Author : Fafasoo202
Title : Life with Babbo Kim
Genre : Romance, Frindship, Humor, YAOI
Rated : T+ (?)
Lenght : Threeshoot/?
Pairing : My Lovely Kaisoo
Support Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun, etc..
Disclaimer: Cerita murni dari pemikiran saya, tidak plagiat atau sejenisnya. Para pemeran milik kedua orang tuanya juga Tuhan YME. Kalau bisa, saya ingin memiliki satu diantara mereka :3
Note : Huruf 'italic' menunjukkan kata hati, dan flashback. Jadi, perhatikan tiap kata dan kondisi dalam cerita. Bagi yang tidak menyukai YAOI, tolong segera menutup halaman. Terima kasih^^
.
.
.
Copyright © 2016 Fafasoo202 Present
.- Life with Babbo Kim -.
.
.
.
.
.
Chapter 2
Selasa yang cerah.
Kyungsoo dapat bernafas lega pagi ini. Sejak semalam ia hanya mondar-mandir di depan kamar Kai tanpa berniat untuk mengetok pintu atau melakukan suatu hal yang berguna. Jelas saja, ada sesuatu yang ingin dia tanyakan pada lelaki mata abu-abu itu. Tapi hingga pagi menjelang dan dirinya tertidur di samping pintu itu, Kyungsoo belum juga mengeluarkan pertanyaan di otaknya.
Saat Kai keluar dari kamar dan Kyungsoo langsung menyadari hal itu hingga membuat Kai terkejut karena melihat dirinya yang mungkin saja seperti hantu. Datang tiba-tiba. Kyungsoo melihat tanda-tanda bahwa Kai akan pergi. Matanya berbinar dan bibirnya terangkat mengulas senyum. Ketika Kyungsoo bertanya, Kai menjawab akan keluar hangout bersama teman-temannya. Oh betapa senangnya Kyungsoo. Setidaknya dia tidak akan membeberkan sesuatu pada Baekhyun dan Chanyeol tentang Kai yang tinggal di flatnya. Kyungsoo berdoa, semoga Kai kembali pada saat dua sahabatnya itu sudah pulang atau mungkin sekalian saja tidak usah kembali lagi ke sini, selamanya.
Bel tiba-tiba berbunyi, Kyungsoo melompat dari sofa coklat di ruang tengah dan berlari menghampiri pintu depan. Itu pasti Baekhyun dan kekasih konyolnya. Ahh,, rasanya sudah lama mereka tidak kumpul bersama, beruntung hari ini jadwal kosong.
Cklek!
Pintu terbuka dan Kyungsoo hendak menyambut dengan sebuah pelukan jika saja yang dihadapannya adalah Baekhyun. Tapi, ini adalah Park Chanyeol dengan cengiran lima jarinya. Mana Baekhyun?
"Tidak rindu padaku?"
Kyungsoo mengeluarkan ekspresi muak, "Cih,, untuk apa rindu padamu? Mana Baek?" tanyanya pada Chanyeol.
Chanyeol menghilangkan cengirannya dan berganti dengan bersungut ria. "Sudah lama kita tidak bertemu karena fakultas yang berbeda, dan kau tidak rindu padaku?".
Helaan nafas terdengar, Kyungsoo menatap jengan pada Chanyeol yang memasang wajah sedih tapi terlihat menjijikan didepannya, "Kau tidak memerlukan rasa rindu dariku. Lagipula, aku akan di bunuh oleh kekasihmu itu jika aku mengatak 'Park Chanyeol aku sungguh merindukanmu!' kau tahu betapa seramnya Baekhyun jika sedang mengamuk kan?"
"Yak! Aku tidak sekejam itu!"
Kyungsoo melebarkan matanya dan menemukan Baekhyun yang baru saja muncul di balik punggung Chanyeol. Dia terkikik dan membuka pintu semakin lebar untuk kedua sahabatnya.
"Aku hanya bercanda" ujar Kyungsoo melingkarkan lengannya di pudak Baekkhyun. Namja bereyeliner itu memutar matanya dan mengikuti langkah Kyungsoo.
"Duduk saja disini, aku akan membuatkan minum" Kyungsoo melesat ke dapur setelah mempersilakan sepasang kekasih itu untuk duduk di sofa panjang ruang tengah.
Ia baru saja menuangkan jus jeruk pada gelas kedua saat bel kembali berbunyi. Kyungsoo mengernyit, siapa lagi yang bertamu?
"Baekhyun tolong bukakan pintunya!" teriak Kyungsoo yang segera mandapat seruan dari Baekhyun.
Baekhyun membukakan pintu untuk seseorang yang baru saja memencet bel. Ketika pintu terbuka ia langsung mendapat semburan dari orang di hadapannya.
"KYUNGSOO KENAPA KAU—"
Orang itu mengernyit saat menyadari bahwa orang di depannya bukanlah Kyungsoo.
Sementara Baekhyun hanya menatap dengan binar terpesona di matanya. Dia menemukan dewa yang tersesat di depan kamar apartemen Kyungsoo pada Jumat pagi. Mata tajam berlensa abu-abu, piercing panjang di salah satu telinganya, bibir plum, rambut hitam dengan poni jatuh, dagu yang terbelah, tubuh tegap serta warna kulit eksotis, astaga dia...
... bahkan sangat tampan lebih tampan dari dewa paling tampan sejagad raya.
Mimpi apa Baekhyun semalam hingga bisa bertemu dewa super tampan seperti orang ini?
"Siapa kau? Mana Kyungsoo?"
Baekhyun mendapatkan kembali kesadarannya setelah mendengar suara itu lagi. Ia mengerjap beberpa kali dengan rona kemerah-merahan di kedua pipinya. Ya Tuhan, Baekhyun sedang merona.
"Eumm.. jika boleh tau kau ini siapa? Ada urusan apa dengan Kyungsoo?"
Orang itu menatap datar pada Baekhyun, bukankah seharusnya dia yang bertanya seperti itu?
Kyungsoo kembali keruang tengah dengan sebuah nampan kayu berisi tiga gelas jus jeruk di atasnya. Ia tersenyum melihat Chnayeol sedang menikmati acara televisi dengan tawanya yang besar.
"Minuman datang!" Seru Kyungsoo membuat Chanyeol mengalihkan perhatiannya.
"Minumlah, setelah ini aku akan memasak bersama Baekkie" Chanyeol mengacungkan dua ibu jarinya pada Kyungsoo, "Masaklah yang banyak" ujarnya lucu.
Kyungsoo tertawa tapi kemudian merasakan sesuatu yang aneh.
"Dimana Baekhyun?"
Chanyeol menggeleng seraya mengangkat bahunya, "Dia belum kembali sejak tadi" ujarnya membuat Kyungsoo bingung. Namja belo berlalu meninggalkan ruang tengah setelah menyimpan nampan minum di atas meja.
"Siapa yang datang hingga membuat Baekhyun tertahan begitu lama, atau jangan-jangan malah Baekhyun yang sedang menahan tamunya?" monolog Kyungsoo, terus berjalan menuju pintu depan.
Matanya melihat Baekhyun mematung di depan pintu, seperti orang kedapatan hantu. Langkahnya dipercepat hingga ia berada di belakang Baekhyun. Betapa terkejutnya Kyungsoo saat tahu siapa tamunya, ohh bukan, bukan tamu, dia adalah...
Kim Jongin, roomatenya sekarang.
KENAPA DIA KEMBALI?!
"Heh! Kenapa mengunci pintunya?! Sudah tahu aku tidak memegang kunci duplikat!" mengindahkan ucapan barusan, Kyungsoo segera meraih lengan Baekhyun dan menyeretnya ke ruang tengah,
Jika saja dia melakukan ini tidak demi menjauhkan Baekhyun dari Kai, Kyungsoo tidak akan mau membiarkan Baekhyun terus berteriak tidak ingin di jauhkan. Semoga telinga Kyungsoo tidak bermasalah setelah ini.
Selepas berhasil mendudukkan Baekhyun di samping kekasihnya yang terlihat bingung, Kyungsoo kembali kedepan dan kembali menyeret seseorang.
Ini lebih parah. Kai terus saja berontak, tapi karena ubun-ubunnya sudah memanas Kyungsoo mampu membawa Kai hingga masuk dan menguncinya di kamar walaupun ia terengah setelahnya. Kyungsoo sedang marah, benar-benar marah.
"KAU BILANG KAU AKAN PERGI?!" Kai tersentak kecil mendapat teriakan begitu nyaring dari Kyungsoo. Matanya menatap datar manik yang sedang berapi-api itu, "Kau siapa? Terserah padaku jadi pergi atau tidak" jawabnya tenang.
Kyungsoo menghela nafasnya berkali-kali, mencoba menghilangkan amarahnya yang terus saja meningkat tiap detik saat memandang wajah itu.
"Aku bertanya, kenapa kau kembali?" tanya Kyungsoo mengangkat sebelah alisnya.
Kai terkekeh sejenak, "Apa aku harus memberitahumu?" tanyanya pelan dengan suara dalam.
"TENTU SAJA, KARENA KAU TELAH MENGACAUKAN ACARAKU!"
Namja tan itu terdiam memandangi Kyungsoo yang begitu marah padanya. Sejujurnya Kai bingung. Apa salahnya hingga membuat Kyungsoo sangat marah? Kai hanya pulang karena acara paginya berubah menjadi acara di jam malam, ia juga tidak membuat onar sejak tadi. Lalu ada apa dengan 'mengacau'?
"Katakan!" Kyungsoo mengernyit pada Kai yang baru saja memerintah dirinya, "Apa?" jawab Kyungsoo menantang.
"Katakan, dimana letak kesalahanku yang kau bilang 'mengacau acaramu' itu?"
Tiba-tiba saja Kyungsoo terpekur di tempatnya. Pertanyaan skakmat dari mulut pintar Kim Jongin. Apa yang harus dia katakan?
Kai menyeringai melihat Kyungsoo yang terdiam dan terlihat bingung karena pertanyaannya. Tentu saja, karena dia tidak salah. Namja tan menundukkan kepalanya hingga hidung mereka beremu. Jarak mereka sudah sangat dekat sejak tadi. Kai dapat melihat mata bulat yang bersih. Kyungsoo menjerit dalam hati. Tidak. Terlalu Dekat. Aroma memabukkan itu tercium lagi dan menggelitik hidungnya.
Dewi batinnya menghirup nafas dalam-dalam selagi Kai belum menjauhkan wajahnya.
"Kau tidak bisa menjawabnya 'kan?" bisik Kai sebelum mengecup pelan sudut bibir kanannya.
DEG
Jantung Kyungsoo berhenti berdetak.
Kai? Kim Jongin? Roomatenya sekarang? Menciumnya!
Kai menciumnya!
Menciumnya!
Menciumnya!
Menciumnya!
Brak!
Kyungsoo tersadar dan melihat pintu kamar Kai yang baru saja tertutup. Sejak kapan dia berada di luar? Oh, Kyungsoo ingat.. beberapa detik setelah ekhem-kecupan itu Kyungsoo merasa tangannya di tarik paksa hingga ia keluar dari kamar Kai.
"Kyungsoo!"
Merasa seseorang memanggil namanya, Kyungsoo berbalik dan menemukan Chanyeol sedang berdiri di tangga paling atas.
"Sedang apa? Siapa laki-laki tadi?"
Shit! Pertanyaan itu!
.
.
.
Kyungsoo, Baekhyun dan Chanyeol sedang menikmati kue kering sambil melemparkan candaan sesekali, waktu sudah menunjukkan sore hari.
"Well, Chan, ku dengar dari Baekhyun kau akan menemui orang tunya? Apa benar?"
Chanyeol berhenti mengunyah kukis cokelat dan melirik sekilas pada Baekhyun sedang memelototi Kyungsoo.
"Eumm,, benar"
"Bagus! Aku suka kesungguhanmu. Setelah ini mungkin kita akan jarang bertemu. Selain karena ujian semester sudah dekat dan tentunya kalian akan segera melangsungkan pernikahan..." Kyungsoo berhenti dan menatap Baekhyun yang sedang merona. Ia tersenyum dan menatap Chanyeol lagi, "Ku mohon, jaga Baekhyun baik-baik. Jangan pernah menyakitinya atau membuatnya menangis. Kau akan ku bunuh jika itu terjadi!" ujarnya dengan gesture memenggal leher.
Namja jangkung itu menyengir dan merangkul Baekhyun, "Aku janji" jawab Chanyeol tegas. Kyungsoo tertawa dan memberikan dua jempolnya pada Chanyeol. Kemudian bel berbunyi lagi. Ketiga orang di ruang tamu mengernyit dan saling melempar pandangan.
Kyungsoo berdiri, saat hendak melangkah ia terkejut karena suara gaduh terdengar dari belakangnya. Kyungsoo memutar badan dan menemukan Kai yang berlari ke arah pintu depan. Kemudian ketika ia berniat menghampiri Kai, orang itu lebih dulu masuk dan membawa seseorang. Laki-laki. Cantik. Tinggi. Putih. Senyum yang menawan. Dan sekarang orang itu menggandeng tangan Kai. Oke, satu-satunya yang membuat Kyungsoo penasaran adalah... siapa dia?
"Apa sekarang kau sudah biasa menerima tamu selain kami?"
Kyungsoo melirik Chanyeol melalui ujung matanya. Ia menghela nafas dan kembali duduk.
"Bukan begitu" jawabnya lesu seraya menyandar pada sofa.
"Aku heran, kenapa kau tidak mau menceritakan tentang Kai itu pada kami sekarang" Kyungsoo memutar bola matanya ketika melihat tatapan menyelidik dari Baekhyun. "Ceritanya panjang Baek. Dan aku tidak mau acara kita hancur karena moodku yang memburuk nantinya".
"Kau nampak begitu antipati pada Kai" ucapan Chanyeol di hadiahi sebuah anggukan dari Baekhyun.
"Benar! Aku... benar-benar tidak menyukai kehadirannya" Kyungsoo berucap dengan geram. Ingatan tentang dirinya dan si Kim selama ini sangat membuatnya muak.
.
.
.
Baekhyun tahu ada yang salah dari seorang Do Kyungsoo, sahabatnya. Sejak tadi manusia dengan mata bulat itu terus melirik ke arah dapur dimana Kai dan seorang tamu lainnya sedang berada disana. Mukanya berubah masam tiap kali Kai melayangkan candaan yang membuat tamu itu tertawa. Baekhyun tentu saja tidak bodoh untuk menyadari apa yang terjadi pada Kyungsoo. Dia cemburu.
"Ku lihat ada seseorang yang cemburu disini" Baekhyun menyikut Chanyeol sambil terkikik.
Sementara Kyungsoo, tersentak dan segera mengalihkan pandangannya kembali ke arah televisi.
"Aku senang karena akhirnya uri Kyungsoo merasakan apa itu yang namanya cemburu" Chanyeol tertawa bersama Baekhyun di sampingnya.
"Siapa yang cemburu?"
Baekhyun mendengus dan berdiri sambil menarik tangan kekasihnya.
"Well,, sepertinya kami sudah cukup lama disini" Kyungsoo menatap mereka dengan tatapan memelas, "Ohh tidak. Jangan pulang sekarang" mohon Kyungsoo dan Baekhyun malah menertawakannya. Apa yang lucu?
"Kenapa? Kau takut tidak bisa mengontrol dirimu karena cemburu ya?"
Matanya membulat sebesar telur, tidak tidak, tidak sebesar itu. Kalimat Baekhyun tadi apa-apaan?! Hell,, sudah dibilang jika dia tidak cemburu. TIDAK. CEMBURU. Kau tau arti kata TIDAK?
Kyungsoo berhenti memberi tatapan memohon pada Baekhyun dan Chanyeol. "Baiklah! Pulang saja sana"
Dan Baekhyun tertawa lagi diiringi kekehan Chanyeol. Baekhyun membungkuk dan mencium pipinya, "Jaga dirimu baik-baik dear, dan jangan lupa untuk menceritakan tentang roommate-mu itu padaku besok. Okay?" Kyungsoo menatap sengit pada Baekhyun dan mengusap-ngusap pipinya.
"Kami pulang... sampai jumpa~"
Kyungsoo menutup pintu rumah ketika Baekhyun dan Chanyeol hilang dari pandangannya. Ia mendesah dan berjalan kembali menuju ruang tengah. Tapi saat melintasi dapur dia melihat Kai tengah mengusap sudut bibir orang dihadapannya karena terdapat jejak kopi disana. Kyungsoo merasa marah, tertu saja karena ini rumahnya dan orang-orang itu seenaknya saja menggunakan dapur lalu berduaan disana. Oh, haruskah aku mengusir mereka?
Ia berjalan cepat menuju ruang tengah dan membereskan kekacauan kecil; toples kukis yang terbuka, gelas kosong di atas meja, remahan kukis di karpet; kemudian membawa semuanya kembali ke asal, dapur.
Kyungsoo tidak akan menghiraukan kedua orang yang sedang duduk di meja makan itu jika saja seseorang tidak menyapanya. Bukan Kai, tentu saja.
"Hai.."
Ia berhenti melangkah dan menatap orang di depan Kai. Kyungsoo tersenyum lembut tapi dewi batinnya merengut dengan tangan bersedekap di dada, tatapannya menilai orang itu dari atas hingga ujung kakinya. He's look...
... So Good! Fu*k!
"Hallo" balas Kyungsoo dan mengangguk sekilas lalu melanjutkan langkahnya menuju westafel. Sementara ia mencuci gelas-gelas, telinganya malah berusaha menangkap pembicaraan Kai dan orang itu. Beberapa kali, Kyungsoo mendengar Kai memanggil orang itu dengan 'Taemin Hyung'. Jadi, Kyungsoo berkesimpulan jika nama orang itu adalah Taemin. Hidungnya mengeluarkan dengusan lagi ketika candaan Kai terdengar. Ia kesal. Ssssttt, jangan berpikiran apa-apa dulu. Kyungsoo kesal karena, kenapa bisa Kai terlihat begitu santai dan bisa bencanda pada orang lain sementara pada dirinya tidak? kenapa juga, Kai bisa memanggil orang itu dengan embel-embel Hyung, sementara padanya tidak? jelas-jelas Kai tahu bahwa Kyungsoo satu tahun di atasnya.
Dengan cepat Kyungsoo menyelesaikan pekerjaannya. Setelah mengeringkan tangan, ia segera keluar dari dapur dan beranjak pergi menuju kamarnya. Suasana di dapur sungguh membuatnya muak.
Kyungsoo baru saja berniat ingin merebahkan dirinya di kasur ketika ponselnya berbunyi. Ia menghela nafas setelah tau siapa yang menelponnya.
"Yeoboseyo?"
"Halo Sunbae-nim, Aku ingin—"
"Sudah-sudah tidak usah dilanjutkan, aku tau apa maumu" Kyungsoo mendengar kekehan konyol di seberang sana.
"Sunbae memang yang terbaik. Kalau begitu, malam ini di cafe seperti biasa, oke?"
Kyungsoo mengangguk seraya memutar bola matanya, "Emm..." gumam Kyungsoo sambil mendudukkan dirinya di kasur.
"Assa! Baiklah, sampai jumpa~"
Kyungsoo bersumpah demi Neptunus, jika orang itu sedang kegirangan setelah berhasil mengajaknya keluar malam ini. Ia menggeleng lalu merebahkan dirinya perlahan, matanya mulai memberat, dan menit berikutnya semua menggelap. Kyungsoo tenggelam dalam mimpinya.
===...===
Pukul 5.00 pm. Kai mendapati Kyungsoo keluar dari kamarnya dengan tampilan rapi dan tas dipunggungnya. Dia mengambil kelas malam?
Kai baru saja ingin bertanya saat ponsel pria mungil itu berdering. Ia masih mengamati tiap pergerakan yang dilakukan Kyungsoo hingga ia mendengar nama seseorang dari mulut si mata belo.
"Maaf ya Dokyeom, aku baru saja bangun beberapa menit yang lalu"
Lelaki tan itu mendapati Kyungsoo mendengus dengan berputarnya bola mata bulat miliknya.
"Behenti mengucapkan kalimat menjijikkan untukku, Lee Seokmin!"
Kai mengernyit. Dia sebenarnya terkejut dengan kenyataan yang selama ini baru diketahuinya. Kyungsoo mempunyai pacar dua sekaligus? Siapa tadi namanya? Dokyeom dan Lee Seokmin? Heol,,, siapa sangka. Perkirannya selama ini yang menganggap jika Kyungsoo itu polos dan inconnect nyatanya salah besar. Kyungsoo tidak sekaku yang ia kira.
Oke, tarik kata-katanya pada saat bertemu Kyungsoo pertama kali di flat ini. Kyungsoo bukannya tidak berubah, manusia bermata belo itu justru menunjukkan perubahannya dengan jelas. Kyungsoo 5 tahun yang lalu adalah seorang culun, kutu buku, tidak pernah pacaran, tidak pernah dekat dengan seseorang selain keluarganya, dan Kyungsoo 5 tahun lalu adalah Kyungsoo yang Kai kenal (sebelum hari ini). Terlalu mendramatisir tapi, heyy... mana Kyungsoo yang dulu?
"Mau kemana?"
Kai merutuk karena mulutnya dengan lancang bertanya saat manik elangnya melihat jemari Kyungsoo yang sudah menggenggam gagang pintu.
Mata bulat itu memicing tidak suka ke arahnya sebelum mengabaikan pertanyaan barusan dan keluar tanpa satu kata sekalipun. Kai benar-benar menoleh ke arah pintu saat bunyi dentuman pintu tertutup terdengar. Ia mendengus dan meninggalkan ruang tamu demi menuju kamarnya.
.
.
Kyungsoo menghela nafasnya untuk kesekian kali.
"Berhenti menatapku dan perhatikan tugasmu Lee Seokmin" geram Kyungsoo seraya mendorong kepala orang di hadapannya dengan pensil. Kyungsoo mendengus dan melanjutkan kegiatannya untuk mengerjakan soal-soal yang katanya sulit itu.
Tapi lagi dan lagi tatapan dari orang di depannya membuatnya terusik.
Plak!
"Akkhh!"
"Itu akibatnya karena tidak mendengarkan aku"
Orang itu mengerucutkan bibirnya seraya mengusap kepalanya yang baru saja kena pukulan Kyungsoo.
"Sunbae senang sekali sih memukul kepalaku? Bisa-bisa aku geger otak suatu saat"
"Berlebihan Dokyeom"
Lee Seokmin atau yang sering disapa Dokyeom itu tertawa melihat tampang datar yang menghiasi wajah Kyungsoo. Astaga.. orang itu sungguh menyebalkan. Tanpa memperdulikan tawa lelaki bermata sipit itu, Kyungsoo kembali menggoreskan pensilnya di atas kertas. Beberapa menit berlalu, suara Dokyeom mengintrupsinya lagi.
"Sudah, tidak usah dikerjakan! Aku sudah mengerjakannya kemarin malam bahkan hingga selesai"
Kyungsoo benar-benar menghentikan tangannya bergerak dan memandang bingung pada Dokyeom.
"Benarkah? Bahkan kau juga sudah mengerjakan soal yang kau bilang sangat sulit ini?" Dokyeom mengangguk dengan cengiran lebarnya.
Kyungsoo merengut dan melepaskan pensil juga kacamatanya. Ia menghela nafas lagi sambil bersandar pada kursi.
"Karena kau telah membodohiku untuk kesekian kali, pesankan aku minuman!" perintah Kyungsoo yang di balas dengan anggukan semangat dari lawan bicaranya.
"Satu Cappuccino Ice dengan wafel coklat di atasnya. Jangan lama, karena aku tidak suka menunggu" ucap Dokyeom pada salah satu weiter yang baru saja meninggalkan meja mereka.
Kyungsoo tertawa setelah beberapa saat menahannya. Ia tertawa begitu lepas hingga matanya berair.
"Ya ampun, aku tidak menyangka akan punya pengagum tampan sepertimu Dokyeom" mereka tergelak bersama setelah itu.
.
.
Kai tahu dia bodoh atau mungkin sudah gila. Seharusnya ia tadi tidak membatalkan janji temu dengan teman-temannya dan malah memilih pergi ke suatu tempat. Kai mendengus dan mengganti sepatunya dengan sandal rumahan lalu berjalan gontai menuju kamarnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Kai benci untuk mengakuinya, tapi sungguh... dia khawatir sekarang. Sesekali ia melirik ke pintu depan, berharap seseorang membuka pintunya. Matanya fokus pada layar televisi, tapi pikirannya melayang-layang memikirkan satu nama yang sejak tadi mengganggu kepalanya.
Saat rasa khawatirnya makin memuncak, Kai berjalan cepat menuju dapur untuk mencari minuman di almari pendingin. Dan pada saat itu juga pintu depan terbuka. Kai melupakan niat awalnya dan berhenti di depan pintu.
Kyungsoo sedang membuka sepatu dan menggantinya dengan sandal rumahan sembari mengulas senyum kecil. Ketika dia mendongak dan menemukan Kai, senyumnya langsung hilang. Sebenarnya Kai sedikit tersinggung karena hal itu, memangnya dia tidak patut disenyumi apa?
"Dari mana saja?"
Kyungsoo mengernyit tidak suka pada Kai, ketika lelaki tan itu bertanya.
"Kau bertanya padaku?" balas Kyungsoo dingin. Ia melihat mata Kai yang tanpa lensa itu menggelap. Ia tahu Kai sedang marah.
"Ya" Kyungsoo mendengus pada Kai yang masih saja menjawabnya.
"Apa pedulimu Kim? Jika aku bilang padamu, apa kau akan mendengarkan? Memangnya ada apa kau jadi bertanya seperti tadi? Ingin marah padaku karena tidak pulang cepat dan bisa kau suruh-suruh seperti pembantu lagi?" Kyungsoo menjeda beberapa saat sebelum melanjutkan. "Hey Kim Jongin yang terhormat! Mari saling tidak mengenal satu sama lain!"
Kyungsoo segera memutus pandangannya pada Kai yang terlihat terkejut. Ia berjalan cepat menuju kamarnya, tanpa menghiraukan Kai yang sedang memandangnya penuh arti.
Dewi batinnya menatap Kyungsoo sengit dengan mata yang berkilat-kilat. Kyungsoo tahu dewi batinnya sedang marah, karena seharusnya Kyungsoo tidak mengeluarkan kata-kata seperti tadi. Tapi semua keluar begitu saja tanpa Kyungsoo sangka. Astaga, dia merasa sangat buruk malam ini.
Beralih pada Kai yang masih terdiam selepas hilangnya Kyungsoo di pintu kamar. Tak ada tatapan dingin lagi, yang ada hanya tatapan sendu yang begitu menyiratkan kesedihan.
Mari saling tidak mengenal satu sama lain!
Sebenci itu kah Kyungsoo padanya? Jika memang iya Kai akan melaksanakan kemauan Kyungsoo hingga rasa benci lelaki itu hilang, tak tersisa barang sedikit. Hanya saja...
Mampukah ia?
.
.
.
.
To Be Continued(^^/)
Replies Review
dinadokyungsoo1: makasih udh suka sama ceritanya^^ / kyunginchity : maaf TT_TT fafa kelamaan updatenya ya:3 / insooie baby : itu, kyungsoo udh ketemu seseorang:v dewa batin? Fafa mikir kalo kata dewa itu terlalu maco XD Kyungsoo kan uke,, bwahaha.. klo untuk naik rate-nya,, belom berani.-. / Kim Reon : udah lanjut=)) / kyungni sarang : udh di kasih note untuk di atas kan klo flashback sengaja gk di kasih tanda hehe,, tpi klo itu menyusahkan reader lain kali fafa bakalan kasih tanda^^ kamu bener, dewi batin itu semacam refleksi diri kyungsoo yang lain:* dan squel dari 'Because of Rahee' tunggu ya TT_TT / nnkaisoo : ayo inget2 lagi pernah baca di novel apa:D / sangjoonpark : pengen sih buat Kyungsoo bilang kya gitu, tapi liat entar deh:'D / LittleLawlie : sudah di lanjut^^ / kyungsoonia : hubungan kai sama kyung? Rahasia:v bakalan terungkap seiring berjalannya ff ya hehe.. / kimsoo : maaf gk bisa fast update=(( / tarifebrianti : sudah next :D / mimimee4962 : makasih sudah mau nunggu :") / Guest : Huaaaa,, fafa kelamaan ya? / sehunboo17 : yahhh sepertinya bkln 2/3 chp aja^^ / DO'ssmile : nah bisa jadi tuh, kai suka kyungsoo:v / soonini : sudah next:D / .1 : ini sudah lanjuuuutt^^ / dokyung : sudah lanjut:* / taufikunn9 : sudah next :3 / kim gongju : iya-in ga ya.. iya-in ga ya(?) :V
Haloha,, i'am back:") gimana? Makin gaje kan huhuhu~ Ini kelamaan. Fafa tau. Tapi mau gimana lagi T_T fafa sempet kehilangan feel nulis dan itu bikin semuanya kacau dan lagi, ffn gk bisa kebuka beberapa bulan terakhir di lepy fafa :") baru aja bisa kebuka sekarang.-. oh iya,, fafa ini ngaret kalo update'-' jadi, readernim harus sabar klo nunggu update, semoga gak mengecewakan ya~ see u:*
