SUDDENLY WITH YOU

Pengennya ni ff twoshoot, tapi kalo emang saking jeleknya trus ga ada yang baca atau review ya mungkin end saja *anggap aja oneshoot* ...he...he... tapi karena ada yang berkenan baca dan review, akhirnya saya terusin mungkin sampai 3 atau 4 chap. Dan spesial chap 2 ini update kilat.

Warning : GS, kalimat nya rada ngaco, ga bener tata bahasanya, romantisnya maksa (?), ga jelas, banyak typho, alurnya secepat kecepatan cahaya (3 x 10^8 m/s^2) dsb ...

Saya pinjam nama cast dari Super Junior, Shinee, JYJ, DBSK, dsb

Semua cast bukan punya saya, tapi ff ini milik saya.

Dilarang copy paste ff ini

Dilarang bash cast ff ini

=JOY=


Akhirnya kuputuskan menghabiskan sisa malam ini dengan begadang. Lagipula siapa yang bisa tidur saat ada seorang namja asing yang tidur di kamarku, di ranjangku. Meskipun dia adalah namja yang sangat aku idolakan. Di samping itu, bukankah ini kesempatan langka. Memandangi wajah tidur namja setampan ini, aku tidak akan pernah merasa bosan, bahkan jika ini harus kulakukan seumur hidupku.

Entah sudah berapa lama aku terduduk di tepi ranjang, tersenyum sambil memandangi namja ini dan berimajinasi indah tentang dia. Berkali-kali juga aku berpikir, apakah harapanku sebelum tidur tadi benar-benar menjadi nyata? Aku juga tidak tahu. Yang jelas ini merupakan salah satu hal terindah dalam hidupku.

Tak terasa pagi sudah tiba. Bias sinarnya mulai temaram menerangi kamarku. Kulihat dia masih tidur dengan begitu nyenyak. Aku sama sekali tidak berniat membangunkannya. Biar saja seperti ini dulu.

Perlahan aku melangkahkan kakiku ke arah pintu. Aku memutar handle pintu dan membukanya perlahan lalu melangkah melaluinya. Sampai keluar kamar kukunci kembali pelan-pelan. Bukan karena aku takut dia pergi saat aku tidak di sana, mana mungkin aku mengkhawatirkan itu, bukankah dia masih bisa kabur lewat jendela seperti cara masuknya semalam. Aku justru lebih mengkhawatirkan kebiasaan eonnie, yeodongsaengku dan eommaku yang suka masuk ke kamarku sesuka hatinya, bahkan terkadang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Bukankah gawat kalau sampai seperti itu?

Aku melangkah menuju ke dapur. Di sana sudah ada eomma dan eonnieku yang sedang bergelut dengan urusan dapur.

"Kau sudah bangun Minnie ah?" sapa eommaku yang sedang sibuk dengan rice cooker nya. Sedikit tersenyum beliau menatap ke arahku.

"Tumben Min, biasanya aku harus meng'operasi' kamarmu dulu untuk membuatmu bangun.

'Hoammm' aku hanya menjawabnya dengan kuap, rupanya gara-gara begadang aku sekarang jadi mengantuk, meskipun aku sebenarnya sudah tidur sejak jam delapan malam, namun rupanya tatap saja efeknya berbeda saat kita tidak tidur di dini hari.

"Sudah tidur sejak sore, jam segini sudah mengantuk lagi, dasar pecinta bantal." ejek Jae eonnie sambil menggelengkan kepalanya pura-pura prihatin.

"Benar Minnie? Pantas semalam saat eomma dan appa mu pulang jam sepuluh malam kau sudah tidak ada. Akhirnya sashimi oleh-oleh untukmu eomma simpan di kulkas. Semoga saja masih enak di makan.

"Gomawo eomma." ucapku lalu beranjak untuk menuju ke ruang keluarga. Aku ingin melihat acara gosip saja, daripada harus di dapur dan nanti pasti ujung-ujungnya aku disuruh membantu eomma dan Jae eonnie yang entah mengapa sangat gemar berlama-lama berada di dapur.

"Mau ke mana Minnie. Sini bantu eomma dan eonniemu. Kami sedang membuat makanan untuk oleh-oleh halmeonnie dan harabeoji di desa." sergah eommaku saat aku barusaja mengangkat pantatku dari kursi.

'Benar bukan, ujung-ujungnya harus membantu.' Batinku menggerutu, tapi mau bagaimana lagi, daripada harus mendengarkan omelan setengah hari nonstop dari eomma yang mungkin akan berkolaborasi dengan appa, lebih baik aku turuti saja kemauannya. Asal tahu saja, eommaku ini memang lembut dan baik, kalau sedang baik, tapi kalau sudah kesal bisa sangat mengerikan, apalagi kalau sudah menasehati , bla...bla...bisa jadi sangat panjang. Dan lebih menyeramkan lagi kalau appaku sudah ikut bergabung dan menghasilkan duet maut. Ah, appaku itu orangnya misterius, nampak seperti pendiam namun kalau sudah mau berbicara akan terus menerus nonstop tanpa henti.

Dan apa tadi yang eomma bilang, ke rumah halmeonnie dan harabeoji di desa? Ya ampun aku mengapa sampai lupa. Aduh, sebenarnya aku mau ikut, tapi bagaimana dengan Mr Cho yang sedang tidur di sana? Apa harus kutinggalkan begitu saja? Kesempatan sekali seumur hidup yang belum tentu datang untuk kedua kali? Andwae.

"Ini, kau potongkan sayurannya." ucap eomma sambil mengulurkan sebaskom sayur mayur kepadaku.

"Eomma ini kalau ke desa kenapa harus selalu memasak sebanyak itu?" protesku melihat betapa sibuk eommaku ini saat akan berkunjung ke rumah halmeonnie dan harabeoji.

"Eomma kan satu-satunya anak perempuan, lagipula halmeonie dan harabeoji sangat menyukai masakan eomma." sahut eonnie sambil menambahkan gula dan garam pada masakannya.

"Ne."jawabku singkat sambil memotong-motong sayuran yang menggunung di hadapanku.

Hampir satu jam aku membantu eomma dan eonnie berkutat di dapur. Saat yeodongsaengku, Key muncul, maka nampaknya ini waktu yang tepat untuk melarikan diri bagiku. Sebentar, satu taktik mungkin kuperlukan.

"Eomma, eonnie, Key, aku pusing sekali, bolehkah aku istirahat sebentar." kulancarkan akting sakitku yang dulu pernah kupelajari sebentar waktu bergabung dengan klub teater SMA ku dulu. Semoga aktingku masih cukup meyakinkan.

"Kau tidak apa-apa eonnie." tanya Key sambil mendekatiku dengan wajah khawatir.

"Aku hanya butuh sedikit istirahat, makanya semalam aku tidur sejak sore." bohongku kepada semua yang ada di sini.

"Yasudah, kau istirahat saja Minnie." eomma turut mendekatiku, kemudian mengelus kepalaku lembut.

"Benar Min, ini juga tinggal sedikit, biar eonnie dan Key yang membantu menyelesaikan." Jae eonnie tersenyum memandangku.

'Yes, sukses besar.' Batinku senang.

"Oiya, sepertinya aku juga tidak kuat kalau harus ikut ke desa." aktingku sekali lagi.

"Bilang saja ke appa, semoga beliau mengizinkan." ucap eommaku.

"Ne." jawabku lalu berjalan menuju ke belakang rumah. Ke mana lagi kalau bukan kandang kura-kura hijau aneh kesayangan appa.

Kubuka pintu belakang dengan malas. Duduk dengan akting lemas menghadap appaku yang sedang sibuk dengan kura-kura aneh itu.

"Ddangko bro yang imut, lihatlah anak appa, sedang apakah dia cemberut di sana?" candaan garing appaku sepertinya sudah 'mode on'.

"Appa, bolehkah aku tidak ikut ke desa?" tanyaku to the point dengan tampang sememelas mungkin.

Perlahan appaku menoleh ke arahku, memperhatikan wajahku dengan seksama.

"Atas dasar apakah kau tidak ikut ke desa putriku tercinta?" tanya appaku lagi dengan bahasanya yang sedikit berlebihan menurutku.

"Aku tidak enak badan appa, aku butuh istirahat, tidur yang cukup." aktingku dengan wajah semeyakinkan mungkin. Sementara appaku terlihat menimbang-nimbang dengan serius.

"Tapi kita jarang-jarang punya waktu berkunjung lho Min, apa kau tidak akan menyesal?" tanya appaku lagi.

"Kalau ada waktu aku akan ke sana sendiri, yang jelas hari ini aku tidak kuat appa." ucapku mencoba membuat appa seratus persen percaya.

"Baiklah kalau begitu. Tapi kau harus benar-benar istirahat. Ya sudah sana masuk, tiduran saja di kamar, biar cepat sembuh." titah appa.

Aku tersenyum kemudian mengangguk kepada appa.

"Ne, gomawo appa, tapi aku mau nonton televisi saja." aku bergegas masuk sebelum mendapat nasihat panjang dari appa.

'Huftt, bebas, akhirnya aku bisa tetap di rumah, sendirian, hanya berdua dengan Mr Cho ku yang tampan...kya...senangnya. Kalau aku tidak sedang akting sakit mungkin aku sudah berteriak seperti orang gila sekarang.

=JOY=

Akhirnya Appa, eomma, Jae eonnie dan Key berangkat menuju desa, meninggalkanku dengan segudang makanan yang menjaminku tidak kelaparan selama aku 'sakit' dan 'sendirian' di rumah.

Ini saatnya aku menemuinya. Namja pujaan hatiku ... aku datang.

Aku menghambur menuju ke kamarku. Membuka kuncinya perlahan dan membukanya pelan-pelan.

'Pemandangan indah apalagi yang akan menyapaku' bathinku senang.

Benar saja, saat pintu terbuka, kulihat namja tampan itu sudah membuka matanya, namun nampaknya ia masih betah bermalas-malasan di ranjangku. Sekarang bahkan dia dengan seenaknya sedang memeluk guling besar kesayanganku dan menarik selimutku tinggi-tinggi hingga menutup area dadanya. Benar-benar namja yang 'sangat mudah beradaptasi'.

Tapi mau seperti apapun dia, di mataku dia tetaplah namja paling keren sedunia, paling tampan, paling ganteng, paling seksi, paling cool, tiada duanya.

Jadi dengan posenya yang seperti itupun, sukses membuat jantungku nyaris melompat.

"Sudah bangun Kyuhyun ssi?" tanyaku sambil berjalan pelan mendekatinya kemudian duduk di tepi ranjangku.

"Gomawo, kau tidak mengubah interior kamar ini." ucapnya sambil tersenyum begitu manis kepadaku. Sekali lagi jantungku nyaris melompat saat melihat senyum itu.

"A...apa maksudmu? Memangnya kau pernah ke kamarku sebelumnya. Tapi bukankah kita baru pertama bertemu. Meskipun aku sangat familiar dengan wajahmu karena aku adalah fansmu, tapi aku benar-benar belum pernah bertemu langsung denganmu." jawabku terlalu panjang akibat penasaran dengan semua ini.

"Nanti aku ceritakan semuanya, sekarang aku lapar, apakah kau punya makanan agashi?" tanyanya tanpa ada rasa canggung seidikitpun.

"Panggil saja Sungmin." aku mencoba mengakrabkan diri.

"Ah, Sungmin ah, nama yang cantik." pujinya tentang namaku.

"Gomawo." kurasakan pipiku memanas mendengar pujiannya.

"Kajja." ajakku memimpinnya menuju dapur, beruntung tadi masakan eomma dan eonnie masih disisakan banyak untukku.

Kusiapkan semua makanan yang ada. Kupersilakan dia duduk kemudian aku mendudukkan diriku di kursi yang tepat ada di depannya.

Ah, jantungku, bisakah kita sedikit bernegoisasi. Tolong jangan berdetak sekencang ini. Rasanya jadi begitu sesak.

T.B.C


Gomawo buat yang sudah membaca, memfavoritkan, dan memfollow ff aneh bin gaje ini. Apalagi yang berkenan memberikan review ... 100x gomawo for you chingu ...

1. f4nni : mungkin aja chingu, tapi Kyu belom mau cerita ... he...he... gomawo semangatnya. ini lanjutannya kilat khusus...semoga chingu suka. met baca ne ...

2. cloudswan : he...he... ada di next chap chingu ... Kyu nya belom mau cerita he...he... ini next chap nya, sudah update kilat khusus ne ...he...he... met baca ...

3. cho kyumings : Kyu nya belom cerita ni chingu ...Minnie nya jadi takut tu mau tidur gara-gara Kyu nya main rebahan aja he..he... ini sudah saya lanjut kilat khusus ... met baca ne ...

4. Heldamagnae : Ming nya juga bingung lho chingu ...he...he... ini next chapnya ... met baca ne ...

5. peri pinkhijau : he...he... gatau juga tu mau ngapain Kyu nya, he...he.. iya ni...dream come true ... *saya juga pengen*. Kyu bangun tidurnya diceritakan di chap ini. Ini lanjutannya chingu ... dah update kilat khusus ... met baca ne ...

6. Syah : sudah dilanjut chingu ... ga cukup kilat, tapi kilat khusus ni ...he...he... semoga chingu suka *puppy eyes balik* . met baca ne ...

7. abilhikmah : kkk ... Kyu nya dah jinak kok chingu ... he..he...met baca ne ...

8. nurichan4 : wkwkwk...met baca chingu ...

9. NurLarasati13 : wkwkwk ... udah gitu main tidur aja kkk...ini lanjutannya update kilat khusus lho chingu... met baca ne ...

10. BabyRiihyun : Jawabannya ada di chap depan...he...he... Ini sudah saya lanjut kilat khusus...met baca ne ...

11. yatananovia : update kilat khusus chingu ... met baca ne ...

Review akan saya terima dengan senang hati. ThanKYU ...