Yei!! Chapter 2, nih!! Para senpai yang mau baca fic abal-abal saia, saia ucapkan terima kasih!! -bungkuk-bungkuk sampe kejedot lantai-. Hah, tangan,jari, bahu n mata saia pegel, gila!! Saia ngabisin waktu hari minggu buat mojok n ngetik fic setelah perang memperebutkan laptop dengan adek pertama yang nyebelin!!

Buat para senpai yang bilang kalo fic gaje saia bagus, saia ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Saia sangat bahagia~ background : hamparan bunga bangkai (Naru cs : "Paling-paling loe sogok pake bambu biar pada bilang 'bagus'!")

Siapkan kantong muntah sebelum membaca fic ancur bin gaje binti abal-abal yang asli milik saia.

Disclaimer : Naruto punya om Masashi, fic buluk ini punya saia

Genre : Romance/Friendship

Rating : T gitu?

Pairing : Sasunaru

Warning : Yaoi, lho!! Shounen Ai, nih!!! Boys Love!! Boys Love!!! Gyaaa!!!

Don't Like, Don't Read

Enjoy ^^

xXx Hit 2 : My First Kiss With You xXx

"Tahun ini, kita akan mengadakan festival olahraga lagi!! Kita akan menentukan pasangan yang akan ikut permainan 'dua orang tiga kaki'!! Ayo, semua tarik undian!!" ujar Sakura bersemangat. Seluruh siswa yang denger penjelasan dari Sakura cuma bersorak, "Okelah kalo begitu," dengan letoy-nya.

"Hh!! Merepotkan!" umpat Naruto. Ketulara virus Shikamaru rupanya. Gaara yang duduk di sebelah Naruto cuma tersenyum kecil lalu bangkit dari duduknya. "Ya, udah! Buruan ke depan buat ambil nomer undiannya," ajak Gaara.

"Hh," Naruto berjalan ke depan, meninggalkan Gaara di belakangnya. Nggak pake ba-bi-bu lagi, Naruto masukin tangannya ke dalem kotak undian n ngeluarin secarik kertas bertuliskan nomer dengan tinta biru.

"No. 7," ujar Naruto tanpa ekspresi. Gaara ngehampirin Naruto dan melihat nomer yang ada di kertas Naruto.

"7, ya? Menurut orang Jepang, angka 7 merupakan angka keberuntungan, lho," jelas Gaara sambil ngelirik Naruto yang masih pake tampang datar. Naruto mendengus, "Itu cuma mitos, Gaara. Loe percaya sama yang begituan?" kilah Naruto sambil berjalan menuju mejanya dan duduk bertompang dagu lagi.

"Punya loe nomer 7, Naru-koi," tanya Sasuke sambil melihat kertas undian Naruto yang tergeletak di atas meja. Naruto melirik Sasuke sekilas dan menjawab. "Terus, urusan loe apa?" Naruto balik bertanya dengan ketus.

"Berarti, sama gue, dong," jawab Sasuke sambil ngejilat ujung kertas miliknya yang bertuliskan angka 7 dengan tinta biru, persis kayak yang di kertas Naruto.

Mata safir Naruto langsung mendelik saat ngedenger kata-kata Sasuke barusan, para FansGirl-nya Sasuke langsung kecewa n pundung di pojokan, Sakura ngegosip sama Ino, Kakashi-sensei, guru yang jam pelajaran di kelas Naruto udah habis daritadi masih asik baca buku por -piiip- keluaran terbaru, Gaara senyum-senyum sendiri, Neji ngerjain tugas, Shikamaru molor dan reaksi-reaksi gak penting yang gak perlu Author jelasin.

"Kenapa gue harus sama loe?" Naruto mendelik ke arah Sasuke dengan kesal.

"Sesuai dengan kata-kata Gaara tadi," jawab Sasuke. Naruto langsung berkata, "Kalo sama loe, gue adanya malah sial, tau?!" kataya, masih dengan tampang kesel.

"Oi!! Buruan latihan!!" teriak Lee, murid paling bersemangat kalo pelajaran olahraga. Mungkin karena guru olahraga yang tampangnya mirip sama dia n selalu muji-muji dia pake cemgiran khas-nya yang selalu mamerin gigi putih bersih yang kelewat mengkilap. Pake ngacungin jempol yang penuh panu, kadas, kurap dan penyakit-penyakit kulit lainnya.

"Mau ganti baju sendiri atau perlu gue temenin?" tanya Sasuke dengan nada menggoda pada Naruto. Pake acara nyolek-nyolek dagu Naruto segala lagi!!

"Kalo mau nyolek, colek, tuh, sabun colek!!" jawab Naruto kesal dan langsung menuju kamar ganti khusus cowok sambil nenteng seragam olahraga-nya di bahu kanan. Sementara tangan kirinya udah masuk ke saku celana.

"My Dobe-chan kalo marah, manis," puji Sasuke dan berjalan keluar kelas. Mau ganti baju tentunya.

-Lapangan sekolah, buat latihan permainan apalah-itu-namanya-

Sasuke ngiket tali di kaki kirinya dan di kaki kanan Naruto. Setelah dirasa cukup kencang, doi nyudahin acara ngiket-iketnya.

"Jangan jatuh, lho!" kata Naruto, ketus dan tanpa menoleh Sasuke. Sasuke tersenyum kecil, "Nggak bakalan jatuh, kok! Tenang aja!" jawab Sasuke sambil merangkul bahu Naruto dan dibalas dengan tamparan di pipi kirinya.

"Baiklah, anak-anak!!! Kita akan mulai latihannya!!" ujar guru olahraga yang pake baju norak dan dikomentarri oleh seluruh siswa-siswi di sekolah itu kalo pake baju itu kayak dikerubutin sama lumut. Tak lupa mamerin cengiran khas-nya sambil ngacungin jempolnya yang karatan.

"Jangan jatuh!! Kalo jatuh, loe gue pukulin sampe masuk lobang kuburan!!" peringat Naruto, masih tetep nggak ngeliat Sasuke. Sasuke pura-pura cemberut, "Iya, iya! Tenang aja!!" jawabnya lagi, kali ini sambil meluk-meluk Naruto dan sebuah jitakan bersarang di kepalanya.

"Kita mulai lari satu putaran dulu! Bersedia, siap…. Sempriiiiiiitttt!!!" guru olahraga norak itu niup peluit butut miliknya dan para peserta pada lari menuju garis finish.

"Sa-Sasuke! Tunggu! Loe kecepetan!!" kata Naruto, khawatir. Doi takut entar jatuh. Pasalnya, si Sasuke larinya cepet banget, coz si Sasuke pernah menang lomba lari Marathon. Larinya si Naruto emang cepet tapi nggak bisa nandingin kecepatan larinya Sasuke.

"Dobe-chan, loe yang bilang 'jangan jatuh', 'kan? Biar cepet sampe, ya, lari secepat-cepatnya," balas Sasuke, masih tetep lari. Sebenarnya, Naruto pengen ngejitak kepala Sasuke lagi. Tapi, karena takut si Sasuke kehilangan keseimbangan dan jatoh bareng dia, akhirnya, Naruto cuma bisa ngomong, "Kurangin kecepatan loe! Kalo kayak gini, bisa jat-wakh!!"

Akhirnya doa Naruto dikabulkan oleh Author. Dengan sangat, sangat, sangat, sangat, sangat (maaf, kasetnya rusak) tidak elit, Naruto jatuh bersama Sasuke ke tanah yang rada-rada berlumpur gitu.

"Na-Naru-koi!! Nggak apa-apa, 'kan?" tanya Sasuke, khawatir Naruto kenapa-napa. Naruto meringis kesakitan sambil berusaha bangkit, "Iya, gue nggak apa-apa. Auw!!" Naruto ngelirik lutut kanannya.

'Sial!! Lutut gue kena batu! Sampe berdarah lagi!!' gerutu Naruto dalam hati.

"Kenapa?" tanya Sasuke lagi karena ngeliat ekspresi Naruto yang kesakitan gitu. Pas ngeliat lutut Naruto yang berdarah, muka Sasuke langsung pucat.

"Naruto, buruan ke UKS! Luka loe berdarah, tuh!" kata Sasuke. Doi bener-bener khawatir sama Naruto. Wah, tipe Seme perhatian, nih!

"Nggak apa-apa, kok. Cuma segini aja-Akh!! " Naruto ngerasa sakit banget pas nggerakin kakinya yang luka. Sakit, sakit, sakit, sakit (rusak lagi, nih, kaset), sakit banget!!

Sasuke yang nggak tahan pengen ngebawa Naruto ke UKS, tanpa persetujuan dari Naruto, doi langsung ngegendong Naruto ala bridal style dan melesat menuju UKS. Naruto yang kaget karena langsung digendong sama Sasuke, langsung berontak dengan sekuat tenaga.

"Teme!! Turunin gue!! Gue nggak kenapa-napa!!!" Naruto berusaha turun dari gendongan Sasuke tapi, si Sasuke malah ngecengin gendongannya. Larinya juga dipercepat.

"Naru, nanti luka loe infeksi kalo nggak diobatin! Gue nggak mau loe luka, Naru!!" Sasuke mbales sambil terus lari n nggak ngelirik Naruto sama sekali.

"Turunin gue, Sasuke!! Turu-Gwaa!!" Naruto reflek meluk leher Sasuke karena Sasuke nambahin kecepatannya lagi. Sasuke yang keenakan dipeluk Naruto, nambahin kecepatannya, melebihi kecepatan Eyeshield 21 (Wooow!!)

Sementara, para penonton di lapangan yang nonton adegan Sasunaru, pada mangap semua. Bahkan Gai-sensei, guru olahraga di SMP Konoha tersebut, ilernya sampe berceceran karena kelamaan mangap. Gaara sama Neji cuma ajep-ajep sambil senyam-senyum kecil, Para FansGirl Sasuke ngegigit sapu tangan semua, Sai lagi nggambar di pojokan taman, Chouji lagi boker, Lee lagi ngangkat bangku taman dan reaksi-reaksi nggak penting yang nggak perlu Author jelasin (lagi)

-Nah, mari kita ngintip UKS-

"Auw!! Pelan-pelan aja!!!" Naruto nyebutin lirik lagu sambil nendang jidat Sasuke pake kaki kirinya yang sehat jasmani dan rohani. Guru yang jaga UKS lagi nggak ada. Mungkin, lagi ada urusan. Jadilah si Sasuke harus ngobatin lukanya Naruto walau harus kena serangan protes dari Naruto.

"Sebentar dulu, Naru! Ini juga udah paling pelan," sahut Sasuke sambil terus ngobatin luka di lutut kanan Naruto. Sasuke emang nggak begitu jago ngobatin tapi, dia pernah diajarin sama Ka-san-nya. Dikit, sih.

"Oke, selesai," ujar Sasuke sambil ngeliat hasil jerihpayahnya ngobatin luka Naruto dan dihadiahi oleh tendangan or jitakan pas ngobatinnya.

"Huh!" Naruto mendengus ngeliat lukanya udah diobatin sama Sasuke.

"Berterimakasih, dong," pinta Sasuke sambil tersenyum di sebelah Naruto yang duduk di tepi ranjang UKS.

"Gue nggak minta diobatin. Jadi, ngapain gue berterimakasih?" kilah Naruto sambil ngalihin pandangannya ke arah lain. "Gue nggak bakalan bilang 'terima kasih' sama loe!"

"Kalo gitu, cium gue sebagai ungkapan terima kash loe ke gue," ujar Sasuke sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto dan menyeringai.

Naruto langsung pasang muka asem sambil meraih bantal dan melemparnya ke muka Sasuke. "Gue nggak bakalan nyium loe!! Najis, jigong, gondrong!! Pergi sana, loe!! Mati sekalian juga nggak apa-apa!!" kata Naruto, ikhlas dalam hati.

"Gue pasti bisa nyium loe, Naru-koi," Sasuke meraih pipi Naruto dan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto. Naruto pengeeen banget nonjok wajah Sasuke tapi, karena kehendak Author yang nggak bisa diganggu gugat, tubuh Naruto nggak bisa digerakin.

Dan saat bibir mereka nyaris bersentuhan…

"Sassuke, Naruto?! Loe berdua ngapain?" tanya Neji yang berada di depan pintu UKS yang terbuka lebar. Gaara juga ada di sana. Sasuke yang kepergok mau nyium Naruto, langsung ngejauhin wajahnya dari wajah Naruto. "Oh, tadi gue-!"

"Si Teme kelilipan," jawab Naruto langsung, tak lupa memukul dagu Sasuke sebagai rasa balas dendam.

"Oh," Gaara cuma njawab begitu, nggak mau ngambil pusing. Neji cuma ngangguk-ngangguk walau di otaknya mikir kalo yang Naruto omongin salah. Jelas-jelas dia sama Gaara ngeliat aksi Sasuke yang nggak boleh di liat sama anak di bawah umur (si Author juga di bawah umur!!)

"Udah, ah! Nggak usah dibahas lagi! Gaara, bantuin gue!!" perintah Naruto. Gaara yang disuruh, langsung nurut dan mbantuin Naruto bangun.

"Padahal dikit lagi," gerutu Sasuke dan mulutnya langsung ditendang sama Naruto. Neji yang ngeliat langsung ketawa dalem hati.

"Jangan ngomongin itu di depan semua orang!! Kalo loe ngomong kayak gitu lagi dan ngelakuin 'itu' ke gue, gue nggak akan segan-segan ngebunuh loe, Teme!!" bentak Naruto, memperingatkan. Sasuke yang nggak bisa ngomong bukan karena bisu, melainkan karena mulutnya ditendang Naruto dengan kasar dan tepat sasaran, cuma ngangguk-ngangguk doang.

"Loe kalo mau kayak 'begituan', cari tempat yang pas," saran Neji setelah Naruto sama Gaara keluar UKS. Sasuke menoleh ke arah Neji. "Loe liat, ya?" tanyanya, santai. Mulutnya udah bisa digerak-gerakin.

"Ya… gitu, deh," jawab Neji asal dan berjalan keluar UKS. "Buruan! Mau ketinggalan pelajaran, loe?!" tanya Neji pada Sasuke yang masih nggosok-gosok mulutnya yang ditendang Naruto.

"Ya, ya. Tungguin gue," Sasuke berjalan menyusul Neji sambil tetap nggosok-gosok mulutnya.

-Kita liat Naruto ngapain di kelas-

"Cih! Teme sialan!!" desis Naruto sambil nyorat-nyoret buku tulisnya. Gaara diem aja soalnya, tadi Naruto udah bilang 'jangan dibahas lagi' jadi, Gaara diem aja daripada nanti Naruto-nya ribut.

Tiba-tiba, ide sadis muncul di otak Naruto. Sebuah seringaian terbentuk di wajahnya, membuat Gaara yang melihatnya jadi heran.

"Ide apa lagi, Naruto?" tanya Gaara langsung. Doi tau banget kalo raut wajah Naruto kayak gitu, pasti lagi dapet ide licik bin sadis (kalo gitu, ngapain tadi heran?)

"Liat aja pas jam istirahat," jawab Naruto, cepat dan meninggalkan Gaara keluar kelas. Mau kemana, hanya Author yang tau.

-Jam istirahat, kantin sekolah-

Naruto terus merhatiin Sasuke dan Neji yang duduk di bangku yang berada 7 meter di depannya. Matanya terus merhatiin gerak-gerik Sasuke dan Neji. Gaara yang melihatnya jadi heran.

"Loe kenapa, Naruto?" tanya Gaara sambil menepuk puundak cowok blonde yang duduk di sebelahna.

"Strategi pertama, rencana pembunuhan Sasuke Uchiha…., telah di mulai," jawab Naruto sambil menyeringai dan pandangannya tak lepas dari orang yang paling dibencinya, Sasuke.

"Emang strategi-nya apaan?" tanya Gaara. Naruto emang belum ngasih tau strategi buat bikin Sasuke menderita.

"Gue masukin Potasium Sianida ke dalem minuman si Teme brengsek itu," jawab Naruto dengan penuh kemenangan. Gaara yang denger, sampe kaget.

"A-apa?! Loe dapet darimana Potasium Sianida-nya?!! Gimana caranya elo masukin ke dalam minuman si Sasuke?!!" tanya Gaara, panik. Naruto mendengus, "Loe gak perlu tau, Gaara!" jawab Naruto, ketus dan kembal memperhatikan Sasuke. (Potasium Sianida : unsur logam alkail bervalensi satu berwarna putih perak dan sulit meleleh (itu yang saia baca di kamus XP )

Gaara menghela nafas, "Terserah loe, deh! Tapi, gue harap ide loe gagal," ujarnya sambil meminum jus apelnya.

"Loe dipihak mana, sih, Gaara?!" ujar Naruto, kesal sambil menatap Gaara dengan sorot mata tajam, setajam silet.

"Gue nggak mau loe kena masalah macam 'pembunuhan yang dilakukan oleh siswa kelas IX-A' atau 'ditemukan seorang korban dengan cirri-ciri mencolok yaitu, memiliki rambut pantat ayam yang diduga dibunuh oleh teman sekelasnya yang bernama Naruto Uzumaki' kayak gitu!" jawab Gaara, langsung. Doi nggak mau sohibnya kena masalah n dikeluaran dari sekolah.

"Gue mau pergi dulu," sahut Naruto sambil beranjak daari tempat dudunya, mau ngikutin Sasuke sama Neji yang udah pergi 2 menit yang lalu. Gaara cuma ngangguk aja.

-Lantai 2, koridor kelas IX-

'Dimana Teme brengsek itu?! Perasaan dia jalan ke sini,' batin Naruto sambil berlari kecil. Langkahnya terhenti saat melihat sosok yang dia cari berada 15 meter di depannya, sedang bersender di tembok dekat pintu kelas IX-C. Buru-buru Naruto sembunyi di tembok terdekat, biar gak ketahuan ngikutin.

'Kayaknya, minumnya belom habis, tuh,' tebak Naruto, asal, sambil memperhatikan dua pemuda yang sedang ngobrol.

"Sas, mendingan luka loe diobatin aja! Kayaknya tambah parah," saran Neji pada pemuda di sebelahnya yang memegang sebuah gelas kecil berisi kopi pahit. "Gak perlu loe khawatirin luka gue ini," jawab pemuda di sebelahnya yang ternyata adalah Sasuke.

Neji menghela nafas, "Loe bisa gak, sih, ngilangin kata 'gak perlu' di setiap jawaban yang loe kasih ke gue n orang lain?" tanya Neji lagi sambil nyender di tembok di sebelah Sasuke. "Kayaknya gak bisa, deh," jawab Sasuke acuh tak acuh.

'Orang kayak dia, mah, gak pedulian,' batin Naruto. Walaupun jaraknya dengan dua orang itu jauh, doi masih bisa denger apa yang dibicarain mereka.

"Menurut loe, Naruto kayak gimana?" tanya Sasuke yang membuat Naruto kaget dan Neji menoleh ke arah Sasuke. "Kalo gue bilang Naruto itu menarik, gue bisa dibunuh Naruto dan juga loe," jawab Neji, asal ngomong.

Sasuke tersenyum pahit, "Gue gak bisa ngebunuh temen gue yang paling setia," ujar Sasuke sambil tersenyum tipis ke arah Neji.

"Gitu, ya?" kata Neji sambil membalas senyuman Sasuke.

'Ho.., Neji tipe anjing setia, ya?' tebak Naruto, masih dalam hati.

"Gue ngerasa kalo Naruto itu sosok malaikat yang turun dari surga," uajr Sasuke yang membuat Neji terkekeh dan Naruto mual. 'Loe bakal nyesel bilang gue kayak malaikat!! Dasar Teme sialan!!' batin Naruto, lagi dan lagi. Tangannya udah megang pisau kecil yang tadi sempat diambil dari kantin (Naruto nyolong!! Howaa!!)

"Gue gak tau jalan pikiran loe, Sas! Jelas-jelas si Naruto kayak iblis, malah loe bilang kayak malaikat," komentar Neji. Sasuke manghela nafas sebentar lalu menjawab, "Mungkin, loe bener," ujar Sasuke, pelan tapi masih bisa di dengar Naruto.

'Gue emang daridulu kayak gini, kok! Loe aja yang bego, Teme!!" batin Naruto untuk yang kesekian kalinya.

'DUK' 'TRAK'

Suara tersebut sukses membuat Naruto menoleh ke arah Sasuke sama Neji. Terlihat di mata Naruto, satu sosok gadis berambut biru keunguan terlihat panik. Di lantai koridor tersebut, tergeletak gelas kecil dan tumpahan kopi.

"Ma-maafkan a-aku," kata gadis tersebut dengan terbata-bata. Wajahnya terlihat pucat.

"Tak apa. Kalau aku memarahimu, bisa-bisa aku dikhianati si Hyuuga," jawab Sasuke sambil melirik Neji. Neji menarik nafas, "Tidak apa-apa, Nona Hinata. Kembalilah ke kelas anda," suruh Neji.

"I-iya. Ma-maaf, ya, Uchiha-san," ujar gadis tersebut sebelum meninggalkan dua pemuda tsb.

'Gyaa!! Cewek sialan!! Gara-gara dia, rencana pertama gue jadi gagal!!' pikir Naruto, kesal. Doi duduk sambil nyender tembok yang jadi tempat buat nyembuyin dirinya tadi. 'Pake strategi kedua, deh!!' digenggamnya gagang pisau yang tadi terjatuh dari genggamannya.

Baru saja Naruto bangkit dari duduknya, dirinya nabrak seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Sasuke. Jadilah Naruto terjatuh dan punggungnya menabrak tembok di belakangnya.

"Ngapain loe di situ?" tanya Sasuke sambil jongkok di depan Naruto.

"Hah?! Cuma mau nyender tembok aja, salah, ya?" Naruto balik bertanya. Tangannya sibuk ngelus-elus pantatnya yang kerasa sakit.

"Nggak mungkin loe nganggur kayak gitu," jawab Sasuke sambil menghimpit Naruto di antara dirinya dan tembok. Tangan kirinya menahan tubuhnya agar tidak menimpa tubuh Naruto yang lebh kecil darinya. Tangan kanannya meraih pisau yang tergeletak di dekat kaki Naruto.

"Ini buat apa?" tanya Sasuke lagi sambil nunjukkin pisau yang dipegangnya di depan wajah Naruto. Naruto jadi ngerasa risih juga karena wajahnya dan wajah Sasuke deket banget, persis kayak di UKS tadi pagi.

"Buat ngebunuh loe karena loe udah ngatain gue mirip malakat!!" jawab Naruto, ketus.

Seringaian kecil terlihat di wajah Sasuke. "Jadi, loe denger pembicaraan gue? Hn?" tanya Sasuke, tepat di telinga Naruto.

Wajah Naruto terihat memerah, "Nggak sengaja, tau!! Udah, ah! Sono, pergi!! Jangan deket-deket kayak gini!!" perintah Naruto sambil berusaha ngedorong tubuh Sasuke agar menjauh.

"Gue gak akan pergi sebelum gue ngapa-apain loe," bisik Sasuke, mengoda, tepat di telinga Narutoo lagi.

"Hah?! Apa maksud l-!!"

Belum selesai Naruto berbicara, bibirnya udah ketemuan sama bibir Sasuke yang kerasa dingin. Mata biru langit Naruto membulat sempurna pas tangan Sasuke ngeraih dagunya. Neji yang melihat adegan itu, langsung megalihkan pandangannya ke arah lain.

'PLAK'

Dengan gerakan cepat, Naruto langsung nampar pipi Sasuke yang sebelumnya ditonjoknya tadi pagi. Wajahnya memerah. Nafasnya gak teratur. Doi segera bangkit dari duduknya, ninggalin Sasuke dan Neji yang menatap kepergiannya.

"Kalo mau ngelakuin kayak tadi, liat tempat sama situasi! Gue udah ngasih tau ke elo, kan?" ujar Neji lalu mbantu Sasuke buat berdiri. Sasuke mengelus pipinya yang rada-rada memerah.

"Gak apa-apa. Yang penting, gue udah dapet ciuman dari Dobe-chan," jawab Sasuke langsung dan berjalan menuju kelas XI-A, kelasnya dan Naruto, juga Neji n Gaara. "Buruan, Hyuuga! Hampir jam pelajaran,"

"Hah, Iya," jawab Neji, menyusul Sasuke.

-Liat keadaan Naruto, yuk-

Naruto duduk di salah satu dinding gedung tua yang terletak di sebelah gedung olahraga. Nafasnya ngos-ngosan, wajahnya memerah dan tangan kanannya memegang kepala yang sedikit pusing.

"Te, Teme sialan!!" desis Naruto sambil berusaha ngatur nafasnya. Teringat bayangan saat Sasuke mencuri ciuman pertamanya. Tapi, entah kenapa perasaannya setelah ciuman itu ia merasa… senang?

"Aaagghh!! Itu gak mungkin!!" teriak Naruto, frustasi. Tangannya menjambak rambut pirangnya. "Gue gak mungkin seneng karena dicium sama orang yang gue benci!!! Gak, gak mungkin!!"

Sepi sebentar

'Kok, perasaan gue jadi aneh? Jangan-jangan gue…!' wajah Naruto memerah walau cuma 2 detik. 'Nggak!! Nggak mungkin gue… naksir sama si Teme sialan itu!! Nggak mau! Apa, sih, dosa gue?!' teriak Naruto dalam hati.

'Gue masih normal! Gue bukan Gay!'

-Mari kita lihat, apa yang sedang dilakukan Gaara-

"Naruto!!" Gaara berteriak mencari Naruto. Ditelusurinya seluruh gedung yang ada di sekolah yang lumayan gede cuma buat nyari sang iblis yang ditakuti seluruh sekolah.

'Loe dimana, Naruto? Gue udah nyari loe ke seluruh sekolah, loe-nya malah gak ada!!' batin Gaara, cemas. Tiba-tiba, Gaara nyadar oleh sesuatu. Tinggal satu tempat yang belum doi telusuri, gedung tua di sebelah gedung olahraga. Gaara segera melesat menuju gedung tsb.

"Naruto!!" Gaara ngerasa lega karena nemuin Naruto ada di sana. Rasa lelahnya berganti menjadi rasa senang sekaligus heran.

"Naruto, loe kenapa?" tanya Gaara sambil ngehampiri Naruto yang duduk sambil memeluk lutut.

"Gu-gue bakal beneran ngebunuh Teme brengsek itu!!" ujar Naruto terbata-bata.

"Heh, loe nangis, ya?! Kenapa?!" tanya Gaara seraya mengguncang pundak Naruto, pelan. Perasaan cemas langsung ngerasukinnya lagi. Gaara emang jarang ngeliat Naruto nangis, malahan gak pernah.

"Te-Teme sialan itu nyium gue!!!" teriak Naruto sambil memeluk Gaara, cepat.

"Nyium loe?!! Sasuke nyium loe?!" tanya Gaara, kaget. Neji aja yang jadi Seme-nya gak pernah nyium dia. Di sekolah lagi!!

"Gue nggak bakalan sungkan-sungkan lagi buat mukulin Teme sialan itu!!" teriak Naruto lagi sambil lari keluar gedung tersebut dan ninggalin Gaara.

"Na-Naruto!! Jangan bilang, gue harus muter-muterin sekolah lagi buat nyari loe!!!" teriak Gaara dan berlari ngejar Naruto sebelum menghilang lagi.

-Udah waktunya pulang ke rumah, sekolah pun dibubarin PM 2.17-

"Mau apa loe?!"

"Nungguin loe,"

"Minggir!! Gue mau lewat!!" bentak Naruto pada Sasuke yang nghalangin pintu kelas. Gara-gara itu, Naruto gak bisa lewat.

"Gue minggir asalkan loe mau nyium gue lagi," kata Sasuke sambil menyeringai. Naruto jadi ngerasa dikerjain. Siswa-siswi yang lagi pada piket, langsung nunggu momen yang jarang mereka liat yaitu, sang iblis berciuman dengan Sasuke. Bahkan ada yang udah nyiapin kamera hape (Ini, sih, kerjaan para Fujoshi)

"Gue gak mau!" jawab Naruto, tegas sambil melipat tangannya di dada.

Sasuke berjalan ke arah Naruto. "Kalo loe gak mau nyium gue, gue yang bakal nyium loe," bisik Sasuke dengan nada menggoda di telinga Naruto. "Mau apa nggak?"

"Nggak akan pernah!!" jawab Naruto, tegas. Gaara & Neji yang udah ada di luar kelas, bisa ngeliat wajah Naruto dihiasi semburat merah.

"Kok muka loe merah? Hn?" tanya Sasuke lagi sambil memperhatikan wajah Naruto. Ditatapnya mata safir Naruto yang cerah.

"I-itu karena loe deket-deket sama gue!! Gara-gara loe, oksigen di sekitar gue jadi habis n gue gak bisa nafas!!" Naruto malingin wajahnya ke arah lain. Doi nggak mau pandangannya bertemu dengan mata onyx milik Sasuke.

"Ya uda! Gue pulang dulu, deh. Dah, Dobe-chan," jawab Sasuke sambil berbalik.

Naruto yang gak terima dipanggil 'Dobe-chan' langsung membentak, "Jangan panggil gue dengan sebutan 'Dobe-cha'-!!"

Untuk yang kedua kalinya, Sasuke nyium bibir Naruto lagi. Doi gak peduli sama siwa-siswi yang pada mangap, ngeliat adegan ciuman yang selama ini mustahil di lihat. Para murid laki-laki yang Homophobic, langsung pucat sementara para murid cewek sebagian nosebleed. Para Fujoshi nutup mulut pake dua tangan dan dalam hati teriak-teriak gaje.

Setelah 3 detik berciuman, Sasuke menjauhkan bibirnya dari bibir Naruto dan menatap para siswa-siswi yang jadi saksi.

"Bisa kalian rahasiakan kejadian ini dari semua orang, terutama guru?" tanya Sasuke sambil memberikan senyuman andalannya. Yang dimaksud langsung manggut-manggut paham.

"Hyuuga, ayo," ajak Sasuke, meniggalkan Naruto yang diam tak bergerak.

"UCHIHA BRENGSEK!!!!"

Pipi Sasuke terkena pukulan Naruto untuk yang ketiga kalinya. Naruto langsung mbanting tubuh Sasuke ke tembok dan mencengkram kerah seragamnya. Ada sedikit darah yang keluar di sudut bibir Sasuke. Belum sempat Sasuke menyea darah tersebut, pipinya kembali ditonjok sang iblis.

"Na-Naruto!! Sasuke!!" Gaara n Neji langsung berlari ke dalam kelas untuk menghentikan Naruto. Gaara menahan kedua tangan Naruto agar berhenti mukulin Sasuke dan Neji menghalau serangan Naruto agar nggak mengenai Sasuke yang udah berdarah-darah. Murid-murid lain lebih milih diem aja daripada kena tonjokan sang iblis yang bisa bikin seseorang masuk rumah sakit.

"Gaara, Lepasin gue!! Gue belum selesai!!!" perintah Naruto sambil memberontak, berusaha ngelepasin tangannya yang ditahan Gaara yang semakin kuat.

"Naruto!! Udah, cukup! Liat, Sasuke udah berdarah-darah kayak gitu!!" jelas Gaara tapi, Naruto tetap gak peduli.

"Dia belum mati!! Jadi, ini belum selesai!!" kata Naruto sambil terus berontak. Gaara jadi kewalahn.

"Neji, loe bawa Sasuke ke UKS, noh!! Sebelum si Naruto lepas! Gue gak bisa nahan lebih dari ini!!" suruh Gaara pada Neji, sementara tangannya ngencangin genggaman tangannya di pergelangan tangan Naruto.

"OK!" jawab Neji dan langsung ngebawa Sasuke menuju UKS.

"Aargh!! Kenapa loe suruh Seme loe bawa Teme sialan itu ke UKS?! Harusnya ke kuburan sekalian, Gaara!!" tanya Naruto, masih membentak.

"Diam sebentar, Naruto!!" perintah Gaara sambil ngebanting tubuh Naruto ke tembok dan sukses bikin dahi Naruto berdarah (sedikit) karena bertabrakkan dengan tembok, cukup keras.

"Loe sebenarnya dipihak mana, sih?!" gerutu Naruto sambil menyeka darah dahinya. "Auch!"

"Maaf, Naruto. Gue gak mihak Sasuke atau pun loe. Gue pengen ngeliat loe berhenti berantem sama si Sasuke, walaupun cuma sebentar," jelas Gaara sambil mbersihin luka di dahi Naruto pake saputangan-nya yang udah dikembaliin Neji.

Naruto mendengus, "Itu mustahil, Gaara," jawabnya sambil meringis menahan sakit di dahinya. "Kalo terjadi, gue pasti dihipnotis," lanjutnya seraya menggembungkan pipinya, pertanda kalo doi lagi kesel.

Gaara hanya tersenyum kecil melihat tingkah Naruto itu.

-Kita lihat Sasuke dan Neji di UKS-

"Auw!! Pelan-pelan, Hyuuga!" rintih Sasuke pas Neji mberihin pipinya pake kain basah. Guru yang jaga UKS udah pulang daritadi. Jadi, Neji-lah yang harus ngobatin Sasuke.

"Sabar dulu, Sas! Loe, sih, tiba-tiba langssung nyium si Naruto! Ya, jadinya gini!" omel Neji. Sasuke cuma majuin bibir bawahnya.

"Naruto itu emang gak suka di kayak gituin. Dipegang aja, ogah, gimana dicium?!" kata Neji lagi sambil terus ngebersihin sudut bibir Sasuke yang bernoda darah.

"Gue nggak tahan sama tampang imut Naru-chan," jelas Sasuke. "Bawaannya pengen nge'ini'-'itu'in Naru-chan," lanjutnya, cepat.

"Loe berhenti aja, deh, ngerjain Naruto-nya! Liat, dia nyaris mau ngebunuh loe!!" kata Neji lagi.

"Nggak bisa," kata Sasuke, cuek. "Kalo gue yang ngerjain Naru n yang luka juga gue, kenapa loe yang sewot?" tanya Sasuke.

Neji mendengus, "Gue juga yang repot, Sas!" jawab Neji sambil ngelempar kain basah yang digunakan buat bersihin luka Sasuke ke muka Sasuke.

"Eh, kayaknya gue nggak bakal ikut pelajaran renang, deh, besok," ujar Sasuke, ganti topik pembicaraan.

"Ya, udah. Ntar gue yang minta izin sama guru olahraga," sahut Neji langsung lalu berjalan keluar UKS.

"Loe mau tetep di situ, Sas? Buruan, pulang," ajak Neji pada Sasuke yang masih diem n duduk di tepi ranjang UKS.

"Iya. Tungguin gue, napa?" Sasuke berjalan nyusul Neji yang udah jalan duluan menuju gerbang.

TBC lagi…

Tambah gak nyambung, deh. Padahal, udah usaha buat bikin yang terbaik buat para Readers sama para senpai. Diriku memang pantas untuk diejek…. –pundung di pojokan- Berikan saia flame agar saia kapok ngetik fic gaje yang nggak nyambung kayak gini!!

Sasuke : "Woi!! Author!! Makasih, ya, di chapter ini gue bisa cipokkan sama Naru," –ngelempar duit receh ke Author-

Author : "Oke!! Apa, sih, yang nggak buat idola gue?!" –bangga-

Naruto : "Author, di chapter depan, gue bisa nonjok Teme lagi? Belum puas gue nonjokin dia," –nunjuk-nunjuk Sasu pake jempol kaki-

Author : "Chapter depan? Nggak tau, gue belom mikir lagi,"

Neji : "Payah, loe! Trus, ngapain loe tidur jam 12 malem?"

Author : "Susah tidur, gue! Mana, nyamuk dkk. doyan darah gue, lagi," –ngutuk-ngutuk nyamuk dalem hati-

Gaara : "Kalo gitu, chapter depan gimana? Tanggung & jawab, dong, loe!"

Author : "Gimana, ya?" –gaya kaya Sinichi Kudo-

Nejisasunarugaa : "Malah 'gimana', lagi!!" –rame-rame nyiapin tusuk sate buat nyate si Author-

Author : "Iya, iya!! Ntar gue pikirin!! Jadi, gue jangan disate!" –sembah sujud mohon ampun-

Nejisasunarugaa : "Pikirin dari sekarang!! Kalo ada yang minta update kilat, udah siap!!" –nodong Author pake bazooka, samehada, dinamit de el el-

Author : "Iya, iya!! Di chapter depan, Naru jadi Uke lagi!!! Trus, Itachi nongol!!"

Sasuke : "Thank you, Author!!" –ngelempar duit 50 ribu ke Author-

Itachi : "Gue nongol!! Gue nongol!!! GUE NONGOL!!! -teriak pake toa masjid-

Naruto : "Nooo~oo!!!"

Author : "Oke!! Yawdah, para Readers dan para senpai yang baik hati, berikanlah saia review/flame walau hanya sepatah atau dua patah kata (goyang patah-patah juga boleh),"

Sasuke : "Ada gitu yang mau nge-review fic buluk gini? Udah Author-nya aneh, karakternya gaje kecuali gue serta alur cerita yang mencang-mencong pula,"

Author : "Gue jadi pengen nonjok Sasu," –nyiapin sarung tinju-

Naruto : "Gue juga," –nyiapin sarung pak haji (buat mecut Sasu)-

Nejigaa : "Gue setuju," –nyiapin sarung beras (karung!!)-

Sasuke : -pingsan sebelum dikeroyok-

Author : "Ayo, kita bawa jasadnya," -nyeret Sasu-

Naruto : "Ceburin aja ke sungai,"

Author n Nejigaa : "Setuju!!"