KAZUHIME TIFFANY BEAUDELAIRE™ PROUDLY PRESENT

"OPPA, SARANGHAEYO~!"

©2011

A Fanfiction by : Kazuhime Tiffany Beaudelaire™

Disclaimer : Masashi Kishimoto *ya iyalah masa saia*

Starring : Sakura H. & Sasuke U.

Warning : OOC, gaje, typo di mana-mana, sedia plastik saja saat membacanya

Genre : Romance

Rated : T

Summary Chapter 1 :

Cowok bertampang cuek itu langsung menuju bangkunya yang berada di sebelah kiri belakang bangku Sakura dan Ino. Melihat kehadiran cowok itu, Sakura sejenak tertegun, lalu pipinya bersemu. Menundukkan wajahnya dan tersenyum-senyum sendiri.

Enjoy my fic... ^_^

"OPPA, SARANGHAEYO~!"

Chapter 2

"Teng.. Teng.."

Suara lonceng sekolah tanda istirahat yang ditunggu para siswa akhirnya berbunyi juga. Setelah seorang guru muda berambut perak keluar dari ruang kelas IX-1, seluruh siswa kelas itu gaduh. Ada yang langsung menuju kantin, ada yang ke toilet, dan beberapa tetap berada di kelas, seperti si gunung es Sasuke dan Sakura serta Ino.

"Saku, laper nih, ke kantin, yuk!" ajak Ino.

"Ah, aku lagi males kemana-mana, Ino," balas Sakura lesu. Terlalu banyak PR matematika yang diberikan gurunya tadi membuatnya pusing.

"Oh, ayolah Sakura! Atau aku saja ke kantin sendirian, dan kamu berdua dengan Sasuke di kelas, hm?" goda Ino sambil mengerling pada Sakura yang wajahnya tiba-tiba berubah seperti udang rebus.

"Eh, kamu ini! Ya sudahlah, ayo," akhirnya Sakura mengalah. Ino tersenyum puas.

Kini di kelas hanya ada Sasuke. Seorang diri. Masih berkutat dengan buku matematikanya. Tapi dia sama sekali tak melihat ke bukunya itu. Dia malah sedang memikirkan sesuatu. 'Apa yang tadi pagi Ino katakan? Sakura menyukaiku? Tidak mungkin! Yang benar saja, masa cewek sepopular itu menyukai cowok yang biasa-biasa saja seperti aku ini. Itu tidak mungkin,' batinnya. Sasuke memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu lagi dan kembali pada bukunya. Tapi itu membuatnya semakin penasaran dan tak bisa berkonsentrasi. "Argghhh! Kenapa aku malah jadi penasaraaannnn? Bagaimana ini?" serunya.

"Heh, Sas! Kesambet apa kamu, teriak-teriak begitu. Obatmu habis, eh?" seorang cowok berambut spike berwarna kuning mencolok memasuki kelas, lalu mengambil posisi duduk di sebelah Sasuke.

"Yang benar saja, Naruto! Nggak, lah! Aku hanya sedang penasaran," ujar Sasuke. "Dari mana kamu?"

"Penasaran? Tumben. Apa hal yang membuatmu penasaran? Pasti itu sangat penting sampai-sampai kau merusak image-mu," cowok yang dipanggil Naruto itu mencibir.

"Haahh..lebay! Aku juga nggak tahu kenapa aku jadi sangat penasaran seperti ini," ujar Sasuke.

"Huuuu... Oh iya, aku dari UKS mengantar Hinata-chan yang sedang sakit perut. Sepertinya, dia nggak bisa mengikuti pelajaran setelah ini," ujar Naruto memasang muka sedih. Hinata adalah pacarnya, salah satu sahabat Sakura juga di kelas.

"Oh," Sasuke kembali sibuk dengan bukunya.

Hening beberapa saat.

"Sasuke," ucap Naruto.

"Hn?"

"Sebenarnya apa yang membuatmu penasaran? Kamu 'kan sahabatku, masa aku nggak boleh tahu ada apa tentangmu," Naruto bertopang dagu di atas meja.

"Ah, kapan-kapan saja, nggak terlalu penting," Sasuke menepuk bahu Naruto. Naruto hanya mengiyakan, "Baiklahhh..."

"Teng... Teng... Teng..."

Siswa kelas IX-1 berdatangan memasuki kelas. Tak terkecuali Sakura dan Ino yang masuk sambil tertawa-tawa tidak jelas. Sakura mengedarkan pandangannya pada Sasuke yang sedang memandang ke luar jendela, dan lagi-lagi pipi Sakura memerah. Sambil berjalan menuju bangkunya, gadis itu terus mengarahkan mata emerald cerahnya ke arah Sasuke yang tidak menyadarinya, dan tiba-tiba...

"Aduuuhhhh!" Sakura meringis saat kaki kanannya tak sengaja terantuk kaki kanan Kiba yang duduk di depan Sasuke dan kakinya berada di luar meja. Dengan malu Sakura bangkit dari jatuhnya, dan memandang Kiba yang terkejut dengan wajah geram seolah berkata 'aku-akan-memakanmu-Kiba'. Teman-teman sekelas yang melihatnya tertawa, terutama Ino yang sudah duduk duluan di bangkunya di sebelah bangku Kiba. Sakura yang sangat malu hanya bisa bersungut-sungut sambil duduk di bangkunya di sebelah kanan Kiba yang hanya menggaruk-garuk kepalanya dan memasang watados (wajah tanpa dosa), cengar-cengir lagi.

"Awas kau, Kiba! Kakimu itu lho sangat mengganggu, tahu!" ujar Sakura.

"Hahahaha... iya iya, maaf deh, Saku. Kamu juga sih, jalan bukannya lihat jalannya malah ngelihatin yang lagi duduk di belakang aku!" seru Kiba keras serta memandang Sasuke yang memasang tampang biasa saja.

Mendengar itu, kontan Sakura langsung menampakkan wajah betenya ke Kiba yang masih cengar-cengir. Melihat teman-temannya yang tersenyum geli sambil memandangnya dan Sasuke, membuatnya tambah malu saja. Apalagi Sasuke duduk di bangku belakang Kiba, pasti dia dapat melihat kejadian tadi dengan jelas. 'Aduhhhhh...Sasuke tadi pasti lihat! Aduh aku malu banget! Uugghhh Kiba nyebelin!' seru Sakura dalam hati. Untung Bu Kurenai, guru bahasa Inggris cepat datang dan menenangkan semua murid serta segera memulai pelajarannya.

Saat jam pulang...

"Saku, mukamu dari tadi kok bete banget, sih! Masih malu gara-gara tadi? Hahahaha... salah sendiri terlalu terpikat oleh pesona si Uchiha itu!" ledek Ino.

"Berisik! Sasuke-kun pasti tadi lihat aku pas jatuh! Aduuhhh aku pasti jelek banget waktu itu! Kiba, sih!" seru Sakura jengkel.

"Haahaha... udah lah lupain aja... Kamu udah dijemput, tuh!" Ino menunjuk sebuah mobil mewah berwarna merah tua yang sedang parkir di depan gerbang.

"Iya, iya! Kamu mau ikut aku sekalian, yuk?" tawar Sakura.

"Ah, nggak deh makasih, aku ada janji sama Sai-kun siang ini. Hehehe..." Ino langsung terlihat gembira. Pacarnya Sai yang dikenal dingin itu ternyata sangat perhatian kepada Ino, dan Ino merasa beruntung karenanya.

"Huuu... ya udah... enak ya, pulang pergi sama cowoknya mulu..." Sakura mencibir.

"Hahaa... iya, dong! Makanya punya cowok! Berpuluh-puluh cowok ganteng nembak kamu, eh, malah kamu tolak semua," Ino menggelengkan kepalanya. Rambut pirangnya yang dikuncir itu bergoyang-goyang.

"Lebay deh, Ino! Pokoknya aku cuma suka sama Sasuke-kun," Sakura menerawang.

"Tapi kalau Sasuke nggak punya rasa ke kamu, gimana? Apa kamu nggak akan merasa sakit?" tanya Ino.

"Ah, kamu nih! Aku jadi pesimis, nih! Makanya bantu aku cari tahu gimana perasaan Sasuke ke aku!" Sakura memukul bahu Ino.

"Ahaha.. iya iya, deh, kamu tenang saja. Ya sudah deh, aku duluan ya, Sai sudah menungguku, daaahhh..." Ino melambai lalu berlari menghampiri seorang cowok berkulit pucat tapi sangat tampan. Sai, pacarnya. Mereka terlihat mesra sekali. Sakura menghela nafas panjang, lalu segera masuk mobilnya.

Porsche merah tua Sakura sampai di depan gerbang sebuah rumah yang cukup megah, dan segera masuk setelah gerbangnya dibuka. Rumah itu berpelataran luas, dengan sebuah taman bunga yang menambah asri rumah itu. Di rumah bergaya klasik itulah Sakura tinggal. Sakura segera turun dari mobil dan memasuki rumah. Seperti biasa, sepi. Ayahnya yang bekerja di kantor selalu pulang larut malam, dan Ibunya seorang dosen yang pulangnya juga malam. Kakak laki-lakinya, Sasori, sedang kuliah di Suna. Ya, akhirnya Sakura selalu merasa kesepian. Di rumahnya hanya ada seorang pembantu rumah tangga, Ayame, seorang supir dan seorang satpam. Menyedihkan, eh?

Sakura merebahkan diri di kamarnya. Pikirannya melayang pada sosok Uchiha Sasuke. Sakura tahu, ia jatuh cinta sekarang. Pada cowok emo itu. Tapi, Sakura juga sadar, selama dia suka pada seseorang, tak pernah dia merasa segugup ini. Baru kepada Uchiha Sasuke. Ya, baru kepadanya.

'Argh! Kami-sama, aku bisa gila kalau terus memikirkannya!' hatinya berteriak. Mata emeraldnya memandang langit-langit kamar.

"~Saranghae neol ineukkim idaero~" Sakura tersentak mendapati handphonenya berbunyi. Sebuah pesan baru.

From : Ino Pig

+81677321***

Hey, Forehead. Lagi apa kau? Mau kuberitahu sesuatu tentang Sasuke? ;)

Dahi Sakura mengernyit. 'Ada apa tentang Sasuke?' batinnya.

To : Ino Pig

+81677321***

Ada apa, Pig? Emangnya ada apaan sama Sasuke-kun? -,-

From : Ino Pig

+81677321***

Kamu tau gak, Sasuke itu ternyata mantannya si karin yang sekarang di IX-5! Mereka kan dulu sekelaz.. Apa yang kamu pikirkan?

To : Ino Pig

+81677321***

Trus?

From : Ino Pig

+81677321***

Ah, susah deh ngomong ma Forehead!

Sakura tersenyum geli, tapi sebentar kemudian memasang wajah datar. 'Masa sih, Sasuke mantannya Karin?' batinnya lesu. "Fuh," Sakura akhirnya tertidur karena kelelahan.

Sakura memandang sepanjang jalan dari kaca jendela mobil yang ditumpanginya. Pagi ini cuaca agak mendung, dan terlihat masih agak gelap. Tentu saja, ini masih pukul 6 pagi, dan seperti biasa Sakura berangkat sekolah. "Apa yang akan terjadi hari ini, ya?" gumamnya.

"Oke, Pak. Karena aku nggak bawa handphone dan nanti masih ada les, aku nggak usah dijemput nggak apa-apa, deh," ujar Sakura pada supirnya saat turun dari mobil. Lalu gadis sugarplum itu melangkah masuk ke sekolah elit itu. Setelah beberapa saat berjalan meuju ke kelasnya di lantai tiga, Sakura masuk ke ruang bertuliskan IX-1 itu. Sepi. Tentu saja. Tadi kan sudah disebutkan jam berapa ini.

Sakura duduk di bangkunya, lalu mulai membaca sebuah buku bersampulkan tulisan matematika. Hari ini ada ulangan, dan dia belum belajar sama sekali tadi malam.

"Ohayou,"

"Oh, ohayou," Sakura tersenyum. Hinata datang, dan diikuti oleh teman-teman sekelasnya yang lain, termasuk Ino.

"Saku! Kamu itu gimana, sih! Katanya kamu suka sama Sasuke, tapi saat aku kasih tahu bahwa dia itu mantannya Karin kok kamu malah-..."

"Sssssttt! Ino! Pelankan suaramu! Sasuke-kun datang itu! Ah, kamu ini!" bisik Sakura kesal.

"Iya, iya baiklah... eh, tapi apa kamu nggak penasaran kok bisa si Sasuke itu pacaran ma Karin?" bisik Ino sambil duduk di sebelah Sakura.

"Hmmm... sebenarnya sedikit sih," kata Sakura sambil menopangkan dagunya pada tangan kanannya di meja. "Makanya, cari tahu, ya! Tolonglah Ino...kamu 'kan soulmate-ku~!"

"Mulai deh puppy eyes-nya! Saku, kamu punya plastik nggak?"

"Buat apa?"

"Aku mual melihat puppy eyes-mu, aku ingin muntah,"

"Hah sialan kamu! Kalau itu bukan pakai plastik lagi, tapi karung! Mau, nih?"

Kedua sahabat itu tertawa, dan lagi-lagi seseorang hanya bisa meliriknya menggunakan sudut mata onyx-nya.

TO BE CONTINUED

Author's note :

Hyahhhhh~~~ *menghela nafas*. Bahasanya amburadul ya? Hehe... Kazu sedikit bingung, sebenarnya apa inti dari chapter ini? *heeeh author geblek (-,-')*. Seperti biasa, pendek. Kazu males nulis yang panjang-panjang dulu, capek. Jadi ya segini aja dulu, karena Kazu lagi was-was nunggu pengumuman kelulusan! Semoga dapet rangking yang bagus, amin!

Oh ya, ini balesan review yang chapter 1 :

#Mugi-chan : arigatou gozaimasu... ini udah update keep review yaa...

#Unnamed : iya... ini udah update... arigatou ya.. yang chap 1 emang baru prolog, tapi seenggaknya ini agak lebih panjang dikit kan? *dikit lho ya XD*

Keep review

#Me : iya ini udah update... tentang itu kita lihat nanti ya hohoho XPP. Arigatou, keep review~

#Natasya : halo juga ^^, arigatou, baiklah mari saling mendoakan (hehe). Ini udah update..keep review~

#4ntk4-ch4n : iya ini udah update... arigatou, keep review~

#Nu-Hikari Uchiha : akhirnya kau review! Huahahahaha~ *stress* iya tuh baru prolog, ini udah lebih panjang kan hehe.. iya sih, true story, bedanya di sini Saku perfect, aku (penuh tanda tanya) hahaha XDD

Eeh iya ini udah aku perbaiki, thankz banget yaaa...^^ oke aku akan mampir nanti hehe.. keep review~

Makasih banget ya review-nya~~! Jangan kapok untuk me-review lagi, karena sesungguhnya, review kalian sangat berarti bagiku. Kazu sangat berterima kasih kepada para senpai, review-er fic ini, dan juga silent readers yang telah menyempatkan diri membaca fic jelekku ini. Jeongmal yo gamsahamnida~!

Nah, silahkan klik tulisan biru-biru dibawah ini! Arigatou~!