Nagi : Wah, lama banget kita ga ngelanjutin ini fic, rasanya pengen lanjut lagi…
Scarlet : Gimana kalo kita balesin reviewnya dulu?
.
Pertama, dari mbak wind scarlett :
Harusnya jangan pernah meremehkan kekuatan prolog, karena dari chapter pertama para pembaca sudah bisa mengira inti ceritanya. Menurut gw jangan2 kisahnya bakalan mirip sama kisah pendahulunya... dan emang gak jauh beda.
Beda dari kisah pendahulunya sih, kehadiran Shin Kamiya di sini kurang menggigit. Bukan kenapa-napa, banyak yang gak nge-fans kali ya sama dy? *gw sih tetap Kazuya-sama* Lagian, temanya apa nih? Klo sekedar merasakan punya kakak ganteng mah terlalu biasa, wkwkwkwk... secara ade gw juga pada ganteng2 *gak nanya*
Selebihnya, tolong diedit typo dan hal2 kecil lainnya biar enak dibaca. Lagian sebenarnya itu Scarlett apa Scarlet? Jangan plin-plan soal namanya dong. Jadi bingung ini self-insert kok nanggung namanya.
Konfliknya belom ada, jadi blom menarik nih. Mendingan klo di prolog udah diksih masalah/kasus biar orang penasaran. Okeh, sekali lagi, Tekken tuh fandom pinggiran abis, gak bakalan banyak yang baca, jadi bersabar ajalah. *kecuali klo mau belajar nulis pake English*
.
Nagi : Waduh, mbak. Makasih karena ngasi review yang bagus buat kita-kita
Scarlet : Kita emang ga ngasi masalah dulu karena ga ada ide buat lanjut. Sekarang baru muncul lagi gara-gara Manajer kita mimpiin dia
Nagi : cieee, nostalgia…
.
Lanjut, dari caren-chan :
Kenapa gk dilanjutin lagi Щ(ºДºЩ) padahal ceritanya bagus lhoo maklum lah aku kan tekken fans :D apalagi aku sewaktu nonton TBV sampe nangis nontonnya kepergian shin #apaan lagi -
Keep going I will support your tekken story (:
.
Nagi : Makasih, caren-chan! Kamu baik mau jadi fans kita…
Scarlet : Padahal fans kita masih kurang loh…
.
Last but not least, dari Gold-Sparkle :
UPDATE PLISS! :)
.
Nagi : Review yang singkat, namun padat dan jelas…
Scarlet : ini bukan puisi!
Nagi : Tanpa basa-basi, mari kita CEKIDOT!
.
Tekken : Blood Vengeance, belongs to Namco Bandai.
"Hall of Fame", made famous by The Script.
Chara : You-Know-Who #plak
Summary : Scarlet bertemu dengan sesosok lelaki jatuh dari langit bernama Shin Kamiya, atau lebih tepatnya seorang lelaki yang ingin bunuh diri dan mengaku sebagai saudaranya. Lalu, bagaimana reaksi Scarlet selanjutnya?
.
.
Nagi and Scarlet, presents…
.
If My Brother was… Shin Kamiya!
.
The Festival
"Kamiya-nii, aku tidak mengerti. Jika kau memang harus menjagaku, kenapa kau sendiri mau mencoba bunuh diri?", tanyaku pada lelaki yang sedang duduk di ranjangku. Seorang Shin kamiya yang jatuh dari langit.
"Kau tidak mengerti juga. Ada hal yang membuatku harus melakukan itu…", jawabnya dengan desahan seperti sedih atau merenung.
Aku mengingat kembali film yang kutonton kemarin bersama Nagi-san. Tepat pada bagian saat Xiaoyu mengintipnya mandi. Lalu kupandang lengan kirinya yang diperban. Ternyata benar, itu adalah sel M yang membuatnya tidak bisa mati dimakan usia alias awet muda hingga sekarang. Dia ingin menghilangkannya dengan mati karena kerusakan tubuhnya sendiri. Sungguh malang, tapi aku tidak tahu apa-apa tentang hal itu, karena setiap percobaan bunuh dirinya selalu gagal karena ditangkap orang lain.
"Begitu ya… Tapi, seharusnya ada hikmah dibalik semua kejadian itu", kataku menenangkan dirinya. "Tidak ada hal yang tidak memiliki pelajaran penting"
"Lalu apa hal penting itu? Semua orang pasti akan mati dan menjadi debu dimakan usia. Sementara aku… Aku melawan semuanya. Bertambah usiapun tidak!", katanya marah.
"Tidak ada yang tahu kematian, Kamiya-nii. Kau begini supaya kau bisa menjagaku dari ancaman yang akan kudapat karena kodratku sebagai perempuan. Kapanpun aku membutuhkanmu, kau akan tetap ada untukku"
"Tapi tetap saja aku akan tetap begini, sedangkan kau akan menua, menjadi debu, mati. Aku akan sendirian, Scarlet-chan…"
Aku sudah berusaha menenangkannya, tapi dia tetap membantah ucapanku. Aku merasa bersalah karena ucapanku sendiri.
"Baiklah, aku mau keluar sebentar…", kataku sambil meninggalkannya di ranjangku untuk beristirahat sementara waktu.
Aku memandangi foto-foto yang terpajang di ruang tamu. Semuanya fotoku dan terbingkai dengan indah. Namun ada satu foto yang aneh, sebuah foto yang menunjukkan saat aku dan Kamiya-nii berpegangan tangan di sebuah padang rumput yang luas. Foto itu terlihat persis seperti yang kugambar kemarin. Aku mengambil dan melepas foto itu dari bingkainya, kemudian kusimpan di saku bajuku. Semoga kenangan itu tidak hilang seperti gambarku yang hancur karena iler.
.
Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu rumahku. Aku membuka pintu tersebut. Tampak sosok perempuan dengan rambut pirang tergerai membawa tiga tiket di hadapanku.
"Nagi-san? Ada apa?", tanyaku padanya.
"Begini. Besok akan ada festival ulang tahun sekolah kita, bagaimana jika kamu dan kakakmu ikut menemaniku?", katanya kepadaku.
"Tapi, bukankah Nagi-san harus mengajak Kazama-kun? Dia kan pacarnya Nagi-san…", dalihku.
"Jin selalu sibuk dengan pekerjaannya mengurus perusahaan. Jadi, aku mau mengajak kalian saja…", katanya seraya menyerahkan tiketnya kepadaku.
"Ciyus? Miapah? Enelan?", tanyaku dengan bahasa alay.
"DEMI TUHAAAAAAAAAAAAN!", teriaknya dengan toak masjid hingga membangunkan Kamiya-nii di kamarku dan keluar untuk menemui kami.
"Kalian kenapa sih? Aku masih butuh istirahat! Pergilah!", katanya kepada Nagi-san.
"Kamiya-nii, besok kita mau ke festival ulang tahun sekolah di museum Oume. Katanya disana ada pameran boneka Mokujin asli. Mau ikut kan?", tanyaku sambil menunjukkan tiketnya kepada Kamiya-nii.
"Yang benar kamu? Sayangnya aku tidak tertarik…", jawabnya dengan nada malas dan dingin mencekam, mirip sekali dengan gaya bicara Kazama-kun yang misterius.
"Kumohon. Aku ingin menghabiskan satu hari bersama Kamiya-nii sekali saja…", bujukku dengan puppy eyes.
"Tapi aku tidak mau…", balasnya ikut memasang puppy eyes.
"Tapi Kamiya-nii kakakku, harusnya selalu ada untukku kan?", kataku sambil mengeluarkan puppy eyes yang lebih imut.
Kami saling beradu mata hanya karena festival yang ada pameran boneka Mokujin. Kebetulan sekali aku ingin ikut kontes menyanyi di festival itu, namun aku hanya bisa memainkan gitar akustik. Aku yakin jika Kamiya-nii ikut, suaranya bisa lebih bagus dari suara Nagi-san waktu karaoke kemarin.
.
.
.
5 jam kemudian…
"Sampai kapan kalian mau begini terus?", tanya Nagi-san.
Kami berdua langsung memelototinya.
"Ayolah, aku hanya bertanya!", katanya sedikit ketakutan.
"Baiklah, aku ikut. Tapi kamu jangan macam-macam ya!", kata Kamiya-nii akhirnya berpasrah diri.
Kami bertiga akhirnya setuju dan mengikuti festival tersebut keesokan harinya.
.
.
.
.
Keesokan harinya...
"Kamiya-nii, siap untuk menunjukkan bakat?", tanyaku pada Kamiya-nii di belakang panggung.
"Tidak perlu ditanya aku sudah siap!", jawabnya malas.
Kami melangkah bersama keluar panggung. Tampak penonton bersorak dengan girangnya kepada kami. Entah apa karena kami sudah lama terkenal, atau mereka hanya menyoraki Kamiya-nii yang wajahnya terkenal paling ganteng.
Aku duduk di sebuah kursi yang telah disediakan untuk memainkan gitarku dan ikut menyanyi. Aku bukan penggemar musik rock, tapi lagu yang akan kunyanyikan ada nge-rapnya. Begitupun Kamiya-nii berdiri terpaku di depan mikrofonnya. Aku memulai permainan gitar dan menyanyi.
.
[Kamiya]
Yeah, you can be the greatest
You can be the best
You can be the King Kong banging on your chest
.
[Scarlet]
You could beat the world
You could beat the war
You could talk to God, go banging on his door
.
[Kamiya]
You can throw your hands up
You can beat the clock (yeah)
You can move a mountain
You can break rocks
You can be a master
Don't wait for luck
Dedicate yourself and you gon' find yourself
.
[Scarlet]
Standing in the hall of fame (yeah)
And the world's gonna know your name (yeah)
'Cause you burn with the brightest flame (yeah)
And the world's gonna know your name (yeah)
And you'll be on the walls of the hall of fame
.
.
Tiba-tiba, suara Kamiya-nii yang tadi terdengar tiba-tiba menghilang. Yang ada hanyalah suara seperti ada sesuatu yang diseret. Kemudian disusul suara teriakan, "TOLOOONG!"
Aku berlari mengikuti arah suara tersebut. Tampak Kamiya-nii berbaring dan sesuatu menarik kakinya. Aku segera meluncur ke arahnya dan mengulurkan tanganku. Kamiya-nii segera mengulurkan tangannya, namun tubuhnya terus terseret ke belakang panggung. Aku melihat tirai di belakang panggung terbuka dan sedikit menampakkan sosok lelaki dengan baju zirah hitam dengan aksen warna merah. Aku tak sempat melihat lambang di dadanya, tapi aku yakin sosok itu adalah Owl, sebutan untuk mata-mata yang bekerja untuk keluarga Mishima. Lambang di dadanya menunjukkan siapa atasannya atau perusahaan yang mempekerjakannya.
Aku hanya terpaku karena kehilangan Kamiya-nii. Aku tak tahu dia ada dimana. Kemudian Nagi-san naik ke panggung dan menghampiriku seraya berkata, "Maafkan aku,Scarlet-chan. Kuharap aku bisa bicara soal hal ini pada Jin. Dia ada kaitannya dengan penculikan ini."
Aku hanya menoleh kepadanya dan berkata, "Nagi-san, ini tidak sepenuhnya salah Kazama-kun. Aku yakin ada seseorang yang ingin memperalatnya..."
.
.
.
~TBC~
Nagi : masi garing? Kita memang lagi ga mau ketawa
Scarlet : jangan lupa reviewnya ya!
