Title : Lame

A/N : Aku masih merindukan fanfic yang menghilang bersama dengan isi hardiskku yang lain. Padahal sama sekali belum aku posting dan udah 2 chapter lebih. Apa mungkin Reborn nggak rela jadi pairingan Lambo ya? Selamat menikmati sedikit hint XS

WARNING! Shounen-ai, maybe OOC and typo

O,o

"Apa kau mendengarku trash?" tanya Xanxus irritated karena orang yang diajaknya bicara dari tadi tiba-tiba terdiam dan sama sekali tidak mengatakan apapun sejak lima menit yang lalu. Dia sudah menerima laporan kalau Mist Guardian mereka sedang berada di rumah sakit yang kemungkinan sama dengan tempat Byakuran dirawat, karena hal itu akan lebih memudahkan proses ilusi yang dilakukan Mammon meskipun dia sedang sakit. Masalahnya mereka masih belum tahu Mammon sakit apa.

Sudah sekitar lima jam sejak Lussuria dan Belphegor pergi mengantarkan Mammon ke rumah sakit. Lussuria mungkin bertugas untuk memastikan Mammon baik-baik saja karena dia memang menganggap dirinya sebagai ibu di Varia dan Mammon dianggapnya merupakan salah satu anak asuhnya, sehingga dia pasti memastikan Mammon baik-baik saja sebelum kembali ke Varia. Yang aneh adalah Belphegor, meskipun dia sudah bilang lebih baik menemani Mammon daripada berada di satu ruangan hanya bersama dengan Leviathan, yang notabene dibencinya. Belphegor tetaplah lebih suka mengunci diri di kamar atau pergi bersenang-senang di luar daripada berada di rumah sakit. Dan sekarang tiba-tiba Squalo yang sedang memberikan laporan terkini tentang keadaan Levi, meskipun Xanxus sama sekali tidak mendengarkan, tiba-tiba lelaki di depannya terdiam. Squalo bersuara kecil itu saja berkah, jadi kalau sampai diam itu berarti masalah.

"Voi, ada yang mengganti jantungku," ujar Squalo tiba-tiba. Xanxus menaikan alisnya. Jantung Squalo ditikam beberapa saat yang lalu sehingga dia membutuhkan jantung ilusi yang biasanya dibuat Mammon, namun karena menurutnya Mammon tidak bisa menstabilkan kekuatannya sekarang untuk membuat ilusi organ dua orang, dirinya dan Byakuran, Mukuro menggantikan Arcobaleno itu dengan ilusi miliknya. Mengingat hal ini saja membuat Xanxus kesal, namun dia tidak mungkin mengatakan dia kesal karena lelaki lain menginvasi Squalo. Dengan kekuatan Mukuro lah Squalo masih bisa berdiri di depannya sekarang, meskipun itu berarti Mukuro menerobos wilayah miliknya.

"Voi, apa kau mendengar apa yang aku bilang?" tanya Squalo sedikit menaikkan oktafnya, hanya sedikit karena dia belum yakin dan sedang tidak ingin mendapat lemparan apapun dari bosnya saat ini. Xanxus hanya memandangnya jijik. "Aku akan pergi keluar," pamit Squalo kemudian langsung keluar dari kantor bosnya. Dia masih merasakan jantung ilusi itu berdetak, namun rasanya berbeda dan dia tahu hal itu. Dia sudah pernah merasakan ilusi jantung dari Mammon dan Mukuro. Meskipun mereka sama-sama illusionis tapi kedua ilusi itu mempunyai kekuatan yang berbeda dengan kecepatan berbeda dan bentuk yang berbeda. Namun kini jantungnya terasa berbeda. Jadi dia tahu bahwa itu bukan kekuatan ilusi Mammon. Dia bisa merasakan kekuatan ilusi Mukuro agar pudar saat tiba-tiba ilusi lain menggantikan tempatnya. Berarti itu adalah ilussionis lain yang mempunyai hubungan dengan Mukuro. Karena meskipun Squalo tidak mau mengakuinya keras-keras, dia tahu bahwa Mukuro tidak akan pernah melemah, meskipun tubuhnya dihancurkan sekalipun, ilusinya akan tetap kuat.

"Hallo? Apa ada orang?" tanya sebuah suara monoton dari pintu depan. Squalo berada di ujung tangga sehingga dia bisa mendengarnya. Meskipun Varia mempunyai lift tapi dia tidak suka menggunakannya, karena menurutnya naik turun tangga bisa membuat kuat kakinya. Lift itu hanya diperuntukkan untuk anggota yang lain meskipun hampir tidak ada dari guardian Varia yang menggunakannya dan menyuruh anak buah mereka untuk mengenakannya, kecuali saat Lussuria menyuruh mereka menggunakannya untuk mengangkat bahan makanan tentu saja.

"Fran?" bingung Squalo karena meskipun dia sudah tahu wujud dan suara monoton Fran, dia tidak begitu yakin kalau orang di depan matanya itu Fran. Dia berambut hijau sebahu dengan model potongan seggy pendek dengan mantel berwarna hitam dan di rambutnya terdapat jepit, yap jepit bergambar buah-buahan, bukan topi berbentuk buah seperti yang dipakainya saat mereka bertemu terakhir kali.

"Ah, ada peri ubanan," ujar Fran monoton. Ok, itu berarti dia benar-benar Fran.

"VOI! Apa kau jadi perempuan hah?" kesal Squalo karena dipanggil peri ubanan. Tapi yang lebih membingungkan memang dandanan Fran. Apalagi karena wajah Fran yang belum terlihat seperti lelaki karena umurnya yang masih muda. Bukannya dia masih duduk di bangku SMP? Selain itu badannya kecil dan kurus sehingga tidak aneh jika dia dianggap perempuan. Belum mantel panjang yang dipakainya merupakan mantel perempuan dengan pita di pinggangnya, meskipun dia memakai sepatu boot dan bukannya wedges.

"Ini semua salah master," ujar Fran dengan nada monoton dan wajah datar namun Squalo berani menjamin kalau lelaki itu agak kesal.

~Flash back~

"Master, apa master mau mengerjaiku?" tanya Fran sambil melihat mantel W.W. yang tercampur dengan barang-barang miliknya. Mereka sedang berkemas dan karena Fran sibuk memilih makanan apa saja yang mau dibawanya, urusan pakaian dia serahkan kepada master dan manusia scan berkacamata empat. Jadi dia sama sekali tidak memeriksa apa yang dijejalkan sampai dia berada di dalam jet khusus. Dia sedang menghubungi Masternya dengan menggunakan ilusi, hal yang paling pertama disuruhnya dikuasai oleh Masternya di menit-menit terakhir sebelum keberangkatannya ke Itali.

"Kufufu aku memasukkan itu karena tahu bahwa sekarang sedang musim dingin di Itali dan kau membutuhkan itu Fran. Bagaimana mungkin aku mengerjaimu?" tanya Mukuro yang berada di suatu tempat, karena Fran masih belum tahu dimana mereka pergi sebelumnya, sedang asik bermandikan cahaya matahari.

"Tapi ini mantel wanita," keluhnya. Apa masternya masih belum sadar dengan jenis kelaminya? Bukannya sudah jelas kalau dadanya rata? Apa jangan-jangan masternya berniat menyuruhnya menyamar menjadi perempuan dengan membuat ilusi dada buataan? Masternya memang sudah gila, dia baru sadar sekarang.

"Kufufu, apa kau punya mantel Fran?" tanya lelaki berambut biru itu. Fran mencoba menggali isi otaknya yang mungkin sudah tercerai berai sejak terbentur sebelum masternya menjemputnya dan membawanya ke Jepang.

"Tidak," ujar Fran yang baru ingat bahwa dia sama sekali tidak membawa apapun kecuali pakaian yang dikenakannya saat diseret pergi dengan terpaksa oleh Mukuro dkk dari rumah neneknya. Terpaksa, karena dia tahu sebenarnya itu hanya keberuntungan atau lebih tepat ketidak beruntungan masternya. "Tapi kenapa mantel wanita?" tanya Fran bingung, masih tetap dengan nada monoton tentu saja. "Ah, jangan-jangan karena master juga tidak punya mantel jadi master pergi ke daerah tropis," ucap Fran yang baru saja sadar bahwa semenjak dia bersama dengan masternya, masternya hanya menggunakan baju-baju beberapa musim selain musim dingin. Bahkan dia tidak tahu apakah masternya punya syal atau sarung tangan.

"Kufufu." Dia hanya bisa mendengar hal itu sebelum ilusi dirinya ditusuk dengan trident masternya tepat di arah topi pisang yang sedang dikenakannya. Tiba-tiba sebuah kertas melayang di depannya. Meskipun sama sekali tidak penasaran tapi dia pasti ditusuk lagi dengan trident kalau tidak membukanya akhirnya dia mengambilnya.

Ganti topi buah-buahan norak itu dengan jepit bergambar buah-buahan atau bandana atau aksesoris wanita lainnya, kecuali kau mau dianggap banci. Dan kalau kau tidak menggantinya dengan sesuatu yang lebih mirip wanita jangan kembali. Aku tidak menerima banci sebagai muridku, kufufu.

Fran menatap kertas itu kesal. Apa masternya sendiri nggak sadar kalau potongan rambut nanas itu juga norak?

~Present~

"Voi, hal itu tidak penting." Fran sedikit menurunkan bahunya, merasa kesal. Kenapa lelaki berambut putih panjang itu nggak bilang sebelum dia cerita? Dia merasa menghabiskan suaranya secara sia-sia. "Voi, apa kau yang mengganti jantungku?" tanyanya langsung to the point. Kalau tidak salah dia memang pernah mendengar dari Yamamoto, salah satu guardian Vongola yang juga sering mengajaknya main namun jarang dia pedulikan karena Rain Guardian itu pasti mengajaknya bermain baseball selalu. Padahal dia benci aktifitas olahraga, bahwa Rain Guardian Varia memang terlalu ceplas-ceplos.

"Bukannya itu gunaku disini?" tanya Fran balik. Dia bisa merasakan bahwa Masternya tahu kapan dia tiba di Varia mansion sehingga saat dia merasakan bahwa ilusi masternya melemah dia langsung menggantikannya. Masternya pasti tahu kehadiran Fran sehingga Fran bisa langsung meng-covernya. Lagipula dia tidak percaya kalau kekuatan masternya itu bisa melemah. Hanya orang yang tidak mengenal masternya yang bisa tertipu seperti itu.

"Aku harus membawamu ke bos," ujar Squalo kemudian berbalik. "Ikuti aku!" suruhnya.

"Tidak, terima kasih. Aku ingin ganti baju dulu dengan sesuatu yang tidak kelihatan seperti ini kalau bisa," ujar Fran yang sadar dirinya terlihat seperti transvetive. Squalo tampak berpikir sebelum akhirnya dia mendengar sesuatu yang pecah.

"Voi, lebih baik kita segera keatas sebelum kau mendapatkan hal yang lebih berbahaya lagi," ujar Squalo yang masih tak yakin untuk menaikkan oktaf suaranya padahal dia ingin sekali berteriak 'VOI! SABAR SEDIKIT BOS BRENGSEK!' dari ruang depan itu. Dia menatap penampilan Fran kemudian langsung menyeretnya. Lebih cepat mereka menemui Xanxus lebih cepat pula mereka bisa menghindar dari bos Varia itu. Dan dia tidak mau kalau harus menikmati melihat jarum jahit lagi hari ini.

o.o

"Che, siapa dia?" tanya Xanxus tidak sabaran saat Squalo membuka pintu dengan pelan, padahal biasanya langsung dibantingnya. Squalo sedang menggenggam tangan seorang gadis berambut hijau yang tampaknya bersembunyi dari pandangan Xanxus.

"VOI! Jangan bersembunyi di belakangku!" kesal Squalo yang tiba-tiba kembali ke wujud asalnya dan langsung menerima lemparan cangkir dari bos mereka. Gadis itu langsung menyingkir dan menjaga jarak dari Squalo dengan menampilkan wajah bosan.

"Sudah kuduga seharusnya aku tidak terbang kesini dan menikmati sinar matahari," keluhnya dengan nada monoton yang sepertinya membuat Xanxus curiga dengan identitas dari intruder itu.

"Aku tidak tahu Mukuro mengambil murid perempuan," bingung Xanxus, karena Chrome tidak termasuk murid Mukuro. Gadis itu hanya memiliki kekuatan mist yang dihimpun sendiri meskipun beberapa kali Mukuro memperlihatkannya pada gadis itu, namun Mukuro sama sekali tidak mengakui kalau Chrome adalah muridnya.

"Mungkin karena aku memang bukan orang yang kalian cari, aku hanya tersasar itu saja," ujarnya dengan wajah datar, membuat Xanxus semakin curiga.

"VOI! Cepat katakan identitasmu!" kesal Squalo dengan nada basa basi antara mereka.

"Che, apa kau tidak bisa membaca situasi peri ubanan?" kesalnya yang langsung membuat Xanxus menyadari identitas dari err… gadis(?) ini?

"Apa kau operasi menjadi perempuan trash, atau itu hanya ilusi?" tanya Xanxus pada gadis(?) yang sekarang sedang saling tatap dengan Squalo itu.

"Peri ubanan, kau saja yang cerita aku sedang tidak mood!" suruhnya pada Squalo.

"VOI! Aku bukan Peri ubanan!"

"Ah, kalau begitu kau Banci ubanan," ujarnya yang semakin ngaco, membuat Xanxus tiba-tiba merasa bego karena tadi hampir merindukan suasana ribut Varia.

"Aku tidak peduli kau perempuan atau apa trash, kalau kau tidak berguna aku akan langsung menembakmu di tempat," ujar Xanxus yang langsung membuat gadis(?) itu terfokus padanya.

"Pertama, aku bukan perempuan. Kedua, aku tidak berada disini karena kemauanku. Ketiga, aku tidak pernah disuruh apapun selain berangkat kesini dan menggantikan jantung banci ubanan ini. Keempat, aku tidak berencana tinggal disini untuk satu menit kemudian bahkan selanjutnya dan selanjutnya juga. Jadi selamat tinggal!" ujarnya yang langsung pergi keluar. Xanxus dan Squalo berpandangan.

"Apa dia yang menggantikan jantungmu trash?" tanya Xanxus yang tampak sama sekali tidak peduli. Itu berarti Mukuro sudah tidak lagi menginvasi wilayahnya.

"Si, aku merasakan ilusi ini berasal darinya. Apa kau ingin Fran tidak tinggal di Varia Mansion? Kita membutuhkan mist guardian selama Mammon belum sembuh."

"Aku tidak membutuhkan orang yang tidak berguna trash. Mereka hanya beban," ujar Xanxus yang kembali menghadap ke arah laporan-laporan di mejanya, saat tiba-tiba pintu kantor Xanxus dibuka dan langsung ditutup dengan keras.

"VOI!" teriak Squalo yang kesal bersamaan dengan Xanxus, namun kali ini Xanxus sama sekali tidak melemparkan apapun, baik itu ke Squalo ataupun kepada orang yang menimbulkan kegaduhan.

"Aku Fran, lelaki, murid Rokudo Mukuro, dan bersedia menjadi mist guardian sementara menggantikan mist guardian kalian yang sedang sakit kalau itu benar. Sekarang cepat bawa aku pergi dari sini!" ujar Fran dalam satu tarikkan nafas kepada Xanxus dan Squalo yang agak takjub dengan perubahan hatinya. "Tapi kalau aku boleh memilih kamar, aku ingin berada di kamar yang dekat dengan dia…" Fran menunjuk ke arah Squalo yang hampir saja nyolot saat Fran melanjutkan perkataanya. "…karena aku masih belum yakin aku bisa mempertahankan ilusiku saat aku tidur. Jadi kalau kau merasa jantungmu menghilang kau bisa langsung membangunkanku," jelas Fran. "Sekarang, cepat bawa aku ke kamar tanpa terlihat siapapun!" suruh Fran namun masih dengan nada monoton dan wajah datar. Hanya saja dia mengatakan hal itu dengan cepat sehingga mereka berdua tahu bahwa Fran sedang berada dalam situasi genting.

"Trash, bawa dia!" suruh Xanxus yang meskipun penasaran dengan siapa yang membuat Fran sampai seperti itu lebih ingin sendirian secepatnya. Squalo mengangguk dan langsung berbalik. Fran langsung mendekat ke arah swordsman itu sampai-sampai memegang salah satu ujung jaket Varia yang sedang dipakai sang Rain Guardian. Dia terlihat ingin bersembunyi lagi menggunakan tubuh Squalo sebagai tamengnya.

Pintu baru saja tertutup dan Xanxus hendak kembali membaca dokumennya saat sebuah suara yang amat sangat dikenalinya terdengar. "Ushishishi, pangeran menemukan sesuatu. Siapa yang ada di belakangmu Squally?" Apa Fran ketakutan pada Strom Guardian Varia?

o.o

A/N : Maaf kalau ini lebih OOC daripada yang kalian sangka. Sedikit penjelasan yang dimaksud dengan Squalo sebagai jarum jahit adalah jarum jahit dokter yang menjahit luka Leviathan di chapter sebelumnya.