EXO SUMMER CAMP

Terinspirasi dari sebuah buku karya R.L Stine yang diceritakan kembali oleh saya

Tokohnya milik Tuhan dan orangtuanya, saya hanya pinjam nama

Author : Nubieosa

Genre : tebak sendiri :v

Rating : T (maybe)

Lenght: multichapter

Warning: typo everywhere (maybe)

.

.

.

Sebelumnya di EXO Camp...

"ah maaf aku tadi tak melihatmu, apa kau baik-baik saja?" kutanya dia untuk memastikan keadaannya. aku mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri. Kulihat peralatan mandi yang ia bawa berserakan kemana-mana. Terdengar dia meringis sambil memegang pantatnya, sepertinya tidak baik-baik saja. Orang itu mendongak memperlihatkan raut wajah kesakitannya, kemudian dia meraih tanganku dan aku membantunya untuk berdiri.

"ya, aku tidak apa-apa" jawabnya dengan senyum yang dipaksakan, mungkin masih menahan sakit. Aku tertegun sejenak menatap wajahnya.

.

.

"ca...cantik..."

.

.

Chapter 2

the story begin

Kami berpandangan sebentar sampai orang tersebut membuka suaranya. "ekhem.."

Aku kembali sadar dari lamunanku. Kini aku melihat raut wajahnya yang terlihat seperti sedang berpikir. "kau pasti anak baru ya?"

Aku hanya mengangguk kecil.

"ah pantas kau terlihat mencolok. Aku Xi Luhan, panggil saja Luhan" orang itu –Luhan mengulurkan tangannya, lalu kami berjabat tangan sebagai tanda perkenalan.

"aku Oh Sehun, panggil saja Sehun dan-" tiba-tiba suara yang cempreng (tapi merdu) menginterupsi kegiatan kami.

" haha aku menang! Hey hyung apa kau mau tetap berdiri dan kotor di situ?" itu Baekkie. Dia berteriak dari depan kamar mandi. Aku pun membalas teriakkannya.

"hah apa? Ah sial aku kalah. Maaf, Itu tadi adikku, Baekhyun" kataku pada luhan sambil menunjuk Baekkie. Luhan hanya terkikik geli.

"haha lebih baik kau mandi dulu sana. Sampai ketemu lagi di acara api unggun" Luhan melenggang pergi sambil melambaikan tangan. Aku hanya bisa membalas lambaian tangan itu. Tapi kemudian Luhan berbalik dan kembali lagi. Tiba-tiba jari-jari tangannya membentuk love sign dan ditaruh di dadanya sebelah kiri, dan kemudian dia berteriak "EXO SARANGHAJA!"

"hah?" aku hanya bisa terbengong-bengong melihat pose yang biasa dibilang orang zaman sekarang dengan sebutan 'alay' itu.

"hey, kenapa kau tidak membalas salamku?" Luhan bertanya dengan wajah kesal.

"apa? Salam apa maksudnya?"

"itu yang tadi aku lakukan"

"ah yang barusan? Aku tidak tahu apa-apa tentang salam itu" jawabku sepolos mungkin.

"sepertinya Kris hyung lupa memberitahumu. Yang tadi itu salam khas ala EXO Camp, jadi kau harus melakukannya juga, mengerti?" jelas Luhan singkat, aku hanya mengangguk tanda mengerti.

"bagus, kau ajari adikmu tentang salam itu ya, sampai jumpa lagi di acara api unggun" dan kemudian Luhan pergi.

Setelah selesai mandi, kami kembali merapikan barang bawaan kami yang belum sempat kami bereskan tadi. Tak lupa aku memberitahu Baekkie tentang salam alay itu. Baekkie terlihat sangat antusias. Ya, dia memang menyukai hal-hal yang berbau ke-unyu-an seperti itu. -_-

"API UNGGUN" seru Kris hyung dari depan pintu yang membuat pondok bergetar. Kami sedikit terlonjak kaget. "ayo, semuanya sudah menunggu" tambahnya lagi sambil tersenyum.

Kami berdua mengikuti Kris hyung keluar pondok. Bau pohon pinus langsung menusuk hidung ketika sudah di luar pondok. Haha tak terasa hari sudah mulai gelap.

"WOW!" seru Baekkie.

Terlihat api yang berkobar menari-nari di hadapan kami. Kris hyung menggiring kami ke lapangan di mana api unggun menyala. Terlihat para peserta perkemahan dan para pembina duduk mengelilingi api unggun.

Ternyata benar, penampilan kami sangat mencolok. Aku menggunakan kaos berwarna hijau dan Baekkie warna merah, sedangkan yang lain menggunakan kaos putih seragam EXO Camp.

"setelah acara ini beres, kalian akan mendapatkan seragam itu" ucap Kris hyung sambil menepuk pundak kami. Wow aku senang mendengarnya. Kami pun segera bergabung dengan peserta yang lain.

"EXO SARANGHAJA!" salam yang diucapkan Kris hyung begitu membahana, lalu dibalas dengan ratusan love sign yang tak kalah membahana, aku dan Baekkie juga melakukannya.

"sebelum kita memulai acara api unggunnya, lebih baik kita mengisi perut dulu. Di meja itu ada piring-piring berisi sosis, ayo masing-masing ambil tusukan dan kita bakar sosisnya!" seru Kris hyung yang ditanggapi heboh oleh para peserta perkemahan.

Semua peserta mengantri di depan meja. Aku melihat piring besar yang berisi sosis mentah. Beberapa anak menyapaku dengan ramah.

"hey, kau sepondok denganku" kata seorang namja yang berkulit coklat eksotis.

"pondok kita memang yang paling hebat!" seru namja yang bermata bulat.

"kau pasti betah di sini Sehun" kata namja yang mengantri di depanku.

Sepertinya aku mudah mendapatkan teman di sini.

Bagaimana dengan Baekkie?

Aku mencarinya, mungkin terselip dalam antrian. Ah, ternyata dia di belakangku dan hanya berjarak beberapa anak saja. Dia sedang mengobrol dengan namja jangkung. Syukurlah dia sudah punya teman.

Terlihat Suho hyung dan pembina lainnya sedang membagikan sosis mentah itu. Baru kali ini aku merasa selapar ini.

Beberapa anak mulai memanggang sosis menggunakan tusukan yang panjang.

Tusukan? Di mana aku bisa mendapatkan itu?

"tusukannya ada di sana" seru sebuah suara yang sepertinya aku kenal, sepertinya bisa membaca pikiranku. Aku menoleh ke sumber suara itu. Oh, ternyata itu Luhan namja yang kutemui sore tadi. Kulitnya terlihat pucat. "anak baru memang sering kesulitan mencari tusukan" tambahnya lagi.

Akhirnya Luhan mengantarkanku ke setumpukan tusukan di dekat salah satu pohon pinus, dan kembali lagi ke tempat anak-anak berkumpul mengelilingi api unggun. Kami duduk bersebelahan.

Tiba-tiba saja aku salah tingkah. Aku sendiri tak tahu kenapa. Kualihkan perhatianku kepada kegiatan membakar sosis.

Kutancapkan sosis itu pada ujung tusukan yang runcing dan mulai membakarnya. Sambil menunggu sosis itu matang, kualihkan pandanganku ke sekitar. Banyak sekali kegiatan anak-anak yang sedang mengelilingi api unggun ini. Ada yang membakar sosis, main senggol-senggolan/? dengan temannya, dan ada pula yang bertingkah konyol.

Kulirik Luhan yang ada di sampingku. Dia sedang tertawa-tawa melihat tingkah konyol anak tadi. Dia terlihat manis sekali. Aku hendak ikut tertawa juga, tapi kemudian tidak jadi karena tiba-tiba sosis yang sedang kubakar terjatuh ke api unggun yang sedang berkobar-kobar.

Aku terdiam sejenak melihat pemandangan itu, sampai apa yang Luhan lakukan mengalihkan perhatianku.

Dia mencondongkan tubuhnya ke depan api dan mengambil sosisku yang terjatuh dengan tangannya sendiri.

"HEY AWAS! TANGANMU TERBAKAR!" teriakku panik.

"ini" dia memberikan sosis itu kepadaku dengan keadaan api yang masih membakar tangan dan lengannya. Ekspresinya begitu tenang seperti tidak terjadi apapun.

"ta-tapi tanganmu..."

Dia heran kenapa aku begitu panik. Kemudian dia melihat lengannya, ekspresinya mulai berubah.

"oh? Hey!" akhirnya dia sadar apa yang terjadi -_-. "Aduduh! Panas! Panas!" Luhan mencoba mengibas-ngibaskan tangannya hingga api itu padam.

"paling tidak aku menyelamatkan sosismu yang terjatuh tadi. Semoga kau suka rasa gosong" katanya sambil tersenyum.

"tapi kan...tapi kan.." aku hanya bisa tergagap-gagap setelah melihat kejadian ini. Kulihat tangan Luhan yang sempat terbakar tadi, tapi ternyata tak ada bekas terbakar sama sekali. Bagaimana bisa?

"ayo kita ambil roti di meja makan" ajak Luhan yang membuatku tersadar kembali.

"sepertinya kau butuh perawat Luhan" ujarku.

"ah itu tidak perlu"

"tapi tadi tanganmu..."

Luhan menggerak-gerakkan tangannya.

"lihat? Tidak apa-apa kan? Sekarang ayo kita ke meja makan" Luhan menyeretku ke meja makan. "acara api unggun akan segera dimulai"

Di meja makan aku bertemu dengan Baekkie dan namja jangkung yang kulihat bersamanya tadi.

"hyung! aku dapat teman baru"

"bagus" aku hanya mengangguk kecil saja.

"dia Chanyeol, Park Chanyeol. Dia juga sepondok dengan kita" aku hanya tersenyum. Kejadian Luhan tadi masih terbayang-bayang. Aku mengedarkan pandanganku mencari sosok Luhan. Ternyata dia sedang menyapa teman-temannya dan kembali mengelilingi api unggun.

"aku dan Chanyeol akan mengikuti seleksi untuk acara musik EXO Camp nanti hyung"

"ya ya bagus"

"EXOOOOO SARANGHAJA!" seru sebuah suara yang begitu membahana dan langsung kukenali suara siapa itu. Pasti suara Kris hyung.

"ayo semuanya segera berkumpul dan mengambil tempat di sekeliling api unggun, acara akan kita mulai" titah Kris hyung yang langsung dituruti oleh yang lainnya.

Semua peserta dan para pembina sudah berkumpul mengelilingi api unggun. Rupanya urutan duduk disesuaikan dangan pondok masing-masing.

"EXO SARANGHAJA!" ia kembali berseru. Saking kerasnya, api unggun pun ikut bergetar!

Semuanya membalas salam itu dan tak lupa memberi love sign.

"acara kita mulai dengan lagu kebesaran EXO camp"

Kemudian semuanya berdiri. Kris hyung mulai bernyanyi, dan yang lainnya mulai mengikuti. Aku coba ikut-ikutan tapi aku sama sekali tidak tahu apa-apa dengan lagu itu. Yang kuingat mereka mengulang kata "Na eureureong eureureong eureureong dae" yang memiliki arti 'Aku mulai menggaum menggaum dan menggaum'.

Aku tidak mengerti apa maksudnya, tapi ini terdengar seru!

Bait demi bait dinyanyikan dengan gembira.

Setiap kali ada kata "Na eureureong eureureong eureureong dae" Baekkie menyanyi sekeras-kerasnya. Cih! Dasar tukang pamer!

Sebenarnya dia sendiri juga tidak tahu lirik lagu itu, tapi tetap menyanyi keras-keras seperti itu.

Jujur saja, Baekkie adikku ini memang memiliki suara yang merdu. Dia juga sering dipuji oleh guru musik di sekolah kami karena suaranya.

Aku melirik ke sebelah Baekkie.

Di situ ada Chanyeol. Dia juga mulai bernyanyi dengan keras seperti yang Baekkie lakukan. Owh, sepertinya akan ada persaingan di sini.

Tapi ada satu masalah.

Suara Chanyeol begitu berat dan dalam

Suaranya jadi terdengar aneh jika bernyanyi keras seperti itu

Ingin rasanya kututup telinga ini. Tapi usaha ini tidak mudah jika ada dua tukang teriak di sampingku.

Wajahku mulai terara panas. Awalnya kukira panas dari api unggun.

Tetapi panas ini berasal dari rasa malu

Malu karena ulah konyol Baekkie

Kris hyung sepertinya tidak memperhatikan. Dia berjalan menuju sisi anak-anak lain sambil tetap bernyanyi.

Diam-diam aku mundur menjauhi api unggun. Aku sudah tidak tahan di sini.

Lagunya masih berlanjut. Sampai kapan mereka akan terus menyanyikannya? Jika lagunya sudah beres, aku akan kembali menyelinap lagi ke sini.

Aku terus mundur hingga memasuki area pepohonan. Di sini lebih sejuk.

Meskipun sudah agak jauh, suara Baekkie masih saja terdengar. Anak itu lain kali harus kutegur.

"oh!" aku kaget saat seseorang menepukku. Orang itu tiba-tiba menarikku dari belakang.

Aku berusaha berontak dan membalik tubuhku. Aku memicingkan mata untuk melihat dalam gelap, sosok itu ternyata...

"Luhan? Sedang apa kau di sini?" tanyaku padanya.

"Sehun, aku butuh bantuanmu" kemudian dia berbisik " kau harus menolongku Sehun"

.

.

.

TBC or END?

.

.

.

Akhirnya chap 2 beres juga

Terimakasih yang sudah me-ripiu/? Chap satu kemaren *bow

Terimakasih atas kritik dan sarannya

Maaf jika banyak kekurangan

Cerita ff ini diambil dari salah satu novel Goosebumps karya R.L Stine yang berjudul "Perkemahan Hantu"

Masih dibutuhkan review juga kritik dan sarannya

Terimakasih...