DUAAAAAAAAAAAAAK
Pukulan telak menghantam pipi mulus Sasuke yang baru saja membukakan pintu untuk sang tamu. Bukannya dapat oleh-oleh dari sang tamu ia justru mendapatkan bogem mentah. Sangat tidak sopan sekali tamunya ini.
"Kau—" Desis Sasuke. "APA YANG KAULAKUKAN HA—" Sasuke berhenti berteriak-teriak begitu melihat siapa tamunya kali ini.
"Konbanwa, anak ayam~" Sapa Kyuubi ramah dengan senyuman iblis dan tangan kanannya yang sedang memijat-mijat kepalan tangan kirinya.
"Suke, siapa yang datang?" Naruto menongolkan dirinya setelah menyiapkan makan malam. Dan betapa terkejutnya ketika melihat sang kakak berdiri diambang pintu. "Kyuu-nii~~" Panggilnya riang, Naruto segera menuju sang kakak sebelum suara Kyuubi menginterupsinya.
"Naru, ambil Menma di gendongan Itachi, bawa ia kekamarnya sekarang." Kyuubi memberikan perintah mutlak, mata rubynya menatap Naruto nyalang.
Naruto merinding seketika "Eh? Ba-baik Kyuu-nii." Dengan terbata Naruto langsung keluar dan mengambil Menma yang tertidur pulas digendongan Itachi-kakak iparnya-, dan setelah itu Naruto langsung melesat ke kamar Menma.
"Yo, Otouto~" Sapa Itachi yang baru saja masuk ke dalam rumah. Ia menepuk pundak Kyuubi. "Ada yang ingin kami bicarakan." Seketika aura hitam menguar dari tubuh Itachi dan Kyuubi
GLEK
Sasuke memegang pipinya yang bengkak sambil menelan ludahnya, entah kenapa tubuhnya merinding, ia mempunyai firasat buruk kali ini.
.
.
.
Title : Salah Paham
Pair : Sasuke x Naruto, Itachi x Kyuubi
Genre : Humor, Family
Rate : K+ - T+
Chapter : #2
Warning : Gaje,Typo dimana-mana,OOC, BL
Summary : ketika Menma, bocah 5 tahun tidak bisa tidur karena mendengar suara Papanya yang berteriak kesakitan setiap malam, dan ternyata dugaan Menma benar bahwa Ayahnya kerap menyiksa Papanya
.
.
.
Sasuke benar-benar bad mood kali ini. Baru dua jam yang lalu ia diomeli habis-habisan oleh Aniki dan kakak iparnya. Tak hanya mengomeli dia harus menelan bogem mentah penuh cinta dari kakak iparnya yang kini membuat muka tampannya lebam. Beruntung Naruto datang tepat waktu setelah menidurkan Menma dikamarnya. kalau tidak, bisa dipastikan ia sudah terbaring di ruang ICU. Selain itu yang menambah bad mood-nya kali ini adalah pemandangan di depan matanya. Sesosok bocah copy-an dirinya sedang tertidur di samping suaminya-Naruto- jangan lupakan tangan mungilnya yang memeluk erat pinggang langsing menggiurkan itu dan kepala mungilnya yang dengan nyaman bersandar didada Naruto. sungguh sungguh membuat Sasuke kesal.
"Ara? Anata ayo cepat tidur." Naruto yang menyadari Sasuke berdiri diambang pintu sambil mengompres pipinya dengan es batu mengajaknya untuk tidur di samping dirinya dan Menma.
"Hn." Sasuke masuk dan membaringkan dirinya di ranjang
"Ayah cempiiiiit, Ayah tidul di cofa aja canaaah!" Perintah sang bocah yang ternyata belum tidur.
CTAAAAAK
Perempatan muncul didahi Sasuke. Sudah tidur bertiga dengan putranya, eh sekarang malah disuruh tidur disofa. Tidak kah bocah itu tahu kalau Ayahnya yang kece ini ingin sekali bercocok tanam dengan Papanya? Tidak kah bocah itu tahu kalau ranjang ini bahkan bisa memuat 5 orang?!
Sasuke tak mau pindah, ia mengeratkan selimut dan mendorong-dorong tubuh mungil putranya. Kali ini Menma yang kesal. Ia melepaskan pelukannya dari sang Papa kemudian dengan jurus tendangan cupel no jutsu ia menendang Ayahnya hingga terjungkal dari ranjang.
BRUUUUUUUUUGGGGHHH
Sasuke dengan sukses mencium lantai.
"Huwaaaa Menma apa yang kamu lakukan nak?! Sa-sasuke kau tidak apa-apa?" Ucap Naruto khawatir, ia melongokan kepala kuningnya ke bawah.
Seketika aura hitam menguar dari tubuh Sasuke. Ia bangun dan mendeathglare putra sulungnya. Tak mau kalah Menma ikut berdiri di atas ranjang dan mendeathglare Ayahnya. Naruto sweatdrop melihatnya. Memang buah tak jatuh jauh dari pohonnya.
"Sudah sudah." Naruto berusaha melerai "Menma tidur dulu ya, Papa akan meminta Ayah untuk tidur di sofa. Nah sekarang Menma tidur ne?" Naruto mengelus surai raven sang anak. Menmapun mengangguk, ia kembali berbaring diranjang. "Anak pintar, Nah Papa mengantar Ayah ke sofa dulu ya?" ucap Naruto sambil mencium pipi gembil Menma. Menma mengangguk ia mulai memejamkan matanya, tak lama ia pun tertidur.
"Ayo Ayah tidur di sofa." Perintah Naruto, ia menarik pergelangan Sasuke.
"Ta-Tapi—"
"Jangan membantah atau kau akan selamanya tidur diluar, ne?" ucap Naruto sambil menatap nyalang Sasuke. Tak lupa ia memiringkan kepalanya dan memberikan senyum tulusnya pada Sasuke. Naruto terlihat imut sekaligus menyeramkan sekarang.
GULP
Sasuke menelan ludahnya. Naruto dalam mode 'Istri galaknya' memang sungguh menyeramkan. Kalau sudah begini Sasuke hanya bisa pasrah saja. Ia mengikuti Naruto dari belakang dengan lesu.
BLAAAAM
Pintu kamar tertutup, Sasuke dan Naruto sudah diruang tamu sekarang.
"Tidak kah kau ingat nasihat Kyuu-Nii dan Tachi-Nii?!" Naruto langsung menyerang Sasuke ketika sampai di ruang tamu.
"Huh? Aku lupa." Jawab Sasuke sambil mendudukan dirinya di sofa.
"Apa?!"
"Sudah lah Naru, sudah malam, sana kau tidur." Sasuke berbaring, ia membelakangi Naruto. Hoo rupanya ia ngambek.
Hening
"Suke, kau marah?"
"…."
"Suke…."
"…."
"Suke, jawab aku, kau marah ya?" Naruto mendudukan diri di bagian sofa yang masih tersisa ruang kosong.
"Kalau marah, maafkan aku, aku—aku—hanya tak ingin Menma me-menjadi mesum sepertimu nanti…." Naruto berkata lirih.
"…."
"Sukeeeee, jangan cueki akuu, Sukee!" Naruto menggoyang-goyangkan tubuh suaminya. Tapi sang suami malah tetap saja cuek.
"Hiks, Ba-baiklah Satu ronde sebelum tidur!" ucap Naruto sedikit berteriak.
Sasuke langsung bangun dari tidurnya. Mata onyxnya menatap Naruto. "3 ronde." Ucapnya
"Hee? Ti-tidak mau, kau ingin Menma terbangun dan melihat kita hah? Aku tidak ingin Menma jadi mesum seperti kau Teme!"
"Ck ck ck kau memang benar-benar Dobe, Dobe-Koi." Sasuke menggeleng-gelengkan kepalanya "Dia membawa gen ku, tentu saja dia juga mewarisi gen mesumku Dobe." Ucap Sasuke ngawur.
"Heeee? Iya kah?" Naruto kaget, ia baru mendengarnya kalau gen mesum itu ada dan dapat diwariskan.
"Tentu saja."
"Ta-tapi—"
"Kau tidak ingin melihat putra kita mesum tapi tidak tahu teknik-teknik berbuat mesum kan Dobe?"
"Hee? Ma-maksudmu Teme?"
"Ha—ah." Sasuke menghela nafas sok serius "Maksudku kau tidak ingin melihat Menma tumbuh menjadi lelaki mesum tapi tidak tahu bagaimana caranya ia menggunakan kemesumannya sesuai tempat dan waktu yang tepat kan?" Jawab Sasuke. Tumben ia mau berbicara panjang lebar. "Bayangkan Dobe kalau begitu, betapa kasiannya Menma." dengan memasang tampang sedih Sasuke berbisik halus ditelinga Naruto. Naruto yang polos sungguh tidak tahu kalau ia sedang di cekoki doktrin-doktrin aneh oleh suaminya.
Naruto bergidik, tidak tahu harus membayangkan apa. tapi ia tidak mau kalau masa depan Menma nanti suram.
"Ba-bagaimana ini Teme?" oke Naruto mulai parno sekarang, mukanya sungguh terlihat panik. Ia menggengam erat lengan Sasuke.
"Hn, satu-satunya cara adalah—" Sasuke memegang kedua bahu Naruto. Mata onyxnya menatap sapphire Naruto, serius. "Membiarkan Menma menonton secara live aksi kita Dobe-koi~" Sasuke langsung saja menubruk dan menindih tubuh Suaminya, ia sungguh-sungguh tidak tahan lagi.
"GYAAAAAA SUKEEEEEEEEEE!"
SasuNaru-SasuNaru-SasuNaru- SasuNaru-SasuNaru-SasuNaru- SasuNaru-SasuNaru-SasuNaru
Sementara itu Menma yang sedang pulas-pulasnya tertidur kembali terjaga karena telinga sensitifnya mendengar suara-suara yang sering ia dengar dua malam ini. Padahal baru saja Menma tertidur 45 menit yang lalu. Poor Menma.
"Papa!" Mata bulatnya terbuka. Menma segera bangun dan betapa kagetnya ia tidak mendapati sosok Papa tercintanya tidur disampingnya.
Menma segera menuruni ranjang dan memakai sandal tidur rubahnya. Kaki mungilnya segera berlari kearah pintu kamar, sedikit berjinjit ia menarik kenop pintu dan cahaya lampu yang pertamakali menyapa indra penglihatannya.
"Papa! Papa!" Menma berteriak-teriak memanggil Papanya, ia sudah keluar kamar. "Pa—" ucapannya terhenti, mata bulatnya melebar begitu ia melihat Papa tercintanya sedang ditindih oleh Ayahnya.
"PAPAAAAAAAA!"
"Me—MENMAA?" Naruto berteriak histeris begitu melihat putranya yang memergoki kegiatan olahraga malamnya dengan Sasuke.
Tanpa pikir panjang Menma segera menerjang sang Ayah, Menma memukul-mukul sang Ayah dengan bantal sofa. Pikirannya benar selama ini, kalau sang Ayah selama ini menyiksa Papa tercintanya.
BUUGGH BUUGGH
"Aw Aw Menma hentikan." Sasuke berusaha menghindari pukulan-pukulan Menma dengan menggunakan lengan besarnya sebagai tameng.
"Racakan racakan, Ayah jahaaat Ayah jahaat!" dengan membabi buta Menma memukuli sang Ayah.
"Sa—suke—menyingkir dari atasku—" Naruto berusaha mendorong tubuh Sasuke.
"Tidak, Sampai kita klimaks Dobe—Aw Menma hentikan!" konsentrasi Sasuke terpecah sudah, dia harus melindungi dirinya dari serangan membabi buta sang putra dan mempertahankan eksistensi sang junior kebanggannya di dalam lubang hangat sang suami.
"Gyaaaaa Ayaaaaaaaah memacukan tongkaat ke dalam tubuuuh Papaaaa, Ayaaah Jahaaaaat!"
Menma histeris begitu melihat suatu tongkat menusuk-nusuk pantat sang Papa.
"HEE? APAAAAA?" Naruto kaget bukan main, bagaimana ia bisa lupa kalau anu sang suami masih menempel ditubuhnya. Naruto panik, tiba-tiba saja kepalanya pusing, penghlihatannya kabur dan Naruto jatuh pingsan.
"PAPAAA PINGCAAAAAN!" Menma berteriak heboh
"APA?" Sasuke kaget, langsung saja ia menengok ke bawah dan didapatinya Naruto sudah pingsan. "HOI DOBE! BANGUN DOBE!" Sasuke menepuk-nepuk pelan pipi suaminya.
Tidak ingin terjadi sesuatu kepada Papa tercintanya. Menma segera berlari menuju telpon rumah dan menelepon Pamannya minta bantuan
TUUUUT TUUUUT TUUUUUT
'Moshi-moshihh, Menma-kunnnnhh?' Jawab sesorang di seberang Line sana. Kegiatan yang sedang ia lakukan tidak bisa menyembunyikan desahannya.
"Hayo Kyuu-Jii-chan? Huweeeeee Kyuu-Jii-chan tolooooong Papa dipukuliiin Ayah dan Ayah memacukan tongkat kedalam tubuh Papa, Huweeeee Kyuu-Jii-chan TOLOOOOOONGIIN PAPAAAA!"
'APAA?'
SasuNaru-SasuNaru-SasuNaru- SasuNaru-SasuNaru-SasuNaru- SasuNaru-SasuNaru-SasuNaru
Kyuubi mengusap surai pirang adiknya dengan sayang. Ia menarik selimut sebatas dada sang adik. Kemudian mengecup keningnya penuh sayang dan beranjak pergi. Ia menghampiri keponakannya yang Nampak sesegukan
"Cep cep cep, Papa sudah Jii-chan obati, Menma tenang ya."
"Papa tidak apa-apa kan Kyuu-Jii-chan? Hiks Menma takut Papa me-meninggal, tadi muka Papa pucat cekali waktu ditindih Ayah, cudah gitu nafas Papa telsengal-sengal hiks."
"Tenang Papamu tidak apa-apa Menma-kun." Kyuubi tersenyum, ia membawa Menma kepelukannya dan mengelus sayang surai ravennya.
'Dasar anak ayam mesuum, sudah kubilang untuk tidak macam-macam, awas saja kau nanti.' Batin Kyuubi yang sekarang sudah menjadi iblis, aura merah menguar dari tubuhnya.
Dan bagaimana nasib Sasuke?
Sekarang ia tengah berbaring di atas ranjang Rumah Sakit Konoha karena mendapat serangan tanpa ampun dari kakak ipar galaknya. Dan jangan lupakan serangan mental dengan kategori HIGH-Level dari Anikinya. Sepertinya lusa ia tidak bisa kembali bekerja dan harus menjalankan perawatan intensif selama dua minggu. Poor Sasuke.
FIN
Huwooooooh akhirnya kelaaar juga~
Gomenne Minna-san, ceritanya jadi mesum begini huhuhuhuhuhu maafkan dakuuuuu #author nangis Bombay.
Sungguh ini melenceng dari rencana awal, entah kenapa jari saru ngetik sendiri dan voilaa jadilah fic ini huhuhuhu :"D
Sedikit menyesal jadi seperti ini endingnya, otak saru sepertinya harus sudah di laundry mengingat betapa mesumnya Saru sampe gak nyadar ngetik begini huhuhuhu sekali lagi maafkan dakuuu~ #author sujud di kakik reader
Untuk yang berpuasa sebaiknya membacanya setelah berbuka ya, jaga-jaga aja :"D
Sekali lagi mohon maaf Reader-sama, dan semoga bisa menghibur~
Happy Reading~
RnR pleaseee~
#bows
C(TT w TT)D
Thanks to :
RisaSano-Yohey57-wildapolaris-zhiewon189-hanazawakay-Uuvaiyagami-eka r echa -anitaindah777-yassir2374-Guest-0706-miira-ShiroiFuyu -Ineedtohateyou-kitsuneRiku11-uzumakinamikazehaki-Littlelily-Darkgrinsmile-kkhukhukhudattebayo-NamikazeDeidara-akihikofukuda71 -missgallstillhere-arumjunnie-akaneuzumakifaris-VianyckaHime-TemeikiRyu-WaffleRDewey-anakarina12576-Permatakedua9-lemonade
Saru balas Review via PM ya, yang tidak log in saru balas disini :D
Guest : si Menma ini emang polos kayak Papanya, tapi mungkin gede ntar mesum kayak Ayahnya #tabok XD
0706 : sudah dilanjut~ selamat membaca :D
Miira : gimana omelannya itakyu? Kurang berasa ya ? :"D, ini sudah update sekilat yang saru bisa huehehe
Little lily : ahahahah terimakasih sudah membaca fic gaje saru, yokatta dapat menghibur, ini sudah dilanjut~ :D
Lemonade : Sudah lanjut~ silahkan dibaca :D
