Genre: Fantasy/General (*)
Rate: T (*)
Pair: SasuNaru
Warning: sho-ai/yaoi, OOC, AU, typo(s), abal, gaje, aneh, etc. Don't like please don't read!
(*) bisa berubah sewaktu-waktu.
Enjoy please…
l\_/l
(^_^)
"Dobe, apa yang kau…"
Kalimatnya terputus ketika kedua tangan tan itu melingkar di leher putihnya. Dan hal yang tak pernah dirasakan sebelumnya telah dilakukan oleh pemuda pirang manis itu.
Slurp.
Huh?
Sesuatu yang hangat dan basah menyentuh pipinya yang dingin. Seketika mata onyxnya membulat dengan sempurna karena terkejut. Bagaimana tidak? Seorang pemuda pirang yang diyakininya sebagai Magic Pet yang terus dicarinya ternyata telah menjilati pipinya tanpa persiapan. Menjilati pipinya? Kita tekankan sekali lagi, menjilati pipinya.
Sasuke langsung mendorong tubuh pemuda Magic Pet itu menjauh darinya.
"A-A-A-AP-APA YANG KAU LAKUKAN?" serunya dengan wajah yang sangat merah memenuhi seluruh permukaan kulit porselennya. Tangannya memegang pipinya yang tadi dijilat oleh pemuda itu. Sasuke merasa sangat syok. Ini adalah hal yang baru pertama kali dirasakannya. Bahkan dari seorang pemuda manis Magic Pet yang baru ditemuinya.
"Eh?"
Pemuda pirang itu hanya menatap Sasuke dengan bingung sambil memiringkan kepalanya. Membuatnya terlihat begitu imut dan menggemaskan. Apalagi dengan kondisinya saat ini, membuat jantungnya berdetak begitu cepat. Jika seperti itu terus, bisa-bisa Sasuke terkena serangan jantung setelah ini.
"Jangan hanya 'eh?' dengan sikapmu itu, Dobe! Apa maksudmu melakukan hal seperti itu padaku?" serunya sambil menunjuk pemuda pirang itu dengan tangan yang gemetar. Semburat merah yang menghiasi wajahnya masih belum hilang. Pertama kalinya dia bersikap 'tidak seperti Uchiha'.
"Ng… entahlah. Aku hanya ingin melakukannya saja setelah mencium aroma tubuhmu pada benda ini," sahut pemuda Magic Pet itu sambil menunjuk jubah Sasuke yang melekat pada tubuh polosnya. 'Dia marah, ya? Tapi kenapa? Aku pernah melakukan hal itu pada Master, tapi dia tidak marah.'
"A-apa? Kenapa?"
"Karena entah kenapa aku menyukai aroma tubuhmu. Hehe…" ujarnya dengan cengirannya yang ceria.
Masih dengan semburat merah yang menghiasi wajahnya, Sasuke hanya bisa terdiam. Akhirnya dia mencoba untuk menenangkan dirinya yang sejak tadi tampak out of character dibandingkan biasanya. Dia menghembuskan nafasnya, mencoba mengusir gejolak aneh yang dirasakannya sejak tadi.
"Kau ini Magic Pet kan?" tanyanya.
"Iya. Namaku Naruto. Kalau kau?" ucapnya memperkenalkan diri sambil tersenyum manis pada Sasuke.
Selama beberapa saat Mage muda itu terpaku dalam pesonanya.
"Uchiha Sasuke."
"Kau bertanya padaku mengenai diriku yang seorang Magic Pet. Apa kau seorang Mage?" tanya Magic Pet bernama Naruto itu.
"Hn. Begitulah," sahut Sasuke.
"Jadi, kau ingin menangkapku sebagai Magic Pet milikmu kan?"
Mata obsidian itu memicing dengan tatapan curiga.
"Kalau kau ingin aku menjadi Magic Pet-mu…" Naruto memberi jeda pada kalimatnya. "Ayo kita bertarung. Kalau kau dapat mengalahkanku, aku akan tunduk padamu dan menjadi Magic Pet-mu," ucapnya seraya tersenyum.
"Hn. Memang sudah seharusnya begitu," dengus Sasuke.
Kedua sosok itu berdiri tegak di antara rerumputan yang tumbuh subur. Angin berhembus dengan lembut, membelai rambut halus mereka yang sangat kontras.
l\_/l
(^_^)
Nieranthas : Magic Pet
Prequel & sequel from Nieranthas : Fireworks Pouring by Snow
Naruto © Kishimoto Masashi
Nieranthas : MP © AssX a.k.a Akaneko
'Beta-Ed by FBSN'
Special thanks to Honeyf a.k.a Anip ^^
l\_/l
(^_^)
"Hah… hah… hah…"
Suara deru nafas yang terengah-engah begitu berat terdengar. Perlahan sebulir keringat turun dari pelipisnya mengalir melalui pipinya hingga menetes di atas rerumputan. Seorang pemuda berambut raven yang berada di dekat air terjun setengah berlutut dengan satu kakinya. Dia tampak kelelahan. Hal itu dapat dilihat dari butiran keringat yang mengucur deras dari seluruh tubuhnya.
"Heh," bibir tipisnya menyeringai senang. Lalu dia mendongakan kepalanya memandang ke arah depan, melihat seorang pemuda berambut pirang yang terkurung di dalam sebuah bola kaca buatannya.
"Kau kalah, Dobe."
Hampir sama dengan pemuda berambut raven yang kita ketahui bernama Sasuke itu, pemuda pirang dengan nama Naruto itu juga tampak kelelahan dan lemah. Dia terduduk lemas di dalam bola kaca pengunci yang dibuat Sasuke untuk menangkapnya setelah pertarungan panjang yang telah mereka lakukan. Walaupun Naruto juga tampak lemas, tapi sempat-sempatnya dia menunjukan wajah cemberut yang dapat membuat siapa saja yang melihatnya ingin melakukan 'ini-itu' padanya. Beruntung Mage muda itu memiliki iman yang cukup kuat. Mungkin.
"Huuuhh…" sungutnya kesal. "Baik, aku menyerah. Kau boleh melakukan perjanjian denganku."
"Tak perlu kau katakan, sudah pasti akan kulakukan," sahutnya.
Sasuke mengambil sesuatu dari sakunya. Sebuah gulungan kertas dikeluarkannya lalu melebarkannya. Terdapat gambar sebuah diagram dengan lambang Uchiha di tengahnya dan tulisan-tulisan mantra yang mengelilingi diagram itu. Kertas itu berukuran 30 cm2. Lalu dia membawa si calon Magic Pet dari kurungan kaca yang dibuatnya tadi mendekat ke arahnya dan mengeluarkannya.
"Taruh setetes darahmu di atas diagram ini," perintah sang Mage.
Magic Pet rubah itu hanya menganggukan kepalanya sesaat. Lalu dengan tubuh yang masih terdapat banyak luka, dia mengambil setetes darah dari lengannya dan meneteskannya di atas diagram sesuai dengan yang diperintahkan oleh Sasuke. Begitu juga dengan Sasuke yang meneteskan darahnya di atas diagram itu sehingga darah mereka bercampur menjadi satu.
"Sekarang taruh tanganmu di samping diagram ini."
Naruto melakukannya seperti yang diperintahkan. Menaruh tangan kanannya di sisi diagram itu, dan Sasuke juga melakukan hal yang sama dengan sisi satunya.
"Am intrat în acest sângeros pe diagrama. Noastre cravată cu lanţul veşnică până la sfârşitul acestei vieţi. se supune ordinelor."
Begitu mantra telah diucapkan, cahaya dan angin yang kuat keluar dari diagram yang mereka sentuh. Perlahan cahaya itu menjalar dari tangan mereka yang menyentuh diagram di bawahnya. Selama beberapa saat mereka memejamkan mata untuk menghindari intensitas cahaya yang berlebih mengenai retina mata. Dan ketika mereka merasakan angin yang berhembus mulai mengecil, telah ada cincin dengan permata berwarna biru di kelingking kiri Sasuke dan kalung dengan lambang Uchiha di leher Naruto. Proses Bloody Agreement telah selesai.
Bibir tipis itu menyeringai senang. Seringaian khas seorang bangsawan Wizard yang angkuh.
'Heh, satu langkah mendekati Baka Aniki,' batinnya.
"Uukh…"
Rintihan kecil keluar dari bibir mungil Magic Pet barunya. Kedua tangannya seolah memeluk perutnya. Entah apa yang terjadi tapi dia tampak sedikit kesakitan.
"Hei, ada apa denganmu?" tanya Sasuke dengan ekspresi datarnya, namun tersimpan nada khawatir di dalamnya.
"A-auuuhh… pe-perutkuuu…" rintihnya.
Naruto semakin memeluk perutnya erat. Karena tertutup oleh jubah yang dikenakannya, Sasuke tak dapat melihat 'sesuatu' yang terjadi dibaliknya. Simbol spiral yang berada di perut Naruto berputar cepat lalu secara perlahan mulai menghilang seolah menyerap ke dalam perutnya. Dan ketika spiral itu telah menghilang, terdengar 'poof' pelan dari tubuhnya. Telinga dan ekor rubahnya telah menghilang dan luka-luka di sekujur tubuhnya telah sembuh.
"Eh? Lho?" Naruto bingung dengan hal yang baru saja terjadi.
"Ng?" kini Sasuke yang juga bingung ketika melihat wujud Naruto sambil mengernyitkan alisnya.
"Ng… perutku tidak sakit lagi?" herannya. "Lalu… telinga dan ekorku kenapa menghilang?"
Selama beberapa saat Sasuke terpaku. Dia juga merasa heran ketika melihat tubuh Naruto sudah tak ada lagi bekas luka akibat pertarungan mereka tadi. Setelah itu muncul urat kemarahan yang sangat besar di kepalanya.
"Kalau kau bertanya seperti itu, siapa yang bisa menjawab, Dobe? Seharusnya kau yang mengetahui bagaimana kondisi tubuhmu sendiri, dasar Usuratonkachi!" seru Sasuke kesal sambil menarik kedua pipi Naruto yang kenyal ke arah yang berlawanan.
"Huwaaaaa… hakiiiiitt… Hahuke, lehaskan ahuuuu… (Sasuke, lepaskan aku)," jeritnya sambil berusaha melepaskan kedua tangan Sasuke dari pipinya.
"Che," dengus Sasuke kesal.
Entah apa yang membuatnya kesal. Sepertinya tak hanya kepolosan Magic Pet barunya yang membuatnya kesal, tapi mungkin juga karena ada banyak hal yang belum bisa dia mengerti sebagai seorang majikan baru dari Naruto. Apa boleh buat, ini pertama kalinya Sasuke memiliki Magic Pet-nya sendiri. Dan sepertinya masih banyak hal misteri yang tersimpan di diri Naruto. Misteri yang aneh.
Sasuke langsung memandang ke arah Naruto dengan heran.
"Apa?" tanya Naruto ikut merasa heran.
Mata obsidian itu memandang lekat Magic Pet miliknya dengan seksama. Ada hal yang baru saja disadari oleh Sasuke dengan sangat jelas. Kenapa Naruto bisa menyembuhkan luka-lukanya sendiri? Tubuh tan itu sudah tak ada lagi bekas luka. Baik luka yang dalam bahkan luka lecet tak ada yang tersisa di tubuhnya.
"Dobe, jadi kau mempunyai Recovery skill?" tanya Sasuke.
"Ng? Iya," sahutnya.
Sasuke kembali terdiam, tenggelam dalam pikirannya. Memang hal yang cukup wajar jika ada beberapa tipe Magic Pet yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. Baik itu menyembuhkan diri sendiri atau orang lain. Hanya saja seharusnya kemampuan itu hanya dimiliki oleh Magic Pet dengan tipe Backline.
Magic Pet memiliki beberapa tipe berdasarkan kemampuan menonjol yang dimilikinya. Yaitu tipe Frontline, Middleline, dan Backline. Frontline adalah Magic Pet dengan tipe serangan dan kekuatan yang besar. Middleline adalah tipe dengan kemampuan pertahanan dan kecepatan yang dapat menahan berbagai serangan. Sedangkan Backline adalah tipe Magic Pet dengan kemampuan penyembuhan dan skill pendukung lainnya.
Dan seharusnya Naruto bukanlah tipe Backline seperti Magic Pet yang memang memiliki kemampuan khusus itu. Dapat diketahui dari pertarungannya dengan Sasuke tadi. Jelas sekali bahwa tadi Naruto selalu membalas serangan yang diberikan oleh Sasuke, jadi seharusnya dia adalah Magic Pet dengan tipe Frontline. Lalu bagaimana mungkin dia bisa menggunakan kemampuan tipe Backline?
"Dobe, dari mana kau memiliki kemampuan Recovery skill tipe Backline itu?"
"Dari mana? Entahlah. Sejak aku dilahirkan, rasanya aku sudah memiliki kemampuan itu," sahut Naruto sambil menaruh telunjuknya di dagu.
Sasuke langsung memicingkan mata menandakan dia curiga pada pemuda pirang ini.
'Ternyata dia memang penuh misteri,' batinnya.
"Sasuke, kau masih penuh luka," ujar Naruto tiba-tiba sambil mengarahkan telunjuknya di depan si Uchiha bungsu itu.
"Hah? Hn," sesaat Sasuke merasa terkejut.
Lalu dia mengambil sesuatu dari tas kecil yang dibawa di pinggangnya. Sebuah botol kristal dengan cairan berwarna keperakan dikeluarkannya.
"Apa itu?" tanya Naruto.
"Ini Silver Potion. Ramuan yang dapat menyembuhkan dan meregenerasi setengah kekuatan orang yang meminumnya; luka, energi, dan juga Mana. Terbuat dari buah Kelpsy Berry yang hanya tumbuh di daerah utara. Dan hanya berbuah enam bulan sekali."
"Hoo… berarti itu ramuan yang cukup langka, ya?"
"Hn."
Segera Sasuke meminum ramuan itu. Dan dalam beberapa saat luka-luka yang cukup parah pada tubuhnya mulai menutup. Namun masih ada beberapa luka kecil yang terlihat. Karena ramuan itu hanya menyembuhkan sebagian lukanya saja. Lalu Sasuke berdiri dari tempatnya duduk.
"Berdiri," perintahnya pada Naruto.
Pemuda pirang itu menuruti perintah majikannya. Biru dan onyx bertemu dan terdiam beberapa saat.
"Mulai sekarang kau adalah Magic Pet-ku, jadi kau harus menuruti semua perkataanku. Apa kau mengerti?"
Naruto menganggukkan kepalanya tanda bahwa dia mengerti lalu memperlihatkan senyuman manisnya. Dengan segera Sasuke mengalihkan pandangannya dari Naruto, berusaha menyembunyikan wajahnya yang mulai terasa panas.
"Baiklah, ayo kita kembali ke Konoha."
Sasuke langsung membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Naruto di belakangnya tanpa bicara apa pun lagi. Dan Naruto hanya mengikutinya.
"Hei, hei, Konoha itu apa?" tanya Naruto sambil menarik lengan baju Sasuke.
"Konoha itu kota besar yang menjadi pusat pemerintahan negara Hi. Dan, aku tinggal di sana."
"Oh, negara Hi itu apa?"
"Negara Hi adalah salah satu negara besar dari lima negara yang ada di dunia ini. Setiap negara memiliki daerah kekuasaannya sendiri dan saling mendukung satu sama lain."
"Hmm… lalu ada apa saja di Konoha itu?"
"Banyak hal."
"Hei, hei, ada makanan tidak? Aku ingin makan sesuatu. Aku ingin mencoba seperti apa makanan yang sering dimakan oleh para manusia itu."
"Ck, kau lihat saja nanti."
"Setelah kita sampai Konoha, apa yang akan kita lakukan? Apakah kau akan mengantarku untuk mencari makanan manusia? Kira-kira makanan manusia apa yang enak?"
"Berhentilah bicara, Dobe. Kau ini berisik sekali," geram Sasuke.
"Apa? Aku kan hanya bertanya saja," sahut Naruto seolah tak mengerti bahwa Sasuke kesal karenanya.
"Che, sudahlah," dengus Sasuke sambil berjalan lebih cepat.
Sedangkan Naruto hanya mengedikkan bahunya sesaat.
"Dia itu kenapa? Sepertinya senang sekali berbicara dengan suara yang keras," gumamnya.
Dia salah sangka. Magic Pet rubah itu tidak tahu bahwa Sasuke tidak seperti yang dipikirkannya. Sebaliknya, Sasuke adalah orang yang sangat tenang walaupun memang sedikit temperamental namun menunjukkannya dengan cara yang dingin. Wajar saja jika Naruto salah paham karena sesungguhnya baru kali ini seorang Uchiha Sasuke terlihat out of character dari biasanya. Ya, hanya di depan Magic Pet pirang ini dia tampak berbeda. Baik Sasuke maupun Naruto, mereka belum menyadarinya sampai sejauh itu.
l\_/l
(^_^)
"Selamat datang kembali, Uchiha," sambut dua orang penjaga gerbang kota Konoha, Izumo dan Kotetsu.
"Hn."
Sasuke mengeluarkan sebuah emblem dengan lambang Uchiha dari saku bajunya dan memperlihatkan pada kedua penjaga itu. Kembali dia melangkahkan kakinya, namun baru beberapa langkah dia berjalan, dia terhenti.
"Maaf, bisa tolong tunjukkan tanda pengenal Anda?" tanya Kotetsu pada seorang pemuda pirang.
"Eh? Tanda pengenal apa? Apa itu?" tanya pemuda itu yang tak lain adalah Naruto.
"Maaf, jika Anda tidak memiliki tanda pengenal di Konoha ini, Anda tidak boleh masuk ke dalam kota. Silakan ikut kami," kali ini Izumo yang angkat bicara.
"Begitu, ya? Baiklah," sahut Naruto yang tak tahu apa-apa.
"Tunggu, biarkan dia masuk. Dia adalah Magic Pet milikku," cegah Sasuke.
Kontan hal ini membuat dua penjaga itu terkejut. Mereka menatap Sasuke dengan heran. Tentu saja mereka heran, karena sepengetahuan mereka bahwa Uchiha bungsu ini tak memiliki Magic Pet. Mengerti akan arti pandang kedua penjaga itu, Sasuke langsung menarik Naruto dan memperlihatkan Pet Necklace milik Naruto dengan lambang Uchiha di tengahnya.
"Mengerti?" ucap Sasuke.
"Ba-baiklah, kalian diperbolehkan masuk, Uchiha."
Dengan sedikit takut-takut mereka mempersilahkan Sasuke dan Naruto memasuki Konoha. Begitu kedua sosok itu telah menjauh, Kotetsu dan Izuma saling pandang.
"Eh? Sejak kapan Uchiha Sasuke mempunyai Magic Pet?"
"E-entahlah. Rasanya baru kali ini aku melihat Magic Pet itu. Apalagi yang semanis dia. Tapi Magic Pet itu seorang pemuda kan?"
"Sepertinya begitu. Suaranya cukup berat untuk ukuran seorang wanita. Tapi…"
"Tapi apakah ada pemuda semanis itu? Sekilas tak tampak seperti pemuda pada umumnya."
"Iya."
Tanpa mengetahui pembicaraan kedua penjaga itu, Sasuke dan Naruto terus berjalan ke dalam Konoha. Selama berjalan, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka, namun tak seorang pun di antara mereka yang menyadarinya. Karena Naruto terus saja menoleh kesana-kemari dengan heboh melihat ada begitu banyak manusia dan benda-benda lainnya yang baru pertama kali dilihatnya. Sedangkan Sasuke sedang berkutat dengan pikirannya sehingga tak terlalu memperhatikan sekitar.
'Sekarang apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus membeli semua perlengkapan untuk si Dobe ini atau lebih baik aku langsung membawanya pulang saja? Dia membutuhkan pakaian untuk menutupi tubuhnya itu. Tapi aku ingin beristirahat dulu sebentar sebelum melakukan kegiatan lainnya. Jadi, pilihan apa yang harus kuambil?'
Sasuke terus berjalan sambil berpikir akan hal yang akan dilakukan selanjutnya. Hingga dia tidak menyadari sesuatu telah terjadi tanpa sepengetahuannya.
"Hei, Dobe, kita akan beristirahat dulu sebelum membeli kebutuhan untukmu. Lalu—"
Kata-katanya terputus ketika ia menyadari bahwa di belakangnya tidak ada sosok yang sedang diajak bicara olehnya itu. Ya, pemuda berambut pirang dengan kulit tan itu telah menghilang. Seketika aura gelap menyelimuti sekelilingnya. Membuat orang-orang yang melihatnya berusaha untuk tidak berurusan dengannya dan menjauh sesegera mungkin.
"Si Dobe itu…" geramnya menahan amarah.
Sasuke langsung memusatkan Mana-nya pada cincin perjanjian yang ada di kelingking kirinya. Dan batu Kristal biru yang ada di cincin itu bersinar kecil. Masih sambil memusatkan kekuatannya, akhirnya dia mendapatkan reaksi dari cincinnya. Dengan segera melangkahkan kakinya dengan lebar agar lebih cepat sampai pada tujuannya.
Setelah melewati jalan raya, Sasuke melihat sebuah tikungan dan langsung berbelok ke kanan. Dia berhenti di depan pintu sebuah toko atau mungkin bisa kita sebut dengan restoran. Menengadahkan kepalanya dan melihat papan reklame restoran itu, Ramen Ichiraku. Tanpa banyak membuang waktu lagi Sasuke langsung memasuki restoran itu.
"Selamat datang di Ramen Ichiraku. Anda ingin pesan apa? Mari saya antar ke tempat yang kosong untuk Anda," sambut seorang pelayan wanita.
Tak peduli akan sambutan ramah yang diterimanya, Sasuke mengedarkan pandangannya dan mendapatkan orang yang dicarinya berada di depan counter pembuat ramen untuk single chair. Sasuke langsung menghampiri pemuda pirang itu sehingga membuat pelayan wanita yang menyambutnya tadi terheran-heran dengan sikpanya yang tiba-tiba.
"Apa. Yang. Kau. Lakukan. Di sini. DOBE," geram Sasuke dan memberikan penekanan pada setiap kata yang diucapkannya.
Mendengar suara Sasuke yang berada di belakangnya, Naruto langsung menoleh.
"Eh, Sasuke? Kau ada di sini?" tanyanya polos.
TWITCH.
Muncul urat kemarahan yang terlihat sangat jelas di atas kepalanya.
"Apa maksudmu mengatakan hal itu, huh? Kau ini ingin membuatku marah, ya? Tiba-tiba menghilang dan membuatku repot untuk mencarimu."
Srluup.
Twitch. Twitch.
Naruto menyeruput ramen yang sedang dimakannya sambil memandang ke arah Sasuke dengan wajah inosennya. Tentu saja hal ini semakin membuat amarah Sasuke meningkat. Bagaimana tidak? Dia sudah cukup lelah karena sebagian kekuatannya belum pulih setelah pertarungannya dengan Naruto tadi. Ingin secepatnya kembali ke kediamannya, tapi si pirang bodoh ini malah menghilang dari pengawasannya dan berada di restoran ramen. Magic Pet rubah satu ini benar-benar bisa membuat Sasuke darah tinggi dalam sekejap.
"Dobe, kau—"
"Bagaimana dengan ramennya, Nak? Kau masih mau tambah lagi?" tanya si Paman penjual ramen tanpa menyadari telah memotong perkataan Sasuke.
"Iya, aku ingin tambah satu lagi. Makanan manusia ini rasanya enak sekali. Baru kali ini aku memakan makanan seenak ini," sahut Naruto riang.
"Hohoho… tentu saja. Aku membuatnya dengan sepenuh hati untuk seluruh pelangganku. Tapi, apa sebelumnya kau tidak pernah makan ramen, Nak?"
"Tidak. Ini pertama kalinya juga aku memakan makanan manusia," sahut Naruto seraya tersenyum manis.
"Makanan manusia? Jadi kau bukan manusia?" tanya si penjual ramen heran.
"Iya, aku…"
"Dia Magic Pet-ku, Paman," potong Sasuke. "Dobe, kau sudah selesai makan kan? Ayo kita segera kembali. Aku ingin segera beristirahat," desak Sasuke masih kesal.
"Ah, tapi aku masih ingin memakan makanan manusia ini lagi, Sasuke. Rasanya benar-benar enak. Kau juga mau—"
"Tidak. Lupakan saja. Ayo kita segera kembali, Dobe."
Dan bersamaan dengan itu Sasuke menarik lengan kecil Naruto dan menyeretnya dari sana.
"Ah, hei, tunggu. Dia belum bayar," cegah Paman penjual ramen.
"Berikan tagihannya ke keluarga Uchiha atas namaku."
Paman penjual ramen itu terpaku sebentar di tempatnya.
"Uchiha? Mungkinkah dia Uchiha Sasuke? Rasanya tak mungkin," gumam Paman itu.
"Ayah, ada apa?" tanya pelayan wanita yang tadi menyambut Sasuke, yang rupanya anak dari Paman penjual ramen itu.
"Ayame. Tidak, sepertinya tamu yang tadi itu adalah Uchiha Sasuke. Atau mungkin aku salah, ya?"
"Eh? Jadi yang tadi itu benar-benar Uchiha Sasuke? Pantas saja aku merasa pernah melihatnya. Astaga, Ayah. Bagaimana mungkin seorang keluarga Uchiha seperti dia bisa datang ke restoran kecil kita? Ini pasti mimpi," histeris Ayame terkejut bukan main.
Dan Ayahnya yang bernama Teuchi itu hanya bisa menutup telinganya agar tak terkena penulian dini. Wajar jika anaknya bisa heboh seperti itu. Gadis itu adalah salah satu dari sekian banyak wanita yang ada di Konoha yang mengagumi keluarga Uchiha. Karena keluarga itu sangat tersohor di kota ini hingga bisa membuat banyak orang bertekuk lutut di hadapan mereka.
Kembali pada Sasuke dan Naruto yang terus berjalan menuju kediaman Uchiha. Sasuke berusaha menulikan pendengarannya dari setiap ocehan protes yang keluar dari bibir Magic Pet berwajah manis itu. Juga tak peduli akan semua tatapan yang mengarah pada mereka. Hingga akhirnya dia sampai di rumahnya, para pelayan berbaris rapi untuk menyambut kedatangannya.
"Selamat datang, Sasuke-sama."
Sasuke tak menyahutinya dan dia terus berjalan masuk sambil tetap menyeret Naruto. Entah kenapa sejak memasuki rumah Uchiha itu, Naruto jadi sedikit lebih tenang. Dia memperhatikan sekelilingnya dengan seksama. Yah, memang ini pertama kalinya dia melihat bangunan yang cukup besar untuk ditinggali oleh banyak manusia di dalamnya.
"Sasuke-sama," seseorang memanggil Sasuke.
Seketika Sasuke dan Naruto menoleh ke arah suara itu. Dan dari atas tangga yang mereka pijak telah berdiri pemuda berambut hitam dan berkulit putih pucat mengenakan jas yang rapi tersenyum pada mereka.
"Sai, ada apa?" tanya Sasuke dengan nada datar.
"Itachi-sama berpesan pada saya, jika Sasuke-sama telah kembali, Anda diminta untuk menemui beliau di ruang kerjanya," sahut orang bernama Sai itu masih dengan senyuman menghiasi bibirnya.
Sasuke melangkahkan kakinya masih dengan menggenggam tangan Naruto dan melewati Sai. Dan pemuda yang terus tersenyum itu mengikuti Sasuke dari belakang Naruto yang diseretnya. Ketika Naruto memandang kevarah Sai dengan tatapan polosnya, dibalasnya dengan senyuman yang tak bisa diartikan.
"Kapan Aniki itu pulang?" tanya Sasuke sambil terus berjalan.
"Baru tiba beberapa jam yang lalu," sahut Sai.
Mereka tiba di sebuah ruangan dengan pintu yang terbuat dari kayu wangi hitam dengan ukiran-ukiran indah dan lambang Uchiha di depannya. Perlahan Sai mengetuk pintu itu. Setelah mendapat izin dari pemilik ruangan, dia membukakan pintu mewah itu perlahan untuk mempersilakan Sasuke dan Naruto masuk ke dalamnya. Ruangan itu begitu luas. Di setiap sisi dinding dipenuhi oleh buku-buku. Tepat di depan mereka terdapat meja kerja yang rapi dengan jendela besar di belakangnya telah duduk dengan penuh wibawa dan ketenangan seseorang yang mirip dengan Sasuke. Yang membedakan mereka adalah garis tegas di wajah orang itu dan rambutnya yang panjang diikat dengan rapi ke belakang.
"Selamat datang kembali, Otouto," sapa orang itu.
Dialah Uchiha Itachi, si sulung dari keluarga Uchiha ini. Walaupun memiliki perawakan yang hampir sama dengan adiknya, namun perangainya sedikit bertolak belakang. Memiliki kharisma tinggi, penuh wibawa, ramah, dan lebih banyak tersenyum bila dibandingkan dengan Sasuke. Untuk ketampanan, kecerdasan, dan kekuatannya tak perlu diragukan lagi sama seperti si adik. Karena itulah banyak orang yang segan padanya. Saat ini dia adalah seorang Wizad dengan level AA. Prestasi yang didapatkannya sudah tak terhitung lagi.
"Ada apa kau memanggilku?"
"Tenanglah, Sasuke. Tak perlu seketus itu. Aku hanya ingin melihat Otouto-ku saja setelah beberapa minggu ini mendapat Special Quest dengan Grade AA dari Konoha's Wizard Association sehingga tak bisa kembali ke rumah ini. Tak ada salahnya, kan?" ujar Itachi sambil terkekeh kecil.
Memenuhi sebuah Quest atau permintaan dari sebuah pihak yang membutuhkan bantuan adalah pekerjaan semua Wizard. Quest terbagi menjadi beberapa tingkat sama seperti level Wizard atau Magic Pet. Dengan Grade D yang paling rendah hingga Grade SS. Tapi Quest dengan Grade di atas A sangatlah jarang ada di kalangan Wizard biasa. Jika Quest dengan Grade D hingga Grade A bisa didapatkan selebarannya dimana saja, berbeda dengan Grade A ke atas yang ditangani oleh Wizard Association di setiap kota.
Wizard Association adalah sebuah perkumpulan untuk seluruh Wizard yang sudah memiliki lisensi resmi dengan standar level AA ke atas. Asosiasi ini mengumpulkan seluruh Quest yang datang pada mereka. Dan untuk memenuhi permintaan, asosiasi ini memanggil Wizard dengan level yang cocok untuk menjalani Quest yang mereka berikan. Tak sembarangan Wizard dapat diberikan Quest dari asosiasi ini secara langsung jika dia tidak memiliki reputasi yang baik. Dan orang-orang yang mengelola asosiasi ini adalah para Wizard dengan kemampuan yang sangat tinggi.
Dan tentu saja setiap Quest yang ada akan mendapatkan imbalan jika mereka telah berhasil menyelesaikannya. Semakin tinggi Grade yang diberikan, maka semakin besar pula imbalan yang mereka dapatkan. Terkadang tak hanya uang yang akan mereka dapat, namun juga Rare Item yang sulit untuk didapatkan di pasaran. Dan seperti orang umum yang paham, bahwa semakin tinggi Grade sebuah Quest, maka resiko yang ada akan semakin sulit.
"Kalau kau tidak memiliki keperluan yang penting, lebih baik hentikan saja pembicaraan tak berguna ini," ucap Sasuke dingin.
"Hehehe… Kau ini masih saja senang bicara to the point dan mudah marah. Ayolah, Sasuke. Bisakah kita bicara dengan santai? Lagipula, aku ingin tahu siapa anak manis yang berdiri di belakangmu itu? Kenapa kau tidak memperkenalkannya padaku dan juga Sai?" tanya Itachi sambil terkekeh.
Sasuke mendengus sambil mengalihkan pandangannya dengan malas.
"Dobe, kenalkan dirimu," perintah Sasuke.
"Oh, baiklah," sahut Naruto. Lalu maju selangkah hingga berdiri sejajar di samping Sasuke. "Halo, namaku Naruto. Aku Magic Pet milik Sasuke," ujar Naruto memperkenalkan diri dengan riang sambil melambaikan tangannya yang tak digenggam Sasuke.
Sepercik rasa kejut tampak dari dalam bola mata hitam milik Itachi. Diam dia memandang Naruto dengan seksama dan hanya dibalas oleh tatapan polos dari Magic Pet pirang itu.
"Siapa namamu?" tanya Naruto.
"Naruto-san, tolong bicara dengan lebih sopan pada Itachi-sama," ucap Sai dengan nada yang sangat sopan.
"Jadi namanya adalah Itachi-sama?" tanya Naruto sambil memandang ke arah Sai tapi tangannya menunjuk Itachi dengan tidak sopan.
"Naruto-san," tegur Sai.
Melihat Magic Pet miliknya yang memang belum diajari tata krama karena dia adalah Magic Pet liar, Sasuke tidak ambil pusing karenanya. Justru dia tidak peduli apakah Magic Pet-nya itu berlaku tidak sopan di depannya dan Itachi. Sasuke sudah cukup maklum akan kepolosan Naruto yang memang belum mengerti apapun di sini.
"Tidak apa, Sai," ucap Itachi dengan tenang. "Sasuke, sepertinya anak manis ini tidak mengerti apa-apa, ya? Biar kutebak, kau tidak mendapatkan Magic Pet ini di Magic Pet Shelter ataupun Magic Pet Shop kan? Dari mana kau mendapatkannya?" tanya Itachi.
Selama beberapa saat Sasuke terdiam sambil memandang ke dalam bola mata yang sama dengannya. Kakaknya itu memang cerdas, jadi wajar saja jika dia bisa menebak bahwa Naruto bukanlah Magic Pet yang bisa didapatkan di dalam kota. Karena semua Magic Pet yang ada di Konoha adalah Magic Pet yang sudah terlatih untuk tunduk pada perintah majikan mereka. Jadi mereka memiliki tata krama dalam bersikap.
"Aku menemukannya di Reddish Deep Forest."
Hening menyelimuti mereka. Dan Itachi memejamkan matanya sesaat sebelum memandang ke arah Naruto lagi. Lalu bibir itu menyunggingkan sebuah senyuman.
"Hai, Naruto. Perkenalkan, namaku Uchiha Itachi, kakak kandung Sasuke," ujar Itachi ramah. "Lalu yang berdiri di sana itu adalah Sai, Magic Pet milikku."
"Namaku Sai. Salam kenal, Naruto-san," ucap Sai sambil membungkukkan tubuhnya sedikit.
"Hai, Itachi. Hai, Sai," lambai Naruto. "Ng… boleh aku bertanya? Kakak kandung itu apa?" tanya Naruto.
Semua yang ada di ruangan itu terdiam sambil memandang Naruto. Walaupun dipandang seperti itu, tetap saja Naruto tak merasa bahwa hal yang diucapkannya adalah hal yang aneh. Tubuh Itachi bergetar menahan tawanya.
"Dasar Dobe," cela Sasuke.
"Khu khu khu… anak ini sungguh lucu, Sasuke. Benar-benar manis dan polos," tawa Itachi geli. "Kau harus mengajarkan anak ini banyak hal mulai dari awal, Sasuke. Dia seperti seorang anak kecil. Kau pasti akan kesulitan untuk mengajarnya. Kalau kau mau, akan kusuruh Sai untuk memberikannya pelajaran mulai dari yang paling dasar."
"Terserah kau saja. Aku lelah. Aku mau istirahat dulu," ujar Sasuke.
Lalu dia keluar dari ruangan itu sambil menarik Naruto dari sana. Meninggalkan bunyi bedebam ketika pintu ruangan itu ditutupnya. Kini hanya tinggal Itachi dan Sai di dalam. Dengan pelan Itachi menghela nafasnya. Lalu dia berdiri dari kursinya dan menghadap pada jendela yang ada di belakangnya. Memandang bangunan Uchiha yang sangat luas.
"Sai, mulai sekarang ajari semua hal dasar untuk Magic Pet pada anak manis itu dan awasi dia baik-baik," perintah Itachi.
"Baik, Itachi-sama."
Mata onyx miliknya masih memandang keluar jendela. Bayangannya yang terpantul di cermin tampak begitu serius. Dan hanya Sai yang melihatnya.
Setelah ini adalah hari baru yang akan dijalani Uchiha Sasuke dan Magic Pet-nya yang bernama Naruto. Dan mereka tidak akan tahu hal apa saja yang akan mereka alami nantinya.
l\_/l
(^_^)
~TBC~
l\_/l
(^_^)
Yosh… akhirnya bisa apdet juga chap 2. Udah 3 bulan ya? Hahaha… maap ya yg udah lama nunggu… XD *killed* (siapa yg nunggu? Jangan kepedean lo!)
Ada banyak kendala buat ngelanjutin fict ini. (ah, banyak alesan!) hehe… emang sih, banyak alesannya. Ya WB, ya males *plak*, ya mood kurang bagus *sok*, de-el-el. Iya, iya, Neko tau kalo itu alesannya kayak dibuat2. Tp bener kok. Kan Neko pernah bilang kalo mood lagi kurang bagus terus ngelanjutin fict, bakal jadi jelek. Terbukti kan di chap 2 ini? Menurut Neko isinya kurang sreg di hati *halah*. Tp karena banyak yg udah mendesak buat ngelanjutin, Neko berusaha walaupun kurang memuaskan utk chap ini. Oh ya, bahasa yg Neko pake buat jampe2nya si Sasu itu pake bahasa latin.
Soal istilah2 yg ada di fict ini, ada yg masih bingung sama penjelasannya? Kalo ada yg masih bingung silahkan tanya lagi. Kalo ada yg pernah maen game online atau game Nintendo, mungkin udah cukup ngerti sama penjelasan yang Neko kasih. Soalnya tipe2 Magic Pet, Wizard, atau Quest yg ada disini hampir sama kayak pokemon Nintendo atau game2 online kayak ragnarok, seal, PW, RYL, dll. Eh, ga juga sih, kayak misi atau tingkatan ninja di Naruto juga hampir sama. Ya, pokoknya gitu deh… =_=; *lepas tangan* *slaped*
Untuk chap selanjutnya adalah tentang pembiasaan diri Sasuke terhadap Naruto. Pelajaran tentang dasar Magic Pet yang harus dipelajarain SasuNaru dan juga ujian kenaikan tingkat Sasuke. oh, mgkn ada jg SasuNaru yg belanja? (hah? SasuNaru belanja? Emang ibu2 arisan?) *plak*
Oh ya, ada yg bisa nebak alasan kenapa Naru bisa langsung suka sama baunya Sasu? Kalo ada yg baca chap 1 dengan seksama, mgkn bisa pada tau. Tentang Sai yg jd MP-nya Itachi, Neko ga ada ide lagi buat chara lain. Dan MP jenis apa Sai itu mgkn bakal di bahas di chap selanjutnya. Oke, Neko tunggu ya tebakan Minna? ^^
Untuk author yg suka buat SasuNaru fict, coba minta dibeta sama FBSN supaya fict-nya jadi lebih rapi. Neko emang bukan pembeta/agen dr FBSN, tp Neko menyarankan sesuatu yg bagus dan bermanfaat untuk semua SasuNaru fict supaya layak baca. Neko sadar kok kalo fict Neko jg masih belom bisa dibilang layak baca atau bagus, makanya Neko sering minta tolong sama FBSN buat bantu Neko supaya fict Neko jd lebih baik lagi. Maaf dan makasih buat semua agen FBSN yg sering Neko repotin. Kayaknya Neko bakal sering2 ngerepotin nih… XP *kicked*
Silahkan klik tulisan paling bawah itu. Terima semua uneg2… XP
With Evil smile,
AssX a.k.a Akaneko as the Demon Queen
Thanks for reading and reviewing… ^^
