CHAPTER 2

Genre : gatau.. readers putuskan sendiri deh..

Pairing : all suju pairings+ShindongNari

Warning : YAOI nanti-nanti, geje, abal.

summary : errrr... #author dibunuh massa.

.

Karena banyak yang ga ngerti awalnya (dan bodohnya saya lupa nyeritain awal cerita), bakal saya ceritain dulu, tapi secara ringkas.

Jadi di fic ini ada dua kerajaan. Kerajaan pertama adalah kerajaan tempat Hankyung dkk bernaung-?-. lalu kerajaan kedua adalah kerajaan milik orang tua Leeteuk, Jaejoong, jan Heechul (mereka ga bersaudara, kerajaannya pemimpinnya banyak). Mereka itu saling rebutan wilayah. Penjaga wilayah yang kalah akan jadi milik penjaga wilayah yang menang. Terserah mo diapain juga. Mo di jadiin pembantu kek, budak kek, terserah.

.

Chapter 2

Saat makan malam. Wookie sudah selesai memasak, kini tinggal memanggilhyung dan dongsaengnya untuk makan bersama. Rumah sudah bersih dan rapih seperti sedia kala sebelum terjadi penyerangan terakhir. Ajaib mengingat yang mengerjakan hanya Kibum, Ryeowook, dan Enhyuk –terima kasih pada Heechul yang tiba-tiba kabur dengan sangat(tidak) bertanggung jawab–. Dengan susah payah, penuha perjuangan dan air mata (Lebay!#plakk!) mereka membereskan semuanya hingga kembali kinclong.

Satu persatu hyung dan dongsaengnya turun untuk makan. Dimulai dari Eunhyuk, hingga yang terakhir, Kibum.

"Sepertinya enak!" kata Eunhyuk bersemangat. Heechul mencibir,

"Halah, bilang saja kau lapar!" Eunhyuk nyengir lebar sementara Leeteuk menggelengkan kepala melihat tingkah dongsaeng-dongsaengnya.

.

.

.

Makan malam berjalan khidmat. Tidak ada gangguan(kalau kejahilan Heechul dan wookie yang memasukkan cabe banyak-banyak ke sup milik Henry sampai yang empunya menangis kepedasan tidak dihitung) yang biasanya datang, seperti serangan dari pihak musuh.

"kalian tahu, kurasa mereka akan mulai menyerang kita lagi dalam waktu dekat ini." gumam heechul setelah semua saudaranya selesai makan.

"Aku setuju." Gumam Kibum.

"Tapi kurasa penyerangan itu akan berbeda dengan sebelumnya." Kata Heechul lagi.

"apa maksudmu Heechul?" tanya Leeteuk agak bingung. Heechul meminum air yang ada digelas dahulu, baru menjawab pertanyaan Leeteuk,

"Maksudku mereka tidak akan menggunakan strategi-strategi yang selama ini mereka pakai untuk membawa kita. Mereka akan merubah strateginya."

"Aku setuju dengan heechul hyung," Kibum angkat bicara, " mereka semua bukan orang-orang bodoh, kelewat pintar malah. Pasti mereka tahu kalau kita sudah tidak mempan dibawa dengan strategi-strategi sebelumnya."

"Lalu kenapa kalau mereka ganti strategi?" tanya Henry, Kibum memandang Henry aneh,

"begini, kalau dengan strategi-strategi sebelumnya saja kitta sudah kewalahan, bagaimana dengan strategi baru?" Kibum menjelaskan pelan-pelan, Henry mengangguk-angguk.

"Ditambah lagi kita belum benar-benar tahu siapa saja mereka." Tambah Sungmin.

"Yang kita tahu hanya Kyuhyun, yang waktu itu hampir membawa kibummie, lalu Siwon yang pagi ini hampir membawa Sungmin hyung, Donghae, yang tadi bertarung melawan mochi, dan seorang namja tinggi yang entah siapa namanya." Ryeowook mengingat-ngingat.

"Si koala." Gumam Henry tanpa sadar.

"pokoknya yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah berhati-hati dan waspada." Kata Leeteuk bijak, semua dongsaengnya mengangguk.

"Sudahlah, sudah malam. Sebaiknya kita beristirahat." Kata Leeteuk lagi. "Giliran siapa yang berjaga malam ini ?" tanyanya. Eunhyuk dan Kibum mengangkat tangan. Leeteuk mengangguk. Semua pun kembali kekamar masing-masing kecuali Ryeowook, eunhyuk, dan Kibum. Eunhyuk dan Kibum langsung berjaga sementara Ryeowook memberesklan bekas makan.

.

.

.

Dikamar Kibum, Ryeowook, dan Henry

Terlihat sungmin dan Henry sedang ngobrol seru dengan topik entah-apa-tidak-jelas. Sebenarnya Sungmin tidur dengan Eunhyuk, tapi berhubung Eunhyuk dan Kibum sedang berjaga, dan Sungmin malas tidur sendiri, akhirnya Sungmin berencana numpang tidur dikamar dongsaeng-dongsaengnya.

Cklek, pintu kamar dibuka. Terlihat Ryeowook memasuki kamar. Sebelah lengan bajunya basah.

"Cepat ganti baju, nanti masuk angin." Kata Sungmin pada Ryeowook. Ryeowook mengangguk dan langsung mengganti bajunya dengan kaos oblong yang kebesaran hingga bahunya terlihat.

"Kalian sedang ngobrol apa?" tanya Ryeowook pada hyung dan dongsaengnya.

"ini, Wookie ge, tentang Key gege yang sudah dibawa oleh pihak musuh." Jawab Henry, Ryeowook terkejut,

"Maksudmu Key, Taemin, dan Jino ?" tanyanya memastikan. Henry mengangguk.

"keadaannya tidak menguntungkan untuk kita," gumam Sungmin tiba-tiba. Ryeowook dan Henry memberhatikan Sungmin. Sepertinya hyung aegyonya ini akan mengutarakan sesuatu yang serius. sungmin kembali melanjutkan perkataannya,

"Dibagian timur kita, masih aman, aku yakin jaejoong hyung tidak akan kalah. Selatan kita aman selama kita tidak kalah. Tapi masalahnya utara dan barat kita sudah kalah. Itu berarti kita harus bekerja lebih keras untuk menjaga daerah kita."

Henry menatap kosong pada Sungmin,

"Bagaimana kalau kita kalah hyung?" tanyanya mengutarakan apa yang selama ini ada dipikirannya. Ryeowook mengangguk.

"kita memang sudah ada diambang kekalahan." Jawab Sungmin mengagetkan dongsaeng-dongsaengnya.

"Setiap tahun pihak kita kehilangan sedikitnya dua wilayah, dan kita hanya berhasil menambah lima wilayah dalam tiga tahun terakhir. Bahkan sekarang para pangeran seperti Leeteuk hyung, Heechul hyung, dan Jaejoong hyung ikut maju ke medan tempur."setelah mengatakan itu, Sungmin lalu menatap dongsaeng-dongsaengnya.

"tapi kita jangan menyerah. Menang atau kalah bukan masalah. Yang penting kita terus berusaha sekuat tenaga dan berikan yang terbaik." Lanjut Sungmin sambil mengusap kepala dongsaengnya. Mata Ryeowook dan Henry berkaca-kaca,

"Gege," kata Henry sambil menatap Sungmin haru, "Kau tidak cocok berbicara dengan kharisma yang besar seperti itu.."

PLETAKKKK! Sungmin menjitak kepala dongsaeng terkecilnya itu.

"Dasar dongsaeng kurang ajarrrr!" rutuk Sungmin sementara yang dijitak hanya cengengesan. Ryeowook terkikik geli. 'ada-ada saja.' Batinnya.

.

.

.

Hampir satu minggu berlalu tanpa ada penyerangan dari pihak musuh. Tentu saja hal ini membuat heran leeteuk dan dongsaeng-dongsaengnya. Biasanya mereka tidak pernah diberi ketenangan lebih dari tiga hari.

Mereka sih senang-senang saja karena berarti lebih banyak waktu untuk istirahat. Tapi tidak dengan Kibum. Kibum entah mengapa jadi sering terlihat gelisah. Tentu perhatian Leeteuk. Akhirnya leeteuk memutuskan bertanya pada Kibum.

"Ada apa Kibummie? Kenapa kau kelihatan sering gelisah?" tanya leeteuk. Leeteuk dan dongsaeng-dongsaengnya sedang beristirahat diruang tengah sehabis latihan. Kibum menoleh pada Leeteuk,

"Aniyo hyung. " jawabnya singkat. Leeteuk tidak berkata apa-apa lagi, tapi dia terus saja memandang Kibum tanpa henti. Kibum menghela nafas, menyerah pada tatapan lembut hyungnya.

"Sebenarnya aku khawatir, hyung." Gumam Kibum,

"Khawatir?" Ryeowook membeo. Kini dia menatap Kibum heran.

"kau khawatir karena mereka tidak menyerang kita selama ini?" tanya Leeteuk, Kibum

"Kau terlalu berlebihan." Kata Heechul acuh, Kibum mengernyitkan dahi,

"Tidakkah hyung curiga dengan pergerakan mereka?" tanya Kibum. Heechul menatap Kibum dengan tatapan apa-maksudmu-aku-tidak-mengerti.

"Begini hyung, aku takut ini salah satu taktik mereka, membuat kita lengah, lalu menyerang kita saat kita merasa aman. Dan jujur, sekarang kita memang sedang lengah." Jelas Kibum. Semuanya mangut-mangut.

"Benar juga apa yang dikatakan Kibummie. Sepertinya kita memang harus lebih berhati-hati." gumam Sungmin. Semuanya mangut-mangut*lagi.

.

.

.

.

Ditempat lain,

Dua orang namja berjalan di koridor yang agak gelap. Suara langkah kaki mereka menggema. Namja yang satu yang berambut sebahu berjalan agak dibelakang namja yang lainnya. Pembawaannya tenang, sementara namja yang berjalan didepannya memasang wajah malas.

Akhirnya mereka sampai disebuah pintu besar. Namja yang paling depan membukanya tanpa mengetuk lebih dahulu. Mereka langsung masuk kedalamnya yang ternyata sebuah aula dimana beberapa namja sedang berkumpul.

Seorang namja berpembawaan kalem menyambut kedua namja tersebut. Menyuruh mereka duduk, tetapi sepertinya si namja yang tadi berjalan paling depan sedang tidak sabar.

"Ada apa hyung? Aku tidak punya banyak waktu." Kata namja itu. Si namja berwajah kalem tersenyum,

"tenanglah Jinki, kenapa mesti buru-buru?" tanyanya yang tak lain adalah Hankyung. Namja yang dipanggil Jinki itu menyeringai,

"Aku ada urusan dengan mangsaku." Katanya, kali ini namja yang beepembawaan tenang ikut menyeringai. Tiba-tiba seseorang merangkul bahu mereka berdua. Memaksa mereka duduk.

"Hai Jinki, Minho, aki ingin meminta bantuan kalian." Kata orang itu, Kyuhyun, to the point.

Minho mengerutkan keningnya,

"Bantuan apa?"

"Kami ingin meminjam wilayah yang baru kau dapatkan itu." Jawab Kyuhyun. Kyuhyun dan Hankyung menyeringai seram membuat Onew dan Minho merinding sendiri. Tiba-tiba saja mereka merasa kasihan pada lawan dari hyungdeul mereka ini.

.

TBC.

.

Makasih buat yang udah ngereview, bikin saya semanget bikin lagi..

Ladyuminhae, Sena, Yuera Kichito-Cloudyue291, Pity MbumkyuminElf4ever, Pipit-SungminniELFishy, Unykuminmin, Minnie Chagiy4, hee hyunai, Lee Hae Kyu, Kang Min Hyun, Yenni gaemgyu.

Makasih atas Reviewnya! Mian gak bisa dibales satu-satu. Ini juga ngetiknya ikut di laptop tetangga, jadi gak bisa lama-lama.

Gomawo

.

RnR pliiiisssss!