Tittle : Extraordinary Maknae
Genre : Brothership, family
Rating : Fiction T
Cast : Semua member EXO
Disclaimer : Mereka punya Tuhan, mereka punya orang tua mereka masing-masing, dan ceritanya punya saya,,hehehe…
Warning : Typos dimana-mana
.
Selamat membaca,,,, ^^
.
Chapter 2
.
.
"Kau suka sekali membuat kami khawatir"
"Apa kau tega melihatku mati sengsara karena ceramah dua leader cerewet itu?"
"Aku mohon sekali ini saja. Aku berjanji tidak akan mengulangi lagi. Aku akan katakan jika aku memang merasa sakit."
.
.
Para member telah kembali ke dorm. Mereka tiba pukul 11 malam dengan wajah yang cukup lelah. Mereka bersepuluh tengah duduk di ruang tamu untuk beristirahat sebentar. "Sepertinya Sehun menghubungi aku tadi.", Luhan berbicara sambil memeriksa ponselnya. "Ada apa dia menghubungimu, hyung?", tanya Tao. "Molla, aku baru saja mengecek ponselku, ada delapan panggilan dari dia. Lebih baik aku tanyakan langsung saja.", jawab Luhan sambil beranjak untuk ke kamar menemui Sehun.
"Besok saja hyung, mereka berdua pasti sudah tertidur.", Suho melarangnya. "Bukankah dia memang seperti itu hyung? Jika sedang sakit pasti selalu mencarimu.", ujar Chen sambil mengipas-ngipaskan dirinya dengan kertas. "Sebaiknya aku melihat keadaan mereka sebentar.", Luhan akhirnya beranjak menemui Kai dan Sehun ke kamar. Sementara yang lain masih bersantai di ruang tengah.
"Bagaimana hyung, apa mereka masih demam?", tanya Suho langsung saat Luhan baru keluar dari kamarnya. "Jongin sudah terlihat membaik tapi wajahnya masih pucat. Sehun yang masih demam. Sepertinya Jongin sudah merawatnya dengan sabar.", jelas Luhan.
"Sebaiknya kita beristirahat sekarang, besok ada latihan pagi dan setelah itu persiapkan diri untuk jadwal kita di Inkigayo.", perintah Kris pada semua.
"Bagaimana dengan Kai dan Sehun, hyung? Apa mereka akan kembali tidak ikut tampil besok?, tanya Chanyeol.
"Benar hyung, pasti akan terasa sepi jika mereka tidak ikut lagi seperti tadi.", Baekhyun ikut menambahkan.
"Bukankah Dokter menyarankan mereka beristirahat selama dua hari, Baeki hyung?", ujar D.O sambil menepuk punggung Baekhyun.
"Sudah.. biarkan mereka beristirahat di dorm besok. Ayo kembali ke kamar semuanya.", perintah Kris sambil berjalan mendahului mereka semua.
…
Pagi menjelang tak ada satupun tanda-tanda kehidupan di dorm tersebut. Mereka semua seperti begitu kelelahan hingga tak ingin membuka mata sekalipun. Hingga suara alarm berbunyi dari salah satu kamar. Suara itu cukup membuat kuping mereka yang berada dalam kamar tersebut menjadi terganggu. "Kyungso ah.. matikan itu.", tidur Luhan merasa terganggu dan menutup kepalanya dengan bantal.
"D.O ya…", panggil Chen dari tempat tidurnya, namun tak ada jawaban dari D.O.
"Do Kyungso…! cepat matikan alarm mu,, berisik sekali!", teriak Chen yang juga merasa terganggu. D.O akhirnya membuka matanya lalu mencari suara yang cukup mengganggu itu yang ternyata berasal dari ponselnya.
"Aku belum cukup tidur, kanapa kau sudah berbunyi, eoh?", rutuk D.O pada ponselnya sendiri. D.O akhirnya bangun dan berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Dia terlihat kembali segar dan beranjak keluar kamarnya. D.O melihat di luar masih sepi. Tiba-tiba matanya tak sengaja menangkap seseorang berdiri di dapur. Dia langsung menghampiri, "Kau sedang apa, Jonginie?". Kai menjadi tersentak dan hampir menjatuhkan gelas yang dipegangnya. "Hyung, kau mengagetkanku saja.", ucap Kai sedikit sebal. "Kau sedang apa? Kenapa tumben sekali kau bangun sepagi ini? Apa kau sudah merasa lebih baik?", cercah D.O sambil memegangi kening Kai. "Kau seperti noonaku saja, hyung. Aku sudah tidak apa-apa. Tenang saja.", jawab Kai sambil tersenyum.
D.O menatap Kai sejenak tanpa bicara. "Kau duduk saja di sana." D.O menunjuk kursi di meja makan. "Kau ingin apa biar aku buatkan.", D.O tidak percaya pada Kai, karena dia melihat Kai masih sedikit pucat dan lemas. "Aku hanya mengambil minum hyung dan itu sudah ku ambil di dalam kulkas.", jawab Kai santai. "Jonginie, Kau minum air dingin di pagi hari? Dengan kondisimu yang masih belum begitu pulih seperti ini? Apa kau ingin bertambah sakit, eoh?", omel D.O dengan tatapan tajam terhadap Kai.
"Aku sudah sehat, hyung. Dan aku akan ikut latihan hari ini.", Kai mencoba menjelaskan dengan sabar. "Tidak bisa. Kau masih harus istirahat.", kata D.O tanpa menoleh pada Kai dengan tangan yang masih sibuk sedang membuatkan sarapan untuk membernya.
"Shireo! aku akan tetap ikut latihan."
"Tidak. Sekali aku bilang tidak, ya tidak Jonginie.", D.O kembali menegaskan.
"Aku tidak ma…."
"Apa yang kalian ributkan pagi-pagi begini?", tiba-tiba Xiumin datang dan memotong ucapan Kai. "Jonginie, kau sudah merasa lebih baik?", tanya Xiumin kembali.
"Aku baik-baik saja hyung, tapi D.O hyung melarangku untuk ikut latihan hari ini. Aku bisa ikut kan, hyung?", Kai mengadu dengan wajah memelas pada Xiumin.
"Lihat hyung wajah pucatnya, kalau dia tiba-tiba pingsan saat latihan bagaimana?", D.O menangkup wajah Kai dan memperlihatkannya pada Xiumin.
"D.O benar jonginie, sebaiknya kau istirahat saja hari ini.", Kata Xiumin membenarkan sementara D.O menjadi tersenyum senang.
"Tidak. Aku akan bicara pada Suho hyung saja.", Kai beranjak akan menemui Suho, tiba-tiba semua member sudah terbangun kecuali Sehun dan sedang berjalan menuju dapur. "Kau ingin membicarakan apa denganku, Jonginie?", Suho yang sudah mendengar perdebatan mereka langsung saja bertanya pada Kai. "Aku akan ikut latihan hari ini, hyung. Aku sudah sembuh, aku sudah sehat, dan aku sudah baik-baik saja.", jelas Kai panjang lebar.
"Kata Dokter kau dan Sehun masih harus beristirahat, manajer hyung juga sudah memberikan ijin."
"Sehun saja, hyung. Dia yang masih sakit.", kata Kai membela diri.
"Siapa yang sakit? Aku akan ikut latihan.", tiba-tiba Sehun muncul dan berdiri di dekat mereka yang sudah duduk di meja makan.
"Sehunie, mengapa kau bangun? Kau masih demam.", Lay menghampiri Sehun dan mengajaknya duduk.
"Sehunie, kau harus beristirahat. Aku tidak mau kau menjadi semakin parah nantinya.", Luhan menjadi khawatir. Sementara yang lain menyetujui apa kata Luhan.
"Aku baik-baik saja, hyung. Aku ini namja yang kuat", jawab Sehun tersenyum dengan wajah pucatnya.
"Bohong, aku tahu kau tidak ingin ditinggal sendiri di dorm, bukan?", tebak Kai.
"Aku tidak bohong. Aku benar-benar sudah merasa sehat.", ujar Sehun meyakinkan mereka semua.
"Lalu siapa yang menangis meminta ditemani oleh Luhan hyung kemarin?", Kai sudah mulai menggoda Sehun yang membuat member lain tersenyum melihat wajah Sehun memerah karena malu.
"Pokoknya hari ini aku akan ikut latihan!", kata Sehun. "Aku juga.", Kai ikut keras kepala. Meskipun masih sakit, mereka berdua memang tidak bisa dihentikan jika menyangkut soal latihan.
"Kalian…", Suho yang baru saja akan memarahi mereka berdua tiba-tiba dipotong oleh Kris.
"Sudahlah.. biarkan saja mereka berdua ikut latihan. Mereka yang mengatakan sendiri jika sudah baik-baik saja. Kita harus percaya itu. Dan kalian berdua, jangan mengecewakan kami.", ucap Kris tegas dan membuat mereka semua terdiam kecuali dua maknae itu. Mereka tersenyum senang dan terlupa akan kondisi mereka sendiri yang sebenarnya.
…
Mereka berdua belas akhirnya berangkat ke tempat latihan yang ditemani oleh manajer hyung. Di sana sudah ada seorang pelatih yang telah menunggu mereka. Sebelum memulai latihan, mereka semua berkumpul karena manajer hyung yang ditemani sang pelatih duduk di sebelahnya akan memberikan beberapa pesan, "Semuanya, latihan hari ini saya harap lebih fokus, karena kalian akan perform nanti malam. Terutama untuk main dancer Exo-K yang sempat sakit kemarin Jongin shi dan Sehun shi, apa kalian sudah siap? Karena kalian berdua yang akan paling diperhatikan gerakannya. Saya ingin tidak ada kesalahan untuk hari ini.", manajer hyung memperhatikan mereka semua. "Kami siap, hyung.", jawab Kai dan Sehun mantap.
Mereka akhirnya memulai latihan untuk persiapan lagu Growl. Semua terlihat cukup bersemangat, tidak ada kesalahan, mereka hanya cukup memantapkan gerakan saja. Pelatihpun tidak memberikan komentar yang berlebihan. Hingga latihan selesai, mereka mendapatkan waktu istirahat dan kembali ke dorm untuk mempersiapkan keperluan yang akan mereka bawa ke lokasi acara.
Mereka semua terlihat sibuk. "Satu jam lagi manajer hyung akan menjemput kita, jangan sampai ada yang terlupa.", Suho mengingatkan para membernya. Luhan, Kris, Tao, Kai dan Sehun sepertinya sudah siap, mereka berlima sedang duduk di sofa sambil menunggu yang lainnya tengah menyiapkan keperluan mereka masing-masing. Kris dan Luhan sedang membicarakan tentang fashion sambil menunggu yang lain selesai. Sedangkan Kai dan Tao sedang sibuk menggoda Sehun yang sedang belajar rubik dari Luhan.
"Sehun ah.. kau tidak akan bisa secepat Luhan hyung.", Tao mengomentari sambil meminum segelas jus jeruk.
"Aku pasti bisa.", jawab Sehun masih terfokus pada rubik yang sedang dimainkannya.
"Luhan hyung tidak butuh waktu sampai dua menit untuk menyelesaikannya, sedangkan kau.. ini sudah lebih dari 10 menit, mana hasilnya?", Kai mengejek Sehun sambil tertawa bersama Tao.
"Mengapa jadi seperti ini?", Sehun menjadi bingung melihat rubik yang dimainkannya menjadi semakin kacau.
"Sudah ku bilang kau itu tidak jago, Sehun ah..", kata Tao sambil berlalu dari mereka berdua menuju dapur.
"Sehun ah, Kau sudah belajar berapa lama dari Luhan hyung, kenapa tidak ada perkembangan sama sekali?", goda Kai sambil tertawa pada Sehun.
"Aku pasti akan mengalahkan kecepatan Luhan hyung.", jawab Sehun tidak menyerah masih focus pada rubiknya
Kai masih saja mengganggu Sehun yang sedang asik bermain rubik, dia menarik-narik rambut Sehun, menggelitik telinga Sehun, menyentuh hidung Sehun, banyak cara yang dilakukan Kai untuk menghentikan Sehun. "Jangan terlalu percaya diri,, coba perhatikan bukankah itu semakin kacau? Aku baru sadar ternyata kau tidak sama persis seperti Luhan hyung. Luhan hyung itu tampan, pintar, suara bagus, dan jago juga dalam menari. Sedangkan kau…"
"Singkirkan tangan kotormu itu dari rambutku, Kkamjong!", Sehun berteriak karena sudah tidak tahan dengan gangguan Kai.
"Kenapa kau berteriak? Tanganku tidak kotor.", jawab Kai tanpa merasa bersalah sambil memeriksa tangannya.
"Kau menggangguku, Kim Jongin.", jawab Sehun kesal.
"Baru kemarin kau menjadi dongsaeng yang bersikap manis. Sekarang kau tidak memanggilku 'Hyung' lagi, eoh?"
"Untuk apa, kau hanya lebih tua beberapa bulan dariku."
"Tapi aku tetap lebih tua darimu. Panggil aku hyung!"
"Shireo!", Sehun kembali melanjutkan rubiknya.
"Lalu kenapa kemarin kau memanggilku dengan sebutan hyung?"
"Kapan? Aku sudah lupa.", jawab Sehun santai. Kai menjadi kesal dibuatnya dan memulai mengoceh panjang lebar karena tidak terima dengan apa yang dikatakan Sehun. Sementara Sehun tetap asyik dengan mainannya tanpa peduli ocehan Kai yang masih duduk disampingnya.
"Kau berisik sekali, lebih baik bantu D.O hyung membereskan keperluannya.", Sehun mencoba mengusir Kai.
"Kau harus memanggilku hyung dulu, setelah itu aku akan berhenti mengganggumu.", jawab Kai dengan senyuman jahil.
"Shireo!"
"Panggil aku hyung, Sehun ah..", Kai masih tetap memaksa dan memeluk lengan Sehun.
"Aku sudah katakan aku tidak mau memanggilmu HYUNG!", Sehun menegaskan kata 'hyung' di depan wajah Kai.
"Jadi begitu? Itu artinya kau memilih pilihan yang ini.", Kai menatap Sehun dengan senyuman jahilnya, itu tandanya dia akan memulai aksinya.
"Kau mau apa, Kkamjong?", Sehun sudah bergidik ngeri melihat senyuman Kai.
Kai mulai menggelitik Sehun memaksanya untuk memanggil dirinya dengan sebutan hyung. Mereka berdua semakin berisik dengan Kai yang tetap menggoda Sehun dan Sehun yang meminta Kai untuk berhenti mengganggunya.
"Cukup Kai, aku capek!", teriak Sehun yang mengundang perhatian para member lain.
"Apa yang sedang kalian berdua lakukan, eoh?", Kris tiba-tiba menghampiri dua bocah itu dengan tatapan serius. Luhan yang berdiri di sebelah Kris menggelengkan kepala melihat tingkah dua maknae mereka.
"Apa kalian sudah siap dengan acara sebentar lagi?" tanya Luhan pada mereka berdua. "Kalian baru saja sembuh, simpan tenaga kalian baik-baik.", perintah Kris pada mereka berdua.
"Kai yang memulai duluan, hyung. Dia menggangguku.", Jawab Sehun sambil menundukkan kepalanya takut.
"Phabo!" Kai memukul kepala Sehun. "Panggil aku hyung!", Kai masih saja tidak terima dengan panggilan Sehun padanya.
"Shireo!", teriak Sehun. Hingga semua member yang sepertinya sudah siap, hanya tinggal menunggu jemputan dari manajer hyung jadi mendekati tempat keributan yang dibuat oleh dua maknae mereka.
"Ada apa ini?", tanya Suho dan yang lain menatap mereka berdua. Sementara Kai dan Sehun menjadi diam tidak berani berkata apapun.
"Jonginie.. Sehunie.. apa kalian sudah meminum vitamin yang diberikan Dokter kemarin?", tanya Suho kembali.
"Sudah hyung..", jawab Kai pelan masih menunduk karena takut.
"Dan Kau Sehunie?", tanya Xiumin dan yang lain menunggu jawaban Sehun.
Beberapa detik Sehun masih belum menjawab. Dia tetap menunduk diam.
"Sehunie…", panggil Chen. Mereka semua berdiri dan masih sabar menunggu jawaban Sehun.
"Belum hyung,, aku lupa..", Sehun menjawab dengan takut. Suho dan yang lain memutar bola matanya karena sudah sangat tahu dengan kebiasaan maknae mereka yang harus selalu diingatkan.
"Kau tidak boleh melupakan vitamin itu, Sehunie. Itu membantu pemulihanmu.", Lay memberikan penjelasan dengan sabar sambil duduk di sebelah Sehun.
"Kau minum dulu vitaminnya, setelah itu kita berangkat. Manajer hyung sudah menunggu di bawah", jelas Suho setelah membaca pesan di ponselnya.
Mereka semua bergegas untuk turun ke parkiran dorm dan berangkat menuju lokasi acara. Saat diperjalanan Exo-K dan Exo-M berada pada mobil terpisah. Di dalam Van Exo-M semua terlihat tenang tidak terdengar suara ataupun musik yang menghibur, sedangkan di Van Exo-K mereka terhibur oleh duo happy virus BaekYeol. Mereka berdua yang mengisi keceriaan di mobil tersebut dengan ulah konyol mereka yang sering menimbulkan tawa pada member lainnya.
"Hyung, kalian suka sekali berisik.", celetuk Sehun yang sedari tadi hanya diam karena mengantuk di dalam mobil.
"Kami sedang bersemangat, Sehunie. Daripada kau dan Jonginie, jika tidak mengantuk atau tidur, kalian pasti saling akan mengejek seperti di dorm tadi.", jelas Chanyeol yang disetujui Baekhyun. Sementara Suho dan D.O hanya diam saja tidak turut berkomentar.
"Itu karna Kai selalu menggangguku!"
"Kenapa aku?" Kai menoleh ke belakang menatap Sehun yang duduk di belakangnya. "Itu karena kau tidak mau memanggilku dengan sebutan 'hyung'."
"Itu tidak penting!", Sehun sudah mulai kesal lagi.
"Bagiku itu sangat penting. Aku akan membuatmu memanggilku 'hyung' lagi seperti kemarin", jawab Kai menyerigai.
"Suho hyung,,,,,,,", Sehun mencoba mengadu pada Suho.
"Ck… Jonginie! jangan memulai lagi!", Suho memarahi Kai yang begitu usil pada Sehun. Beginilah dua maknae mereka. Sehun yang keras kepala dan sering merajuk, Kai yang sering memperlihatkan sisi kekanak-kanakannya jika sedang bersama para hyung. Dia akan selalu mengganggu Sehun.
…
Hingga sampai di lokasi acara, mereka semua berjalan menuju ruangan untuk mengganti kostum dan para stylist sudah bersiap untuk membantu mereka dalam penataan penampilan dari rambut, make up sampai kostum yang akan mereka kenakan.
"Apa kau sudah merasa lebih baik, Sehun shi? Aku mendengar kau dan Jongin shi mengalami demam tinggi kemarin.", tanya salah stylist yang membantu Sehun.
"Aku sudah baik-baik saja, Noona. Terimakasih perhatiannya", jawab Sehun tersenyum.
"Tapi wajahmu terlihat masih pucat, aku akan memberikan warna yang lebih cerah pada make up mu agar bisa menutupi wajah pucatmu."
"Sehunie, ayo kita membuat selca sekali saja.", Kris tiba-tiba datang menghampiri Sehun.
"Hyung,,,", Tanpa bantahan dan basa basi, Kris langsung saja menarik Sehun dan mengambil gambar mereka berdua lewat ponselnya. Kris lalu melihat hasilnya dan memperhatikan wajah Sehun dari hasil jepretannya itu. "Mengapa bibirmu kering sekali, Sehunie? Apa kau baik-baik saja?", tanya Kris seperti khawatir.
"Gwenchana, hyung. Aku hanya kurang minum.", jawab Sehun berbohong. Dia memang merasa belum begitu pulih dan sedikit pusing melanda sejak perjalanan menuju acara.
"Noona, berikan pelembab bibir yang bagus untuknya.", Kris menepuk pundak Sehun lalu meninggalkannya menuju ke tempat Luhan yang sedang di make up.
…
Mereka semua sudah berkumpul di backstage menunggu giliran untuk tampil. Semua duduk dengan tenang di tempat duduk yang sudah disediakan. Baekhyun, Chen dan D.O sedang melatih vocal mereka. Ada yang hanya bercengkrama biasa seperti Suho, Xiumin, Lay dan Chanyeol. Sedangkan Tao dan Kai mencoba mengingat-ngingat gerakan dance mereka. Kris hanya sedang memainkan ponselnya, Luhan yang duduk di sebelahnya sedang bermain rubik. Sehun hanya duduk diam tanpa melakukan apapun di belakang Luhan.
"Sehunie, kenapa kau diam saja dari tadi?", Chanyeol datang menghampiri Sehun dan duduk di sebelahnya.
"Chanyeol hyung..", Sehun menoleh pada Chanyeol sambil tersenyum tipis. "Aku hanya ingin duduk saja menunggu giliran kita tampil.", jawabnya singkat.
"Apa kau baik-baik saja?", Chanyeol menengokan kepalanya ke depan wajah Sehun untuk memperhatikannya dengan lebih jelas.
"Hyung, apa yang kau lakukan? Aku, memangnya aku kenapa?", Sehun malah bertanya balik.
"Apa kau ingin minum? Bibirmu terlihat kering sekali."
"Ini…..", Sehun memperlihatkan dua botol air minum yang sudah kosong pada Chanyeol.
"Tapi kau….", pertanyaan Chanyeol terpotong.
"Ayo hyung, sepertinya sekarang giliran kita tampil.". Sehun tiba-tiba merangkul Chanyeol mengajaknya berjalan menuju stage. Sehun beruntung karena member exo sudah di panggil agar segera bersiap naik ke stage. Dia cukup lega karena bisa terhindar dari bermacam pertanyaan yang mungkin akan dilontarkan Chanyeol jika mereka masih duduk menunggu di sana. Chanyeol hanya memperhatikan Sehun khawatir.
Saat di stage, Sehun merasakan sesak. Keringat dingin sudah mulai keluar dari pelipisnya. Dia berusaha terlihat normal. Di tengah-tengah acara, saat mereka masih perform, Sehun semakin merasa sesak dan pusing. Sesekali dia memegangi dadanya. "Aku harus kuat, sebentar lagi selesai. Ayo Sehun, kau pasti bisa!", Sehun menyemangati dirinya sendiri dalam hati. Hanya tinggal beberapa gerakan Sehun sudah menjadi oleng, dia merasakan kepalanya semakin pusing dan tanpa sengaja berpegangan pada pundak Chanyeol.
Chanyeol merasa ada yang tidak beres pada Sehun. Dia menatap Sehun sekilas dengan pandangan bertanya "Kau baik-baik saja?" dan Sehun memberikan senyuman terbaiknya, dia tidak ingin membuat hyungnya menjadi khawatir.
Akhirnya perform mereka selesai juga. Semua member berjalan kembali ke backstage. Chanyeol yang sedari tadi sudah sangat khawatir melihat Sehun, akhirnya berlari menghampirinya. "Sehunie, gwenchana?", Chanyeol tahu, Sehun sedang tidak baik-baik saja. Dia merangkul Sehun dan memegang erat pundaknya mengajak Sehun berjalan menuju backstage.
"Kau duduk dulu di sini, aku akan mengambilkanmu minum.", Sehun hanya memberikan anggukan, dia belum sanggup berbicara karena rasa pusing dan sesaknya belum juga berhenti. Sementara member lainpun terlihat kelelahan, mereka duduk untuk beristirahat tanpa menyadari keadaan Sehun. "Ini kau minum dulu.", Chanyeol datang membawakan sebotol air untuk Sehun. Chanyeol memperhatikan Sehun yang masih memegangi dadanya dengan nafas yang tidak teratur.
"Hyung,,, ini sakit", rintih Sehun dengan posisi duduk yang masih menunduk dan memukul-mukul dadanya dengan pelan.
"Ada apa Sehunie, mana yang sakit?", Chanyeol semakin panik. "Aku akan memanggil Suho hyung dan Kris hyung, kau tunggu di sini.". Chanyeol baru saja akan beranjak tiba-tiba tangannya ditarik oleh Sehun. Dia menatap Sehun dengan pandangan bertanya dan Sehun menggelengkan kepalanya, "jangan hyung, aku bisa dimarahi mereka nanti.", jawab Sehun dengan suara yang berat menahan sakit.
"Tapi aku takut melihatmu seperti ini, Sehunie. Aku harus bagaimana sekarang?", ucap Chanyeol seperti sebentar lagi akan menangis karena terlalu panik. Chanyeol memang akan seperti ini jika dilanda kepanikan, dia tidak akan bisa melakukan apapun. "Luhan hyung,,, panggilkan Luhan hyung saja.", ucap Sehun terbata. Tanpa berpikir ulang lagi Chanyeol langsung mencari Luhan.
…
"Sehunie, kau kenapa? Apa kau merasa sakit lagi?", Luhan sedikit berlari ke arah Sehun bersama Chanyeol. "Aku tidak tahu, hyung. Aku merasa pusing dan sesak ini tidak mau hilang dari tadi.", Sehun memukul dadanya cukup keras karena merasa kesal.
"Sudah-sudah,, kau benarkan posisi dudukmu dulu. Minum air ini dan coba tarik nafas pelan-pelan dan hembuskan.", Luhan masih terus memberikan instruksi pada Sehun agar dia mengikuti cara bernafas dengan baik. Sesekali Luhan menyeka keringat Sehun yang tidak berhenti keluar dengan handuk. Selang beberapa saat nafas Sehun menjadi normal kembali, dia terlihat lebih tenang.
"Kau sudah merasa lebih baik, Sehunie?"
Sehun memberikan anggukan, "hanya masih pusing saja.", jawab Sehun akhirnya. "Chanyeol hyung tenang saja, aku sudah tidak apa-apa.", Sehun menenangkan Chanyeol yang dari tadi masih memperlihatkan wajah khawatir pada dongsaengnya itu.
Chanyeol dan Luhan duduk di sebelah Sehun. Mereka menemani Sehun sambil mengobrol agar member lain tidak ada yang curiga. Berpura tidak terjadi apa-apa sebelumnya pada maknae mereka "Luhan hyung, tolong jangan ceritakan ini pada mereka, aku takut.", Sehun mulai dengan sikap manjanya pada Luhan.
"Tapi kau itu keras kepala sekali, Sehunie. Kau suka sekali membuat kami khawatir. Aku yang akan mengatakannya nanti pada mereka di dorm", Chanyeol merenggut karena tidak habis pikir dengan sifat maknaenya.
"Jangan, hyung.. apa kau tega melihatku mati sengsara karena ceramah dua leader cerewet itu?", Sehun memasang wajah memelas pada Chanyeol.
"Aku tidak peduli! Kau seharusnya masih beristirahat di dorm.", terang Chanyeol masih dengan nada kesal.
"Tapi aku tidak sakit, hyung.."
"Apanya yang tidak sakit! Kau tidak sadar kau hampir saja ambruk dengan wajahmu yang seperti tanpa darah begitu?
"Sekarang aku sudah bisa bernafas, hyung.", Sehun masih saja bisa membantah.
"Kau tidak mengerti Sehunie, bagaimana jika kau yang berada di posisiku. Melihatmu yang begitu kesakitan dan susah bernafas seperti tadi, aku tidak bisa melakukan apapun. Otakku seakan membeku, tidak bisa berpikir tenang. Aku memang bodoh, mianhae Sehunie..", Chanyeol benar-benar sangat menyesal karena kejadian tadi.
"Sudahlah hyung,, aku sudah baik-baik saja sekarang. Aku akan memaafkanmu jika kau tidak menceritakan ini pada Suho hyung dan Kris hyung.", Sehun memberikan senyuman dengan mata yang mengerling nakal pada Chanyeol.
"Ya! Masih sakit saja kau tetap nakal. Tidak bisa! Aku tetap akan menceritakannya."
"hyungie..", Sehun mencoba mengadu pada Luhan yang duduk di sebelahnya dengan menarik-narik bajunya.
"Hmm..", Luhan menjawab dengan gumaman, dia tetap tak bergeming, pandangannya masih sibuk pada ponsel yang sedang dipegangnya.
"Lihat, Luhan hyung saja tidak mendengarkanmu. Pokoknya aku tidak mau tau, aku harus katakan ini nanti.", tegas Chanyeol lalu merubah posisi duduknya ke arah depan dan melipat tangannya di depan dada seakan tak peduli rengekan Sehun lagi. Tapi nyatanya dia kesal dan sangat khawatir pada Sehun. sementara Luhan yang duduk di sebelah lain Sehun, masih sibuk dengan ponselnya, tidak terlalu perduli dengan perdebatan dua dongsaengnya itu.
"Chanyeol hyung,, Luhan hyung,, aku mohon sekali ini saja. Aku janji tidak akan mengulangi lagi. Aku akan katakan jika aku memang merasa sakit.", Sehun masih merajuk, dia menggapit lengan Chanyeol dan Luhan dan memasang wajah memelas.
"Jangan banyak bicara, Sehunie. Lebih baik kau beristirahat, duduk saja dulu dengan tenang sebelum kita kembali ke dorm.", sekali Luhan berbicara membuat Sehun langsung terdiam. Dia sedikit mengembungkan pipinya. Sedangkan Chanyeol hanya tersenyum melihat Sehun menjadi penurut jika bersama Luhan.
…
Semua member telah kembali dan memasuki ruangan dorm mereka. Mereka membuka sepatu tanpa ada pergerakan yang menimbulkan bunyi yang berarti. Seluruh lampu telah hidup. Begitu lelahnya hingga tidak ada gurauan apapun yang keluar. Mereka segera menuju kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat. Menjelang tengah malam, entah kenapa Kai masih tetap terjaga. Dia merasakan tubuhnya tidak nyaman, dia tidak tahu apa yang membuatnya menjadi seperti ini. Padahal tubuhnya sudah berteriak meminta istirahat
Kai bangun dari tempat tidurnya, dia berjalan keluar menuju dapur mengambil air minum. Dia berharap mungkin dengan meminum air rasa panas dalam tubuhnya akan bisa hilang dan dia akan segera bisa memejamkan mata. Kai berjalan kembali menuju kamarnya, dia berhenti setelah melihat pintu ruangan lain yang nampak terbuka. Pintu ruangan milik Sehun, Luhan dan D.O. Ada sedikit suara di sana, menandakan ada sedikit aktifitas di sana. Kai sedikit penasaran dengan apa yang dilakukan oleh mereka di tengah malam begini. Kai masuk tanpa mengetuk pintu ke kamar tersebut.
"Jonginie, kau belum tidur..", Luhan memutus perbincangannya bersama D.O setelah melihat Kai masuk.
"Badanku lelah tapi aku tidak bisa tidur..", jawabnya lalu matanya beralih pada Sehun yang tengah memejamkan mata. "Ada apa dengannya hari ini?", tanyanya dalam raut yang sedikit khawatir. Sehun memang sudah kembali tidur di kamarnya malam ini. Chen juga sudah kembali menempati kamarnya.
"Mungkin sama sepertimu, karena kondisi yang belum begitu pulih dari sakit kemarin, dia menjadi kelelahan. Setelah acara berakhir tadi dia sempat mengalami sesak nafas saat di backstage. Dan sekarang badannya menjadi demam lagi.", tutur D.O sambil membenahi selimut Sehun.
"Apa tidak sebaiknya kita memanggil dokter lagi, hyung?"
"Dia tidak ingin Suho dan Kris mengetahuinya.", ucap Luhan sambil memperhatikan wajah Sehun yang tengah tertidur.
"Ck,, anak ini masih saja sok kuat!", rutuk Kai yang masih berdiri memperhatikan Sehun.
"Apa hyung sudah memberikan obat dari dokter kemarin?"
"Sudah,, dia sudah meminumnya sebelum tidur. Kau tidak perlu khawatir, Jonginie.", ucap Luhan menenangkan Kai.
"Sebaiknya kau kembali ke kamar, Jonginie. Sepertinya kondisimu juga tidak begitu baik.", D.O berdiri menghampiri Kai dan memperhatikan wajahnya yang sedikit memerah.
"Aku baik-baik saja, hyung."
"Kau juga sama seperti Sehunie, sok kuat."
"Itu kenyataan, aku memang lebih kuat darinya."
"Sudah-sudah.. aku tidak ingin kau ambruk di sini. Kau pikir aku tidak tahu, kaupun sedang demam saat ini.", omel D.O sambil mendorong Kai untuk keluar kembali ke kamarnya.
"Benar Jonginie, kau harus segera beristirahat. Jangan sampai kalian berdua menjadi bertambah parah", Luhan ikut menasihati Kai.
"Tunggu sebentar hyung, aku ingin melihat Sehunie sebentar saja…"
"Ini sudah larut Jonginie, kau juga butuh istirahat. Apa perlu aku beritahu Suho hyung dengan kondisimu?"
"Jangan,,", Kai menjadi takut dengan ancaman D.O.
"Jika begitu ayo kembali ke kamar, jangan lupa meminum obatmu. Jjaljayo.", ucap D.O sambil tersenyum dia menunggu Kai sampai masuk ke kamarnya.
Kai menutup pintu kamarnya dengan begitu pelan agar tidak menimbulkan suara yang bisa mengganggu Suho dan Chen. Kai sengaja tidak menyalakan lampu agar Suho tidak tahu dia keluar cukup lama. Dia berjalan sedikit mengendap menuju ranjangnya dan tiba-tiba lampu kamar menyala.
"Kau darimana, Jonginie?", Suho sudah berdiri di dekat lampu tidur yang menyala cukup terang.
"Hyung,, kau mengagetkanku. Mengapa belum tidur, hyung?", Kai mengelus dadanya karena terkejut. Dia mendapati Suho sudah berdiri di sana dan Chen sudah tertidur pulas sepertinya.
"Justru aku yang seharusnya bertanya begitu padamu.", Suho masih berdiri sambil menunggu Kai untuk menjawab.
"A..aku hanya mengambil air minum ke dapur, hyung.", Kai memang tidak bohong. Tapi bukan itu yang Suho tunggu. Suho khawatir karena dia tahu Kai dan Sehun baru saja sembuh dari demamnya. Melihat Kai yang keluar kamar tadi, dia takut Kai akan kembali sakit jika tidak beristirahat dengan benar.
"Itu saja? Tidak ada yang lain? Tidak mungkin jika hanya mengambil air minum ke dapur saja membutuhkan waktu hingga hampir satu jam. Kau kemana?", Suho seperti mengintrogasi.
"Aku pergi kamar Sehun", jawab Kai sambil menunduk takut.
"Bukankah masih ada waktu besok untuk bermain dengan Sehun? Jaga kesehatanmu. Banyak jadwal yang menunggu kita."
"Aku tidak bermain, hyung. Sehun sakit lagi."
"Apa?"
"Astaga Kai mengapa mulutmu bodoh sekali, habislah kau sekarang."
.
.
TBC
.
.
Maaf chingudeul sudah lama menunggu. Ada sedikit kerjaan yang harus saya selesaikan.
Nih saya sudah kembali dengan chapter 2. Jangan lupa di review ya.. :D
Khamsahamnida…..
Author : Belle Bell / Belle Ken
#Bow
.
.
Balasan review chapter 1 :
AurumVoice : hehe, saya juga seneng. Nih udah lanjut,, direview ya.. ^^
dyayuda : ini belum pernah dipublish chingu. Ini sudah dilanjut, direview ya..
Wlyn Xyln : ini masih kurang? :D
kyukaa : Ahh kasian Sehun dibikin sakit parah, saya tak tega hehe…
d5 : ini sudah lanjut. Tenang saja saya gak bisa buat chapter panjang2 kok hehehe…
Guest : sipp.. silahkan dibaca dan direview… :D
Jungbyungie : okee… ini sudah lanjut… ^^
cokicoki : Gomawo.. ^^
lolicon : Gomawo.. ^^
May Angelf : makasih… ^^ maaf baru bisa publish. Jangan lupa di review ya.. ^^
