Rated : T

Genre : Romance, school-life

Pairing : SiBum for this chapter

Warn : GS!for uke, gaje, typo(s) de elel

DON'T LIKE, DON'T READ

Summary : Di SM Senior High School terdapat sebuah klub fotografi. Di klub tersebut ada sebuah klub rahasia. Klub pemuja para siswa keren berkacamata! Di sini, mereka mengumpulkan para 'Kaisar Berkacamata'. Misterius, dingin, baik hati, pemalu, bahkan culun. Jika berkacamata, mereka akan segera memburu fotonya!

Chapter 2 : My Fair Glasses Boy

"Tiap orang pasti punya selera unik..."

"Siwon sunbae keren, ya?"

Suatu pagi yang cerah di kota Seoul. Jam istirahat, para murid SM Senior High School bertebaran di seluruh penjuru sekolah. Di kelas 1-1, tampak beberapa orang siswi tengah asik bercengkrama.

"Iya!"

"Tapi... dia tak pintar memilih teman," Yoona mengeluh, merapikan sedikit rambutnya. "Kenapa dia akrab dengan Lee Donghae, sih?"

"Padahal..." Kibum yang tak sengaja melewati keduanya berhenti, menantikan kelanjutan ucapan Yoona. "Kalau di dekat Siwon sunbae, Donghae sunbae 'kebanting' sekali! Kacamatanya culun!"

"Itu tidak benar!" Kibum tiba-tiba menyerukan ketidaksetujuannya, membuat Yoona dan Jessica serentak menoleh ke arahnya. "Donghae sunbae lebih keren! Kacamatanya membuat dia terlihat cerdas!"

Kedua gadis itu hanya menaikkan sebelah alisnya mendengar ucapan Kibum. Gadis manis berambut pendek itupun hanya menunduk canggung kemudian memutuskan untuk pergi dari sana.

"Selera Kibum aneh, deh."

oOo

"Wah, bahaya..." Kibum menghembuskan napas lega, "Hobi rahasiaku hampir saja terbongkar. Ah~"

Gadis manis itu menghentikan langkahnya ketika benda yang dibawanya terjatuh. Ternyata, itu adalah kumpulan hasil-hasil foto yang sengaja ia selipkan di bukunya. Kibum berjongkok, mengumpulkan foto-foto yag kini berserakan di lantai.

"Ini..."

Kibum terperangah melihat foto terakhir yang justru terambil bukan oleh tangannya. Ia mendongak, dan terbelalak ketika mendapati Choi Siwon tengah melihat foto yang ada di tangannya dengan wajah tanpa ekspresi. Kyaaaa, jangan dilihat! Teriak Kibum dalam hati.

Serta-merta, gadis itu langsung merebut foto itu dari tangan Siwon. Ia segera berlari pergi setelah menggumamkan terima kasih. Sementara, Siwon hanya memandanginya dengan tatapan dingin. Tenang, dia tak melihatnya, kan?

Kim Kibum, kelas 1-1. Anggota klub fotografi.

oOo

"Maaf aku telat,"

Kim Kibum membuka pintu ruangan klub fotografi dengan cukup bersemangat. Ia mengangkat tangan kanannya dimana ia memegang beberapa lembar foto. Ia juga tersenyum sumringah.

"Ah, Kibum-iie,"

"Fotonya sudah jadi!" Kibum segera melangkah menuju meja dimana semua anggota klub sudah berkumpul. Ia meletakkan foto-fotonya di atas meja, masih dengan senyum yang terkembang di bibirnya.

"Foto Donghae yang ini keren!" Sungmin berpendapat, seraya menunjuk salah satu foto.

"Tuh kan?"

Menurut klub itu, di balik kacamatanya, sebenarnya wajah Donghae itu tampan sehingga sangat mereka puja. Donghae juga, ialah salah satu dari '4 Kaisar berkacamata' SM Senior High School.

"Wajah tampannya ada di balik kacamata ini," Kibum berbicara dengan sedikit rona merah di pipinya.

"Laki-laki memang berbeda," tambah Sungmin.

"Iya~" Ryeowook bergumam lirih. Mengingat seseorang kah?

"Si kacamata memang keren!"

oOo

Esok hari, Kibum tengah bersenandung ria di koridor menuju kelasnya. Ia juga menebar senyum dan sesekali menyapa temannya yang kebetulan bertemu. Hingga kemudian langkahnya tiba-tiba terhenti. Di depannya, sekitar tiga meter, tampak sosok pria tampan serta tinggi yang memakai kacamata tengah menatap ke arahnya. Siapa? Kok Kibum tak tahu siswa berkacamata yang satu ini?

"Pagi," sapa pemuda itu saat mereka berpapasan.

"Pa..." Tunggu! Suara ini... "Siwon sunbae?!"

"Iya?"

"Kok pakai kacamata?" Jangan-jangan dia lihat foto yang kemarin...

"Penglihatanku mulai jelek," Kibum mengangguk mendengar jawaban pemuda bermarga Choi tersebut.

"Kau suka frame seperti itu?"

"Tidak juga, sih..." Siwon menggaruk tengkuknya.

Siwon sunbae memang terlihat lebih pintar kalau memakai frame metal yang simple saja. Tapi design kacamatanya juga menunjukkan sisi santainya. Begitu kira-kira isi pikiran Kibum saat ini.

"Kibum-ah, pulang sekolah nanti... temani aku beli kacamata, ya?" Kibum seketika terbelalak mengar ajakan Siwon.

"Jangan aku, sunbae! Aku tidak paham soal kacamata."

"Biar kami yang bantu," Yoona tiba-tiba saja muncul dan menggaet tangan kanan Siwon.

"Kami ahli kok, sunbae," sambung Jessica. Siwon hanya memandang datar keduanya.

"Aku mau dengan Kim Kibum." Pemuda yang juga pewaria tunggal Hyundai Corp. itu menepis tangan Yoona. Jantung Kibum seperti berdetak makin kencang mendengar ucapan pemuda yang menghuni kelas 2-1 itu.

Kenapa... aku?

oOo

Pulang sekolah, keduanya terlihat tengah berjalan bersisian di daerah pertokoan Myeongdong.

"Eum... sunbae, kenapa harus aku?" Kibum membuka pembicaraan.

"Karena aku percaya pada penilaianmu," Siwon berucap datar, tanpa tahu apa efeknya bagi sistem syaraf di tubuh Kibum.

"Apa? Banyak yang bilang seleraku itu aneh loh, sunbae." Kibum sama sekali tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran Siwon.

"Karena Donghae itu baik. Dan kau pandai menilai orang." Siwon tertawa kecil.

Dia tertawa...

Apa dia mendengar obrolan di kelas itu? Mengingat ia tengah berada tak jauh dari kelas Kibum, dan gadis itupun berbicara dengan suara yang cukup keras.

Padahal Kibum bilang Donghae lebih keren...

Apa Siwon memang aneh?

Mereka memasuki toko kacamata. Kibum pun menjalankan tugasnya, membantu Siwon memilih kacamatanya.

Saat Siwon mencoba kacamata berwarna silver, dengan dudukan(?) yang agak tebal, Kibum berpendapat bahwa itu keren dan cocok dengan Siwon.

Saat Siwon mencoba kacamata berlensa bulat seperti kacamata milik Harry Potter(?), Kibum bilang kalau itu member kesan berbeda pada Siwon.

Saat Siwon mencoba kacamata dengan frame bermotif garis, Kibum tersenyum dan berpendapat bahwa itu modis. Astaga, tak adakah pendapatmu yang lain, Kim Kibum?

Saat Siwon mencoba kacamata berframe warna putih, Kibum bilang itu keren.

Hingga kemudian Siwon pun menemukan kacamata pilihannya. Mereka segera keluar setelah membayar kacamata tersebut. Keduanya pun tak lupa untuk mengucapkan terima kasih pada sang pemilik toko.

"Menyenangkan," Siwon bergumam seraya melepas kacamatanya. Ia menatap Kibum yang berjalan di sisi kanannya.

"Yap!" Gadis itu tersenyum sumringah. "Toko kacamata memang menyenangkan."

"Maksudku, kau yang menyenangkan.

Kibum sweatdrop. Ia salah menangkap maksud ucapan Siwon ternyata...

"Aku aneh, ya?" Kibum merasa ingin menghilang saat itu juga. Astaga... "Norak, ya?"

"Tidak," Siwon tersenyum tipis. "Ekspresimu berubah-ubah. Menurutku... kau lucu."

Efek ucapan serta senyum seorang Choi Siwon, jantung Kim Kibum seperti sedang konser rock saat ini.

oOo

Malam harinya Kibum tengah bergelung di atas ranjangnya. Hatinya berdebar-debar, peredaran darah seolah terpusat di kedua pipinya, menyebabkan rona merah yang begitu kentara di sana. Tak henti-hentinya dia tersenyum layaknya orang yang kewarasannya sudah di ambang batas akhir.

Ah, senangnya...

Aku berdebar-debar melihat kacamata Siwon sunbae,

terutama senyumnya yang terakhir. Hihi...

Kacamata...

Kedua mata Kibum yang tadinya terpejam kini membuka. Ia tampak berpikir, kemudian tiba-tiba saja mengerutkan dahinya.

"Tadi dia tak memakai kacamata!" Kibum mengubah posisinya menjadi duduk. "Tapi, mengapa aku berdebar-debar?!"

Ada yang aneh denganku...

Sepertinya aku...

oOo

"Kacamata Choi Siwon keren, ya?"

"Cocok sekali!"

Keesokan harinya, di ruang klub fotografi SM Senior High School.

"Aku yang pilihkan, loh!" Kibum mengangkat tangannya, tersenyum riang. "Bingkai logam sederhana menonjolkan kecerdasannya. Dengan sedikit aksen di pelipisnya, dan warna hijau modis di bagian dalamnya."

"Kibum memang hebat!" Jungsoo, leader klub tersebut bertepuk tangan.

"Pemotret Siwon sunbae sudah terpilih!"

"Baiklah!"

oOo

Hari berikutnya, di depan kelas 2-1. Kim Kibum sudah siap dengan kameranya, ia tersenyum ketika Siwon terlihat akan ke luar. Ya, saat itu memang tengah jam istirahat.

"Foto?" Tanya Kibum sesaat setelah Siwon keluar. Lelaki tampan itu mengangguk. Kibum pun segera mengambil beberapa foto.

"Mengapa kau langsung mau ku potret?" Kibum kembali melancarkan pertanyaam seraya mengecek hasil fotonya.

"Donghae... sudah difoto juga?" Siwon menatap Kibum seraya membetulkan letak kacamatanya.

"Donghae sunbae... iya, sudah. Kenapa?" Kibum menghentikan kegiatannya.

"Aku... cemburu."

DEG.

oOo

Donghae sunbae yang berkacamata membuatku berdebar. Tapi... sekalipun Siwon sunbae tak berkacamata, aku tetap berdebar-debar. Kalau sekarang ku katakan Siwon sunbae lebih keren, dia marah atau tidak, ya?

"Kibum-iie curang!"

Kim Kibum segera menutup lokernya begitu mendengar suara panggilan di belakangnya. Ia menoleh dan menemukan Yoona dan Jessica tengah menatap agak sengit padanya.

"Kau bilang Donghae sunbae lebih keren, tapi pergi berdua dengan Siwon sunbae." Jessica membuka suara, diiringi anggukan tanda persetujuan dari Yoona.

"Kau bohong, ya?"

"Tidak!" Kibum membantah. Ia menatap ujung sepatunya. "Memang... Donghae sunbae..." Waktu itu aku memang berpikir begitu...

"Kalau begitu, tembak saja Donghae sunbae! Kami bantu, deh!"

"Hah?!"

"Ah, Siwon sunbae!" Kibum terbelalak dan menolehkan kepalanya ke belakang. Dan memang benar, seorang Choi Siwon tengah berdiri di sana seraya memanggul tas hitam miliknya. Ia menatao Kibum dengan tatapan datar.

"Kata Kibum-iie, dia mau menembak(?) Donghae sunbae."

"Oh." Hanya satu kata, kemudian Siwon berlalu melewati gadis-gadis itu tanpa sekalipun menoleh kembali. Yoona dan Jessica pun pergi tak lama setelahnya.

Aku sudah tahu tapi... Sudah ku duga...

"Ah..." Tiba-tiba saja Donghae muncul di arah yang sama dengan arah datangnya Siwon. "Kata teman-teman, kau mau bicara denganku."

"Eh, itu... salah paham, sunbae." Kibum menggelengkan kepalanya.

"Oh," Donghae mengangguk mengerti. "Tadi kau dikerumuni para siswi, kan? Siwon menghampiri kalian karena mengkhawatirkanmu."

Jadi tadi... dia mengkhawatirkanku?

"Donghae sunbae, aku minta tolong!"

oOo

"Bagaimana?" Yoona dan Jessica menghampiri Kibum yang tengah menyendiri di atap gedung sekolah. "Kau sudah menembak Donghae sunbae?"

Aku baru mau mengatakannya," Kibum menarik napas pelan. "Aku menyukai Choi Siwon."

"APA?!"

PLAKKK!

BLAM!

Cklek(?)

"Siwon sunbae? Kok di sini?" Kibum menoleh mendengar suara pintu dibuka kembali.

"Donghae menyuruhku menunggumu di kelas karena kau mau bicara. Tapi... kemudian ia justru menyuruhku ke atap. Jadi aku kemari."

Kibum mengangguk mengerti. Tapi kemudian tatapan Siwon menajam, ia melangkah lebih dekat ke arah Kibum, kemudian menyentuhkan tangannya ke pipi Kibum yang tampak memerah. Kibum tercenung.

"Pipimu merah, dipukul orang, ya?"

"Tenang, sudah ku balas kok." ucap Kibum seraya tersenyum. Pipinya tambah memerah karena merona. Astaga, jangan sampai Siwon sunbae mendengar suara detak jantungku yang entah mengapa menjadi begitu cepat...

Gadis itu tetap terdiam saat Siwon mengarahkan jemari indahnya pada bibir kissable milik gadia bermarga Kim itu. Jantungnya seolah sudah menggelinding entah kemana. Mungkin jatuh ke bawah kemudian dilindas kendaraan...

Tangan Choi Siwon yang lembut membuat airmataku menetes entah mengapa...

"Siwon sunbae," Kibum merangsek dalam dekapan lelaki dengan tinggi 183 sentimeter itu. "Aku..."

Ucapan Kibum terhenti tatkala tiba-tiba Siwon mengangkat tubuhnya layaknya tengah memanggul karung beras(?).

"Ayo ke ruang UKS," Jantung Kibum kembali berulah.

Padahal aku kan tak terluka. Aku benar-benar tak mengerti pikiran Siwon sunbae.

"Aku berkacamata karena tertarik padamu," Siwon berucap seraya melangkahkan kakinya, hendak beranjak dari sana dengan Kibum di bahunya. "Dan aku marah karena kau mau menembak (readers : gaada kata lain apa thor? *diinjek *abaikan) Donghae."

"Kau bohong! Tadi kau tenang tenang saja, tuh!" Kibum menoleh, kemudian termenung saat mendapati telinga lelaki bermarga Choi itu memerah.

"Jangan lihat kemari!"

"Siwon sunbae... bolehkah aku menyukaimu?"

"Boleh." Kibum tersenyum mendengar balasan Siwon. "Asal bukan karena kacamata." E-eh?

"Bukan karena kacamata, kok."

"Bagus," Siwon diam-diam menyeringai. "Karena aku mau pakai lensa kontak."

"Tidak boleh!"

"Loh, kok?!"

END for this chapter.

haloooooooo *heboh

maaf lama banget ya lanjutannya, saya sibuk x_x *diinjek

ini SiBum .-. maaf ya yg minta HaeHyuk atau KyuMin, liat aja chapter depan *ditabok .-.

balasan review :::

hyuknie411 : selama apa? O_O ini SiBum ya, HaeHyuknya kapan-kapan *plakkk* ini udah update, thanks for review ^^

.1 : iya.-. HaeHyuk mungkin chapter selanjutnya, duh dikasih puppy eyes, sabar ya.-. thanks for review ^^

heldamagnae : inu udah lanjut ya, thanks for review ^^

auliaJC : hiyaaaa apaan itu titik dua bintang? yesung milikku! *ditabok Ryeong ._. ini udah lanjut ya, thanks for review ^^

Ratu KyuHae : jangan ngomongin tinggi badan duh *ceritanya malu/? .-. ini udah update, thanks for review^^

LS-snowie : aku malah gatau kalo ini udah ada yg remake ._.v thanks for support and review ya^^

GabyGaluh : nah ini ada juga yg ngarepin SiBum, udah dikabulkan/? ya, selamat membaca^^ thanks for review^^

lvoeparsdise : syukur kalo menarik.-. haehyuknya belom ya, thanks for review^^

keroro. : iya, aku langsung suka pas baca beberapa halaman pertama malah/? *-* ini SiBum ya.-. thanka for review^^

Guest : gak tau ya, mungkin ff author lain yg remake komik yg sama? thanks for review^^

143 is 137 : ini udah lanjut ya, ehehe.-. devil in white robe terakhir yo.-. thanks for review^^

Baek Ji Hye : hai bebz.-. gak telat kok^^ ini... apa gue doang ye yg belom baca yg laen? doh kudet :' /? suka2 gue yes mau aegyo kapanpun :p *ditabok* ini udah lanjut, thanks for review^^

yeye : ini emang dari komik jepang.-. thanks for review^^

PaboGirl : mungkin karna ini remake komik jadi ada ff yg sama.-. thanks for review^^

asdfghjkyu : ketua osis? kayanya nggak deh.-. aliando aja kalah dari yesong, ya gak Ryeong? *plakk.-. KyuMinnya nanti ya, thanks for review^^

Anik0405 : bisa dibilang seperti itu, coba tanya sama yg bersangkutan *plak.-. thanks for review ^^

oiya, selamat hari raya idul fitri 1435 H bagi yg merayakan, mohon maaf lahir batin ya *bow

last, mind to give me a review(s)? ^^