Kaki Kise sekarang sudah diobati di salah satu rumah sakit dan sekarang dia sudah diperbolehkan pulang . Kise pulang dengan diantarkan menggunakan mobilnya yang di kemudikan oleh manajernya .

Sepanjang perjalanan manajernya itu terus mengoceh agar saat berpergian harus selalu membawa ponsel .

"aku sudah memberitahu mu berkali-kali jangan pernah meninggalkan handphone mu jika ingin berpergian " ocehnya pada Kise yang sudah menguap bosan karena sudah hampir sepuluh kali manajernya itu mengatakan hal yang sama.

"Baiklah.Baiklah . tadi aku benar-benar lupa-ssu ." ujar Kise .

"Haahhh" manjer Kise menghela napas pelan percuma saja menasehati Kise tentang hal ini dia sudah bebal sudah hampir ratusan kali manajernya mengingatkannya akan hal ini .

" Oh ya , Manajer-cchi apa kau tadi melihat kain yang membalut kaki ku tadi ?" tanya Kise setelah beberapa saat hening .

" ah . benda itu tadi aku membuangnya saat di rumah sakit ." jawabnya enteng .

"APA?" teriak Kise yang membuat sang manajer menghentikan mobilnya seketika itu pula .

" Bisakah kau tidak berteriak . Baka ."

" Kembali ke rumah sakit sekarang " perintah Kise .

"untuk apa ? " tanya manajernya sambil menjalankan kembali mobilnya .

"kembali ke rumah sakit sekarang " kali ini Kise benar-benar terlihat kesal dia menekan setiap kata yang diucapkannya .

" Baiklah " ujar sang manajer gugup karena jarang sekali Kise berkata seperti itu kalaupun Kise sudah berkata dengan nada yang di tekankan hanya saat dia benar-bnar kesal .

Lalu mereka pun kembali kerumah sakit yang tadi .

Sesampainya di rumah sakit Kise memerintahkan manajernya lagi untuk mencari kain yang membalut kaki Kise tadi .

"cepat cari kain tadi !" perintah Kise .

"untuk apa ?"

" Cepatlah cari aku tidak mau tahu pokonya harus ada hari inih juga ." lagi lagi Kise memerintahnya tidak biasanya pemuda tampan bersurai blonde ini memerintahnya seperti itu .

" baiklah ." Manajernya pun langsung barlari mencari tempat sampah yang seingat dia membuang kain tadi .saat sudah sampai di tempat yang dia ingat dia langsung mengobrak-abrik tempat sampah tersebut walaupun banyak orang yang melihat nya dia tidak perduli yang penting kain yang diinginkan Kise bisa di temukan dari pada membuat Kise merajuk bisa menghabiskan waktu berhari-hari untuk membujuknya . Walaupun Kise sudah biasa tapi sifat kekanak-kanakkan nya yang satu ini belum hilang juga .

" ah Ketemu " gumam manajer Kise senang saat menemukan kain hitam yang berbau amis karena masih terdapat noda darah disana walaupun sudah mengering . Salah seorang dokter berambut pirang terlihat menghampiri manajer Kise " Sorry . Sir . Anda harus membereskan semua ini " kata dokter yang terlihat nyentrik tersebut . Manajer Kise melihat sampah-sampah yang berceceran di sekitarnya .

" Ssshhh " dia meringis melihat ulahnya " Baik Dok . maaf kan saya , saya akan segera membereskannya " katanya sopan .

Lalu dokter nyentrik tersebut pergi begitu saja saat melihat manajer Kise mulai memunguti satu-persatu sampah yang berceceran .

Setelah selesai manajer Kise langsung melesat pergi kearah Kise menunggunya tadi , sesampainya disan Kise langsung merebut kain tersebut .

" Sekarang kita pulang !" ujar Kise di wajah tampan nya tersemat senyuman yang bisa membuat wanita terpesona . Sementara manajer Kise melongo melihat tingkah Kise . sebelum dia mempermalukan dirinya sendiri dia segera tersadar dan berjalan mengikuti Kise menuju tempat parkir mobil .

Tak lama kemudian merekapun sampai di apartemen Kise manajernya mengatarkan Kise sampai lantai tujuh dimana apartemen Kise berada karena sang manajer ada keperluan mendadak .

Saat Kise mencoba berjalan kearah apartemen nya tanpa sengaja dia melihat gadis bercadar tadi masuk kesalah satu apartemen yang berada tepat di samping apartemen Kise .

" ah ternyata gadis itu tetenggaku, kenapa aku baru mengetahuinya?" gumam Kise . yah wajar Kise tidak mengetahuinya selain dia jarang menghabiskan waktunya di apartemen dia selalu menghabiskan waktunya di studio .

" Dia pasti baru disini " gumamnya lagi, gadis bercadar tadi sudah masuk kedalam apartemenya sementara Kise memerlukan beberapa langkah lagi agar samapai di apartemen nya .

cklek ... Setelah sampai di apartemennya model tampan ini pun masuk Kise langsung duduk di sofa yang ada diruang tengah .

"ini melelahkan sekali " ujar Kise pelan sambil mulai merebahkan tubuh nya di sofa dan tak lama kemudian Kise pun tertidur .

Kise terbangun tengah malam karena kehausan dia berjala kearah dapur dengan tertatih- tatih setelelah selesai menegak hampir dua gelas air putih karena entah kenapa malam ini terasa sangat gerah sekali . Kisepun beranjak dari dapur dan berjalan menuju balkon Kise terdiam sejenak samar-samar dia mendengar sebuah suara yang entah melantunkan apa Kise pun tak tahu tapi saat mendengarnya hati Kise terasa damai dan tanpa terasa Kise meneteskan air matanya mendengar lantunan Al-qur'an yang berasal dari apartemen di sebelahnya " ada apa denganku ? " tanya Kise pada dirinya sendiri

" suaranya merdu sekali . siapa yang bernyanyi malam-malam begini ? " Kise tidak tahu bahwa suara itu bukan nyanyian melainkan lantunan Al-qur'an surah Ar-rahman tapi Kise yakin suara ini berasal dari apartemen yang dimasuki gadis bercadar tadi .

" sebenarnya siapa dirimu ? " Kise menjadi semakin tertarik untuk mengetahui tentang gadis bercadar itu .

tbc

gomen baru bisa update, semester ini lagi bannyak-banyaknya tugas . Dan saya ucapkan Terima kasih kepada para reader yang sudah membaca cerita saya