OSAERARENAI

CHAPTER II : NO MORE

OK, EVERYONE KNOW NARUTO BELONG TO OUR GRANDPA MR. MASASHI KISHIMOTO

SASUHINA FICTION

RATE : T - M

Wahhh, ternyata masih ada yang mau mereview fict abal abal punya author \(T0T)/. Author sangat terharu hiks hiks. Sankyuuu pake bangett lohh.

Ehmm, author minta maaf banget chapter kemarin itu bukan kepotong, tapi ane sendiri yang lupa kasih mark TO BE CONTINUED, maklum author abal abal. So , masih berminat kah untuk membaca kelanjutan fict ini,,?

Previous Chapter :

Hinata mencoba menghentikan aksi yang tak sepantasnya dipertontonkan oleh dua makhuk di depannya ini. Dan satu kata yang keluar dari bibir tipis gadis manis ini mampu membuat Pangeran Sekolah kita ini diam tak berkutik.

Tiga menit telah berlalu dan Sasuke sudah mampu menggerakkan tubuhnya kembali. Dia tersenyum sinis, bisa bisanya gadis itu mengerjainya lagi. Sasuke melangkah menghampiri Hinata, ditatapnya manik manik gadis itu. Angin berhembus, membawa harum tubuh Hinata keseluruh indra penciuman Sasuke. Lavender. Sasuke menyukainya, aroma tubuh gadis itu menenangkan jauh berbeda dari kebanyakan gadis lain yang berbau menyengat. Sehelai rambut Hinata terbang ke arah wajah Sasuke.

Sasuke mencium helain rambut tersebut, menyesap wangi shampoo yang menguar dari rambut gadis itu.

"Dengar, aku sudah tak tahan lagi jika kau terus seperti itu. Hinata"

...

"Dengar, aku sudah tak tahan lagi jika kau terus seperti itu. Hinata" Sasuke menatap dengan tatapan yang sulit di artikan, sudah lama ia memendam kekesalan yang membuncah pada Hinata. Sasuke menarik nafas dalam, mencoba meredakan emosinya.

"Atau jangan jangan.."Hinata masih menunggu kelanjutan dari apa yang akan Sasuke katakan

"A..apa?"

"Kau menyukaiku kan, Hinata?" manik manik Hinata melebar, 'Kya, itu hal yang paling mustahil kulakukan. Aku? Menyukai Uchiha sepertinya? Mana mungkin, justru dia sosok yang harus dan wajib kujauhi' batin Hinata

"Kenapa diam? Atau kau benar benar menyukaiku?" lanjut Sasuke , melihat wajah Hinata yang terlihat bingung membuat Gaara jengah. Dia juga kerap penasaran, mengapa Sasuke terlihat begitu penurut jika dihadapkan pada sulung Hyuuga yang satu ini. Apa mungkin ada hubungan khusus antara mereka berdua?.

"Jangan bicara omong kosong Uchiha, Hinata tak mung.."

"A..ano U-Uchiha-ssan, aku memang menyukaimu!" Hinata yang sedari tadi berdiam diri pun mengeluarkan suaranya. Sasuke dan Gaara sama sama terlihat sangat terkejut namun dilanjutkan dengan ekspresi yang berbeda beda. Sasuke terlihat terkejut namun ada rona merah tipis disekitar pipi pucatnya, sangat tipis sekali, hampir tak terlihat. Sedangkan Gaara, lihatlah. Dia sangat terkejut atas apa yang Hinata ucapkan, matanya berubah sendu. Hatinya makin sakit melihat ekpresi kemenangan di wajah Sasuke.

"Bu-bbukankah ki-kita berteman sejak kecil? Tt-tentu saja aku me-menyukai Uchiha-san, karena kita teman. I-iya kan?" petir imajiner seketika menjadi latar belakang aura Sasuke yang semula berbunga bunga atas spekulasi yang ia ciptakan sendiri sekarang berubah menjadi sangat suram. Sudut siku-siku imajiner terpampang jelas di dahinya. Sasuke melangkah mendekati Hinata, tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya. Hinata menyesali apa yang telah ia katakan, 'Apa aku mengatakan sesuatu yang salah? Apa aku telah menyinggung perasaan Uchiha-san?' batin Hinata setelah melihat perubahan raut muka Sasuke.

Gaara tersenyum mendengar pernyataan yang tadi Hinata sampaikan, peluangnya untuk memiliki Hinata masih sangat besar dan terbuka lebar. 'Akan kupastikan, Hinata akan segera menjadi milikku! Aku takkan menyia-nyiakan kesempatan lagi'. Sedangkan Sasuke kini sudah berada di depan Hinata, dia tersenyum sinis.

"Apa kau bilang? Teman? Jangan harap, aku tak sudi berteman denganmu Hinata" lalu Sasuke melangkah pergi, meninggalkan Hinata yang masih sibuk mencerna kata-kata yang Sasuke ucapkan tadi.

"Apa..maksudnya u-Uchiha-san?"

Sasuke menghentikan langkahnya sejenak dan menghela nafas. "Hn, Kau pikirkan saja sendiri" dan akhirnya ia benar benar melangkah menuju kelasnya. Sebelum dia berbelok menuju kelasnya, ia sempat melirik ke arah Hinata yang kini telah di rangkul Gaara. 'Dasar setan merah menyebalkan'.

"Hinata? Kau baik baik saja" tanya Gaara sambil merangkul bahu gadis tersebut 'bahunya gemetar, apa yang sudah di lakukan Uchiha brengsek itu sebenarnya'

"Sudahlah Hinata, jangan dipikirkan! Uchiha memang seperti itu" lanjutnya

"Apa aku telah berbuat salah padanya Gaara-kun?" tanya Hinata dengan mata berkaca kaca, hampir menangis. Gaara semakin mengeratkan rangkulannya.

"Hush, jangan pedulikan dia Hinata. Kita kelas sekarang, ne?" Gaara mengusap pipi Hinata dengan kedua ibu jarinya. "Ne, Gaara-kun" Hinata tersenyum dan mengangguk, dan pasrah saat Gaara mengandeng tangannya begitu saja.

...

Sasuke melangkah menuju kelasnya dengan gusar, sepanjang perjalanan menuju kelasnya tadi raut mukanya tak berubah sama sekali justru semakin bertambah suram dengan segerombolan 'fans yang tak dianggap' yang terus saja berteriak. Ingin rasanya Sasuke mencekik leher mereka satu persatu hingga tewas jika hal itu bisa dilakukan, oh tentu saja itu hal yang mudah Sasuke lakukan. Hanya saja, hal itu melanggar hukum kan? Sasuke tak mau memiliki catatan hitam dalam hidupnya. Fugaku bisa membunuhnya jika ia berurusan dengan polisi, apalagi hingga harus mendekam di sel jeruji?. Membayangkannya saja sudah membuatnya bergidik ngeri.

Bunyi dobrakan pintu membuat seisi kelas menoleh ke arah pintu kelas, dan mereka mendapati bungsu Uchiha berdiri disana dengan aura yang sangat err menyeramkan. Para fans girl yang awalnya ingin menjeritkan namanya sontak menutup mulutnya kembali setelah mendapat Death Glare cuma-cuma dari 'Pangeran' yang mereka puja.

"Yoo, Teme! Kau dari mana saja?" Naruto yang memang kelewat bodoh untuk menilai situasi menepuk pundak Sasuke dan tersenyum lebar pada sahabat kentalnya itu.

"Minggir.." ujar Sasuke dingin

"Kau ini, aku ini bertanya padamu Sasuke" lanjut Naruto sambil mengerucutkan bibirnya.

"Minggir.. atau kubuat kau takkan pernah memakan ramen kesukaanmu itu Dobe" Naruto yang awalnya tak memahami apapun tentang situasinya sekarang mengerti bahwa sahabatnya sedang tidak dalam mood yang baik, bisa dibilang sangat buruk malah. Naruto pun menyingkir dan membiarkan Sasuke menghampiri kursinya.

'Pasti karena Hinata lagi' batin Naruto, remaja dengan energi yang tak pernah habis itu pun menghela nafas. Dia berniat menghiburnya, tapi suara seseorang telah menginterupsi niatnya terlebih dahulu.

"Kau kenapa lagi hah? Apa karena gadis itu lagi eh?" Shikamaru yang semula tidur dengan menelengkupkan wajahnya mendengus kecil pada Sasuke. Ia heran seorang Hyuuga macam Hinata mampu bahkan sering mebuat emosi seorang Uchiha Sasuke porak poranda hanya dalam hitungan jam. Bahkan Naruto yang super menyebalkan itu pun masih sanggup Sasuke ladeni. Lalu kenapa hanya karena Hinata Sasuke menjadi sering uring-uringan seperti pagi ini?.

Sasuke yang sedari tadi hanya duduk diam di kursinya pun kini bersender pada kepala kursinya. "Gadis itu.. menyebalkan" Naruto dan Shikamaru tertawa kecil mendengar pernyataan Sasuke barusan.

"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Sasuke saat melihat kedua sahabatnya tertawa seolah sedang mengejeknya (memang begitu kan kenyataannya?).

"Bukan apa-apa" jawab Naruto

"Hn"

"Apa gadis itu bersama Sabaku lagi?" ujar Shikamaru

"Hn"

"Jadi, mana yang lebih membuatmu kesal? Hinata kah? Si Ketua Osis itu kah?"

"Keduanya"

"Benarkah? Atau kau kesal karena mereka berdua yang selalu menempel dimana-mana heh?" kalimat terakhir Shikamaru sukses membuatnya mendapat death glare mematikan dari Sasuke yang sayangnya tak mempan pada si jenius dari keluar Nara ini.

"Jika kau sebegitu cemburunya pada mereka.."

"Aku tidak cemburu" bantah Sasuke tegas mendengar kalimat yang di keluarkan Shikamaru, BOHONG, bahkan si bodoh Naruto itupun tahu.

"Oke, kuralat! Jika kau sebegitu kesalnya melihat mereka berdua selalu lengket"

"Kau salah, mereka tidak begitu! Dasar si Sabaku saja yang selalu berusaha mendekati Hinata Hime" kali ini Naruto yang menyanggah perkataan Shikamaru, kali ini Sasuke setuju dengan pendapat si bodoh Naruto.

"Bisakah kalian tak menyela saat aku bicara? Oke, jika kau sebegitu kesalnya melihat Sabaku menempel pada si Hyuuga itu. Mengapa kau tak pisahkan saja mereka berdua? Dan kau bisa sedikit 'mengerjainya' hah" jelas Shikamaru

Sasuke menyeringai mendengar ide dari Shikamaru, Naruto yang merinding melihat seringai Sasuke hanya mampu menelan ludah 'Apa yang telah si pemalas itu lakukan? Jika begini, Hinata-chan akan berada dalam masalah'.

"Kau benar, mulai sekarang takkan kubiarkan siapapun untuk berani mendekati kelinci kecil itu. Tidak terkecuali si Panda Merah Busuk itu"

"Ckckck.. kelinci malang" ujar Shikamaru

TO BE CONTINUED

YOSHHHHH,,

SELESAI JUGA CHAPTER DUANYA,,

SENENG DEH KALIAN MAU BACA FICT ABAL ABAL INI, MAAF KARENA AKU AUTHOR BARU HIKSS (T.T). APALAGI SAMPE ADA YANG NGE FAV. AKU AKAN BERUSAHA BUAT YANG LEBIH BAIK LAGI.

OH IYHA, SASUKE DISINI GHA KENA KUTUK KOK DAN HINATA JUGA GHA PAKE RAMUAN MACAM MACAM. HINATA KAN ANAK BAIK, DAN DIA JUGA MASIH SAYANG NYAWA UNTUK JAMPE JAMPE SASUKE. DIA KAN PARNO ABIS SAMA SERIGALA JAHAT MACAM SASUKE.