Title : Secret Affair
Cast : Taeyong, Ten, Johny
.
.
"Johny dan Ten adalah sepasang kekasih.
Namun diam-diam Ten menjalin affair dengan Taeyong."
.
.
Setelah merengek dan merayu manajer mereka semalaman suntuk, akhirnya para member NCT mendapatkan satu hari penuh liburan tanpa adanya latihan maupun kegiatan yang berkaitan dengan debut salah satu unit mereka.
Seperti yang direncanakan Yuta pagi itu, menghabiskan waktu diluar dengan pancaran hangat sinar matahari di musim panas memang hal yang menakjubkan. Berjalan-jalan disekitar pantai dengan pasir putih yang bersih serta suara deburan ombak yang menenangkan dan membuat siapapun merasakan kedamaian dan kenyamanan. Apalagi bersama orang-orang yang di cintai. Sempurna.
Sayangnya tidak semua member NCT menghabiskan waktu libur mereka bersama. Kebanyakan dari mereka memilih untuk pergi kerumah masing-masing ataupun tidur di dorm sebagai pembalasan jam tidur mereka yang kurang akhir-akhir ini. Namun tidak dengan Yuta, Jaehyun, Doyoung, dan Johny. Mereka bereempat memutuskan untuk menikmati pantai Daecheon yang terkenal dengan banyaknya wisatawan manca negara dengan bikini-bikini seksi yang membalut tubuh mereka.
Sebenarnya tidak hanya mereka berempat yang berencana untuk pergi ke pantai. Ten adalah yang paling semangat ketika mendengar Yuta mengusulkan untuk berlibur ke pantai. Namun tiba-tiba pagi ini Ten terkena gangguan pada pencernaannya dan memutuskan untuk tinggal di dorm. Johny juga sempat membatalkan keikutsertaanya dan ingin menemani Ten, kekasihnya yang sedang sakit. Tapi Ten mengatakan bahwa iya akan baik-baik saja dan meminta Johny untuk tetap pergi.
"Aku akan baik-baik saja Johny hyung. Aku akan menghubungi mu setiap satu jam sekali. Jadi jangan khawatir oke?" Ten meyakinkan kekasihnya itu untuk tetap pergi dan tak mengkhawatirknnya. Dan akhirnya Johny pun setuju dan bergabung dengan Yuta, Jaehyun dan Doyoung.
Ten melambai pada mereka saat ketiganya menaiki mobil manajer menuju stasiun dengan riang. Sama sekali tidak terlihat guratan kecewa karena ia batal untuk menikmati segarnya air pantai dengan sang kekasih.
"Wow lihatlah! Siapa yang sedang tersenyum lebar ketika ditinggal kekasihnya berlibur kepantai." Perkataan sindiran itu menyapa gendang telinganya setelah Ten menutup pintu dorm.
Sedangkan Ten hanya tersenyum sinis. Berjalan mendekat pada orang yang tengah bersandar pada sandaran sofa dengan remote televisi ditanganya. Mengganti channel dengan bosan. "Aku berharap ada kekasihku yang lain yang mau menghabiskan satu hari penuh liburnya untuk terus memeluku, menciumku, dan...memberi kenikmatan pada tubuhku." Suaranya memelan diakhir kalimatnya. Kemudian ikut duduk disamping orang itu. Disamping kekasih rahasianya, Lee Taeyong.
"Wah siapa kira-kira orang itu heum? Sepertinya kau benar-benar ingin disentuh olehnya ya." Taeyong lagi-lagi menyindir Ten yang membuatnya mendapat sebuah pukulan dilengannya dengan cukup keras.
"Ya Lee Taeyong! Kau menyebalkan!"
Sedangkan Taeyong dibuat tertawa dengan tingkah orang yang sangat ia cintai ini.
"Jadi kau ingin aku memeluk dan menciummu heh?"
"Tidak." Ten mengeleng cepat. "Aku ingin bercinta denganmu Lee -fucking-Taeyong!
.
.
Suasana musim panas memang yang terbaik. Langit luas berwarna biru cerah dengan awan-awan putih yang bersih dan terlihat lembut seperti permen kapas. Temperatur udara yang hangat membuat tubuh siapapun akan merasa seakan mendapat energi baru yang kuat dan menggairahkan. Seperti halnya dengan Taeyong dan Ten. Mereka merasakan panasnya suhu udara disekitar mereka. Panas yang penuh cinta dan gairah nafsu. Semua bercampur menjadi satu.
Ten duduk diatas pangkuan Taeyong dengan kedua belah bibir mereka yang saling melumat. Saat ini, mereka tengah menikmati kebersamaanya disebuah kamar hotel yang cukup jauh dari dorm mereka.
"Enghhh...hyunghh..." Ten mendesis nikmat, lelaki imut itu melesakkan jari-jarinya pada helaian rambut cokelat Taeyong dengan sedikit rematan, seakan menjelaskan hasratnya yang sudah diubun-ubun. Kedua matanya sesekali terpejam ketika tangan Taeyong mulai beraksi pada tubuhnya.
Entah sejak kapan Taeyong melepaskan seluruh pakaian pada tubuh Ten dan membaringkannya diatas ranjang yang berukuran king size itu. "A..akhh.." Ten mendesah tertahan ketika Taeyong menggit kulit lehernya dan meninggalkan bercak-bercah berwarna merah. Kemudian turun pada dada milik Ten. Mengecup nipple merah muda dan memberinya sedikit hisapan yang mampu membuat Ten menggelinjang nikmat, dengan tangan yang enggan berhenti untuk menggerayangi tubuh mulus lelaki dibawah kukungan tubuhnya.
"Hyunghh aku sudah tidak tahan. Hisap milikku.. nghhh..."
Kemudian pandaganya terarah pada bagian bawah Ten dengan seringaian dibibirnya. "Sudah Tegang huh?" pertanyaan retoris yang tak perlu dijawab ketika ia mendapati milik Ten yang tegang dan mulai berkedut.
Taeyong mengarahkan bibirnya untuk memberi kecupan-kecupan pada ujung genital Ten dengan lembut. "Aakhh...!" Menjilati dengan lidahnya yang panjang. Mengemut seeakan ia tengah menikmati sebuah lolipop panjang dan berwarna merah muda.
"Shit...nghhh!" geraman tertahan meluncur dari mulut Ten ketika Taeyong melepas kulumannya pada genital tegang miliknya. Sial! Dia benar-benar hampir klimaks dan Taeyong menghentikan begitu saja.
"Kau tidak akan semudah itu menikmati klimaks mu sayang." Ucap lelaki dominan itu dengan nada meremehkan. "Basahi milikku dengan salivamu dan kau akan segera mendapati lubangmu penuh dengan spermaku."
Tanpa diminta ulang, Ten segera mendorong Taeyong dan membalik posisi mereka. Menarik resleting jeans yang dikenakan lelaki yang mendapat julukan "manusia komik" karena wajahnya yang mirip dengan karakter pada komik-komik jepang.
Ten menatap wajah Taeyong dengan pandangan "bitchy" setelah berhasil menanggalkan celana jeans beserta underwear itu dengan cepat dan membuangnya sembarang.
"Woow...!" ia bergumam pelan ketika mendapati genital Taeyong yang super size terpampang jelas diwajahnya. Pantas saja ia selalu nikmat saat bercinta dengan Taeyong.
Ia kemudian mengarahkan wajahnya lebih dekat dengan genital Taeyong. Melakukan seperti apa yang lelaki tadi lakukan pada genital nya. Memberi kecupan-kecupan ringan pada ujung kepala genital itu seraya mengulumnya dengan gemas.
"Ohhh Ten...You bitchh...!" Taeyong tidak bisa untuk tidak mendesah ketika kenikmatan itu mulai menyergap tubuh bagian bawahnya. "Kulum terus Ten...! Im begging you...!" Dan Ten tidak akan pernah menolak.
.
.
"Ahh...Taeyong!"
Hari semakin beranjak siang, suhu kamar mereka pun semakin panas dengan desahan yang sepertinya akan mengalun disepanjang hari.
Mendapati Ten yang tengah mendesah, Taeyong semakin tak sabar untuk melesakkan genitalnya pada hole ketat milik orang yang sangat ia cintai ini.
Segera saja ia merapatkan tubuh nya pada tubuh luhan. Menempelkan genital tegangnya pada pantat seksi yang banyak dikagumi member lain. "Sial...!" Seketika Ten menggerakkan pinggulnya setelah merasakan sesuatu yang yang keras pada pantatnya. Hal itu menimbulkan rangsangan pada genital Taeyong yang seakan mendapat elusan lembut.
"Milikmu keras sekali Tae... Ahh.." Taeyong semakin menggeram karena suara desahan Ten yang terdengar sangat seksi dan menggoda ditelinganya.
"Menungginglah sayang." Ucap Taeyong ketika mendapati dirinya sudah tak sabar ingin segera membobol hole yang sebenarnya sudah beberapa kali ia masuki. Ah, mungkin juga sudah dimasukki Johny.
Ten segera menungging mengikuti perintah taeyong. "Cepat Tae... masukkan milikmu kedalam holeku pleaseeee... penuhi aku dengan spermamu sayanghhh..." Ten menggoda Taeyong dengan dirty talk dan tingkah manjanya. Tak lupa menggoyangkan pantat berisinya didepan wajah Taeyong.
Tanpa banyak bicara, Taeyong melesakkan kedua jarinya pada hole sempit Ten. "So tight baby...!" yang hanya dibalas erangan Ten. Tak lama ia kembali menggoyangkan pantatnya menyuruh Taeyong untuk segera menggerakan kedua jarinya.
"Sudah cukup Tae.., aku ingin genitalmu saja. Lepaskan jari-jari mu itu!" dengan dikuasai nafsu, Ten meminta Taeyong dengan nada perintah.
Taeyong mengangguk. Ia juga sudah tidak sabar sebenarnya. "Baiklah sayang." Kemudian mengurut sebentar genitalnya hingga membuatnya semakin tegang dan menggesekkan pada hole milik Ten.
"Jangan menyiksaku Tae..Ngghhh...!"
Dengan begitu Taeyong mendorong pinggulnya hingga membuat genitalnya tertanam didalam hole Ten. Dengan perlahan dan lembut, Taeyong mendorongnya hingga genitalnya tertanam penuh didalam lubang penuh kenikmatan itu.
"Ngghhh ... Akhhh... Babyyy...!" teriakan Ten membuat Taeyong semakin dibutakan nafsu. Dengan tidak sabaran ia mulai menggerakkan pinggulnya hingga membuat genitalnya terdorong maju dan mundur. Mencari titik kenikmatan didalam prostat milik lelaki yang sudah hambir satu tahun ini menjadi kekasih rahasianya. Bahkan kedua tangannya tak hanya tinggal diam, mengkocok genital Ten seirama dengan gerakan pinggulnya.
"Tae..nghh.. aku ingin keluar ughhh...!"
"Bersama Ten... nghhh...!"
Taeyong berhasil menembakan spermanya pada hole Ten dan beriringan dengan Ten yang mencapai klimaksnya.
Deru nafas mereka terdengar memburu dan tidak teratur. Mereka kemudian berbaring dengan Taeyong memeluk tubuh polos Ten dengan erat. Memberi kecupan-kecupan ringan disepanjang bahu mulus itu. "Terimakasih Ten. Aku mencintaimu." Ucapnya kemudian mencium kening Ten cukup lama. Dan Ten menikmatinya. Kenyamanan yang hanya bisa ia rasakan ketika berada didalam sentuhan Taeyong.
"Aku juga berterimakasih padamu Tae. Aku mencintaimu." Balasnya diiringi kecupan pada bibir Taeyong.
"Sepertinya beberapa ronde lagi tak akan membuat kita kemalaman untuk sampai di dorm."
"Ya Tae! Aku lelah bodoh!"
