Lien, Log In.
Unmei/運命
Chapter 2: Great News for the School
-continue-
'cklek' bunyi kenop pintu rumah Rias. Rias masuk ke dalam rumahnya.
"Tadaima!" Ucap Rias dan melihat seorang wanita langsung berlari ke arahnya.
"Rias, kenapa jam segini baru pulang!" Tukas wanita itu sambil memeluk Rias. Rias yang melihat itu membalas pelukan wanita itu
"Maaf, okaa-sama." Ucap Rias meminta maaf. Wanita itu ternyata adalah ibunya.
"Kan aku sudah memberitahu okaa-sama kalau aku menginap di rumah temanku." Lanjut Rias.
"Tapi kenapa memberitahunya tengah malam? Okaa-sama khawatir terjadi apa-apa padamu!" Tukas ibu Rias.
"Aku lupa hehe." Jawab Rias dengan nada tidak bersalah. Kemudian ibunya melepaskan pelukannya.
"Ya sudah aku mau mandi dulu ya." Ujar Rias. 'pasti dingin mandi jam segini, tapi kenapa Naruto-kun tahan ya? Mungkin karena dia laki-laki' batin Rias sambil menuju ke kamar mandi.
-skip time- [napa? mau liat adegan mandinya? bayangin aja sendiri.]
Setelah Rias selesai mandi dan memakai seragamnya, dia melihat ke arah jam dinding yang menunjukan angka 04:37.
'gerbang sekolah pasti belum dibuka' batinnya. Kemudian dia menuju ke ruang keluarga dan menonton TV.
-skip time-
Setelah menonton TV yang isinya hanya berita. Dia melihat ke arah jam dinding yang menunjukan angka 05:55. Dia pun mematikan Tv-nya dan menuju ke ruang makan untuk sarapan.
-skip time lagi-
Setelah sarapan dia melihat jam menunjukkan angka 06:14.
Dia pun mengambil jaketnya karena masih pagi dan pagi itu dingin sekali dan mengambil tasnya.
Setelah memakai sepatu, dia menuju ke arah pintu rumahnya dan membukanya.
'cklek' bunyi kenop pintu.
"Ittekimasu~!" Ucap Rias dengan nada tinggi.
"Itterasshai~!" Terdengar suara ibunya dari dapur dan dia meninggalkan rumahnya.
-skip time-
Rias pun sampai di gerbang sekolah dan baru setengah dari murid yang datang.
Sebagian besar adalah murid kelas 2-1. Karena murid-murid kelas 2-1 terkenal dengan kedisiplinannya.
Saat dia berjalan ke gerbang sekolah, ia melihat pemuda bersurai kuning sedang berjalan santai menuju gerbang sekolah.
"Naruto-kun!" Merasa namanya dipanggil dia mengalihkan pandangannya menuju sumber suara. Dia melihat seorang gadis bersurai merah sedang berlari-lari kecil menuju ke arahnya.
"Oh, Rias." Balas Naruto datar.
Saat berlari menuju Naruto, rias tersandung batu kecil yang membuatnya oleng ke depan. Naruto menangkap tangan Rias dengan satu tangan dan Rias pun tidak jadi jatuh.
"Hati-hati kalau jalan." Ucap Naruto.
"Hehe, maaf-maaf." Balas Rias.
"Mau ke kelas bareng?" Tanya Rias
"Kan kita beda kelas." Jawab Naruto.
"Kan kelas kita bersebelahan." Balas Rias.
[A/N: Kelas tahun kedua berada di lantai 3. Lantai 4 untuk kelas tahun pertama, dan lantai 2 untuk kelas tahun ketiga. Dan lantai 1 untuk kantin, ruang guru perpustakaan, dll.]
"Ya sudahlah, ayo." Ucap Naruto sambil berjalan meninggalkan Rias yang masih diam di tempat.
"Ah! Tunggu aku!" Tukas Rias.
-change scene-
In the classroom 2-1
Terlihat seorang pemuda bersurai hitam pantat ayam sedang melihat ke luar jendela.
Dia melihat seorang pemuda bersurai kuning jabrik sedang berjalan bersama gadis bersurai merah darah.
"Hoy, Shikamaru, coba kesini sebentar!" Ujar si pantat ayam sambil melambaikan tangannya ke atas dan ke bawah ke arah pemuda berambut nanas.
Merasa dipanggil, dia hanya berjalan menuju ke arah si pantat ayam.
"Memangnya kenapa, Sasuke?" Tanya pemuda yang bernama Shikamaru itu.
"Sudahlah, cepat!" Tukas pemuda yang bernama Sasuke itu. Lalu Shikamaru mempercepat langkahnya.
"Memangnya ada apa sih!?" Tanya Shikamaru
"Itu." Jawab Sasuke singkat dengan menunjuk ke arah dua orang yang sedang berjalan.
"Hah?" Kemudian Shikamaru melihat ke arah yang ditunjuk Sasuke. Dan melihat pemuda kuning jabrik sedang berjalan bersama gadis merah darah.
"HAAH!?" Shikamaru yang melihat itu tidak percaya.
"NARUTO PUNYA PACAR!?" Teriak Shikamaru dengan OOCnya dan murid murid yang mendengar itu langsung mengalihkan pandangan ke arah Shikamaru.
"Eh.. maaf-maaf." Shikamaru yang merasa diperhatikan oleh teman- temannya langsung meminta maaf dan murid-murid itu melanjutkan pekerjaannya masing-masing.
"Naruto punya pacar?" Tanya Shikamaru dengan nada pelan.
"Mungkin." Jawab Sasuke singkat.
"Yosh! Ini berita besar!" Semangat Shikamaru dengan OOCnya. Karena yang murid-murid tau, Naruto tidak pernah menerima satupun gadis yang menembaknya.
"Hn." Balas Sasuke singkat.
-change scene-
In the classroom 2-2
Terlihat dua gadis sedang melihat ke arah dua orang yang sedang berjalan.
"Hey Grayfia, itukan Namikaze Naruto dari kelas 2-1 kan?" Tanya gadis bersurai hitam kepada gadis bersurai perak.
"Iya." Jawab gadis yang bernama Grayfia itu.
"Mereka berdua pacaran?" Tanya si gadis surai hitam lagi.
"Entahlah, nanti kita tanyakan saja pada Rias, Akeno." Jawab Grayfia
"Ini mungkin akan jadi berita besar!" Ucap gadis yang bernama Akeno itu. Berita besar? Ya karena gadis pendiam seperti Rias, berpacaran dengan laki-laki terkenal seperti Naruto.
-change scene-
With Naruto and Rias again
Mereka terlihat sedang sedang memasukkan sepatunya ke dalam loker sepatu.
Saat Naruto membuka lokernya, terdapat banyak sekali amplop di dalam sana yang kebanyakan berwarna merah muda dan ada bentuk hatinya.
Naruto sudah tau apa isi amplop-amplop itu. Isinya adalah surat cinta.
Seperti 'Aku menyukaimu!' , 'Tolong jadian denganku' , 'Maukah kau menjadi pacarku?' dan sebagainya.
Naruto memasukkan semua amplop itu ke dalam tasnya dan tas itu penuh dengan amplop. Rias yang melihat itu sweatdrop.
'aku baru tau ternyata Naruto-kun itu terkenal' batin Rias.
Rias setiap jam istirahat hanya berada di perpustakaan, karena itu dia tidak tau siapa Naruto, dan Naruto juga tidak tau siapa Rias.
Saat mereka berjalan di lorong, banyak yang memperhatikan mereka dan membisikkan hal-hal negatif tentang mereka seperti,
'Lihat gadis itu, apa dia pacar Naruto-kun?' ,
'Aku tidak menyangka selera Naruto-kun seperti itu' ,
'Padahal aku sampai beli make up mahal supaya Naruto-kun suka denganku' ,
'Pasti si gadis itu pakai pelet' , dan sebagainya.
Rias merasa risih ditatap seperti itu. Sementara Naruto tidak peduli dan tetap berjalan menuju kelasnya.
Setelah berjalan dengan ditatap seperti itu, mereka sampai di kelas 2-2 dan Rias melambaikan tangannya ke arah Naruto.
"Sampai nanti, Naruto-kun." Ucap Rias.
"Ya, sampai nanti." Ucap Naruto dengan membalikkan tubuhnya dan berjalan ke kelasnya.
Rias pun menunggu Naruto masuk ke dalam kelasnya dan Rias juga masuk kedalam kelasnya.
-combine scene-
Class 2-1 and Class 2-2
"Itu dia! Rias!"
"Oy, Naruto!"
"Kau pacaran dengan Naruto-kun?"
"Hey, gadis itu siapa? Pacarmu?"
"Ehhh!?"
"Rias kau pakai make up apa?"
"Naruto, akhirnya kau menemukan jodohmu ya?"
"Siapa yang menembak siapa?"
"Oi dobe, sejak kapan kau tertarik dengan perempuan?"
"Apa Naruto-kun yang menembakmu?"
Dan itu terjadi sampai bel masuk pelajaran berbunyi.
Mereka semua kembali ke kursi mereka masing-masing. Dan saat pelajaran banyak yang mengirim kertas yang bertuliskan seperti
'Oi Naruto siapa nama pacarmu?' ,
'Rias, merk bedakmu apa?' ,
'Selamat ya kawan!, banyak yang menganggapmu homo karena kau belum punya pacar, tapi sekarang mereka tidak akan menganggapmu homo lagi!' ,
'Rias, apa zodiakmu?', dan sebagainya.
Tenggg... Tonggg... Tenggg... Tonggg...
Bel istirahat berbunyi. Dan mereka kembali menyerbu meja Naruto dan Rias.
"Naruto, siapa pacarmu itu? Rambutnya merah."
"Rias, kapan kalian jadian?"
Naruto menggebrak mejanya sementara Rias berdiri dari duduknya.
"Begini ya..." Ucap mereka bersamaan
"Naruto-kun itu..."
"Rias itu..."
"Bukan pacarku!" Ucap mereka bersamaan.
Dan mereka pergi keluar kelasnya dan turun ke lantai 1.
Rias sampai lebih dahulu karena kelas 2-2 yang lebih dekat dengan tangga.
Saat Naruto sampai di lantai 1, ia berniat pergi ke kantin. Tapi melihat kantin begitu ramai, ia pergi ke taman halaman belakang sekolah.
Ia melihat Rias sedang duduk di bangku taman di bawah pohon besar.
Naruto pun mendekat ke arah gadis itu.
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Naruto.
Rias yang mendengar suara, langsung mengalihkan pandangannya ke sumber suara.
"Oh... Ternyata Naruto-kun." Ucap Rias.
"Memang kau kira siapa?" Tanya Naruto.
"Aku kira teman sekelasku, mereka menanyakan hal-hal tentang kita." Jawab Rias.
"Aku juga, mereka tanya padaku, 'Naruto, siapa nama pacarmu?', atau 'Naruto, akhirnya kau menemukan jodohmu ya?', seperti itu." Balas Naruto.
Rias yang mendengar hal itu, wajahnya langsung memerah.
Naruto yang melihat wajah Rias memerah, menaruh tangannya di dahi Rias.
"Kau tidak apa-apa? Wajahmu memerah, Apa kau demam?" Tanya Naruto.
Rias semakin memerah dan mengeluarkan uap dari telinganya.
"Apa kau mau ku antar ke uks?" Tawar Naruto sambil menarik tangannya kembali.
"Ti-tidak, tidak usah." Jawab Rias yang berusaha menenangkan dirinya sendiri.
"Na-naruto-kun."
"Ada apa?"
Tenggg... Tonggg... Tenggg... Tonggg...
Bunyi bel masuk pelajaran.
"Ah.. maaf Rias, lain kali saja ya.." Ucap Naruto sambil berlari menuju tangga dan meninggalkan Rias.
"Hey kamu! Apa yang kamu lakukan di sana? Sudah bel masuk, apa kau tidak dengar!?" Tegur seorang guru yang melihat Rias sedang duduk di bangku taman.
"Ah.. I-iya aku akan ke kelas." Ucap Rias kepada guru itu.
Rias langsung menuju ke tangga dan naik ke lantai 3 dan masuk ke kelasnya.
-skip time-
Tenggg... Tonggg... Tenggg... Tonggg...
Bunyi bel pulang sekolah.
Rias pun mengambil tasnya dan keluar dari kelasnya dan menuju lantai 1.
Saat di tangga Rias mendengar suara dua orang yang sedang berbicara.
'suara ini... Naruto-kun?' batinnya 'dia berbicara dengan siapa?' lanjut batinnya.
"KAU!! JANGAN DEKATI RIAS LAGI!!" Tukas seseorang dengan nada mengancam.
"Aku tidak mendekatinya, aku hanya temannya." Ucap seseorang yang Rias kenal, yaitu Naruto.
"KAU, POKOKNYA JANGAN DEKAT-DEKAT RIAS LAGI!! ATAU AKAN KU BUNUH KAU!" Ancam orang itu.
"Heeh~ bunuh? Kau mau membunuhku? Coba saja." Balas Naruto dengan nada meremehkan.
"KAU!! JANGAN MAIN-MAIN DENGANKU!" Teriak orang itu sambil menarik kerah baju Naruto dan melesatkan tinjunya ke wajah Naruto.
Naruto mengambil sesuatu dari kantongnya.
Dan yang diambil naruto adalah pisau tajam yang berbentuk seperti kunai.
Naruto menarik pisau itu ke depan wajahnya dengan posisi horizontal.
'zepp'. Orang tadi yang ingin meninju wajah Naruto malah meninju pisau dan membuat pisau itu menembus jari orang itu.
"Seharusnya itu perkataanku." Balas Naruto dengan dingin. Dan orang itu langsung terjatuh.
"AAARRGGHHH!!!" Teriak orang itu sambil mencoba mengeluarkan pisau itu.
"AAAAAAARRRGGGHHHG!!!!" Orang itu yang mencoba mengeluarkan pisau itu malah tambah kesakitan.
Naruto yang melihat itu berjongkok dan tertawa kecil.
"Heh, bagaimana?~ Sakit kan?~" Tanya Naruto sambil tersenyum seperti psikopat.
Lalu dia memegang pisau itu dan mencabutnya dengan paksa dan cepat.
"AAAAAAAAARRRRRRGGGGGHHHH!!!!!". Teriak orang itu.
"AWAS KAU-ARRGGGHHH!! LAIN KALI AKAN-ARRGGHH!! KUBALAS KAU!!" Teriak orang itu sambil mencoba berdiri dan pergi dari sekolah dengan tertatih-tatih.
"Jangan bilang siapa-siapa ya~." Kata Naruto kepada orang itu.
"Tulang jari tengah, telunjuk, manis patah, penyembuhan paling cepat 5 minggu, kemungkinan jari masih bisa digerakkan 37,3%, cukup besar." Gumam Naruto.
'dug' bunyi sepatu Rias.
Naruto yang menyadari itu langsung melirik ke sumber suara.
"Siapa di sana!?" Tanya Naruto.
"A-aku, Naruto-kun.." Rias berkata dengan pelan.
"Rias, sejak kapan kamu berada di situ?" Tanya Naruto curiga.
"Tenang, Naruto-kun, aku tidak akan memberitahu yang lain, jadi.. tenang saja..." Jawab Rias.
"Haaah~~ " Naruto menghela nafas.
"Na-naruto-kun"
"Hmm?~"
"Ta-tadi itu siapa?"
"Ohh... Dia itu..."
-to be continued-
A/N
Halo Reader-san! Gimana bagus gak chapter 2?
Menarik kah ceritanya?
Apa Reader-san suka?
Dan untuk para Haters-san sekalian, jika gak suka, gak usah dibaca.
Gimana Reader-san udah nonton belum film 'Sherlock Holmes'nya? Jangan lupa nonton ya! Film itu bagus banget.
Dan kalau Reader-san yang ingin kasih saran gimana cerita kedepannya tinggal PM.
Jangan lewat email ya.
Dan coba tebak, siapa orang yang mengancam Naruto tadi?
Saya akan update setiap hari [kalau memungkinkan].
Dan katanya film 'Sherlock Holmes 3' akan rilis tanggal 25 Desember 2020! Semoga semuanya bisa nonton yak! Saya pamit!
See you in the next chapter and bye bye.
Terimakasih.
Lien, Log Out.
