Temanku Bukanlah Temanku "part2"
SUMMARY: A NaruHina fic, presented by Hinata-Maestro
DISCLAIMER: Masashi Kishimoto
MAIN CHARACTER: Naruto and Hinata.
RATING: T
GENRE: Romance/Hurt/Comfort
LANGUAGE: Indonesian
Semua hanya diam dan menatap Sakura dengan tatapan benci dan tiba2 dengan gerakan kilat "BUK" diapun meninju dada Hinata. Semua kaget! Sakura hanya tersenyum melihat mulut Hinata terus-menerus memuntahkan darah. Iapun langsung mencekik lehernya. Shikamaru yang melihat itu buru-buru menggunakan jurus pengikat bayang. Tanpa belas kasih Tsunade, dia langsung menikam Sakura hingga dia jatuh terlontar merobohkan tembok.
"Sakura…"
"Dia benar-benar telah gila…"
"Naruto…"
"Ketua Tsunade lupakan dia! Keadaan Hinata tampak parah!"
Tsunade langsung beralih pada Hinata.
"Gawat! Shizune cepat panggil 12 ninja dokter!"
"Baik!"
"Kalian keluar dulu! Operasi akan segera dimulai. Ino kau bantu aku!"
"Siap!"
"…"
"Naruto,.. Ayo keluar!"
Kibapun kaget melihat mata Naruto telah berubah menjadi warna kuning. Tampa disadar dia sekarang dalam mode sage. Tangannyapun tiba-tiba mulai mengeluarkan rasengan.
"Naruto! Guru Kakashi!"
Kakashi yg melihat Naruto dalam keadaan tak sadar lekas mengeluarkan jurus mata mangekyo sharingannya.
"Ini gawat! Semua cepat menyingkir!"
"Lalu Hinata?"
"Apa? Kenapa jadi begini?"
Keadaan jadi serba bingung diantara chakra Naruto yang mengebu-gebu keluar dari tubuhnya.
"Aku… tidak bisa memaafkan orang yang menyakiti orang yang ku cintai…"
"Cintai…?"
"…."
"Hinata…"
Naruto langsung berlari ke arah Sakura dan merasengannya.
"Mati kau… TEMAN"
DUUUAAAARRRRRRRRR!
…..XxX,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Untuk ke 2 kalinya Naruto mengatakan kalimat tadi. Dia benar-benar tak bisa memaafkan seseorang yang menyakiti Hinata orang yang mencintainya… sekaligus dia cintai.
Choji yang ketakutan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya yang besar.
Tiba-tiba…
"Dimana ini?"
Sebuah ruangan lain… yang jelas bukan kediaman Hyuuga Mansion.
"(kelelahan) Untunglah sempat, jika tidak entah apa jadinya?"
"Sampai seperti itukah…? Bagaimana dengan Sakura?"
Kakashi hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"… Lupakan saja dia… bagaimana dengan Naruto sendiri?"
"2atakan Kiba! Kalian ku beri tugas menjemput Naruto!"
"SIAP"
"SIAP"
2atakan Kibapun secepatnya meninggalkan ruangan dan berlari menuju tempat Naruto berada.
Ditengan perjalanan…
"Akhirnya begini ya…."
Kibapun menoleh ke Sai.
"…"
"Padahal aku…"
"Aku apa?"
"Tidak Narutolah yang pantas memiliki Hinata"
"Maksudmu?"
Awalnya aku juga menyukai Hinata. Sebenarnya baru seminggu yang lalu. Tapi…"
"?"
"Kau, Shino, Neji, bahkan Kabutopun ikut menyukainya dan aku sadar aku tak pantas memilikinya… karena, aku tahu Hinata bukan mencintaiku melainkan mencintai orang yang justru tak mencintainya…"
"…"
"Tapi… itu salah! Sebaliknya orang itulah yang justru sangat mencintai Hinata. Dialah, sie Naruto Uzumaki."
"Heh… Jangan kau 2atakana kau membacanya dari buku?"
"(smile) Sayangnya itu tidak benar…"
"?"
"Karena… Peristiwa itu sudah kualami sendiri."
" "
10 menit setelah perjalanan akhirnya 2 pemuda ninja itu sampai di tempat kejadian. Tempat yang sungguh berbeda. Pondasi rumah klan Hyuuga yang terkenal kokoh itu dengan mudahnya terporak-poranda. Atap-atap genting hancur lebur, berbaur dengan lantai ubin yang telah pecah terlebih dulu.
"I… ini tidak mungkin!"
"Naruto…"
Kibapun memalingkan wajahnya langsung kearah timur. Tampak disebelah berdiri seorang remaja shinobi yang tak lain dan tak bukan Naruto Uzumaki. Dengan cepat Kiba dan Sai langsung menghampirinya.
"Naruto…"
"Apa aku? Apa aku masih bisa dikatakan seorang teman? Jika, benar? Apakah dengan membunuh teman…"
Air matapun mulai mengalir membasahi pipi lelaki keturunan Hokage ke 4 itu. Wajahnya tampak sangat sedih dan bersalah. Dia hanya bisa menundukkan wajah malu akan perlakuanya pada 2 orang sahabat yang sangat ia sayangi tapi keduanya telah mati ditangannya sendiri.
"Aku benar-benar orang yang tidak bisa melindungi sahabat!"
"Bodoh! Bukankah kau membunuh teman yang ingin membunuh orang yang kau cintai! Lalu, kaupun telah melindungi teman yang sangat berharga bagi semua yaitu Hinata."
"(kaget) Kiba…!"
"Karena teman yang sesungguhnya adalah teman yang rela melindungi teman dari teman yang ingin menyakiti teman yang selalu ingin melindungi diri kita."
Kiba hanya bisa tersenyum mendengar perkataan yang baru saja terucap dari mulut Sai. Sedangkan Naruto, wajahnyapun mulai tampak kembali ceria. Iapun mulai menghapus beberapa butir cairan bening dari kedua kelopak matanya.
"Terima kasih teman…"
*BRUK* Narutopun langsung jatuh tidak sadarkan diri.
"NARUTO!"
"Dia kenapa?"
…..XxX,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Cahaya matahari tampak menembus kaca jendela yang telah terbuka. Hembusan angin meniup korden yang tepat berada ditengah 2 ranjang rumah sakit. Salah seorang dari mereka tersadar. Menampakkan 2 bola mata biru langit. Ia angkat tangannya yang masih tertempel selang. Matanya melirik ke samping. Seorang gadis yang dia kenal. Tertidur nyanyak disebelahnya. Tangan lelaki itupun mulai meraih tangan gadis disampingnya itu. Ia gengam telapak si gadis erat2.
"Hinata…"
Air matapun lagi2 mengalir dari bola matanya.
"Hinata… sadarlah… kenapa? Kenapa?"
"Kenapa apa Naruto?"
Naruto yang kaget langsung menatap wajah Hinata bola mata putih yang tampak berkilau sekarang berbalik menatapnya. Wajah cantik dan senyum manis. Air matapun semakin deras banjir dari lelaki itu.
"(kaget) Ke… Kenapa kau malah menangis Naruto?"
Narutopun langsung bangkit berdiri dari ranjangnya. Ia cabut selang2 yang menempel di seluruh bagian tubuhnya begitu saja. Lelaki kyubi itupun langsung memeluk tubuh mungil Hinata. Tampa memperdulikan kalau posisi Hinata saat itu masih berbaring.
"Kenapa? Itu karena aku terlalu bahagia! Makanya aku menitihkan air mata my sweet heart"
"Cukup Naruto! Hentikan! Jangan memelukku begini! Aku mudah geli…!"
"Mudah geli"
Hinata hanya bisa menolehkan wajahnya dari tatap indah mata safir milik Naruto di ikuti semurat pink yang khas ia miliki *blushing* bagaimana tidak malu? Wajah Naruto tepat 5 Cm di depan wajahnya.
"Baiklah…"
"?"
"Aku yakin kalau ku lakukan ini kau pasti takkan geli!"
*SMOOCH* mulut mereka saling terkunci. First kiss antara mereka berdua *yah… walau ciuman pertama Hinata itu Kiba dan Naruto adalah Sasuke… tapi Naruto kissing Hinata… aRRRRkkHHH itu yang pertama kali selama sejarah ninja ada!
"Bagaimana?"
Hinata hanya diam melotot.
'Na… Naruto… men… menciumku?'
"Hinata? Hinata kau dengar aku, kan?"
'Ini mimpi pasti mimpi!... ta… tapi…'
"Kamu kenapa sayang? Hallo Hinata?"
'Kalau bukan… ba… bagaimana?'
"?"
'Tadi benar2 kenyataan ataukah…'
"(smile) Masih kurang ya? Kalau gitu biar aku cium lagi ya, cantik?"
"AaaaRRrrrRHhhhHHKkkkKKK!"
Hinata telah tewas seketika… eh pingsan…. Klw Hinata mati sekarang nggak asyik nie story :P Naruto yang kagetnya bukan main masih terus menutup kedua telingannya.
"HINATA! Kau kenapa? Hinata! Kalau begini jadinya aku tak akan menciummu "
GUBRAK!
Pintupun didobrak. Membuatnya langsung jebol. Wajah Naruto langsung membiru pucat. Tiga pria berwajah *killer bee* menghadangnya didepan pintu.
"Apa yang kau lakukan pada adikku?"
"Hingga membuatnya berteriak?"
"Lalu posisi apa itu?"
Tanya sekaligus bentak Neji kakak sepupu Hinata, Kiba cowok yang selama ini selalu ngincer Hinata, dan Hiashi Babenya Hinata secara berurutan.
"Posisi?"
Naruto yang baru sadar posisinya saat itu berada di atas Hinata (menduduki paha Hinata) Naruto jelas kaget dan langsung melompat turun dari atas perut Hinata.
"Bu… Bukan! I… Ini Cuma salah paham! Tadi aku Cuma menciumnya tak lebih. Sungguh!"
Naruto langsung menutup mulutnya kaget. Ia sadar mengucapkan kata yang tak seharunya ia ucapkan. That's kiss xD
"CIUMAN?"
"Bu... bukan… ta… tapi… emm, pelukan!"
"PELUKAN?"
"ARKH! BUKAN!"
"Sudah CUKUP!"
Naruto langsung lari lompat ke luar jendela. Eh… sempat-sempatnya ia gendong Hinata buat di bawa lari. Naruto langsung lari secepat kilat *untung dia punya kelebihan lari kilat dari almarhum Ayahnya* Tiba-tiba dari arah depan berpuluh2 orang tepat berada di atas genting… puluhan mata putih…. Dari arah barat… timur… dan selatanpun sama aja… tampa disadar Naruto telah memasuki genting pusat clan Hyuuga.
Naruto semakin kacau saja. Dia tidak bisa berlari kemana-mana lagi. Dia terkepung diantara beratus-ratus pasang mata tampa pupil.
Tiba-tiba Hinata sadar dari gendongan Naruto.
"Naruto… dimana kita sekarang?"
"Hinata… Kalau aku masih di izinkan hidup untuk besok. Aku berjanji akan melamarmu."
"Kenapa kau mengatakan itu Naruto? Kau seperti mau mati saja!"
Narutopun langsung menurunkan Hinata dari gendongannya. Betapa kagetnya Hinata karena ia sekarang berada di atas atap… tapi yang paling ia kagetkan bukan itu. Melainkan… semua klannya menatap Naruto dengan tatapan ingin membunuh… *jelas mata byakugan mereka timbul*
"A… Ada apa ini Naruto?"
Naruto hanya bisa tersenyum pasrah… ia tatap langit yang se-akan akan tidak mau ikut campur dalam keadaannya saat itu.
"Tahu seperti ini… Aku akan melakukan hal di atas kata *LEBIH* terhadapmu Hinata…"
"Maksudmu…?"
"MATI KAU KLAN YONDAIME TERAKHIR!"
.
.
.
.
.
*Di alam sana*
Seorang pria berambut pantat ayam dan seorang waria eh… wanita berambut pink sedang asyik berbincang-bincang di temani segelas teh hijau hangat.
"Sepertinya kita bakal di datangi anak bodoh itu lagi!"
"Mau apa lagi? Sudah takdir…"
Sakura dan Sasukepun kembali meminum tehnya.
THE END ^_^v
Rada aneh y?
Bukan rada aneh lagi xD tapi emang aneh XP
xixixixixi… -_-" jujur sebenarnya ni fanfic bukan kayak gini… tapi waktu ngetik, tiba2 timbul ide nggak jelas begini xD wkwkwkwkw xD dr pd mubazir q ketik aja tuh ide xP
.
.
.
.
.
.
.
Naruto : T^T aku mati….
Hinata : T^T nggak jadi MARRY ma Naruto deh….
Sasuke : T^T Alam baka jadi rame gara2 si Dobe *Naruto* datang…
Sakura : T^T nggak bisa bermesraan berduaan dengan chayang Sasuke deh…
Kiba : T^T Hinata ku jangan nangis dong… kan masih ada pangeran Kiba
Maestro: T^T Kok, jadi gini sih endingx ?
Naruto, Hinata, Sasuke, Sakura, & Kiba : WTF! Ini semua gara2 u MAESTRO! :O
Maestro: o.O Eh…? Betul juga y… ^O^ wkwkwkwkw
Naruto : Rasengan Shuriken!
Hinata : Jyuuken!
Sasuke : Chidori Nagashi!
Sakura : Shannarou!
Kiba : Juushin Bunshin!
Lee : XD aku ikutan y… Urarenge!
Maestro: -_-" klw kalian gini ma q…. ntar q buat endingx tambah ancur loh… NaruSasu, KibaLee, & HinaSaku…. Apa kalian mau? xD
T^T all : GOMEN deh Maestro…. *nyembah2 Maestro 100x*
Maestro : wkwkwkwwk xD di sini Q lah yg berkuasa….. ^-^
Kiba & Lee : Tapi q tetep sedih coz Q g jadian ama siapa2 T^T
Maestro: ^^b *hug kiba & lee*
:-*….xP
