Y/N (Yuki Notes): Yoi minna-san… fic kali ini, Yuki yang bakalan ketik. Kalian Tanya dimana author satu itu? Dia lagi seneng-seneng dan bergembira ria entah dimana. Dan dengan seenak udelnya, dia nyuruh gw buat publish and ngetik fic ini. huh… daripada banyak cincong, mending kita langsung mulai aja ea. Cz, Yuki ga tau mo ngomong pa an… ^ngilang^
***** ( ^ ^ ) *****
Desclimer: Naruto punya Yuki? ^dideathglare Sasuke^ hohoho… tentu aja engga, dia punya om Masashi Kishimoto and Sasuke.
Genre: Romace, Family, Hurt/Comfort and General
Pairing: SasuNaru, GaaNaru, KakaIru, SaiNaru dll
Rated: T. Dan seterusnya XD
Warning: B.L, ooc, AR, sho-ai, typos tapi diusahain misstypo dll.
Don't like! Please don't read it!
Golden Melody cheppi 2: pertemuan
***** ( ^ ^ ) *****
Sasuke pov
'Dasar manager bodoh!' ujarku kesal sambil terus mengendarai mobil ini dengan kecepatan yang luar biasa. Pasti kalian akan kesal sepertiku ini, jika orang yang sedang kau butuhkan untuk menunjukan jalan ditempat yang tidak pernah kalian ketahui seperti ini tiba-tiba saja menghilang bak hantu?. Itulah yang sedang terjadi denganku sekarang. 'Suigetsu,' manager sekaligus orang kepercayaanku malah lebih memilih bersama para perempuan yang tiba-tiba datang menghampiriku saat tiba di Jepang. Kesal, marah dan menjengkelkan? Pasti.
Karena aku baru pertama kali ini ke Jepang, aku tidak begitu tau seluk-beluk jalanan disini. Yang mengherankan buatku adalah, kenapa banyak para perempuan yang mengenalku sebagai artis? Terlebih lagi para paparazzi yang seenaknya malah bertanya tentang hubunganku dengan Karin. Apa mereka nggak ada kerjaan yang lain apa.
Disinilah aku sekarang, terjebak hujan lebat ditempat yang sama sekali asing bagiku. 'Kau bodoh Sasuke!' makiku pada diri sendiri. Akupun melajukan mobilku kesuatu taman. Disana, aku melihat seseorang yang sepertinya sedang terdiam, duduk disebuah ayunan usang. 'Bodoh, kenapa dia malah hujan-hujanan,' entah mengapa, aku malah memperhatikan anak itu.
"Kau bohong, Sai!" teriaknya keras. Sangat keras sekali, sehingga aku bisa mendengarnya dengan jelas walaupun saat ini sedang hujan deras.
"Kenapa semua orang selalu meninggalkanku sendirian?" katanya lagi. 'Menangis' aku yakin, dia sedang menangis saat ini. meskipun aku nggak melihatnya secara dekat. Sakit… saat melihatnya, aku seperti melihat diriku sendiri dimasa lalu. Sendirian dan kesepian.
Aku ingin pergi dari tempat ini secepatnya. Namun, terhenti saat aku tiba-tiba melihat anak itu jatuh dari ayunan. Pingsankah? Tanpa ba-bi-bu lagi, aku keluar dari mobil dan menghampirinya. 'Demam' kataku saat mengukur suhunya. Ck, baka!…
Akupun mengendongnya dengan gaya bridge style kemobilku.
End of Sasuke pov
***** ( ^ ^ ) *****
Normal pov
Disebuah kediaman mewah, terlihat para maid sepertinya sedang kebingungan. Kenapa? alasannya dikarenakan tuan mudanya hingga sekarang menghilang, entah dimana. Naruto, sejak siang hari sampai malam seperti ini, belum pulang. Iruka yang bertugas menjaga Narutopun, panik dan khawatir.
"Kakashi… bagaimana dengan Naru," ucap Iruka pada seseorang disampingnya. Terlihat dari wajahnya, dia sangat cemas dengan tuan muda keras kepala satu itu. Kakashi yang melihatnya pun, langsung mendekap Iruka kedalam pelukannya.
"Sst!... tenangkan dirimu Iru. Aku yakin, tuan muda Naruto akan baik-baik saja sekarang," katanya lembut sambil mengusap kepala Iruka. Orang yang diperlakukan seperti itupun, akhirnya menangis didada Kakashi. Kakashipun diam saja, karena dia yakin, kekasihnya itu butuh ketenangan.
"Tuan Kakashi, Tuan Iruka…" sebuah suara menginterupsi keduanya. Seorang maid, membungkukan kepala pada keduanya sebagai tanda hormat.
"Ada apa?" Tanya Kakashi.
"Tuan muda Gaara sudah datang," kata maid tersebut. dari name tag yang ia pakai, diketahu bahwa orang tersebut bernama Konan.
"Suruh dia masuk," perintah Kakashi. Setelah memberi hormat, Konan pun akhirnya meninggalkan dua orang tersebut diruang tamu.
Beberapa menit kemudian, terdengar pintu diketuk seseorang…
Tok! Tok! Tok!
"Masuk…"
Pintupun dibuka, terlihatlah Gaara yang saat ini memakai jaket berwarna merah maroon yang sedikit basah, rambut Gaara yang biasanya mencuat keataspun, kini basah oleh air yang dipastikan adalah air hujan. Dari sorot matanya, terlihat dia sangat cemas. Saat Gaara mendengar kabar dari Iruka, bahwa Naruto tidak berada dirumah sejak siang tadi, langsung membatalkan rapatnya pentingnya diSuna. Dia bergegas menuju kediaman Namikaze, dan langsung memutuskan mencari Naruto. Gaara tau, bahwa Naruto sering kesebuah taman jika hatinya sedang gundah. Tapi saat dia mencarinya disana, orang yang bersangkutan itu tidak ada.
"Bagaimana?" Tanya Iruka pada Gaara dan disambut dengan gelengan pelan pemuda Sabaku tersebut. "Maaf…" ucap Gaara sambil menundukan kepalanya. Rasa bersalah sekaligus menyesal, kini melanda hatinya. 'Teman macam apa aku ini!' batinnya dalam hati. Meskipun Gaara berteman sejak kecil dengan Naruto. Tapi entah mengapa, saat ini, dia merasa menjadi orang asing bagi Naruto. Dia tidak mengerti dengan Naruto. kesedihannya, kesepiannya, serta hal yang lainnya, dia tidak tau apa-apa mengenai hal itu. 'Apa aku pantas disebut teman? Bahkan aku nggak pernah berada disisinya saat dia menangis.'
"Gaara…" suara dari Iruka itu, membuyarkan semua lamunan Gaara. "Jangan menyalahkan dirimu begitu," katanya lembut.
'Iru-koi memang hebat,' batin Kakashi saat memandang Iruka, sang kekasih. 'Dia memang pantas menjadi lumba-lumbaku, khu khu khu,' evil Kakashipun bangkit.
Iruka menyuruh Gaara untuk mengganti pakaiannya dikamar sebelah. Setelah Gaara pergi, Kakashi langsung memeluk Iruka dari belakang.
"Iru-koi, kau manis sekali," kata Kakashi sambil menjilat perlahan leher sang kekasih. Iruka yang menangkap sinyal berbahayapun, pelahan tapi pasti, mendorong tubuh Kakashi yang memeluknya dari belakang.
"Ka-Kakashi… sekarang bu-bukan saatnya seperti ini," namun, Kakashi tidak mengindahkannya. Malah sebaliknya, dia semakin berani memasukan tangan kanannya kedalam baju yang Iruka pakai.
"Engh… Kaka-hmmn," perotes yang dilontarkan Iruka, akhirnya terhenti saat Kakashi membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman yang panas.
"Aku nggak ingin mendengar alasan Iru-koi," sahut Kakashi sambil mendorong tubuh Iruka kesofa panjang diruang tamu tersebut. "Diam dan nikmati saja pemainan ini, hm!" lanjutnya.
Gaara yang telah selesai berganti pakaianpun, ingin keruang tamu kembali. Namun, terhenti saat mendengan desahan dari Iruka.
'Dasar mesum! Setidaknya lakukanlah dikamar,' batinnya sambil berputar haluan kearah dapur. Dia tidak ingin mendengar hal yang nggak-nggak disana.
***** ( ^ ^ ) *****
Disebuah kamar hotel, terdapat seorang pemuda yang tengah terbaring dikasur. Itulah Naruto. Sasuke memutuskan membawa pemuda itu kesini dikarenakan, dia tidak tau dimana dia tinggal. Sasuke sempat panik saat memeriksa suhu tubuh pemuda yang ia bawa tersebut. 38'! ck, sial! Batinnya. Sasukepun mengompres pemuda itu dengan es batu.
'Dia benar-benar bodoh!' kata Sasuke saat dia mengompres kening Naruto. Dipandanginya wajah orang yang pertama kali merebut hatinya tersebut. Wajahnya begitu damai saat tidur. Satu kata yang ada dibenaknya saat ini, 'Manis'. Sasuke bahkan tidak pernah mengatakan kata itu pada wanita manapun. Rasa kantuk yang sejak tadi ditahannya, kini datang kembali. Diapun membaringkan tubuhnya disamping pemuda yang sedang terlelap tidur tersebut. 'Oyasumi nasai,' katanya sebelum benar-benar memasuki alam mimpi.
-Skip time-
Pagi hari
Sang bulan kini sudah digantikan dengan matahari, menandakan bahwa hari sudah pagi. Burung-burungpun sudah pergi meninggalkan sarangnya untuk mencari makan. Sinar matahari yang perlahan masuk kedalam tiraipun, membuat penghuninya terbangun dari alam mimpi.
"Engh…" erang pemuda satunya. Dia merasa tidak nyaman saat dia merasa ada seseorang yang menghalangi geraknya. Saat memcoba membuka kedua matanya, hal yang dia lihat adalah… seseorang dengan model pantat ayam dan iris mata barwarna hitam pekat sedang tersenyum lembut padanya.
"oyahou Dobe…" sapa orang tersebut.
Detik berikutnya, yang terdengar dikamar tersebut adalah lemparan beberapa benda. Hah… pagi hari yang begitu damai dikota ini.
"Baka!" ejek Sasuke pada pemuda yang saat ini berada dihadapannya. Sasuke sedang mendapat perawatan, karena mengalami kecelakaan kecil tadi.
Naruto yang tadi sempat kaget saat tiba-tiba ada seseorang disampingnya, langsung menghadiahi Sasuke berupa pukulan guling dan bantal. Akibatnya, Sasukepun sukses terjatuh kelantai dengan tidak elitnya. Sepertinya, Uchiha akan turun harga dirinya oleh Sasuke.
"Salahmu, kenapa kau mengagetkanku," ujar Naruto dengan datar tanpa melihat kearah Sasuke.
"Kau seperti perempuan yang ingin di rape tau!"Naruto yang kesal dengan kata-kata tersebut, langsung melempar obat merah yang sedang ia genggam untuk mengobati tangan Sasuke langsung kearah mukanya.
"Ouch! Kau-"
"Jangan mengeluh seperti perempuan Teme! Cepat selesaikan lukamu sendiri. Setelah itu, kita langsung pergi dari sini," Narutopun pergi dari ruangan tersebut kearah kamar mandi.
***** ( ^ ^ ) *****
Sejak keluar dari kamar hotel hingga sekarang mereka berada didalam lift, tidak ada seorangpun yang melakukan percakapan. Sasuke mengira, bahwa pemuda yang berada disampingnya kini adalah seseorang yang periang dan hyperaktif. Namun nyatanya, pemuda itu hanya diam saja. Bagi Uchiha, kesunyian seperti ini tidak menjadi masalah. Tapi sekarang beda, dia merasa tertarik dengan pemuda satu ini, meskipun bukan sifatnya Sasuke mengajak seseorang ngobrol duluan, keingin tahuannya lebih besar dibandingkan egonya saat ini.
"Nama…"
"Hm?" sepertinya Naruto tidak paham dengan maksud Sasuke.
"Namamu siapa?"
"Naruto," jawabnya singkat. "Kau?"
"Sasuke,"
Sunyi kembali terjalin diantara keduanya. Jika dua orang yang sama-sama pendiam berada dalam keadaan seperti ini, hanya kesunyian yang melanda. Pintu lift pun terbuka.
Ting!
Blitz-
Saat baru keluar, Sasuke dan Naruto langsung dihadang oleh banyak wartawan serta paparazzi.
"Sasuke, ada hubungan apa kamu dengan tuan muda Namikaze?"
"Apa kalian saling mengenal selama ini?"
"Kenapa kalian bisa berada dihotel bersama?"
Serta pertanyaan bertubi-tubi lainnya yang ditujukan pada mereka berdua, karena malas menjawab pertanyaan tersebut. Sasuke langsung menarik Naruto dari kerumunan para wartawan yang bagaikan buaya sedang menerkam mangsanya itu.
"Hei-" perotes Naruto saat Sasuke menariknya dari kerumunan itu.
"Diam dan ikuti saja aku,"
Dimulailah acara kejar-kejaran dipagi yang damai dikota ini…
"Hosh…hosh… orang-orang tersebut sudah gila apa!" pekik Naruto. Saat ini, dia dan Sasuke sudah berhasil lolos dari cengkraman orang-orang kurang kerjaan tersebut. Hampir semua tempat sudah mereka jelajahi untuk bersembunyi, bukannya berkurang, malah semakin banyak orang yang mengejar mereka. Karena ditambah dengan fansgirl Sasuke.
"Jangan mengeluh Dobe!"
"Kenapa mereka mengejar kita sih, siapa kau sebenarnya?" Tanya Naruto pada Sasuke.
'What? Di-dia nggak tau siapa aku?'
"Hei, kau tidak mengenalku,"
"Tidak…" jawab Naruto enteng.
"Baka, Dobe! Memang dirumahmu nggak ada yang namanya TV!" bentaknya. Kenapa? karena baru kali ini ada yang bertanya, siapa kau sebenarnya pada Sasuke. Sebab, tanpa mengenalkan dirinya, semua orang pasti langsung dapat menebaknya. Dan sekarang… malah kebalikannya.
Narutopun terdiam. "Oh…" hanya kata-kata itu yang terlontar. Dia langsung berjalan pergi meninggalkan Sasuke sendirian yang masih betah berdiam diri disana karena memikirkan kata-kata Naruto barusan.
"Aneh…"
***** ( ^ ^ ) *****
Tempat yang berbeda, disebuah rumah dengan gaya minimalis, terdapat seseorang yang sejak tadi hanya mondar-mandir diruang tamu sambil terus mencoba menelpon seseorang.
"Ck, kenapa nggak diangkat-angkat sih," gerutunya sambil melempar hp tidak berdosa tersebut kesofa terdekat. Suigetsu, dari tadi malam mencoba menelpon Sasuke, orang yang ia tinggalkan saat tiba diluar bandara Narita. Saat itu, Suigetsu hanya pergi selama 2 jam dan setibanya dia ditempat Sasuke menunggu, orang tersebut tidak kelihatan lagi batang hidungnya. Oh… seharusnya Suigetsu tahu, bahwa menunggu 2 jam itu bukanlah hal yang menyenangkan.
Ting tong!
'Saat seperti ini, kenapa malah ada tamu sih,'. Orang tersebutpun beranjak dari ruang tamu menuju kearah pintu.
Ting tong!
"Tunggu bentar napa sih!" bentaknya pada orang yang membunyikan bel itu.
Ceklek!
"… I-ITACHI-KUN!" teriak histeris Suigetsu pada tamunya tersebut.
Orang yang diteriaki tersebut hanya tersenyum kearahnya dan tanpa persetujuan dari sang tuan rumah, dia langsung nyelonong masuk.
"Ke-kenapa kau bisa berada disini?" Tanya Suigetsu pada orang yang bernama Itachi itu.
"Hn? Harusnya akukan yang berkata seperti itu Sui," ujarnya. "Kenapa kau bisa berada disini bersama my lovely otouto?"
TBC
Yap… TBC dulu y! Yu ga nyangka ngetik ini fic sumpah capek and pegel banget. Oy, happy b'day y bwt Naru-chanku trcnta ^kiss^ ^ditendang Sasu^
Hn, skrang kita bales ripiu yang nggak log in:
"Hitomi Mi chan"
Sasuke, di chap awal dh muncul kq ^ ^ mngkin krn porsi'y yx dkit jd ga krasa y… oy, jgn pnggl senpai dunx XD pnggl Rhie or Rhie-chan bwt sang author. Klo gw, pnggl Yu jg ga mslh ^ ^V. thanks dh jd yx prtma ngeripiu
"Vii no Kitsune"
Hehehe… krain ga bkln day x nanyain soal bgtuan. Pmberitauan ja y: 'Saat ni, di Jepang lg d'gyur hujan mulu. Krn pmnsan globl, stdk'y da 2 or 3 X hjan trun d'tiap musim'
Tp, mkasih ats msukn'y ^ ^ fic ni pnjng ga?
"Kanazawa Ryuki"
1st love'y Naru, Sai? Hohoho… ntu rhasia gw and sang author XP. Sai ninggln Naru krn… R-A-H-A-S-I-A jg ^ditampol Yuu krn bnyk rhsia'y^ nm qta sma y? ^tost^ thanks dh ripiu, keingin'n Yuu trkblkn?
"Tika"
Ikaa ~ ^Hugs^ kngen deh! Oy, Rhie ga blng m lo krn dy tw lo ga ska bka fandom Naruto kn? Lo kn fans'y Suju^ ^ . mksd Ika ntu oc? Hn, dia dh blng m gw lwt mail… ni fic, gw yx ketik. Thanks dh ripiu^ ^
"Vanadise"
Ksan'y jd kya Sasu? Hn, kn ooc ! oy, d'GM, manx d'tnjukin tuh 3angellove'y, tp d'fic stu'y ntu bda… mngkn krn, d'GM dan fic itu, ni author msngin GaaNaru mulu jd shbt, mk'y Nadise jd mkir bgono. Manx gw and author ska kq ma ksah cinta SasuNaruGaa XD thanks dh ripiu ^ ^
Masih adakah yang bersedian tingglkn ripiu?
"Reader yang baik, pasti slalu ripiu fic mereka baca"
R.E.V.I.E.W please …
Love
Yuki and Rhie_
