Banyak saran yang mengatakan agar jangan membuat para wanita langsung jatuh hati begitu saja pada Naruto. Saya memang tidak akan membuat para wanita langsung jatuh hati pada Naruto, terkecuali untuk Rias, Akeno, dan Koneko yang sudah lama mengenal Naruto(tentunya ada alasannya). Jadi jangan khawatir para wanita itu akan langsung jatuh hati pada Naruto, nanti pasti akan ada prosesnya. Dan bagi para reader yang mengira Naruto adalah iblis murni silakan baca dulu ceritanya, jangan asal meninggalkan flame atau kritik jika kalian hanya melihat fic ini dari summarynya saja.. atau memang kalian kurang begitu teliti membaca fic ini?
Tittle : Story
Disclaimer : i don't own Naruto and High School DxD
...
..Enjoy the Story..
...
Naruto Phenex. Itu adalah nama Iblis setengah manusia yang saat ini sedang ramai di perbincangkan dikalangan para Iblis. Nama Naruto mulai menjadi perbincangan sejak dia berani mengacau di pesta pertunangan Rias Gremory yang merupakan adik dari Maou Lucifer dan menantang Riser Phenex dalam pertarungan yang akhirnya Naruto keluar menjadi pemenangnya dan membatalkan acara pertunangan tersebut. Dan belum lagi fakta bahwa Naruto yang merupakan putra dari salah satu pahlawan Dunia Bawah dan juga salah Iblis yang termasuk dalam katagori Super Devil, Minato Phenex mulai terungkap dan membuat beberapa Iblis menseganinya.
Tapi lepas dari semua berita tersebut Iblis setengah manusia tersebut yang namanya tengah menjadi perbincangan sekarang terlihat berada di salah satu kamar di istana Gremory, dia saat ini sedang duduk di bingkai jendela kamar yang ditempatinya selama berada di istana Gremory dan menatap kearah langit ungu khas Dunia Bawah. Dia menjadi teringat saat dia pertama kali mengunjungi istana Gremory bersama ayahnya dan bertemu dengan Rias.
FlashBack
Seorang anak kecil yang terlihat berumur tidak lebih dari enam tahun terlihat sedang berada di sebuah Training Ground dan terlihat sedang berlatih. Anak tersebut adalah Naruto Phenex yang tengah berlatih untuk mengontrol api miliknya yang berwarna emas. Ya. Dia memliki api baru yang tidak pernah dimiliki oleh para anggota keluarga Phenex lainnya sebelumnya, bahkan api ayahnya saja yang termasuk Iblis dalam kategori Super Devil hanya berwarna kuning tidak emas seperti miliknya.
"Naruto-kun.."
Mendengar suara ayahnya memanggil dirinya Naruto segera menghentikan kegiatan berlatihnya dan berlari kecil menuju kearah ayahnya yang sudah menunggunya dengan pakaian rapi yang merupakan setelan tuxedo dengan warna putih. Naruto sempat mengangkat sebelah alisnya heran saat melihat ayahnya mengenakan pakaian rapi.
"Kau mau kemana tou-chan?" Naruto yang melihat ayahnya mengenakan pakaian rapi tentu saja tidak bisa untuk tidak bertanya. Biasanya ayahnya hanya mengenakan pakaian rapi itu untuk menghandiri sebuah acara-acara besar atau sekedar mengunjungi teman-temannya, dan jika ayahnya ingin mengunjungi temannya lagi maka dia harus ikut bersamanya.
"Kita akan mengunjungi keluarga Gremory hari ini, jadi sana ganti bajumu."
"Mou.. aku tidak mau ikut, aku ingin disini saja tou-chan."
Minato hanya tersenyum melihat tingkah Naruto yang saat ini tengah cemberut sambil mengembungkan kedua pipinya. Dia tau anaknya sangat imut, bentuk wajah Naruto memang lebih mirip ibunya dari pada dia sendiri. Bahkan sifat Naruto juga memiliki kesamaan seperti ibunya. Dan itulah yang membuat Minato serasa melihat mendiang istrinya didiri Naruto.
"Tou-chan..!"
Minato kembali tersadar dari pemikirannya saat Naruto berteriak sambil melompat untuk mengibaskan tangannya dihadapan wajah Minato agar Minato tersadar dari pemikirannya. Melihat hal itu Minato hanya tersenyum dan membawa tangan kanannya untuk mengacak-acak rambut Naruto yang mirip seperti dirinya.
"Memangnya kenapa Naruto-kun, aku ingin mengenalkanmu kepada salah satu sahabatku sekaligus Maou Lucifer lho."
"Meh.. aku tidak mau, terakhir kali kau juga bilang begitu untuk mengajakku mengunjungi sahabatmu yang merupakan Maou Leviathan."
Minato hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Naruto barusan. Tentu dia masih ingat saat dia mengajak Naruto untuk menemui Serafall, Naruto hampir saja mati kehabisan nafas karena Serafall yang memeluknya dengan erat sambil mengatakan sesuatu tentang 'Naru-chan.. kau sangat imut.'
"Ayolah Naruto-kun.. aku jamin kali ini pasti tidak akan seperti saat kita mengunjungi Serafall."
"Meh.."
Minato hanya bisa menggaruk belakang kepalanya melihat Naruto yang sudah memalingkan wajahnya. Sepertinya Naruto masih marah kepadanya karena membiarkan Serafall memeluknya sampai hampir membuat Naruto kehabisan nafas.
"Baiklah jika kau mau ikut aku pergi ke Istana Gremory aku akan menyuruh Kakashi untuk membelikan Ramen untukmu selama satu bulan, bagaimana?"
Minato tersenyum saat melihat Naruto yang sepertinya tengah mempertimbangkan tawarannya tadi. Dia tau Ramen adalah makanan kesukaan Naruto, dan itu merupakan hal yang sama Kushina cintai.
"Dua bulan."
"Hmm?"
"Dua bulan atau tidak sama sekali."
Minato hanya tersenyum mendengar ucapan Naruto barusan. Sepertinya kemampuan politik Naruto sudah mulai terlihat, dan Minato yakin kelak Naruto akan memiliki kemampuan politik yang hebat bahkan melebihi dirinya. Sebenarnya dibandingkan menyebut kemampuan politik lebih cocok untuk menyebutnya kemampuan memeras.
"Baiklah, kita sepakat."
Mendengar ucapan Minato barusan Naruto tersenyum senang dan segera melesat menuju kamarnya untuk mengganti bajunya. Ini adalah hari yang paling menyenangkan untuk seorang Naruto Phenex.
xxxxx
Oke. Hari ini adalah hari paling membosankan untuk Naruto. Sejak dirinya dan ayahnya sampai di istana Gremory mereka berdua langsung disambut oleh Sizerchs, Lord Gremory, Lady Gremory, dan anak termuda Lord Gremory dan Lady Gremory yang Naruto akhirnya ketahui namanya adalah Rias Gremory. Setelah acara perkenalan diri antara Naruto dan Rias akhirnya para Iblis dewasa disana mulai membicarakan sesuatu yang hampir Naruto sama sekali tidak mengerti.
Dan disinilah sekarang Naruto berada. Di ruang tamu istana Gremory dan tengah duduk bersama ayahnya yang terlihat sedang membicarakan sesuatu yang serius dengan Sizerchs dan Lord Gremory. Dirinya sekarang sangatlah bosan karena tidak bisa melakukan apa-apa.
Sedangkan disisi lain Lady Gremory atau Valena Gremory yang melihat ekspresi Naruto yang terlihat bosan hanya tersenyum, dia segera menatap kearah anaknya yang paling muda yaitu Rias. Dan Rias yang ditatap oleh ibunya hanya memberikan pandangan bingung.
"Ne Rias-chan.. bagaimana kalau kau mengajak Naruto-kun untuk bermain hm..?" Valena mengucapkan hal tersebut sambil tersenyum. Rias yang mendengar itu sempat menatap sebentar kearah Valena sebelum akhirnya mengangguk dan mengajak Naruto untuk pergi bermain bersamanya.
Valena yang melihat kedua anak kecil tersebut sudah pergi dari ruangan itu hanya tersenyum. Alasan lain kenapa dia menyuruh Rias untuk mengajak Naruto bermain adalah karena selama ini Rias hanya memiliki beberapa teman saja, dan Valena tidak ingin Rias kecil sudah menjadi dewasa sebelum umurnya.
xxxxx
Rias dan Naruto saat ini tengah berjalan dikoridor di istana milik keluarga Gremory. Mereka dari tadi berjalan dalam diam dan tidak tau hal apa yang ingin mereka bicarakan. Dan setelah selama beberapa menit keheningan terus melanda, keheningan tersebut pecah saat Rias mulai membuka suaranya.
"Umm.."
Mendengar suara tersebut Naruto segera mengalihkan pandangannya yang dari tadi sedang menatap sekeliling kearah Rias yang terlihat sedang ragu-ragu untuk mengatakan sesuatu.
"Umm.. k-kau mau bermain dimana, Naruto-kun..?" Rias bertanya dengan nada gugup. Jelas saja dia gugup, ini baru pertama kalinya dia berbicara dengan seorang anak laki-laki yang seumuran dengannya.
"Eh, itu terserah kau saja, Rias-chan.." Naruto yang memang tidak tau apa yang harus dilakukan hanya menjawab dengan apa yang ada dipikirannya, terlebih lagi dia belum terlalu mengetahui seluk beluk Istana Gremory ini.
"U-Umm.. ba-bagaimana kalau k-kita bermain di kamarku saja?"
Mungkin ini adalah hal yang paling memalukan yang seorang Rias Gremory pernah lakukan. Mengajak seorang laki-laki kekamar seorang wanita adalah tingkah yang kurang sopan bagi seorang nona bangsawan seperti dirinya, tapi karena dia juga tidak tau harus bermain dimana jadi mengajak Naruto kekamarnya adalah pilihan yang paling strategis menurut Rias. Terlebih dikamar Rias juga ada mainan serta beberapa anime-anime milik Rias yang bisa mereka berdua mainkan dan tonton.
"Eh, Um.. baiklah."
Setelah mendengar jawaban dari Naruto barusan Rias segera mengajak Naruto untuk berjalan menuju kearah kamarnya untuk bermain atau sekedar menonton anime-anime yang dia koleksi selama ini.
3 Years later
Naruto saat ini sedang berada di Istana Gremory bersama dengan Rias dan Akeno yang merupakan seorang manusia setengah Malaikat Jatuh yang Naruto selamatkan dua tahun lalu dan sekarang sudah menjadi [Queen] dari Peerage Rias. Sebenarnya jika Naruto mempunyai Evil Pieces miliknya sendiri dia pasti akan mereinkarnasi Akeno menjadi [Queen] miliknya, tapi karena Naruto merasa dirinya masih belum siap menerima Evil Pieces jadi dia menolak saat ayahnya ingin memberikan satu set Evil Pieces kepadanya yang merupakan buatan dari salah satu teman ayahnya sang Maou Beelzebub, Ajuka Beelzebub.
Dan saat ini Naruto sedang berada dikamar Rias bersama dengan Rias dan Akeno dan sedang menonton salah satu anime yang Rias miliki. Yah.. sejak tiga tahun ini hubungannya dengan Rias terus mengalami peningkatan sehingga sekarang mereka sudah menjadi sangat dekat. Dan untuk hal itu mereka bisa berterima kasih atas usaha ayahnya serta Sizerchs, Lord Gremory, dan Lady Gremory yang selalu berusaha membuat hubungan dia dan Rias menjadi sangat dekat, entah apa alasannya.
"Aku bosan, Naruto-sama~." Akeno tiba-tiba saja membisikan hal tersebut kepada telinga Naruto sambil memeluk lengan kanan Naruto. Sedangkan Naruto yang mendapat perlakuan seperti itu dari Akeno hanya bisa tersenyum gugup sebelum akhirnya menatap kearah Rias yang terlihat sedang serius menonton anime tersebut.
"Ne, Rias-chan.. bagaimana jika kita jalan-jalan hari ini?"
Rias yang sedari tadi serius menonton anime mengalihkan pandangannya menuju kearah Naruto setelah mendengar ucapan Naruto barusan. Dia terlihat menimang-nimang sebentar tentang ajakan Naruto barusan sebelum akhirnya mengangguk.
"Baiklah, ayo kita jalan-jalan." Rias kemudian segera mematikan televisinya seblum akhirnya berjalan keluar bersama dengan Naruto dan Akeno dari dalam kamarnya.
xxxxx
Naruto dan Rias saat ini tengah berjalan-jalan didalam sebuah hutan yang masih berada dalam wilayah Keluarga Gremory. Akeno yang tadinya meminta untuk berjalan-jalan sekarang malah tidak ada, saat mereka baru keluar dari kamar Rias Akeno tiba-tiba saja dipanggil oleh Valena. Dan jadinya mereka berdua berjalan-jalan tanpa Akeno yang sekarang mungkin sedang belajar bersama Valena.
Melihat Rias yang kelihatan agak ketakutan Naruto hanya tersenyum dan memelankan jalannya agar sejajar dengan Rias.
"Kau kenapa, Rias-chan?" Naruto bertanya dengan tersenyum. Rias yang mendengar pertanyaan Naruto barusan hanya mengalihkan tatapannya dari Naruto.
"Eh, i-itu.."
"Apa ini baru pertama kalinya kau berjalan kedalam hutan tanpa seoarang pengawal?"
Dan Bingo. Ucapan Naruto barusan sepertinya tepat mengenai sasaran. Itu bisa dilihat dari Rias yang wajahnya terlihat memerah dan menolak untuk menatap kearah wajah Naruto.
"Baiklah kalau begitu, anggap saja aku sebagai pengawalmu Rias-chan.. aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padamu, jadi tenang saja."
Mendengar perkataan Naruto barusan Rias terlihat agak ragu, dan hal itu tidak lepas dari penglihatan Naruto.
"Bagaimana kalau aku berjanji kepadamu bahwa aku akan selalu melindungimu, Rias-chan?"
"Janji."
Mendengar perkataan Rias barusan Naruto hanya tersenyum dan mengangguk dengan mantap.
"Iya janji.. aku Naruto Phenex berjanji akan melindungi Rias Gremory dengan semua kemampuan yang aku miliki. Dan aku tidak pernah mengingkari janjiku."
Rias terlihat tersenyum mendengar ucapan janji Naruto barusan, dia sekarang bisa berjalan dengan sedikit lebih tenang bersama dengan Naruto. Dan akhirnya mereka kembali melanjutkan acara jalan-jalan mereka yang sempat terhenti.
Setelah selama tiga puluh menit berjalan Naruto tiba-tiba saja berhenti, Rias yang melihat hal tersebut tentu saja kebingungan.
"Ada apa Naruto-kun?"
Rias menjadi semakin keheranan saat Naruto tidak menjawab pertanyaannya tapi dia malah sudah dalam berada posisi siap bertarung. Terlebih lagi saat Rias mendengar perkataan Naruto.
"Rias-chan.. cepat lari kearah Istana Gremory."
Rias yang masih kebingungan tentu saja masih tetap diam ditempatnya dan menatap bingung kearah Naruto yang sudah dalam keadaan siaga penuh.
"Apa maksudmu, Naruto-kun?"
"Lari! Sekarang!"
Rias hanya bisa tetap diam ditempatnya tak kala melihat dua Iblis tidak dikenal tiba-tiba muncul dihadapannya dan Naruto. Terlebih saat merasakan aura membunuh yang cukup pekat yang berasal dari kedua Iblis tersebut.
"Wah.. coba lihat apa yang kita temukan disini. Adik dari si Maou Lucifer palsu dan temannya yang entah siapa."
Mendengar perkataan salah satu Iblis barusan Rias sudah menebak mereka siapa. Mereka pastinya adalah Iblis dari golongan Old Satan Faction yang pernah bertarung dengan kakaknya.
"Apa mau kalian berdua?"
Naruto yang berdiri dihadapan Rias bertanya dengan nada tajam. Naruto tau kedua Iblis dihadapannya ini pasti mempunyai niat buruk, dan jika incaran mereka adalah Rias maka dia tidak akan membiarkannya. Karena bagaimanapun dia sudah berjanji pada Rias untuk selalu melindunginya.
"Mau kami? Keinginan kami sangatlah sederhana.. yaitu untuk membalas dendam kepada Sizerchs Gremory!"
Dan dengan itu salah satu dari kedua Iblis tadi melesat kearah Naruto dan Rias. Naruto yang melihat itu tentu saja tidak tinggal diam dan membuat sebuah lingkaran sihir yang menembakkan bola-bola api kepada Iblis yang tengah melesat kearahnya dan Rias.
Tapi Iblis tadi dengan mudahnya menghindari semua tembakan bola api dari lingkaran sihir yang dibuat Naruto. Melihat itu Naruto hanya mendecih sebal sebelum akhirnya dia memompa Demonic Power keseluruh tubuhnya dan membuat tubuhnya terselimuti api emas sebelum akhirnya api emas tadi mengambil bentuk sebuah sayap burung Phonix.
"Lari Rias-chan! Sekarang!"
Mendengar perintah dari Naruto barusan Rias tanpa berpikir dua kali langsung berlari menjauhi Naruto dan kedua Iblis tadi yang saat ini tengah diam menuju kearah istana keluarganya kembali. Dia sebenarnya khawatir dengan Naruto, tapi jika dia tetap berada disana bersama dengan Naruto yang ada dia hanya akan menjadi beban baginya. Dan dia tidak mau itu terjadi.
"Sial dia kabur!" sang Iblis yang tadinya melesat kearah Naruto mengatakan hal tersebut dengan nada kesal.
"Tenang aku yang akan memebereskan dia. Kau bereskan saja anak ini." sang Iblis yang sedari tadi diam mengatakan hal tersebut dengan tenang. Dia kemudian segera melesat untuk mengejar Rias yang sudah terlebih dulu berlari.
Naruto yang melihat itu hampir saja akan mengejar Iblis tadi, tapi karena sebuah tembakan bola Demonic Power kearahnya dia harus membatalakan niatnya untuk mengejar Iblis dari Old Satan Faction tadi.
"Kau tidak akan bisa kemana-mana bocah."
Naruto hanya mendecih tidak suka mendengar ucapan dari Iblis dari Old Satan Faction didepannya yang terlihat berdiri dengan tenang dengan sebuah bola Demonic Power ditangan kanannya.
"Aku akan membunuhmu dengan sangat cepat, sehingga kau tidak akan pernah merasakan sensasi dari yang namanya sekarat." Dan Iblis dari Old Satan Faction tersebut langsung menembakkan bola Demonic Power yang berada ditangan kanannya tadi kearah Naruto yang saat ini tengah terbang diatas langit mengguanakan sayap api emasnya.
Naruto dengan cepat segera melakukan gerakan untuk menghindari bola Demonic Power yang ditembakkan oleh Iblis dari Old Satan Faction tersebut. Saat merasa dirinya sudah berhasil menghindari serangan tadi Naruto dikejutkan oleh ledakan yang disebabkan oleh bola Demonic Power yang tadi berhasil dia hindari. Karena tidak siap menghadapi serangan seperti itu Naruto akhirnya harus terjatuh menuju kearah tanah dengan cepat dan keras.
"Kau cukup lumayan untuk seukuran anak kecil. Tapi pengalamanku sudah melebihi dirimu." Iblis dari Old Satan Faction tersebut berjalan dengan tenang menuju kearah Naruto yang saat ini sedang tergeletak diatas tanah yang retak karena kejadian barusan. Samar-samar Naruto bisa melihat sebuah Demonic Power terkumpul ditangan kanan Iblis tersebut dan mengambil bentuk sebuah bola.
"Dan jangan sedih. Aku yakin nona kecil Gremory itu pasti sudah dibereskan oleh temanku, jadi kau akan mempunyai teman. Sampai jumpa."
Naruto hanya bisa menutup matanya saat melihat Iblis dari Old Satan Faction tersebut melemparkan bola Demonic Power kearahnya. Sudah sangat mustahil bagi dirinya untuk menghindari hal itu, dan lagi Demonic Powernya sudah hampir habis. Jadinya akan mustahil bagi dirinya untuk beregrenasi kembali.
'Ah.. i-inikah akhirnya? Tidak! Masih banyak hal yang ingin aku lakukan! A-Aku masih ingin bertemu dengan Tou-chan dan Kakashi-nii serta yang lainnya, a-aku juga masih ingin melihat Rias-chan lagi.'
Itulah pemikiran yang saat ini tengah berada dipemikiran Naruto. Tapi sekuat apapun dirinya berusaha bangkit Naruto masih belum bisa bangkit, rasa sakit karena membentur tanah dengan keras masih sangat terasa diseluruh tubuhnya.
"[Aku tidak akan membiarkan pemegangku yang pertama mati begitu saja. Aku ingin memberikanmu kekuatanmu sepenuhnya, tapi karena tubuhmu yang masih belum cukup kuat aku bahkan tidak bisa memberikanmu separuh kekuatanku. Dan hanya ini yang bisa kuberikan, ini adalah sebagian kekuatanku yang akan kuberikan padamu]"
Naruto sempat tersentak kaget saat mendengar suara berat tadi. Dan kekagetannya semakin menjadi-jadi saat dirinya merasakan tubuhnya dipenuhi oleh energi asing yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Dan dengan tangan kosong Naruto menangkis bola Demonic Power yang dilemparkan oleh Iblis dari Old Satan Faction barusan dan masih dalam keadaan tergeletak. Dan hal itu membuat Iblis dari Old Satan Faction melebarkan matanya terkejut.
Naruto kemudian bangkit secara perlahan. Tapi ada yang aneh dengan Naruto saat ini, karena seluruh tubuhnya saat ini tengah terselimuti oleh sebuah energi hitam yang berkobar-kobar layaknya api. Dan lagi kedua bola mata Naruto yang sebelumnya berwarna biru shappire sekarang berubah menjadi berwarna merah marah dengan polak riak serta sembilan tomoe.
"A-Apa sebenarnya kau ini?" Iblis dari Old Satan Faction tersebut bertanya setelah melihat energi yang dipancarkan oleh tubuh Naruto.
"Aku? Aku adalah Naruto Phenex, putra dari Minato Phenex dan Kushina Uzumaki. Serta pemilik Sacred Gear [Ten Tailed Beast]!"
Setelah mengatakan hal tersebut Naruto langsung menghilang dari hadapan Iblis tadi sehingga membuatnya kebingungan. Tapi saat Iblis tersebut akan berbalik untuk mengetahui keberadaan Naruto, Naruto sudah terlebih dulu ada dibelakangnya sambil membawa sebuah bola berwarna hitam keunguan ditangannya.
"Musnahlah dengan ini. Bijuudama." Saat Naruto menghantamkan bola tersebut kearah Iblis dari Old Satan Faction tadi sempat terjadi ledakan besar yang mengguncang daerah sekitar. Dan saat asap dari ledakan tersebut berakhir ditempat yang tadinya Naruto tengah berdiri bersama dengan Iblis dari Old Satan Faction sekarang hanya tersisa Naruto saja.
Dan dengan kekuatan yang tersisa ditubuhnya Naruto segera bergerak menuju kearah Rias tadi berlari.
xxxxx
Rias saat ini terlihat tengah bersembunyi dibalik sebuah dahan pohon. Sedangkan disisi lain snag Iblis dari Old Satan Faction terlihat berkeliling didaerah itu untuk mencari keberadaan Rias yang entah kenapa bisa bersembunyi darinya.
"Nona Gremory~ ... ayo keluarlah~... aku tau kau masih berada disini~..." Iblis tersebut terlihat hanya bersenang-senang saja dalam mencari keberadaan Rias. Itu dikarenakan dia sudah mengetahui keberadaan Rias, tapi memilih untuk bermain-main dengannya sebentar sebelum akhirnya membunuhnya.
Dan untuk Rias kali ini dia hanya bisa menutup matanya seraya berharap bahwa akan ada yang menyelamatkannya. Dan dia saat ini berharap Naruto akan menepati janjinya untuk melindunginya meski dia tau kalau Naruto saat ini tengah bertarung dengan salah satu Iblis dari Old Satan Faction lainnya yang kesempatan Naruto untuk menang sangatlah sedikit.
"Gotcha.."
Mendengar suara itu Rias segera membuka matanya dan menemukan Iblis dari Old Satan Faction yang tadi masih mencarinya sekarang sudah berada dihadapannya. Terlebih lagi saat Rias melihat Iblis tersebut memegang sebuah bola Demonic Power ditangan kanannya yang siap dia arahkan kepada Rias.
Dan kali ini Rias hanya bisa menutup matanya pasrah. Dia tidak akan bisa menghindari bola Demonic Power itu dari jarak sedekat ini.
'Otou-sama, Okaa-sama, Onii-sama, maafkan aku.. Naruto-kun..'
"Riaaaasss!"
Mendengar suara yang sudah tidak asing Rias segera membuka kembali kedua matanya hanya untuk menemukan Naruto sedang melesat dengan sangat cepat kearahnya. Dan apa yang dilakukan Naruto selanjutnya sangat membuat Rias terkejut.
Naruto dengan gagah berdiri dihadapan Rias dan menjadikan tubuhnya sebagai tameng untuk bola Demonic Power yang tadinya melesat kearahnya. Rias ingin saja berteriak memanggil namanya, tapi lidahnyasaat ini entah kenapa menjadi kelu. Dan tanpa terasa air mata keluar dari mata Rias saat dia menyadari apa yang baru saja terjadi.
"Kenapa kau menangis Rias?"
Rias begitu terkejut saat mendengar suara dari Naruto yang bertanya kearahnya. Dan saat dia menatap dengan lebih jelas kebalik asap dia bisa melihat sosok Naruto masih berdiri dengan sebuah energi hitam meledak-ledak dari tubuhnya.
"Kau tidak perlu menangis Rias. Karena bagaimanapun aku akan menepati janjiku kepadamu."
Dan setelah mengucapkan hal tersebut tubuh Naruto yang tadi masih berdiri dihadapan Rias tiba-tiba saja menghilang dan muncul dihadapan Iblis dari Old Satan Faction yang sedari tadi masih diam membeku karena terkejut. Rias dengan sangat jelas melihat Naruto menghantamkan sebuah bola hitam keunguan yang menyebabkan ledakan kearah Iblis tersebut sekaligus melenyapkannya.
Dan dari balik asap ledakan tadi Rias bisa melihat sosok Naruto berjalan dengan tertatih-tatih kearahnya. Energi hitam yang meledak-ledak dari tubuhnya sekarang sudah lenyap, begitu juga dengan kedua bola mata Naruto yang sekarang sudah kembali berwarna biru shappire.
Rias tidak bisa menahan untuk tidak terseyum bahagia saat melihat sosok Naruto yang berjalan kearahnya. Dia segera mengahapus air mata yang sempat mengalir melewati pipinya dengan kedua tangannya.
'Brukk.'
Tapi senyumannya langsung pudar saat Naruto tiba-tiba saja ambruk. Dan dengan berlari Rias segera menghampiri tubuh Naruto yang saat ini tergeletak tidak sadarkan diri.
"Naruto-kun! Berthanlah, aku mohon bertahanlah!"
Rias kali ini benar-benar panik, dia tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang. Mereka saat ini tengah berada didalam hutan dan akan kecil kemungkinan bagi dirinya untuk berteriak minta tolong dan akan datang bantuan.
"Rias!"
Mendengar namanya dipanggil Rias segera mengalihkan perhatiannya dan menemukan kakaknya, Sizerchs bersama dengan anggota Peeragenya seta Minato berlari kearah mereka.
"N-Naruto!" Minato yang melihat putranya tergeletak segera pergi kearah Naruto dan mengecek keadaannya. Sedangkan Sizerchs saat ini sedang memeriksa keadaan Rias dan sedang mendengarkan penjelasan dari Rias.
"Sebaiknya kita pergi dari sini, kita harus membaawa Naruto-kun menuju rumah sakit."
Sizerchs mengatakan hal tersebut kepada Minato yang saat ini menggendong tubuh Naruto yang tidak sadarkan diri. Sedangkan Rias saat ini sedang berada dipunggung Sizerchs dan terlihat mengistirahatkan kepalanya kepundak Sizerchs.
"Menurut cerita dari Rias, dua Iblis dari Old Satan Faction tiba-tiba muncul dan menyerang mereka. Aku akan memerintahkan para anggota Peerageku serta beberapa pasukan Iblis untuk menyisir daerah ini."
Minato hanya menganggukkan kepalanya mendengar hal tersebut. Dan dia kemudian mengaktifkan lingkaran sihir dibawah kakinya sebelum akhirnya menghilang dalam lingkaran sihir tersebut.
To Be Continued
Hanya ini yang bisa saya katakan. Untuk anggota Naruto Harem terakhir adalah
Naruto Harem : Rias, Akeno, Koneko, Xenovia, Rossweisse, Peerage Naruto, Grayfia, Serafall, Kuroka, Yasaka, Le Fay(Maybe)
Kritik? Saya terima asal dengan bahasa yang sopan kalo tidak saya anggap gak pernah ada.
Saran? Saya menerima saran apapun asal tidak mengubah alur cerita yang saya buat.
Review? Silakan jika kalian berminat.
Flame? Bahasa sopan akan saya tanggapi, tidak sopan saya abaikan.
I'm Out...
