Memory

[Chapter 2]

Casts :

Lee Sungmin

Cho Kyuhyun

And other casts

Rated : T

Disclaimer :

FF ini sepenuhnya milik author yg miskin ide.

All casts belong to God, their family, SMEnt & ELF

BUT,

I hope KyuMin is mine XD

Warning :

Gender Switch, OOC, typos, out of EYD, abal

KyuMin as always ^^

HAPPY READING ^0^

.

.

.

Kyuhyun

Aku memandang langit-langit kamarku. Pikiranku melayang pada Sungmin yang sudah kembali. Aku tahu ia lupa ingatan. Aku tahu ia tidak akan mengenaliku. Tapi justru aku merasakan sakit dan rasa bersalahku kembali muncul. Justru semakin parah.

Karena aku Sungmin tak bisa mengingat apapun. Bahkan keluarganya sekalipun. Aku bodoh. Bagaimana mungkin aku melakukan hal ini pada yeoja yang kucintai?

Kau sungguh bodoh, Cho Kyuhyun.

Sekarang aku berpikir. Apa yang harus kulakukan? Apa yang bisa kulakukan? Apakah aku harus membawa kembali ingatannya atau justru membiarkannya menjalani kehidupannya tanpa mengingat masa lalunya?

Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa.

.

.

.

Sungmin melangkah masuk ke kelasnya. Ia belum menemukan Ryeowook di meja sampingnya.

Mungkin Ryeowook belum datang, pikirnya.

Namun sampai jam istirahat ternyata yeoja itu tak menampakkan dirinya di kelas. Sungmin sudah mencoba menghubungi ponsel yeoja itu, tapi tidak ada jawaban sama sekali.

"Menelepon siapa?"

Sungmin terlonjak dan menoleh ke sebelahnya, Ia mendapati sunbae-nya– Siwon sudah duduk di kursi Ryeowook.

"Mwo?" balas Sungmin.

"Menelepon siapa?" ulang Siwon.

"Oh.. Aku sedang menelepon Ryeowook. Hari ini ia tidak masuk…" jawabnya.

"Mungkin Ryeowook sakit…" kata Siwon berpendapat.

"Itulah yang kukhawatirkan, bagaimana jika dia sakit? Setidaknya aku harus menjenguknya…"

"Tidak perlu, toh Ryeowook sudah punya kekasih…"

"Benarkah?"

"Hmm!" jawab Siwon mantap sambil mengangguk. "Kau tidak tahu?"

"Ani…" jawab Sungmin sambil menggeleng.

"Aisshhh…"

"Dia tidak pernah mengatakan apa-apa padaku…" gumam Sungmin. Siwon terseyum.

"Tanyakan saja padanya, aku tidak punya wewenang mengatakan apapun disini…" jawab Siwon.

.

.

.

Gerimis.

Yeoja itu turun dari mobilnya dan menghampiri sepasang namja dan yeoja yang tengah berpelukan. Yeoja itu berhenti di samping namja dan yeoja itu. Terdiam disana. Hingga akhirnya yeoja yang sedang berpelukan itu tersentak dan dengan cepat melepaskan pelukan si namja.

.

Sungmin

Aku terduduk. Mimpi itu… Kenapa aku memimpikan hal yang aneh? Aku seperti mengenal kejadian itu. aku seperti tidak asing dengan kejadian itu. Aku yakin suasana dan tempatnya tidak asing bagiku.

Tapi apa? Aku tidak ingat apapun. Aku tidak ingat dimana tempat itu. Aku tidak ingat apapun.

"Arrgghh" desahku frustasi.

Aku kembali merebahkan tubuhku. Jam baru menunjukkan jam 2 pagi. Aku mencoba kembali pada tidur nyenyakku. Tapi apa daya, bahkan sampai lewat jam 3 aku belum bisa kembali terlelap.

.

.

.

"Aigoo, Sungmin-ah! Ada apa denganmu?"

Yeoja itu– Sungmin, tidak menanggapi dan hanya duduk di kursinya lalu meletakkan kepalanya di atas meja.

"Sungmin-ah… Ada apa denganmu? Kau sakit, eoh?"

Sungmin hanya menggeleng.

"Lalu ada apa?"

"Aku hanya tidur 3 jam, Wookie… Biarkan aku tidur sebentar…" kata Sungmin tanpa membuka matanya.

.

Jam istirahat barulah Sungmin sudah terlihat membaik. Yeoja itu tertidur sepanjang pelajaran berlangsung. Untungnya, tidak ada guru yang mengetahui aksi tidur yeoja itu.

"Sungmin-ah, kau sudah baikan?" tanya Ryeowook yang baru saja dari kantin, membeli dua minuman untuknya dan Sungmin.

"Ne…" jawab Sungmin sambil mengambil sebotol teh melati yang diberikan Ryeowook.

"Jadi, katakan padaku… Apa ada masalah?" tanya Ryeowook lagi.

"Ani… Aku bermimpi aneh semalam…"

"Mimpi apa?"

"Hah~" Sungmin menghela napas. Terlihat enggan menceritakan mimpinya. Tapi siapa tahu ini mengenai masa lalunya dan Ryeowook tahu hal itu.

"Kau tidak mau bercerita?" tanya Ryeowook yang melihat Sungmin tidak melanjutkan jawabannya.

"Wookie… Apa kau tahu semua masa laluku?"

Ryeowook terdiam sejenak.

"Tidak semua.." jawabnya.

"Gerimis. Aku melihat ada seorang yeoja yang menghampiri dua orang yang sedang berpelukan, tapi yeoja itu hanya terdiam. Hingga akhirnya yeoja yang berpelukan itu kaget dan melepaskan pelukan si namja dengan kasar."

"Mwo?"

"Itu mimpiku…"

Ryeowook tidak berkomentar untuk beberapa saat. Sungmin pun tak acuh dengan tanggapan Ryeowook. Ia masih berpikir mengapa mimpi aneh itu tiba-tiba datang padanya?

"Kenapa kau bilang mimpi itu aneh?" tanya Ryeowook akhirnya.

"Karena aku merasa tidak asing dengan semuanya. Suasana, tempat, dan orang-orang yang ada disana…"

"Lupakan saja, toh itu hanya mimpi 'kan?"

"Entahlah, Wookie…" jawab Sungmin.

.

.

.

"Bagaimana keadaan Sungmin? Dia baik-baik saja 'kan?"

"Hmm! Hanya saja ia baru saja memimpikan kejadian itu…"

"Hah~" orang itu menghela napas. "Aku harus membuat Sungmin kembali…"

"Hah~" orang di seberang telepon ikut menghela napas. "Kurasa itu bukan ide yang buruk…"

.

.

.

Sungmin

Aku turun dari mobil Siwon. Kami memasuki sebuah café favorit Siwon. Menurutnya, dulu aku dan dia sering mengunjungi café ini hanya untuk mengobrol. Tapi, kenapa aku tidak merasa familiar dengan tempat ini?

"Sungmin-ah…"

"Wae, Kyu?"

Kyu? Well, apa yang kupikirkan?

Siwon menatapku aneh. Tatapan yang tadinya lembut kini berubah dingin. Mata itu tajam mengintimidasiku.

"Maksudku, Siwon-ah…" kataku cepat dan takut-takut.

"Apa yang sedang kau pikirkan?"

"Eeehhh, tidak ada…"

"Benarkah? Bahkan saat aku menanyaimu ingin memesan apa, kau tidak merespon sama sekali…" katanya dingin.

"Jinjja? Mianhae, Siwon-ah…"

Ia menghela napas.

"Sudahlah, tak apa… Aku sudah memesan iced coffee dan Americano coffee…"

"Oh ne… Gomawo…"

Siwon hanya tersenyum. Aku ikut tersenyum tipis. Aku merasa sedikit bersalah padanya. Sepertinya aku menghancurkan mood-nya malam ini.

"Oh, itu Ryeowook dan Kyuhyun sunbae!" kataku ketika melihat mereka memasuki café ini.

"Wookie!" panggilku.

.

Ryeowook menoleh, dan melihat Sungmin melambai-lambaikan tangannya. Ryeowook melihat ke seberang Sungmin dan mendapati Siwon disana.

"Eotteohke?" tanya Ryeowook pada Kyuhyun.

"Gwaenchana… Kajja!"

Akhirnya Ryeowook dan Kyuhyun berjalan mendekati Sungmin dan Siwon.

"Annyeong Sungmin-ah, Siwon oppa…" sapa Ryeowook.

"Annyeong, Sungmin-ah, Siwon-ah…" sapa Kyuhyun.

"Ne, annyeong…" balas Sungmin. "Kalian hanya berdua? Bergabunglah dengan kami…" lanjut Sungmin.

"A-ah… Gwaenchana, Sungmin-ah, kami duduk di tempat lain saja…" tolak Ryeowook halus.

"Waeyo?"

"Kami tidak ingin mengganggu kalian…" jawab Kyuhyun sambil melirik Siwon dan penekanan pada kata 'mengganggu'.

"Mwo? Tidak, sunbae… Tidak akan mengganggu sama sekali… Duduklah…" balas Sungmin.

"Sungmin-ah, tidakkah kau mengerti mereka sedang ingin kencan?" kata Siwon dengan tekanan pada kata 'kencan'.

"Benarkah kalian berkencan?"

"A-ani… Tidak, tidak… Kami tidak berkencan!" bantah Ryeowook.

Krek. Kyuhyun menarik sebuah kursi dan duduk disana. Di antara Sungmin dan Siwon.

"Duduklah, Ryeowook-ah…" perintah Kyuhyun. Ryeowook menurut dan duduk di seberang Kyuhyun.

"Kau ingin pesan apa, Ryeowook-ah?" tanya Kyuhyun sambil membuka buku menu.

"Vanilla latte dan strawberry pancake." jawab Ryeowook.

"Baiklah… Dua vanilla latte dan strawberry pancake." kata Kyuhyun pada pelayan café.

"Kau memesan vanilla latte? Bukankah kau lebih suka hot chocolate?"

.

.

.

TBC

.

.

.

how? apakah ini termasuk update cepat? kkk~

well, GOMAWO yg udah review sebelumnya, maaf gak bisa bales satu-satu hihi

dan semoga amal ibadahmu diterima oleh-Nya (?)

review again pleaseeee :)

see ya next chap ;333