Chapter 1
Title: Sexy Nerd
Author : Misswag
Main Cast : - Park Jimin(Top)
- Min yoongi (Bottom)
Support Cast : Bangtan's Member
Pair : Yoonmin/Minyoon
Rating : T-MGenre : Yaoi! BL/Boys X boys/Romance/Drama/Schoollife
Length : Chaptered
WARNING! Typo bertebaran dimana-mana,kata-kata alay sering bermunculan seiring berjalannya waktu!?
.
.
.
Yoongi berjalan keluar dari rumahnya. Pagi ini ia mendapat siraman rohani dari sang umma perihal nilainya yang sangat jauh dari kata baik. Ia berjalan menuju halte yang berada di dekat rumahnya.
"Eh jiminie?" Tegur yoongi pada pemuda yang tengah duduk dengan tenang pada kursi halte tersebut
"Y..yoongi" balas jimin kemudian menunduk seolah tidak berani menatap yoongi
Yoongi mendekati jimin kemudian duduk di sebelahnya. Ia heran kenapa jimin sering sekali menundukkan kepalanya. Apa lehernya tak sakit jika menunduk seperti itu terus.
"Hey, kau takut padaku ya?" Ujar yoongi yang kini duduk tepat di samping jimin
"T..tidak yoongi" balas jimin, namun masih menunduk
"Lalu? Kenapa kau tidak ingin melihatku?" Ujar yoongi lagi
'Karena jika aku melihat mu, rasanya aku ingin menerkammu' batin jimin
"T..tidak apa-apa yoongi" balas jimin kemudian dengan ragu mengangkat wajahnya
"Ayo lihat aku. Kita kan teman" ujar yoongi
"Baiklah" balas jimin kemudian menatap wajah yoongi
'benar-benar sempurna' batin jimin
"Nah, begitu baru benar jiminie" ujar yoongi disertai gummy smilenya
"Yoongi, apakah aku boleh bertanya?" Ujar jimin pada yoongi
"Tidak boleh, kau harus membayarnya" balas yoongi
"Benarkah? Kalau begitu berapa yang harus ku bayar?" Tanya jimin lagi dengan wajah polosnya
"Astaga jiminie aku hanya bercanda, jangan terlalu serius. Apa yang ingin kau tanyakan?" Balas yoongi
"Kenapa kau mau berteman denganku?" Tanya jimin lagi
"Karena aku ingin, memangnya salah kalau aku berteman dengan mu? Toh kau bukan orang jahat" jawab yoongi dengan enteng
'Oh lihat betapa sempurnanya dirimu sayang" batin jimin memuja
"Terima kasih yoongi" ujar jimin dengan tulus
"Sudah-sudah tidak usah di bahas lagi, ayo ke sekolah busnya sudah datang" ujar yoongi kemudian menarik jimin untuk menaiki bus
.
.
.
#School
"Yo Min yoongi" sapa teman-teman yoongi saat ia baru saja memasuki kelas bersama jimin
"Yo Hoseok" balas yoongi kemudian berjalan ke ke bangkunya sedangkan jimin mengikutinya dari belakang
"Kau bersamanya?" Tanya hoseok di seratai tatapan heran
"Iya, memangnya kenapa? Rumahku dah jimin searah" jawab yoongi dengan cuek
"Hey reputasi mu akan hancur jika terlalu sering bersamanya" ujar hoseok sambil menghujani tatapan menusuk pada jimin yang hanya bisa manunduk
'Tunggu sampai saatnya tiba Jung Hoseok' batin jimin dengan penuh emosi
"Jimin teman ku. Kalian jangan terlalu berlebihan" balas yoongi mulai jengah dengan perilaku teman-temannya
"Y...yoongi mereka benar ak-..." belum sempat jimin menyelesaikan ucapannya yoongi lebih dulu memotong ucapannya
"Diamlah jimin. Kita ini teman dan tidak akan ada yang bisa merubah itu" balas yoongi kemudian meletakan kepalanya di atas meja untuk tidur sejenak sebelum seosengnim killer masuk
"Ahh..baiklah" balas jimin kemudian memilih diam agar tak mengganggu tidur cantik kekasih hatinya itu Jimin terus memperhatikan yoongi yang sedang tidur.
Ia begitu kagum dengan ciptaan tuhan yang satu ini, wajah dah hatinya benar-benar cantik. Ia bahkan tidak memandang jimin dari fisik tidak seperti orang-orang yang selama ini ada di sekitarnya yang berteman dengannya hanya karna hartanya yang melimpah dan tidak lupa juga wajahnya yang tampan maksimal itu
#Canteen
"Jimin hari ini ayo main di rumahku" ajak yoongi pada jimin yang kini sedang menikmati hidangan makan siangnya
"Untuk apa kita ke rumahmu?" tanya jimin
"Hari ini aku sendirian dirumah. Umma pergi ke Daegu untuk menjenguk Appa yang sedang tugas disana" jawab yoongi dengan bibir bawah yang ia majukan ke depan.
Oh ini tentu tidak baik untuk seorang Park Jimin. Di matanya kini wajah yoongi benar-benar menggairahkan. Di banding dengan wajah cemberut, wajah yoongi bagi jimin kini seperti menawarkan bibirnya untuk Jimin
'Astaga sayang! Jangan tunjukan wajah mu itu sekarang atau aku akan lepas kendali dan menerkammu saat ini juga' batin jimin
"Yasudah aku akan menemanimu" Ujar Jimin dengan wajah tanpa dosanya
"Bagaimana kalau kau sekalian menginap" Tawar yoongi dengan wajah penuh harap agar jimin mau mengabulkan permintaannya
"Boleh saja, lagipula aku juga tinggal sendiri di apartemen" jawab jimin yang langsung di sambut dengan wajah bahagia yoongi
"Kau memang terbaik jimin,Terima kasih yah" ujar yoongi kegiranganIa tak tahu saja bahwa jimin menyiapkan sejuta rencana kotor yang tersusun apik dalam otak mesum yang sudah lewat dari kata maksimal itu
.
.
.
Jimin dan yoongi sedang berjalan menuju halte bus untuk pulang menuju apartemen Jimin untuk mengambil keperluan yang jimin perlukan untuk menginap di rumah yoongi seperti yang sudah mereka rencanakan
"Jimin, kenapa kau tinggal sendirian" tanya yoongi berusaha memecah keheningan di antara mereka
"Orang tuaku sangat sibuk mengurus bisnisnya" Jawab jimin seadanya
"Memangnya dimana orang tuamu?" Tanya yoongi lagi
"Amerika" jawab jimin
"WOW! Aku tak menyangka kalau kau sekaya itu" ujar yoongi antusias dengan fakta baru yang baru ia ketahui tentang jimin
"Biasa saja" jawab jimin
jimin memang di besarkan dari keluarga yang kaya raya. Tapi karena kekayaannya itu banyak orang yang berteman dengannya hanya karena mereka melihat harta jimin. Itu salah satu alasan mengapa jimin lebih memilih berpenampilan seperti ini di lingkungan luar kecuali di depan keluarganya. Ia hanya ingin menemukan orang yang tulus dengannya, dan Yoongilah orangnya.
"Itu hebat jimin" balas yoongi lagi
"Apa kau berteman denganku karena aku kaya?" Tanya jimin sambil menatap yoongi dengan serius
"HAH?! Pertanyaan macam apa itu? Aku bahkan baru tahu kau anak orang kaya sekarang" jawab yoongi dengan memang berteman dengan Jimin dengan tulus
"Jadi kau...-" perkataan jimin tiba-tiba di potong oleh Yoongi
"Dengar ya Park Jimin, aku berteman denganmu karena memang aku ingin. Bukan karena kekayaanmu, memangnya kalau aku berteman karena kekayaan mu apa aku akan menjadi orang kaya juga? Tidak kan?" Ujar yoongi mencoba menyakinkan jimin
'Aku tahu kau yang terbaik sayang' Batin Jimin
"Terima kasih karena kau mau berteman denganku Yoongi" ujar jimin
"Sudahlah, bukan apa-apa" balas yoongi sambil menepuk-nepuk bahu Jimin
Mereka sedang menunggu bus saat tiba-tiba hujan deras membasahi kota tersebut. Otomatis orang-orang yang berjalan di sekitar halte tersebut berbondong-bondong berteduh pada halte yang di tempati Jimin dan Yoongi. Saking banyaknya orang yang berteduh membuat posisi duduk Jimin yang awalnya berjarak cukup jauh dari Yoongi menjadi sangat dekat bahkan bahu mereka sudah saling menempel
"Ahh maaf Yoongi" ujar jimin sambil memandang yoongi dengan malu
"T..tidak apa-apa Jim"ujar yoongi dengan kepala tertunduk
Entah mengapa ia sangat gugup sekarang. Bahkan jantungnnya berdetak 2X lipat lebih cepat dari biasanya. Dan juga kini rona merah mulai terlihat di kedua pipinya yang putih itu
"Apa kau kedinginan?" Tanya Jimin mencoba menengahi kecanggungan yang terjadi di antara mereka
"Sedikit" jawab yoongi bahkan sangat malu untuk melihat wajah Jimin sekarang
"Berikan tanganmu" ujar Jimin
"A..apa?" Tanya yoongi. Apa tadi yang ia bilang? Berikan tangan? Tidak taukah ia kalau aku benar-benar gugup sekarang? Batin yoongi.
Tapi ia tetap mengulurkan tangannya pada Jimin. Tentu saja hal itu di sambut antusias oleh Jimin. Ia segera menggenggam kedua tangan Yoongi untuk mencoba menghangatkan kedua tangan yang bahkan lebih kecil dari miliknya itu dengan cara meniup-niup atau bahkan menggesekkan tangan mereka untuk menciptakan kehangatan. Sedangkan Yoongi? Ia sibuk memperhatikan wajah jimin yang sedang sibuk menghangatkan tangannya. Ia pikir jika jimin melepas kacamata tebalnya itu ia akan terlihat lebih tampan. Walaupun dengan kacamata tebalnya jimin tetap terlihat tampan di mata yoongi. Tapi, menurut yoongi jimin akan jauh terlihat lebih tampan jika ia melepas kacamata tebalnya
"Jimin..."lirih yoongi yang masih bisa di dengar oleh Jimin
"Ada apa?" Jawab Jimin
"Terima kasih. Tapi aku sudah merasa lebih baik sekarang" ujar yoongi
"Kau yakin?" Tanya jimin. Ia bahkan dapat melihat rona merah yang terdapat pada pipi Yoongi
'manisnya kesayanganku ini' Batin Jimin
"Aku yakin Jimin" Jawab perlahan menarik tangannya
Akhirnya keheningan kembali mengusai mereka berdua. Tidak ada percakapan yang terjadi antara mereka sampai akhirnya bus yang mereka tunggu datang...Kira-kira 15 menit perjalanan yang mereka tempuh untuk sampai pada halte yang berada di dekat kompleks perumahan milik Yoongi dan juga apartemen Jimin. Tapi memang hari ini mereka yang sial hujan tak kunjung berhenti barang sebentar saja. Akhirnya mereka memilih berlari untuk menuju apartemen Jimin yang lebih dekat dari halte itu
"Kau lebih baik mandi, aku akan menyiapkan air hangatnya" Ujar Jimin saat mereka memasuki apartemennya dengan keadaan basah kuyup
"Jimin, apartemenmu luas sekali" Ujar Yoongi dengan segala kekagumannya dengan apartemen pribadi milik Jimin ini
"Kau ini,lebih baik kau segera mandi sebelum kau sakit" Tegur Jimin saat selesai menyiapkan air hangat untuk Yoongi.
"Tapi aku pakai baju apa" tanya Yoongi
"Ah benar juga, tunggu sebentar" Jimin munuju kamarnya untuk mengambil baju untuk Yoongi
Jimin sedang mengacak-acak isi lemari besarnya untuk mencari baju yang kiranya cocok dengan tubuh mungil Yoongi saat tiba-tiba matanya jatuh pada kemeja putih tipisnya.
"Pasti ia akan terlihat seksi dengan ini" gumam Jimin dengan smirk liciknya
Kemudian terlintas di pikirannya sosok Yoongi yang menggunakan kemeja Jimin yang pasti kebesaran di tubuhnya. Ah ia jadi tidak sabar untuk melihat Yoongi memakainya
"Yoongi?" Panggil Jimin
"Aku disini Jimin" Balas yoongi yang sekarang sedang berdiri di depan foto keluarga Jimin
"Sedang apa kau disitu?" Tanya Jimin
"Hanya melihat-lihat. Ngomong-ngomong appa mu sangat tampan yah?" Ujar Yoongi yang masih saja menatap foto keluarga Jimin
Jimin merengut tak suka. Pasalnya ia tidak ingin bibir tipis yang ia cap menjadi miliknya itu memuji orang lain selain dirinya. Walaupun itu appanya sendiri
(Dasar anak durhaka)
"Tapi kau juga tak kalah tampan disini" Ujar Yoongi dengan malu-malu
Jimin yang masih sibuk dengan pemikirannya itu segera menoleh menatap Yoongi yang masih menatap benda mati itu. Yoongi memujinya? Padahal dalam foto itu Jimin berpenampilan nerd seperti biasanya. Jimin memang sengaja membuat foto keluarga dengan penampilan seperti itu. berpikir mungkin ia akan menggantinya jika ia dan Yoongi sudah menikah/?
"Terima kasih Yoongi. Dan ini baju yang bisa kau pakai" Ujar Jimin sambil menyerahkan Kemeja tersebut
"Baiklah. Kalau begitu aku mandi dulu" Yoongi kemudian berlalu dari hadapan Jimin untuk mandi dan tak lupa ia membawa kemeja yang di belikan Jimin padanya. Tapi belum sempat ia berjalan lebih jauh, ia berbalik pada Jimin dan bertanya
"Oh yah Jim, aku mandi dimana yah?" Tanya Yoongi sambil menggaruk belakang kepalanya yang bahkan tidak gatal sama sekali
"Hahaha kau ini lucu sekali. Kau bisa mandi di kamar ku" Ujar Jimin dengan gemas melihat tingkah Yoongi
"Baiklah" Ujar Yoongi kemudian bergegas menuju kamar Yoongi membersihkan tubuhnya Jimin membuat dua gelas coklat hangat untuk menghangatkan tubuh mereka yang terkena hujan. Jimin sedang menunggu yoongi di dalam kamarnya dengan membawa coklat panas itu di tangannya.
"Jimin..." cicit Yoongi yang baru saja keluar dari kamar mandi
Jimin yang sedang fokus pada benda persegi yang di sebut handpone yang berada di tangannya sontak mengalihkan perhatiannya untuk melihat Yoongi dan Jimin berani bersumpah jika matanya bisa-bisa keluar saat itu juga jika melihat penampilan Yoongi saat ini kemeja kebesaran milik jimin yang bahkan sangat kebesaran di tubuhnya hingga membuat bahunya sedikit terlihat dan juga kemeja itu tidak sampai menutupi paha Yoongi yang tak kalah indah dengan paha yeoja yang ada di luar sana. Oh jangan lupakan rambutnya yang setengah basah itu.
"Yoongi..."
TBC
FF ini sebenarnya udah sampai chapter 5 di laptop wkwk
tapi di postnya satu/satu ya^^
Mimin bakal usahakan update secepatnya, semampu mimin aja
Kelanjutan ff ini tergantung dari Review kalian loh
Jangan cuma baca, tinggalin jejak juga
Thanks buat yang udah Review/follow/fav di chap sebelumnya^^
Budayakan RnR!
See You :)
P.S : Yang mau ngasih saran atau mau kasih ide cerita baru bisa kontak mimin disini (D1513A56)
