Lelaki tampan dengan setelan resmi itu menatap tak percaya pada lelaki yang tengah memuntahkan isi perutnya. Mulutnya menganga—Kibum bahkan sangat takjub pada sang karyawan barunya yang sangat pintar mengacaukan harinya—hatinya juga. Ia bingung, bahkan untuk memekik marah pun ia tak mampu. Ia terkekeh, rasanya lucu.
"Astaga! SUNGGUH AKU TIDAK SENGAJA!" sepertinya Kyuhyun—karyawan hebatnya itu sudah sadar dari kondisi telernya, tentu saja setelah melakukan hal yang memalukan seperti muntah di jas bermerk yang sepertinya sangat mahal milik Kibum. Kyuhyun membungkuk dalam dan Kibum hanya menghela nafas maklum.
"Kau baik baik saja?" entah kenapa Kibum hobi sekali menanyakan keadaannya. Atasannya itu suka sekali sepertinya mencemaskan karyawan—bahkan yang mabuk sekalipun.
Kyuhyun hanya mampu tersenyum. Dia bahkan bingung apa yang harus ia katakan. Kepalanya pusing dan ia tak yakin bisa mengatakan dirinya baik baik saja. Dia tipe orang yang jujur. Dan ia jujur kalau atasannya itu tampan.
Sangat tampan ketika sinar rembulan menyinari wajahnya. Terlihat jelas kini. Dia seolah bercahaya—ya dengan muntahan di jas mahalnya.
Kibum membuka jasnya, membiarkan tubuh berotot miliknya hanya tertutupi oleh kemeja yang terlihat pas membentuk tubuh proporsionalnya. Kyuhyun sedikit tergiur juga—dia tak pernah memiliki client yang bisa membuatnya bergairah terlebih dahulu seperti saat ini.
Tapi ia sadar satu hal.
Ketika Kibum berjongkok dengan posisi membelakanginya. "Naiklah, aku tak ingin kau pingsan lagi"—pria itu bukan pria brengsek yang akan membayar tubuhnya untuk satu malam. Lelaki itu takkan mau menidurinya. Lelaki itu—
Kyuhyun tak bisa mendeskripsikannya. Tapi dia menurutinya, dia naik ke atas punggung Kibum dan pria itu dengan enteng mengangkat tubuhnya. "Apa aku berat?" Kyuhyun bertanya. Merasa tidak enak jika merepotkan Kibum lebih dari ini.
Tak ada jawaban. Kibum hanya diam, bahkan ia tak menjawab dengan gumaman. "Apa aku benar benar berat?" Kyuhyun merasa tidak enak.
"Apa kau akan marah jika aku akan berkata kau berat?"
"Ten—" ah! Kyuhyun hampir keceplosan mengatakan dirinya adalah seorang pria yang terlalu memikirkan penampilan. Lelaki itu harusnya tidak terlalu peduli soal berat badan. "Tentu saja tidak maksudku"
"Tapi kau itu ringan"Kyuhyun diam diam tersenyum. "Tidurlah, lebih baik kita ke rumahku saja. Itu tidak terlalu jauh dari sini"
Ika. Zordick
CAUSE KIHYUN
.
DECEMBER CERIA KIHYUN
.
Kim Kibum masih diusahkan milik ka
.
Sinar mentari mengetuk kelopak matanya. Bagaikan di himpit batu berat, Kyuhyun merasakan sakit di kepalanya. Dia harusnya belajar dari kejadian semalam. Ia tak seharusnya minum terlalu banyak kalau dia tak mampu. Dia bahkan melakukan hal memalukan—muntah di jas atasannya. Itu sungguh—
Ah—
Kyuhyun bingung bagaimana caranya untuk menghardik kebodohan dirinya.
Tapi—
Tunggu!
Seingatnya, terakhir kali ia di gendong oleh atasannya itu untuk pulang. Kyuhyun cepat membuka matanya. Dan pertama kali ia lihat adalah langit langit putih bersih tanpa hiasan sarang laba laba. Ini bukan kamarnya. Jelas saja. Ia merasakan punggungnya bahkan beradu dengan tempat tidur yang empuk dan lembut.
Kyuhyun merubah fokusnya menjadi lurus ke depan. Ia menemukan sebuah figura yang cukup menohok. Itu foto pernikahan. Dia jelas kenal siapa lelaki yang ada di sana—Kibum, sang atasan dan seorang wanita yang terlihat sangat cantik dengan setelan pernikahan. Berdosanya dia semalam sampai memikirkan atasannya itu tidur seranjang dengannya.
Lelaki baik pasti bersama dengan wanita yang baik.
Lelaki sempurna pasti memiliki wanita cantik di sisinya.
Sementara dia—
Hanya seorang abnormal yang menyukai hak wanita. Dia itu menyedihkan.
Kyuhyun menoleh ke sisi kirinya. Matanya melotot tak percaya dengan pemandangan pagi yang luar biasa yang tersuguh di sampingnya.
"A—a" dia sebenarnya ingin bertanya apa yang terjadi tapi lidahnya terlalu kelu. Dia cepat menyibak selimutnya, menemukan pakaiannya masih dalam keadaan lengkap. Ia menghela nafas lega. Takut takut dia akan menjadi korban affair untuk kesekian kalinya. Tapi ia takkan memilih dengan lelaki ini.
Kyuhyun tapi tak bisa membohongi dirinya. Dia melirik ke samping kirinya lagi, wajah Kibum—sang atasan terlihat tampan dan damai di tengah tidurnya. Jika boleh bertanya—Kyuhyun ingin menanyakan, bisakah ia menjadi wanita yang ada di foto itu? Menyambut pagi dengan orang yang di cintainya di sampingnya. Ia harap ia dan Chanyeol dapat merasakan itu.
Tapi bisakah seorang Cho Kyuhyun bermimpi ia sedang melihat suaminya di sampingnya kini? Perasaannya berubah melankolis dan perasaan rindu seolah mengisi relung hatinya. Tak mengerti tapi tangannya terulur untuk menyingkirkan helaian surai hitam yang menghalangi wajah Kibum. Menikmati sebuah pengalaman bahwa ia tak di tinggalkan ketika terbangun.
Kring
Kring
Kring
Bisakah Kyuhyun mengutuk jam alarm yang berbunyi tidak tahu kondisi itu? Kibum bergeser sedikit, semakin menghimpit tubuhnya. Kyuhyun merasa ia terdesak sekarang.
"Pimpinan, anu…" Kyuhyun menepuk pelan lengan Kibum. Membuat si empu mengerang. Tapi ia bangkit tanpa membuka matanya. Kibum meraih jam alarm di nakas, mematikannya dan kemudian melakukan sedikit peregangan.
Kyuhyun tercenga melihatnya, kemudian dia tertawa. Membuat Kibum sukses membuka matanya. "Kau sudah bangun?"
Kyuhyun mengangguk saja. Tapi ia masih tertawa. "Kau memiliki kebiasaan bangun yang aneh"
Kibum menggaruk kepalanya canggung. Dia jadi malu. "Kyuhyun" dia memanggil lelaki itu. Suaranya berat, khas orang bangun tidur sebenarnya. Kyuhyun mendadak merasakan perasaan aneh di dadanya. "Selamat pagi" dan itu terasa menghangatkan hatinya. Dia seolah di perlakukan sangat istimewa.
Kibum mengambil segelas air yang ada di samping meja nakasnya. "Minumlah" katanya dan dia menyodorkan satu pil obat yang sepertinya penghilang mabuk.
"Kau tidak seperti pemabuk hingga menyimpan obat ini" Kyuhyun menelan obat itu. Dia ingat sekali kalau Kibum sangat hebat dalam minum. Ia bahkan sangat sadar meski minum banyak.
"Istriku yang mengkonsumsinya. Dia buruk dalam minum"—membuat Kyuhyun tertohok. Pria ini seorang pria yang lurus. Tidak sepertinya. Dia hanya seseorang yang dianggap teman oleh atasannya itu dan atasannya itu hanya mencoba berbuat baik dengan menolong dirinya yang sangat memalukan.
Kibum menyusun bantal di belakang tubuh Kyuhyun. "Tidurlah sejenak. Obat itu tidak akan langsung bekerja" Kyuhyun bahkan tak percaya dengan apa yang terjadi. Sepasang tangan besar itu meraih wajahnya, memijit pelan kepalanya. Kyuhyun bisa melihat ketulusan di mata sekelam malam itu. Kyuhyun juga bisa menjawab seberapa banyak orang yang akan terjerat pesona lelaki yang begitu tampan di hadapannya itu.
Kibum itu terlalu indah.
Terlalu elok.
Dan terlalu baik.
"Pimpinan"
Kibum menjawab dengan senyuman. "Terima kasih"
Ika. Zordick
"SAUS TAR TAR! MENGAPA DIA TAK MEMBANGUNKANKU!" teriak Kyuhyun melangkahkan kakinya lebar lebar—nyaris berlari sebenarnya.
Dia brutal memencet tombol lift, tak terlalu peduli dengan orang orang yang menatapnya heran. Kyuhyun baru saja sangat terlambat ke kantor. Lucunya, alasan ia terlambat karena atasannya itu membuatnya tertidur dan tak membangunkannya kemudian. "Kim Kibum, awas saja kalau aku sampai di pecat!" dumel Kyuhyun ketika kakinya menginjak ke dalam lift. Dia tak terlalu memperdulikan dirinya terdesak di sudut lift. Dia masih sempat sempatnya mengutuk sang pemilik perusahaan yang bisa saja memecatnya tanpa harus lupa membangunkan dia tidur.
Melotot.
Kyuhyun hampir saja melewatkan jam minum kopi pimpinannya. Jika seperti ini gajinya betul betul akan di potong dan lebih parahnya dia sungguh di pecat. Dia cepat melangkahkan kakinya ketika pintu lift terbuka. Dia cepat membuat kopi tanpa gula dan segera berjalan di koridor tempat ruangan sang atasan.
Dia mengetuk pintu.
Soyou—sekretaris perfeksionis itu menaikkan sebelas alisnya. "Kau terlambat dan kau tidak rapi" omelnya dengan nada yang terdengar menjemukan. Kyuhyun hanya membungkuk memohon maaf. Soyou memilih menghela nafas tapi ia mengizinkan Kyuhyun untuk masuk ke ruangan atasan mereka.
Kyuhyun mendadak gugup. Kali ini ia tak boleh menjatuhkan kopi di atas berkas lagi. Dia tak boleh memecahkan gelas lagi dan yang terpenting dia tak boleh memalukan di depan atasan baik hatinya itu. Kyuhyun berdehem, dia membuka pintu yang menghubungkan ruangan sekretaris dan ruangan pemilik perusahaan, membuatnya dapat melihat Kibum dengan kacamata bacanya yang terlihat serius di sana.
"Maaf, aku terlambat membawakan kopi anda" Kyuhyun menghidangkan kopi itu. Kibum melepas kaca mata bacanya, menatap wajah bawahannya yang terlihat berpura pura tak ada yang terjadi diantara keduanya. Anggaplah Kibum tidak pernah membawa Kyuhyun kerumahnya dan anggaplah Kyuhyun tidak pernah muntah di jas Kibum.
"Kupikir kau tidak masuk hari ini" Kyuhyun berdesis. Ia tak suka tema ini. Kibum pasti akan membahas soal sesuatu yang berhubungan dengan prihal memalukan yang dilakukan oleh dirinya. "Sebaiknya kau tidur lagi dan—"
"Maafkan aku tapi bisakah anda tidak membahas tentang itu"
"Ah, maaf. Ku kira kepalamu masih sakit" Kyuhyun terdiam. Atasannya itu bukan bermaksud mengejeknya tapi menanyakan kondisinya.
"Aku baik baik saja. Apa anda membutuhkan sesuatu? Aku merasa aku sedikit kesulitan dengan pekerjaan bagian marketing. Aku tidak mengerti, mereka terlalu banyak menggunakan istilah bahasa inggris" Kyuhyun mulai dengan kecerewetannya. Membuahkan senyuman diwajah Kibum.
"Kyuhyun"
"Ya?" Kyuhyun berhenti berceloteh. Dia rasa dia akan di usir karena telah menganggu ketentraman ruangan yang selalu hening itu.
"Apa kau tertarik untuk mengunjungi istriku?"
"Eh?"
Ika. Zordick
"Hei Chanyeol!" seorang lelaki mendudukkan dirinya di kursi di samping lelaki yang di panggil dengan nama Chanyeol yang tengah makan itu. "Kau makan sendirian?" dia bertanya dengan wajah yang ramah tapi kakinya sudah naik ke atas meja begitu saja, seolah tidak menghormati Chanyeol yang seusia dengannya.
"Jongin! Jangan menggangunya! Nanti dia menangis!" ejek lelaki tampan yang mengenakan seragam yang sama dengan yang lainnya. Mereka berada di kantin sekolah yang terlihat ramai ketika jam istirahat ini. Jongin—lelaki yang terlihat ramah itu merubah ekspresinya. Aura kearogansian yang selalu ia simpan dengan topeng keramahan terlihat sudah. Ia bangkit. Meludah tepat ke dalam makanan Chanyeol.
Dia tersenyum meremehkan setelahnya. Sementara Chanyeol—lelaki itu lebih memilih menundukkan wajahnya. Ini bukan kali pertama ia merasa teraniyaya oleh teman teman sekolah yang terbentuk dalam geng geng kecil berkuasa. Sialnya dia harus berhadapan dengan Jongin—gengnya tidak hanya berkuasa tapi sudah sebesar organisasi osis. Jongin itu anak orang kaya dan dia suka berpesta, wajahnya juga tampan dan dia jago berkelahi, itulah alasannya dia memiliki banyak anggota di dalam gengnya.
Chanyeol bertanya kenapa harus dia? Dia melirik pada geng kecil yang sering membullynya sebelumnya. Siapapun tahu geng Jongin itu yang terburuk. Mereka tidak manusiawi dan sasaran terbaru mereka adalah Park Chanyeol. Lelaki yang memiliki nilai pas pasan dan berasal dari keluarga yang hampir bangkrut.
"Aku akan memberi kalian uang, jangan ganggu aku!" inilah yang menjadi alasan kenapa Chanyeol membutuhkan uang yang lebih banyak dari anak kebanyakan. Dia itu pecundang. Dia kira ia bisa menyogok semua orang dengan uang yang tak seberapa yang di berikan oleh kekasihnya.
PLAAK—
Seseorang menepuk kepalanya dari belakang. Terasa sakit tapi untuk menggeram tak terima saja Chanyeol tidak berani. Seorang lelaki lain dengan rambut yang di cat putih—pelaku pendeplakan kepalanya duduk di atas meja dihadapannya. "Dengar PARK CHANYEOL! Kami memiliki uang yang jauh lebih banyak dari yang kau miliki"—itu Sehun, sahabat Jongin. Mereka berteman sejak sekolah dasar. Tapi bukannya mengarahkan Jongin ke jalan yang benar dia ikut ikutan menjadi lelaki yang suka buat onar meski memiliki nilai yang bagus.
Dia menampar wajah Chanyeol kemudian. Dia orang yang keras meski dia berpenampilan lebih rapi dari Jongin.
PRAANGG—
Jongin menendang piring makanan Chanyeol, membuatnya berserakan di lantai. "Oops, aku tidak sengaja menendangnya." Jongin berpura pura menyesal. Tapi dia mendudukkan dirinya tepat di hadapan Chanyeol, menarik rambut Chanyeol kebelakang dan menatap dalam ke matanya. "Bisa kau menyingkir dari sini sebelum pacarku datang dan tidak bernafsu makan karenamu?"
"KIM JONGIN!" dan pekikan dengan nada amarah itu sontak membuat Jongin buru buru melepas tangannya. Kihyun berada di sana menatapnya dengan wajah malas. Jongin mengerti ini salahnya, tapi hasrat bodohnya itu selalu membuatnya berada di posisi yang tidak mengenakkan. Dia tidak suka si Chanyeol bodoh yang selalu membuat pacar manisnya selalu membelanya. "Kau—"
"Hahahaha" dan suara tawa canggung Jongin terdengar. "Maaf maaf" dia menepuk kepala Chanyeol. Meminta maaf dengan cara yang sama sekali tidak benar.
Kihyun menarik nafasnya, berbelok dan memilih kembali ke kelasnya. Dia tahu sifat Jongin dan dengan membela Chanyeol dia sangat tahu Chanyeol akan mendapatkan hal yang lebih buruk dari sebelumnya. Dia lebih baik diam. Dia adalah cara terampuh membuat Jongin bertobat.
"Baiklah jika kau ingin menyelesaikan ini dengan uang. Bawakan kami sepuluh juta won. Kami tidak akan mengganggumu lagi. Pecundang!" Sehun mengacak rambut Chanyeol. Ikut menyusul Jongin yang mengejar Kihyun.
Ika. Zordick
Kibum meletakkan serangkaian bunga di atas pusara bertulisan "Kim Hyuna". Foto istrinya yang tengah tersenyum terlihat di sana. Terlihat cantik dengan paras yang terkesan polos. Berbeda dengan yang dilihat Kyuhyun di figura pernikahan yang terpajang di kamar Kibum—terlihat sangat sexy.
Sejujurnya.
Kyuhyun sedikit tidak enak. Dia tak menyangka Kibum di tinggal mati sang istri dan dia seenaknya berpikir kalau Kibum itu lelaki tidak tahu diri yang seenaknya membawa pulang orang lain ke dalam rumah tanpa bertanya dengan istrinya. Kibum itu benar benar lelaki yang sangat baik.
"Dia sangat cantik" Kyuhyun tulus memuji kecantikan wanita itu. Dia wanita yang sangat luar biasa dan beruntung memiliki suami yang begitu setia hingga detik ini. "Ku kira kau akan memiliki istri baru tapi sepertinya kau sangat setia"
Kibum tersenyum saja. Dia membasuh pusara istrinya dengan air. Mengusapnya dan mengecupnya. "Aku datang." Dia mengucapkan salam. Kyuhyun merasa cemburu dalam hatinya, Kyuhyun ingin seperti Hyuna, ketika sudah meninggal pun masih diperlakukan istimewa oleh orang yang ia cintai. Apakah Chanyeol akan bisa seperti itu?
"Aku hanya tak bisa menemukan seseorang yang bisa menggantikannya. Aku mungkin terlalu mencintainya" Kibum tersenyum. Tatapan matanya menyayu ketika melihat foto Hyuna, seolah cairan bening itu akan menetes kembali dari kelopak mata seseorang yang selalu mencoba terlihat kuat.
Kyuhyun mengusap bahu Kibum. Dia berharap semoga saja ia bisa menenangkan hati lelaki baik hati itu. "Menurutmu aku seseorang yang seperti apa?"
"Kau orang yang baik, pimpinan. Kau pintar, mapan dan tampan" Kyuhyun mengacungkan kedua jempolnya. Kibum tertawa.
"Aku menghamilinya ketika usiaku lima belas tahun" Kyuhyun menjilat bibirnya gugup mendengar penuturan itu. "Aku tetap bersekolah dan membiarkannya di hujat orang sampai aku menyelesaikan pendidikanku. Aku menjadi orang sukses untuk membalas penderitaannya dan tak kusangka dia meninggalkanku dan anakku"
"Bukankah aku menyedihkan?" Kibum membicarakan dirinya dengan tersenyum. Membuat Kyuhyun merasa ia sungguh orang yang payah. Lelaki ini bisa menerima keburukan dirinya dan mencoba lebih baik, kenapa dia tak bisa begitu. Kibum itu termasuk salah satu orang yang menjadi motivasinya mulai sekarang.
Kyuhyun menggeleng. "Aku kagum denganmu"
Udara musim gugur bertiup dan membawa aroma yang manis. Kyuhyun tak mengerti tapi wajah penuh kesedihan Kibum kembali seolah membuatnya tidak enak. "Hyuna, aku sudah membawanya. Orang yang bisa menggantikanmu"
Kyuhyun tak mengerti. Ia meneteskan air mata. Kibum mengulurkan tangan padanya, dan hawa dingin musim gugur seolah menghilang ketika iris Kibum memerangkap karamelnya. Ia merasa sesuatu seolah mengangkat tangannya untuk menyambut uluran tangan itu.
"Kyuhyun" suara Kibum bagaikan mantra yang bisa menenangkannya ketika namanyalah yang tersebut.
Kyuhyun tersihir. Dan sebuah cincin tersemat di jemari manisnya.
"Menikahlah denganku!"
Ika. Zordick
Melamun.
Kyuhyun menatap cincin yang terpasang di jemari manisnya. Bukan dari Chanyeol—kekasihnya tapi dari atasannya yang sekalipun tak pernah ia mimpikan untuk menikahinya. Ia mencoba menolak tapi kata kata Kibum seolah menghipnotisnya, "Pikirkanlah lagi, jika kau memang tidak mau kembalikanlah cincin itu padaku"
Dan Kyuhyun sendiri sadar. Lelaki baik itu hanya ada satu diantara seratus bahkan seribu penduduk dunia. Dia bahkan mencintai Kyuhyun dalam waktu yang singkat tapi proses melupakan istrinya adalah waktu yang sangat lama. Kyuhyun bahkan tak perlu untuk takut di tinggalkan dan dikhianati.
Dia bahkan sadar.
Chanyeol terlalu muda untuk membicarakan pernikahan. Dia juga bukan seorang wanita yang bisa di lamar semudah membalikkan telapak tangan. Dia lelaki dan dia mencintai lelaki. Itu rumit.
Sekarang. Kibum memilihnya, lelaki itu tak punya kekurangan apapun. Dia mengajak Kyuhyun untuk serius apakah ada alasan untuk menolaknya?
Dan impian Kyuhyun?
Mengenai seorang anak. Hidup sederhana di rumah yang hangat dan menjadi keluarga yang bahagia. Kibum sudah siap memberikannya. Kyuhyun hanya perlu bertemu dengan anak Kibum dan semuanya akan beres. Mereka sungguh akan hidup bahagia selamanya.
"Aku akan mencintaimu dan melindungimu sebaik aku menjaga istriku sebelumnya. Aku seorang pria yang serius, jadi aku akan serius dalam pernikahanku juga"
Kembali kata kata hasutan Kibum bergema di telinganya.
Kibum benar. Kibum itu sangat kaku. Dan Kyuhyun yakin pria yang cocok di jadikan suami bukanlah pria yang hobi bermain main.
"Bahkan cincin ini terlihat sangat mahal" bisik Kyuhyun.
"HYUNG! KAU ADA DI DALAM!" teriak seseorang dari luar rumahnya. Kyuhyun terkesiap. Dia cepat turun dari ranjangnya, membuka pintu dan menemukan Chanyeol berada di sana. Dengan nafas menderu.
Wajahnya pucat dan hidungnya memerah. Sepertinya cukup lama di luar.
"Masuklah! Kau pasti ke dinginan" Kyuhyun rasa inilah suratan Tuhan untuknya. Chanyeol datang, dan itu artinya Chanyeol mencintainya. Lelaki yang jauh lebih muda darinya itu pasti merindukannya. Besok Kyuhyun akan mengembalikan cincin itu. Ia janji.
BRUUKK—
Suara punggung Kyuhyun yang menabrak dinding terdengar. Setelahnya suara kecupan basah ikut meramaikan. Kyuhyun terdiam tapi dia menikmati. Hatinya memilih Chanyeol. Pria ini tak pernah bisa kehilangannya. Dia memejamkan matanya, menikmati cumbuan Chanyeol pada tubuhnya.
Ika. Zordick
"Hyung—" Chanyeol menenggelamkan wajahnya di punggung telanjang Kyuhyun. Memeluk erat perut lelaki yang sudah sangat lama menjadi kekasihnya tersebut. Ia ingin menangis. Mengadu tentang semua yang ia rasakan. Tapi bukankah dia lebih rendah dari pecundang jika dia harus mengatakan betapa dunia ini memperlakukannya dengan keji dan Kyuhyun harus membantunya keluar dari semua itu.
Dia sungguh tidak adil.
Hanya karena Kyuhyun lebih tua darinya bukan berarti lelaki ini lebih kuat darinya. Kyuhyun itu lebih rapuh darinya. Dia tak bisa membayangkan jika Kyuhyunlah yang di pukuli dan di aniyaya.
Kyuhyun membalas dengan genggaman pada tangan besar Chanyeol di perutnya. "Ada apa?"
"Aku mencintaimu. Terima kasih karena ada untukku"
Kyuhyun tersenyum. Bagaimana bisa ia berpikir untuk meninggalkan bayi besarnya ini dan menikah dengan Kibum yang memiliki segalanya. Chanyeol lebih membutuhkannya. Membutuhkannya lebih dari apapun di dunia ini.
"Hyung apa kau punya sepuluh juta won?" cukup membuat Kyuhyun tersentak. Ia membalik tubuhnya. Menatap kedalam mata Chanyeol dan menemukan bahwa Chanyeol bercanda padanya.
"Untuk apa uang sebanyak itu?" Kyuhyun rasa Chanyeol tidak mungkin membelanjakan uang sebanyak itu.
"Aku membutuhkannya. Hanya membutuhkannya" Chanyeol bahkan tak berani beradu mata dengan Kyuhyun. Ia takut Kyuhyun tahu apa yang dialaminya selama ini.
"Aku tidak memilikinya Chanyeol. Itu terlalu banyak!" Kyuhyun yakin meski ia harus melayani lelaki hidung belang dua puluh empat jam non stop ia takkan mendapatkan uang sebanyak itu.
Chanyeol mengangkat jemari Kyuhyun. Menatap berbinar pada cincin yang tersemat di jamari manis Kyuhyun itu. "Hyung, bisakah aku meminjam cincin ini? Aku janji akan menebusnya. Aku sangat membutuhkan uang itu"
Kyuhyun terdiam.
"Kumohon hyung! Aku sungguh akan menebusnya! Aku—"
Kyuhyun tak pernah ingin Chanyeol meminta darinya. Ia melepas cincin pemberian Kibum itu dari jemarinya, meletakkannya di telapak tangan Chanyeol. "Ambillah!"
"Terima kasih hyung" dan pelukan hangat di dapat oleh Kyuhyun.
Benar. Dia hanya perlu menjadi istri Kibum.
Dia hanya—
"Chanyeol, hyung mau ke kamar mandi dulu" Chanyeol melepas pelukannya. Dia masuk ke dalam kamar mandi dan menghidupkan shower.
Dia hanya perlu menjual tubuhnya untuk lelaki kaya itu kan? Untuk menebus cincin mahal tersebut.
Chanyeol merasa lega di hatinya. Sementara kekasihnya menangis terisak di dalam kamar mandi. Menahan sakit di hatinya.
TBC
FF inilah yang pertama kali ka publish. Ini aneh, kenapa ff ini sangat banyak reviewnya. Padahal jujur saja, ini sangaaaatttt drama xD wahahahaaha
Sepertinya ka jatuh cinta lalalala makanya bisa buat ajaib kaya gini.
FF ini mungkin tamat chapter depan atau dua chapter lagi. Menulis ini tidak sesulit menulis UNNAME atau GHOST hahahaha xD
HAPPY DECEMBER CERIA KIHYUN
Ingat buat review ~
"DECEMBER CERIA KIHYUN"
Berhubungan karena akan adanya Kibum itu urutan ke 12 di SJ dan Kyuhyun urutan ke 13 (diurutkan usia) maka para author Kihyun dan beberapa Kihyun shipper beranggapan kalau itu "KiHyun Days" (13 Desember). Kita segenap keluarga besar penggemar imajinasi yang dirangkum dalam bentuk tulisan bernama FanFiction maka marilah kita membuat event itu menjadi sesuatu yang menyenangkan. "Kibum & Kyuhyun paradise FF in December".
Baiklah baiklah, cara gampangnya berpartisipasi adalah sebagai berikut :
Author :
- Menulis FF di akunnya masing masing dalam situs FFn
- Genre dan lainnya bebas
- GS / BL (diperbolehkan)
- Brothership / Romance / Family (No problem)
- Mencantumkan kata "DECEMBER CERIA KIHYUN)" ketika di summary.
- Di posting mulai tanggal 13 Desember sampai akhir bulan Desember.
- One shoot / Chapteran dibebaskan
- Harus bernafaskan Kihyun. Kibum (Super junior) dan Kyuhyun (Super Junior)
- Jangan harapkan ada pemenang (karena cuma buat ceria doang)
- Bersedia di kritik dan di berikan saran, untuk kemajuan seluruh author dan partisipan xD
Reader :
- Membaca FF yang telah di publish
- Diperbolehkan kritik membangun (tidak dalam bentuk bashing)
- Diperbolehkan menulis saran dan pujian (dengan kata yang sopan)
- Diwajibkan meriview yang sudah di baca walaupun tidak sesuai kata hati.
- Langsung di kotak review'an bukan di PM
- Tidak diperbolehkan menagih FF lain dan Out Of Topic
Nah.. kita sangat menjunjung tinggi nilai kesopanan dan etika dalam penulisan. baik sebagai reader maupun author. Harap diperhatikan.
Nb : JANGAN LUPA MEMBUAT DECEMBER CERIA KIHYUN DI SUMMARY
^^ Terima kasih
