Kyaaaaaaaaaaaa chap 2 is up...
Hehehe :-D
Saya mengadaptasi crita ini dari Novel yang saya baca yaitu Cintai Gue Kalo Berani...
Pairing : IchiRuki *coz banyak yang suka (termasuk saya sendiri)*
Disclaimer : BLEACH punya kang Tite Kubo bukan punya saya, saya tidak bisa membayangkan jika BLEACH ada di genggaman saya! Gagagagaga
CGKB hanya punya Ririn Senpai.
Rated : T
Genre : FiendShip, Romance (Mungkin)
Warning : OOC, Gaje, Typo (s), Alur agak cepet
Don't Like Don't Read
HAPPY READING
Chapter 2
MEETING 1
"Ryoga!" panggilan yang dari tadi dilontarkan tidak dipedulikan sama sekali oleh Ryoga yang sedari tadi tengah bermain basket disalah satu tempat permainan di Karakura Departement Store.
Dengan tinggi badan 160 cm, Ryoga cukup mudah memasukkan bola basket ke dalam ring. Ketiga temannya yang ingin bermainpun geram gara-gara dia tidak mau berhenti. Mereka sudah menunggu hampir satu jam, untuk bermain basket karena di mana-mana permainan ini ramai digunakan oleh orang.
"Udah ah... gue capek, nih bolanya!" ucap Ryoga sambil melempar bolanya ke salah satu temannya.
"Nah, gitu donk masak dari tadi loe terus yang main kan kita juga ingin latihan," kata Ggio teman Ryoga dengan agak kesal.
"Iya iya maafin gue, yaudah sana kalian main. Gue nunggu di kursi sebelah sana ya." Ucap Ryoga
"Ok brow," jawab Ashido.
Ryoga berjalan menuju kursi yang tadi ditunjuknya. Dia memandangi teman-temanya yang asyik bermain basket sambil meminum satu gelas orange jus yang sebelumnya dia bawa dari rumah.
"Hai cantik!" tiba-tiba terdengar teguran di dekat Ryoga.
Tanpa disadari seorang cowok dengan kaos lengan pendek dan celana jeans hitam sudah berada di sebelah Ryoga spontan dia nengok ke heranan ke arah cowok itu. Agak bingung siapa yang disapa oleh cowok itu. Ryoga celingukan.
"Loe ngomong sama siapa?" tanya Ryoga heran.
"Ya sama loe lah!" jawabnya.
Mendengar jawaban dari cowok itu, Ryoga nggak bisa nahan tawanya. Si cowok mengerutkan keningnya, sekarang keadaan berbalik si cowok yang di bikin bingung.
"Kenapa loe malah ketawa? Gila ya loe!" sambung cowok itu dengan nada penuh heran.
"Nggak papa. Cuma lucu aja." Ryoga mencoba menahan tawanya.
"Loe memang bukan orang pertama yang manggil gue itu cantik. Tapi tetep aja lucu. Sorry sayangnya gue itu cowok!" jelasnya.
"Haaah loe cowok? Tapi bukannya loe..." cowok itu menelan kembali kata-katanya yang hampir terucap.
Dia mulai memastikan, memperhatikan Ryoga dari atas sampai bawah. Ryoga memiliki rambut yang sedikit di atas bahu dan agak berantakan. Model rambutnya ala Harajuku banget tapi cocok dengan wajahnya yang imut. Bajunya dipenuhi tulisan di bagian depannya dan celana hitam yang panjang.
"Yap, gue itu CO- WOK!" jawab Ryoga puas setelah melihat cowok itu kebingungan dan mulai salting.
"Ok, langsung aja. Sebenernya tujuan gue bukan pingin godain cewek yang ternyata cowok. Gue mau ngajakin loe join sama gue!" katanya.
"Hm," Ryoga hanya ber'hm' saja
"Tadi gue perhatiin loe main basketnya jago. Loe pemain basket ya?" tanya si cowok.
"Ya begitulah!" jawabnya enteng.
"Gimana kalo kita tanding?"
Ryoga diam aja nggak menjawab pertanyaan cowok tersebut.
"Loe mau nggak?" tanyanya lagi.
"Siapa loe, siapa gue..." jawab Ryoga cuek dan sok jual mahal.
"Emang gue cowok panggilan apa. Disamperin orang yang nggak jelas asal-usulnya terus ngikut aja. Sorry yaa!" imbuhnya.
"Sori.. sori, gue lupa. Nama gue Ichigo." Tangan kanannya terulur ke arah Ryoga sambil senyum.
"Ryoga." balasnya menyambut uluran tangan Ichigo yang baru dia kenal.
Ryoga sengaja menggenggam tangan Ichigo agak keras. Niatnya sih cuma iseng, tapi Ichigo malah menyambutnya dengan menggenggam lebih keras.
"Auw!" teriak Ryoga, lalu buru-buru melepaskan tangannya.
"Kayaknya nggak cuma tampang aja yang cantik, kelakuan loe juga hampir sama. Kayak CEWEK!" ledek Ichigo.
Rukia yang tadi pasang wajah biasa langsung berubah merengut setelah mendengar ledekan si Ichigo.
"Duh... baru dikatain gitu aja langsung ngambek. Tambah kayak cewek aja loe! Tunjukin ke gue kalo loe itu cowok, " tantang Ichigo.
"Ok, kalo loe pingin gue tanding basket sama loe. Cepetan gue terima tantangan loe!" kata Ryoga dengan wajah yang masih kesal.
"Nah, gitu dong!"
Plok! tangan Ichigo menepuk pantat Ryoga dari belakang. Ryoga terhenti. Menatap Ichigo dengan deathglare yang di jamin nakutin. Kayaknya semua tingkah laku Ichigo berhasil memancing kemarahan Ryoga deh.
"Heh, loe gila yaa?" bentak Ryoga kepada Ichigo. Dan yang dibentak hanya tersenyum dengan senyuman nakal.
"Loh, kita kan sama-sama cowok digituin aja marah. Nggak asyik banget deh. Itu kan salah satu salam perkenalan gue."
"E-ehm ya gue nggak seneng aja. Tolong jaga kelakuan loe ya rambut duren!" telunjuk Ryoga menunjuk ke arah Ichigo dengan nada mengancam.
"Wooow, takut..." kata Ichigo sambil ketawa-ketawa.
'Tadi dia ngatain gue apa? Rambut duren? Ledekan macam apa tuh!' batin Ichigo kemudian menyusul Ryoga.
;- ^-^ -;
"Permainannya gampang kok. Cuma siapa yang paling banyak masukin bola dalam waktu lima menit, dialah pemenangnya." Kata Ichigo.
Ryoga hanya diam tidak menjawab.
"Are you ready girl?"
Sekarang Ryoga tidak mengeluarkan bantahan. Tapi wajahnya masih cemberut mendengar kekonyolan Ichigo. Pikirnya, ini tidak akan lama hanya memasukkan bola terbanyak dan kemudian selesailah sudah urusannya dengan si rambut duren itu.
Ryoga mulai mengambil ancang-ancang untuk melempar. Dia melihat ke arah Ichigo yang sedang melakukan ancang-ancang juga. Begitu melihat muka Ichigo yang serius, nyali Ryoga langsung menciut. Tapi lama-kelamaan, Ryoga menyadari sesuatu yang lain. Sepertinya dia merasa mengenali wajah serius yang ada di depannya. Ragu-ragu, antara percaya dan tidak Ryoga mengerutkan kening dan memperhatikan sosok Ichigo.
"Hallo...!" ucap Ichigo mengagetkan Ryoga dengan suaranya yang keras dan melambai-lambaikan tangannya di depan muka Ryoga.
"Apaan sih loe!" kata Ryoga sambil menampik tangan Ichigo.
"Loe yang apaan, dari tadi ngeliatin gue sampe nggak kedip. Jangan-jangan..."
"Jangan-jangan apa...?"
"Jangan-jangan... loe suka sama gue! Gue maklumin kok, gue itu emang cakep jadi banyak yang suka sama gue. Sampai-sampai CO-WOK kayak loe juga suka sama gue," jawabnya narsis.
"Haaaaah, sori yaaa gue nggak tuh. Cepetan kita mulai!"
Persaingan pun dimulai. Mereka berdua langsung bermain dengan skor yang seimbang. Tapi pada menit ke tiga Ryoga tidak berhasil memasukan bola ke dalam ring. Tahu posisinya tidak aman kemudian dia berhenti dan melemparkan bola basketnya. Dan langsung nyamperin teman-temannya yang lagi asyik main bola basket juga.
"Eh, mau kemana loe?" tanya Ichigo. Pertanyaan Ichigo tidak digubris. Dia masih melangkah menuju teman-temannya.
"Pulang yuk!" ajak Ryoga begitu tiba di depan ketiga teman-temannya.
"Hah? Sarap loe ya?" tanya Hisagi.
"Kalo ngomong di pikir dulu dong!"kata Hisagi.
"Sori.. bukan maksud gue ngrusak acara maianan kalian. Tapi tiba-tiba aja gue badmood. Kalo kalian masih ingin main. Gue pulang duluan ya" pamit Ryoga, lalu melangkah pergi.
Ketiga temen Ryoga yang tadinya nggak mau ikut, tiba-tiba udah ngekor di belakangnya tanpa suara. Ternyata mereka terpakasa nurut gara-gara yang bawa mobil cuma Ryoga. Dari pada ngluarin uang lebih baik nebeng kan.
;- ^-^ -;
Sambil tiduran Ryoga mengingat wajah Ichigo yang diyakininya pernah dia kenal atau malah punya kenagan khusus di masa lalu. Tapi dimana? Ryoga berusaha keras mengingatnya. Setelah beberapa saat, Ryoga bergegas ke ruang perpustakaan keluarganya.
"Rukia, loe cari apaan?" tanya Hisana heran melihat kakak kembarnya tergesa-gesa mencari sesuatu di rak. Berbeda dengan Ryoga, Hisana bertubuh mungil, rambutnya lurus panjang, dan punya mata yang indah. Sifatnya juga beda banget, Hisana merupakan anak rumahan yang suka membaca dan memasak dia jarang banget keluyuran ke luar rumah. Nggak heran badannya putih mulus dan terawat.
"Aduuuuh, udah berapa kali gue bilang jangan panggil gue dengan nama itu lagi!" Ryoga menghentikan aktivitasnya dan menatap Hisana dengan tegas.
"Iya... iya... maafin gue. Emang loe nyari apaan sih?"
"Gue lagi nyari itu loh... album foto kita waktu SD," jawabnya sambil masih mencari-cari.
"Oh... kayaknya gue juga masih punya, loe mau pinjem punya gue?"
"Boleh."
Kemudian Hisana mencari di rak khusus miliknya. Tidak sampai satu menit Hisana sudah menemukan album tersebut dan memberikan kepada Niisan-nya.
Ryoga duduk bersila di atas sofa yang ada di ruang perpustakaan dan bersandar. Tangannya mulai membuka lembaran demi lembaran album foto tersebut. Ryoga tertawa geli melihat wajah teman-temannya dulu, walaupun nggak ada diantara mereka yang diingatnya. Hisana yang melihat Niisan-nya sedang asyik melihat-lihat album kemudian tertarik untuk ikut melihatnya.
"Hisana, loe masih inget nggak nama anak ini?" tunjuknya ke arah foto seorang anak cowok yang bisa dibilang paling cakep diantara cowok-cowok lain dikelasnya.
"Oh... itu kan namanya Ichigo.. Ichigo Kurosaki," jawab Hisana.
"Ichigo..." sebut Ryoga dengan wajah yang serius.
'Ichigo yang ini sama Ichigo yang tadi sama nggak yaa? Apa mungkin dia ada di Karakura? Apa Ichigo yang tadi merupakan sahabatku yang dulu di SD?' batin Ryoga.
Memang warna rambutnya mirip, meskipun ada beberapa perbedaan. Wajahnya nggak sepolos dulu, sekarang dia memiliki kerutan di dahinya. Terus Ichigo juga tidak memanggil nama Ryoga, kalo dia masih ingat kan harusnya manggil nama Ryoga, bukannya malah godain.
Mudah-mudahan ini hanya kemiripan warna rambut. Kalo memang mereka berdua orang yang sama, semoga Ichigo nggak ingat Ryoga sama sekali. Kalo sampai ingat bisa kacau semuanya.
"Rukia, eh salah maksud gue Ryoga tumben-tumbennya loe mau ngliat album SD?" tanya Hisana membuyarkan lamunan Ryoga.
"Gue cuma mau mastiin aja. Soalnya tadi di Karakura Depatement Store gue ketemu sama orang yang mirip Ichigo."
"Hah? nggak mungkin dia ada di Karakura!" kata Hisana kaget.
"Kalo memang ada di sini, loe bisa bahaya donk?" sambung Hisana.
"Nggak usah loe kasih tau, gue udah tau kok," jawab Ryoga sambil berjalan keluar.
Hisana berdiri dan memandangi awan sambil berpikir tentang Ichigo. Bahaya kalo si Ichigo masih mengingat memori waktu SD, terlebih lagi 'kejadian itu'.
TBC
Tunggu Chapter Berikutnya!
Balesan Review chap 1..
Anezaki Shihoudani-Sara : huhuhu iya bener,, Rukia kasian. Tapi tetep keren kan.. Aaah iya,, maaf aku salah liat.. hehehe terima kasih sudah mengingatkan dan terima kasih juga sudah me-riview Fic ini ^^ Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
kazushi kudo hatake : Ha'aH Rukia jadi cewek cantik pastinya. Hehehe temen cowoknya Rukia? Di chap ini sudah mulai terungkap. Ini udah up date. Makasih udah riview ^^. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
Tamagochi : terima kasih.. Iya maaf, aku akan coba berusaha memperbaikinya.. terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk me-riview ^^. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
Nakamura Chiaki : hehehe iya,, maaf aku salah liat yang benar memang Otousan. Terima kasih sudah mau me-riview^^ salam kenal juga. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
Zanpaku-nee : makasih.. di sini sudah sedikit terungkap sapa temen Rukia waktu kecil. Ini udah up date ^^. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
d3rin : hehehehe tapi sebenernya Byakuya nggak jahat kok... makasih udah mau riview ^^. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
Rukianonymous : terima kasih.. iya maaf,, waktu ngetik aku salah liat.. terima kasih sudah me-riview^^. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
Kokota : hehehe iya... terima kasih udah riview ^^. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
Corvusraven : makasih,, nih udah up date ^^. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
nenk rukiakate : hehehe terima kasih,, ini udah up date.. ^^ salam kenal juga. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
: terima kasih ^^. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
curio cherry : iya terima kasih udah riview ^^. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
Kyucchi : waduh.. masak sih? Temennya Kyucchi-san kisahnya hampir seperti ini. Kasian banget,, semoga nggak ada paksaan lagi yaa.. terima kasih udah riview^^. Jangan segan-segan untuk me-riview lagi..
JANGAN LUPA RIVIEW YAAA
