Annyeong ~~

Saya dating bawa chap 2 ~

.

WARNING :

Typo sana-sini, EYD kacau….

.

.

Author : Lynkim

Tittle : Sunshine

Cast : KrisHo and other

Rate : T/M

Genre : Family ,GS, Marriage life

Length : 2 of ?

.

.

CHECK THIS OUT

.

.

Author POV

"KAU" pekik Joonmyeon saat mengetahui siapa tamunya. Pekikan Joonmyeon membuat Sena sedikit terkaget.

"Hello.." sapa sang tamu,sambil menunjukkan senyumnya pada Joonmyeon. Sementara Joonmyeon masih terpaku menatap sang tamu.

"Bolehkan aku masuk?" tanya sang tamu lagi. "Aku tidak mau tertangkap paparazi." lanjut tamu itu.

Mendengar suara tamunya Joonmyeon seakan baru tersadar dari lamunannya,segera menyingkir untuk memberikan tamu itu masuk ke dalam apatemennya. Tubuhnya bergerak seperti robot yang mengikuti perintah tuannya.

Setelah menutup pintu apartemennya Joonmyeon berbalik menatap namja tinggi menjulang yang sedang menatapnya. Namja itu mulai membuka topi,syal dan kacamatanya.

Deg.

Jantung Joonmyeon berdetak cepat saat namja di hadapannya itu,kini sudah menampakan wajahnya. Wajah tampan dengan mata yang sama persis seperti mata putrinya. Mata itu kini bertemu pandang dengan manik jernihnya.

"Hik... Oekk..." tangisan Sena membuat dua orang yang tengah saling tatap tersebut mengalihkan pandangannya pada Sena.

"Oekkkk...oekk..." Sena menangis keras.

"Sttt... Diamlah.." ujar Joonmyeon sembari mengoyang-goyangkan Sena di pelukannya agar dia tenang. Tapi Sena tetap menangis. "Kau kenapa sayang?!" tanya Joonmyeon.

"Oekk... Oekk..."

"Biarkan aku menggendongnya?" tanya namja tinggi di hadapan Joonmyeon itu,yang membuat Joonmyeon seketika menatap kearah namja itu.

"Oekk... Oekkk..."

"Anni..." jawab Joonmyeon.

"Ayolahh..." mohon namja itu.

"Cuci tanganmu dulu,kamar mandinya ada di samping dapur,Kris." ujar Joonmyeon sambil berjalan meninggalkan Kris,namja itu adalah Kris.

Setelah mendengar apa yang di katakan Joonmyeon,Kris langsung berjalan menuju arah yang di tunjukan Joonmyeon. Kris tentu saja ingin menggendong kembali bayinya,terakhir dia menggendong Sena,saat Sena berumur 1,5 bulan dan ini adalah kali keempat Kris bertemu dengan putrinya.

"Oek... hiks..." Sena terus menangis.

Setelah mendudukan dirinya di sofa. "Sttt... Diamlah Na-ya.." ujar Joonmyeon sembari mulai membuka kancing bajunya,dan memberikan ASI pada Sena. "Kau lapar? Hmmm... Padahal tadi kau baru saja makan. Dasar!" gumam Joonmyeon sambil mencubit pelan hidung mancung Sena. Tapi berikutnya Joonmyeon mendesah pelan.

"Kau tau,Appamu datang. Setelah sekian lama kita pindah kesini,dia baru menjengukmu sekarang. Seingatku! Dia baru 4 kali ini bertemu dengamu dan baru 3 kali menggendongmu. Pertama saat kau lahir,saat kau lahir saja dia hanya menemanimu selama sehari. Aishhh... Yang kedua saat kau genap berusia satu bulan itupun siang dia datang dan malamnya dia sudah pergi lagi. Dan yang ketiga,saat kau berusia 1,5 bulan. Hahh! Entah kali ini berapa lama appamu itu akan menengokmu? Ayah macam apa dia itu.." sungut Joonmyeon pelan.

Tanpa disadari Joonmyeon,Kris sudah berdiri di belakangnya.

Kris POV

Hah! Yeoja itu mengoceh seperti burung beo. Membicarakanku tapi apa yang dia lakukan pada Sena tak jauh beda dariku.

"Ekhemm..." aku berdeham,dian langsung menoleh padaku. Aku mendekatinya dan duduk di sampingnya. "Hmmm...Jadi,apakah sekarang aku boleh menggendong putriku?" tanyaku.

"Kau tidak lihat dia sedang apa?" ujar Joonmyeon. Aku menatap Sena.

Deg.

Shitt! Sena sedang menyusu! Jantungku berdetak sedikit lebih keras saat melihat kearah dadanya. Harus kuakui kalau Joonmyeon itu sexy,tubuhnya membentuk S line yang sempurna,tapi itu dulu. Sekarang memang tubuhnya membentuk S line juga,tapi kalau di perhatikan secara mendetail. Bagian perutnya akan terlihat sedikit menggembung yah walau hanya sedikit. Aku menjadi merasa berasalah pada Joonmyeon karena membuat perutnya mengendur. Tapi aku tidak menyesal juga,punya istri seorang aktris cantik,serasi denganku yang seorang aktor tampan. Yah! Walau pernikahan kami harus disembunyikan.

"Apa yang kau lihat?" tanya Joonmyeon mengagetkanku.

"Ah! Eh! I... Itu... Sena,yah Sena." ujarku gugup, "Aku ingin menggendongnya." lanjutku,dan menatap Sena yang juga tengah menatapku.

"Sena sayang..." panggilku pada Sena. "Daddy here babe,come to me please! I miss you so much,babe?!"

"Jangan menggunakan bahasa inggris." ujar Joonmyeon.

"Why? She is my doughter. I'm Canadian,so if I use english to my child,its no problem,miss!" jawabku. Aku memang blasteran China-Kanada,tapi aku pernah tinggal di Korea sebelum memutuskan tinggal di Kanada dan memulai karirku.

"Ini Korea,bukan Kanada." ketusnya.

Aku tidak mempedulikannya,aku mendekatkan kepalaku kearah Sena,yang juga sedang menatapku. "Baby,kau tau! Sena... Naya... Sena... Daddy calling you,babe! Look at me cute!" aku berusaha menarik perhatian Sena dari acara makan paginya. Dan sepertinya berhasil,Sena mulai menatapku dan kuperhatikan bibirnya berhenti menyecap-nyecap. Dan tak berapa lama,Sena melepas bibirnya dari dada Joonmyeon.

Ouch! Ini sungguh berat,aku menatap dada putih Joonmyeon. Dada itu lebih berisi dari terakhir melihatnya. Ya Tuhan! Apa yang kau pikirkan,Kris?

Aku segera mengulurkan tanganku pada Sena,dan meraih Sena dalam gendonganku.

"How are you dear? You look so beautyful." bisikku pada Sena dan mencium pipi tembamnya.

"Kyaa..." teriak Sena,sepertinya dia senang bertemu denganku.

Sebenarnya,aku pergi ke Korea untuk syuting beberapa bagian dari film yang sedang aku bintangi sekarang. Ini juga kesempatanku untuk menemui anakku,dan juga istriku. Aku selalu mengikuti perkembangan Sena melalui Minseok,orang yang merawat Sena.

"Jadi tuan Wu,apa yang anda lakukan disini? Bukankah seharusnya kau ada di Kanada?" tanya Joonmyeon.

Aku menatapnya, "Aku ingin menemui putri dan istriku,apakah aku salah?!" tanyaku balik.

"Hah! Kau masih ingat ternyata kalau memiliki seorang istri dan seorang anak." ketusnya.

"Ayolah Myeonie! Kau tau aku sangat sibuk. Lagipula orang akan berfikir macam-macam jika tiba-tiba aku memutuskan pergi ke Korea,lagipula jadwalmu itu juga padat." jawabku.

Joonmyeon menatapku galak. "Ya... Ya. Ya.. Tuan aktor aku mengerti." desisnya.

"Oke! Aku kesini untuk mengunjungimu dan Sena. Jadi,perlakukan aku dengan baik." kataku.

Author POV

Beginilah jika Joonmyeon dan Kris bertemu. Akan saling berdebat. Hubungan mereka sebenarnya tidak seburuk yang kalian kira. Hanya saja komunikasi mereka kurang bagus.

Siang ini,Kris sedang duduk di sofa depan TV dengan Sena di pangkuannya. Kris sedang mengajak bercanda putri kecilnya. Kris memakai kaos putih tanpa lengan,sehingga menampakan lengan berototnya,dan celana kain selutut dengan warna hitam.

"Ini sudah masuk waktu tidur siang Sena,Kris. Berhenti mengajaknya bermain." ucap Joonmyeon sambil masuk ruang TV dengan nampan berisi dua gelas jus dan buah anggur di atasnya.

"Benarkah?" tanya Kris.

"Hmm.. Minnie baru mengirimiku pesan. Saatnya Sena tidur siang." jawab Joonmyeon,sekarang Joonmyeon sudah bersiap mengambil Sena dari pangkuan Kris.

"Andwe... Aku masih ingin bermain dengan Sena." tolak Kris,menjauhkan Sena dari tangan Joonmyeon. Sementara Sena hanya mengerjapkan mata melihan eomma dan daddynya. Joonmyeon hanya menghela nafas,menanggapi sifat childish Kris. Awalnya Joonmyeon mengira kalau aktor dengan tampang dingin itu akan sangat dingin dan menakutkan. Tapi beberapa kali bertemu dengan suaminya itu,Joonmyeon tau kalau sudah menyangkut putrinya sifatnya akan berubah 180°.

"Kau bisa bermain lagi bersama Sena saat dia bangun lagi nanti Kris." ujar Joonmyeon dengan nada kesal.

"Andwe... Senaya kau masih m bermain bersama daddy kan?" tanya Kris pada Sena,tentu saja hanya kerjapan mata dan senyuman kas bayi Sena yang di dapat.

Joonmyeon memutar bola matanya lagi. "Jangan membiasakan Sena memanggilmu daddy,dia hidup di Korea jadi panggil dirimu appa." ujar Joonmyeon.

"Why? Dia anakku."

"Whatever... Kemarikan Sena." titah Joonmyeon lagi.

"Anni..." tolak Kris.

"Hah!" Joonmyeon menghela nafas lagi. "Apakah kau tidak ada pekerjaan lain,ha? Seingatku kau ke Korea untuk syuting?" cerocos Joonmyeon.

"Hari ini aku free,dan baru besok aku mulai brefing untuk film itu." jawab Kris,tanpa menatap Joonmyeon karena sedang mengajak Sena bergurau dengan senyum lebarnya.

"Aihhh... Terserah padamu. Aku mau tidur,kalau Sena lapar buatkan saja susu formula." ujar Joonmyeon.

"Yak! Aku tidak tau cara mebuat susu formula. Myeonie... yak !" teriak Kris,tapi tidak di gubris oleh Joonmyeon yang sudah masuk ke dalam kamarnya.

"Eomma macam apa eommamu itu,naya? Seenaknya saja meninggalkan bayinya. Dasar!" omel Kris pada Sena yang tentu saja tidak mengerti apa yang di katakan oleh appanya tersebut.

"Kyaaa.. Kya.."

" Kau senang ha?" tanya Kris sambil menghadiahkan ciuman bertubi-tubi kewajah Sena. "Putri daddy memang paling cantik dan menggemaskan."

Malam ini tentu saja Kris harus meninggalkan apartemen Joonnyeon. Tapi,sekarang yang dilakukan Kris adalah berbaring di samping Sena yang tengan menyusu pada Joonmyeon. Tangan Kris memainkan tangan mungil Sena,sesekali menciumnya,walau tidak mendapat respon dari Sena karena mata Sena sudah setengah terpejam.

"Jangan mainkan tangan Sena,biarkan dia tidur." ujar Joonmyeon pelan.

Kris mendongak menatap Joonmyeon. "Wae? Setelah ini aku akan susah bertemu dengan Sena? Kenapa dia harus punya jam tidur sih?" tanya Kris.

"Heh! Sena butuh istirahat,dia masih bayi." jawab Joonmyeon dengan malas.

Hening ~

Kris terus mengamati wajah imut Sena,dan tiba-tiba Sena melepas mulutnya dari dada Joonmyeon. Dan seketika eskpresi wajah Kris berubah,Kris menatap dada Joonmyeon seduktif.

"Yak! Apa yang kau lihat?" pekik Joonmyeon saat menyadari tatapan Kris,dan langsung membenarkan piamanya.

"Jangan berteriak,kau mau Sena terbagun lagi?" ujar Kris. "Kau tau,kau itu istriku dan aku suamimu. Kau tau juga kalau meskipun diantara kita tidak ada perasaan itu,tapi aku tetaplah suamimu dan seorang laki-laki yang sangat jarang bertemu istrinya,jadi apabila bertemu istrinya... Kau tau apa yang sekarang kurasakan?" Kris mengakiri argumennya dengan sebuah pertanyaan.

"Jangan bertele-tele. Apa maksudmu?" ketus Joonmyeon.

Kris menghela nafas, "bisakah kau tidak ketus padaku?" ujar Kris dengan nada serius yang membuat Joonmyeon sedikit takut. "Aku datang kesini ingin mencoba memulai dari awal,aku ingin semua berjalan sebagaimana mestinya. Aku menjalankan peran sebagai suami,kau menjalankan peran sebagai istri."

Joonmyeon terdiam.

"Aku tau kita tidak merasakan apapun sekarang,tapi aku yakin jika kita bisa merasakannya nanti." ujar Kris lagi.

Joonmyeon menatap Kris dalam diam,Joonmyeon memikirkan apa yang dikatakan Kris. Dalam benaknya dia membenarkan apa yang Kris katakan.

"Aku..." Joonmyeon menatap Kris yang juga tengah menatapnya. "Aku juga ingin... Aku juga menginginkan hal itu." lanjut Joonmyeon lirih. Meskipun lirih tapi masih bisa di dengar oleh Kris.

Dan entah kenapa secara tiba-tiba suasana canggung menyelimuti mereka. Baik Joonmyeon maupun Kris terlihat menundukkan kepalanya,seolah mereka sama-sama memikirkan apa yang seharusnya dilakukan. Namun tiba-tiba,Kris turun dari tempat tidur. Meraskan tempat tidurnya bergerak Joonmyeon mendongak menatap Kris yang kini tengah berjalan mengitari tempat tidur dan menuju sisinya.

Mereka saling tatap dalam diam,sampai Kris tiba-tiba menggerakkan tangannya untuk menyentuh tangan Joonmyeon,yang keudian menarik Joonmyeon untuk ikut turun dari tempat tidur. Dan tiba-tiba saja Kris langsung memeluk Joonmyeon erat.

Joonmyeon sedikit terkaget dengan tindakan tiba-tiba Kris. Tapi saat berada di dalam pelukan Kris,Joonmyeon merasa hangat di hatinya,Joonmyeon merasa mempunyai tempat berlindung. Maka,dengan pelan namun pasti Joonmyeon mulai membalas pelukan Kris.

"Aku tidak akan mengatakan aku mencintaimu sekarang,karena aku belum merasakan itu. Tapi aku akan mengatakan mulai sekarang aku akan belajar mencintaimu. Jadi,maukah kau melakukan hal yang dengan apa yang aku lakukan?" bisik Kris di telinga Joonmyeon. Tanpa komando lebih lama,Joonmyeon .

Senyun cerah langsung tercetak di wajah Kris. "Thnks my wife." bisik Kris lagi,sekarang diakhiri dengan kecupan dan sedikit hisapan di pundak Joonmyeon.

"Nghh..." Joonmyeon melenguh pelan akibat perbuatan Kris. Dan karena lenguhannya tersebut membuat hasrat Kris kembali muncul.

"Sepertinya aku ingin meminta hakku sebagai seorang suami." ujar Kris seduktif,kali ini dengan menatap Joonmyeon.

Joonmyeon melototkan mata sipitnya,karena dia merasakan alarm tanda bahaya berbunyi di kepalanya. "Apa maksudmu?"

"Kau pernah mendengar yang dinamakan hasrat laki-laki?"

Sekarang Joonmyeon terdiam mengerti kemana arah pembicaraan suami blasterannya. "Sena masih terlalu kecil untuk mempunyai seorang adik,Kris." ujar Joonmyeon gugup.

"Aku akan berhati-hati. Aku janji." ujar Kris.

"Tapi... hmmmppp..." sebelum menyelesaikan ucapannya Kris sudah membungkam bibir dengan bibirnya.

#selanjutnya kalian bisa menebak apa yang dilakukan om naga tampan#

Next Day

.

"Cut.." teriak sang sutradara dan membuat beberapa orang yang tengah berakting di depan kamera tersebut menghentikan akting mereka. "Sekian untuk hari ini,terimakasih atas kerja keras kalian." lanjut sang sutradara.

"Aku permisi." pamit salah seorang artis..

"Kenapa kau terburu-buru,Myeonie?" tanya seorang artis lain.

"Aku ada urusan,Kyungie." jawab Joonmyeon,tergurat raut wajah khawatir di wajah cantiknya.

"Waeyo?" tanya Kyungsoo dengan nada khawatir.

"Aku harus cepat." Joonmyeon terlihat hampir menangis. "Unni bisakah kau lebih cepat berkemas!" perintah Joonmyeon pada managernya.

"Sebentar lagi,Myeonnie. Tenanglah!" jawab sang manager.

"Katakan padaku,apa yang terjadi Joonmyeon?" desak Kyungsoo.

"Anni Kyungsoo,tidak ada apa-apa." ujar Joonmyeon meyakinkan Kyungsoo. Tapi,tentu saja Kyungsoo tidak semudah itu di bohongi.

"Aku selesai. Kajja.."

"Sampai besok,Kyungie." setelah mengatakan itu Joonmyeon segera berjalan dengan terburu-buru meninggalkan Kyungsoo di ruang make-up.

Kyungsoo menatap pintu yang tertutup dengan pandangan khawatir dan penasaran. "Aku tidak percaya semua baik-baik saja,Myeonnie." bisik yeoja itu.

.

"Bagaimana keadaanya,Minnie?" tanya Joonmyeon begitu memasuki rumahnya.

"Jangan berisik,dia baru saja tidur." jawab Minseok.

Setelah mendengar jawaban Minseok,Joonmyeon langsung berjalan kekamarnya. Dan begitu membuka pintu,tentu saja dia terkejut dengan apa yang dilihatnya.

"Kris..." panggil Joonmyeon,dan membuat Kris yang tengah berbaring di samping Sena itu mendongakkan kepalanya.

"Kau sudah pulang?" jawab Kris.

Joonmyeon kini dengan hati-hati mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur agar Sena tidak terbangun. Joonmyeon menatap wajah Sena yang memerah. Terlihat olehnya Sena tidak tenang dalam tidurnya. Joonmyeon menyentuh kening Sena,dan merasakan panas berasal dari tubuh bayinya tersebut.

"Tenanglah,aku sudah memanggil dokter tadi dan Sena baru saja minum obat." ujar Kris.

Joonmyeon menatap Kris, "Kenapa kau disini? Kau bilang ada brefing film hari ini?"

Kris memang tadi sedang mengikuti brifing saat tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan ada pesan. Setelah melihatnya ternyata pesan itu dari Minseok yang mengatakan Sena demam dan muntah-muntah. Dan langsung saja Kris memohon diri untuk pulang lebih awal.

"Heh! Tadinya iya,tapi setelah mendengar Sena sakit,aku langsung kemari." jelas Kris. "Kau masih ingatkan apa yang aku katakan tadi malam? Aku ingin membangun keluarga yang sesungguhnya denganmu."

Joonmyeon terdiam,tapi sejurus kemudian senyum terkembang di bibirnya. "Terimakasih." bisik Joonmyeon.

"Hiks..." terdengar isakan Sena. "Hueeeee..."

Joonmyeon reflek mulai mengangkat Sena dan memangkunya. "Sttt... Eomma disini sayang... Tenanglah..." ujar Joonmyeon menenangkan Sena.

"Hueeee... hiks..." Sena tetap menangis. Dengan segera Joonmyeon mengangkat kaos dia gunakan untung memberi ASI pada Sena. Setelah mendapat ASInya Sena terdiam,terasa di dada Joonmyeon kalau pipi Sena panas.

"Tidurlah sayang." bisik Joonmyeon saat melihat Sena mulai memejamkan matanya lagi.

"Badannya masih panas,obatnya belum bereaksi?!" tanya Kris yang menyentuh kening Sena.

"Sepertinya sebentar lagi,kuharap demam Sena akan segera turun." jawab Joonmyeon.

Klek..

Pintu kamar Joonmyeon terbuka dan menampakan Minseok membawa alat kompres di tangannya. Minseok mendekati Joonmyeon dan Kris.

"Baguslah kau mau menyusui Sena tanpa kusuruh,dia menolak susu formula." jelas Minseok, "Sepertinya dia butuh lebih banyak perhatian darimu,Myeonnie." lanjut Minseok.

"Aku tau..." jawab Joonmyeon. Minseok terdiam mengamati Sena,dan keningnya mulai berkerut. Dan senyum jahil mulai tercetak dibibirnya,saat menatap Kris.

"Kenapa kau tersenyum seperti itu Min?" tanya Kris yang merasa aneh ditatap seperti itu oleh Minseok. Sementara Joonmyeon hanya menatap tidak mengerti kearah Minseok.

"Fufufufu... Kalian melakukannya?" tanya Minseok.

"M...Melakukan apa?" tanya Joonmyeon balik.

"Ck... Hoho tidak perlu malu padaku,chingu." ujar Joonmyeon. Joonmyeom dan Kris memasang wajah bingung.

"Haishhh... Kalian sama saja. Jangan pura-pura,aku melihat bekasnya." terang Joonmyeon sambil menunjuk dada Joonmyeon yang terlihat karena sedamg menyusui Sena.

Seketika mata Joonmyeon dan Kris membelalak bersamaan karena melihat tanda merah keunguan tercetak jelaa disana. Dengan otomatis Joonmyeon sedikit menurunkan kaosnya yang dia angkat hingga menutup jejak Kiss mark buatan Kris semalam.

"Hahahahaha... Dasar kalian ini. Tapi dimana kalian melalukannya? Saat masuk kamar ini tadi pagi aku tidak mencium aroma bekas percintaan?"

"Kamar mandi." jawab Kris singkat.

"Hahahahahaha.."

"Jangan tertawa,Sena bisa bangun." Joonmyeon memperingatkn dengan wajah memerah.

"Ah! Mian.. Kau hebat bung bisa menaklukkannya kali ini." ujar Minseok pada Kris.

"Terimakasih atas punjianmu,Min." balas Kris dengan senyum bangga diwajahnya.

"Kalian berdua hentikan." titah Joonmyeon dengan wajah tertunduk malu.

TING TONG ~

Kegiatan ketiga orang itu terhenti saat bel pintu berbunyi.

"Ada tamu?" bisik Joonmyeon kemudian saling tatap dengan Kris dan Minseok.

"Biar aku yang membukanya." ujar Minseok bergegas meninggalkan kamar Joonmyeon untuk membuka pintu.

"Tidak biasanya ada tamu. Tidak mungkin teman-temanku datang pada jam seperti ini." terang Joonmyeon.

"Kita tunggu saja Minseok,Myeonie. Sudah jangan terlalu khawatir soal siapa yang datang. Kita rawat Sena." suruh Kris.

"Kau benar." jawab Joonmyeon sambil menatap Sena yang sudah tertidur,meskipun tertidur tapi mulutnya tetap menghisap ASI.

Klek...

Serentak Kris dan Joonmyeon menatap kearah pintu yang terbuka yang menampakan seorang yeoja dengan mata bulat yang melotot menatap kearah Joonmyeon.

"K...Kyungsoo."

.

.

TBC

.

.

Hehehehe… gimana menurut kalian,apakah tetap aneh ceritanya? Jangan bosan-bosan untuk mengkritik atau memberi masukan pada saya..

Aku harap FF ini bias menghibur kalian para readerdeul… jujur ini adalah FF krisho perdana saya.. hehehehe

.

THANKS TO :

Frozen Peony / Yuni150699 / PikaaChuu / akiko ichie / akiko ichie / GalaxyHyeyu123 / rifdafairuzs / sayangsemuamembersuju / bellasung21 / fallforhaehyuk / KrisHo WonKyu / richsuo / Park FaRo / urikaihun / Mavro Fos / SungRaeYoo / KimRyeona19 / Nisa Marni EXO Fans / Emmasuho / squalay / hae15 / anon / LittleMyeon / SaranghaeKrisHo / Guest / Callysta / nam mingyu / .37604 / kyeokey / zoldyk / ling-ling pandabear / / joonmily .

.

.

Annyeong ~