Balesan review :
Yulie Fong : Gokudera bukan hanya BianchiPhobia, tapi juga alergi perempuan. Kalau dipeluk alerginya kumat. Terima kasih atas reviewnya.
Heiwajima BeenBin Amewarashi : Terima kasih sudah mereview. Ehem,.. sepertinya Lambo tak akan dimunculkan di cerita ini, entahlah. Mungkin akan saya munculkan saat Haru juga muncul. Eh, festival budaya itu kapan sih? Bulan apa tepatnya?
Oke, let's enjoy the story in below!
# # #
"Cinta ada karena biasa"
Katekyo Hitman Reborn! Fanfiction
Written By Gokudera J. Vie
Disclaimer : KHR © Amano Akira
Pair : 59 x Fem!27 / Gokudera x Fem!Tsuna
Warning : OOC, AU, aneh, gaje, typo, dsb. Don't Like? Don't Read!
# # #
Ternyata waktu setahun itu singkat. Bahkan dalam waktu sebulan Gokudera Hayato bertempat tinggal di kediaman Sawada, hubungan antara pemuda dan pemudi ini tetap sedingin dan sedatar samudra antartika. Dan kalau pun hari ini tidak datang, mungkin hubungan mereka ke depannya akan tetap seperti itu.
Hari ini, seperti biasa, mereka berangkat ke sekolah bersama, sambil berjalan berdampingan. Hanya saja tak satupun dari mereka mengingat tanggal berapa sekarang, sama sekali tidak ingat. Bahkan setelah melewati gerbang sekolah dan melihat betapa semua murid perempuan bergerombol berbisik-bisik dengan sebuah bungkusan kado yang cantik di tangan mereka.
"Selamat pagi, Sawada, Sasagawa," kata Chrome menyapa kedua temannya. Di tangan gadis pemalu ini juga terdapat beberapa bungkusan yang cantik.
Tsuna meletakkan tasnya di bangku dan mulai duduk barulah kemudian membalas sapaan Chrome, setelah Kyoko lebih dahulu membalas sapaan itu. "Selamat pagi, Chrome," katanya. "Ngomong-ngomong ada apa sih, pagi-pagi begini sudah berisik?"
Baik Chrome atau Kyoko memandang aneh pada Tsuna, membuatnya salah tingkah. "A-apa? Ada yang salah?"
Chrome menggeleng, sementara Kyoko meletakkan tangannya di pundak Tsuna, sambil tersenyum misterius. "Sekarang tanggal berapa?" Tanya Kyoko.
Tsuna mencoba mengingat-ingat. "Em-pat belas, Fe-bru-a-ri?" ucapnya pelan. "14 Februari?" ulangnya lagi, tampak bingung. Terdiam sesaat, kemudian, "Eeeeehhh? Sekarang 14 Februari?" Tsuna menjerit tak percaya sambil bangkit berdiri dari bangkunya dengan tiba-tiba.
Chrome menjawab pertanyaan itu dengan senyum, sedangkan Kyoko membentuk jarinya menjadi bentuk V.
"Jadi, apa ada di antara kalian yang tadi melihat Mukuro-sama?" Tanya Chrome kemudian. "Aku takut dia akan dikejar-kejar fans-nya lagi seperti tahun lalu. Kemudian bertemu dengan Hibari-san yang juga sedang bersembunyi dari fans-nya. Dan,… yah, kalian tahu sendirilah kelanjutannya."
Tahun lalu memang heboh. Ada pertunjukkan bela diri gratis di lapangan, membuat tiga per empat murid sekolah bergender perempuan menjerit-jerit melihat idola mereka menunjukkan kebolehan mereka. Syukurlah Chrome dan I-pin berhasil memisahkan kedua 'karnivore' yang sedang bertarung itu. Bahkan I-pin sempata menceramahi Hibari pula. Sayangnya, berikutnya giliran I-pin dan Chrome yang dikerumuni fans bergender lelaki, bagaimana pun mereka berdua gadis paling popular.
"Tahun ini akan seheboh apa ya?" Tanya Kyoko. "Bukannya Gokudera-kun juga cukup terkenal? Belum lagi Yamamoto dari kelas sebelah. Kudengar dia dan Gokudera-kun juga mempunyai hubungan yang buruk gara-gara kemarin hari Yamamoto tidak sengaja mencetak home run setelah mengenai kepala Gokudera-kun."
Ah, Tsuna mengingat kejadian itu dengan jelas, kejadian yang tragis, menghebohkan, serta dihiasi oleh teriakan-teriakan. Eh? Kalau Gokudera dan Yamamoto sampai bertemu hari ini gawat dong artinya? Pasti gawat! Batin Tsuna.
# # #
Gokudera langsung keluar dari kelas begitu meletakkan tasnya. Dengan malas dia mulai berjalan ke kantin, walau pun ada rasa risih di dadanya karena dipandangi penuh nafsu oleh fans-nya, sepertinya mereka sudah tidak sabar lagi untuk menyerahkan coklat mereka kepada sang pemuda blasteran Jepang-Italia itu.
"Yo, Gokudera!" sebuah panggilan, dari arah belakang.
Gokudera menoleh, mendapati sosok seorang pemuda berambut hitam dan berwajah ceria dengan senyum lebar terpampang sedang berjalan mendekatinya, tak lupa sambil melambaikan tangan. "Cih, Yakyuu-baka!" kata Gokudera sebal. Yup, inilah Yamamoto Takeshi yang beberapa waktu lalu pernah melempar bola mengenai kepala Gokudera, salah satu pemuda yang termasuk paling popular di sekolah, satu jajaran dengan Gokudera, Mukuro, Hibari, dan Belphegor dari kelas tiga.
"Mau kemana, Gokudera?" Tanya Yamamoto sok akrab.
"Jangan sok akrab!" kata Gokudera sambil terus berjalan menuju tujuannya. "Kau sendiri sedang apa disini?" Tanya balik Gokudera.
Sambil tetap tersenyum Yamamoto mengeluarkan kertas yang berisi permintaan pertemuan di taman belakang sekolah. "Sepertinya ada yang ingin menyatakan cinta, hehe,…" jawab Yamamoto sambil cengengesan. "Biasa, ritual hari Valentine."
Gokudera tiba-tiba terpaku, membuat yamamoto keblablasan beberapa langkah dari si rambut silver. "He? Valentine?" tanyanya bingung. "Sekarang 14 Februari?"
Bingung dengan perilaku Gokudera, Yamamoto hanya bisa menjawab. "Tentu saja sekarang 14 Februari, memangnya ada apa?"
Rasanya Yamamoto bisa melihat wajah Gokudera memucat, dan sempat melihat bibir Gokudera bergerak membentuk kata 'gawat' tanpa suara. Apanya yang gawat? Pastinya ada yang gawat.
"Kau baik-baik saja?" Yamamoto mulai cemas. "Bukan pertama kali kan kau merayakan event valentine?"
Gokudera menutup mata dan mulai menarik nafas, menenangkan diri. "Ck, aku selama ini sekolah dengan fasilitas asrama cowok," katanya mulai kembali bersikap biasa, dia juga mulai kembali melangkah. "Aku hanya tak suka membayangkan diriku di kerumuni sekelompok perempuan yang menggila."
Yamamoto tertawa mendengar ucapan Gokudera, sedikit tak menyangka juga Gokduera bisa bercanda, walaupun biasanya juga Yamamoto selalu menganggap kelakuan Gokudera sangat menarik untuk diperhatikan dan cukup lucu untuk ditertawakan. Silahkan katakan si maniak baseball itu tidak sopan!
"Oh ya, Gokudera, kau dapat cokelat dari pacarmu tidak?" Tanya Yamamoto iseng.
"Huh? Pacarku siapa?" Tanya Gokudera galak.
"Yang sekelas denganmu itu lho! Gadis manis berambut coklat temannya Sasagawa Kyoko," jawab Yamamoto. "Bukankah dia pacarmu? Kalian selalu berangkat sekolah bersama."
"Dia bukan pacarku, baka," sanggah Gokudera. "Kami Cuma tinggal serumah!"
Seruan 'eeh?' mulai berkumandang di sepanjang lorong, dan salah satu dari orang-orang yang berseru kaget itu adalah sang objek pembicaraan, Sawada Tsunahime.
Tsuna tak menyangka akan mendapati berbagai masalah hanya gara-gara masalah valentine. Niat awal mencari Gokudera untuk menengok keadaannya, sekarang dia malah jadi sasaran amukan massa, tepatnya para fans Gokudera. Belum lagi, keadaan semakin panas akibat ucapan Yamamoto berikutnya,…
"Woah? Kalian sudah menikah ya?"
Tsuna dan Gokudera tercengang, tentang bagaimana bisa kesimpulan seperti itu terlontar keluar. Kan mana mungkin anak semumuran Tsuna dan Gokudera menikah,apa lagi kalau melihat hubungan kedua orang ini yang, seperti sudah disebutkan sebelumnya, sedingin dan sedatar samudera antartika. Dua kata, TIDAK MUNGKIN!
Dengan akal sehat yang tersisa, Tsuna langsung melarikan diri sebelum para gadis menyerangnya dengan pertanyaan yang diberi bonus death glare. Oh Tuhan, masalah apa lagi yang akan terjadi?
# # #
Medan perangnya adalah saat istirahat siang. Semua tokoh idola yang benar-benar idola, dan terancam mati sesak nafas karena dikerumuni para fansnya, sedang berusaha mencari tempat yang aman untuk menghindari kebuasan para wanita yang hendak menyatakan cinta atau sekedar menyerahkan coklat. Sama saja, toh, tetap mengancam nyawa.
Gokudera pun sekarang sedang mencari tempat persembunyian, gerombolan gadis jatuh cinta baru saja berlalu. Setidaknya, untuk sementara waktu dia bisa bernafas lega, ancaman pingsan dan masuk rumah sakit bisa dihindari untuk sementara waktu. Gokudera pun melangkah keluar dari persembunyian sementaranya, sekarang saatnya berpindah tempat, dan tujuan berikutnya adalah ruang UKS yang setidaknya bisa dipakai istirahat.
Sampai juga Gokudera di ruangan yang berada di lantai dua itu, sedikit bersyukur bahwa yang paling dikejar-kejar oleh para gadis adalah anak kelas tiga. Perlahan Gokudera membuka pintunya, bagaimana pun Gokudera tak ingin mengganggu orang sakit bila ada orang lain di dalam sana. Baru dua langkah memasuki ruangan, dia sudah berhenti berjalan. Di depannya berdiri dua sosok yang dikenalnya cukup baik, yaitu Sawada Tsunahime dan dokter pribadinya.
"Oh? Gokudera rupanya," itu adalah ucapan Shamal. "Kukira kau sudah digotong dengan ambulance," katanya sambil tertawa menghina.
Tsuna hanya bisa tersenyum kaku yang dipaksakan, sudah jelas. Sedikit banyak, dia sudah mendengar masalah Gokudera dari Shamal. Sekarang pun dia jadi tahu kenapa Gokudera sangat membenci kakaknya. Oh, dan bila ada yang bertanya-tanya kenapa Tsuna ada di UKS, alasannya tidak jauh beda dari alasan Gokudera berada di ruangan ini, kabur dari para gadis. Masih ingat dengan omongan bodoh seorang Yamamoto Takeshi kan?
"Sedang apa kau disini, pervert?" Tanya Gokduera dengan wajah yang semakin sangar. Tampaknya kesal dengan kedatangan Shamal yang tidak tepat pada waktunya, atau malah sebenarnya sangat tepat dengan keadaan.
"Berterima kasihlah, aku melewatkan hari valentine-ku sendiri untuk menyusulmu," kata Shamal. "Bisa saja kan kau ceroboh kemudian alergimu kambuh. Ck, aku tak percaya ada orang yang bisa alergi pada perempuan."
"Dokter Shamal!" tegur Tsuna. Membongkar aib orang kan tidak sopan! Lagi pula, Tsuna mulai merasa kalau akan terjadi reka adegan seperti di rumahnya sebulan yang lalu saat Bianchi berkunjung, hanya saja saat ini pemeran Bianchi digantikan oleh Shamal. Singkatnya, Gokudera mulai mendekati limit kesabarannya.
Melihat Gokudera sudah berlari hendak menerjang Shamal bagaikan banteng yang melihat kain merah, membuat Tsuna secara instingtif dan spontan menghalangi Gokudera dengan cara menahannya dari depan. Yup, pelukan!
Entah nasib baik atau buruk, tepat bersamaan saat pintu UKS terbuka memperlihatkan adegan tersebut kepada semua yang berada di depan pintu, yang antara lain, Mukuro, Chrome, dan pengikut setia Mukuro, Ken dan Chikusa.
"Oya, pasangan baru di hari Valentine," kata Mukuro, dengan niat menggoda tentunya. "Semoga langgeng, maaf sudah menginterupsi!" lanjutnya kemudian mengajak para pengikutnya keluar dari ruangan dan mencari tempat persembunyian lainnya.
Cukup dalam hitungan lima detik setelah pintu tertutup, kulit Gokudera menunjukkan tanda-tanda merah-merah. Sedetik kemudian, dia jatuh ke tanah.
"Wah, wah," komentar Shamal datar.
Sementara Tsuna, dengan pose tangan setengah menggantung di udara, ikut membeku karena kaget melihat bagaimana alergi Gokudera bereaksi.
"GOKUDERA-KUN!" jeritan itu hampir bisa di dengan oleh separuh penghuni sekolah, jadi, jangan heran kalau setelah ini Tsuna akan berurusan dengan ketua komite disiplin. Setelah tragedy valentine ini selesai tentunya.
= Tsuzuku =
A/N : Update cepet. Dan masih bersambung.
Tema kali ini adalah Valentine.
Setting cerita ini adalah setahun Gokudera berada di kediaman Sawada.
Dan tiap chapter menceritakan tiap bulan kebersamaan Gokudera dan Tsuna, bagaimana cerita mereka akan terjalin nantinya.
Untuk tema bulan depan, saya masih mikir. Ada saran? Mohon reviewnya!
