Disclaimer :
Semua pemain milik dirinya sendiri.
Cerita ini milik saya.
Lee Hyukjae adalah Suami saya.
Choi Siwon adalah appa saya dan Suami umma saya.
Choi Minho adalah oppa saya
Dibantai Reader
Warning :
Cerita abal, gejes, typo, membosankan, crack pair, author psiko dll.
Note:
Author sarap kembali dengan ff gejenya dan maaf belum bisa lanjut yang The Name of Love sama Never Ending Lovenya mungkin akan nyusul.
Nah bagi yang sudah baca ff saya Jika berkenan mohon ripiunya dan Flame kalau memang tidak berkenan.
Author juga minta maaf soalnya baru bisa publish cerita aneh ini.
Oke saya kasih tau ini ff ONESHOT jadi gak bakal panjang2an gitu.
Special buat semua Reader diffn.
Rate : terserah
Genre : terserah
Pair : Siwon x Eunhyuk
Yang gak suka boleh protes ini murni ide author, n pair yang ada dalam imajinasi author.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Let's start
"Hyuukie-ah!" Teriak sebuah suara menggelegar di rumah mewah tersebut. Di kamar paling ujung di koridor lantai dua, berdiri orang-orang penghuni rumah tersebut. Berjubel memenuhi jalan satu-satunya di pintu putih kamar tersebut.
Siwon berjalan tergesa begitu mendengar sebuah nama yang dipekikan tadi. Jantungnya bertalu-talu antara ingin tahu dan hawatir berbaur menjelma menjadi satu.
"Ada apa ini?" Itulah kalimat yanga mampu meluncur dari bibirnya saat memasuki kamar tunangannya tersebut.
Matanya lantas melotot kaget begitu mendapati orang yang dihawatirkannya kini berada di dalam gendongan pemuda tampan, yang tak lain adalah Minho. Adik kandungnya.
Dengan langkah lebar Siwon segera menghampiri Minho yang sepertinya sedang panic.
"Kenapa dia?" Tanpa basa-basi Siwon melontarkan pertanyaan itu.
"Entahlah hyung. Begitu aku masuk aku sudah menemukannya tergeletak tak sadarkan diri di kamar mandi!" jawab Minho panjang.
"Sekarang lebih baik kita bawa dia ke rumah sakit secepatnya hyung!" Setelah berkata demikian Minho segera memepercepat langkahnya. Dibelakangnya siwon menyusul dengan ekspresi yang sulit digambarkan.
%%%%%%%%%%%
Gerombolan orang-orang berseragam putih tengah sibuk membawa sesosok namja yang kini terbaring di atas ranjang dorong. Beberapa dari mereks terdapat dua namja tampan dengan raut yang sama kentaranya. Rasa panic dan hawatir menggerogoti mereka sampai ke ulu hati.
"Maaf, Anda tunggu di luar saja! Biar kami yang menangani pasien!" ucap seorang suster membuat keduanya harus berhenti berlari.
Ingin rasanya mereka menerobos masuk ruang bertuliskan ICU itu demi melihat keadaan orang terkasih. Namun apa daya, itu tak bias mereka lakukan.
"Ceritakan apa yang terjadi Minho!" Perintah Siwon tegas. Sementara sang adik yang sebenarnya juga tak mengerti kronologis kejadian tersebut ingin bersuara. Sekedar menyatakan pendapatnya yang ingin menolak.
Namun sayang, belum sempat suaranya beresonansi, perkataan Siwon berlanjut. "Sepengetahuan mu saja" tambahnya singkat.
Namun Minho berhasil menangkao maksud tersebut. Menghela nafas sebentar, Minho memulai bercerita sesuai dengan apa yang ia tau.
_FLASHBACK_
Seorang maid berdiri di depan pintu yang menjulang megah, sedari tadi ia menyuarakan suaranya yang lantang namun sopan. Hal itu mengundang rasa penasaran Minho akan apa yang terjadi.
"Ada apa?" Tanya Minho begitu ia berada di dekat maid tersebut.
Dengan sedikit ragu sang maid menjawab bahwa ia sedang membangunkan tuan muda Hyukjae, yang sayangnya sampai sekarang belum membuahkan hasil.
"Sudah 10 menit lebih saya mencoba membangukan Tuan muda Hyukjae, namunhasilnya nihil. Beliau tidak menjawab sama sekali. Padahal biasanya beliau sudah bangun sedari tadi Tuan." Terang sang maid panjang lebar.
Mendengar pernyataan tersebut kontan rasa penasaran Minho kian menjadi. Mendorongnya untuk sekedar melihat keadaan.
"Kau pergi saja, biar aku yang membangukannya." Begitu mendengar ucapan Tuan mudanya, maid itu pergi undur diri, sebelumnya ia sempat member hormat dengan wajah tersipu.
Langkah kaki Minho mengusik kesunyian di ruang yang di dominasi warna peach tersebut. Sedikit mengernyit bingung saat mendapati ruang tersebut sunyi dan dalam keadaan tidak terkunci.
"Apa Hyukkie tak pernah mengunci pintu yah?" Tanya Minho pada dirinya sendiri. "Ah tak masalah, yang penting aku harus melihat apa yang terjadi. Mendadak perasaanku jadi tak enak." Lanjut Minho sambil menyusuri ruangan minimalis itu.
"Hyukkie…." Panggil Minho yang sekiranya dapat didengar di seluruh penjuru ruang sepi itu. Tak ada jawaban.
Kaki Minho semakin melangkah ke dalam, matanya dengan awas menyorot sekitar. Namun sosok yang dicarinya itu tak ada dalam jangkauan pandangnya. Membuat rasa hawatir yang ada di hatinya semakin menyesakkan.
Perasaan itu kian menyusup tatkala sunyi menjadi alternatif jawaban mutlak. Berbagai pemikiran dan spekulasi buruk segera menari di benaknya.
Kini seluruh perhatiannya tertuju pada satu-satunya ruang yang belum terjamah olehnya. Kamar mandi.
Suara shower yang bergemericik membuatnya mempercepat langkah kakinya yang jenjang. "Hyukkie…." Panggilnya begitu berada di depan pintu kamar mandi.
Namun sekali lagi tak ada jawaban dari orang bersangkutan, hanya gemericik air yang senantiasa terdengar.
Tidak meneyerah. Minho terus memanggil nama tersebut, namun hasilnya tetap sama dan sama, bahkan saat ia mengulang untuk yang kesekian kalinya tetaplah sunyi yang menjadi jawaban tanpa sahutan itu.
Karena kesal dan penasaran yang kian memuncak di fantasi jiwanya, mau tak mau meminta Minho untuk menerobos masuk ruang kecil tesebut. Menepis berbagai macam pikiran aneh yang mengusik.
'Tapi kalau dia sedang mandi bagaimana? Apa aku harus tetap masuk? Dia kan calon kakak iparku? Apa sopan aku masuk kamar mandinya begitu saja? Apa Siwon hyung tidak akan marah?' berbagai pertanyaan melayang dalam pikiran seorang Cho Minho.
Tapi dornagn untuk menerjang masuk semakin besar. Sehingga memupuskan bahkan memusnahkan segala pemikiran yang sempat berkeliaran bebas dalam otaknya.
Matanya segera terbelalak begitu mendapati sosok Hyukjae yang tenga terbaring di lantai kamar mandi yang dingin itu. Dan dengan air yang mengguyur tubuhnya, belum lagi wajahnya yang pucat dan bibirnya yang memutih membuat rasa oanik segera menghampiri dan menjalari sekujur tubuhnya yang masih mematung.
"Hyukkie-ah!" Pekiknya spontan begitu kesadaran menghempaskannya pada kenyataan yang ada.
Dengan tergesa Minho mendekati sosok Hyukjae. Tangannya segera terulur untuk menyentuh malaikat rapuh itu. Yang didapatinya sungguh membuatnya ingin berteriak ria. Tangan itu terasa sangan dingin bahkan denyut nadinya melemah.
Gerakan cepatnya segera membawa tubuh yang tak sadarka diri tersebut dalam dekapan lengan kokohnya. Tak peduli lagi dengan bajunya yang akan ikut basah saat mulai membopong tubuh rapuh itu.
Yang ada dipirannya saat itu hanya menyelamatkan sosok yang hanya di balut piama mandi dalam dekapannya. Menyelamatkan orang yang baru dikenalnya namun dapat membuatnya melupakan masalahnya.
Orang yang baru dikenalnya yang sedikit banyak mengobati kepergian Taemin-nya. Yah kabar buruk tentang meninggalnya Taemin karena Kanker hati membuatnya terpaksa menerima kenyataan pahit itu.
Orang inilah yang baru kemarin dikenalnya dan dengan mudahnya memasuki hidupnya yang terobang-ambing. Membawa seorang Cho Minho yang ditinggal mati kekasihnya sebulan yang lalu bias tertawa. Yah walau tak ada yang tau bahwa Taemin telah tiada.
Tapi jujur sosok calon kakak iparnya inilah yang membuatnya tak bisa melupakan Taemin tapi bisa mengikhlaskan kepergiannya. Betapa beruntungnya Siwon. Itulah yang ada di benaknya saat pertama mengenal Hyukjae yang ceria dan mudah berbaur itu.
Tapi sayangnya Minho belum mengetahui apapun yang ada, ia belum tahu perjuangan seorang Hyukjae untuk sekedar menyentuh hati pangeran es Cho Siwon, ia juga belum mengerti batapa Siwon mencintai seorang Kim Hyukjae dengan segenap hatinya yang tersita dan bahkan melindunginya dibalik tudung kekeras hatiannya.
Minho belum mengetahuinya. Tapi cepat atau lambat ia pasti akan tau hal itu.
_END FLASHBACK_
Begitu Minho mengakhiri ceritanya, rasa bersalah segera menyelusup masuk dalam benak seorang Cho Siwon. Ia merasa tak berguna dan tak pantas untuk disebut sebagai seorang tunangan.
Bagaimana tidak, ia bahkan tak pernah bias melindungi orang yang amat berharga dan amat disayanginya itu.
Ia tak pernah menunjukkan rasa cintanya pada Hyukjae-nya yang ada malah sebaliknya, Hyukjae lah yang tanpa yang tanpa lelah dan tak ada habisnya memberikan rasa cinta padanya. Bahkan ia tak peduli jika Siwon sama sekali tidak pernah menanggapi.
"Hyung, kenapa melamun saja?" Minho kembali menyadarkan kakaknya untuk kembali berpijak pada realita yang sempat terlupakan.
%%%%%%%%%%%
Ruang bertuliskan ICU itu masih senantiasa sunyi, belum ada tanda-tanda yang akan menunjukkan kabar baik yang dinanti dua namja tampan itu. Dalam kecemasan yang menyerobot masuk ke dalam sanubari, tak dapat tersudahi oleh semilir angin yang akan membewa pergi.
Namun kini angan dan harapan itu tak lagi emnjadi sia-sia, dokter yang ditemani beberapa suster telah keluar dari ruangan bernuansa putih tersebut. Wajah mereka mengisyaratkan kecemasan dan kelegaan disaat yang bersamaan, membuat kedua kakak adik tersebut berpikir bingung.
"Bagaimana keadaannya dok?" keduanya bertanya bersamaan. Dan hal itu membuat sang dokter tersenyum maklum, melihat kehawatiran dari kedua pewaris kerajaan bisnis game yang mendunia itu.
"Begini, lebih baik kita bicarakan semuanya di ruang kerja saya saja. Mari!" Ajak dokter dengan nametag Zhoumi tersebut pada dua namja di depannya dengan lembut. Sementara kedua namja tadi hanya mengikuti dalam diam.
Sesampainya di ruang kerja dokter Zhoumi yang lumayan nyaman itu, keduanya dipersilahkan duduk di kursi yang telah disediakan.
Suasana hening sedikit banyak telah memberikan impuls-impuls ketegangan dalam pembicaraan dua lawan satu di ruangan yang didominasi warna putih tersebut.
Menyadari hal tersebut sang dokter mencoba mencairkan suasana dengan jalan membuka suara terlebih dulu.
"Sebelumnya saya ingin tahu kejadian awal yang menimpa pasien itu seperti apa? Mungkin ada yang bias menjelaskannya pada saya." Pintanya masih dengan etika dan tingkat keprofesionalan yang tinggi.
Masih belum ada jawaban untuk waktu beberapa detik, namun secara tiba-tiba salah satu dari kedua namja tersebut mulai membuka suara untuk bercerita, menceritakan segala kronolois yang ia tau dan dari sudut pandangnya. Setidaknya mungkin dengan begini bias sedikit membantu analisa dokter dalam menangani Hyukjae. Pikirnya.
"Jadi begitu, tepat seperti diagnose saya, bahwa kondisi pasien bias menurun kapan saja." Ucapnya serius.
Hal tersebut memancing rasa penasaran pada diri dua orang yang ada di depannya.
"Maksud dokter?" pertanyaan itu cukup untuk mewakili ketidak-pahaman mereka dengan dengan maksud yang disampaikan sang dokter.
"Menurut cerita anda, pasien Kim Hyukjae sebelumnya telah mengalami luka yang cukup serius bukan?" kedua namja tampan yang merupakan saudara kandung itu mengangguk sebagai jawaban.
"Nah, sebenarnya luka-luka itu masih belum sembuh benar, beberapa luka memar masih membekas dan bahkan masih meninggalkan rasa sakit atau terasa nyeri. Apalagi luka memar yang ada dibagian punggung Nampak jelas kalau itu cukup parah." Dokter Zhoumi memberikan jeda dalam kalimatnya.
"Jika rasa sakit yang di timbulkannya kembali menyerang, maka akan sedikit demi sedikit mengurangi kesadaran seseorang. Apalagi jika rasa sakit itu tak dapat di tahan lagi." Kedua kakak-adik itu masih setia mendengarkan penjelasan dokter Zhoumi dengan persaan yang bercampur aduk.
"Jadi intinya, diagnose saya menyimpulkan bahwa tuan Kim Hyukjae pingsan karena suda tak dapat lagi menahan rasa sakit yang menderana. Dan setelah kami periksa ternyata pasien juga mengalami hipotermia ringan karena terlalu lama terguyur air dingin." Jeda dalam kalimatnya.
"Oleh karena itu tubuhnya menjadi dingin dan mengganggu system peredaran darah dalam tubuh pasien."
Baik Siwon maupun Minho kini menahan nafas. Begitu ia menghembuskannya terasa berat dan membakar paru-paru. Pernyataan dokter selanjutnya merupakan harapan untuk sedikit member angin kesegaran bagi kedua orang ini.
"Dia memang berhasil melewati masa kritisnya." Sedikit rasa lega mengobati sesak di dada yang kian membebani. Namun segala kebahagiaan tidak afdhol rasanya jika tidak diiringi rasa sakit bukan?
"Tapi tetap saja kondisinya masih lemah dan bahkan masih belum stabil."
Itulah kata-kata yang sebenarnya tak ingin di dengar oleh keduanya terutama Siwon. Karena bagaimanapun juga Siwon amat sangat tak ingin menyakiti orang yang dicintainya. Meski kadang rasa ia merasa ragu dengan segala cinta yang pernah ia rasakan.
Siwon bukan orang yang mudah melupakan masa lalu, mungkin itulah mengapa ia belum bias mengatakan apa yang ia rasa pada Hyukjae. Ia masih ragu. Karena sampai detik ini bayangan cinta di masa lalu masih belum juga terhapuskan.
Yah, belum terhapuskan. Walau mungkin Sooyoung bias sedikit demi sedikit terkikis seiring waktu. Apalagi kenyataan bahwa ia telah memiliki orang lain membuat perasaan Siwon tertutup untuk yeoja itu.
Tapi tidak untuk Hangeng, ia masih memikirkan cinta pertamanya itu. Dan intensitsnya terasa sama saat bersama Hyukjae. Apalagi dengan berada di dekat Hyukjae membuatnya semakin tak dapat menepis baying kerinduan pada pemuda China itu.
Sekali lagi, dilema telah menyerang pertahanan seorang Cho Siwon. Ia terjebak dalam kerinduan akan cinta pertamanya yang kini begaimana kabarnya ia tak tau. Dan juga keberadaan Hyukjae yang mencintainya dan dicintainya pula.
Mungkinkah waktu akan menjawab segala ketulusan seorang Hyukjae yang dengan sepenuh hati ingin menyentuh hati seorang Siwon?
Begitulah kalimat itu meluncur sebagaia penutup atas kabar yang disampaikan oleh dokter Zhoumi tersebut. Ternyata tak ada kabar baik selain kenyataan bahwa Hyukjae telah lolos dari masa kritisnya.
Namun kenyataan yang lain? Sungguh membuat seseorang ingin mengatakan bahwa ini hanyalah mimpi. Namun saying mimpi bahwa kondisi orang terkasih masih menurun adalah sebuah kenyataa.
%%%%%%%%%%%
Sekali lagi Siwon berpikir keras, menggunakan segala kepandaiannya yang ia punya untuk menerima segala kenyataan yang menghampiri.
Ini bukan sebuah de javu, karena memang sebelumnya ia benar-benar pernah mengalami hal yang sama.
Melihat sosok rapuh malaikatnyaa yang polos sedang tak sadarkan diri, dan dalam keadaan yang jauh dari kata baik-baik saja, membuatnya miris.
Begitu tak bergunanya-kah dirinya? Sebegitu tak becusnya-kah dirinya dalam melindungi permata berharga itu?
Ia pernah berpikir betapa bodohnya Hyukjae yang dengan tanpa pamrih mencintainya sepenuh hati.
Namun kini ia sadar, dirinyalah yang bodoh—jeongmal pabbo namja—karena ia berani mencintai tapi tak berani menunjukkan, dirinyalah pengecut itu.
Yang menggunakan alas an ingin melindungi tapi malah menyakiti. Ia benar-benar merasa tak pantas untuk berada di dekat Hyukjae. Ia merasa malu dengan dirinya sendiri.
"Hyukkie, ini pertama kalinya aku memanggil nama kecilmu, ini pertama kali aku memanggilmu tanpa embel-embel 'sshi'"
"Jujur aku tak tau harus bagaimana, tapi yang jelas aku bersumpah akan melindungimu, aku berjanji tak akan menyakitimu. Tapi kumohon maafkan aku yang tak bisa jujur tentang perasaan ini. Maafkan aku…"
"Ku mohon sadarlah Hyukkie, aku tau aku memang tak bisa menentukan perasaanku sendiri. Tapi.. aku tak bisa memungkiri bahwa aku juga tak bisa melepaskanmu begitu saja Hyukkie…"
Air mata perlahan merembes turun ke pipi Siwon, ia tak pernah menangis dalam beberapa tahun ini. Namun kini rasa rindunya pada air mata telah terobati.
Disinilah saksi bisu seorang Cho Siwon menangis di hadapan seorang Hyukjae, permatanya yang berharga.
Tak peduli pada apapun, kerena nyatanya ruang itu telah sunyi. Hanya ada dia yang sedang menangis dan Hyukjae yang terbaring lemah.
Lalu Minho? Ia pulang untuk mengabari kedua orang tua mereka. Dan karena kedua orang tua Hyukjae kini sedang ditugaskan ke Paris jadi mereka tak mengabarinya, takut membuat kecemasan pada Leeteuk, umma Hyukjae.
"Hyukkie….. saranghae." Ucap Siwon lirih sembari mencium kening Hyukjae dan kemudian turun ke bibir.
Ciuman yang sarat akan perasaan yang terpendam. Karena jika Hyukjae dalam keadaan sadar Siwon tak akan pernah berani melakukan hal itu.
"Semoga cepat sembuh Hyukkie-ku…."
%%%%%%%%%%
Catatan tambahan Auhor :::
Wohohohoho saya benar-benar minta maaf atas segala kesalahan fic saya!
Ini beneran ONE SHOT Cuma mau dibikin beberapa part gitu…
Yah kalo gak nggantung ntar gak penasaran n gak ada yang ripiu!
Tapi bukan itu kok alasannya. Kemarin beneran lupa…
Oke ini Symphoni 2 bukan sekuel tapi lanjutannya dari Symphoni 1…. N bakal usahain update buat last Symphoni….
Okeh maaf jika ini sangat buruk dan tidak memuaskan atau tambah membingungkan, tambah pendek, dan….. makin geje alurnya maaf….. karena ini perdana saya…..
Okeh sekian cuap2 gak penting author…
Sekarang waktunya balas ripiu
Tanpa Nama (Mian saya tidak tau nama Anda karena tidak tertulis dalam review)
From me :
Ini tetep ONE SHOT yang ber part…. Ini hamper bersatu loh! Tapi lihat di Symphoni selanjutnya. Mungkin bakal jadi last Symphoni..
Yah maaf kalo end yang Symphoni 1 sangat gantung….. benar Siwon emang cemburu disini… tapi sekedarnya…
Part ini emang sengaja pendek buat mempercepat update biar reader gak penasaran!
Terima kasih banyak atas segala ripiunya n makasih juga atas pujiannya.
Padahal epep saya masih abal tapi ada yang suka juga.. gomawoooooo! Ditunggu ripiunya n kasih nama juga yah biar lebih akrab!
Nikwon
From me :
Yang terjadi pada Siwon n Hyukkie?
Sejauh ini masih seperti di atas sih! Hahaha
Masih ada last Symphoni kok
Dan author usahain panjang deh!
Seperti yang author bilang ini sengaja pendek biar bisa cepet update n maaf jika mengecewakan part ini!
Udah saya lanjut kan?
Moga Nikwon-Ya senang….
Gomawooooo…. Jeongmal gomawo atas ripiunya…
Jangan lupa ripiu lagi… SIHYUK akan saya buat indah pada waktunya jika feel saya gak ilang!
Lupe
From me :
Salam kenal Lupe-Ya…
Oke nama Author sebenarnya Hyukkie Akira tapi umumnya panggil Akira ato Kira masih 17 th.
Wah lagi seru yahhhhhhhh! Maaf banget gak maksud mau motong disitu koko!
Cuma kemaren dapat idenya Cuma segitu…
Sebenarnya ini mau tak buat End di Symphoni 2 tapi gak jadi masih ad aide buat bikin lastnya ntar…
Hehehe sekarang udah update moga senang dengan ff saya yang abal bin geje kayak yang buat ini…
Gomawo ripiunya… di tunggu lagi jejaknya buat part ini
Onyo
From me :
Yupz Onyo kan setia sama epep geje author apalagi dulu kalo gak salah seneng baget sama scene SIHYUK
Ini author buat untuk di dedikasikan pada seluruh pecinta crack pair dan SIHYUK Shipper….
Yupz aku tanggung jawab deh ini udah dilanjut di Symphoni 2 kan?
Akau author usahakan buat mereka merasa bahagia jika waktunya tiba…
Yah namanya juga ONESHOT jadi gak mungkin banyak2
Mungkin 1 part lagi bakal end..
Yupz udah lanjut ini epep
Mian menunggu lama, dan maaf lok bikin penasaran
Mungkin part ini agak penjek, geje dan abal sekali..
Namun dengan hormat author ucapkan makasih atas ripiunya dan…. RnR lagi yah!
Yoon Han Sun
From me :
Annyeong salam kenal…
Wah yang benar itu?
Perasaan epep saya adalah epep paling tidak bermutu se screenplays deh!
Tapi makasih banyak udah menyukai epep ini!
^Nangis Bombai^
Yayayay udah saya lanjutkan ini epep meski dikit tapi beneran akan jadi ONESHOT yang ada part nya!
Oh syukurklah ada yang suka pair ini…
Iyah Hyukkie kan cowok polos yang imut bin manis cocok untuk di siksa apalagi authornya psikopat kayak saya..
Gomawo atas ripiunya…
Sungguh sangat membantu saya dalam berkarya.
Hahaha…
Gomawo ripiunya n RnR lagi yah!
Maki Kisaragi
From me :
Annyeong unnieku yang cantik yang paling kurindukan!
Hehehehe emang aku pengen buat unnie gelundungan gitu kan jarang2!
^Dibantai Black Maki^
Hahaha iyah appa angkat unnie n appa kandungku itu lagi cemburu sama adiknya ndiri dalam memperebutkan suamiku!
Padahal jelas2 aku yang bakal menang sih!
Oke maaf kalo kemaren bikin penasaran…
Ini udah di kasih sedikit obat penasarannya unnie!
Wadau aku udah lama gak kef fn cos sibuk sih!
Oiya unnie gomawo atas ripiunya…
SIHYUK enaknya disatukan apa gak yah?
Hehehe RnR yah unnie! Makasih….
Shiori and Shiroi
From me :
Aku juga makin cinta kalian…
Yah seperti harapan kalian ini ONESHOT(S)
Hehehehe
Yupz gak maksa kog ini mah udah ide saya Cuma part ini mang sengajja di buat pendek gitu…
Wah makasih idenya masak keren sih?
keren ide kalian kok!
Oia kapan mau apdet epep?
Lagi banyak ulangan yah? Sama lah denganku!
Hehehe ini juga masih belajar makanya butuh banget ripiu dari reader semua!
Wah gomawo udah setia sama epep abal bin geje punyaku!
Oke Symphoni 2 udah terbit!
Selamat menikmati n mian ini agak mbulet n gak jelas!
Sekali lagi gomawo RnR yah!
SIHYUK Hurray!
Kim JaeNa
From me :
Yang terjadi pada Hyukkie n Siwonnie adalah?
Adalah….
Adalah….
Belum terjadi apa2..
Ini chap pendek buat update cepat ajah sebelum ulangan…
Oh maaf kalo gantung!
Gak segitu ajah Kok JaeNa-sshi ini masih Symphoni 2…
Belum ke lastnya…
Bukan End juga bukan TBC soalnya ini ONESHOT yang saya bikin beberapa part!
Tapi tenang bakal cepet selesai kok!
Ini bukan multichap kok!
Oke ini udah lanjut loh!
Gomawo ripiunya n RnR yah!
Ika UzumakiTeukHyukkie
From me :
Oke ini bukan sekuel loh ini masih dalam satu shot Cuma partnya ajah yang kedua!
Suka SIHYUK kah?
Hm author sebenarnya suka semua pair yang ada Hyukkie-uke nya!
Hm mian kalo sebelumnya udah bikin penasaran
Apalagi kalo bikin bingung dengan ceritanya!
Tapi Symphoni ke 2 ini tergolong paling pendek!
Setidaknya member gambaran reader gimana kedepannya!
Gomawo ripiunya RnR lagi yah!
FujoshIchiHitsu HyukkiELFish
From me :
Oke boleh2 saja kok unnie!
Lagi pula udah banyak yang manggil aku akira-chan jadi gapapa!
Ini tetep OneShot tapi dijadikan beberapa part!
Untuk sekuelnya tunggu ini END dulu yah unnie!
Hmmm ini udah ada lanjutannya biar gak gantung gitu!
Iya ini Symphoni 2 mang dikit.
Ditunjukkan untuk member gambaran part selanjutnya
Maaf lok abal n geje tapi last Symphoni di usahakan cepat kalo gak ada ulangan!
Yupz happy reading!
Salam kenal!
Gomawo atar RnRnya yah unnie!
