Ran : Hai Minna~! Terimakasih untuk para pembaca sekalian~! Dan makasih buat yang review :D Aku sangat semangat hari ini buatnya :3 jadi ngebut buatnya. Kuroko-kyun~ tolong baca balasan review ya?
Kuroko : Hai.
Alice dreamland : hahaha makasih w)/ .. Nguahaha makasih XD Aku sempet khawatir ini ga lucu jadi cuma agak ke friendship gitu(mungkin?*ditampar readers.*) Scene Akashi sama Reader :D Kemungkinan ada. Kan aku fansnya Akashi :'D apalagi Akashi yang Teikou itu lucu banget sumpah *Ran kok malah JBJB Ran Stop* sudah lanjutt~ :'D Maaf jika terkesan terburu-buru.
hayatekyoko-chan : Yup lanjut kok tapi maaf ya kalau agak terkesan buru-buru :D
Choutoru : kwakaka siap siap ini sudah lanjut kok :D Doa'kan aku ada ide Nyasar lagi ya XD
Pairing chapter ini : slight! Kise X reader X Slight! Akashi
Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Ide cerita © Mikan Ran Konako
Warning :
Humor kantong kresek, bisa membuat anda bosan maupun sakit mata, abal, OOC de el el\
First target : Murasakibara Atsushi
Sesudah memutuskan target, kau lalu langsung melihat ke arah kedua temanmu yang masih berlatih di lapangan berwarna oranye itu.
'Mungkin aku bisa tanya mereka.' Batinmu dalam hati, lalu menghampirinya , ketika sudah dekat dengannya, kau menepuk punggung si shooter tsundere Teikou itu, tanpa menyadari bahwa ia sedang sibuk melempar bola ke ring, kedua iris hijau lumut itu langsung melihat ke arahmu terganggu,
"Mido-kun" panggilmu dengan manis, Midorima mengerinyitkan alisnya ,
"Ada yang kau inginkan [Name]-san?" balas Midorima, agaknya sudah mengerti, ketika mendengar suara panggilanmu yang terdengar mencurigakan itu, ia bisa merasakan kau pasti menginginkan sesuatu.
"lihat Atsu-kun ga?" tanyamu langsung to The point. Midorima langsung menunjuk ke arah Kise, yang membuat [Name] bingung. Midorima langsung menghela nafas, sambil membetulkan kacamatanya ia berkata,
"Dia'kan teman sekelasnya Murasakibara, nanodayo."
"Ohhh~ makasih Mido-kun!" [Name] mengangguk dan langsung menuju ke arah Kise yang sedang duduk di bench, ia sedang beristirahat, dan mengelap keringatnya dengan handuk yang berada di bahunya. Kise yang melihatmu berjalan ke arahnya, berhenti melakukan aktivitasnya, ia penasaran dengan kau yang mendatanginya.
"Ada apa—ssu?" tanyanya dengan suara khas miliknya.
"Kise lihat Atsu-kun?" tanyamu langsung.
"Wah kalau dia udah pulang kayaknya—" jawab Kise sambil memikirkannya, satu tangannya berada di dagu, mencoba berpikir lebih dalam. Sementara dirimu sudah memajukan bibirmu duluan, sepertinya hari ini akan berpindah target menjadi Aomine, padahal kau ingin sekalian menginterogasi tentang apa yang menyebabkan kakak sulungnya itu jadi berbeda.
"Tapi bukannya ia suka ke konbini dulu ya—ssu? Biasanya ia beli dulu didekat sekolah."
Perkataan Kise saat itu membuat matamu berkaca-kaca, ucapan Kise saat itu membuatmu sangat bergembira, kau memegang kedua tangan Kise, yang membuat botol di tangannya itu jatuh karna gaya gravitasi. Iseng-iseng berhadiah, kau menarik lengan Kise, dan kemudian mencium pipi Kise, setelah itu kau melepaskan tangan Kise, dan melambaikan tanganmu ke arah siapapun yang berada di Gym.
"Aku cari Atsu-kun dulu ya, jaa~!" setelah mengatakan itu, kau meninggalkan Kise, yang sedang memproses apa yang sedang terjadi dengan otaknya.
1 detik.
2 detik.
3 detik.
Muka Kise memanas, ia mengelus pipinya sendiri, sebuah senyum bodoh terpampang di wajahnya, efek-efek glitter berada di sekelilingnya, ia tampak bahagia sekali, rasanya dewi Fortuna sedang berbaik dengan hambanya yang satu ini, mendapat perilaku khusus dari putri bungsu keluarga Akashi itu, terasa sangat spesial baginya.
"Aku dicium [Name]cchi...—ssu..." Guman Kise sambil senyum sumringah, ia nampak berbunga-bunga. Tanpa menyadari aura kehitam-hitaman dari seseorang di belakangnya, yang sedang tersenyum dengan tatapan serigala dari kedua matanya, tidak mengindahkan apa yang barusan ia lihat. Sementara Midorima yang melihat itu hanya pura-pura tidak tahu dengan keadaan dan terus menshooting bola, Midorima masih berdoa punya umur panjang, dan juga masa depan yang cerah nantinya.
"Kau tampaknya bahagia sekali Ryouta."
Sebuah bisikan mengalun dibelakang Kise terdengar seperti suara bidadari turun dari langit, namun entah kenapa ada sedikit nada dingin dengan penekanan di tiap katanya, membuat Kise berbalik badan—
"EH AKASHICCHI?"
—mendapati Akashi yang sedang memegang papan jalannya dengan penuh aura membunuh, kedua mata berbeda warna Akashi memperlihatkan percikan, yang mirip seperti serigala, yang menemukan apa yang akan ia jadikan santapan untuk makanannya hari ini. Poor you Kise.
"Aku sangat salut kau berani melakukan itu didepan mataku Ryouta."
"Ta-tapi'kan [Name] yang mulai—ssu!? Aku ga sala—GYAAAAAAAAAAA!"
Setelah itu semua orang hanya bisa berdoa untuk keselamatan Kise di neraka Akashi.
Sementara itu...
Kau sedang mengintip di dinding konbini yang transparan, mencari sosok titan raksasa tinggi kira-kira dua meteran itu berada, kau menyipitkan matamu, merasa aneh tidak menemukannya sosok tinggi besar yang kau harapkan. Kau merasa kau kurang beruntung kali ini,
"Ah, jangan-jangan dia sudah pulang ya." Desahmu kecewa, padahal kau ingin bertanya tentang kakakmu itu, setelah latihan kepada Murasakibara. "Haaahh...aku dah susah-susah bawa beginian." Kau melirik ke arah benda yang kau pegang, yaitu sangkar burung— yang mengeluarkan koakkan layaknya backsound kuburan, sekalian alasan mengapa tidak ada yang berani mendekatimu daritadi. Kau menatap ke arah hewan berbulu hitam ramping di dalam sangkar itu, yang menatapmu balik dengan tatapan kelaparan. Oh benar, kau belum memberi makan hewan itu semenjak tadi siang.
"Cep. Cep. Gagakku sayang. Nanti ada snack kok kalau kita ketemu Atsu-kun."
Seolah mengerti, gagak itu kemudian membalas perkataanmu tadi dengan mengepak-ngepakan sayapnya.
Ting.
'Ah panjang umur, baru juga dicariin.' Batinmu saat melihat badan jangkung yang mau memasuki konbini, tapi sebelum itu kau langsung melepas gagakmu, yang langsung menyambar snack maibou di genggaman Murasakibara , yang masih utuh, belum dibuka, belum diapa-apain. Gagakmu terbang tinggi di angkasa, kau langsung memberikan thumbs up kepada gagakmu,
"MAIBOU-CHIIIIINNNNNNNN."
Murasakibara yang merasa setengah jiwanya hilang, langsung mengejar ke arah gagakmu, ekspresi Murasakibara sangat menyeramkan, apalagi sambil meloncat-loncat mencoba mengambil maibou yang berada di paruh gagak hitam itu. Seakan meledeknya, gagakmu terbang lebih tinggi lagi, kemudian terbang dengan cepat mengikutimu yang sudah mengayuh sepeda dengan kecepatan tinggi, dengan semangat 45 untuk membuat Murasakibara latihan.
"MAIBOUUUUU-CHIIIIIIIIIINNNNNNNN!"
"HYAAAA!"
Kau mengutuk idemu sendiri, dikejar-kejar oleh raksasa seperti Murasakibara merupakan ide buruk, dirimu merasa seperti seseorang yang dikejar oleh penagih hutang, yang tidak menyerah sampai apa yang ia inginkan dapat, apalagi muka Murasakibara mulai menggelap, dan matanya menatap seram ke arah gagak yang sekarang bertengger di punggungmu dengan santai sekali, walau cakaran kuku di kakinya mencengkram bahumu agar ia tidak terbang gegara kau yang ngebut secepat kilat pake sepeda.
"NIII-CHANNNNNNN! HELP MEEEE!"
Disebrang sana, anggota-anggota tim basket sedang melakukan aktivitas latihan mereka, berlatih shooting, lari dan lain-lain. Midorima dan Kise yang sedang berbincang bersama tentang teman-teman mereka yang mulai tidak latihan—
BRAKKKK!
—melihat ke arah pintu Gym yang dibuka dengan kasarnya olehmu, mereka sudah biasa dengan itu, tapi ini berbeda dari biasanya..
TINT TINT!
"MINGGIR MINGGIRRRRRRR!" ujar kau memperingatkan mereka semua.
"NANODAYO?!"
Kau masih mengendarai sepedamu dan masuk ke dalam lantai Gym yang entah kenapa lagi licin (?) , karna itu kau turun dari sepeda , dan membuang sepedamu asal, beruntunglah semua orang sudah menyingkir dari tengah lapangan, jadi kau langsung berlari dengan gagak yang masih nemplok di bahumu, kau melihat ke belakang, menemukan Murasakibara dengan geram mengejarmu,
"Huph."
"GYAAA ATSU-KUN LEPASSS!"
"Maibou-chin. Kembalikan Maibou-chin tercinta."
namun naas ketika Murasakibara sudah berhasil menangkapmu, burung gagakmu terbang ke arah lantai 2 yang khusus untuk menonton, sambil merobek bungkus dengan kuku jarinya Maibou yang ia dapatkan, kemudian memakan Maibou. Parahnya lagi, kau terpeleset, membuatmu jatuh bersama dengan Murasakibara, alhasil, Murasakibara menindihmu dengan tubuh Titannya, rasanya lebih berat daripada tas punggung sekolahmu, dan entah kenapa lebih berat daripada kakakmu yang pend—kurang tinggi maksudnya.
"Be-berat..." lirihmu sambil berusaha keluar dalam keadaan tidak menguntungkan ini, mukamu terlihat begitu pucat, dan kau susah bernapas dalam kondisi terhimpit dengan lantai dan juga Murasikabara, rasanya mau mati saja. Dan saat itu juga kau langsung pingsan ditempat.
"Maibouuuuu-chiiiinnnn." Panggil mesra Murasakibara kepada Maibou tercinta.
Njir.
Masih mikirin Maibou disaat-saat ada orang yang hampir kehilangan nyawanya gara-gara susah bernafas. Ternyata memang harus ada yang diservis dari bagian otak Murasakibara ini.
"[NAME]CCHI MATI—SSU! MATI!"
"Murasakibara, [Name] bisa mati kalau seperti itu." Ucap Midorima, yang melihat Kise sudah panik dan berteriak-teriak layaknya lagi nonton film serem. "Bukan aku peduli—nanodayo!" Sambung Midorima sambil membetul kan kacamatanya, sambil membuang mukanya. dasar tsundere.
"Atsushi."
Suara Akashi membuat Murasakibara langsung berdiri reflexs, dan melihat ke arahmu, yang sudah sukses gepeng oleh Murasakibara. Murasakibara mengedipkan matanya berulang kali, dan memiringkan kepalanya, ia kemudian mengendongmu ala bridalstyle dengan cueknya, yang langsung direspon dengan kagetnya semua orang di Gym –termasuk Akashi (yang langsung mengeluarkan aura kehitam-hitaman)—, tidak menyangka dengan apa yang dilakukan Murasakibara. Murasakibara lalu berjalan menuju pintu Gym, baru saja ia mau membuka pintu Gym—
"Mau ke UKS Atsushi? Biar aku saja yang antar dia."
Namun terhenti ketika mendengar pernyataan Akashi, Murasakibara lalu menengok ke arah Akashi, menatap Akashi dari atas sampai bawah, memangnya Akashi kuat?
"Memangnya Akashicchi kuat—ssu? Kan Akashi cebol—ssu, bisa jadi nanti [Name]cchi malah jatuh ditengah jalan gimana?" ceplos Kise tidak sadar, ia kemudian menutup mulutnya ketika menyadari apa yang baru saja ia katakan, akan menaikan bendera kematiannya sendiri, mengatakan kata yang sangat tabu untuk orang pendek di dunia ini . Akashi yang mendengar ini tersenyum, dengan sangat lebar dan sangat tulus, walau tidak cocok dengan aura penuh dendam dibelakangnya.
"Aka—
"Kau barusan ngomong apa Kise?"
Gulp.
Mungkin lain kali Kise harus mengikuti Midorima agar tidak mendapat sial terus menerus.
Tap. Tap. Tap.
Suara langkah kaki menggema di lorong sekolah yang sepi, semua orang memang sudah pulang daritadi, setelah tragedi berdarah Kise di gym Teikou, Akashi menyuruh semua teman (budak)nya untuk pulang selamat sampai rumah.
Akashi kini sedang menggendong [Name] yang sedang tertidur pulas, Akashi tak berhenti mencuri-curi pandang antara wajahmu dan jalan sekitar,
Tap.
Akashi berhenti melangkah, ia kemudian membuka pintu UKS, kemudian membaringkan tubuhmu di kasur UKS, Akashi lalu duduk disampingmu, kemudian mengelus pipimu sambil tersenyum tipis,
"Kau hanya milikku [Name], tak akan kubiarkan semua orang menyentuhmu seenaknya." Ucapnya mengecup dahimu, ukiran senyuman licik terlihat di wajahnya, ia kemudian mengelus rambutmu pelan, sambil melihat wajah tidurmu yang sangat nyaman. Tanpa menyadari seorang raja diktator menemanimu disana. Atau lebih tepatnya kakak yang proktektif dengan adiknya?
To Be Continue...
Ran : Yap masih berlanjut!
Kuroko : Semangat Ran-san!
Ran : Tentu saja aku semangat Kuroko-kun! *senyum senyum*
Kuroko : doushite?
Ran : KAYORU pengarang komik favoritku ternyata juga suka KnB DAN JUGA KUROKOCCHI QAQ SLJ kwdjflm rasanya bahagia. walaupun dompet ane kering abis darisana.*mundung*
Kuroko : *angguk angguk*
Ran : Saa~
Kuroko : Review minna-san?
preview next chapter :
"KYAAAAA!"
"...Ada apa ini ribut-ribut?"
"...tapi'kan aku takut gagak..."
Extra :
Kuroko sedang melewati lorong sekolah, ia sedang mau mengambil buku catatannya yang ketinggalan di kolong meja di kelasnya, Kuroko tanpa sengaja melihat Akashi yang sedang menggendongmu dan masuk ke UKS. Saat Kuroko melewati UKS, ia mendengar perkataan Akashi dengan jelas, Kuroko kemudian tersenyum kecil.
"Siapa sangka Akashi-kun ternyata seperti itu?"
