Back to The Real Uchiha Clan

Naruto milik Masashi Kishimoto

Genre: Family/Romance/Angst/ Fantasy

Rated: T

Pair: Sasuke x Sakura, 'Sasuke' X Sakura

Warning: Ada OC

Chapter 2

"Tunggu, kalau aku tidak salah kau adalah Uchiha Sasuke!" Ujar salah seorang dari mereka dengan nada serius kepada kedua temannya. Ketiga orang itu sangat yakin dia adalah seorang Uchiha karena terlihat jelas pemuda dihadapannya mengaktifkan sharingan.

Sasuke tersentak ketika salah seorang dari mereka mengetahui namanya. "Hei bagaimana kau-"

"Kami tidak menyangka kau akhirnya pulang juga ke Konoha Sasuke-san." Jawab salah satu dari mereka lagi.

"Pulang? Konoha?" Sasuke semakin bingung dengan orang asing bertopeng di depannya.

"Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan, sebenarnya ini dimana?" Sasuke mencoba menanyakan tentang keberadaannya sekarang.

Mendengar penuturan Sasuke para Anbu terdiam, meskipun wajah mereka ditutupi oleh topeng tapi Sasuke sangat yakin mereka pasti sedang terkejut. Sasuke mulai memahami situasi, kalau benar dugaanya maka mereka pasti mengenal orang lain yang bernama sama dengan dirinya dan mungkin cukup mirip hingga mereka salah mengenali.

"Ehm, jadi tuan-tuan ini siapa?" Tanya Sasuke berusaha seramah mungkin agar bisa mendapat informasi yang jelas.

Para Anbu semakin bingung dengan pemuda asing bermata sharingan di depan mereka.

"Non aktifkan dulu sharingan milikmu baru kami jawab siapa kami." Kata salah seorang dari mereka dengan nada waspada.

"Maksudmu non aktifkan apa? Aku semakin tidak mengerti maksud tuan-tuan." Dia tidak mengerti arah pembicaraan orang-orang ini.

"Jangan pura-pura tidak tahu! Sepertinya kami terpaksa membawamu dengan kasar." Ujar salah satu dari mereka lagi dengan nada lebih mengintimidasi karena pemuda asing bermata sharingan tidak mau diajak dengan cara baik-baik. Mereka tidak berani berspekulasi jauh untuk melepaskannya dengan resiko keamanan desa sebagai taruhan. Mereka cukup tahu kekuatan pemilik sharingan seperti apa.

"Celaka!" Batin Sasuke bersua. Dia menangkap tanda-tanda mereka berniat untuk menangkapnya. Sasuke mundur beberapa langkah bersiap untuk melarikan diri.

"Tuan-tuan tunggu, aku bisa menjelaskan kalau mau," Sasuke masih berusaha menjelaskan apa yang terjadi padanya. Melihat gelagat Sasuke yang ingin kabur tentu para Anbu semakin curiga.

"Tangkap dia!" Perintah salah satu dari mereka.

Reflek mendengar titah penangkapan dirinya Sasuke langsung berbalik badan kemudian berlari. Baru beberapa langkah dia berlari orang aneh bertopeng nyatanya telah menghadang lajunya. Sasuke terbelalak bukan main, dia mencoba mencari arah lain namun tanpa disadari dari arah belakang orang bertopeng yang lain telah menghantam tengkuknya dengan telak. Cukup sekali pukulan keras tubuh Sasuke sudah jatuh pingsan tidak sadarkan diri dihadapan anggota Anbu.

"Ini aneh, terlalu mudah untuk kelas Uchiha," Kata anggota Anbu yang baru saja memukul Sasuke. Dia lalu berjongkok untuk memastikan yang baru saja dijatuhkan bukan bunshin ataupun jutsu perubahan yang lain.

"Kita jangan mengambil kesimpulan terlalu jauh, lagi pula kita sudah tahu yang tersisa dari klan Uchiha hanyalah Sasuke yang memutuskan untuk tidak kembali ke desa." Ujar anggota Anbu lain yang sedang berdiri tidak jauh dari anggota yang memeriksa Sasuke.

"Kalau dia bukan Uchiha Sasuke lalu dia siapa?" tanya salah seorang anbu sambil melepas tas punggung Sasuke yang cukup berat.

"Entahlah, kalau begitu kita harus cepat beri laporan pada Hokage. Kau menemui Hokage dan kami berdua akan mengamankan pemuda ini!" Perintah ketua kelompok yang sejak tadi tidak bergeming untuk berkomentar.

"Hai!" Jawab salah satu anggota kemudian melesat pergi dari tempat itu.

Setelah salah satu anggota pergi. Mereka berdua segera membawa Sasuke menuju markas untuk di selidiki. Sesampainya di markas mereka berdua melaporkan apa yang mereka temukan pada Morino Ibiki yang memang sering bertanggung jawab pada hal-hal seperti ini.

"Baiklah, tempatkan dia dalam sel khusus. Pastikan dia tidak dapat lolos," perintah Ibiki pada anak buahnya untuk membawa Sasuke dalam sel.

"Apa kalian yakin dia seorang Uchiha ?" tanya Ibiki sedikit ragu karena yang dia ketahui Uchiha yang masih tersisa hanyalah Sasuke setelah perang. Madara dan Obito Uchiha jelas-jelas telah dikalahkan oleh Naruto dan Sasuke.

"Kami sebenarnya tidak yakin, tapi mata pemuda ini tidak salah lagi adalah sharingan." Ujar Mizuro ketua kelompok dari Anbu yang menemukan Sasuke.

"Lalu ada hal lain yang kalian temukan?" tanya Ibiki penasaran .

"Iya, kami menemukan sebuah tas, dompet dan ini." Kata Mizuro sambil menyerahkan tas dan sebuah barang elektronik kecil berbentuk persegi panjang kecil pada Ibiki.

"Apa ini ?" Ibiki sedikit heran dengan benda kecil yang baru diserahkan oleh Mizuro.

"Aku kira itu sebuah handphone, tapi sedikit berbeda dari yang ada di Konoha. Selain itu aku juga menemukan benda aneh dalam tasnya. Barang itu cukup tipis berbentuk persegi panjang hampir mirip dengan itu namun ukurannya sedikit lebih besar." Kata Mizuro dengan kalem .

"Aneh," gumam Ibiki pendek.

.

.

Aroma sesuatu yang dibakar mulai menyusup di alam bawah sadar seorang bocah.

Dia Miro, bocah yang baru saja ditemukan oleh pemuda bermarga Uchiha.

Menggeliat lemah, sang bocah berusaha membuka mata birunya meski sedikit berat akibat nyeri yang dirasakan pada tubuh. Untuk sesaat pandangannya agak kabur ketika melihat keadaan sekitar, dia baru menyadari terbangun di tengah hutan. Miro mencoba terduduk, pandangannya kemudian dialihkan pada seorang pria berkimono putih dengan lambang kipas merah dipunggungnya.

"Tuan ini dimana ?" Tanya Miro pada seseorang yang masih terduduk membelakanginya.

"Rupanya kau sudah bangun," Kata orang itu dengan suara baritone yang sangat terdengar dingin di telinga.

"Ya, terimakasih sudah menolongku. Tuan ini dimana?"

Orang asing itu beranjak dari tempat duduk dan berbalik menghadap Miro. Sang bocah terbelalak tidak percaya melihat sosok dihadapannya sungguh mirip dengan kakaknya. Seandainya mata itu berwarna merah pastilah Miro sudah memanggilnya Onii-chan.

Sosok asing itu diam memandangi Miro dengan intens . Mata hitam dengan sorot dingin yang kejam sungguh membuat Miro bergidik ngeri.

"Apa yang kau lakukan disini?" Mata hitam itu memicing tajam pada Miro.

"Aku tidak tahu, tadi aku sedang bermain bersama kakakku tapi tiba-tiba ada cahaya aneh yang menyerap kami. Tahu-tahu aku disini." Kata Miro dengan takut-takut.

Sasuke memandang sejenak lalu berjalan menjauhi bocah kecil yang ditolongnya. Tanpa bertanya lebih lanjut Sasuke sudah tahu bahwa anak itu berkata jujur. Yang menjadi pertanyaannya adalah apa kaitannya energi aneh tadi dengan anak ini? Apa anak ini muncul bersamaan dengan muculnya energi tadi?

Otak jenius Sasuke langsung bekerja cepat untuk menyimpulkan anak yang baru ditolong bukan berasal dari daerah ini atau mungkin lebih tepatnya dimensi ini. Orang berpindah dimensi memang terdengar gila tapi fakta itulah yang dia temukan dari kemunculan Miro.

Sasuke berjalan dengan lambat menuju tempat dia menemukan bocah dibelakangnya. Tanpa harus menengok dia bisa memastikan bocah asing sedang mengekor di belakangnya. Miro yang masih dalam kebingungan mau tidak mau harus mengikuti pemuda asing yang berjalan entah kemana.

"Nii-san kita akan kemana?" Tanyanya sambil berlari kecil untuk menyamakan langkah. Dia bahkan harus bersusah payah untuk melewati akar-akar pohon yang melintang di tengah jalan.

"Nii-san?" Tanya Miro lagi dengan agak jengkel karena pemuda itu sangat mengacuhkannya. Jangankan peduli tentang susahnya Miro mengikuti dirinya, menjawab saja tidak.

"Dinginya overdosis," desis Miro rendah hingga Sasuke tidak mendengar.

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya pemuda di depan Miro menghentikan langkahnya pada sebuah tanah lapang. Sasuke berdiri tegak dihadapan Miro.

"Aku menemukanmu disini, Miro." Ujar Sasuke dengan langsung memanggil nama bocah asing itu.

"Bagaimana kau tahu namaku?" Tentu Miro bingung bagaimana bisa pemuda itu tahu namanya padahal mereka belum saling berkenalan.

"Tasmu, buku itu bertuliskan namamu!" Kata Sasuke pendek.

"Kau!" Miro menyorot tajam mata hitam Sasuke.

Setelah tidak ada reaksi dari Sasuke, Miro memilih untuk berkeliling sebentar di tempat asing dimana pemuda penolong menemukannya. Perhatiannya sedikit teralih ketika melihat benda bulat berwarna orange.

"Bolaku!" Kata Miro gembira.

Sasuke sejenak mengalihkan pandangannya pada Miro yang terlihat gembira menemukan sebuah bola. Merasa tidak ada petunjuk yang jelas Sasuke kemudian berjalan untuk pulang meninggalkan tanah lapang itu.

"Nii-san, jangan tinggalkan aku!" Teriak Miro sambil berlari mencapai Sasuke.

Sasuke tak bergeming tapi dia berjalan lebih pelan lagi agar bocah itu bisa mengikutinya.

"Oh ya perkenalkan namaku Uchiha Miro, Nii-san bisa memanggilku Miro," Walaupun pemuda itu telah mengetahui namanya tapi Miro merasa perlu memperkenalkan diri secara formal.

"Hn?"

Miro dongkol ketika perkenalannya hanya dibalas dengan gumaman tidak jelas. Miro berusaha sabar.

"Siapa nama Nii-san?" tanya Miro sambil tersenyum ramah.

"Uchiha Sasuke," jawab Sasuke pendek dan datar.

"Marga kakak juga Uchiha ya, tidak kusangka kita juga mempunyai marga yang sama. Nama kakakku juga Sasuke." Celoteh Miro untuk mencairkan suasana. Namun tampaknya pemuda bernama Sasuke itu sama sekali tidak tertarik dengan omongan Miro.

Sepanjang perjalanan Miro berusaha mengajak bicara Sasuke tapi hasilnya tentu Miro seperti berbicara pada tembok. Sasuke selalu menjawab dengan gumaman tidak jelas atau paling banyak tiga kata keluar dari mulutnya.

"Sasuke Nii-san?" Miro masih berusaha mengajak bicara Sasuke.

"Hn?" Miro sudah menduga gumaman tidak jelas itulah yang akan muncul.

"Sasuke Nii-san is ….. boy because he never answer my questions with right." Kata Miro lantang seperti yang ia lakukan di sekolah ketika gurunya menyuruh Miro membaca tulisan di papan tulis.

Sasuke hanya memandang heran apa yang dikatakan Miro. Sementara itu Miro justru semakin asik mengolok-olok Sasuke dalam Bahasa Inggris.

"Sasuke is …."

"Sasuke is…."

Begitulah cara Miro mengungkapkan rasa kesalnya pada Sasuke. Coba saja Sasuke tahu maksud Miro pastinya sudah dicincang dari tadi.

"Hentikan kicauanmu bocah," desis Sasuke dingin.

"OK..Ok.. Mr. Cold!" Ujar Miro malas sambil memutar kedua bola matanya.

"Berhentilah menggunakan bahasa yang tidak kumengerti," kali ini Sasuke sedikit terpancing dengan kelakuan Miro.

Miro tersenyum mengejek. "Aku pikir kau sudah tidak peduli terhadap yang kulakukan." Kata Miro menanggapi Sasuke sambil memainkan bola basketnya.

"Sial aku terpancing emosi, rupanya bocah ini sengaja menjebakku," Rutuk Sasuke dalam hati. Harus Sasuke akui bocah ini cukup pintar memainkan kata-kata.

Markas Penyelidikan Konoha di waktu yang Sama

"Sudah aku bilang sejak awal namaku memang Sasuke Uchiha, Nona!" Kata Sasuke keras sambil meronta tidak jelas dari baju yang mengikat dirinya. Sasuke cukup terkejut ketika dirinya bangun seluruh tubuhnya di bungkus dengan baju tahananan yang membongkotnya seperti ikan. Tidak berhenti disitu bahkan sejak kesadarannya pulih dia belum bisa melihat sama sekali kerena matanya telah ditutup rapat.

"Jujurlah atau kau akan keadaan seperti itu lebih lama orang asing!" Suara wanita itu cukup terdengar galak ditelinga Sasuke. Sudah berulang kali Tsunade menanyakan hal yang sama pada pemuda asing itu tapi dia selalu menjawab hal yang sama.

"Aku capek Nona, perlu dijelaskan berapa kali? Kalau kalian tidak percaya silahkan hubungi keluarga Uchiha Nakashi, nama Ibuku Stella Uchiha. Alamat Rumahku Komplek Uchiha, Jalan Sakura II nomor 5. Kurang percaya lagi silahkan datangi catatan sipil Negara Jepang. Sekarang lepaskan aku!" Hardik Sasuke dengan keras dengan meronta, tapi sayang ikatan itu terlalu kuat sehingga dia masih dalam keadaan seperti itu.

"Nona, identitas yang kami temukan sama dengan yang dia katakan." Kata Ibiki menambahkan. Sepertinya Ibiki mulai kasihan pada pemuda yang sedang diinterogasi, entah mengapa suara pemuda itu terdengar jujur.

"Tuh kan! Aku tidak bohong. Sekarang cepat lepaskan ikatan ini. Sakit tahu!" Pinta Sasuke dengan nada memelas.

Tsunade tampak menimbang sesaat.

"Lepaskan penutup matanya!" Tsunade belum berani melepaskan seluruh ikatan. Bagaimanapun juga dia tidak bisa mengabaikan informasi tentang pemuda bermata Sharingan di depannya ini.

Sasuke mengerjap-ngerjapkan mata merahnya untuk menyesuaikan kondisi mata yang baru saja tertutup. Dia melihat keadaan sekitar, keadaannya terduduk di tengah ruangan dengan dikelilingi beberapa orang yang tampak sangar. Namun yang menarik perhatiannya adalah seorang wanita cantik berambut pirang panjang yang memandangnya tajam.

"Tidak salah lagi mata itu adalah Sharingan," Gumam wanita itu dengan ekspresi terkejut.

Sasuke berpikir sejenak, untuk memahami situasi. Dugaanya, orang-orang asing ini mempermasalahkan bola mata yang dimiliki.

"Mata ini asli sejak lahir jika kalian ingin tahu. Jika kalian masih protes lagi aku sudah angkat tangan." Kata Sasuke jengkel layaknya remaja keras kepala umumnya.

"Sekarang aku pasrah saja, kalian mau apakan aku terserah. Aku tidak peduli lagi! Kalau aku akan mati disini aku sudah terima. PUAS!" Umpat Sasuke sebagai tanda telah kehabisan akal untuk menjelaskan.

Semua yang ada disitu mendadak diam mendengar pernyataan dari pemuda yang mengaku bernama Uchiha Sasuke.

"Ibiki! Panggil Yamanaka Inoichi!" perintah Tsunade cepat. Ibiki tanpa basa-basi lagi langsung pergi dari hadapan Tsunade untuk memanggil Inoichi.

"Jadi aku akan diapakan lagi?" Hela Sasuke pasrah sambil merunduk. Dia semakin bingung dengan situasi yang tejadi padanya. Mulai dari terhisap dalam cahaya aneh, terdampar ditempat asing, ditahan kawanan aneh dan tidak jelas.

"Masa iya aku pindah dimensi?" Pikir Sasuke dalam hati.

Tsunade memandang intens wajah pemuda yang terlihat kuyu.

"Bersabarlah, kami akan melepaskanmu bila sudah yakin kau tidak membahayakan kami." Kata Tsunade dengan tenang. Perkataan Tsunade tadi sedikit memberi harapan pada Sasuke.

"Nona bolehkah aku bertanya?" Tanya Sasuke formal dan sopan.

"Tsunade, itu namaku. Apa yang ingin kau tanyakan Sasuke?" Tsunade sedikit mengernyitkan dahi ketika Sasuke bisa bertanya sesopan ini.

"Jika anda tidak keberatan, tolong beri penjelasan alasan kalian menganggap saya sebagai pribadi yang membahayakan. Saya sungguh bingung kenapa saya ditahan disini sedangkan saya tidak membuat kekacauan maupun bertindak kriminal di wilayah anda. Saya juga bukan teroris, saya hanya warga sipil yang tidak sengaja tersesat." Kata Sasuke dengan serius dan sedikit mendogakkan wajahnya pada Tsunade yang masih memampang sikap wasdapa.

"Itu karena kau orang asing. Kami baru saja dilandang perang dan belum benar-benar pulih. Kami tidak bisa membiarkan sembarangan orang masuk ke wilayah kami terlebih lagi pada orang yang memiliki penampilan mencurigakan." Meski Tsunade menjawab dengan sopan jawaban Sasuke namun itu belum cukup untuk membuatnya lantas mempercayai Sasuke.

Sasuke hanya bisa menggumam tidak jelas sambil menggerakkan sebagian tubuhnya yang mulai terasa kaku. Dia sedikit kesakitan karena posisi tangannya dalam posisi menyilang di depan tubuhnya lalu ditarik kebelakang untuk di ikat kebelakang. Ia sedikit meringis kesakitan.

"Apa kau kesakitan?" Tsunade merasa iba melihat Sasuke mulai meringis kesakitan.

"Ya iyalah, hanya orang gila yang merasa nyaman terikat seperti ini. Orang tuaku saja tidak pernah mengikatku seperti ini." Katanya sambil mendelik tidak percaya pada Tsunade. Dia kini sedikit mempertanyakan kewarasan Tsunade tentang dirinya yang tidak kesakitan jika diikat.

Tsunade tertawa rendah. Hokage cantik itu agaknya mulai menikmati berbincang dengan Sasuke yang statusnya sebagai tahanan. Menurutnya pemuda ini cukup aneh, bisa bersikap formal dan bercanda disaat bersamaan.

Sasuke cemberut ditertawai Tsunade.

"Hoi Nona! Dari pada tertawa bagaimana kalau anda membuka ikatan ini? Sakit nih!" Pinta Sasuke tanpa sungkan seolah berbicara pada temannya. Pemuda itu sedikit menggeliat untuk membetulkan posisi duduknya agar tidak terjatuh.

"Nanti saja, kita buktikan dulu kau tidak berbahay. Setelah itu aku anji akan membebaskanmu Uchiha Sasuke." Kata Tsunade lembut sambil mengitari Sasuke.

Sasuke hanya bisa memandang bingung.

"Kurasa aku mulai menyukaimu bocah!" Ujar Tsunade.

Mendengar perkataan Tsunade membuat Sasuke serasa disambar petir disiang bolong.

"WHAT do you say miss?" Respon Sasuke lebay. Sasuke bergidik ngeri, dia tidak pernah membayangkan akan ditaksir tante-tante. Tsunade tidak mengerti kata-kata Sasuke namun cukup tahu Sasuke sepertinya salah taksir.

"No-na jangan katakan,"Sasuke tergagap takut.

"CTAAAK!"

"WADAWWWWWWWWWWW!" Teriak Sasuke keras ketika sebuah jitakan sangar mendarat dikepalanya. Itu adalah jitakan tersakit yang pernah dirasakan, bahkan saat kepalanya terbentur bola basket tidak sesakit ini. Ingin sekali dia memeganggi kepalanya namun harus tertahan oleh baju tahanan yang mengikat.

"Maksudku bukan seperti itu nak!" Kata Tsunade gahar sambil memelototi Sasuke.

"Dasar tante-tante genit! Sakit!" Rutuk Sasuke masih meringis.

Kedua sudut dahi Tsunade terangkat mendengar panggilan Sasuke. "Apa katamu bocah-"

Kemarahan Tsunade harus terhenti ketika Morino Ibiki sudah datang bersama Yamanaka Inoichi. Hokage cantik itu baru menyadari jika mereka berdua sedang jadi totontonan anak buahnya termasuk Ibiki dan Inoichi. Mereka tidak habis pikir bagaimana bisa sang Hokage bisa bertengkar akrab pada pemuda yang menjadi tahanannya. Kalau bertengkar dengan Naruto itu biasa tapi melihat Tsunade bertengkar dengan yang lain adalah hal diluar kebiasaan.

"Hokage-sama." Panggil Ibiki pada sang Hokage.

Tsunade menoleh pada siapa yang datang. Ibiki dan Inoichi lalu memberi hormat padanya.

"Inoichi kau sudah tahu untuk apa kau kupanggil?" Tanya Tsunade dengan tegas. Sasuke memandang bingung sambil mencoba berpikir apa lagi yang akan mereka lakukan.

"Ya, Hokage-sama. Izinkan saya melakukannya," Kata Inoichi menyetujui. Inoichi lalu berdiri dihadapan Sasuke.

Sasuke memandang heran kelakuan pria yang diketahui bernama Inoichi. Tangan kanannya diletakkan di kepala Sasuke kemudian memejamkan matanya. Sasuke tetap diam dan tenang tidak berusaha melawan Inoichi.

Inoichi akan menggunakan jurus membaca pikiran pada Sasuke. Dengan begini dia dapat melihat seluruh isi fikiran pemuda itu. Detik itu juga pandangan Sasuke tampak kosong, mata merahnya membulat dan terfokus pada mata Inoichi.

Inoichi dengan jurusnya mulai membaca seluruh fikiran Sasuke yang benar-benar diluar dugaan. Seluruh informasi telah tersalin dalam otak sang Yamanaka.

Setelah beberapa saat berlalu tubuh Sasuke merasa lelah begitu Inoichi melepaskan jurusnya. Tubuhnya mengeluarkan keringat dingin dan kepalanya tiba-tiba pening, pandangannya mengabur lalu berubah gelap. Tubuh Sasuke yang terikat hampir saja terjatuh kelantai kalau saja Inoichi tidak bergerak cepat menahan Sasuke yang tiba-tiba kehilangan kesadaran.

"Tubuhnya terlalu lemah untuk menerima jurus ini," Lapor Inoichi sebelum sang Hokage bertanya lebih jauh padanya.

"Apa laporanmu Inoichi?" tanya Tsunade menuntut penjelasan.

"Baik,Hokage-sama. Tapi bolehkah saya minta satu hal? Jika bersedia, perkenankanlah pemuda itu dilepas ikatannya karena dia perlu perawatan lebih lanjut." Pinta Inoichi dengan nada mengasihi pada pemuda malang korban salah tangkap.

"Baik! Ibiki lepaskan dia dan tolong panggil Sakura kehadapanku." Perintah Tsunade cepat yang langsung ditanggapi oleh Ibiki.

"Kita keruanganku Inoichi!" Ujar Tsunade sambil berbalik berjalan menuju kantornya.

.

.

.

Tsunade terduduk pusing dimeja kerjanya. Dimeja itu terdapat beberapa tumpukkan lembar laporan yang harus diperiksa namun bukan itu yang membuatnya pusing. Memijit keningnya dengan cukup keras untuk berusaha mempercayai laporan terakurat dari Yamanaka Inoichi. Dari yang dibaca Inoichi, Tsunade mendapat laporan tentang fakta-fakta yang sulit dipercaya oleh akal sehat dari seorang Sasuke yang diinterogasi. Dia mendapat beberapa poin penting.

Satu, Sasuke bukan dari dimensi yang sama dengan yang mereka tinggali.

Dua, biodata yang Sasuke utarakan sama dengan yang Inoichi utarakan.

Tiga, Sasuke terdampar bersama sang adik yang bernama Uchiha Miro.

Tentang Sharingan yang dimiliki Sasuke memang sudah asli sejak lahir, yang sedikit mengganjal Tsunade adalah tentang mitos yang berkembang dalam kalangan Uchiha di dunia Sasuke yang mengatakan leluhur mereka berasal dari dimensi lain.

Pertanyaan besarnya, memangnya ada klan Uchiha yang berpindah dimensi?

Jawaban itulah yang masih difikirkan. Tapi dibalik rasa pusingnya itu dia sedikit menemukan kelegaan yaitu mengetahui fakta Sasuke yang mereka tahan hanya warga sipil biasa.

"Kurasa aku harus meminta maaf pada bocah itu," gumam Tsunade sambil membaca hasil laporan Inoichi lebih lanjut.

Tidak lama kemudian dia mendengar bunyi pintu diketuk. Tsunade sudah tahu siapa yang datang.

"Masuk!" perintahnya. Suzune masuk bersama Sakura.

"Hokage-sama, ada apa memanggil saya?" Tanya Sakura secara sopan.

Hokage cantik itu menghela nafas panjang.

"Sakura Haruno! Aku punya misi untukmu merawat pasien bernama Uchiha Sasuke." Kata Tsunade dengan serius.

Bersambung

Thank to

eL-yuMiichann, Luchia Hiruma, mako-chan, Cherry, WisnuDamayanti

About Chapter 2

Dalam cerita ini saya menuliskan handphone sudah ada di Konoha karena saya punya pendapat di Konoha barang-barang elektronik layaknya TV, Komputer, handphone, radio, kulkas sudah ada disana dan menjadi barang yang lazim ditemui. Namun saya asumsikan disini benda elektronik layaknya Handphone belum umum menjadi alat komunikasi utama disana. Sepertinya itu saja catatan pentingnya. Terimakasih saya ucapkan pada reader yang mau membaca dan memberi riview. Mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan.

Silahkan beri kritik, saran, komentar dan opini yang membangun untuk menjadi masukan saya agar bisa menulis lebih benar lagi.

Berminat memberi Riview ?

Terimakasih