Title: Hyung or Boyfriend
Disclaimer : God & Themselves
Rate : T
Genre : Romance, Drama
Cast : SeKai. Sehun x Kai
Warning : OOC, cerita pasaran, alur kecepatan, Typo(s), YAOI, PEDO, fict enggak nyambung sama judulnya-_-, ceritanya maksain banget
Summary: "...Kata eomma Jongie, kalau sakit harus di poppo..." / "aku tidak perduli lagi jika aku akan menjadi remaja yang tidak normal karena bocah itu." / "kenapa kau bisa sangat imut meskipun kau namja hmm?" / "Jongie sayang hyung..." / Yaoi, DLDR, Pedo!Sehun, Kid!Kai / RnR please!
.
.
.
Hyung or Boyfriend © Jonginseee
Gak suka? OUT!
Masih ga OUT juga? Berarti anda terlalu memaksakan diri/?
No Siders! No FLAME!
.
.
.
.
Author Pov
Terlihat seorang anak kecil yang sedang berjalan sambil menunduk. Dia sedang ketakutan, dia merasa bahwa ada orang yang mengkutinya dari belakang entah siapa itu. hingga saat ia ingin berbelok kearah gang rumahnya, ia di hadang oleh 2 namja berbadan besar dan sangar. Anak kecil itu memekik kaget saat dirasa salah satu dari namja itu mulai menarik tas sekolahnya sehingga ia sedikit tertarik kebelakang.
"kenapa paman? Jongie mau pulang. Nanti Jongie dicari eomma, tolong lepaskan tangan paman dari tas Jongie" ucap bocah kecil yang ternyata Jongie, Kim Jongin?.
"hey kau anak manis, kenapa masih ada di sekitar sini jam segini hmm?" ucap namja yang berbadan paling kekar kepada Jongin sembari menyentil pelan dagu Jongin.
"lebih baik kau temani paman dulu bermain sebentar ne anak manis?" rayu namja yang berbadan sedikit kecil dari namja pertama.
"aniya. Jongie mau pulang paman, pasti Jongie sudah dicari hyung di rumah" jawab Jongie berusa lepas dari cengkraman sang namja kekar.
"tidak bisa! Kau harus menemani kami dulu anak manis" ucap sang namja yang berbadan sedikit kecil dan dengan segera menarik Jongin keluar dari gang tersebut. Jongin berusa berontak namun tetap saja tenaganya tak sebanding dengan tenaga dua orang dewasa itu.
"huweeee~ paman tolong lepaskan Jongie paman! Huweeeee eommaaaa~" tangis Jongin pun pecah saat dirinya ditarik paksa oleh dua namja kekar yang sedang menatap 'lapar' kearahnya itu.
"huweeee eommaaaaaa. Tolong Jongie eomma huweee.. hyuuuuung " tangis bocah itu semakin menjadi dan dengan segera namja kekar itupun membungkam mulut bocah itu dengan tangannya.
"YA! KAU BISA TENANG SEDIKIT TIDAK BOCAH MANIS!"
"Jongie mau pulang pamaa–"
'Plaaak'
"appo hiks hiks appo eomma tolong Jongie hiks"
"Diamlah! Kau tidak akan pulang sebelum menemani kita berdua bermain bocah!" ucap namja garang itu sambil menyeringai.
.
Sehun sedang berjalan santai menuju rumahnya yang berada tidak jauh dari sana. Ia masih mengingat bagaimana bocah polos itu dengan malu malunya berlari keluar dengan wajahnya yang bersemu merah setelah mengecup pelan keningnya tadi. Sehun terus berjalan hingga ia mendengar ada suara yang menginterupsi kegiatannya.
"huweeee~ paman tolong lepaskan Jongie paman! Huweeeee eommaaaa~"
'mwo? Suara ini suara Jongie?'
Samar samar Sehun mendengar tangisan Jongin di jalan yang sepi itu. ia mulai menajamkan pendengarannya lagi untuk memastikan uara itu.
"huweeee eommaaaaaa. Tolong Jongie eoma huweee.. hyuuuuung"
"YA! KAU BISA TENANG SEDIKIT TIDAK BOCAH MANIS!"
"Jongie mau pulang pamaa–"
'Plaaak'
'Jongie? Ya ini pasti Jongie-Ku! aku sudah hafal suara ini'
Sehun mempercepat langkahnya untuk mencari asal suara tersebut. Dan disinilah ia sekarang, berdiri di balik dua namja kekar yang sedang menampar pipi bocah manis yang sekarang sedang memegangi pipinya yang memerah dan merintih sakit lalu menangis sesenggukan.
"appo hiks hiks appo eomma tolong Jongie hiks"
"Diamlah! Kau tidak akan pulang sebelum menemani kita berdua bermain bocah!" ucap namja di depan Sehun.
Menemani? Bermain?
WADAHEL!
'MWO? Menemani bermain apa eoh?! Dasar dua namja berengsek!'
"YA! Pergi kalian berdua sekarang juga!" perintah Sehun dengan nada dingin dan tatapan tajamnya. Dua preman tersebut langsung menengokan kepalanya kebelakang dan tersenyum remeh menatap Sehun.
"Siapa kau? Mau menjadi pahlawan hah?!" teriak namja yang sudah bersiap memukul Sehun dengan tangan kosongnya.
"dasar namja ingusan! Jangan menganggu kesenangan kita berdua bersama bocah manis itu. lebih baik sekarang kau pergi sebelum mukamu hancur!" ancam sang namja yang berbadan sedikit kecil sembari berjalan medekati Sehun dan menjitak keras kepala Sehun.
"jangan pernah kau sentuhkan tangan busukmu itu di tubuhku barang sedikitpun, Brengsek!" umpat Sehun
"dasar gegabah kecil! Berani sekali kau!"
'BUUAGH'
Sehun sedikit menyeringai melihat namja itu sudah berani memukulnya telak di wajah. Dia menatap dua namja itu tajam sebelum berjalan pelan mendekati Jongin yang masih menangis sesenggukan.
"akan kupastikan kau menyesal telah berurusan denganku" ancam Sehun penuh amarah saat melihat Jongie-Nya meringkuk takut di jalan.
"memangnya kau siapa hah berani mangancam kami dengan bualanmu"
"kalian akan menyesal mengetahui siapa aku. Aku Sehun, Oh Sehun" ucap Sehun sembari menatap tajam dua namja yang sedang memandang horor kearahnya lalu dengan cepat berlari menyelamatkan dirinya masing masing.
"Ya Jongie-ah. Gwenchana? Sshh tenanglah, mereka sudah pergi. Ini hyung, Sehun hyung"
Perlahan Jongie mendongakan wajahnya yang berlinang air mata dan dengan cepat langsung menghambur ke pelukan Sehun. Sehun yang kaget akan mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa diam di tempat dan dengan perlahan mengelus dengan sayang kepala bocah kecil itu.
"Jongie-ah. Gwenchanayo? Apa mereka melukaimu?" tanya Sehun cemas saat Jongin hanya menangis saja di pelukannya. Jongin perlahan mendongakan kepalanya menatap Sehun yang sedang menatapnya dengan tatapan cemas.
"hiks hiks appo hyung. Paman tadi pukul Jongie" adu Jongin kepada Sehun yang sedang menghapus air matanya.
"ssshhh tenanglah. Kenapa kau bisa berada disini hmm?" tanya Sehun lembut seraya menggendong Jongin dengan perlahan.
"tadi hiks Jongie mau pulang. Tapi paman hiks tadi ganggu jalan Jongie"
"pulang? Rumahmu dimana memangnya hmm?" tanya Sehun mengerutkan kening
"rumah Jongie masuk gang itu hyung. Tapi hyung tadi tarik Jongie kesini"
"eoh arra. Kajja hyung antar Jongie pulang" ajak Sehun sembari berjalan sambil menggendong jongie yang sedang memeluk tas sekolahnya dengan imut.
"beritahu hyung rumahmu yang mana ne nanti Jongie-ah"
"ne hyung. Rumah Jongie yang bewarna putih dan ada corak gajahnya di pintu gerbang. Rumah Jongie paling berbeda dari yang lain hyung, pasti hyung bisa dengan mudah menemukannya" ucap Jongie sambil menguap kecil. Mengantuk eoh?
"hmm arraseo"
Sehun Pov
Rumah putih bercorak gajah? Sepertinya hanya rumah ini yang terlihat seperti itu. berarti ini memang benar rumah Jongie-Ku. aku sedikit melirikan ekor mataku ke Jongie-Ku yang sepertinya tertidur sangat pulas di pelukan ku. aku berjalan pelan memasuki rumah itu dan segera mengetuk pintunya dengan pelahan.
.
Aku membaringkan Jongie dengan perlahan di ranjangnya. Mataku sama sekali tidak beralih dari wajahnya yang sedang tertidur pulas itu. aku menelusuri wajahnya dari kening, mata, pipi, hidung, lalu bibir. Eh? Tunggu, kenapa itu seperti luka robekan di bibirnya? Apa ini karena dua manusia berengsek tadi?. Aku menyentuh pelan luka di sudut bibirnya tersebut.
"eunghh~ awww" ringisnya saat tanganku telah menyentuh luka di bibirnya perlahan.
"eoh? Kau terbangun? Maafkan hyung ne sudah mengganggu tidur mu" sesalku
"aniyo hyung. Hyung gomawo sudah mengantarkan Jongie pulang. Hyung sangat baik" ucapnya seraya tersenyum tipis. Aku tahu pasti bibirnya sangat sakit saat dibuat untuk tersenyum seperti itu, aku hanya tersenyum maklum.
"apakah sakit?" tanyaku lembut sembari mengusap lembut surai coklat caramelnya yang lembut itu.
"aniyaa! Jongie itu kuat, jadi seperti ini tak mengkin terasa sakit hyung!" ia meringis pelan saat ia merasakan perih di sudut bibirnya ketika berbicara terlalu bersemangat seperti itu. aku terkekeh pelan.
"ne. Hyung tahu Jongie anak kuat, tapi sekuat apapun anak kecil itu pasti ia tatep bisa merasakan sakit yang seperti ini" ucapku sambil menyentuh pelan luka di sudut bibirnya. Ia meringis merasakan perih yang menyerang sudut bibirnya itu tiba tiba.
'Ceklek'
"Jongie-ah kau sudah bangun ternyata. Tadi hyung di sebelahmu itu sudah menceritakan semua kejadian yang menimpamu hari ini chagi. Bagaimana? Apa kau terluka? Apakah ahjumma itu melukaimu? Apakah penjahat itu yang melukai mu? Apa? Mana yang sakit? Hyung akan mel–"
"YA hyung! Kenapa hyung menjadi berlebihan seperti ini? Jongie tak apa hyung. Sungguh" potong Jongie yang sepertinya kesal dengan ocehan hyung nya yang tidak pernah terputus itu.
"YA Jongie-ah! Hyung mengkhawatirkanmu. Tapi kenapa kau malah berteriak kepada hyung? Hyung bertanggung jawab atas kau disini selama eomma dan appa di Jepang" ucap namja yang berdiri di depan ambang pintu kamar Jongie itu merajuk.
"tapi kau terlalu berlebihan hyung! Kau tahu, jika kau bersikap seperti itu, aku terlihat seperti anak kecil yang lemah tahu! dasar namja selalu saja cerewet. Tidak hyung, tidak eomma kalian sama sama cerewet tahu!" balas Jongie sengit. Aigoo kemana Jongie yang selalu dengan tingkah polosnya? Kenapa Jongie menjadi sangat evil seperti ini jika bersama hyungnya.
"Ya! Dasar bocah tengik! Kau tahu, aku menunggumu pulang berjam jam sedari tadi. Aku bahkan sudah menanyakanmu di teman temanmu tapi mereka tak ada yang tahu kau kemana. Apakah kau tak menghargai kecemasanku tadi eoh?! Aku sedari tadi menunggumu dan terus mondar mandir menggumamkan namamu asal kau tahu! dasar bocah ingusan yang nakal!" ucap namja itu sengit.
"lalu? Jika aku belum pulang seperti tadi hyung hanya menungguku dan tanpa ada niat mencariku? Kau pikir, jika kau menggumamkan namaku aku bisa pulang saat itu juga?" balas Jongie tak kalah sengit. hahaha astaga anak ini ternyata anak polos ini bisa menjadi evil juga.
"Ya! Dasar anak setan! Setan kecil!" maki namja itu frustasi karena ia kalah ber-agrumen dengan adiknya sendiri yang bahkan belum genap berumur 10 tahun.
"kau juga anak setan! Setan besar!"
"YA!"
"MWO?"
"AISH!"
'Blaaam'
Namja itu membanting pintu kamar Jongie dengan keras. Setelah pintu itu tertutup dengan sempurna, aku sedikit melirikan mataku ke arah Jongie yang sedang... menyeringai? Dan setelahnya aku mendengar Jongie tertawa dengan lepas di sebelahku. Wajahnya sangat lucu saat tertawa seperti ini. Dia terlihat berlipat lipat lebih manis daripada saat ia menyeringai seperti tadi.
"Sehunie hyung, kau lihat tadi tidak? Apakah kau melihat wajahnya yang sedang kesal? Hahaha itu sangat lucu" ucapnya dengan susah payah karena ia masih saya tertawa sambil memegangi perutnya. Dasar anak nakal!
"kenapa kau berbicara seperti itu eoh? Dasar anak nakal" ucapku sembari mengacak pelan surai coklat karamelnya yang lembut itu.
"kau tahu hyung?–"
"tidak" sergahku
"ish! Hyung menyebalkan" ia sedikir mempoutkan bibirnya. Ah bibirnya sangat menggoda, pasti rasanya sangat manis. Aku ingin mencicipi bibir itu, aku ingin mengecap rasa manis itu di bibirku dan lidahku. Aku ingin mengerjai tubuhnya yang mungil itu dengan lidah dan bibirku. Dan aku ingin melihat ia terbaring lemah di bawahku. Bahkan sekarang aku ingin ia mendesahkan– YA! Kenapa pikiranku menjadi seperti ini?! Lupakan Sehun lupakan! Anak ini masih belum cukup umur untuk kau sebarkan pikiran mesummu itu.
"haha yasudah lanjutkan perkataanmu tadi Jongie" ucapku lembut sembari tersenyum kaku mengingat pikiran kotorku kepada Jongie tadi.
"tapi... hyung, gantikan baju Jongie dulu. Baju ini sudah kotor, Jongie tidak biasa mengganti baju sendiri hyung. Pilihkan Jongie baju ne di lemari" ucapnya santai. Tapi, MWO? Menggantikan baju? Melihatnya mempoutkan bibir saja imajinasiku sudah seperti itu, apalagi jika menggantikannya baju?! Tuhan tolong selamatkan aku.
"e-eh? N-ne" aku berjalan pelan menuju lemari bergambar ikan itu. aku sedikit bingung memilih pakaian untuk Jongie karena semua pakaian di dalam lemari ini terlihat sangat lucu dimataku. Aku memutuskan untuk mengambil yang bergambar burung hantu yang sangat imut. Seperti Jongie, pikirku. Aku berjalan kembali kearah Jongie yang sedang tersenyum sendiri, aku sedikit mengerutkan kening melihat tingkahnya.
"Tadi katanya kau mau melanjutkan kata katamu tadi hmm?" ucapku mencoba fokus untuk menepis pikiran pikiran kotor yang mulai terbang di kepalaku. Aku mepelas kancing kemeja seragam itu satu persatu.
"kau tahu hyung? Tadi wajah Luhan hyung sangat lucu saat kesal seperti tadi. Tapi hyung Jongie melakukan itu ada alasannya jadi jangan berpikir jika Jongie adalah anak nakal ne" Jongie menatap Sehun polos dengan mata yang dikerjapkan lucu.
"hmm. Lalu apa alasanmu?" tanya ku masih fokus dengan pekerjaanku yang 'mulia' ini.
"sepertinya, Luhan hyung menyukai hyung. Karena, biasanya jika aku membalas ucapannya ia tak pernah berteriak kesal seperti tadi. Dan lagi, kau tahu hyung? Seharusnya jika orang sedang marah atau kesal itu yang memerah pasti wajahnya, bukan hanya pipinya seperti tadi. Dia mencoba manarik perhatianmu hyung" jelas Jongie
"hmm lalu?" ini, ya tuhan bahkan jantungku sudah berdetak melebihi batas normal dengan hanya melihat kulitnya yang tan ini sedang ter ekspos di depanku.
"lalu? Yang dikatakan dia tadi pasti bohong hyung, tentang ia cemas mencariku lalu menelpon semua temanku. Ah bakan ia tak pernah mau mempunyai nomor telpon teman temaku hyung dan apa tadi katanya? menggumamkan namaku? Jangan percaya dengan kata katanya hyung, sudah kubilang dia hanya ingin menarik perhatian Sehun hyung"
"hmm Buktinya apa?"
"bukti? Hyung, bahkan Luhan hyung selalu bersikap dingin di depan eomma appa dan orang lain. Tapi, dia tidak pernah bersikap dingin hanya kepada ku hyung. Tapi ini yang membuatku lebih yakin dia benar benar menyukaimu hyung, dia dengan biasa sengaja berteriak di depan pintu kamarku seperti tadi. Itu sudah menjadi bukti yang kuat hyung!" ucapnya menggebu. Aku sedikit terkekeh dibuatnya.
"ck! Dasar anak kecil selalu berpikir dangkal. Cha~ bajumu sudah siap Jongie. Sepertinya sudah sangat larut Jongie-ah, lanjutkanlah tidurmu hyung akan pulang. Jaljayo ne" aku sedikit beranjak dari tempatku tadi dan segera berdiri di samping ranjang Jongie.
"ne hyung, jaljayo. Berjanjilah untuk sering sering berkunjung kesini ne hyung" ucapnya
"ne, hyung pulang dulu ne jongie-ah. Jika ada waktu, hyung berjanji akan mengajakmu untuk berjalan jalan ke taman bermain bersama hyungmu"
"kenapa harus bersama Luhan hyung, hyuuuuung~?" rengeknya. Aku mengacak pelan surai coklat caramelnya itu sambil terkekeh pelan.
"karena dia yang bertugas untuk menjagamu Jongie. Cha~ sekarang tidurlah dan mimpikan hyung. Hyung pulang dulu ne Jongie, Jaljayo" aku berjalan menuju pintu kamar Jongie dan memutar kenop pintu itu pelan. Aku berjalan perlahan menuju pintu keluar rumah itu, dan kebetulan aku bertemu hyungnya Jongie sedang duduk di depan televisi dengan menekuk wajahnya tersebut.
"chogiyo, Luhan-ssi. Saya pamit pulang dulu ne" pamitku kepada luhan yang sekarang sedang menatapku dengan pipi yang bersemu merah.
Ternyata benar kata Jongie hahaha.
"eh? Ne Sehun-ssi. Gomawo sudah membawa Jongie pulang dengan selamat. Sekali lagi gomawo" ucapnya sedikit malu malu.
"ne, Gwenchana Luhan-ssi. Ah jangan panggil saja Sehun supaya terdengar lebih akrab ne. Tak perlu seformal itu, Luhan" aku sedikit menyeringai melihat ia menundukan kepala sembari ber-blushing ria. Sepertinya, jalanku akan lancar.
"ne Sehun-ah. Ah mari kuantarkan sampai kedepan"
"tenyata kau orang yang sangat manis dan menyenangkan, Luhan" ucapku sembari tersenyum, senyum yang bisa membuat siapa saja meleleh hanya karena melihatnya. Dan kau bisa melihat buktinya sekarang, mukanya sudah memerah mendengar aku mengatakan tadi.
"g-gomawo Sehun-ah" ucapnya pelan masih ber-blushing ria
"kalau begitu, aku pulang dulu ne Luhan. Annyeong"
"ne. Annyeong"
'Gotchaaaa~ kena kau. Kau akan kujadiakan alat mulai sekarang. Maka bersiaplah dari sekarang, Luhan'
TBC
Eh maap ngaret apdet._.v pdhl ini udh mau saya apdet dari senin kemarin, Cuma gara gara saya UAS jadi gak bisa apdet T^T
maap juga buat typo, saya males nge-cek ulang soalnya T^T
Oh iya, ini juga sebenernya mau saya bikin GS dikit, tapi entah kenapa saya gak ada dapet feelnya waktu ngetik bagian GS. Jadi saya ubah jadi cowo lagi wkwkwk :D
Eh saya terhura kirain ini ff absurd engga bakal ada yg ngerespon wkwk
Saya ketawa ketawa sendiri waktu baca-bacain reviewnya xD
Thanks To: BluePrince14, the babykyu kyu, ayumKim, DEPO LDH, Dae Bbangbbang,thiefhanie fhaa, indaah cqupp, maia vierr, ika zordick,ichigo song, exojoohyun, psycho, rinchaaan, Jongin48, Yoon Hee.
Oh iya sedikit info, mungkin ch 3 bakal ngaret yaaa.. T^T Soalnya otak saya masih dalam masa reparasi sekarang. Saya belum ngetik ch 3 tapi ch 4 udah jadi T^T sedih banget ya T^T
Okelah! RnR ne~!^^
