Chapter 2 : Teman Baru
"aku akan memberikan 3 hadiah kepadamu"
.
"konsekuensi setelah menerima misi ini kau tidak bisa kembali kedunia Shinobi"
.
"cepatlah bangun Naruto-kun"
.
"ugh badan ku sakit semua, dimana ini?"
Disclaimare
Naruto : Masashi K
Highshool Dxd : Ichiei Ishibumi
Story By Namikaze Ichza
Warning:!
Gaje, abal, typo, OOC,
HaremNaru!, MaybeGodlikeNaru!
Suram,garing,StrongHinata,maybeLime,MaybeLemon
Genre: Action, Romance, Comedy(dikit), Adventure, Family
Pair: Naruto X Hinata X Rias X Serrafall
:
:
:
:
Don't like Don't read
"blablabla" percakapan biasa
"blablabla" percakapan bijuu/scared gear
[blablabla] Jutsu/teknik
'blablabla' percakapan batin
yosh chapter 2 update semoga ini lebih baik dari chapter 1 kemarin, Yossha Selamat membaca. Monggo silahkan di baca lagi.
:
:
:
:
:
:
™A New Hero From Another Dimension™
:
:
:
:
"ughh di mana ini, kepalaku pusing sekali rasanya mau pecah, dan juga tubuhku serasa remuk semua. Tapi syukurlah aku selamat " ucap Naruto setelah sadar dari pingsannya.
Kemudian ia mengedarkan kepalanya lalu pandangannya berhenti ketika melihat Hinata yang tidur sambil menggenggam tangannya, kemudian tangan Naruto, bergerak kearah kepala Hinata lalu mengusapnya pelan.
"ughhh" terdengar lenguhan Hinata, lalu beberapa saat kemudian Hinata menatap kearah orang yang mengelusnya. "Gomen-ne Hinata-chan aku membangunkanmu" ucap Naruto di akhiri dengan senyuman mentarinya.
BLUSSH
Wajah Hinata memerah dengan sempurna melihat senyuman mentari Naruto, walaupun wajahnya memerah tetapi matanya berkaca-kaca. Naruto yang melihatnya bingung apa yang terjadi "Ada apa Hinata-chan? Apa kau sakit. Tapi kau tidak panas, lalu apa yang membuatmu seperti ini?" tanya Naruto polos atau gak peka.
Tidak ada jawaban dari Hinata tapi kemudian Hinata memeluk Naruto dengan erat sembil menangis sesenggukan.
"hiks.. hiks... hiks..." yang terdengar adalah suara tangis Hinata saat memeluk dirinya. Dengan inisiatif dia mendekap lembut tubuh Hinata. "ada apa Hinata-chan kenapa kau jadi menangis begini, apa karena aku?" tanya Naruto sambil berusaha menenangkan Hinata sambil mengelus punggungnya lembut.
"I-ini k-kare hiks.. karena a-aku hiks.. t-takut k-kehi hiks.. langanmu N-Naruto-kun. T-tapi hiks... syukurlah k-kau sudah s-sadar N-naru.. hiks.. to-kun" jawab Hinata sambil sesenggukan
"oh hanya itu. Tenang saja selama kau masih berada di sisiku aku tidak akan pergi kemana-mana kok" balas Naruto sambil terus meredakan tangisan Hinata. "oh ya ngomong-ngomong sudah berapa hari aku pingsan Hinata-chan" tanya Naruto lagi. Hinata yang sudah agak reda tangisannya melepaskan pelukannya kepada kekasihnya itu. "k-kau p-pingsan s-selama 4 hari N-Naruto-kun" jawab Hinata jujur. Lalu Naruto mengangguk tanda mengerti.
Kruyuuuk
Lalu tiba tiba suara astral memasuki indra pendengaran mereka berdua. Hinata yang mendengarnya hanya tertawa geli. Kalau Naruto wajah nya memerah karena malu. "hihi. Wajahmu sangat lucu Naruto-kun" ucap Hinata melihat wajah Naruto yang menurutnya lucu karena malu. "Mou sudah hentikan itu Hinata-chan" balas Naruto sebal lalu mengembungkan pipinya pertanda dia sebal.
"gomen-gomen Naruto-kun w-wajahmu yang malu seperti itu sangat lucu Naruto-kun. Hihihihi" ucap Hinata yang di akhiri tawanya lagi. "aku marah nih" rajuk Naruto kepada Hinata.
"baiklah maafkan aku Naruto-kun. Apa kau mau memaafkanku Naruto-kun" ucap Hinata setelah menghentikan tawanya. "cium aku di sini kalau kau mau ku maafkan " ucap Naruto sambil menunjuk pipinya.
Hinata yang mendengar permintaan Naruto hanya bisa blushing. Tapi pada akhirnya Hinata mau melakukannya karna dia tidak mau orang yang di cintai nya meninggalkannya. Lalu Naruto yang tidak menyangka Hinata akan benar-benar menciumnya di pipi sebelah kanan nya.
Lalu Hinata memajukan wajahnya ke pipi Naruto
5 cm
3 cm
2 cm
1 cm
Saat bibir itu beberapa mili lagi akan menyentuh pipi si pemuda. Tiba-tiba pintu terbuka menampilkan sosok ibu Issei
"Ara. Maafkan aku karena mengganggu kegiatan kalian silahkan di lanjutkan, tapi jangan berisik ya" Hinata dan Naruto terdiam karena kepergok akan melakukan sesuatu yang menjurus ke hal-hal yang sedikit 'ERO', begitulah yang di pikirkan oleh ibu Issei.
"mou N-Naruto kun bagaimana ini, ibu Issei jadi salah paham, kita harus memberi tahu yang sebenarnya baru terjadi" ucap Hinata memcahkan kesunyian. "kau benar Hinata-chan, baiklah ayo kita turun sebelum beliau berpikiran yang lebih jauh" balas Naruto, lalu Naruto pergi beranjak dari kamar itu bersama Hinata di sampingnya.
Ruang Makan Keluarga Hyodou
"ara bagaimana 'kegiatan' kalian tadi" ucap ibu Issei setelah selesai makan.
Hinata dan Naruto hanya blushing saja mendengarnya.
"e-etto b-begini Bibi kami ti-tidak ber-bermaksud me-lakukan itu" jawab Hinata
"i-itu b-benar Bibi kami tidak melakukan apa apa" kali ini yang menjawab adalah Naruto.
"lalu apa yang kalian lakukan tadi" tanya ibu Issei kembali
"i-itu k-karena N-Naruto-kun kesal karena aku menertawainya akibat suara perut lapar Naruto-kun sangat keras. Jadi Naruto-kun berkata 'kalau kau ingin kumaafkan cium aku di sini' begitu ceritanya" jelas Hinata sambil meunjuk pipi nya
Mereka semua sweatdrop mendengar alasan Hinata. 'kau polos sekali Hinata-/chan/san, hadeh' batin mereka semua kecuali Hinata tentunya.
"oh iya, Naruto-san bagaimana keadaanmu saat ini" yang bertanya kali ini Issei
"Eh keadaan ku?. Kurasa sudah sehat seperti biasanya" jawab Naruto sekenanya.
"lalu tentang masalah bagaimana kau mendapatkan luka itu bagaimana" lanjut Issei.
"etto tentang itu aku agak lupa jadi maaf ya errr...". "Panggil saja Issei" sambung Issei cepat.
"Sekali lagi maaf Issei-san, aku benar-benar tidak ingat" Bohong Naruto.
"baiklah, karena sudah tidak ada yang di bicarakan lagi, kalian sekarang tidurlah, tapi sebelum itu Naruto-san dan Hinata-san akan bersekolah di sekolah yang sama dengan Issei" kali ini yang berbicara adalah ayah Issei
"Baiklah kami mengerti" jawab mereka singkat. Setelah itu mereka berdua berdiri, tapi itu di urungkan karena ibu Issei memanggil mereka berdua. "Hinata-chan, Naruto-san, ini pertanyaan yang sudah ingin kutanyakan sejak awal tapi karena melihat kalian sedang mengobrol dengan Issei saya urungkan bertanya pada kalian berdua." Ucap ibu Issei panjang lebar.
"memangnya apa yang ingin bibi tanyakan" jawa Hinata
"sebenarnya hubunganmu dengan Naruto-san apa ya Hinata-chan hehe" goda ibu Issei
Hinata yang mendengar pertanyaan itu hanya blushing ria sedangkan Naruto di pipinya juga ada semburat merah walaupun sedikit.
"Kami sepasang kekasih bibi" ucap Naruto kemudian. "Eeh souka, baiklah kalian boleh tidur, hanya itu yang ingin bibi tanyakan hehe" ucap ibu Issei watados. Sedangkan Naruto dan Hinata hanya bersweatdropped ria
Kamar Tamu
Kini di kamar tamu yang di tempati oleh Naruto dan Hinata, mereka hanya saling diam, karena Naruto tidak suka aura canggung lalu dia mencairkan suasana dengan membuka obrolan. "ne Hinata-chan apa kau tau sekolah itu seperti apa" Naruto masih penasaran saat di beritahukan bahwa besok ia akan bersekolah.
Hinata yang mendengarnya hanya tersenyum lembut. "sekolah seperti yang Issei-san bilang seperti Academy di dunia shinobi kita Naruto-kun" balas Hinata, setelah beberapa saat Hinata bingung karena tidak ada jawaban dari Naruto.
Lalu Hinata mengok ke arah Naruto, Hinata hanya tersenyum melihat Naruto tertidur pulas, "oyasumi Naruto-kun" ucap Hinata sambil mengecup kecil kening Naruto. Lalu setelah itu Hinata terlelap.
Keesokan Harinya
"Naruto-kun bangun ini sudah padi, apa kau mau terlambat di hari pertamamu ke sekolah" ucap Hinata sambil menggoyang-goyangkan tubuh Naruto.
"enggh, lima menit lagi" hanya terdengar suara lenguhan dan igau Naruto
'hufft, susah sekali membangunkan Naruto-kun, tidak ada cara lain' batin Hinata mulai kesal karena tingkah Naruto.
Lalu Hinata mendekatkan tangannya ke wajah Naruto, setelah itu, dengan sekali tarikan Hinata menarik hidung Naruto kencang.
"i-t-ttaai. Apa yang kau lakukan sih Hinata-chan?" ucap Naruto setelah dibangunkan paksa oleh Hinata.
"L-lagian Na-Naruto-kun susah sekali dibangunin lagi pula hari ini kan hari pertama kita bersekolah" balas Hinata agak takut melihat ekspresi Naruto yang menyeramkan.
"oh hanya itu, baiklah tidak apa apa, memang sekolah di mulai jam berapa?" tanya Naruto
"jam 8 pagi Naruto-kun" jawab Hinata. Naruto hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti. "lalu sekarang pukul berapa Hinata-chan" tanya Naruto (lagi). "sekarang pukul 07.50" jawab Hinata lagi.
Lalu Naruto mengangguk-nganggukan kepalanya lagi, sedetik kemudian Naruto terlonjat kaget. "Shimatta aku telat, aku telat, aku telat" teriak Naruto lalu langsung menghambur ke kamar mandi.
Di perjalanan Ke Sekolah
"haah, kenapa aku bisa bangun siang terus sedangkan Hinata-chan bangunnya pagi" gumam Naruto memikirkan kesialannya. "eh Hinata-chan itu apa?" ucap Naruto sambil menunjuk sebuah mesin berjalan beroda empat yang merupakan mobil. "itu mobil Naruto-ku" balas Hinata dengan senyuman manis
"lalu yang itu apa Hinata-chan" tanya Naruto lagi menunjuk mesin bergerak tetapi hanya memiliki dua roda
"kalo yang itu namanya motor Naruto-kun" jawab Hinata lagi. "Hinata-chan bagaimana kau tau tentang ini semua" tanya Naruto heran karena Hinata mengetahui hal hal yang tidak diketahui oleh Naruto. Oh itu kare-. Eh Naruto-kun kita sudah sampai di sekolah nya, nanti aku ceritakan lagi bagaimana aku mengetahuinya" ujar Hinata setelah melihat gerbang Kuoh Academy.
Di Ruang Kepala Sekolah
kini terlihat dua sosok yang sedang berdidir di depan kepala sekolah. "jadi Namikaze-san dan Hyuuga-san ini adalah murid baru itu" ucap kepala sekolah tersebut. "itu benar" jawa mereka berdua. "kalau begitu kelas kalian berdua adalah kelas 3-A. Moriyama-sensei akan mengantarkan kalian berdua" kata pak kepala sekolah.
"baiklah kalian berdua ikut aku, karena aku juga selaku wali kelas kalian" ucap Moriyama-sensei
"hai sensei, yoroshiku onegaishimasu" ucap mereka berdua.
Setelah beberapa saat mereka berjalan akhirnya mereka sampai di depan kelas 3-A. "kalian berdua tunggu dulu di luar, setelah ku panggil kalian berdua masuklah" ucap Moriyama-sensei meninggalkan mereka berdua di luar.
Sedangkan di dalam kelas keadaan yang tadinya ricuh kini berubah menjadi sunyi karena kehadiran sensei.
"baiklah anak-anak hari ini kita mendapatkan 2 teman baru, mereka berdua adalah murid baru pindahan dari Inggris, Namikaze-san dan Hyuuga-san boleh masuk" ucap sensei memanggil mereka berdua
Setelah mereka berdua masuk suasana kelas yang tadinya sunyi jadi makin sunyi
'siapa pemuda tampan itu'
'kyaa dia manis sekali dengan tiga pasang garis di pipinya'
'gadis itu manis sekali'
'akan kujadikan kekasihku'
Batin semua orang yang melihat ketampanan dan kecantikan dari Naruto dan Hinata. "baiklah sekarang kalian perkenalkan diri kalian" ucap sensei
"yoshh baiklah, namaku Uzumaki Namikaze Naruto, kalian cukup panggil aku Naruto saja karna aku tidak suka formalitas, kesukaanku Ramen, Hinata-chan, dan berlatih, hal yang tidak kusukai, orang pendendam, konflik dan permusuhan, hobiku kalian tidak usah tahu, kalau cita cita, masih belum terfikirkan" ucap Naruto yang sukses membuat seluruh kelas kaget karena perkenalan Naruto, terlebih lagi Hinata wajahnya sudah memerah karena malu, seluruh penghuni kelas yang melihatnya hanya membatin 'jadi dia menyukai Hyuuga-san ya'
"baiklah selanjutnya Hyuuga-san" lanjut sensei
"namaku Hyuuga Hinata, hal yang kusukai, berlatih, N-Naruto-kun. Hal yang tidak kusukai, sama seperti Na-Naruto-kun, hobi dan cita citaku hampir sama Seperti N-Naruto-kun" setelah Hinata memperkenalkan dirinya. Seluruh kelas malah sweatdrop melihat perkenalan Hinata yang sedikit malu malu ketika menyebutkan nama Naruto. 'sepertinya mereka berdua adalah sepasang kekasih' batin mereka semua
"baiklah kalian berdua duduk di bangku belakang itu" ucap Moriyama-sensei sambil menunjuk kearah meja yang kosong. "ha'i sensei" ucap mereka berdua menuju tempat duduk yang di tunjukan oleh senseinya tersebut. Setelah itu pelajaran dilanjutkan seperti biasa. "Baiklah kita lanjutkan pelajaran hari ini, sekarang buka buku paket halaman 123" ucap sensei itu.
Tanpa di sadari oleh mereka berdua ada dua pasang mata yang menatap mereka lekat lekat, orang yang pertama memiliki rambut merah maroon, 'aset' yang besar, dan mata berwarna blue-green, dan orang yang kedua memiliki rambut dark blue, 'aset' yang sama besarnya dengan perempuan pertama tetapi memiliki mata yang berwarna ungu gelap.
'KRIIIIIIIIIIING'
Terdengar suara bel istirahat, lalu banyak dari siswi dikelas 3-a yang mendekati Naruto untuk mengajaknya makan atau yang lainnya
'Naruto-san, ayo ke kantin bersama'
'Naruto-san ayo makan bekal bersamaku'
'Naruto-san boleh aku jadi pacarmu'
Ya begitulah kira kira yang terjadi pada Naruto. Sedangkan Naruto sendiri malah sweatdrop dan membatin. 'jadi seperti ini rasanya menjadimu Teme, haaaah sungguh menyebalkan'. Lalu Naruto mengalihkan pandangannya ke arah Hinata
Di sisi lain Hinata yang melihat Naruto di dekati oleh perempuan lain hanya mendengus tidak suka. Tetapi, setelah beberapa saat kemudian. Hinata merasakan tangannya di genggam oleh seseorang, saat dia menolehkan kepalanya ke samping, rupanya Naruto sedang menggenggam nya.
"Hinata-chan ke kantin yuk" ucap Naruto yang membuat FG dadakannya kecewa.
"hmm ayo, tapi apa kau punya uang untuk dikantin nanti Naruto-kun" balas Hinata dengan penuh senyuman
"Shimatta aku lupa, aku kan tidak punya uang, bagaimana ini Hinata-chan," ucap Naruto sadar bahwa dia tidak memiliki uang sepeser pun
"tenang saja Naru-kun aku sudah menyiapkan ini untuk kita" ucap Hinata dambil mengeluarkan dua kotak bento, sambil mengeluarkan semburat merah tipis di pipinya
"wah kau memang akan menjadi istri yang baik Hinata-chan, dan jangan lupakan pertanyaanku tadi pagi" ucap Naruto polos kepada Hinata
Hinata yang mendengar perkataan Naruto yang kelewat polos hanya berblushing ria. "ya sudah ayo Hinata-chan nanti keburu masuk lagi" ucap Naruto lagi sambil menarik tangan Hinata keluar kelas
Saat diluar kelas Naruto dan Hinata di hadang oleh dua gadis cantik yang memilik 'aset' yang sama besar dengan Hinata. "bisa kau berhenti sebentar Naruto-san" ucap gadis berambut merah
'Kaa-san' batin Naruto kaget melihat sosok ibunya di depannya,
"tentu, memang ada apa kau menyuruh kami berhenti errr" ucap Naruto setelah sadar dari kagetnya. "panggil saja Rias, Rias Gremory". "hn, memang ada apa kau menghentikan kami berdua kekantin" ucap Naruto kepada Gadis yang ternyata bernama Rias Gremory. "aku hanya ingin mengundang kalian berdua ke klub penelitian ilmu ghaib sepulang sekolah nanti" balas Rias kepada Naruto.
"akan kami usahakan" kali ini sepasang kekasih tersebut menjawabnya berbarengan. "ara-ara sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada kalian" ucap gadis disebelah rias. "a-ku t-tidak mengerti maksud itu, etto..." Hinata bingung harus memanggil gadis di depannya dengan nama apa. "panggil saja aku Akeno, Akeno Himejima" sambung Akeno.
"aku tidak mengerti maksudmu itu Akeno-san" balas Hinata
"fufufufu, aku hanya bertanya apa kalian memiliki hubungan khusus" tanya Akeno dengan tawa khasnya
"kami adalah sepasang kekasih" kali ini Naruto menjawab dengan tampang watados, yang membuat Hinata berblushing ria, dan kedua gadis di depannya kaget. "Ara seperti itu ternyata, sayang sekali bukan begitu rias" ucap Akeno sambil menggoda Rias karena Rias diam diam menyukai pemuda yang ada di hadapannya walaupun baru pertama kali bertemu.
"a-apa yang kau maksud itu Akeno" ucap Rias kesal dengan semburat tipis
"fufufufu. Tidak ada Buchou" ucap Akeno tanpa rasa bersalah
" baiklah jika tidak ada yang ingin di tanyakan lagi kami tinggal dulu ya" ucap Naruto kepada dua gadis tersebut, tetapi tidak ada tanggapan karena dua gadis tersebut sedang asik berdebat hal hal yang aneh menurut Naruto.
Naruto yang melihat kejadian itu hanya sweatdrop, dan tersenyum getir. 'aku di kacangin' batin Naruto.
"kalau begitu ayo kita pergi Naruto-kun" ucap Hinata. " hn ayo" jawab Naruto dengan lesu
Sesampainya di kantin mereka berdua terkejut karena, tempat yang di sebut dengan kantin kini sudah seperti pasar, banyak siswa mengantri dan berdesakan untuk mendapatkan makanan.
Naruto dan Hinata yang melihat itu hanya meneguk ludah dengan susah payah.
"a-ahhahaa, kita cari tempat lain saja ya Hinata-chan disini suasananya kurang kondusif" tawa canggung Naruto sambil melihat ke arah Hinata.
"aku setuju dengan usul mu Naruto-kun" balas Hinata
Setelah itu mereka berdua melanjutkan perjalanannya ke tempat yang mereka anggap 'kondusif' untuk di pakai makan
Setelah beberapa saat berjalan kesana kemari, akhirnya mereka berdua menemukan tempat yang cocok untuk dipakai makan bekal buatan Hinata, yaitu taman di belakang sekolah yang agak sepi karena siswa dan siswinya sedang berebut makanan atau makan bentounya di kelas
"sepertinya tempat ini cocok ya Hinata-chan" Naruto memulai pembicaraan
"hm kau benar Naruto-kun, kalau begitu kita makan di bawah pohon itu saja" jawab Hinata sambil menunjuk pohon yang ada di depannya.
Setelah itu mereka berdua berjalan ke arah pohon. Lalu Hinata mengamparkan kain untuk alas tempat bentounya.
"ayo cepatlah di buka bentonya Hinata-chan aku sudah sangat kelaparan" rengek Naruto kepada Hinata
Hinata yang melihat itu hanya terkikik geli. "iya-iya Ini aku buka Naruto-kun" ucap Hinata sambil membuka bentou untuk nya dan Naruto
Setelah bentou itu dibuka Naruto langsung berbinar bahkan air liurnya agak menetes sedikit. Hinata yang melihat tingkah Naruto hanya tertawa. "hihihi, kalau kau lapar tinggal dimakan Naruto-kun sampai kapan pun kalau kau pandangi, tidak akan membuatmu kenyang" ucap Hinata sambil terkikik geli melihat tingkah kekasih nya tersebut.
"ITTADAKIMASUU~" uca- eh maksudnya teriak. Naruto sambil melahap bento yang dibuat oleh Hinata
"emm ghinhara-ghan bhadhanan uini eenhhak behali" (em Hinata-chan makanan ini enak sekali) ujar Naruto dengan mulut yang penuh gara gara makanan yang dimakannya
"apa yang kau katakan Naruto-kun?" ujar Hinata bingung
"makanan yang kau buat ini sangat enak, itu maksudku Hinata-chan" ucap Naruto setelah menelan makanannya
"arigatou ne Naruto-kun" balas Hinata sambil memakan bentonya
"ne Hinata-chan dengan makanan se enak ini pasti kau akan menjadi istri yang hebat" ucap Naruto setelah selesai makan bentou nya
BLUSSHH
Wajah Hinata kembali memerah mendengar komentar Naruto, sesaat kemudian Hinata melanjutkan makannya.
Beberapa saat kemudian Hinata telah menghabiskan bentounya, lalu dia merapihkan kembali kotak bentou tersebut.
"ano... Hinata-chan aku belum mendengar penjelasan mu tentang perbincangan kita pagi tadi, apa kau akan menjelaskannya?" ujar Naruto setelah mengingat perbincangan nya dengan Hinata pagi tadi
"hmm tentu saja Naruto-kun, aku akan menceritakannya. Jadi begini..." jawab Hinata lalu mulai bercerita
FLASHBACK
Kini di sebuah ruangan di rumah keluarga Hyodou, terdapat lima orang, tiga pria dan 2 wanita, salah satu prianya itu yang sedang pingsan adalah Naruto.
"etto..? Hinata-chan, maukah kau ikut denganku berbelanja bahan makanan untuk makan malam?" tanya ibu Issei. "eh. Tentu saja Bibi" jawab Hinata
"kalau begitu kami pergi keluar dulu ya. Ittekimasu" ujar ibu Hyodou kepada makhluk yang ada di dalam rumah
"hm itterashai, jangan lupa kopinya" jawab suaminya.
Ketika dijalan menuju pasar, Hinata kebingungan dengan pemandangan di depannya, kini di depannya banyak gedung gedung tinggi menjulang, sedangkan dijalan Hinata hanya menatap heran pada sejumlah manusia yang berada dalam sebuah besi yang bisa berjalan dan memiliki empat buah roda, dan belum lagi seorang pria yang sedang menaiki mesin beroda dua yang kepalanya dilindungi oleh suatu benda yang di identifikasi sebuah helm.
Ibu Issei melihat Hinata dengan tatapan bertanya. 'apa gadis ini dan pemuda yang bersamanya kemarin, bukan orang kota?' batin ibu Issei penasaran
"nee Hinata-chan sepertinya kau bukan berasal dari kota ini ya?" tanya ibu Issei kepada Hinata yang sedang fokus memperhatikan sekelilingnya
"i-iya k-kau be-benar Bibi" balas Hinata tergagap karena pertanyaan ibu Issei yang mendadak
"kalau boleh tau kau berasal dari mana Hinata-chan" tanya ibu Issei lagi
"aku tinggal di sebuah desa yang di lindungi tembok setinggi 100 meter, yang di kelilingi oleh hutan belantara" balas Hinata cepat
"ouh begitu pantas saja kau seperti asing melihat kendaraan seperti itu, maupun gedung tinggi di sekeliling kita" jelas ibu Issei, sambil menunjuk mobil dan gedung
"etto, Bibi apa kau mau menjelaskan tentang semua ini padaku?" ujar Hinata pada ibu Issei
"tentu saja, jadi yang itu adalah blablablabla" jawab ibu Issei langsung menjelaskan semuanya pada Hinata.
FLASHBACK OFF
"jadi begitulah ceritanya Naruto-kun" ucap Hinata setelah menjelaskannya pada Naruto. Sedangkan Naruto sendiri mendengarkannya dengan khidmat.
"baiklah aku mengerti Hinata-chan. nee Hinata-chan, apakah kita sebaiknya menyewa apartement saja, karena jujur aku tidak enak, kalau kita terus terusan menumpang di rumah Issei, lagi pula dengan menyewa apartement kita kan bisa berduaan saja dan membuat hubungan kita menjadi lebih erat" ujar Naruto mengusulkan sebuah ide kepada Hinata.
Blusshh
"eh e-etto, bagaimana ya N-Naruto-kun, sejujurnya aku setuju dengan pendapat mu itu, tapi apakah mereka akan setuju apalagi kalu kita akan tinggal se apartement" balas Hinata sambil memainkan kedua jari telunjuknya di depan dada ditambah wajahnya yang memerah membuat kesan lebih imut.
'kawaii" batin Naruto.
"kalau itu tenang aku yang akan bicara dengan ibu Issei, lalu tentang masalah pembayaran sewa apartement mungkin aku akan kerja part time" ujar Naruto sambil memikirkan idenya itu
"kalau begi-" . "KRIIING". "tu." Ucapan Hinata terpotong setelah mendengar bunyi bel istirahat berakhir.
"hmm. Baiklah Hinata ayo kita kembali ke kelas" ajak Naruto
"emmh ayo" Hinata berjalan beriringan bersama Naruto menuju kelasnya.
SAAT PULANG SEKOLAH
Saat bel pulang sekolah, seluruh siswa berhamburan keluar menuju rumahnya masing-masing, begitu pula dengan kedua tokoh utama kita ini, ini mereka sedang piket. Karena hari ini bagian mereka piket. Kenapa mereka bisa mendapatkan jadwal piket padahal baru masuk?. Itu karena Aku sayang kalian, yup begitulah alasan tidak masuk akal yang di berikan oleh ketua kelas dan teman teman sekelasnya yang lain.
Setelah mereka selesai piket mereka berdua berjalan pulang kerumah Issei tetapi saat berada di depan gerbang sekolah mereka melihat Issei sedang bersama gadis yang bisa dikatakan sangat cantik. Mereka berdua pun menghampiri Issei dan gadis itu.
"yo Issei, kau tidak pulang, dan siapa gadis yang ada di sebelahmu itu" sapa Naruto setelah sampai di depan Issei
"oh kalian berdua Naruto, Hinata-san, perkenalkan ini adalah Amano Yuuma, kekasihku" balas Issei setelah tau siapa yang menyapanya
"p-perkenalkna n-namaku, Amano Yuuma, ke-kekasih dari Issei-kun" ucap Yuuma dengan gagap
'hm ini aneh, Kurama apa kau merasakan apa yang ku rasakan' tanya Naruto kepada Kurama melalui mindscape
'hn aku, juga merasakan apa yang kau rasakan Naruto, sepertinya gadis yang ada di depanmu itu memiliki aura yang berbeda, sama seperti dua gadis yang mengundang mu ke klub ilmu ghaib' balas kurama panjang lebar
'kau benar kurama, aura gadis ini seperti bukan manusia dan juga apa-apaan ekspresi palsu itu, oh aku tau apa yang sebenarnya terjadi' jelas Naruto
'kau benar Naruto, khukhukhu coba kau ikuti nanti Issei jika dia berkencan dengan gadis jadi-jadian itu' balas kurama , lalu kemudian Naruto menghentikan aktifitas mengobrol dengan kurama karena ada yang memanggil- manggilnya
"ruto-kun". "Naruto-kun, kenapa kau terdiam seperti itu" tanya Hinata sambil mengibas ngibaskan tangannya di depan wajahku.
"e-ehh ya Hinata-chan aku hanya sedang memikirkan tentang kerja part time ku. Dan ngomong – ngomong namaku Naruto Namikaze, panggil saja Naruto" balas Naruto pada Hinata dan menjawab perkenalan makhluk jadi jadian di depannya
"hei Naruto jangan melamun seperti itu, cepatlah cari kekasih seperti ku, agar kau tidak menderita karena sendiri, dan juga aku akan pergi kencan dengan Yuu-chan sore ini" ucap Issei sambil menceramahi Naruto, dan memberitahukan bahwa ia akan kencan nanti sore dengan 'kekasih'nya itu
"hei apa yang kau bicarakan, aku ini sudah memiliki kekasih, sekarang dia berada di sampingku, benarkan Hinata-chan" balas Naruto sambil bertanya pada Hinata
Hinata yang mendengarnya hanya berblushing ria. "i-itu be-benar a-aku dan Na-Naruto-kun adalah sepasang ke-kasih" jawab Hinata dengan malu, dan jangan lupakan semburat di wajahnya sudah mengalahkan tomat kesukaan sasuke sahabatnya.
"heee jadi kau dan Hinata-san berpacaran ya, ya sudah aku pergi duluan ya, ayo Yuu-chan" ucap Issei sambil menggandeng tangan Yuuma
"kalau begitu kita juga pulang Hinata-chan" ucap Naruto lalu menggandeng Hinata pulang bersamanya
Di gedung lama nampak dua sosok sedang memperhatikan kejadian yang barusan terjadi.
"ara-ara Buchou ternyata mereka sudah bergerak" ucap gadis pertama bernama Akeno
"hn kalau begitu sebarkan kartunya" balas gadis kedua a.k.a Rias.
Di Rumah Hyodou
"tadaima~" ucap Naruto dan Hinata ketika telah sampai di kediaman Hyodou
"Okaerinasai, ara rupanya kalian sudah pulang, ayo cepat ganti pakaian kalian lalu makan siang, ehh mana Issei" ucap orang yang menjawab salam mereka berdua a.k.a ibu Issei
"tadi Issei pergi Bersa-". "Tadaima~". Ucapan Naruto terpotong setelah mendengar suara orang yang di bicarakan
"Nah ini orangnya" sambung Naruto
"yasudah kalian cepat ganti baju dan makan siang" ucap ibu Issei sekali lagi
"haaa'i" ucap mereka bertiga.
Mereka bertiga langsung menuruti apa yang di ucapkan oleh ibu Issei
Selepas mereka makan siang, nampak percakapan sedang di mulai oleh Naruto dan ibu Issei.
"ano. Bibi, sebenarnya aku ingin menyewa apartement bersama Hinata-chan" ujar Naruto membuka pembicaraan
"memangnya ada apa Naruto, jangan jangan kau ingin melakukan itu ya hehe" balas Issei dengan senyuman mesum nya
"enak saja aku tidak seperti kau maniak Oppai" balas ketus Naruto
"lantas kenapa kau memilih menyewa apartement Naruto-kun" kini yang membalas Ibu Issei
"kami merasa tidak enak karena menumpang disini, lagi pula kami juga ingin mempererat hubungan kami berdua, tetapi bukan hal yang begituan" jelas Naruto pada mereka bertiga (tidak termasuk Hinata)
"oh begitu, baiklah boleh saja asalkan kalian tetap berkunjung kemari, lalu bagaimana kalian akan membayar sewa nya?" tanya ibu Issei kembali.
"kami akan melakukan kerja part time, untuk membayarnya" kali ini yang menjawab adalah Hinata
"hm baiklah, jadi kapan kalian akan pindah ke apartement kalian"tanya Issei
"mungkin setelah gaji pertama kami dan juga apabila kami sudah menemukan apartement yang cocok" jawab Naruto.
Setelah jawaban terakhir dari Naruto mereka semua pun membubarkan diri karena tidak ada yang di bicarakan lagi.
Siang telah berganti sore, kencan yang di rencanakan Issei pun kini sedang berlangsung, sementara di rumah Hyodou kini terlihat dua orang tengah bersiap siap keluar.
"Bibi ittekimasu" ujar Mereka berdua
"hm itterashai" balas orang yang di dalam
Kini Naruto memakai T-shirt skaters berwarna Hitam yang di lapisi kemeja Skatters berwarna merah, sedangkan bawahannya, Naruto memakai jeans Hitam pensil yang cocok dengan kakinya, sepatunya dia memakai Adidas berwarna merah dengan aksen hitam di pinggirnya, Sedangkan Hinata kini memakai dress selutut berwarna lavender yang pada bagian tangannya terdapat bordir bunga lavender, rambutnya di biarkan tergerai indah, untuk sepatu Hinata memakai sepatu tali yang mengikat kaki jenjangnya dengan erat.
Kalau dilihat dari jauh mereka berdua seperti pasangan kekasih yang sedang berkencan, tetapu yang sebenarnya terjadi adalah mereka berdua sedang mencari loeongan kerja part time
"nee Hinata-chan, kau cantik sekali memakai pakaian itu" ucap Naruto memulai pembicaraan
Hinata yang mendengar pujian Naruto hanya blushing ria
"Na-Naruto-kun j-juga te-terlihat sangat tampan" balas Hinata dengan gugup
"hehe kau bisa saja, eh Hinata-chan lihat disana ada lowongan pekerjaan untuk dua orang. Di cafe itu" ujar Naruto setelah melihat lowongan pekerjaan di sebuah cafe ramen
"hm kalau begitu ayo kita pergi kesana Naruto-kun" jawab hinata.
Kemudian mereka berdua mengunjungi cafe tersebut dengan tujuan untuk melamar pekerjaan. Di tempat lain, di depan stasiun kota, Issei kini sedang menunggu 'kekasih'nya tersebut. Tetapi tiba tiba seorang gadis manis memberikan kartu kepadanya sambil berkata 'jika kau ingin sesuatu pikirkanlah sesuatu itu' aneh bukan ya, seperti itulah yang dipikirka oleh Issei tetapi dia tetap mengambil kartu nya. Setelah itu Yuuma datang menghampiri Issei
"gomen-ne Issei-kun aku terlambat" Ucap Yuuma
"tidak apa apa kok aku juga baru tiba di sini, kalau begitu ayo kita pergi Yuu-chan" jawab Issei
"hm, ayo" balas Yuuma
Setelah itu mereka berdua pergi berkencan mulai dari mencoba bermain game mengambil foto bersama hingga makan bersama, waktu telah beranjak petang. Kemudian Yuuma mengajak Issei ke taman
"ne Issei-kun kita ketaman yuk" sambil tersenyum manis
"hm ayo Yuu-chan" jawab Issei
Setelah itu mereka pergi ke taman Kota Kuoh, di lain tempat Naruto dan Hinata nampak tersenyum bahagia karena mereka di terima bekerja di cafe ramen tersebut, ternyata pemilik toko tersebut namanya sama dengan Teuchi yang ada di dunia shinobinya tetapi yang membedakannya adalah dia memiliki rambut afro besar. Setelah mereka berdua keluar dari kafe tersebut Naruto mengajak Hinata jalan jalan.
"nee Hinata-chan Untuk merayakan kita di terima bekerja di cafe Teuchi jii-san bagaimana kalau kita jalan jalan ketaman" tanya naruto
"baiklah, ayo kita berangkat Naruto-kun" jawab hinata,
Akhirnya mereka berdua berangkat menuju taman. Di sisi lain Issei dan Yuuma mereka sedang berbincang asik dengan senyuman bahagia. Tetapi kemudian Yuuma Bertanya kepada Issei
"Ne Issei kun maukah kau melakukan sesuatu untuk ku" tanya Yuuma dengan tampang dimanis maniskan
"tentu saja memang apa yang kau inginkan Yuu-chan" jawab Issei.
Di tempat naruto dan hinata, mereka berdua telah memasuki taman, mereka berpikir taman ini indah tetapi kenapa pengunjungnya sedikit. Yup begitulah yang di pikirkan naruto dan hinata
"Hinata-chan taman nya indah juga yaa" ujar naruto
"hm kau benar Naruto-kun, tapi kenapa di taman yang indah ini pengunjungnya sepi bahkan hampir tidak ada" jawab hinata
Setelah beberapa saat mereka berjalan mereka melihat Issei dan Yuuma sedang berbicara. Yuuma berdiri sedang Issei duduk di pinggir kolam.
"eh Hinata-chan ayo kita lihat apa yang akan di lakukan Oleh si maniak Oppai itu pada 'kekasihnya'"ucap naruto bersemangat
"e-eh t-tapi kita tidak boleh begitu Naruto-kun" balas hinata
"Tapi Hinata-chan aku mendapat firasat buruk tentang hal ini" ujar Naruto dengan wajah serius
"eh, benarkah itu Naruto-kun jika iya ayo kita melihat mereka" balas hinata yang kaget akibat perkataan naruto sehingga hinata mau di ajak oleh naruto. Akhir nya mereka memutuskan untuk memperhatikan Issei dan pacarnya itu di sebuah semak-semak di samping kolam. Kita kembali ke Issei
"memang kau mau minta apa Yuu-chan" tanya issei
"maukah kau mati untukku Issei-kun" jawab Yuuma
"eh apa Yuu-chan aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan dengan jelas" jawab Issei sambil mengorek ngorek telinganya
"hahaha baiklah kalau begitu, apakah kau mau mati untukku Issei-kun" ucap Yuuma lalu setelah itu Yuuma melayang di udara seketika itu pakaiannya robek dan di gantikan oleh sehelai kain untuk menutupi tubuhnya, lalu muncul sepasang sayap gagak di punggunya.
"se-sebenarnya siapa kau" ucap issei takut
"perkenalkan nama asliku Reynalle Da Tenshi, bermain pacaran dengan mu sungguh menyenangkan jadi sekarang terimalah ajalmu. Hahaahhaha" ujar Yuuma Yang ternyata seorang Dat Tenshi
"ta-tapi kenapa kau mau membunuhku, apa memangnya salahku" tanya issei ketakutan
"salahkan lah Tuhan yang memberikanmu Sacred Gear yang dapat menghalangi tujuan tuanku" ucap Raynalle lalu dia membuat Light Spear untuk di hunuskan ke tubuh Issei.
Di lain sisi tepatnya di semak semak tempat bersembunI NaruHina. Mereka nampak terkejut bahwa gadis yang menjadi kekasih Issei adalah makhluk astral. 'ternyata dugaanku benar dia bukan makhluk biasa' batin naruto
"rasakanlah kematianmu ini Issei" ucap Raynalle sambil menghunuskan Light Spearnya ketubuh Issei. Tepat sebelum terkena tubuh Issei Suara orang berteriak terdengar oleh mereka berdua
[Fuuton : Rasen Shuriken]
Tiba tiba bola spiral yang berbentuk Seperti Shuriken melesat ke arah Raynalle. Mereka berdua terkejut akibat serangan dadakan tersebut, Raynalle berhasil menghindar dari serangan naruto, sedangkan Issei hanya terdiam sehingga Light Spear yang dilemparkan oleh Raynalle menusuk perutnya hingga tembus
JRASSHH
'Ugh apakah ini benar ajalku' batin Issei ketika tubuhnya tersungkur terkena LP dari Raynalle
Hinata yang melihat Issei tertusuk langsung mendatangi Issei dan mencoba menyembuhkannya dengan Medic Nin nya Namun sia sia karena Issei kehilangan banyak darah akibat LP Raynalle. Naruto yang melihat Issei tewas murka karena Issei adalah temnanya sekaligus orang yang memberinya tumpangan tempat tinggal.
"Kau akan menerima akibat dari perbuatanmu itu Gagak" ucap naruto dingin dan seketika itu KI nya meningkat pesat. Hinata dan Raynalle yang melihat naruto marah bergidik ketakutan Karena KI yang di keluarkan sangat besar.
"Heh dengan apa kau akan membalasnya bocah" balas Raynalle walaupun sebenarnya dia ketakutan
Setelah menjawab pertanyaan dari Naruto, seketika itu pula Naruto menghilang dan berada di belakang Raynalle
[Oodama Rasengan]
Naruto meneriakan Jutsunya. Lalu ia hantamkan ke tubuh Raynalle. Raynalle yang tidak siap terkena serangan itu dan terpental jauh dengan luka di sekujur tubuhnya, akibat serangan naruto. Belum berhenti sampai disitu naruto kini sudah berada di samping Raynalle lagi dan bersiap menghantamkan tinjunya yang sudah di lapisi chakra dan menghantam wajah Raynalle dengan telak.
ARRGGHHH
Teriak Raynalle kesakitan. Setelah itu Naruto meninggalkan Raynalle yang kesakitan. Walaupun Naruto marah tapi dia tidak akan membunuh perempuan yang telah membunuh Issei. Kemudian naruto tiba di samping tubuh Issei.
"gomen Issei, aku gagal menyelamatkanmu Hiks... hikss" ujar naruto sambil terisak
"Hey kalian berdua yang di sana sampai kapan kalian akan bersembunyi" teriak naruto ke arah semak semak
Dua 'orang' yang ada di semak semak terkejut karena Naruto mengetahui keberadaan mereka. Kemudian mereka berdua keluar dari tempat persembunyiannya.
"ara-ara sepertinya kita ketahuan Buchou" ucap sosok berambut Dark Blue Akeno
"apa yang kalian berdua lakukan disini" tanya naruto dengan raut kesedihan
"kamu sebenarnya sedang mengawasi Hyodou-san" jawab gadis berambut Merah Maron Rias Gremory
"lalu kenapa kalian tidak menyelamatkan Issei hah. Rias-san Akeno-san" ucap naruto Mulai mengeluarkan Ki nya ketika mendengar Mereka berdua sedang mengawasi Issei tetapi tidak menolongnya
"t-tunggu se-sebentar Na-naruto-kun m-mungkin mereka mempunyai alasan untuk tidak bertindak" kali ini yang menjawab Hinata
Naruto yang mendengar ucapan hinata menurun kan KI nya lalu berkata
"jadi kenapa kalian tidak menolong Issei tadi" ucap naruto setelah tenang
"i-itu karena kau telah bertindak terlebih dahulu Naruto-san" ucap rias sedikit takut setelah merasakan KI naruto
"Oh seperti Itu gomen, gomen telah membuat kalian berdua takut hehe" jawab naruto sambil nyengir gaje. Semua orang yang ada di situ hanya bersweatdrop saja 'sebegitu mudahnya Naruto-kun/san berubah kepribadiannya.' Batin mereka semua
"lalu bagai mana dengan Issei, dia kan sudah meninggal" ucap naruto dibarengi raut sedih
"masalah Issei tenang saja karena aku akan mereinkarnasikannya menjadi Iblis" jawab Rias Tenang
"I-iblis, j-jadi kalian berdua i-ini Iblis" tanya naruto sambil bersembunyi di belakang hinata
Mereka bertiga yang melihat kelakuan naruto hanya bersweatdrop lagi
"benar kami adalah iblis" jawab Rias
"Huaaaaa. Gomen nasai telah mengancam kalian Hantu/iblis-san, t-tolong jangan robek perutku, dan jangan makan otak serta dagingku. Huaaa" teriak naruto meminta maaf
Sekali lagi mereka bertiga semua bersweatdropped. 'haah orangnya kuat tetapi dia takut dengan hantu sungguh aneh' batin mereka bertiga
"tenang saja Naruto-san kami tidak memakan manusia malah makanan kami sama seperti manusia, dan juga kami iblis bukan hantu. Hantu adalah roh yang bergentayangan" ucap rias setelah sadar dari sweatdropp nya
"eh beda ya hehe gomen ne, kembali ke topik jadi bagaimana kau akan mereinkarnasikan Issei" jawab naruto
"dengan Evil Pieces ini" jawab rias
Kemudian Rias melakukan ritual reinkarnasinya ke pada Issei (sama kayak di canon). Setelah itu luka yang di tubuh Issei perlahan lahan menutup dan wajah nya tidak sepucat tadi. Neruto yang melihat itu hanya berbinar kagum
"jadi Rias apa itu Evil Pieces. Dan bagai mana cara kerjanya" tanya naruto
"datanglah besok ke klu penelitian Ilmu ghaib, jangan seperti hari ini kau tidak datang Naruto-san" jawab rias sembari sedikit kesal karena mereka tidak datang ke klubnya
"e-eh kalu itu maafkan kami tadi Naruto-kun mengajakku mencari pekerjaan part time" balas Hinata
"yasudah tidak papa, kalau begitu kami pergi dulu Naruto-san , Hinata-san jangan lupakan untuk datang ke klubku sekalian ajak Issei ya" ucap rias. Kemudian mereka berdua meninggalkan taman tempat Isse berada
"kalau begitu ayo kita pulang Hinata-chan" ucap naruto sambil menggendong tubuh Issei Pulang. Hinata hanya mengangguk sambil tersenyum
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Yossh bagaimana ceritanya kalau kurang menarik gomenya, dan untuk masalah kenapa Madara mengetahui ada peperangan di dimensi lain saya ralat penjelasannya ada di chapter 4 hehe gomen (bungkuk-bungkuk). Terus bagi yang nanya apa issei udah jadi iblis, terjawab. Terus masalah Jutsu Jikkukan itu saya agak mindeng hehe gomenn
Jawaban Review
aldo namikaze: Ini dah lanjut. Thx udh review
Gin kazam: ini dah lanjut, doain aja hehe
nanamizukilovers: yosh terimakasih supportnya hehe
Kunou Uzumaki Hyuuga: Untuk itu ntar ada penjelasannya
terus masalah pair saat Ini hanya segitu kalau saya berubah pikiran nanti ada poling lah
Special thanks : Saikari Ara Nafiel,Yuzuki Kei, .1, uzumaki raito, yami levihan,
buat yang udah review arigatou walaupun gak kejawab semua. terus yang yang log on udah saya balas lewat PM walaupun gk semua sampai jumpa di chap depan
REVIEW
VVVVVVV
VVVVVV
VVVVV
VVVV
VVV
VV
V
