"Kyaaaaaaaaaa~~~ Kise-kun! Bisa minta tanda-tangannya!"
"Kyaaaaaaaaaaaaa~~~! Kise-sama selfie yukz!"
"Kise-sama Nikahi aku!"
Haaa~h sebenarnya Kuroko tahu hal ini akan terjadi. Sekarang ia bertiga sedang ada di Maji Burger.
Bertiga?
Ya Kise tidak memberitahu Kuroko. Kalau jalan-jalan ini bukan cuman berdua—sebenarnya yang waktu itu pm juga bukan Kise, Tapi—
Curse.
A Kuroko's Basketball Fanfiction
Kuroko's Basketball © Fujimaki Tadatoshi
Curse © Kuroko Tetsuragi
Rate: T-M (T+)
Genre: Horror, Psycological, Thriller, Tragedy.
Chapter 02: Kowareta Kin (Broken Gold)
Pair this Chap: KiKuro (Friendship) and KiKasa, AoKaga
Warning: Future story (a year after Winter Cup) OOC Yaoi, Shounen-Ai, de el el, anime lain, produk ataupun game yang tercantum disini bukan punya saia!
Kuroko memasuki Maji Burger lalu mencari sosok honeyblonde yang (katanya) ngajakin janjian gitu. Ia lalu berlari menuju tempat itu.
"Ohayou gozaimasu, Kise-kun."
Kise kaget menatap orang yang ada di depannya.
"Uwoaah! Kurokocchi! Bikin kaget aja—ssu! Kebetulan ya bisa ketemu, kabar gimana? Aku kangen banget Kurokocchi!"
Kebetulan?
"Lho, bukannya kemarin Kise-kun yang ngajakin?"
Ha?
Kise menatap sosok babyblue yang ada dihadapannya ini dengan tatapan bingung.
"Kemarin... aku dapat pm dari mu."
"Eh...? kemarin kan clan war Kurokocchi! Aku nggak ada bbm-an—ssu."
Jgerr!
"La terus yang kemarin pm—what? Aku nggak on cOc kemaren! Pasti baseku..."
"Tenang aja Kurokocchi—basemu aman—ssu."
Kuroko bisa menghela nafas lega. Lain kali ia harus buat peringatan.
Jam clan war. Biar ga lupa lagi.
"Bagaimana bisa aku lupa hari ini clan war... oh iya kembali ke topic, jadi siapa yang undang aku kesini."
"Aku." Sebuah suara membuat Kuroko membalik ke sosok berambut hitam dan bermata metal blue yang kini ada dihadapannya.
"Kasamatsu-san doumo, bagaimana kuliahnya? Kalau tak salah Kasamatsu-san kuliah di Universitas Tokyo ya, ambil Falkutas apa?"
"Ya lumayanlah, ga susah tapi juga nggak gampang, emm Falkutas Kedokteran." Jawabnya yang ditanggapi 'woow sugoi nee' dari Kuroko.
Sementara Kise melengo.
Berarti yang kemarin ngehack bbmnya...
"Eh?"
"Kau kenapa..." Tanya Kasamatsu.
"Jadi Senpai yang... ngundang Kuroko—pake akun bbmku—ssu."
Jawabannya hanya anggukan singkat.
"Ah, kenapa emangnya ada masalah?" terang saja punya uke yang tsundere namun rada-rada yandere kayak gini.
Rasanya ngenes—ssu.
"Nggak—ssu, nggak ada masalah—ssu."
"Yaudah kalau begitu, oh iya Kuroko... kau mau pesan apa? Biar semuanya Kise yang bayar."
"EH?"
"Kalau begitu aku mau vanilla milkshake saja." Baru saja Kuroko ingin beranjak untuk memesan minuman favoritnya—Kasamatsu kembali bersua...ra
"Biar Kise yang pesan."
"Senpaiii~~ Hidoi—ssu." Namun ia tak bisa membantah, iapun pergi untuk memesan.
Belum sampai di counter pemesanan seorang gadis memergokinya.
"Kau Kise Ryouta dari Kaijou kan?"
Kise tidak bisa tidak mengangguk, karena memang iya dia dari Kaijou, dia kan nggak pernah pindah ke sekolah manapun.
"Kyaaaaaaaaaaaaa~~~! Dia beneran Kise-kun! Nee~ aku boleh minta tanda-tangan tidak?" tanpa sadar teriakkan gadis itu memicu gadis lain menengok ke arah tersebut.
"Kise Ryouta~~"
"Kyaaaaaaaaaa~~~ dia tampan sekali."
Sementara para cowok yang di yakini adalah pacar dari gadis-gadis tadi berdecak kesal.
"Tampan? Tamvan* si bener, ya ga coeg?"
"Ya... gue setuju ama lo coeg." Ucap salah satu dari gadis yang ada disana, namanya Tetsuragi. Dia lagi sibuk dengan laptopnya—buka
"Che... harusnya kita makan di Pantassia atau nggak St. Pierre kek."
"Jauh tau!"
Ayo kita kembali ke tempat Kise.
Akhirnya setelah berabad-abad (nggak selama itu juga kali) Akhirnya Kise bisa membeli sebuah vanilla milkshake, iapun kembali namun yang ia tak melihat sosok berambut hitam yang tadi harusnya ada disana, di sana cuman ada surai biru Kuroko Tetsuya.
"Lho Kurokocchi—Kasamatsu-senpai mana—ssu."
Entah kenapa padahal Kasamatsu udah lulus dari tahun lalu dan sudah memulai semester duanya di Tokyo Daigakou—Kise tetap memanggilnya dengan embel-embel 'Senpai'nya yang khas itu.
"Ah... tadi dia bilang ada kuliah mendadak, makanya ia langsung pergi."
"Oh..." hanya itu yang terucap dari Kise—namun bisa dilihat ada kekecewaan tersirat di matanya.
'Padahal—niatannya mau ngerayain 1 tahun jadian.' Bisa dibilang seperti itu, sebenernya si Kise jauh jauh dari prefektur Kanagawa yang bisa dibilang lumayan jauh dari Tokyo buat ini ngerayain first anniv tapi orangnya malah pergi karena kuliah—sakitnya itu lo Kasamatsu! Disini *ngewakilin Kise.*
Maaa~~~ namanya juga anak Kedokteran, sivuk vrooooh.
"Oh iya mumpung Kise-kun ada disini, kenapa kita nggak jalan-jalan aja." Ajak Kuroko—sebenarnya Kuroko tak begitu peduli dengan Kise—tapi kayaknya kasian juga liat Kise yang sedang terpuruk. Nanti kalau itu memengaruhi kemaumpuan basketnya kan gawat.
Jadi itu masalahmu Kuroko. Emang lo temen se teamnya apa.
'Entar kalau Kise-kun galau terus main basketnya jelek kan ga bagus.'
Itu yang ada dipikiran Kuroko.
'Entar tim nasional Jepang bisa-bisa kalah dibabak penyisihan lagi gara-gara Kise-kun galauan.'
Ah iya—ternyata... mereka jadi anggota timnas Jepang, oh iya FYI tahun ini diadain World Basketball Competition dan yang jadi perwakilan dari Jepang adalah.
Kise Ryouta /7
Kagami Taiga/10
Takao Kazunari/5
Akashi Seijuuro/4
Midorima Shintarou/8
Aomine Daiki/9
Kuroko Tetsuya/11
Murasakibara Atsushi/15
Dan orang-orang dari Teiko chuu gakou yang namanya tak usah disebut, tak penting, bulan depan mereka akan memulai pertandingan babak penyisihan, WBC kali ini diadakan di Tokyo, Jepang.
Selain itu—dia tidak bisa membiarkan Kise sendirian dengan keadakannya...
Menurut Akashi, bisa saja orang yang memberi pmaneh itu akan membunuh Kise.
Dia tidak ingin kehilangan sahabatnya yang super overproctective ama dia—meskipun terlihat menyebalkan namun tetap saja. Ia tidak mau kehilangan si pirang yang ribut ini.
Maaf saja—tapi dia tidak akan membiarkan si 'Noro' ataupun yang di DRRR!Chat Room—'Datenshi' membunuh sahabatnya.
"Eh? Serius Kurokocchi? Kita kemana?"
"Kebetulan ada seseorang yang ingin ku temui, kita ke Nekoma."
Tunggu.
Nekoma itu kan...?
"Kurokocchi—ini bukan krosoper... masak ke Nekoma, mau ketemu Kenma? Diakan anak fandom sebelah."
Kuroko cuman bisa swt.
"Bukan Nekoma gakuen... Kise-kun, Nekoma yang lain."
Curse
Mereka sampai di Nekoma.
"Ir... Irrasshaima...shite~~ Gho—Kuroko!"
Jijik...
Entah kenapa melihat hal yang di depannya membuatnya ingin muntah.
"Kenapa kau berpakaian seperti itu Kagami-kun?"
"Kagamicchi! Jangan pake pakaian gitu napa! Kimochi warui—ssu!" Kise bahkan tak berani menatap orang yang ada didepannya
Emang Kagami pake apa si. Bikin Kevo ayo kita lihat!
Ia pakai satu suit pakaian maid yang ketat karena ototnya yang lumayan—ah sudahlah, ditambah rok mini dan nekomimi warna merah dikepalanya.
Membayangkannya sudah bisa bikin anda sekalian muntah berjamaah.
"Kalian pikir aku mau apa pakai pakaian beginian! Aku ini kalah One On One tau ama dia! Coba kalau aku yang menang! Yang pakai pakaian ini bukan aku tapi dia." menunjuk ke sebuah tempat pandangan mata Kuroko dan Kise langsung tertuju pada sesosok manusia yang dekil, bau, kumal orang jepang yang hitam banget kaya orang nggak mandi ratusan abad *Dilempar ke ring*
"Kayaknya kemenangan lo waktu itu cuman keberuntungan—atau karena ada Tetsu? Abis kalo one on one lo nggak pernah ngalahin gue kan?"
"U—Urusai!"
"Makanya lo nggak bakal pernah bisa 'diatas'" ucap pemuda dekil itu ambigu, muka si Kagami udah semerah saos bolognese (karena Tomat ataupun kepiting rebus sudah terlalu mainstrum*
"U—Urusai!"
"Jadi ini ulah Aominecchi—ssu."
"Dasar pasangan yang aneh. Ngomong-ngomong yang lain mana."
Kise mengedarkan pandangannya—diluar ada anak kecil yang sangat polos seperti memanggilnya keluar.
"Tunggu dulu Kurokocchi, aku ada urusan dulu sebentar." Kise Keluar dari Nekoma (read: Neko Maid Cafe) lalu menghampiri gadis cilik itu ke seberang jalan. Ia membungkuk sebentar lalu bertanya pada gadis cilik itu.
"Ada apa gadis manis apa kau—" Kise tiba-tiba ia merasa punggungnya basah, perutnya juga, perlahan ia melihat sesuatu berwarna keperakkan yang menusuk tepat di dada kirinya
"Merah... apa ini darahku—ssu?"
Lalu di detik berikutnya semuanya jadi gelap.
Kuroko melihat Kise yang berlari kearah gadis itu membungkuk sebentar hingga sebuah truk menghalangi penglihatan Kuroko.
Entah kenapa Kuroko merasa ada yang aneh dengan gadis kecil itu—ia seperti akan melakukan sesuatu.
Sedetik kemudian, ketika Truck yang menutupi pandangan Kuroko menghilang matanya membulat sempurna—
—Disebrang jalan sana, Kise Ryouta tergeletak begitu saja bermandikan darah.
Dan gadis itu—Hilang bagaikan ditelan bumi.
Prang!
Tanpa sadar ia memecahkan piring kecil yang berisi red velvet cake kesukaannya—katanya kalau dia makan itu dia bisa ingat Akashi (karena sama-sama merah)
Semua menatap Kuroko aneh, Kuroko tiba-tiba beranjak dari tempat duduknya—membuat teman-temannya mengikuti dari belakang
"Oi Kuroko kau ke—Ah!" Kagami terkejut melihat apa yang ada di depannya, begitu pula dengan Aomine dan juga Takao dan Midorima. Sementara Kuroko hanya terduduk melihat apa yang ada didepannya.
/Apa kau percaya dengan yang namanya kutukan?
/Bagaimana jika kita buktikan kutukan itu ada atau tidak... setiap minggu akan ada satu orang temanmu yang tewas.
Itu mustahil.
Tanpa disadari airmatanya mengalir dari matanya, ia hanya bisa terdiam—ia terlalu kaget.
Ini diluar pemikirannya.
"K...Kise...Kun..."
Curse
Hari ini hujan turun dengan derasnya—ikut bersedih atas meninggalnya Kise Ryouta, Ace Kaijou. Bahkan Kasamatsu tidak bisa berkata satu katapun melihat sosok yang terbujur kaku di depannya ini. Ia menyesal tidak bisa bersamanya karena lebih mementingkan kuliahnya kemarin.
Persetan dengan Kuliah kemarin—dosen malah tidak datang!
Kemarin, hujan turun dengan derasnya. Saat ia ingin bersiap-siap pulang setelah mendapat pesan kalau kuliah hari ini batal, Kasamatsu mendapat telepon dari Miyaji—anggota Strky, genk street basketnya.
"Kasamatsu... ada berita penting."
Suaranya terdengar aneh, perasaannya juga aneh.
"Ada apa Miyaji... jangan bilang kulit manggis kini ada ekstraknya lagi."
/"Bukan Kasamatsu. Ini tentang Kouhai kesayangan lo..." Miyaji memutuskan perkataannya, suaranya seperti menangis.
"Kouhai? Kise maksud lo... emang dia kenapa?" Tanya Kasamatsu. Alih-alih ia berusaha agar tenang yang ada malahan tambah ga enak—dadanya serasa sesak.
"Kata Takao—Kise... dibunuh orang tak di kenal."
JGER!
Seketika juga suara petir terdengar dari luar kelas yang kosong—hanya ada Kasamatsu di sana.
"Eh?"
Dia terdiam—ia menatap jendela—diluar hujan.
"A—apa maksudmu... kau jangan bercanda!"
/"Mana mungkin aku bercanda Kasamatsu—kalau lo nggak percaya—ni biar Kuroko yang bilang, dia yang pertama kali lihat."
"..."
/"Kasa...matsu-san... gomenasai..." Suara Kuroko terdengar lirih dari seberang.
"Aku... tidak tahu, semuanya terjadi secara cepat... aku minta maaf." Suaranya bergetar—apa ia menangis.
"Maa... itu bukan salahmu Kuroko... kau tak perlu minta maaf." Ia duduk diatas bangku, memutuskan sambungan teleponnya lalu melihat peringatan alarm yang tiba-tiba berbunyi.
[ 1st Anniversary]
Sontak saja pemuda berusia 18 tahun ini tersentak kaget melihat apa yang ada di depannya.
"Ah.. Aku lupa..." Airmata mengalir dari mata metal bluenya yang sedingin es lalu jatuh dari dagunya.
"Aku bahkan belum mengucapkan selamat hari jadian yang ke satu."
Sudah telat.
Ia tak akan bisa bertemu lagi dengan pirang yang selalu mengkhawatirkan kesehatanya... yang selalu menyuruhnya agar tidur dan makan yang teratur. Pirang yang selalu melarangnya untuk bergadang.
"Kenapa... harus secepat ini..."
Hanya suara hujan yang dapat menjawab pertanyaan Kasamatsu. Ia sekarang berdiri di depan makam keluarga sang Ace. Semuanya berlalu dengan cepat.
Awal ia bertemu dengannya, lalu ia menjalin hubungan yang special hingga hari ini
Dan kini ia meninggalkannya.
Si pirang Jenius basket ini meninggalkannya.
Kadang emas tidaklah abadi...
Sama seperti manusia—sejenius apapun seseorang ia tak akan bisa hidup abadi.
Ya—hidup sang Perfect Copy berakhir hari ini.
Kowareta Kin—The End.
Yahoooooooooooooooo bertemu lagi dengan saia Kuroko Tetsuragi.
Di chap sebelumnya gomenasaiiiiii T_T aku salah tulis namanya Fujisaki-sensei desu.
Tapi di chap ini aku nggak salah nulis-ssu! Ah Chap ini nggak ada AkaKuro cuman nyempil AoKaga, KiKuro ama KiKasa itupun dikit. Karena Akashi nggak di Tokyo jadi kesannya maksain kan kalau Akashi tiba-tiba ada di Tokyo padahal kemarin malam masih di Kyoto—untuk dari itu minna-san yang AkaKuro shipper Gomenasai T_T nggak bisa masang hint
Tapi tenang aja chap depan full AkaKuro karena besok korban selanjutnya adalah!
.
.
.
"Ketika seorang raja kehilangan kepercayaan dari anak buahnya—maka raja itu harus menghilang"
Next Chap: Emperor's Believe
"Kumohon—siapa saja boleh asal jangan dia..."
SEE YOU NEXT CURSE!
