Tik..tik..tik..
"Hinata ayo cepat! Kau sedang apa?" Sasuke menarik tangan Hinata kasar, spontan Hinata langsung berdiri akibat tarikan Sasuke. Sasuke membawa Hinata berjalan menjauh dari danau, mencari tempat perlindungan agar terhindar dari hujan.
Tiba-tiba langkahnya terhenti saat Hinata menolak untuk berjalan lebih jauh. Hinata menolehkan kepalanya kearah danau.
"Danaunya cantik sasuke." Ucap hinata. Pandangannya tertuju pada titik-titik hujan yang turun di danau, menciptakan gelombang kecil.
"Padahal tadi cerah, kenapa sekarang tiba-tiba hujan." Gerutu sasuke
"Aku mau main air?" Rengek Hinata pada Sasuke. Karena tak mendapat jawaban dari Sasuke, Hinata langsung melepas genggaman Sasuke dan berlari menuju tengah danau.
"Ck, merepotkan." Yah, terpaksa Sasuke mengikuti Hinata yang sedang asyik hujan-hujanan di tengah danau.
Sasuke memperhatikan setiap gerakan Hinata. Hinata bergerak lincah di tengah-tengah danau, layaknya seorang penari balet. Baju yang ia kenakan basah karena hujan, membuat Hinata semakin manis di mata Sasuke. Rona merah menjalar di kedua pipi sasuke.
Mata onix Sasuke tak urung berkedip. Ia terlalu larut akan keindahan ciptaan Tuhan. Kekagumannya pada Hinata semakin menjadi saat ia melihat Hinata menggerakkan air layaknya sebuah tali. *bayangkan katara*
Sasuke berjalan menuju pohon sakura yang tadi ia gunakan untuk duduk bersama Hinata, menikmati matahari terbenam. Ia kembali memposisikan dirinya seperti tadi, duduk tenang menikmati pemandangan di depannya. Bukan menikmati matahari terbenam seperti tadi, melainkan melihat Hinata yang tengah asyik dengan permainannya.
Hinata sama sekali tak menyadari keberadaan Sasuke yang terus menatapnya. Ia terlalu asyik bermain air, menggerakkannya kesana-kemari atau bahkan membentuk sebuah gumpalan air. Sesekali ia tertawa kecil. Tawa yang merdu bagi Sasuke. Sasuke bahkan lupa akan hujan yang kini membuatnya basah bahkan ia lupa untuk segera pulang.
~ ~000~ ~
Jiahh, gomen ceritanya ketinggalan *pundung*
salah sendiri ditaruh di doc lain
