Chapter 2
Look at Me, Sasuke-kun!
Naruto © Mashashi Kishimoto
Tatapan itu seperti magnet, sulit sekali melepaskan diri dari tatapan itu, entah kenapa Sakura merasa waktu seakan berhenti saat melihatnya dengan jarak yang cukup dekat. Hal pertama yang terlintas dipikiran Sakura saat melihatnya dengan jarak sedekat ini adalah...
Tampan ...
.
.
.
Sakura POV
Rasanya bokong ku sakit karena aku tiba-tiba saja menabrak seseorang dan aku melihat kertas yang kupegang tadi terlepas dari genggaman ku. Hasilnya seperti ini, kertas yang kupegang tadi berserakan di lantai. Ah aku baru ingat kalau aku menabrak seseorang
"Maaf, aku tidak sengaja karena aku terburu-buru tadi" ucapku merasa bersalah seraya mengangkat kepalaku untuk melihat seseorang yang aku tabrak.
Aku sangat terkejut saat melihat siapa yang aku tabrak, ia adalah Sasuke. Pangeran tampan pujaan para wanita di Universitas Konoha -hmm termasuk aku- aku masih belum beranjak dari tempatku terjatuh. Aku masih terpana akan tatapan Sasuke, warna hitam matanya membuat aku semakin sulit untuk melepaskan tatapan itu.
"Tampan..."
Itu lah hal pertama yang aku fikirkan saat aku semakin terpesona akan tatapannya.
"Apa kau baik-baik saja?" aku langsung tersadar dari pikiran genit ku, saat suara baritone milik Sasuke menyadarkanku.
"A-Ah iya aku baik-baik saja" jawabku gugup seraya berdiri. "Ano Sasuke... Apa kau baik-baik saja?" tanyaku merasa bersalah atas kecerobohan ku.
"Hn" tak lama kemudian dia langsung meninggalkanku.
Aku pun ikut membalikan badan saat sasuke melewatiku, "Pria itu memang selalu irit bicara" ucapku seraya menatap punggung Sasuke yang menjauh.
Normal POV
"Ehem... Sakura" Sakura yang terkejut kemudian membalikan badannya.
"Tsunade sensei" jawab Sakura senang akhirnya ia bertemu dengan senseinya.
"Kenapa kau baru datang Sakura?" tanya Tsunade kesal dengan tangan yang ia silangkan didepan dadanya.
"Maafkan aku sensei, tadi Kiba datang terlambat, jadi aku menunggunya menyelesaikan tugas yang sensei berikan." Jelas Sakura sambil menunduk yang kemudian berjongkok untuk memungut kertas yang berserakan dilantai.
"Aagh anak nakal itu, selalu saja merepotkan orang lain." umpat Tsunade seraya membantu Sakura mengumpulkan kertas yang berserakan dilantai.
Setelah selesai mengumpulkan kertas yang berserakan di lantai Sakura dan Tsunade pun berdiri.
"Sensei ini" Sakura menyerahkan kertas tugas yang ia pegang pada Tsunade. Yang kemudian diambil oleh Tsunade.
"Sensei, sekali lagi maafkan aku karena terlambat mengumpulkannya." Sakura meminta maaf seraya membungkukkan badannya pada Tsunade.
"Tak apa... Aku mengerti, karena ini bukan salahmu." ucap Tsunade seraya memberikan senyum nya.
"Arigatou Sensei, kalau begitu aku permisi dulu Tsunade sensei." ucap Sakura sambil membungkukkan badannya setelah mendapat anggukan darinya lalu Sakura berbalik dan meninggalkan Tsunade.
.
"Aaaah Kenyangnya" ucap Sakura entah pada siapa, seraya mengusap perut yang sudah terisi penuh.
Saat ini Sakura berada dikantin yang sudah sepi pengunjung mengingat jam makan siang sudah berakhir. Benar saja saat ini jam menunjukkan pukul 1:00 sedangkan waktu istirahat di Universitas Konoha ini biasanya pukul 11:00.
Sakura melihat kesegala arah berharap dia menemukan seseorang yang ia kenali. Namun ternyata nihil, tak ada seorang pun yang ia kenali. Sakura pun menghela nafas pelan seraya menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi yang ia duduki.
Pikirannya melayang pada kejadian di lorong tadi, pertemuannya dengan Sasuke membuat dia selalu tersenyum. Sebenarnya Sakura dan Sasuke sudah saling mengenal, mereka sering kumpul bersama tentunya tidak hanya Sakura. Ino dan Hinata juga ada disana termasuk kekasih mereka yang merupakan sahabat dari Sasuke. yaitu Sai dan Naruto. Dan juga Gaara yang merupakan teman dari Sakura dan sahabat dari Sasuke, Sai dan Naruto. Mereka berempat bersahabat saat masih Junior High School. Dan selalu berada disekolah yang sama.
"Drrt...drrrt...drrrt..." getaran ponsel Sakura tiba-tiba menyadarkan Sakura dari ingatannya tentang Sasuke.
"Gaara?" Sakura membaca nama yang ada di ponselnya.
"Moshi-moshi" jawab Sakura.
"Sakura, kau ada dimana? Tadi aku kelas mu tapi kau tidak ada." tanya gaara
"Aku ada di kantin yang dekat dengan Gedung Kesehatan, Gaara."
"Aku tahu tempat itu, tunggu kami disana." Perintah Gaara seraya mematikan sambungan sepihak.
"Kami? Apa termasuk, Sasuke?" ucap Sakura entah pada siapa.
Tidak butuh lama dari telepon Gaara, mereka pun datang.
"Hai, Jidat"
Sakura tahu benar siapa yang memanggilnya seperti itu. "Berhentilah memanggilku seperti itu Ino." Sakura memukul lengan Ino pelan, saat dia sudah disampinya.
"Hai Sakura" sapa Gaara seraya memposisikan dirinya disamping Sakura.
"Hai Gaara" balas Sakura sambil melihat kearahnya seraya tersenyum. "Hinata dan Naruto kemana?" tanya sakura karena tidak biasanya mereka berdua tidak ikut berkumpul.
"Naruto sedang mengantar Hinata pulang karena nanti sore ada acara keluarga dirumah Hinata." Sakura mengangguk mendengar penjelasan Gaara.
Namun perhatian Sakura teralihkan saat melihat Sasuke duduk dihadapannya yang kemudian diikuti oleh Karin. Ya perempuan yang ada disamping Sasuke saat ini adalah Karin, kekasih Sasuke. Mereka sudah berpacaran selama 6 bulan. Biasanya Karin jarang ikut berkumpul dengan teman-teman Sasuke, tapi hari ini dia datang entah karena apa. Membuat Sakura kesal melihat kemesraan mereka berdua. Lebih tepatnya Karin yang mencari perhatian Sasuke, sedangkan Sasuke hanya sibuk dengan buku yang ia baca.
Untung saja ada Gaara, jadi Sakura tidak merasa seperti orang bodoh berada diperkumpulan ini, meskipun saat berkumpul Sakura ditemani dengan Sahabatnya Ino dan Hinata tapi tetap saja Sakura merasa sendirian, karena Ino dan Hinata lebih sering berbincang-bincang dengan kekasih mereka. Jika tidak ada Gaara biasanya Sakura hanya akan memainkan ponselnya saja mengetik sesuatu yang tidak jelas.
"Sasuke-kun, aku lapar apa kau mau menemaniku makan?" tanya karin sambil memeluk lengan Sasuke manja.
"Hm.. pesan lah aku akan menunggu disini" jawab Sasuke sambil menatap karin yang memeluk lengan kokoh nya.
Sakura memperhatikan interaksi mereka berdua, memandangi Sasuke dan Karin bergantian. Membuat Sakura ingin marah.
Sasuke yang merasa ada yang memperhatikan kemudian mengalihkan pandangannya kepada Sakura, yang tengah menatapnya.
Emerald dan Onyx saling bertemu, Sakura yang merasa tatapannya dibalas membuatnya salah tingkah. Ia merasa malu karena sudah tertangkap basah sedang menatap Sasuke. Ia bingung harus berbuat apa. Sakura berharap ada yang menyelamatkan nya dari tatapan Sasuke.
"Sakura" panggil Gaara, saat itu pula Sakura menolehkan kepalanya pada Gaara. "Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiran mu?" Tanya Gaara penasaran.
"A-Ah .. ti-tidak" jawab Sakura gugup, dalam hati Sakura berterima kasih pada Gaara karena sudah menyelamatkannya dari tatapan Sasuke.
"Aku rasa aku harus pulang, Gaara" ucap Sakura seperti meminta ijin kepada Gaara.
"Kau sakit Sakura?" Tanya Ino dengan suara keras, setelah dengan sengaja mendengarkan percakapan Sahabatnya entah sejak kapan, sehingga semua orang beralih menatap Sakura.
Mendengar pertanyaan Ino membuat Sakura memalingkan wajah nya dari Gaara dan melihat kearah teman-teman nya yang sedang memandangi Sakura, kecuali Sasuke yang saat ini sedang asik dengan bukunya. 'sepertinya dia tidak peduli dengan pertanyaan Ino' ucap sakura dalam hati.
Namun dengan sekejap ia mengenyahkan pikiran berharap nya tentang Sasuke yang akan ikut khawatir jika dirinya sedang sakit. Lalu ia menatap Ino dengan wajah kesal karena Ino sudah berhasil membuat Sakura menjadi pusat perhatian. "Ino... bisakah kau bertanya dengan suara pelan? Aku kan ada disebelahmu." Ucap Sakura dengan penuh penekanan namun pelan.
"Ayo Sakura.. Aku akan mengantar mu pulang." Ucap Gaara seraya berdiri.
Sakura pun menolehkan kepalanya ke Gaara "Tidak perlu Gaara, Aku bisa pulang sendiri" jawab sakura sambil berdiri, kemudian Sakura berpamitan kepada semua temanya.
Saat Sakura berbalik dan ingin melangkah pergi, tiba-tiba langkahnya terhenti saat seseorang. Menahan lengannya.
"Gaara?" tanya Sakura sambil melihat kearah genggaman Gaara.
"Aku bilang aku akan mengantarmu." tanpa menunggu jawaban dari Sakura, Gaara pun memindahkan genggaman nya dari lengan Sakura ke telapak tangan Sakura, yang kemudian menariknya untuk mengikuti langkah nya menuju ke mobil Gaara yang diparkir di Gedung Kesehatan Konoha.
Sakura tidak melawan atas perlakuan Gaara padanya, ia hanya mengekori Gaara.
"Hati-hati ya Gaara, Sakura." teriak Ino sambil melambaikan tangannya dengan semangat. "Mereka cocok yaa Sai-kun" ucap Ino yang ingin mendapat persetujuan dari kekasihnya,
"Aku rasa begitu" jawab Sai.
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
Hallo Minna-San
Terima kasih yaa atas Review nya
Mudah2an di Chapter ini gak ngebuat kalian kecewa banyak.
Dan aku usahain untuk bisa update secepat mungkin.
ditunggu review selanjutnya yaa..
Arigatou...
