Lost Innocence [Chapter 2]
.
.
.
Be serious! If you don't like just leave and don't read the story!
.
.
.
Too many warnings to mentions :3
.
.
.
Jeon Jungkook As Jungkook Kwon
X
Kim Taehyung As Taehyung
.
.
.
Note : Disini Jungkook anak dari papa naga (GD) ya, author sengaja ganti marga nya biar cocok. Sorry update lama, kirain gak akan ada respon sama sekali. But, jika review nya lumayan author janji akan update cepat.
Maaf karena fic ini sempat terabaikan. *bow
Penyesalan memang datang diakhir :v haha, okay.. Silahkan dibaca~
.
.
.
.
INI SANGAT TIDAK MENDIDIK!
.
.
.
But, Enjoy!
.
.
.
.
.
.
"NGGHHHHHHHH!" Sesuatu yang hangat terasa membelai kejantanan nya. Lembut namun basah. Sesekali Jungkook merasakan sebuah gigitan kecil disana. Matanya tak berhenti terbuka dan tertutup dengan terpaksa. Berkali-kali ia membenturkan kepalanya, tentu tidak tahan akan reaksi kejantanannya yang dilahap brutal oleh Taehyung. Nafasnya memburu tak terkendali.
Mulutnya yang tertutup mengerang dan melenguh dengan tertahan. Astaga dia sudah kehilangan akal.
Bagaimana bisa kejantanannya yang masih terbungkus celana dalam berwarna hitam itu terlihat sangat lembab dan basah. Wajah nya memerah entah menahan malu atau nafsu, tapi yang pasti dia sudah sangat terangsang, dan ini adalah ulah dari orang yang tengah menculiknya.
Jungkook memohon dalam pikirannya yang berkabut, ia memekik ketika Taehyung dengan sengaja menggigit kejantanan Jungkook dari luar. Sekedar menggodanya, memberikan rasa puas yang luar biasa menyenangkan.
Jika saja kakinya tidak diikat, Jungkook sudah menendang manusia keparat itu sejak tadi.
Saat ini ia sedang dalam keadaan benar-benar tak berdaya dan tubuhnya tak kuasa melawan.
Apa mobil ini dibuat khusus untuk mengikat orang? Pikirnya. Dibawah kaki Jungkook terdapat pengait yang disambungkan kebelakang dan kedua kakinya diikat lalu ikatan tersebut disambungkan pada pengait dibawah sana. Jika ia terus memberontak, kekuatannya akan tandas dengan cepat dan itu bukan hal yang baik.
"Lihat kemari sayang.." Ada tawa ringan dalam kalimatnya dan Taehyung sengaja menyeringai selebar yang ia bisa. Jungkook menunduk, menatap wajah samar Taehyung yang berada tepat didepan selangkangannya.
Orang itu tengah mengurut pelan kejantanan Jungkook yang sudah sangat tegang didalam sana. Ia nampak mengernyit menyadari dirinya bahkan bisa sebesar itu ketika terangsang seperti ini.
"I'm so exited.. Eh," ia mengurutnya dari atas hingga bawah, lalu tangannya menarik celana dalam itu semakin ke dasar. "Mari kita lihat siapa didalam." Lanjutnya kemudian.
Jungkook nampak frustasi dengan geraman dan juga gelengan kepalanya yang terlihat tidak rela. Ia mengerang dan menyumpahi Taehyung didalam hati ketika Jungkook ingin merapatkan pahanya namun Taehyung dengan segera membukanya kembali.
SRET
"Wow! Sesuai dugaanku." Jungkook memalingkan wajahnya dengan mata tertutup. Taehyung telah menanggalkan pakaian terakhir yang menghalangi jalannya. Bukti kalau Jungkook memang sudah terangsang cukup jelas didepan mata.
Benda itu berdiri menantang grafitasi, sungguh membuat Taehyung memekik senang dalam hati.
Tidak! Tidak! Hilang sudah.
Ya Tuhan, apakah ini riwayat malam pertamanya?
Jungkook merutuk dan menyerapah didalam hati. Ia tak ingin melihatnya, hal ini sangat memalukan.
"Lihat kemari." Taehyung meraih kejantanan Jungkook lalu mengocoknya dengan tempo pelan, berniat kembali membuat pemuda itu tersengal akibat perbuatannya.
Jungkook terpancing, ia berjengit ketika Taehyung menggenggam miliknya. Ia tak ingin menoleh, Jungkook tak pernah rela. Namun sebuah remasan kuat menyentakkannya hingga memekik serak walau tertahan. Hingga akhirnya ia menolehkan kepalanya pada Taehyung namun tanpa membuka mata.
"Lihat kemari!" Taehyung lebih meninggikan suaranya, ia nampak menampilkan guratan kekesalan diwajahnya. Tidak bisakah Jungkook menyerah saja? Ia mulai merasa jengah untuk memaksa.
Tapi jika terus begini ya apa boleh buat? Taehyung akan terus memaksa, bahkan mengancamnya seperti tadi? Tidak buruk.
"Lihat kemari atau aku akan lebih menyiksamu." Ya, Jungkook sangat tersiksa dan ia ingin ini berakhir tanpa harus dilanjutkan lagi, tapi sepertinya tidak akan bisa. Ia membuka matanya dengan gusar, pupil nanarnya menatap Taehyung yang kemudian menyeringai menyadari kemenangannya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi ia segera melahap kejantanan dalam genggamannya dengan Jungkook yang hanya bisa menahan suaranya sambil membenturkan kepala pada kepala jok dibelakangnya.
"Rrrrmmmmhhh!"
Taehyung tidak ingin memberi perintah lagi untuk Jungkook agar tidak menahan suaranya, ia tak terlalu mempermasalahkannya karena ia tau Jungkook tak akan bisa bertahan lama dengan permainan lidah Taehyung. Lagi pula ia tak ingin melepaskan benda besar itu didalam mulutnya, terlalu nikmat untuk berhenti dan ternyata ia mengecap rasa baru dari sana. Getir memang ada, namun aroma cologne yang menyegarkan penciumannya menyalurkan sebagian rasa yang Taehyung sebut dengan nikmat kedalam otaknya. Harum dan ternyata Jungkook bukan tipikal orang yang jorok ataupun jarang membersihkan tubuhnya. Warna kulitnya terlihat segar dan walaupun berkeringat ia tetap menguarkan aroma maskulin yang memabukan.
Jungkook tersengal, rasa dikejantanan nya menjalar merayapi tubuh. Membuatnya terkesiap dan menegakkan tubuhnya ketika Taehyung semakin gencar dan meningkatkan hisapannya disana.
"Nghh! Mhh! Hhh! Hhhh!" Benar bukan? Jungkook tidak tahan berlama-lama meredam suaranya. Apalagi ketika Taehyung melepaskan benda itu dari mulutnya lalu menjilat dan mengecupnya tepat dari pangkal hingga keujung. Sebelah tangannya tidak hanya diam, ia mengocok bagian yang tak tersentuh secara keseluruhan oleh mulutnya.
Jungkook? Ia mengerang semakin keras dan panjang ketika merasakan darahnya terpompa hingga ke pusat tubuh.
Mulut basah Taehyung mengulum satu persatu bola testikel kembar dibawah sana. Dalam hatinya ia mendesah kecil penuh rasa nikmat dan kepuasan karena telah berhasil mencicipi kejantanan pemuda tampan yang sulit ia taklukan.
'Maaf ya Jimin, sepertinya aku akan menyusahkanmu lagi.' Dan mengotori mobilmu dengan bau sex yang melekat dan cipratan sperma dimana-mana, jika boleh ditambahkan.
Taehyung menyeringai dalam hisapannya disana, ia menanggalkan celana miliknya sendiri sambil berjongkok dan menghisap milik Jungkook. Kembali ia memasukan ujung kejantanan pemuda itu kedalam mulutnya, dimana lidahnya meliuk dan menjilat benda panas milik pemuda tersebut yang berdenyut cukup kencang didalam sana. Dengan ujung lidahnya ia menjilat lubang kejantanan dalam genggamannya.
Jungkook tak dapat berhenti mendesah hingga suaranya berubah dan terdengar serak. Nafasnya tersengal dengan dada yang naik turun dipenuhi oleh keringat. Matanya kehilangan fokus dan Jungkook mulai merasakan ada yang ingin keluar dari selangkangannya. Pemuda itu menyadari ini bukan suatu hal yang baik. Dia belum pernah merasakan blowjob ataupun melakukan sex oral dengan siapapun.
Wet dream? Pernah. Namun ia langsung melupakan bagaimana rasanya dan berhubung ia tak pernah berhayal tentang wanita seksi atau pun lelaki cantik ia selalu mengalaminya secara alami. Maksudnya, sekedar mengonfirmasi kalau dia (alat reproduksinya) masih normal.
Aneh memang.
"NNGGHH!" Jungkook mengejang, ia mengepalkan kedua tangannya ketika dirasa kejantanannya mengeluarkan sesuatu yang membuatnya tak tanggung-tanggung didera nikmat luar biasa. Ia mendongkakkan kepalanya dengan mata terpejam.
"Ogkkhh!" Taehyung hampir tersedak dan lagi Jungkook yang memajukan pinggulnya hingga membuat ujung kejantanannya menyentuh ujung tenggorokan Taehyung hingga setengah cairan asin itu lolos dari kerongkongannya. Ia segera menahannya didalam mulut lalu mengocok kejantanan Jungkook agar ia kembali mengeluarkannya lebih banyak.
"NNGGGHHH!"
Jungkook kembali melenguh namun lebih dalam dan panjang, suaranya sarat akan rasa nikmat ketika cairan yang sama kembali keluar. Dengan segera ia memundurkan kembali pinggulnya, hingga membuat Taehyung memajukan wajahnya untuk semakin mengulum benda dimulutnya. Sebagian cairan lekat itu ia biarkan keluar melewati sisi bibirnya, mengalir lamban melewati batang ereksi milik Jungkook lalu tangannya kembali mengocok sekaligus mengoles cairan tersebut disana.
Nikmat? Tentu saja. Dan kini matanya masih terpejam dengan dada yang naik turun.
Jungkook membuka matanya kemudian, lalu menatap Taehyung yang menghisap kejantanannya dengan berani. Nafasnya tersengal luar biasa dan Jungkook mengerjap menyadari Taehyung yang sudah melepas kejantanan nya. Ia merasa licin disana, bagaimana tidak? Air liur Taehyung dan sperma kental miliknya sendiri bagai melumuri kejantanannya. Tidak, itu memang melumuri kenjantanannya.
Detik kemudian Taehyung bangkit dari posisinya yang duduk berlutut lalu kembali singgah dipaha Jungkook.
Ia terkesiap lalu kedua tangan Taehyung membawa wajah Jungkook agar sedikit maju untuk lebih menghadapnya. Kemudian ia membuka lakban dimulut Jungkook dengan cepat dan sebelum pemuda itu mengeluarkan suara, Taehyung memagut bibir Jungkook yang sedikit terbuka dengan mulut dan dagunya yang dipenuhi oleh sperma.
Suaranya tertahan oleh sesuatu dan Jungkook mengernyitkan alisnya tidak suka ketika cairan dari mulut Taehyung berpindah ke mulutnya. Lidahnya mengecap rasa asin yang aneh dan juga ada sesuatu yang padat didorong oleh lidah Taehyung. Ia merasa ingin muntah, kepalanya bergerak tak mau diam hendak melepas ciuman mereka. Kedua tangan Taehyung tak gentar membantu untuk membuat Jungkook menelan cairan itu. Ia menarik tengkuk pemuda tersebut dan semakin merapat hingga masing-masih kejantanan mereka bersentuhan dibawah sana.
"Rrrrnnnggghhh!" Jungkook mengerang entah mengapa hingga kemudian Taehyung menggerakan bokongnya untuk semakin menggesek kejantanan mereka. Well Taehyung sudah bertelanjang entah sejak kapan, ia hanya mengenakan kemeja yang seluruh kancingnya dibuka, sedangkan Jungkook. Jangan tanya dia.
Kemeja putihnya sobek dan beberapa kancingnya sudah hilang. Celananya hanya turun dan tertahan sampai paha. Ya Taehyung tak ingin susah payah menelanjanginya, begini saja sudah cukup dan melihat dirinya yang lebih naked dari pada Jungkook memberikan kebanggaan tersendiri untuknya.
Jungkook keras kepala, tentu saja dan Taehyung mulai merasa geram karena pemuda itu malah membuat cairannya terbuang sia-sia.
Sudahlah, telan saja Jungkook.. Toh itu juga berasal dari tubuhmu?
Baiklah, cara kasar pun boleh. Sungut Taehyung didalam hati. Jika ia tetap tak mau menelannya Taehyung akan mencekiknya. Hey, jangan protes! Dia mulai frustasi dengan Jungkook yang terus melawan!.
"AKKGGHHKK!" Teriakannya tertahan oleh cairan tersebut dan sesuatu yang melewati tenggorokannya terasa mengganjal dipangkal. Dengan terpaksa Jungkook menelannya mati-matian jika ia tidak ingin mati tersedak dan kehilangan nafas.
"Nnnggg!"
GLEK
Benda keras itu lolos, melewati tenggorokannya yang terasa nyeri.
Jadi Taehyung menggigitnya brutal dan meremas kejantanannya tanpa ampun hingga Jungkook memekik keras dan ketika itu ia semakin mendorong cairan dan pil tersebut kedalam mulut Jungkook.
Tunggu! Pil?
Ya Taehyung tidak membawa botol air dan ia punya inisiatif untuk membuat Jungkook menelan obat perangsang tersebut walau dengan sebuah ide gila dan sedikit paksaan.
Ternyata hasilnya tidak buruk. Taehyung melepas ciumannya ketika Jungkook mulai terbatuk-batuk kecil, lalu setelah bibir mereka terpisah Jungkook terbatuk keras dengan tanpa ditahan.
"Ah ah ah, tidak boleh dimuntahkan sayang." Taehyung meraih wajah Jungkook lalu memagutkan bibir mereka lagi. Menghisap lidah Jungkook yang masih kentara dengan rasa sperma. Sulit diyakini. Sebenarnya jika Taehyung tidak berniat meminumkan pil itu ia pasti lebih memilih menelannya sendiri dari pada harus memaksa Jungkook yang membuangnya sia-sia. Maksudnya, Jungkook malah meludahkan cairan tersebut tanpa perduli perjuangan Taehyung mendapatkannya.
Hentikan perkataan konyol ini! Jungkook butuh air bersih, ia sungguh merasa mual. Orang gila mana yang mau menelan cairan macam itu (walaupun itu berasal dari tubuhnya), ya Jungkook tidak tau kalau beberapa orang sangat menyukainya. Tapi tetap saja man! Orang yang baru pertama kali merasakannya pasti akan satu pendapat dengan dia.
Sedangkan Taehyung dengan asyiknya melilitkan lidah basahnya dengan lidah kaku milik Jungkook. Orang ini tidak pandai berciuman dan walaupun itu tidak terlalu dituntut dalam kehidupan sehari-hati tapi ketika bercinta itu sangat diperlukan bukan? Kalau begitu sepertinya ia patut diajari. Ya siapa tau saja mereka bisa bertemu kembali?
Kedengarannya tidak mungkin, tapi apa salahnya jika dicoba?
Jungkook merasakan tubuhnya semakin panas, pandangannya kabur dan otaknya seperti berkabut. Sebenarnya apa yang tadi dia telan bersama cairan itu? Tidak mungkin kalau itu adalah obat tidur. Nyatanya Jungkook sama sekali tak sadar kalau itu adalah obat perangsang dan Taehyung memberikannya dua butir sekaligus. Hebat bukan?
Taehyung tersenyum miring ketika dirasa bibir Jungkook yang membalas pagutannya dengan kaku. Dasar amatiran, dengusnya didalam hati, namun ia memekik senang setelah itu.
Ia mengecup bibir Jungkook yang sedikit terbuka dan basah. Seakan menerimanya, Jungkook menghisap bibir Taehyung yang kala itu mengecupnya singkat.
"Sudah bekerja huh?." Ada tawa kecil didalam kalimatnya, lalu Taehyung merangkul leher Jungkook ketika pemuda itu memajukan wajahnya meminta sebuah ciuman.
Benar-benar berkabut dan sentuhan Taehyung pada tubuhnya memberikan getaran nikmat yang 10 kali lipat lebih besar dari yang sebelumnya. Akal sehatnya bersembunyi entah dimana dan moralitas yang ia junjung tinggi hilang ditelan langit. Eh?
Jungkook mengerang ketika Taehyung menekan dan menggeliat menggoda diatas selangkangan nya.
"Aohh! Ahhh!"
Oh Ya Tuhan nikmat sekali!
Bola matanya mengedip sayu, dengan alis yang bertautan dan ia masih berusaha meraih bibir Taehyung. Pergerakannya terhambat akibat kedua tangannya yang diborgol keatas dibelakang kepala. Oh God! Dia ingin sekali merasakan bibir itu lagi.
Seakan disiksa oleh rasa panas yang melahap tubuhnya. Jungkook mengerang entah kenapa. Ketika ia disentuh, Jungkook akan merasakan kenikmatan yang merayap melewati seluruh tubuhnya menggantikan rasa panas tersebut. Namun hanya ketika disentuh.
Maka dari itu ia berusaha mati-matian untuk meraih bibir orang didepannya.
"Kau tidak tahan sayang? Ingin menciumku? Ahhh.." Lelaki bersurai coklat itu sengaja mendesahkan kalimatnya, pinggul rampingnya tak pernah berhenti menggoda selangkangan Jungkook.
Taehyung ingin sedikit bermain, sedikit menyiksa bocah ini yang tadi melawannya dan bahkan menyerapahnya (itupun jika Taehyung tidak dengan cepat menutup mulutnya kembali). Tidak akan apa-apa selama orang ini masih dalam pengaruh obat.
"Pleasehhh.. Panas! Aku tidak.. Tahanhhh.. Oohh." Jungkook melenguh pada kata terakhir ketika Taehyung dengan amat sangat sengaja menggesekkan bokongnya pada batang ereksi milik Jungkook.
"Suruh siapa tadi kau menolakku hmhh? Ahhh mmhhh dia tidak sabaran." Taehyung menjepit dan menekan kejantanan Jungkook diantara pipi pantatnya yang kenyal hingga pemiliknya mengerang tak karuan. Saatnya menghukum anak nakal yang tidak menurut!
Taehyung menabrakan bibirnya tepat diatas bibir Jungkook. Keduanya mengawali ciuman dengan bibir yang sama-sama terbuka hingga didetik selanjutnya saling memagut dan erangan vulgar terdengar dari mulut Taehyung. Jadi begini seorang Kwon Jungkook ketika birahinya sudah membuncah? Ia sampai membuat Taehyung mengerang nikmat didalam ciuman mereka. Begitu liar dan tentu si surai coklat itu sangat suka.
Sebelah tangannya turun kebawah, menggantikan bokongnya yang menggoda kejantanan berotot milik Jungkook. Mengocoknya cepat, membuat nafas pemuda itu semakin berat.
Jungkook menghembuskan nafas hangatnya dalam ciuman. Memberikan hawa panas pada wajah Taehyung yang berwarna merah padam.
Mereka berdua dibanjiri keringat, telihat dari permukaan kulit yang mengkilap. Mempertontonkan keerotisan sepasang manusia yang saling memagut dan menggoda.
Jungkook mengerang ketika Taehyung melepaskan ciuman nya. Pemuda itu menatap dengan wajah lelah dan mata yang berkabut.
Taehyung berseringai ria membalas tatapan Jungkook, lalu meludahi jari-jari tangan untuk membasahi lubang analnya. Ia mengangkat diri, membuat Jungkook menggeliat akibat hilang kehangatan yang menyelimutinya.
"Ayo, aku ajarkan kau bagaimana caranya bercinta dengan submisive sepertiku." Taehyung menggenggam ujung penis Jungkook untuk ia arahkan pada liang analnya. Sebelah kaki nya tertekuk untuk lebih mempermudah penetrasi.
"Annghhh! Akkhhh!" Keduanya saling melenguh menyahutkan rasa nikmat yang mendera ketika tubuh saling menyatu. Taehyung mendudukan diri diatas kejantanan Jungkook yang telah tertanam sempurna direktumnya. Tanpa sadar telapak tangannya menampar dan memukul dada Jungkook hingga meninggalkan bekas kemerahan dikulitnya. Sedangkan pemuda itu mengerang sekilas.
"Oh! Ya Tuhan! Ini nikmat sekali!" Kemudian cakaran dalam didapatkan Jungkook pada area bahu.
"Rrrmmhhhh!" Perih dan juga panas menjadi satu. Nyeri diseluruh tubuhnya mulai terasa samar-samar. Nikmat hanya menjadi perantara, dan sepertinya Taehyung tak ingin memberikan kenikmatan pada Jungkook. Tidak boleh ada simpati pada tawanan!
Taehyung menyadari perasaan dihatinya mulai berbeda saat berciuman dengan pemuda itu. Dadanya berdebar bukan karena nafsu, namun ada yang lain yang menyentaknya.
Dia tidak boleh jatuh cinta! Walau nyata nya Taehyung hanya jatuh cinta pada tubuh dan kejantanan sempurna milik Jungkook. Namun ia lebih takut lagi jika harus jatuh hati pada pemuda itu, perasaannya yang tak pernah tersentuh siapapun. Kini tiba-tiba goyah oleh seorang pemuda jelmaan eros yang menawan.
Taehyung menyeringai ganjil dalam gerakan-gerakan menggeliatnya untuk menggoda Jungkook. Pemuda itu melenguh dan tak mau diam, dengan menggoyangkan pinggulnya perlahan dapat telihat kejantanannya yang mengkilap keluar masuk sedikit demi sedikit.
Ah, Tuhan! Maafkan anakmu ini!
Jungkook menjerit frustasi didalam hati. Nafsu birahi mengalahkan moralitasnya, sedangkan rektum panas itu semakin melahapnya dan memakan tubuhnya hingga habis. Jungkook menarik nafas ketika Taehyung mengangkat diri, menyisakan kepala penis Jungkook diujung rektumnya.
SLEB!
"AKHHhh! SAKIThhh!" Dan Jungkook mengerang nyaring ketika Taehyung menghentakan pantatnya keras-keras hingga ujung penis Jungkook menubruk titik ternikmatnya.
"AHHh! Nikmathhh! Sayang! Penismu sungguh terasa nikmat disana- ahhh!" Taehyung mendongkakan kepalanya dengan mulut terbuka, rasa nikmat yang menggulung lalu menghantamnya membuat akal sehat yang tadinya masih tersisa setetes kini telah hilang diterpa badai birahi yang kencang. Jungkook menggertakan gigi dengan nafas tercekat akibat kejantanannya yang terasa dijepit terlalu erat.
Nyeri! Tentu saja, jika ruang yang menampung terlalu sempit ditempati. Ah, atau Taehyung yang sengaja menyempitkannya? Dasar pria itu.
"Tidak! Stop-hh! Aku-" Jungkook tak kuasa mengutarakan perasaannya, nafasnya terputus-putus seperti orang sekarat. Taehyung semakin gencar menyempitkan rektumnya dan menubruk lebih keras lagi.
"AKHHH! Nikmathhh! Ini luar biasa nikmat sayanghh!" Kedua tangannya menumpu pada bahu Jungkook yang sudah licin oleh cairan pekat berwarna merah. Bekas-bekas kuku itu terlihat samar disuasana yang temaram. Jungkook menggulirkan kepalanya kesegala arah akibat rangsangan rasa sakit dan nikmat yang menyatu dikejantanannya. Pemuda itu tak pernah berhenti menjeritkan rasa nyeri dan ngilu. Obat itu bereaksi terlalu berlebihan, hingga rasa sakit berubah menjadi nikmat jika tubuhnya disakiti pada bagian tertentu.
Jungkook merasakan perasaan aneh ketika Taehyung bergerak naik turun dengan menghentak kejantanannya yang membengkak. Keras dan kuat, hantaman bokong kenyal itu diatas selangkangannya. Jungkook sedikit menjulurkan lidah dari mulutnya yang terbuka, hanya menyisakan ujungnya diluar mulut dan saliva pun menetes dari sana ketika ia ikut terguncang oleh hantaman rektum Taehyung yang menjepitnya.
"Rrrrrmmhhhh!" Jungkook kembali mengerang ketika Taehyung memagut dan mengulum lidahnya yang terjulur. Kedua tangan nya digunakan untuk meremat rambut Jungkook dikedua sisi kepalanya. Pemuda itu terpaksa mendongkak, membalas setiap lumatan Taehyung dengan pengetahuan berciuman yang terbatas. Mulutnya hanya bergerak terbuka lalu menutup dan membiarkan bibir dalamnya menyapu bibir tebal milik Taehyung. Sungguh diluar dugaan, Jungkook melakukan itu ketika Taehyung pertama kali menciumnya dengan ganas. Pemuda ini menirunya ternyata.
Tanpa terasa, hujan turun dengan amat deras, dengan keduanya yang tak pernah menyadari kapan buliran air mata langit itu turun.
Ketika Taehyung tidak lagi menyempitkan jalannya. Jungkook menyodok dengan pinggulnya yang terangkat dan menghempas pantatnya agar gesekan dikejantanannya semakin terasa, Namun dengan gerakan yang lamban, dapat membuat Taehyung tersenyum tipis dalam usaha nya memagut bibir Jungkook.
Dia membantunya, Taehyung menghentak keatas dan kebawah dengan keras. Sama seperti tadi, dan Jungkook hanya dapat mengerang tertahan oleh ciuman.
Puas dengan bibir Jungkook, Taehyung melepas pakaian terakhir yang melekat ditubuhnya. Hingga kini ia benar-benar bertelanjang bulat diatas pemuda itu.
Kini Taehyung tidak menghentak, ia menggesek selangkangan Jungkook. Memaju mundurkan pinggangnya dengan kejantanan pemuda tersebut yang keluar masuk bagai dihisap oleh analnya.
"Amhhhh! Ahhh! Hahh!" Manik sang surai merah berkelip indah terpantul cahaya. Kini tangannya benar-benar tidak bisa bergerak. Jungkook merasa keram sejak beberapa saat yang lalu, sepertinya mati rasa lebih baik dari pada harus merasakan kesakitan itu.
Sebelah tangan panjang terulur meraih botol sampanye pada sebuah kantung dibelakang jok mobil pengemudi. Taehyung membuka tutup gabusnya menggunakan gigi, ia menyeringai dalam gerakannya.
"Kau suka sampanye? Ahh" Tanya nya sambil menjilat leher botol. Jungkook menggeleng dengan segala kepolosan nya yang telah dinodai oleh birahi.
"Sayang sekali.. Mhhh! Kau harus mencobanya!" Seringaian kejam dimunculkan Taehyung, tepat ketika tubuhnya berhenti sejenak ia menyiramkan sampanye tersebut diatas luka cakaran Jungkook. Pemuda itu menjerit dengan nafas yang semakin memburu, nyeri menyergap ketika permukaan luka nya dibelai oleh lelehan cairan beralkohol tersebut.
"Arrrkkk! Apa yang kau lakuk-hhh! Ahhh! Mrrrhh!" Taehyung kembali bergerak ketika Jungkook merasakan kesakitan yang lain. Ia menyiramkan sampanye di atas kepalanya, menggeleng sengaja hingga tetesan yang mengalir dari ujung rambutnya terciprat kesegala arah, termasuk membasahi tubuh Jungkook. Taehyung meminumnya kemudian, lalu botol yang kosong ia lempar sembarang kebagian belakang.
Taehyung kembali memagut bibir pemuda dihadapannya dan menyalurkan cairan sampanye dimulut kedalam mulut Jungkook.
Pemuda itu menelan sampanye yang Taehyung berikan lewat mulutnya ketika pria diatasnya meremas bahu terluka milik Jungkook. Ia sudah mengerti itu adalah perintah mutlak yang tidak boleh diacuhkan, tidak! Setiap perintah Taehyung itu mutlak.
Mereka membenahi posisi setelahnya, dengan tubuh yang basah dan bau alkohol yang menyengat, Taehyung membalikan tubuh membelakangi Jungkook. Kembali ia menuntun kejantanan itu untuk menyatu dengan rektumnya dan Jungkook kembali melenguh dengan nafas yang pendek-pendek.
Taehyung menumpukan kedua tangannya pada paha Jungkook, kembali ia bergerak menyentak selangkangan Jungkook dengan bokongnya. Pemuda itu semakin gemetar dibuatnya, kejantanan milik Jungkook terasa berkedut hebat ketika Taehyung meningkatkan intensitas gerakannya.
Taehyung menolehkan kepalanya kesamping ketika punggungnya menempel sempurna pada perut dan dada Jungkook. Ia menarik tengkuk Jungkook untuk bercumbu dengannya.
Dengan tubuh bagian bawah yang tak juga berhenti merangsang dan menggoda, Taehyung mencengkram pinggul Jungkook dibawahnya.
"Mmhh! Mmppckk!" Hisapan bernafsu itu membuat Taehyung cukup kewalahan. Jungkook menghentakan pinggulnya dengan lancar ketika Taehyung beralih menumpu kedua kakinya untuk mengangkang lebih lebar pada tempat duduk. Pria itu mengangkat kejantanannya guna memberi ruang bagi Jungkook untuk menghantam rektumnya dengan penis berotot tersebut.
"Aaaghhhh! Gerakan lebih cepat sayangghhh! Setubuhi aku semaumu- AkH! Fuck mehh!" Taehyung meremas dada nya dengan tubuh yang menggeliat merasakan kenikmatan luar biasa didinding rektumnya ketika Jungkook menyodok dengan gerakan bertenaga. Entah datang dari mana kekuatan itu, si surai merah kelam hanya ingin mencapai sesuatu yang lebih nikmat dan menyenangkan. Dibandingkan dengan surga yang dijanjikan tuhan, ini terasa lebih memabukan. Walau nyatanya hal ini adalah salah.
Jungkook menggertakan gigi. Segala perasaan nikmat, nyeri dan ngilu menghantamnya hingga membuat kepala tampan itu berdenyut kencang. Tidak! Ini terlalu nikmat!
Kejantanannya keluar masuk dengan vulgar dari liang anal Taehyung yang memerah. Menggesek dan menghentak dengan cepat dan tepat.
Suara kulit kelamin yang bertabrakan menyimfoni bersama suara desahan dan lenguhan panjang yang diredam hujan.
"AKHH! Nikmathh!" Jungkook tak sengaja menggeram disamping telinga Taehyung dan menelusupkan hidung beserta mulutnya pada ceruk leher pria tersebut.
"Akkhhh! Terushh tusuk aku!" Taehyung mendesah dengan sebelah tangan yang mengocok kejantanannya. Sesuatu hendak meledak dan ia tak ingin menahannya lagi.
Jungkook merasakan denyutan luar biasa dari kejantanannya. Seluruh permukaan wajah tampan itu memerah padam hingga leher. Jungkook tak kuasa menghantam lebih kuat ketika sesuatu terasa meluncur melewati lubang urinalnya.
"AKHHH! OHH! Ohh~" Jungkook merasakan tubuhnya mengejang dan bergetar begitu hebat. Rasa nikmat yang luar biasa besar menenggelamkannya dalam kepuasan tak ditahan-tahan, lalu disusul oleh Taehyung yang juga mengejang dengan cipratan sperma mengotori karpet mobil dan punggung jok kemudi.
"OHHH! God! Nikmat sekali! Oh~" sebelah tangan masih mengurut kejantanannya dengan mata tertutup. Taehyung menggeliat-geliat pelan diatas tubuh Jungkook.
Nikmat akibat bercinta dengan pemuda dibawahnya sungguh sangat berbeda, ia merasakan kepuasan yang berlebih ketika tubuhnya menyatu bersama Jungkook.
.
.
.
Analnya terasa becek.
.
.
.
Taehyung menarik diri, ia membalikan posisi menjadi kembali menghadap Jungkook. Pria itu segera menyambar bibir Jungkook yang mulai kembali tak sadarkan diri. Pemuda dihadapannya terlalu lelah sehabis bercinta.
Jungkook sedikit berjengit ketika merasakan bibirnya dipagut seseorang.
"Mmllhhh" ia tak punya tenaga lagi untuk sekedar membalas ciuman, Jungkook melemah ketika Taehyung melepas bibirnya dan beralih memeluk si surai merah kelam dengan selangkangan yang meneteskan sperma pemuda tersebut.
Didetik kemudian, Jungkook benar-benar tak sadarkan diri.
.
.
.
Taehyung begitu puas dengan percintaannya bersama Jungkook. Ia tak salah perkiraan, pemuda itu memang tipe top yang cocok untuk didominasi.
Kembali Taehyung mengeluarkan seringainya.
Oh, semoga ini belum fajar, ia ingin melakukan suatu hal terlebih dahulu.
.
.
.
.
.
.
.
Sebuah van berhenti didepan bangunan tua yang masih kokoh namun memprihatinkan. Gedung yang sudah lebih dari 10 tahun tidak terpakai, sungguh tak dapat dipercaya kalau tempat tersebut adalah markas Taehyung dan kawan-kawan.
Pria itu memapah Jungkook yang tak sadarkan diri. Sebenarnya itu lebih tepat seperti menyeret pemuda tersebut, karena kedua kaki Jungkook yang sama sekali tidak bergerak.
Beberapa orang bermunculan keluar.
Masing-masing menggunakan masker yang menutupi wajah mereka.
"Bantu aku bodoh!" Taehyung menggeram dikemudian detik ketika Jimin hanya termangu menatapnya.
"Ah, sabar sedikit. Dasar idiot!" Jimin membantu disampingnya. Menyampirkan sebelah lengan Jungkook yang terabaikan, lalu menyeretnya masuk kedalam gedung.
Jungkook tak sadarkan diri dengan kepala yang tertunduk, mulutnya dilakban dan kini ia tak mengenakan jas lengkapnya.
Pemuda itu menggunakan jaket kulit hitam milik Taehyung dan celana senada yang sangat pas.
BRUK
"Uh! Apa yang kau lakukan padanya?!" Jimin mengangkat alis setelah menjatuhkan tubuh Jungkook diatas lantai semen yang keras. Pria berambut hitam itu menatap sesuatu dibalik kerah jaket. Seperti memar, berwarna keunguan. Wah, si idiot ini menghajarnya habis-habisan ternyata.
"Jangan berpura-pura jadi anak autis." Taehyung berlenggang pergi dari ruangan itu, ia melewati tubuh Hoseok yang hendak menahannya.
Pria berambut hitam lusuh itu menatap punggung Taehyung yang menghilang dibalik pintu.
"Ikat dia." Ujar Seokjin dengan gumaman datarnya yang dingin.
Sedangkan Namjoon dengan sebelah kakinya memainkan kepala Jungkook untuk sekedar melihat wajahnya. Jimin lalu mengangguk dan mengambil tali panjang dibalik peti-peti besar disana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dikediaman keluarga Kwon yang berubah kelam dan dipenuhi kesedihan, seorang wanita paruh baya tersengal tangis nya sendiri. Ia meringkuk didalam rengkuhan sang suami: tuan besar Kwon Jiyong.
"Sudahlah sayang, dia akan baik-baik saja. Aku yakin tak akan terjadi apa-apa jika Jungkook benar diculik." Jiyong menenangkan dengan hati yang ikut tersapu kegelisahan sang istri. Dikenyataan rasa khawatir tentu ada, apalagi semenjak hilangnya pangeran mereka itu.
"Tapi perasaanku mengatakan hal lain. Telah terjadi sesuatu pada Jungkook ku sayang." Suara yang putus-putus kembali membuat Jiyong didera perasaan yang sama dengan istrinya, benar! Apa yang penculik itu lakukan kepada anaknya? Apakah Jungkook baik-baik saja?
Sampai saat ini hanya selembar surat singkat yang dapat menjelaskan kenapakah Jungkook hilang.
'Kami akan meminjam anak kalian dulu. Setelah itu kita bisa bernegoisasi mengenai harga nyawa tuan muda ini. Silahkan lapor polisi jika kalian hanya ingin kepala nya saja yang pulang.'
Saat itu, sang istri langsung tak sadarkan diri. Terlalu terkejut dengan hilangnya Jungkook, ia baru sadar sekarang setelah dokter pribadi Jiyong datang memeriksanya.
"Sayang! Cepat lapor polisi! Aku sudah tidak tahan lagi." Hani mengamuk, ia memukul-mukul dada Jiyong yang menurutnya berkesan tak perduli, bahkan ketika anaknya diketahui telah diculik.
"Jika kau ingin Jungkook mereka penggal silahkan lapor polisi." Suara Jiyong bergetar akibat pukulan Hani didadanya.
Wanita bernama lengkap Kim Hani itu membeku dengan emosi yang kembali hendak memuncak.
Lalu..
Tangisnya pecah dengan gaung yang lebih keras lagi. Ia memeluk Jiyong dengan perasaan frustasi.
"Aku sudah menghubungi Seunghyun hyung, dan dia akan membantu. Juga beberapa teman detective ku."
Jiyong menenangkan dengan elusan tangannya yang melembut dikepala Hani.
Uang tentu bukan masalah, yang ditakutkan hanyalah keselamatan anak semata wayangnya.
Jiyong tau, siapa kelompok yang menculik Jungkook. Mereka terlalu berbahaya untuk dilawan dengan polisi. Bisa saja benar hanya kepala anaknya yang pulang.
Jiyong memejamkan matanya yang mulai perih. Dia tidak bisa tidur sejak keributan kemarin malam. Orang tua mana yang masih bisa tertidur lelap ketika anaknya bersama para pembunuh berdarah dingin?
Tunggu hari esok ketika mereka memberitahu apa yang harus ia lakukan kemudian. Lalu Jiyong akan berikan yang mereka ingin.
.
.
.
.
.
.
.
TBC~ '-'
Sorry untuk typo dan kata-kata frontal yang sedikit vulgar.
Review akan memberi semangat bagi Ell.
