"Naruto" berbicara biasa
'Naruto' membantin/berbicara didalam hati/berpikir
"Naruto" flashback
I'm not own Naruto shippuden character or high school dxd
And I'm not own other character in my story
Chapter sebelumnya
'Sekali lagi maafkan onii-chan mu ini ya, Naruko' batin Naruto lalu mengecup kening Naruko lembut. Lalu pergi keruang tengah.
Naruto melihat makan malam yang seharusnya dia makan bersama Naruko masih terletak manis di atas meja dengan sebuah catatan kecil.
Naruto nii-chan kenapa lama sekali pulangnya? Naruko kelaparan tau! Jadi maaf ya Naruto nii-chan Naruko makan duluan.
Makanan malam ini special Naruko buatkan untuk Naruto nii-chan…
Naruto mengalihkan perhatiannya pada ramen di atas meja
"Whah banyak sayurnya" ucap Naruto malas. Lalu kembali membaca kertas tadi.
Jangan sisakan sayurannya ya!
Selamat menikmati naruto nii-chan
Tertanda adikmu yang paling manis \^o^/
Naruto tersenyum kecil saat membaca catatan kecil itu, dia mengalihkan pandangannya kearah makan malam hari ini. Ramen dengan karya sendiri, lebih tepatnya ramen dengan resep yang di buat oleh ibunya kandungnya.
"Terimakasih Naruko. Itadakimasu"
()
Bersamamu sedikit lebih lama (FIX/diperbaiki)
()
Pair : naruto x single pair (Sona,Rias,Hinata,Naruko)
()
Story cerate by : hikarinoyami13
()
NO INCEST, NO HAREM
()
Genre : romance, hurt/comfort, drama
()
Rating for story : rating M (untuk beberapa alasan)
()
Chapter 02
Sudah satu minggu semenjak Naruto bekerja di cafénya serafall, dan satu minggu itu pula Naruto sering pulang larut malam karena pekerjaannya.
Bersama Naruto
Sudah larut malam Naruto sekarang tengah dalam perjalan pulang ke apartemennya, berharap tidak membuat Naruko marah lagi padanya karena sering pulang larut malam.
Dia tidak ingin mengatakan pada adiknya jika dia mencari kerja tambahan hanya untuk membelikan adiknya itu sepatu baru untuk sekolah besok.
"KYAAAAAAA" Naruto mendengar suara teriakan dari gang sempit di depannya segera berlari kesana.
Saat Naruto sampai di sana dia melihat dua orang perempuan yang mengenakan barang-barang bagus dan mahal tengah di kelilingi oleh enam orang, dengan lima orang laki-laki dan salah satu dari mereka berbadan besar dan berotot dan satu orang wanita dengan pakayaian ala fucker.
"HEI! Apa yang kalian lakukan di sini" teriak Naruto membuat keenam orang itu mengalihkan pandangan mereka pada Naruto.
"Huh, hanya bocah. Kalian berdua urus dia" perintah laki-laki dengan tindik di mulut dan hidungnya dengan rambut jambrik.
"Siap boss" jawab mereka lalu berjalan kearah Naruto.
'Ini bahaya, mereka terlalu banyak. Kemungkinan menang hanya sedikit, di tambah jalan belakang sedang di tutup oleh tante berambut ungu itu' batin Naruto sedang memikirkan sebuah rencana.
'Tidak ada pilihan lain, satu-satunya cara adalah bertarung melawan mereka.' batin Naruto.
"Walaupun aku hanya bocah di mata kalian, jangan remehkan skill bertarungku" ucap Naruto.
"Jangan jadi sok hebat bocah, tidak siapapun yang dapat mengalahkan kami. Apa lagi kau hanya sendiri" ucap laki-laki berbadan besar sombong.
"Jika kau pergi dari sini dan tidak melaporkan pada polisi mungkin nyawamu akan terselamatkan" ujar laki-laki gendut pendek meremehkan Naruto. Naruto memasang posisi bertarungnya, membuat laki-laki berbadan besar di sana tersenyum maniak ingin bertarung.
Ketua mereka maju dan berhenti di depan anak buahnya.
"Apa kau tau apa itu rasa 'SAKIT'?" Tanyanya pada Naruto. Naruto diam tidak menjawab pertanyaan ketua mereka itu.
"Kalau begitu akan aku tunjukkan padamu apa itu rasanya SAKIT" lanjut ketua mereka lalu memberi perintah salah satu bawahannya untuk maju.
"Chikusudo. Maju" dengan perintah itu laki-laki dengan rambut di ikat ponytail berlari menyerang Naruto.
'Bagus mereka maju satu persatu' batin Naruto merasa lega.
Naruto menghindari setiap serangan dari Chikusudo dan menangkisnya dengan bagus.
Dan tanpa berlama-lama naruto menangkap tangan Chikusudo, menariknya kebelakang Naruto dan menendang pergelangan kakinya lalu memutar tangan Chikusudo.
Membuat Chikusudo berputar dan mendarat di tanah dengan keras.
DHUAAAK!
Naruto tidak ambil pusing dan segera menendang keras kepala Chikusudo membuatnya langsung terbaring tidak sadarkan diri.
Tanpa peduli dengan temannya ketua mereka menatap naruto dengan pandangan kagum karena dapat mengalahkan anggota mereka dengan lumayan mudah.
"Kau tidak buruk bocah. Kau bisa mengalahkan Chikusudo dengan cepat dan mudah, aku rasa aku akan menaikkan levelnya…" ucap ketua mereka membuat Naruto meningkatkan keseriusannya bertarung.
"Heh, boleh juga!" tantang Naruto.
"Ningendo, Jikudo, Gakido. Maju" ujar ketuanya.
Ketiga orang itu maju dan mulai menyerang Naruto.
'Ini aku rasa ini terlalu berat untuk level up…'
'…Bagaimana ini? Ini benar-benar di luar dugaanku' batin naruto cemas.
"Cih, baiklah kalau begitu. MAJU!" Naruto juga maju dan melancarkan serangan pada salah satu dari mereka bertiga, Dan dapat dihindari dengan mudah.
DHUUK
"Ugh" ringis naruto saat Gakido memukul pipinya, tidak tinggal diam Naruto melancarkan pukulan balasan.
Tapi belum sempat mencapai Gakido Naruto langsung menghindar saat Ningendo akan menendang perutnya.
'Kerja sama mereka sangat bagus. Pasti ada celah' batin Naruto memikirkan cara melancarkan serangan.
Naruto menarik nafas panjang dan merubah gaya bertarungnya, yang awalnya hanya kuda-kuda dasar dan sekarang dia meloncat-loncat kekanan dan kekiri.
Gerakan itu membuat semua orang di sana bertanya-tanya apa yang di lakukan oleh Naruto.
Tanpa beralama-lama Jikudo maju menyerang dengan kedua temanya menyusul dari belakang.
Naruto menghindari pukulan Jikudo kesamping melewatinya, tangan kanan Naruto mendorong Jikudo kekanan dan melancarkan pukulan pada Gakido memakai tangan kiri yang belum siap menerima serangan dadakan.
DHUAK
Saat naruto ingin memukulnya lagi Jikudo menyerang Naruto memakai kaki kirinya dan Ningendo memakai kaki kanannya untuk menendang perut Naruto.
Naruto tidak ingin terkena tendangan itu lalu menunduk membuat tendangan mereka malah mengenai Gakido.
Tidak hilang akal naruto langsung mendang kaki kanan jikudo membuatnya terbaring. Naruto melompat dan mendaratkan kakinya pada perut Jikudo. Membuatnya pingsan.
Tapi itu pilihan yang salah.
Ningendo melihat naruto lengah langsung saja menendang Naruto lagi.
Naruto yang sedang lengah terpaksa menerima tendangan itu membuatnya terlempar ke samping menabrak dinding gang.
Naruto menghapus darah di bibirnya dan berusaha bangkit. Dia melirik kearah dua wanita yang tengah melihat nya dengan tatapan khawatir.
'Haaa-ah seharusnya sekarang aku sudah di apartemen memakan tiga bungkus ramen' batin Naruto miris.
Ningendo mendekati Naruto dan mengecngkram rambut naruto membuat naruto meringis kesakitan. Ningendo tidak membuang waktu langsung saja dia memukul dan menendang tubuh Naruto.
PAAK!
"uuuMMmppppp" Tapi tidak dia sangka jika Naruto tiba-tiba memukul barang di balik celananya dengan lumayan keras, cukup untuk membuatnya tidak sanggup berdiri.
Semua yang ada disana tentunya sweatdrop melihat perlakuan Naruto.
Kecuali wanita berambut ungu yang kelihatannya tertawa melihat itu.
Naruto langsung saja memukul perut dan wajah ningendo dengan kuat membuat Ningendo terkapar di sana.
"Nagato ini membosankan. Apa aku juga boleh menendang bocah itu" ucap perempuan berambut ungu pada ketua mereka.
"Jika itu maumu, Konan" balasnya singkat, membuat wanita itu senang dan mengeluarkan pisau lipat dari kantongnya.
"Ehehe ini pasti akan menyenangkan" ucap konan ala psikopat dan mulai berjalan kearah Naruto.
Naruto mundur beberapa langkah. Dia benar-benar sudah kehabisan tenaga sekarang untuk bertarung.
'Perempuan ini berbahaya' batin Naruto takut.
Konan langsung menyerang Naruto dengan pisau di tangannya dengan lihai, membuat Naruto kewalahan di tambah dengan tenaganya yang sudah semakin menipis.
"Hei ayolah jangan hanya menghindar terus, aku ingin pisauku ini merasakan kulitmu yang lembut itu" ucapnya dengan senyuman menawan di wajahnya.
Naruto menelan air ludahnya bulat-bulat saat Konan menjilat pisaunya.
"KALIAN BERDUA LARI!" teriak Naruto pada kedua wanita yang sekarang sudah memiliki kemepatan untuk lari
"Tapi b-bagaimana dengan—" perempuan berambut kuning tidak bisa menyelesaikan perkataannya karena temannya menarik tangannya.
"Sudah ayo cepat lari Shion!" ucap perempuan berambut pink.
"T-tapi Sakura…"
"SUDAH CEPAT LARI!" teriak Naruto lagi, saat melihat laki-laki berbadan besar berlari kearah mereka, membuat wanita bernama Sakura itu pergi dari sana bersama temannya Shion.
"Shurado. Sudah biarkan saja" ucap Nagato santai.
"Ta-tapi boss"
"Aku lebih suka melihat wajah kesakitan laki-laki ini dari pada uang dari dua perempuan itu" ucap Nagato lalu berjalan kearah Naruto.
'Gawat dia sudah turun tangan'
"Apa kau ingin merasakan sakit?" Tanya Nagato
"…" naruto diam tidak menjawab, dia lebih memfokuskan menormalkan pernafasannya sekarang.
"Kalau begitu akan aku tunjukkan apa itu sakit padamu"
"Apa kau dan kedua temanmu akan bertarung denganku yang sudah memiliki sedikit tenaga ini? Heh sungguh memalukan" ejek Naruto pada Nagato.
"… Baiklah kalau begitu aku akan maju sendiri melawanmu" ucap Nagato langsung berlari kearah naruto.
Naruto siap-siap untuk menangkis dan menghindari serangan-serangan dari Nagato, tapi itu tidak seperti yang naruto perkirakan.
Nagato meloncat kesamping, yang di sana sudah ada Konan yang menunggu dengan posisi lutut di majukan dan kedua tangan di rapatkan di atas lutut untuk melempar Nagato keatas (susah jelasinnya)
Nagato mendaratkan kakinya di tangan Konan. Di saat yang bersamaan, Konan melempar Nagato tinggi dan Nagato meloncat keatas dan melakukan tendangan.
Naruto melihat gerakan itu memasang posisi bertehan dengan menyilangkan tangannya di atas kepala.
DHUAK!
Kaki Nagato dan tangan Naruto beradu dengan keras.
Nagato tidak tinggal diam, dia menggunakan kaki yang tersisa untuk melakukan gaya tolak kebelakang untuk menjauhi Naruto.
Dan Naruto melihat Nagato meloncat kebelakang langsung saja berlari kearahnya yang baru saja mendarat.
Naruto melayangkan pukulan ke arah wajah Nagato.
DEG DEG
Entah apa yang terjadi tapi wajah Naruto kelihatannya menahan sakit, dan pukulan Naruto melambat membuat Nagato dapat menghindarinya dengan mudah.
Tidak ingin menyiakan kesempatan Nagato menghindar ke samping dan menendang perut Naruto dengan tumitnya, lalu memukul punggung Naruto dengan sikunya membuat Naruto terbaring di sana.
"Rasa sakit ini, belum apa-apa" ucap Nagato singkat.
Dia menendang perut Naruto dengan kuat lalu menginjak kepala naruto.
Naruto yang sudah kehabisan tenaga tidak bisa melawan lagi.
'Hehehe tidak aku sangka akan berakhir seperti ini' batin Naruto miris.
Perlahan kesadarannya mulai menghilang.
Tiba-tiba terdengar suara mobil polisi yang sedang menuju arah mereka.
"Kuso… Shurado, kau bawa Jikudo dan Gakido ke markas" perintah Nagato lalu mengangkat Ningendo pergi.
"Jangan biarkan mereka kabur!" teriak polisi yang baru datang dengan tiga rekannya dan juga dua perempuan yang naruto selamatkan tadi.
Dua polisi berlari mengejar Nagato dan yang lainnya sedangkan dua lagi mendekati tubuh Naruto yang tidak sadarkan diri bersama Sakura dan Shion.
Polisi memeriksa tubuh Naruto "syukurlah dia hanya pingsan" ucap polisi itu, lalu mencari kartu tanda pengenal di kantong Naruto.
'Uzumaki Naruto?' batin polisi itu.
"Cepat hubungi keluarganya" perintahnya pada anggotanya lalu membawa Naruto kerumah sakit.
Pindah scene
Bersama Naruko
Naruko sekarang tertidur di ruang tengah di atas meja karena sedang menunggu Naruto pulang dari kerjanya.
KRIIING KRIIING! KRIIING KRIIING!
Ponsel Naruko berdering membuat Naruko terbangun dari tidurnya.
"Uuuummhh~ siapa sih yang menelfon malam-malam begini?" Tanya Naruko entah pada siapa.
'Hmm? Naruto nii-chan?' batin Naruko saat melihat nama kontak yang menelpon adalah Naruto.
Naruko langsung saja menjawab telpon dari kakak kesayangannya itu.
"Mosi mosi…"
"Maaf nona apakah anda adalah keluarganya saudara Uzumaki Naruto?" Tanya orang dari seberang telpon.
Naruko tentu saja kaget karena yang memegang ponsel Naruto adalah orang lain.
"I-iya saya adiknya tuan" jawab Naruko.
"Ah baiklah, Uzumaki-san. Kami dari pihak kepolisian, Tolong beritau pada tuan dan nyonya Uzumaki kalau anak mereka sekarang tengah di rawat di rumah sakit Kuoh"
Mata Naruko langsung melebar saat mendengar kakaknya di rumah sakit. Tanpa babibu lagi dia menutup sambungan telpon lalu mengambil jaket orangenya.
Naruko berlari menuju rumah sakit yang di katakan oleh polisi itu. Tanpa memikirkan jarak dari sana ke rumah sakit, dia tetap berlari.
Dia tidak sempat untuk memanggil taksi karena dia sekarang tidak membawa uang.
SKIP TIME
Dirumah sakit tepatnya di ruang perawatan Naruto.
Di sana hanya ada Naruto yang terbaring di ranjang tidak sadarkan diri.
Beberapa menit kemudian Naruto membuka matanya.
"Huh? Di-dimana aku?" Tanya Naruto lalu melihat sekelilingnya.
Naruto berusaha untuk duduk di kasur itu.
Tubuhnya terasa sakit dan berat, kakinya seperti mati rasa, dan tidak bisa di gerakkan. Setelah Naruto duduk dengan benar dia lalu melihat sekeliling.
"Ini?… di rumah sakit, ya?" Tanya Naruto entah pada siapa.
BLAAM!
Pandangan Naruto teralihkan kearah pintu yang dibuka dengan kasar.
"Naruko!" ucap Naruto kaget saat melihat Naruko yang mengenakan jaket orange nya.
Naruko berdiri di depan pintu dengan tubuh yang penuh keringat.
"Naruto… hosh, hosh… nii-chan" ucap Naruko terengah-engah.
Naruko berjalan mendekati Naruto.
Naruko tiba-tiba terjatuh dengan kaki yang bergetar hebat, membuat Naruto menjadi sangat khawatir.
"Naruko!" Naruto memaksa tubuhnya dan turun dari kasur.
Tapi karena tubuh Naruto yang masih belum pulih sempurna dia juga ikut terjatuh.
Naruko masih berusaha berdiri, tapi kakinya bergetar hebat. Serasa kakinya ingin terlepas kapan saja.
"Naruto… nii-chan"
"Tunggu di sana Naruko, onii-chan akan kesana" ucap Naruto yang tidak memikirkan dirinya sendiri, dia menyeret tubuhnya sendiri dengan tangannya mendekat kearah Naruko(seperti suster ngesot).
Naruko mencoba menornalkan pernafasannya selama Naruto mendekatinya.
Saat dia tengah menormalkan nafasnya dia merasakan sebuah pelukan dari sang kakak.
Naruko membalas pelukan naruto erat "naruto nii-chan!" naruko menangis di pelukan naruto.
"Naruko tenanglah onii-chan tidak apa-ap—" ucapan Naruto tidak selesai saat Naruko berteriak padanya.
"BAKA! hiks…hiks… Hiks, hiks…" Naruto menjadi bungkam saat dia merasakan tubuh Naruko yang bergetar di pelukannya.
"Baka…hiks, baka… hiks,hiks ONII-CHAN NO BAKA… hiks, hiks…" ucap Naruko membuat Naruto tidak bisa berkata apa-apa, yang hanya bisa dia lakukan adalah memeluk erat adiknya ini untuk membuatnya tenang.
Beberapa menit kemudian Naruko sudah berhenti menangis dan melepaskan pelukan mereka.
"Maaf sudah membuatmu khawatir Naruko, aku sudah gagal menjadi onii-chan yang baik untukmu" ujar Naruto seraya menghapus air mata di pipi kanan Naruko.
Naruko memejamkan mata dan menggelengkan kepalanya lalu menggenggam tangan Naruto dipipinya itu.
'Tangan Naruto nii-chan, besar sekali ya' batin Naruko menggenggam tangan Naruto.
"Naruko juga minta maaf sudah membentak onii-chan seperti itu"
Naruto tersenyum melihat adiknya yang imut itu lalu mengelus rambut kuningnya gemas.
Naruto melihat adiknya ini tadi berkeringat dan kakinya bergetar, sudah jelas kalau adikknya ini habis berlari dari tempat yang jauh.
"Apa kamu bisa berdiri?" Tanya Naruto pada Naruko.
Naruko menggeleng lemah, kakinya benar-benar terasa sakit saat ini.
Dia bahkan tidak bisa menggerakkan kakinya sedikitpun.
Naruto memaksakan kakinya untuk bergerak. Walaupun bergerak juga kakinya, tapi kaki Naruto tidak sanggup untuk menahan beban tubuhnya.
Naruko melihat kakaknya khawatir, dari melihatnya saja dia tau kalau Naruto juga tidak bisa menggerakkan kakinya.
CLEK
Pintu terbuka untuk kedua kalinya, dan kali ini yang masuk adalah Sakura dan Shion.
Mereka berdua terkejut saat melihat Naruto dan perempuan yang tidak mereka kenal sedang berada di atas lantai.
"Ah kalian perempuan yang tadi ya? Bisa bantu aku adikku untuk berdiri?" ucap Naruto.
"U-un, tentu saja" ucap Sakura membantu Naruto duduk kembali di ranjangnya.
Sedangkan Shion membantu Naruko dan mendudukkannya di samping Naruto.
"Arigato, eto…? Perkenalkan namaku Uzumaki Naruto, dan ini adikku Naruko"
"Salam kenal… Apa kalian yang membawa Naruto nii-chan ke sini?" Tanya Naruko dan di balas anggukan dari Shion.
"…Terimakasih banyak karena sudah menyelamatkan Naruto nii-chan" ucap Naruko dan sedikit membungkukkan badannya.
Sakura dan Shion saling memandang lalu mengalihkan perhatian mereka lagi kearah Naruko.
"Kamu tidak perlu berterimakasih Naruko-san, karena Naruto-san yang sudah menolong kami. Seharusnya kami yang berterimakasih pada kakakmu" ucap Shion dan membungkukkan badannya di ikuti oleh Sakura di sampingnya.
"Maaf Naruko-san karena kami kakakmu jadi seperti ini" ucap Sakura merasa bersalah.
"tidak apa-apa Sakura-san yang penting sekarang Naruto nii-chan selamat" balas Naruko lembut.
CLEK
Semua melihat kearah pintu melihat siapa yang datang.
"Ah anda sudah sadar Uzumaki-san, biar saya periksa anda sebentar" ujar dokter yang masuk.
Beberapa menit kemudian dokter itu sudah selesai memeriksa keadaan tubuh Naruto.
"Keadaan tubuh anda sudah membaik Uzumaki-san, anda hanya perlu istirahat yang cukup agar pulih sepenuhnya" ujar dokter itu
"Be-berapa biayanya dok?" Tanya Naruto ragu-ragu.
"Tidak usah di pikirkan Naruto-san, kami sudah membayar semuanya" ucap sakura pada Naruto, membuat Naruto merasa lega.
"Terimakasih banyak Sakura-san, Shion-san" balas naruko senang.
"Un, Sama-sama" ucap sakura dan shion.
"Apa saya sudah bisa pulang dok?" Tanya Naruto karena dia tidak suka menginap di rumah sakit.
"Ya, anda sudah bisa pulang. Tapi pastikan anda istirahat yang cukup dan jangan memaksakan tubuh anda" ujar dokter itu.
"Baiklah terimakasih banyak dokter" ucap Naruto.
Pindah scene
Di depan apartemen Naruto dan Naruko.
"Sekali lagi terimakasih banyak atas semuanya, jika bukan karena kalian aku tidak tau akan bagaimana jadinya aku di sana" ucap Naruto membungkukkan tubuhnya, di ikuti oleh Naruko di sampingnya.
"Tidak masalah Naruto-san, justru kami yang berhutang banyak kepadamu karena sudah menyelamatkan kami dari orang jahat itu" balas Shion juga membungkukkan sedikit badannya, dan juga Sakura.
"Kalau begitu kami pulang dulu Naruto-san, Naruko-san. Semoga kita bertemu lagi" ucap Shion lalu masuk kedalam mobil di ikuti oleh Sakura di belakangnya.
Naruto dan Naruko masih berdiri di sana sampai mobil yang dinaiki Shion dan Sakura tidak terlihat lagi.
"Hari sudah malam, ayo kita tidur Naruko" ucap Naruto.
"Hai" balas Naruko lalu mereka masuk keapartemen mereka.
SKIP TIME
Tidak terasa sudah akhir bulan maret. Besok Naruto dan Naruko sudah mulai masuk sekolah, dan bunga sakura sudah akan mulai tumbuh bermekaran dimana-mana.
Pagi hari yang cerah Naruto tengah sarapan pagi bersama Naruko.
Mereka makan dengan tenang tanpa ada pemicaraan. Naruko merasa suasana sekarang agak berbeda dari biasanya, entah mengapa kakaknya pagi ini tidak banyak bicara seperti biasa.
"Nee, Naruto nii-chan. Apa kita jadi pergi ke mall hari ini?" Tanya Naruko tiba-tiba.
"Ah ya onii-chan hampir lupa. Baiklah setelah sarapan nanti kita pergi ke mall" jawab Naruto.
"hai!"
Beberapa menit kemudian Naruto dan Naruko pergi berdua ke mall sesuai janji yang sudah Naruto buat.
Pindah scene
Sekarang Naruto tengah berjalan berkeliling bersama Naruko di mall. Naruko sepertinya sangat bersemangat melihat-lihat sekeliling, banyak toko-toko yang menjual barang-barang bagus.
Setelah sekian lama berkeliling akhirnya Naruko berhenti di depan toko peralatan sekolah.
(A/N: di jepang beberapa tokoh untuk alat sekolah seperti seragam, tas, dan sepatu didesain/sponsor langsung dari sekolah yang bersangkutan)
Mereka berdua masuk kedalam melihat-lihat.
"Ada yang bisa saya bantu anak muda?" Tanya orang tua pemilik tokoh.
"Kami sedang mencari sepatu paman" ujar Naruto.
"Baiklah ikuti saya nak" Naruto dan Naruko mengikuti paman itu ke deretan peralatan sekolah untuk anak SMA.
"Silahkan lihat-lihat. Kami memiliki berbagai ukuran dan jenis sepatu di sini" ujar paman itu lalu kembali kemesin kasir.
"Nah Naruko… silahkan pilih yang kamu suka" dengan itu Naruko pergi melihat-lihat sedangkan Naruto masih berdiri di sana melihat Naruko dari jauh.
Tidak lama menunggu Naruko kembali dengan sepasang sepatu di tangannya.
"Ayo naruto nii-chan!" ajak Naruko menarik-narik tangan Naruto.
"Ehehe hai, hai" Naruto berjalan kekasir membayar semuanya.
Setelah mereka membayarnya mereka keluar dari tokoh itu.
"Terimakasih naruto nii-chan" ucap Naruko senang.
"Tidak perlu dipikirkan Naruko…"
Naruto dapat melihat di wajah Naruko yang murung sambil melirik kesana-sini kelihatannya masih ingin di mall jalan-jalan.
Naruto lalu melanjutkan ucapannya.
"…Yah, Selagi kita masih di sini apa kamu tidak mau melihat-lihat yang lainnya?" ajak Naruto.
"Benarkah?" Tanya Naruko ragu-ragu.
Dia tidak ingin merepotkan kakaknya. Dia tau kalau kakaknya pasti hanya mencoba menghiburnya saja dengan berkata seperti itu.
Naruto mengangguk mantap membalas ucapan Naruko.
"Tentu saja, Kebetulan onii-chan sedang punya banyak uang" ucap Naruto meyakinkan Naruko.
'onii-chan punya banyak uang' dengan kata itu dengan instan membuat sanyuman lebar menghiasi wajah Naruko.
"Kalau begitu aku ingin sekali mencoba es krim di sini! Ah tadi aku juga melihat ada tempat orang menjual crepe, aku dengar kalau crepe di sana sangat enak. Aku ingin sekali mencobanya" ucap Naruko semangat dan mengatakan hal-hal lainnya yang ingin dia coba.
Naruto tentu saja sweatdrop melihat tingkah adiknya ini.
'Aku harap dia bisa lebih menahan dirinya' batin Naruto menangis anime.
Naruto tersenyum kikuk saat melihat naruko yang sangat semangat hari ini
"Hm? Kenapa Naruto nii-chan senyum-senyum begitu?" Tanya Naruko penasaran.
"Hmm tidak ada apa-apa" ucap naruto mengelus kepala Naruko
"Ayo kita pergi…" Naruto menggantung kalimatnya seraya menggenggam tangan Naruko
"…kita akan bersenag-senang hari ini" lanjut Naruto dan berjalan menuruti kemana Naruko inginkan.
Dan sekarang Naruto dan Naruko menghabiskan hari ini dengan bersenang-senang.
SKIP TIME
Pindah scene
Sore harinya Naruto dan Naruko sekarang tengah duduk di bangku taman beristirahat.
"Haaaah lelahnya" ucap Naruto seraya menyandarkan punggungnya bangku taman itu.
"Hehehe hari ini menyenangkan ya" ujar Naruko sambil melihat matahari sore yang mulai terbenam.
"Arigato ne, naruto nii-chan. Hontou ni arigato" ucap Naruko membuat Naruto melirik kearah adiknya, terlihat Naruko sekarang tersenyum kearahnya. Naruto sangat senang melihat senyum itu selalu melekat di wajah cantiknya.
"Hn, doitashimashite ore no kawaii imouto yo(adikku yang manis/imut)" Naruto mengelus kepala Naruko diiringi senyum lima jarinya.
Naruko benar-benar suka di perlakukan seperti ini oleh kakaknya. Dia bahkan tidak peduli jika di bilang brocon oleh orang, asalkan dia selalu bersama kakak tercintanya ini.
Setelah merasa cukup istirahatnya Naruto berdiri dari tempat duduk.
"…Ayo kita pulang, Naruko" ujar naruto lalu mengulurkan tangannya pada Naruko.
Naruko menyambut tangan naruto dengan senang hati lalu berjalan pulang berdua sambil berpegangan tangan.
Selama di perjalanan Naruko melirik kearah Naruto.
'Ini adalah salah satu alasan kenapa aku betah bersamanya…' batin Naruko.
Naruto merasa Naruko melihatnya dia juga melihat kearah Naruko dan tersenyum kearahnya.
Naruko juga ikut tersenyum dan mereka berdua kembali memfokuskan perhatian mereka pada jalan.
'Dan ini adalah salah satu alasan aku akan mengikutinya kemanapun dia pergi' lanjut Naruko membatin.
Keesokan harinya.
"Naruto nii-chan! Ayo cepat bangun nanti kita terlambat keacara pembukaan" ucap Naruko membangunkan Naruto.
"Uuumm~? hai hai lima menit lagi Naruko" ucap Naruto yang masih setengah tidur.
"Tidak ada lima lima menit lagi baka onii-chan. Cepat, cepat, cepat" Naruko menarik tangan kakaknya membuat posisi Naruto sekarang menjadi duduk dengan mata yang masih tertutup.
"Aaa ah hai hai" jawab Naruto malas lalu pergi mandi.
Naruko sekarang tengah duduk di ruang tengah menunggu Naruto. Beberapa menit kemudian Naruto keluar dari kamar dengan mengenakan seragam Kuoh senior high school.
Naruto duduk di depan Naruko dan baru saja berniat langsung makan, dia melihat kearah sarapan paginya Naruko yang bisa di bilang sedikit, tapi dia tidak ambil pusing dan mengambil sumpitnya.
Tapi ada sesuatu yang menarik perhatiannya saat dia melihat penampilan naruko yang mengenakan seragam Kuohnya.
Tapi yang menarik perhatian Naruto bukan penampilan Naruko, tapi perhatian Naruto terfokus pada dada Naruko yang kelihatannya menyesakkan.
"N-Naruko kenapa bajumu bisa jadi sempit seperti itu? Bukankah terakhir kali kita memesannya sudah pas dengan postur tubuhmu? Apa kita harus mengukur ulang lagi baju untukmu?" Tanya Naruto beruntun.
Wajah naruko terlihat memerah saat ditanya oleh kakaknya seperti itu.
"K-kenapa yaa? aku juga tidak tau, Aha-ahahaha. Ah, ayo kita mulai makan naruto nii-chan nanti kita terlambat" elak naruko karena malu saat kakaknya itu melihat tubuhnya bertambah berat.
'Padahal kemarin aku tidak makan terlalu banyak' batin Naruko menangis sambil mengingat apa saja yang dia makan kemarin di mall.
'Mungkin makan kemarin terlalu banyak kalori' lanjutnya.
Naruto tidak ambil pusing lalu mulai makan.
"itadakimasu" ucap naruto dan naruko bersama.
Naruko melihat sarapannya agak was-was, Lalu dia mencubit-cubit pinggangnya.
"Hmm? ada apa dengan pinggangmu Naruko?" Tanya Naruto membuat Naruko menjadi salah tingkah.
"E-eh? ah tidak ada a-apa-apa kok?" ucap Naruko melambaikan tangan di depan wajahnya.
"Benarkah?" Tanya Naruto memastikan.
"Un, tenang saja bukan masalah yang besar kok" ucap Naruko.
Naruto mengangguk lalu kembali melanjutkan makannya.
Naruko menghela nafas lalu juga melanjutkan makannya bersama Naruto.
'Meskipun aku bilang bukan masalah besar…' Naruko lalu melihat keperutnya.
'Aku rasa aku harus diet lagi' batin Naruko sekali lagi menangis.
Pindah scene
Di depan pintu gerbang Kuoh High school yang dulunya khusus wanita dan sekarang menjadi sekolah campuran dengan perbandingan siswa laki-laki dan perempuan hanya 7 :3.
Banyak laki-laki ingin masuk sekolah ini karena sekolah ini memiliki banyak wanita-wanita berkelas dan cantik.
Akan tetapi untuk sekarang hanya ada beberapa laki-laki beruntung yang dapat masuk kedalam sekolah ini.
Awal bulan april bunga sakura bermekaran dan hari acara penerimaan murid baru di Kuoh high school sebentar lagi akan dimulai.
Bersama Naruto dan Naruko
"Cepat Naruto nii-chan gerbangnya akan ditutup!" teriak Naruko yang sudah berada didepan gerbang Kuoh.
Sedangkan Naruto menatap malas adiknya itu, dia benar-benar tidak ingin berlari-lari di hari pertamanya ini.
Tapi mau bagamana lagi, ini semua salahnya karena bangun terlambat.
Naruto sudah sampai di dekat Naruko. Naruto ingin menormalkan nafasnya, tapi Naruko langsung menarik tangannya masuk kedalam.
"Ayo Naruto nii-chan kita langsung masuk" ucap Naruko menyeret Naruto masuk ke aula acara penerimaan murid baru.
Naruto dan Naruko datang tepat waktu, dan acara baru saja akan di mulai.
Naruto dan naruko duduk di kursi yang sudah di sediakan lalu acara dimulai.
"Acara pertama kata sambutan dari kepala sekolah" dengan itu kepala sekolah memasuki aula yang sudah di sediakan.
Kepala sekolah memiliki rambut kuning panjang dengan tanda belah ketupan di dahinya, dan dada yang besar membuat murid mata laki-laki di sana melotot tanpa berkedip. Tak terkecuali naruto, tapi naruko dengan sigap menutup mata naruto dengan tangannya.
"Selamat datang di Kuoh high school… saya adalah kepala sekolah di sini. Awalnya sekolah ini khusus perempuan, karena ada perubahan dan permintaan dari pemerintah kami mengubahnya menjadi sekolah campuran seperti sekolah biasa lainnya, dan…" kepala sekolah itu memantau wajah-wajah murid baru di sekolahnya.
Saat dia melihat murid laki-laki yang kelihatannya tidak bisa berkedip muncul perempatan di dahinya. Tapi matanya terhenti saat melihat ada murid laki-laki yang matanya di tutupi dengan tangan oleh perempuan disampingnya.
KRETEK
KRETEK
Laki-laki di sana menelan ludah mereka saat mendengan suara patahan dari tangan kepala sekolah yang sepertinya sudah lama tidak memukul orang.
"… Dan tentu walau sekarang sekolah kami menjadi sekolah campuran, bukan berarti peraturan di sini juga berubah. Di sini kami mempunyai perlindungan untuk wanita, jika laki-laki berani menyentuh dan melecehkan wanita di sini, maka jangan segan-segan untuk melapor dengan guru. Apa sudah jelas? Laki-laki!" ucap kepala sekolah tegas lalu meninggalkan aula.
Naruko melihat kepala sekolah meninggalkan aula langsung melepaskan tangannya dari mata Naruto.
"Baiklah acara selanjutnya kata sambutan dari ketua osis" ucap pembawa acara.
Lalu orang yang dimaksud berdiri dari kursinya, dan kebetulan kursinya berada di belakang Naruko.
Naruto dan Naruko melihat kebelakang siapa ketua osis mereka.
Naruko memandang kagum dengan ketua osis mereka.
Sedangkan Naruto saat melihat siapa ketua osis di sekolah mereka hanya membuang wajahnya dari ketua osis itu. Tentunya tindakan Naruto di sadari oleh ketua osis itu karena Naruto di depannya.
Ketua osis itu menundukkan kepalanya, maju kedepan lalu menyampaikan ucapan sambutannya pada siswa-siswa baru di aula tersebut.
SKIP
"Acara selanjutnya pesan-pesan dari perwakilan murid baru… Sona Sitri silahkan maju kedepan" ucap pembawa acara.
Sona berdiri dari tempat duduknya yang terletak di depan arah 30 derajat ke kiri, sekitar dua meter dari Naruto.
"Ne Naruto nii-chan bukankah itu Sona-chan? Aku tidak menyangka kalau kita akan satu sekolah dengannya" ujar Naruko saat melihat Sona maju kedepan.
"Un, aku juga tidak menyangka kalau kita akan satu sekolah dengannya" balas Naruto.
"Tapi kenapa dia di sini ya? Bukannya dia mendapat biayasiswa di Konoha senior high school?"
Tanya Naruko penasaran.
Sedangkan Naruto hanya mengangkat bahunya tidak tau.
"Padahal itu sekolah yang di impi-impikan oleh orang lain" ucap Naruko lirih.
Ketua osis berjalan kembali ketempat duduknya. Naruko tersenyum kearah ketua osis itu dan di balas senyuman pula dari ketua osis.
Dia sempat melirik kearah Naruto, tapi Naruto membuang wajah dari dirinya.
Untuk kedua kalinya ketua osis itu sedikit menundukkan kepalanya lalu pergi ke tempat duduknya.
Sona sudah sampai di aula dan mulai mengatakan pesan-pesannya.
SKIP saja ya.
Setelah acara selesai para murid pergi keluar dari gedung acara. Ada yang pulang, ada yang keliling sekolah, dan ada juga saling berkenalan.
Tapi yang paling utama saat penerimaan murid adalah CLUB.
YA! Banyak club yang mendirikan stand di dekat gedung-gedung sekolah. Dan ada juga satu atau dua siswa/I yang berkeliling membawa poster-poster club mereka.
Bersama Naruto dan Naruko.
Naruto dan Naruko sekarang tengah melihat-lihat sekolah baru mereka berdua. Fasilitas di sini juga tidak kalah dari fasilitas sekolah terkenal lainnya, kenapa? Karena di sekolah ini memiliki banyak sponsor dari orang tua murid yang kaya-kaya, dan kenyataan itu baru naruto sadari saat melihat sikap, gaya bicara dan cara duduk senpainya saat di acara pembukaan.
Dan beberpa orang yang dia kenal yang termasuk anak orang kaya.
Bebrapa menit kemudian setelah melihat-lihat Naruto dan Naruko tengah duduk di bangku taman sekolah.
"Naruto-san! Naruko-san!" Naruto dan Naruko melihat kearah sumber suara yang memanggil mereka.
"Shion-san—ah maksudku Shion-senpai, Sakura-senpai"
"Kami berdua tidak menyangka jika kalian sekolah di sini juga" ujar Naruto pada Shion.
"Seharusnya kami yang bilang seperti itu, kami benar-benar tidak mengira kita akan satu sekolah seperti ini" ucap Sakura lalu melihat Naruto dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"K-kenapa melihatku begitu?" Tanya Naruto merasa risih dengan tatapan Sakura.
"Berapa umurmu Naruto?" Tanya Sakura tiba-tiba.
"A-a-a-apa maksud dari pertanyaanmu itu sakura-senpai!" Tanya Naruto balik dengan wajah yang memerah malu.
"Naruto nii-chan sebenarnya meninggalkan sekolahnya dua tahun, dan sekarang dia baru melanjutkan sekolahnya" ucap Naruko sedih.
Mendengar jawaban itu mata Sakura dan Shion berkedip beberapa kali
"Itu berarti dia lebih tua dari kita Sakura" ujar Shion.
Sakura lalu menggenggam bahu kanan Naruto sedangkan Shion sebelah kirinya.
"Salam kenal… SENPAI" ucap Sakura dan Shion dengan senyum mengejek dan memberikan jempol mereka pada Naruto.
"HEI! Apa-apaan itu!" ucap Naruto kesal.
"Ahahaha" Sakura, Shion, Naruko tertawa melihat tingkah Naruto.
Mereka tidak sadar kalau tidak jauh dari mereka dari di taman itu juga ada empat orang perempuan yang tengah duduk di bawah pohon rindang.
"Jadi apa kalian sudah memutuskan untuk masuk club mana?" Tanya perempuan berambut merah merah panjang dengan mata hijau.
"Nee, kau sedang melihat apa Sona?" Tanya perempuan itu kesal saat mendapati Sona tengah melihat kearah lain.
Sona tidak menjawab lalu melanjutkan membaca buku saku kecilnya. Perempuan yang tidak mendapat jawaban itu melihat kearah yang Sona lihat barusan.
"Siapa laki-laki itu? Kelihatannya dekat sekali dengan kakak kelas itu" Tanya perempuan itu lagi.
"Ara ara, apa Sona tertarik dengan laki-laki itu?" Tanya teman lainnya dengan rambut hitam panjang yang di ikat poni tail.
"…" Sona diam tidak menjawab dan tidak memperdulikan ucapan kedua temannya itu.
"tidak aku sangka Sona yang terkesan dingin dan cuek ini ternyata sudah jatuh cinta dengan laki-laki yang baru saja dia kenal" ucap perempuan berambut merah.
"Ara ara benarkah? Aku kira Sona itu seorang yuri" ucap perempuan berambut hitam.
TWICH
Dengan ucapan itu sukses membuat perempatan di kepala Sona muncul.
"Sona itu bukan hanya seorang yuri… dia itu juga seorang tsundere level tertinggi"
TWICH TWICH
Perempatan di kepala Sona bertambah saat kedua temannya itu mengejeknya. Sedangkan perempuan berambut merah dan hitam sekarang tengah tersenyum licik di belakang Sona.
"Ara ara, sungguh berita yang mengejutkan" tambah perempuan berambut hitam menambah panas suasana.
"Bisa anda hentikan itu Rias-sama, Akeno-sama. Anda membuat Sona-sama tidak nyaman" tegur perempuan berambut hitam berkacamata yang sedari tadi diam mendengarkan mereka.
"Heee kau tidak seru Tsubaki-chan, apa kau tidak penasaran?" ucap Akeno.
Tsubaki menaikkan sebelah alis matanya tidak mengerti maksud dari ucapan Akeno.
"Majikanmu ini tidak pernah sekalipun bercerta tentang laki-laki yang dia suka" tambah rias menunjuk-nujuk pipi Sona.
Tsubaki menjadi diam saat mendengar penuturan dari Rias barusan memang benar adanya.
Sudah lama Sona menjadi majikannya tapi dia tidak pernah mendengar Sona bercerita tentang laki-laki padanya atau siapapun.
Sona melihat Tsubaki menjadi diam ingin pergi dari sini, tapi bahunya langsung di tahan oleh Rias dan Akeno menahan tangannya saat dia baru ingin berdiri.
"Kau mau KE-MA-NA Sona?" Tanya Rias dengan senyuman menawan.
Sona sweatdrop saat melihat senyuman Rias yang menurutnya menyebalkan lalu dia mengalihkan pandangannya kearah Tsubaki meminta bantuan.
Saat Sona melihat kearah Tsubaki, Tsubaki langsung membuang mukanya pura-pura tidak melihat.
'Awas saja kau nanti Tsubaki!' kutuk Sona dalam hatinya.
"Nee Sona siapa laki-laki itu?" Tanya Rias sekali lagi.
Sona memperbaiki letak kacamatanya lalu melihat kearah Naruto lagi.
"Namanya Uzumaki Naruto, dia hanya pekerja paruh waktu di café onee-sama. Aku bertemu dengannya saat aku berkunjung kecafe onee-sama, dan aku tidak tertarik dengannya. Aku hanya tidak menyangka kalau dia juga bersekolah disini" jawab Sona menjelaskan semuanya agar temannya itu tidak penasaran lagi.
Rias mengalihkan pandangannya kearah Naruto yang sedang asik ngobrol dengan kakak kelas di sini.
"Dia lumayan tampan menurutku" komen Rias mengungkapkan pikirannya.
"Ara ara, apa kau tertarik dengannya Rias?" Tanya Akeno.
"Sona bilang dia bekerja paruh waktu. Itu berarti dia hanya anak miskin, mana mungkin orang sepertiku tertarik dengan anak miskin sepertinya" ucap Rias sombong.
Sona entah kenapa dia merasa marah saat rias berkata seperti itu tentang Naruto.
Walaupun begitu, Sona bisa dengan baik menyembunyikan ekpresinya dari semua orang.
Sedangkan Tsubaki hanya melihat reaksi Sona saat Rias berkata seperti itu. Tsubaki sudah lama menjadi bawahannya Sona, dia pasti tau persis seperti apa Sona itu.
Tapi kali ini, dia benar-benar tidak bisa menebak ekpresi Sona. Sona yang focus dengan buku saku kecilnya, dengan pandangan datar seperti biasanya.
Tsubaki melihat kearah rombongan Naruto yang tengah tertawa sekarang.
Dan akhirnya Tsubaki mengingat sesuatu yang penting.
"Sona-sama bukannya murid di sini tidak di perbolehkan kerja paruh waktu?" bisik Tsubaki pada Sona.
Sona mengangguk membenarkan ucapan Tsubaki
"Murid di sekolah ini di tidak di perbolehkan kerja paruh waktu, alasannya adalah agar murid di sekolah ini lebih focus dengan belajar mereka dari pada mencari uang. Dan jika sampai pihak osis mengetahui kalau dia kerja paruh waktu, mungkin saja…"
Sona menggangtung kalimatnya melirik kearah Rias dan Akeno yang sepertinya sedang membicarakan hal lain.
"Dia akan di beri hukuman?" lanjut Tsubaki, sona memperbaiki letak kacamatanya sambil menganggung.
"Dan yang lebih buruknya lagi dia akan dikeluarkan dari sekolah. Itu adalah salah satu peraturan mutlak di sekolah ini" ucap Sona.
'Aku harap dia tidak bertindak ceroboh' batin Sona khawatir.
Kembali ketempat Naruto dan Naruko.
"Jadi apa kalian sudah memutuskan untuk ikut club mana?" Tanya Sakura pada Naruto dan Naruko.
"Kalau aku masih ingin melihat-lihat terlebih dahulu. Aku sudah banyak di beri poster dan tawaran untuk masuk club-club yang ada di sini… tapi aku belum menentukan akan masuk yang mana" ucap Naruko sambil melihat kearah stand yang banyak membujuk siswa dan siswi baru untuk masuk club.
"Kalau kamu Naruto?" Tanya Sakura.
Naruto melipat tangannya di balik kepalanya.
"Aku rasa aku tidak ikut kegiatan club, itu merepotkan. Aku bahkan tidak mendapat tawaran atau poster satupun dari mereka" ucap Naruto malas.
"Makanya jangan memasang wajah menyeramkanmu itu pada orang yang ingin menawarimu" ucap Sakura menegur Naruto.
Naruto memeasang wajah malas lalu menatap Sakura tepat di matanya, dan Sakura membalas Naruto dengan menatap Naruto tepat di matanya.
"A-ah ngomong-ngomong Apa kalian sudah melihat kelas kalian?" Tanya Shion memecah ketegangan.
"Ya, sayangnya aku dan Naruko tidak satu kelas. Naruko berada di kelas 1-A" ucap Naruto membuang wajahnya kearah lain.
"Wah kamu hebat Naruko. Lalu Naruto di kelas mana?" Tanya Shion penasaran.
"N-Naruto nii-chan di kelas 1-E" Shion tersentak saat mendengar kalau Naruto berada di kelas terakhir atau sering di sebut kelas terbawah.
"Jadi begitu ya?" ucap Shion lirih.
"Sudahlah Shion-senpai tidak usah dipikirkan. Kalau begitu kami pamit pulang dulu Shion-senpai, Sakura-senpai. Mata ashita" ucap Naruto.
"Ya mata ashita Naruto, Naruko-chan" balas Sakura dan Shion.
Naruto dan Naruko berjalan meninggalkan sekolah, tapi saat sudah keluar dari gerbang Naruto menghentikan langkahnya lalu melihat jam di ponselnya.
"Nee Naruko, ayo kita makan ramen di kedai teuchi jii-san" tawar Naruto.
"Baiklah, aku juga sudah lama tidak mampir kesana" ucap Naruko.
Pindah scene
Naruto dan Naruko sekarang sudah sampai di depan kedai langsung saja masuk kedalam.
"Selamat datang… ah rupanya Naruto-kun dan Naruko-chan, sudah lama tidak mampir Naruko-chan. Bagaimana kabarmu?" Tanya Ayame.
"Baik-baik saja Ayame nee-chan, omong-ngomong di mana Teuchi jii-san?"
"Oh dia tadi sedang kepasar membeli bahan makanan, sebentar lagi juga dia pulang" ucap Ayame.
"Tadaima Ayame"
"Okaeri otou-san, ada Naruto dan Naruko berkunjung"
"Ah Naruko ya, hisashiburi Naruko-chan. Bagaimana kabarmu?" Tanya Teuchi.
"Hai hisashiburi Teuchi jii-san, kabarku baik-baik saja" balas Naruko.
"Syukurlah, jadi kalian mau pesan apa?"
"Kalau aku pesan miso ramen, dan Naruto nii-chan pesan apa?" Tanya Naruko.
"Sudah pasti… ramen special jumbo dengan banyak narutonya!" ucap Naruto semangat.
"Ok pesanan kalian akan segera datang!" lalu Teuchi pergi kedapur membuat ramen.
Tidak menunggu lama pesanan Naruto dan Naruko sudah selesai.
"Silahkan di nikmati" ucap Ayame meletakkan ramennya di atas meja.
"Itadakimasu"
SKIP TIME
Setelah Naruto dan Naruko selesai makan mereka pamit pulang.
"Naruko tunggu sebentar ada yang harus aku bicarakan dengan Teuchi jii-san" ucap Naruto lalu masuk kembali.
"Jii-san!"
"Ada apa naruto? Apa ada barang yang tertinggal?" Tanya Teuchi.
"Tidak ada, tapi ada yang ingin aku bicarakan denganmu jii-san. Ini tentang pekerjaanku di sini… bagaimana bilangnya ya?"
"Hmm? Aku mengerti kau tidak bisa lagi datang dengan jadwal biasanya membantu Ayame dan hanya bisa datang setelah pulang sekolah?" Tebak Teuchi.
"A-ah iya sebenarnya begitu, karena sekarang kami sudah mulai sekolah mungkin aku akan sibuk dengan kegiatan sekolah" ucap Naruto menjelaskan lebih rinci.
Teuchi menepuk pundak Naruto seraya tersenyum.
"tidak apa-apa fokuslah dengan sekolahmu Naruto"
"Terimakasih banyak sudah mau mengerti Teuchi jii-san, sepulang sekolah aku akan datang membantu Ayame nee-chan di kedai!" ucap Naruto semangat.
"Yaa itu baru semangat!"
"Kalau begitu aku pulang dulu Teuchi jii-san"
"Hati-hati di jalan" ucap Ayame.
Ayame dan teuchi berdiri di luar melihat Naruto dan Naruko pulang.
"Kapan-kapan datang lagi ya Naruko" teriak Ayame sambil melambaikan tangannya.
"Ya!" Naruko melambaikan tangannya juga.
Dan hari pertama di sekolah akan di mulai besok pagi.
…( T )…
…()…
…( B )…
…()…
…( C )…
Chapter 02 FIX end
Chapter ini gabungan antara chapter 3 dan 4 kemarin yang saya buat, tapi ada beberapa tambahan dan perbaikan saya buat.
Terimakasih atas saran-sarannya, saya sudah memperbaiki semuanya dengan benar pada chapter ini.
Balas review.
Terimakasih… saya sudah usahakan akan ada humor di dalam cerita ini.
Tapi humor tidak akan ada setiap chapter, mereka akan ada di saat-saat tertentu saja.
Untuk yang bilang sekarang lebih bagus dari sebelunya.
Saya ucapkan terimakasih banyak minna.
Untuk yang belum tau jadwal up saya.
Saya akan update chapternya pada hari minggu. Jika hari minggu tidak update, kemungkinan akan hari senin. Jika senin tidak update berarti minggu depan.
Karena saya hanya akan update di antara hari minggu dan senin.
Untuk yang bertanya soal Naruko.
Saya kasih bocoran, mereka tidak akan menjadi incest.
Untuk endingnya.
Saya perjelaskan lagi, endingnya akan happy ending.
Tapi masa lalu dan perjalan hidupnya akan menjadi sad.
Yang bertanya kenapa cerita ini di bikin ulang.
Cerita ini bisa di bilang re-make, atau bisa di sebut fixed. Atau bahasa indonesianya di perbaiki ulang dari awal.
Dan khusus untuk SYLVATHEIN
Terimakasih atas sarannya, sudah saya rubah di dalam chapter kali ini.
Tentu saja saya ingan dengan anda, anda sudah memperbaiki cara menulis saya tentang huruf capital di awal "…"
Kali ini terimakasih sudah mengoreksinya lagi.
UNTUK SEMUANYA…
Saya berikan keempat jempol saya untuk anda karena sudah bersedia review, fav, ada juga yang follow dan mau membaca cerita saya.
Untuk yang tidak punya akun
Saran saya jika bisa buatlah 1 akun untuk kalian, itu bermanfaat untuk menyimpan cerita-cerita yang ingin kalian baca kelanjutannya.
Jaa sampai di sini saja cerita chapter 2 versi fix nya.
Bagi yang baca sebelumnya pasti tau seperti apa certia saya pada chapter inikan (T_T)
Saya ucapkan terimakasih banyak pada reader yang terhormat sekalian. *bow*
Ah satu lagi
Untuk poting siapa yang akan saya ceritakan lebih dulu masih berlanjut lho.
Untuk sekarang Rias dan Sona memiliki 3 suara.
Naruko 1 suara
Hinata 0
Silahkan baca-baca dulu dan pilih siapa yang ingin kalian saya ceritakan terlebih dahulu cerita cinta mereka.
Untuk yang belum tau maksud yang di atas
Saya membuat cerita ini memiliki 4 wanita pilihan.
Dan setiap wanita akan saya buat kisah cinta mereka bersama Naruto.
Berbeda pairnya, maka akan berbeda jalan ceritanya.
Jika kalian tidak tau AMAGAMI SS, makan ini sama dengan SEIREN.
Jika kalian tau kedua anime itu, maka kalian tau maksud dari penjelasan saya barusan.
Untuk semuanya. Have a good day
Saya hikarinoyami logout.
