~Your Light~

Author : Kiela

Cast : Luhan, Sehun, Kai, Kris, Sulli de el el..

Genre : Romance, Angst [Boys Love/Yaoi] of course

Rating : NC.. hahay! (makanya hati – hati ^^)

Length : Chapter 2 / ?

Disclaimer : Cerita ini murni dari otak saya yang mulai yadong karena pengaruh alien – alien keparat itu. (dicincang Exotics). Maaf kalau memiliki alur yang sama dengan FF lain karena cinta seperti ini emang udah banyak dibicarakan.

Happy Reading…. Chu~ (kechup basyah)

Chapter 2

Luhan baru selesai mandi saat hari sudah menjelang malam. Saat melewati cermin, Luhan berhenti dan memandangi tubuhnya yang topless. Tubuhnya dipenuhi oleh kissmark mulai dari leher hingga perut. Sepertinya serangan Sehun kali ini sangat hebat. Luhan mencoba untuk menghitungnya, namun dia tersenyum aneh dan kembali mengurungkan niatnya karena sepertinya akan memakan waktu mengingat jumlahnya yang sangat banyak. Lalu diapun mengambil baju dari dalam tas yang entah sejak kapan sudah ada di dalam kamarnya. Padahal seingatnya dia tidak membawa tas kedalam. Sudahlah, Luhan memutuskan untuk tidak memikirkannya karena tidak mungkin tasnya berjalan sendiri. Paling – paling pelayan rumah ini yang mengantarkannya saat dia sedang mandi. Dia pun mengambil sepasang piyama berwarna biru bergambar beruang dan langsung memakainya.

Luhan duduk di taman belakang seperti kata Sehun dan menunggu namja itu datang. Tidak salah Sehun menyuruhnya untuk menanyakan tempat ini pada pelayan karena dari tadi dia sudah celingak celinguk mencarinya. Meski dia pintar dalam pelajaran, tapi benar – benar payah untuk mencari tempat. Luhan tersenyum menikmati keindahan taman. Bunga – bunga bermekaran indah dan tetap terlihat cantuk walau hanya diterangi cahaya temaram lampu taman. Meja di depan Luhan dipenuhi berbagai makanan yang sepertinya sangat lezat dan mengundang selera. Luhan tidak tahu nama – nama makanan itu. Tapi itu tidak penting, yang penting rasanya enak mampu mengganjal perutnya yang sudah bersenandung melantunkan lagu melankolis dari tadi.

Namun dia masih menahan diri untuk tidak menyentuh makanan itu. Dia masih menunggu Sehun untuk makan bersama. Sangat tidak sopan jika dia makan duluan sedangkan dia cuma 'tamu'. Luhan menghela nafas bosan. Rasanya sudah lebih dari sepuluh menit dia menunggu disini seperti kata pelayan yang mengantarnya tadi. Apa mungkin Sehun lupa? Tidak mungkin. Atau jangan – jangan Sehun ketiduran karena capek? Masuk akal. Ck, Luhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. Itu berarti dia menunggu Sehun bangun dulu baru makan? Oh my…

"Tuan Luhan…" pelayan itu memanggil dengan hati – hati, mengingat tadinya dia memanggil Luhan dengan sebutan 'agasshi' atau nona.

Luhan menoleh, "Ada apa pak Kang?"

"Tuan Sehun bilang dia ada urusan, jadi anda makan saja duluan,"

"Urusan?" Luhan mengerutkan keningnya.

"Ne. tadi seorang Agasshi datang dan langsung masuk ke dalam kamarnya."

"Agasshi? Siapa namanya?"

Pelayan itu tampak berpikir sejenak. "Kalau tidak salah namanya Sulli."

Wajah Luhan langsung berubah sendu mendengar nama yang disebutkan pelayan itu. Untuk apa yeoja itu datang kemari? Bukankah Sehun bilang kalau dia dan Luhan datang kemari untuk liburan dan hanya mereka berdua saja? Lalu kenapa ada yeoja yang berstatus tunangannya itu disini? Dan sekarang mereka berduaan di dalam kamar. Seorang yeoja dan seorang namja. Apa mereka sekarang sedang melakukan itu di kamar hingga Sehun membatalkan janjinya untuk menemui Luhan? Namun sayangnya, tak satupun pertanyaan itu yang mampu dijawab Luhan. Pelayan yang melihat keanehan diwajah Luhan jadi khawatir.

"Anda tidak apa – apa?" tanyanya.

Luhan menggeleng pelan.

"Anda benar tidak apa – apa?" tanyanya lagi.

"Aku tidak apa – apa. Sungguh," ujar Luhan sambil tersenyum manis dan membuat pelayan itu semakin meragukan apa manusia dihadapannya ini yaoja atau namja. "Sekarang aku akan makan. Apa anda mau makan bersama saya disini?"

"Tidak tuan, terima kasih. Kalau begitu saya pergi dulu. Selamat menikmati makan malam anda," ujar pelayan itu sambil membungkuk. Lalu dia pun pergi meninggalkan Luhan.

Begitu si pelayan pergi, Luhan langsung menyantap makanan di depannya dengan sangat lahap. Setidaknya makan enak bisa menghilangkan rasa laparnya meski tidak bisa menghilangkan rasa sakit yang menusuk dihatinya saat ini. Luhan tahu dengan jelas kalau dia hanya berstatus sebagai 'pria panggilan' untuk seorang Oh Sehun. Dan hubungan mereka tidak lebih dari itu meski Luhan sangat mengharapkannya. Luhan sudah jatuh pada pesona Sehun saat dia pertama kali melihat namja yang dikenalkan temannya itu. Dia juga sangat menyukai sikap Sehun yang sangat manly meski dia lebih muda dua tahun dari Luhan. Belum lagi setiap sentuhan Sehun yang memberikan sensasi aneh ditubuhnya setiap mereka bercinta. Luhan benar – benar tidak sanggup lepas dari sosok Sehun yang sudah mencuri hati dan tubuhnya sepenuhnya. Dia tetap bertahan meski belakangan dia tahu kalau ternyata namja itu sudah bertunangan dengan seorang yeoja cantik yang menurutnya sangat pantas untuk Sehun.

Luhan meneguk air putih yang banyak untuk memudahkannya menelan makanan yang memenuhi mulutnya. Penampilannya saat ini terlihat menyedihkan dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya. Air matanya tetap keluar dengan sukses meski dia sudah menahannya sekuat yang dia mampu. Memang menyedihkan jika menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain. Tapi Luhan bahkan tidak menjadi orang ketiga, dia hanya mencintai namja yang sudah memiliki tunangan. Namun dia sama sekali tidak menyesali 'pekerjaan sampingan' yang dia lakukan sambil kuliah seperti sekarang. Lagipula dia hanya melakukannya dengan Sehun, bukan dengan banyak namja. Setidaknya beberapa hari ke depan jumlah uang direkeningnya akan bertambah banyak. Sehun tidak memberinya uang yang sedikit, tapi selalu lebih dari yang dia perkirakan. Dengan uang itu dia bisa mengobati mama-nya yang tengah terbaring tidak sadarkan diri di rumah sakit. Dia juga bisa membuka toko kue dengan temannya yang jago masak, Kyungsoo.

Uhhukk.. Luhan tersedak, lalu dia pun memukul – mukul dadanya. Begitu dia merasa lega, Luhan langsung tersenyum dan menghapus air matanya. Tidak ada yang perlu dia sedihkan, justru seharusnya dia bersyukur karena Sehun telah memberinya kehidupan yang layak. Tanpa terasa, semua makanan yang ada diatas meja sudah dia habiskan. Bahkan makanan yang tadinya untuk Sehun pun sudah ludes. Kebiasaan Luhan saat merasa sedih, makan banyak. (ini mah author ._.)

Sementara itu di kamar Sehun…

Sehun asyik memainkan i-pad nya sambil bersandar di dashboard tempat tidurnya. Dia sama sekali tidak peduli pada Sulli yang berada disitu sejak beberapa saat yang lalu. Sulli melihatnya dengan tatapan kesal, namun dia pura – pura tidak melihat.

"Sampai kapan kamu akan memelototi benda mati itu?" Sulli akhirnya buka suara.

Sehun tersenyum simpul. Lalu dia meletakkan benda itu dan duduk dipinggiran tempat tidurnya sambil menatap Sulli intens.

"Jangan melihatku seperti itu," ujar Sulli ketus.

"Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku?" Tanya Sulli sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Kurasa diruangan ini tidak ada orang lain," ujar Sehun, tetap tidak melihat Sulli.

"Aku kemari bukan karena keinginanku. Tapi ahjumma yang menyuruhku untuk menemani liburanmu."

"Menemani? Aku rasa aku tidak butuh teman. Lalu kenapa kamu mau? Setahuku kamu bukan yeoja penurut."

Sulli menghela nafas. Bicara dengan Sehun memang butuh kesabaran ekstra.

"Yah,, seperti yang semua orang tahu, aku ini tunanganmu. Aku tidak mungkin menolak permintaan omma tunanganku kan?"

"Tunangan yaa?" Sehun terkekeh. "Bukankah kamu tahu aku tidak pernah menganggapmu begitu? Dan lagi pertunangan bodoh itu terjadi karena akal licikmu. Aku tidak menginginkannya dan aku juga tidak mencintaimu. Aku tidak punya hubungan apapun denganmu!"

"Meski kau sudah berkali – kali meniduriku, kau tetap menganggap tidak punya hubungan denganku?" Tanya Sulli.

"Tentu saja. Aku kan melakukannya karena kamu terllihat sangat menginginkanku. Bukankah pertunangan menyebalkan ini terjadi karena kamu menyebarkan foto saat kita tidur bersama dan membuatku menanggung malu? Lalu kau seenak jidatmu meminta pada appamu agar kita ditunangkan. Kau menyedihkan!"

Sulli menggenggam tangannya kuat. Entah kenapa dia bisa mencintai namja yang tidak berperasaan seperti ini.

"Waeyo? Kamu marah karena aku mengatakan kebenaran?"

Sulli masih tetap diam.

"Tidak usah menahan gengsi seperti itu," Sehun tersenyum aneh. "Mendekatlah padaku kalau kamu memang sudah sangat menginginkanku."

Kali ini Sulli sudah tidak sanggup lagi. Dia langsung mendorong Sehun hingga namja itu terjungkal kebelakang dan mereka berdua terjatuh diatas tempat tidur. Persetan dengan yang namanya gengsi dan harga diri. Yang Sulli tahu, tubuhnya sudah teramat sangat menginginkan sentuhan Sehun.

Sehun cuma tersenyum simpul saat Sulli menyerangnya dengan ganas. Tidak pernah sekalipun dia menolak sesuatu yang menyenangkan seperti ini. Dia menikmatinya meski dia tidak mencintai yeoja itu. Desahan – desahan Sulli membuatnya semakin bersemangat dan melupakan Luhan yang menunggunya dibawah seperti orang bodoh.

..Te Be Ce..

TuBerCulosis is BACK.

Kya~ makasih banget buat yang udah nge-ripiiw di Chap sebelumnya. Thank you SO MUCH banget meski cuma beberapa orang saja dan masih bisa itung jari. Dan, maaf kalo chap ne ga ada ensi ensi nya. Kekekee~

Btw, rasanya aku lupa membuat TBC di chapter 1. Haha…

Balasan repieww..

Ryu Chanhyun… maaf, chapter ini sama sekali ga ada nc-nya.. lagi focus dicerita dulu. Tapi next part pasti ada dunkz. ;)

paprikapumpkin,, sama, Kiela juga berpikiran kalo mereka tuh cocok banget. Semoga genre angst-nya terasa. Makasih udah menunggu kelanjutan FF yang ga seberapa ini. Mau sepanjang apa ceritanya? Hayooo..

.. kyaaaaaaaaaaaaa makasih udah bilang HOT. Nih Kiela ngasi kelanjutannya,

Choi Minzy.. kaisoo nya maaasih lama. Maaf. tapi pasti ada kok. . Makasih udah menunggu. Yang rajin ya repiewnya… hehehehe

chiisalma.. makasih udah repieew. Bingung ya? Kiela juga bingung. #eh. Tapi ini jujur. Aku memang sering bingung untuk membuat paragrap deskripsi.

asroyasrii, Luhan seme? o.O Uke-nya siapa? Masa Sehun? -_-" Sehun bisa uke (menurut Kiela), kalo semenya tuh Chanyeol atau Kris. Kasi tau dong, hehe. Biar nanti diusahain dia jadi seme. Makasih review nya..

WhitenPurple, Makasih. Oh iya, aku seumuran Kris. Jadi boleh panggil Eon. Udah pas banget tuh.

baby reindeer,, Sehunnya kenapa hayoooo~

sari2min,, kyaa~ ada juga yg setuju kalo Luhan uke sejati. Pertanyaanmu terjawab disini… heheheheh..

pyolipops, makasih udah bilang nice. Tengkyuuu.. chu~

Buat readers sekalian, review kalian sangat berarti. So, jangan lupa review jika udah baca yaaa~

Saling menghargai itu indah banget. ;)

Seindah wajah para uke di EXO.