palu besi ke paku besar ditangannya, sadar diperhatikan, gadis itu berbalik.
Sebelum ia menghilang, ia sempat berkata
"Siapa disana?"
Kise melangkah mundur, jantungnya berdegup kencang, kamera ditangannya hampir jatuh kalau saja ia ceroboh.

Sesaat kemudian, Kise mendengar suara tangis, tangis seorang lelaki(?)
"siapa?" suara Kise gemetar, ia takut, sangat.
Kise menjelajahi koridor itu, kembali ke pintu tadi, ia menemukan celah, mengintip kedalam, ia
menemukan lelaki yang tadi dilihatnya ditangga, lelaki berambut hijau dan berkacamata tadi.

Tanpa Kise sadari, tangannya memencet tombol potret, gambar yang aneh keluar
"TIDAK! MENJAUH DARIKU!"
Lelaki itu berteriak histeris, berlari menjauhi Kise, Kise berusaha memanggilnya, namun ia telah pergi.
Kise kembali ke tempat dimana ia melihat tungku api ditengah ruangan itu. Membuka pintu keluar, kembali ke koridor awal, namun...

"Apakah... Kau melihatnya?"

Kise berbalik dengan cepat, tak ada orang disana, menennagkan diri, Kise kembali mencoba membuka pintu
"Dimana... dia?
Kise mendengar suara anak kecil, melihat ke bawah, ada sesosok anak kecil dibawahnya!
Ia melangkah mundur, namun ia merasakan hawa lain dibelakangnya...
Kise merasa ibu dari anak itu menyerangnya, dengan cepat ia memencet tombol potret di kameranya
Mengulangnya berkali-kali sampai ia merasa hantu itu pergi
Anak kecil itu berteriak
"KAU MEMBUNUH AYAH!"
Dengan sadisnya, Kise memencet tombol berkali-kali sampai kedua hantu itu pergi, menarik nafas panjang, Kise membuka kembali pintu tadi.

Baru berjalan beberapa langkah, ada kertas yang terinjak olehnya
"Ini bukan salahku, aku tidak pernah meminta untuk hidup"
Kemudian ia mendengar bisikan yang lumayan menggambarkan ke-depresian dari lelaki berambut hijau tadi
"mati, kalau saja aku mati... aku pasti sudah diambil, kenapa hanya aku yang hidup? Aku... Hanya aku yang selamat karena aku mau, karena aku berusaha, tapi... Jika aku mati bersama yang lain, aku... aku tak akan..."
"Hey kau tak apa?"
Kise bertanya pelan, takut lelaki itu kabur lagi
"Dia DISINI!"
Lelaki itu lari, Kise menoleh kebelakang, melihat wanita bertattoo itu lagi
Kise berlari sekuat tenaganya, pintu didepannya, hanya itu yang dapat membuatnya keluar dari mimpinya

"aku ingin tidur... selamanya..."

suara dingin perempuan tadi membuat Kise semakin takut, setitik air mata sudah siap mengalir membasahi pipinya.
"sedikit lagi, aku mohon" berlari sekuat tenaga Kise mendobrak pintu tadi dan...
Kise terbangun, keringat membasahi tubuhnya
Ia mengernyit, sakit, dibagian yang pernah disentuh perempuan bertattoo itu
"tak ada yang pernah bisa melepaskan diri dari kutukanku"
sesaat, Kise merasa mendengar suara perempuan tadi namun dengan cepat tergantikan dengan suara momoi

"Ki-chan, daijobu desuka? Kau tadi menangis, doushita no?"
"tak apa, hanya mimpi buruk" Kise tersenyum, berusaha menenangkan manager yang
dianggapnya saudara sendiri
"ne, Ki-chan, akhir-akhir ini kau sering bermimpi buruk, turunlah, aku sudah menyiapkan sarapan" satu kalimat panjang sebelum momoi keluar dari kamarnya dan turun kelantai dasar.

Kise menarik napas panjang, bangkit dan membuka pintu kamarnya, dibawah, ia melihat momoi dengan dress pink beserta celemek dengan warna senada sedang menyiapkan makanan.
Kise menatap keluar jendela, akhir-akhir ini hujan tak pernah berhenti. Hujan memang tak pernah berhenti setelah kematian Kuroko. Seakan-akan mereka ikut menangisi kepergian lelaki itu.
"Ki-chan, tadi ada titipan surat, katanya untuk Tetsu-kun"
"Hai' " hanya jawaban singkat yang keluar dari bibir Kise

Kise membuka surat yang diberikan Momoi, dari Aomine?! Mungkin berita baru mengenai manor itu, tapi kenapa untuk Kuroko? Kise menatap kembali amplop surat itu, sepertinya dari seminggu lalu, mungkin Momoi lupa memberikannya? Atau apalah, Kise tak peduli

Dear Tetsu,
Maaf kalau terlalu pendek
Bagaimana keadaan disana dengan Kise?
Aku melihat foto yang kau kirimkan kepadaku, dia benar-benar pria yang tampan! Wah aku cemburu~
Ngomong-ngomong, aku ingin melanjutkan mencari tahu soal urban legend itu, seperti yang kupikirkan, gejala yang terjadi pada Ryo, keponakanku sama dengan yang ada di legenda itu.
Sehubungan dengan legenda itu, aku menemukan kamera Obsucra yang kudapat di dekat "Lost Village"
Kurasa, ada hubungannya dengan urban legend itu

Tertanda,

Aomine Daiki

Sebenarnya, Aomine merupakan teman baik Kuroko, mereka bekerja sebagai peneliti dan merupakan sahabat baik
Aomine merupakan sahabat dari kakak Momoi juga, katanya, Kakak Momoi menitipkan Momoi pada Kuroko. Kira-Kira begitulah cerita sampai Momoi bisa ada disini.
"Dai-chan bercerita tentang Kamera Obscura, mungkin ada di kamar Tetsu-kun"
"Baiklah, aku keatas dulu"
Kise naik keatas, memasuki kamar Kuroko.
Kamar berwarna biru, sesuai dengan mata Kuroko

"Ada yang kau butuhkan, Kise-kun?"
Tanya Kuroko
"Oh, aku hanya-"
Kise kaget, ia mendapati kosong, hanya khayalannya lagi,'bodoh' pikirnya, air mata menggenang di pelupuk matanya, mengingat masa-masa mereka dulu, saat masih bersekolah di Teiko, berpisah saat SMA dan akhirnya kembali bertemu sebagai sepasang kekasih setelah itu.

Ia melihat memang ada kamera Obscura diatas meja, beserta...
Gambar yang dia dapatkan semalam?!
Kise juga membawa beberapa berkas urban legend dari perpustakaan kecil kamar Kuroko ke kamarnya.
Kise membuka satu persatu dokumen Kuroko
Disana ada satu tulisan

"The Lost Village"

Lost Village a.k.a All Gods Village, desa yang menggunakan anak kembar sebagai tumbal, dengan adanya calamity di desa itu, seluruh desa hancur, hanya ada satu wanita yang selamat, namanya Yae Kurosawa, dia sebenarnya memiliki saudara kembar bernama Sae, namun saudaranya menghilang dan diketahui Yae kehilangan ingatan.

Kabarnya jika anda berjalan jauh kedalam hutan dan melewati patung kembar disana, maka anda akan terperangkap selamanya dalam desa itu dan pagi/siang tak akan pernah datang. Kabarnya legenda itu diperkuat dengan tertawaan maniak dari seorang wanita.

Tak jauh dari sana, ada lagi legenda sebuah mansion bernama "Himuro Mansion", sepertinya mansion ini menjadi titik dari kasus menghilangnya Akashi Seijuuro, kakak kandung dari Momoi.

"Legenda Rope Temple dan Rumah Mutilasi"

Kabarnya, banyak manusia meninggal di wilayah Himuro Mansion dan mayat mereka selalu ditemukan berada di dalam Himuro Mansion dengan pergelangan tangan, kaki dan leher putus serta ada bekas tali.

Ada lagi legenda lain "Manor of Sleep"
Legenda yang dimulai tahun 1960 ini masih dalam penelitianku.

Ada satu lagi potongan surat kabar :

Sebelum pagi datang, pasangan ibu-anak dari Myojin Village ditemukan menghilang. Sang ibu bernama Makie Kuzuhara dan anaknya ,Kozue.
Makie mencari suaminya yang hilang, setiap hari ia pergi ke daerah pegunungan untuk mencarinya.
Seorang saksi berkata "aku pergi mencari mereka kemana-mana, namun tak ada, setelah memeriksa rumah mereka pun aku hanya menemukan sepasang tanda yang sepertinya terbuat dari tinta". Banyak juga kabar orang menghilang disertai tanda tinta tersebut.

Kise mengecek gambar di kamera tersebut dan menemukan film type-14, setelah bercakap-cakap sebentar dengan momoi, kise pergi ke Dark Room, tempat ia mencuci film dan menjadikan film tersebut sebuah foto

Setelah merendam film tersebut, Kise mengangkat dan mengeringkannya, mencoba melihat gambarnya.
Apa yang ia lihat kemudian membuat napasnya tercekat, itu adalah lelaki berambut hijau berbalut pakaian yang lusuh semalam. Foto yang tak sengaja ia ambil semalam.
"Manor ini... Lelaki ini... Mimpiku... Apa semuanya berhubungan denganmu, Kurokocchi?" suara Kise terdengar parau.

Kise berlari ke ruang tengah.
Ia segera menjumpai Momoi

"Momocchi, maukah kau membantu mencari tahu siapa lelaki di foto ini?"
"Uhh, ini foto lama..."
Kise merengut, namun dengan cepat ia tersenyum
"Daijobu, kalau kau tak bisa"
Perkataan Kise meluluhkan hati Momoi
"Daijobu Ki-chan, aku akan berusaha mencarinya"

Sepatah kata terakhir sebelum Momoi keluar ruangan dan mencari berita mengenai lelaki itu, sedangkan Kise hanya menunggu di rumah.

-Time Skip-

Sore tiba, suara deringan telepon menyadarkan Kise dari lamunannya, ia mengangkat telepon

"KI-CHAN! Aku menemukan berita mengenai lelaki itu, namanya Midorima Shintarou, ia merupakan korban kecelakaan pesawat setahun lalu, kabarnya sampai sekarang ia masih trauma dan mengigau yang tidak-tidak, makanya ia masih dikarantina di rumah sakit, tidakkah kau ingin menjenguknya?"

Kise terdiam, Midorima...

"baiklah, aku akan menjenguknya"

Kise mengganti pakaiannya dan pergi ke rumah sakit, di daerah tempat tinggalnya memang cuma ada satu rumah sakit. Dengan cepat ia menaiki motornya dan berangkat kesana.

"Dia selalu tertidur dan jarang terbangun, kalaupun dia bangun, mungkin hanya beberapa saat kemudian ia tertidur lagi" jelas dokter yang mengantar Kise. Akhirnya mereka sampai di kamar Midorima, dokter membukakan pintu untuk Kise dan pamit untuk melakukan pekerjaannya.
Bau alkohol menusuk indra penciumannya, mengingatkannya pada Kuroko yang sangat benci dengan rumah sakit.
Diujung kamar, terlihatlah Midorima, kemudian Kise teringat permohonan Midorima di mimpinya

"Bangunkan... aku..."

Kise baru saja ingin menyentuh pundak Midorima namun sebuah tanda hitam menjalar naik ke leher Midorima, tanda itu berubah menjadi tattoo ular dan menjadi berwarna biru tua, tanda itu menjalar naik ke wajah, dan mata Midorima, membuat matanya terbuka dan berubah menjadi warna biru tua.

Kise berteriak histeris, berlari kemudian, sekilas ia mendengar teriakan Midorima dan bisikan pelannya "aku tak ingin melihat lagi... melihat itu... lagi"
Kise diam, ia berbalik hanya untuk kembali mengecek Midorima, namun Midorima tak ada disana, hanya tanda hitam berbentuk tubuh manusia yang tersisa.

Kise pulang, setelah sebelumnya bertanya apa dan kenapa pada dokter.
Setelah membersihkan diri, ia merebahkan dirinya di tempat tidur. Sebenarnya ia takut terlelap, namun, ia harus tidur, dia bukan robot yang bisa beraktivitas 24 jam.

Kise masuk ke manor itu lagi, dia mencoba mencari jalan yang lain, jalan kanan, berseberangan dengan jalan kiri yang ia tempuh kemarin.
Ia masuk ke ruang tatami, ke ruang samping dan menaiki tangga, sampai ia tiba ke ruangan berbentuk "L"
Ia mencari pintu di ruangan ini, dan Kise mendapatkannya di ujung tikungan L itu.
Kise membukanya dan alhasil, dia sampai ke ruangan dimana Midorima ada sebelumnya. Dia melihat samar-samar bayangan Midorima sebelum dia melangkah menuju Midorima dan melihat 3 bayangan mengitari Midorima

Midorima terlihat histeris, ia berteriak tak jelas, hanya beberapa kata yang tertangkap di telinga Kise
"Aku... Apapun! Jangan...ku!"
"CUKUP!"

Setelahnya, dia mulai menerjang Kise

Midorima mencoba membunuh Kise, Kise yang sudah tahu jika kameranya bias menangkap atau membunuh hantu, menggunakannya.
kise memotret Midorima, beserta tiga bayangan yang ikut menyerangnya tadi, setelah beberapa jepretan dari Kise, ketiga bayangan itu menghilang, menyisakan Midorima sendirian.

Kise mencoba mendekati Midorima namun dia sadar, tubuh Midorima penuh tattoo, Midorima sekarang sudah merupakan hantu, dia bukan manusia lagi
Midorima bangkit, menyerang Kise, Kise memotret Midorima, satu jepretan, dua jepretan, jepretan ketiga, Kise gagal, Midorima berhasil mencekik lehernya, rasanya sangat perih, tattoo sedikit terlihat di tubuh Kise
dengan sekuat tenaga,Kise mencoba mendorong Midorima dan menekan tombol potret sekali lagi, akhirnya Midorima menghilang.

Kise menarik napas panjang dan mengeluarkannya dengan kasar. Dia berjalan keluar dari ruangan tadi.
satu kesalahan yang dia buat, dia tetap menatap kebelakang, samar-samar dia mendengar suara Midorima
"Kau tak menyukaiku?"
Takut, Kise buru-buru berbalik dan kaget, shock dengan penampakan Midorima didepan mukanya.
Jarak wajahnya dengan Midorima hanya 5 senti, bagaimana tidak shock?

Dengan ganas, Midorima mencengkram pundak Kise, entah kenapa, Kise melihat seluruh tattoo Midorima pindah ketubuhnya, menjalari tubuhnya, hamper masuk ke matanya
Sakit, bahkan lebih sakit dari apapun

Setelah itu, ia kehilangan kesadarannya, dan terbangun di tempat tidurnya, di dalam kamarnya.
Tubuhnya berkeringat, pergelangan tangannya perih, saat ia berbalik melihat ke pergelangan tangannya, ia bertatap mata dengan Midorima, Kise menarik tangannya dan Midorima menghilang.
rasa sakit dibagian yang disentuh perempuan bertatoo itu juga terasa sangat perih, seakan-akan seseorang sedang menggergaji bagian pundaknya. Kise cepat-cepat melihat bagian pundaknya, ia dapat melihat tattoo dengan jelas dibagian pundaknya, kemudian menghilang.

Midorima, dia juga memiliki tattoo yang sama, itu berarti dia juga memiliki mimpi yang sama dengan Kise. Apakah Kise juga akan mati seperti Midorima? Dengan begitu kan dia bias melihat Kuroko lagi, tapi bagaimana dengan Momoi? Dia tak punya siapa-siapa lagi, selain itu, Momoilah yang selalu ada disamping Kise selama ini, Kise tak mau Momoi sedih
Ia juga ingat pesan Akashi untuk menjaga Momoi.

Kise bangkit dan keluar dari kamarnya, saat dia menuruni tangga, dia melihat Momoi sedang berdiri memandang keluar jendela, menyadari kehadiran Kise, Momoi segera menyapanya
"Ohayou Ki-chan umm, ano… ini diary Shintarou-san, kau berniat membacanya?" ucapnya seraya menyodorkan buku harian ketangan Kise.
"umm… arigatou ne momocchi" ucap Kise riang sedangkan Momoi hanya tersenyum manis

kise mulai membuka buku itu dan membacanya

8/10 :: cerah
Aku kira menulis di buku harian lebih baik untukku. Aku hanya berharap dapat lari dari mimpi burukku selama ini. Aku selalu sendirian. Jika seseorang membaca ini, aku harap dia dapat membantuku

8/11 :: mendung
Keluargaku dan Mimi-chan meninggal. Tetapi, perasaan kesepian dan sendiri lebih sakit dari rasa kehilangan akan orang yang dicintai. Menjadi satu-satunya yang hidup… dan ditinggalkan sendirian

8/13 :: mendung
Aku mendapat mimpi yang mengerikan, aku ada di manor tua, salju berjatuhan, tapi aku melihat mereka, keluargaku masuk kesini. Kalau aku masuk pasti aku bias bertemu mereka, tapi mungkin jika aku masuk terlalu dalam, aku tak bias kembali lagi.

8/18 :: Hujan
Sedikit demi sedikit, aku masuk kedalam. Di dalam dingin dan gelap. Aku mendengar suara nyanyian, aku yakin mereka semua ada didalam. Namun mereka meninggalkanku, karena hanya aku yang selamat.

8/27 :: Hujan lagi
Rasanya sakit, apakah ini rasa sakit dari mimpiku?
Tattoo-nya menjalar, dokter tidak melihat apapun, tapi aku melihatnya.

: Hujan
Setelah tertidur beberapa hari, aku hanya terbangun sesaat. Aku tak tahu aku mimpi atau tidak. Dokter hanya mendengar ceritaku dengan rasa simpati. Toh, mimpi dan rasa sakitku hanya aku yang tahu

: Hujan? Entahlah
Apakah aku dikutuk karena aku selamat?

: Hujan
Sakit… Apa yang harus kulakukan? Perempuan bertattoo it uterus mengejarku, aku dapat melihatnya bahkan ketika aku bangun. Aku tak mau lihat hal itu lagi

Kise berhenti membaca, jadi dia benar. Midorima memilii mimpi yang sama dengannya. "ini juga Ki-chan"
Momoi memberikan gambar yang diberikan Kise tempo hari.
"tidakkah dilengannya itu sebuah tato?", Kise hanya mengangguk tak bersemangat
"Doushita no?" Kise menggeleng.

"Aku lelah, aku rasa aku butuh tidur" hanya sepatah kata dan Kise kembali menaiki tangga dan masuk kekamarnya, mengabaikan pandangan khawatir dari Momoi.
"Dia kan baru bangun.."

.

.


Yayyyy .
chapter 2 update
Butuh banyak waktu dan imajinasi untuk membuat ini minna~~~~
Mohon RnR nya ya~~~
PLEASE DON'T BE A SILENT READER :'(