"Squel Kembar Tiga"
.
.
"Piyama party ala Trio Cho and Trio Kim"
.
.
Seminggu setelah kejadian tak terduga. Dimana ternyata bahwa sepasang kekasih ini, Kim Kibum dan Cho Kyuhyun keduanya memiliki saudara kembar. Kembar tiga pula. Entah karena memang sudah takdir atau karena rejeki anak kembar, ke enam pemuda itu rupanya sudah saling menjalin hubungan. Dan anehnya mereka baru sama-sama tau saat pertemuan tak sengaja dikafe waktu itu.
Dan sekarang dikediaman mewah milik keluarga Cho, tepatnya disalah satu kamar yang ada disana, kamar milik sibungsu Cho Kyuhyun. Ketiga saudara kembar itu tengah berkumpul dan saling bercerita satu sama lain, tentunya sekaligus melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu. Ketiga pemuda manis berwajah identik tersebut terlihat sekali sangat senang, dilihat dari wajah ketiganya yang tak pernah berhenti tertawa.
"Kau tau Kyu, aku tidak bisa menahan tawaku setiap kali mengingat kejadian dikafe waktu itu". Ucapan dengan nada geli itu terlontar dari pemuda dengan piyama hijau muda, hyung kembar keduanya Marcus. Membuat ketiga pemuda manis tersebut kembali terkikik geli.
"Benar sekali. Hyung tau, itu pertama kalinya aku melihat Kibumie-ku menunjukan ekspresi bodohnya". Tawa Kyuhyun meledak dengan piyama baby bluenya. Ia tidak tau bahwa sang kekasih disana tengah bersin-bersin karena dibicarakan.
"Jifan juga. Biasanya dia selalu berwajah serius, dan itu sangat menyebalkan". Sahut Kui Xian dengan sedikit mengeluh tapi seulas senyum terlihat jelas diwajah manisnya. Ia menyandarkan kepalanya dipundak Kyuhyun, setelah membenarkan sedikit piyama merah hatinya yang sempat melorot karena kebesaran.
Ketiganya memang tengah berada diatas ranjang. Dan mereka tidak terlalu takut akan saling kesempitan, karena ranjang itu didisain cukup luas untuk bisa menampung tubuh ketiganya. Tentu atas permintaan ketiganya pada sang umma tercinta. Siapa lagi kalau bukan nyonya agung Cho Heecheul, istri kesayangan sang tuan besar Cho Hankyung.
"Dan aku yakin, si Bryan idiot itu pasti sempat tersenyum nakal padamu kan Kyunie". Ucapan Marcus terdengar sedikit kesal, pemuda manis tersebut memang tidak suka dengan kebiasaan kekasih urakannya yang sering mengumbar senyum nakal atau menggoda.
"Bukan hanya itu Marcus hyung. Malah Bryan hyung dan Jifan gege ngotot sekali kalau aku ini kalian berdua", jeda sebentar. Kyuhyun jadi ingat saat itu Kibumnya sampai berbicara panjang lebar hanya untuk menegaskan bahwa ia adalah milik Kibumnya seorang. "Dan itu membuat Kibumie terlihat sangat kesal sekali". Lanjut si bungsu dengan wajah sedikit memerah.
"Tapi ngomong-ngomong kok kita bisa ya punya pacar kembar juga? Apa ini cuma kebetulan saja?". Celetukan Kui Xian membuat dua dongsaengnya saling pandang sejenak. Sebelum memusatkan pandangan pada hyung tertuanya yang saat ini tengah memasang pose mikir. Dan itu membuat Marcus dan Kyuhyun jadi ikut berpikir.
"Apa mungkin karena selera kita sama?". Kyuhyun menimpali dengan ekspresi polosnya, "Makanya Tuhan ngasih jodoh juga kembar, mungkin biar kita tidak rebutan". Lanjutnya benar-benar polos. Kui Xian dan Marcus memandang adik bungsu mereka cengo.
"Ku rasa, mungkin karena ini sudah takdir". Kali ini Marcuslah yang memberikan pendapatnya, pandangannya menatap ke arah langit-langit kamar seolah tengah menerawang.
Krikkk... krikkk... kriiikkkkk...
Merasa tidak ada jawaban dari hyung dan dongsaeng kembarnya. Marcus mengalihkan pandangannya pada dua orang yang kini tengah mengerjap bodoh ke arahnya. Melihat hal itu Marcus meringis, ia baru sadar melihat ekspresi bodoh saudaranya membuatnya merinding. Karena tidak terlihat tampan sekali, pikirnya. Tidak sadar bahwa wajah itu begitu identik dengannya.
"Apa?". Marcus jengah juga dipandangi seperti itu terus. "Apa ada yang salah dengan ucapanku?".
Kui Xian dan Kyuhyun seperti tersadar dari keterdiamannya. Keduanya lalu memandang Marcus curiga. Mata mereka menyipit serius, seolah-olah bahwa pemuda yang saat ini tengah dipandangi intens itu bukanlah saudara mereka. Kui Xian sampai-sampai manaruh telapak tangannya di kening Marcus. Takut-takut kalau adik pertamanya itu sakit mendadak.
"Marcus apa kau sakit?, kenapa kau jadi religius sekali bawa-bawa takdir?". Cerca Kui Xian langsung dengan hawatir.
"Marcus hyung, apa akhirnya uncle Teukie berhasil mengubahmu jadi alim?". Kyuhyun juga merasa takjub. Mata bulatnya berbinar. Karena baik Kui Xian dan Kyuhyun tau, kalau saudara mereka yang satu itu tidak terlalu percaya dengan hal-hal yang berbau religius. Meski untungnya Marcus masih mempercayai dengan adanya Tuhan.
Marcus hanya memutar kedua bola matanya malas. Ia hanya memberikan pendapatnya. Tapi reaksi dua saudaranya tersebut kenapa jadi berlebihan sekali.
"Ck, kalian berdua ini berlebihan sekali sih, huh". Decak Marcus keki, yang dibalas dengan dua cengiran bodoh dari Kui Xian dan Kyuhyun.
"Oh ya, Kui gege. Bagaimana kabar Popo dan KungKung di Cina? Aku rindu mereka". Ucap Kyuhyun, sebenarnya sudah dari tadi ia ingin menanyakan bagaimana keadaan nenek dan kakeknya di Cina. Dari pihak sang Appa.
"Mereka semua baik-baik saja. Dan Kyu, Marcus, liburan natal nanti kalian harus ke Cina. Popo dan KungKung ingin bertemu kalian berdua". Jelas Ku Xian, ia jadi ingat pesan kakek dan neneknya.
"Tentu saja. Dan tahun barunya Kui gege dan Kyunie yang harus ke Amerika. Grand ma dan grand pa juga ingin bertemu kalian, termasuk uncle Teukie". Sahut Marcus semangat.
"Hm. Dan kali ini kita tidak boleh membiarkan Appa dan Umma pergi kerja terus. Mereka harus ikut berlibur juga". Timpal Kyuhyun tak kalah semangat juga.
"Dan kalau perlu kita ajak juga Kim bersaudara". Teriak Kui Xian saking semangatnya. Membuat ketiga pemuda manis tersebut tertawa keras. Tak perduli meski malam sudah semakin larut, toh kamar mereka kedap suara jadi tidak masalah.
Sedangkan di kediaman mewah milik keluarga Kim. Di salah satu ruangan, lebih tepatnya ruang bersantai. Ketiga bersaudara itu terlihat tengah asyik dengan kegiatannya masing-masing. Kibum yang duduk di sofa single sembari membaca bukunya, Jifan yang tengah tiduran disofa panjang dengan earphone ditelinganya dan Bryan yang duduk dikarpet dengan laptopnya, entah apa yang sedang pemuda satu itu liat.
Suasana disekitar mereka nampak begitu hening hanya terdengar suara gesekan buku, suara lirih Jifan yang kadang ikut menyanyikan lagu yang didengarnya lewat earphone dan terakhir suara jari jemari yang sibuk memencet tombol-tombol dilaptop. Benar-benar kenapa suasana di sini lebih tenang daripada dikediaman kekasih mereka?. Ah lupa, kalau ketiga pemuda kembar tersebut keturunan asli dari keluarga Kim. Tepatnya Kim Yunho dan Kim Jaejoong. Yang notabenenya terkenal akan keluarga dengan ketidaksukaannya dengan hal-hal yang membuat bising.
Yang ajaibnya atau mungkin uniknya, ketiga pemuda kembar itu justru memilik kekasih yang berisik, dan sungguh kadang bisa berbuat anarkis tanpa bisa dicegah.
"Hey, jika dipikir-pikir. Bukankah ini sebenarnya menggelikan?". Ucap Bryan memecah kehenginan diantara mereka bertiga. Rupanya pemuda tersebut sudah berhenti memainkan laptopnya dan menyandarkan kepalanya dipinggiran sofa yang ada dibelakangnya.
"Apanya yang menggelikan?". Tanya Jifan, sembari melepas sebelah earphonenya. Pandangannya mengernyit bingung ke arah adik pertamanya itu. Sedangkan si bungsu, Kibum hanya menatap sekilas sebelum kembali membaca bukunya.
"Tentu saja, tentang fakta bahwa kekasih kita ternyata juga kembar". Dari nada suaranya kentara sekali kalau Bryan masih sedikit kurang mempercayai. Tidak menyadari kedua saudara kembarnya saling lirik satu sama lain.
"Tapi bukankah itu bagus. Setidaknya kita tidak harus memperebutkan satu orang yang sama". Sahut Jifan sungguh terdengar bijak sekali. Pemuda yang lahir lebih dulu itu tersenyum kecil melihat kedua wajah kedua dongsaengnya terbengong.
"Benar sekali". Sahut Kibum. Kali ini ia berhenti dari membaca bukunya. Sepertinya pemuda yang biasa berekpresi datar itu mulai tertarik dengan pembicaraan ketiganya.
"Aku melupakan satu hal waktu itu hingga salah menyangka bahwa Kyuhnyun-mu adalah Marcus-ku". Jelas Bryan menatap kearah Kibum dengan sedikit menyeringai.
"Tidak salah juga kalau kita sampai salah mengenali mereka kan? Bagaimanapun mereka juga kembar seperti kita. Identik pula". Jifan ikut membenarkan. Ia memandang kedua dongsaengnya dengan senyuman khasnya.
"Makanya lain kali teliti sedikit. Meski mereka juga kembar tapi tetap saja ada hal yang bisa membuat mereka berbeda". Entahlah meski mungkin tidak ada maksud apa-apa. Tapi ucapan Kibum itu seperti meremehkan ditelinga kedua hyungnya tersebut. Jifan dan Bryan hanya mendengus keki.
"Ya, ya baiklah little saeng kau menang". Sahut Bryan dengan sedikit menggoda adik datarnya itu. Sedangkan Kibum langsung menatap dingin hyung keduanya itu dengan tajam.
"Kau benar kibum. Harusnya aku tau bahwa Kui Xian-ku tidak mungkin membiarkan poni rambutnya kedepan semua seperti Kyuhyun-mu". Sepertinya Jifan mencoba mengalihkan pembicaraan. Karena merasakan aura tidak enak yang Kibum pancarkan. "Ia lebih suka jika poninya dikesampingkan". Lanjutnya. Jifan jadi ingat saat dengan iseng ia membuat poni rambut Kui Xian menutupi keningnya, yang mengahasilkan dirinya kelabakan karena didiamkan selama tiga hari penuh. Padahal itu hanya masalah sepele.
"Hm. Kalau Marcus-ku. Ia selalu mengenakan topi kesayangannnya kemanapun ia pergi. Katanya ada yang kurang jika tidak ada benda itu dikepalanya". Kali ini Bryan yang bicara, sebuah senyum geli terpatri diwajah tampannya. Karena ia masih ingat, ketika kekasih manisnya itu melupakan topinya di disneyland saat keduanya pergi ketempat tersebut. Dan ia harus rela memutari tempat bermain yang luasnya minta ampun tersebut hanya untuk mencari benda kesayangan kekasihnya itu.
Kibum hanya terdiam. Melihat wajah kedua hyung kembarnya yang kelihatannya tengah membayangkan kekasih mereka masing-masing. Kibum jadi merindukan Kyuhyunnya.
"Bagaimana kalau besok kita triple date?". Celetuk Kibum tiba-tiba. Mengalihkan kembali pikiran kedua hyungnya yang sempat terus terbayang akan kekasihnya masing-masing.
Jifan, Kibum dan Bryan untuk sesaat ketiga saling memandang sebelum sebuah senyum seringai menghiawasi tiga wajah indentik tersebut. Sudah dipastikan bahwa besok mungkin keenam pemuda itu akan pergi bersama. Tapi doakan saja semoga mereka tidak saling tertukar.
.
.
.
TBC...OR...END...?
