Perjalanan Kehidupan lima Sekawan
By.
Haruno Bella-chan
Genre : Friendship
Character : Sakura H. Sasuke U. Naruto U. Hinata H. Ino Y. And Others
Happy Reading
Chapter 2 : Hari Pertama Sekolah
Tampaknya di Senju's International High School sudah ramai. Dilihat banyak murid berlalu lalang di koridor sekolah, maupun di ruangan lainnya. Oh ya, di sekolah ini terbagi menjadi 2 bagian. Yaitu kelas Reguler dan kelas Istimewa. Dalam kelas reguler adalah anak-anak yang kemampuan otaknya biasa-biasa saja, tetapi masih kategori menengah ke atas. Biasanya dari kelas reguler merupakan anak dari Pengusaha terkemuka tetapi kemampuannya biasa-biasa saja. Dalam kelas istimewa terdapa tiga bagian yaitu Kelas Silver, Gold, dan Diamond. Kelas Silver berisikan anak yang mendapat beasiswa dan bisa dibilang mereka memiliki kecerdasan akademik dan non akademik di atas rata-rata. sebagian besar dari mereka terkadang diikutsertakan dalam Olimpiade Nasional maupun Internasional. Kelas kedua adalah Kelas Gold, merupakan kelas yang berisikan anak dari luar negeri, baik hasil pertukaran pelajar, maupun yang mendaftar sendiri. Disini juga berisikan anak-anak yang berkemampuan khusus dalam Non-akademik, seperti bidang olahraga dan seni. Tapi jangan salah, mereka kemampuan akademiknya juga diatas rata-rata. Mereka disini kebanyakan dari ekonomi menengah keatas. Dan terakhir adalah Kelas Diamond yang berisikan anak-anak bangsawan, pengusaha ternama, tak sedikit artis terkenal juga berada di kelas itu. Kelas ini tidak main-main. Karena tes masuk kelas ini sangat ketat, jadi rata-rata di kelas ini adalah murid yang jenius baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Khusus kelas Diamond fasilitasnya lebih wah dibandingkan kelas lainnya, dan kelas ini juga kelas yang muridnya paling sedikit, yaitu max 15 orang per Kelas.
Tampaknya kini ada seorang gadis berambut soft pink keluar dari mobil Alphard berwarna hitam bersama kedua anak lelaki berambut merah, sebut saja mereka Sakura, Sasori, dan Gaara, seketika perhatian hampir seluruh Murid teralihkan ke trio Haruno tersebut.
"Okaa-sama, Otou-sama, Sakura pamit masuk sekolah dulu. Hati-hati di jalan," ucap Sakura mengingatkan kepada kedua orang tuanya
"Hn, kami juga pamit dulu Kaa-sama, Tou-sama." ucap Gaara dan Sasori bersamaan. Kemudian Mereka bertiga mencium tangan dan memeluk kedua orang tua mereka, yang dibalas dengan senyum tipis oleh Mebuki dan Kizashi
"Iya, Saku-chan, Gaara-kun, dan Sasori-kun belajarnya sungguh sungguh ya, Titip salam untuk nenek kalian. Kaa-san berangkat dulu, Jaa..." Ucap sang Ibunda sembari kembali masuk ke Alphard hitam
"Oke, Okaa-sama, Jaa ne.." jawab mereka serempak. Sakura melambaikan tangannya kearah mobil yang sudah melaju meninggalkan sekolah elit itu. Lalu Sakura mengedarkan pandangannya ke seluruh wilayah sekolah. Terlihat pandangan -hampir- seluruh murid mengarah kepada mereka. Seketika itu juga Sakura merasa gugup. Apalagi mereka memandang dirinya serta kedua kakaknya sambil berbisik-bisik.
Lalu Sakura menghela nafas.
kuharap ini tidak akan merepotkan, oh ya Shikamaru kupinjam dulu ya trademark milikmu, mendokusai, hihihi…
Lalu kemudian Sakura terkikik pelan memikirkan kalau ada Shikamaru, pasti ia akan berkata mendokusai.
"Kau kenapa, imouto? jangan senyum-senyum sendiri!" tegur Sasori. Sakura hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal sambil menyengir. Tiba-tiba ia ingin bertanya, "Kak, kenapa mereka lihat-lihat ke kita melulu?" Lalu Gaara menolehkan kepala ke arah murid-murid yang memperahatikan mereka, dan dibalas dengan jeritan tertahan dan wajah merona oleh para gadis itu.
"Abaikan saja mereka, Sakura kalau kau masih ingin tenang di sekolah ini. Mereka memang fans-fans fanatik yang ganas, Sakura. Kau harus hati-hati," Ucap Gaara memperingati adik kesayangannya dan Sakura hanya menganggukkan kepalanya pertanda ia mengerti.
Saat Sakura hendak berbicara lagi, kedua kakaknya kembali berkata…
"Saku-chan hati-hati ya, kau berkeliling sekolah saja, atau tunggu Naruto dan lainnya. Kami ingin ke ruang OSIS dulu, untuk menyiapkan acara penyambutan murid baru, Oke, Sakura-chan, Jaa" ucap kedua kakaknya dan kemudian berlari meninggalkan Sakura. Tapi sebelumnya mereka menyempatkan diri untuk menepuk pucuk kepala Sakura dengan lembut, dan Sakura hanya memanyunkan bibirnya.
"Tapi kak-"
Terlambat… Gaara dan Sasori sudah jauh didepannya. Tetapi masih bisa terlihat gerombolan para gadis yang menurut Sakura lebay mengerumuni Gaara dan Sasori. Ada yang membawa surat, ada yang membawa bunga, ada juga yang hanya berteriak-teriak gaje yang menyerukan nama kedua nama kakaknya.
Contohnya saja 'Gaara-kun, terimalah surat cintaku ini' atau 'Sasori-kun, wajahmu imut sekali seperti boneka teddy bear yang ku peluk' dan teriakan 'kyaaa' lainnya. Memang kedua kakaknya sudah -sangat- tampan dari lahir, jadi wajar mereka berdua memiliki banyak fans. Sakura pun memutar kedua bola mata emerald miliknya dengan bosan.
'Hah, pantas saja Gaara-nii mengatakan kalau mereka ganas, lah kelakuan mereka begini' Ucap Sakura dalam batinnya.
'Memangnya sekolah elit begini masih ada ya murid yang berkelakuan lebay begini, kayak pernah lihat orang ganteng aja..' Lanjutnya dalam hati melihat kelakuan para gadis itu yang semakin menjadi-jadi...
Tiba-Tiba...
"Sakura-chaaaan" teriak sekelompok orang. Lalu kerumunan murid mengalihkan perhatian mereka dari Sakura menjadi ke sekelompok orang yang meneriakkan namanya. Seketika itu juga kerumunan itu menjadi heboh…
Sakura pun menoleh kemudian tersenyum manis yang membuat kerumunan murid -kurang kerjaan- itu menjerit histeris "Naru, Ino, Hinata, Sasu, Ohayou..."
"Ohayou your highness Princess Cherry Aerysh Emeralda Blossoms," jawab Ino bak pelayan kerajaan yang membuat murid-murid yang mendengarkan mereka membelalak kaget. Iyalah kaget, putri bangsawan Inggris yang terkenal Sejagad raya itu -lebay- sekarang ada di sekolah super elit ini...
"Hahahaha, sangat tidak lucu The Queen Of Gossip, kau ingin membuat gossip baru? Maaf saja, aku tak bersedia menjadi bahan gosipmu, silahkan cari orang lain," balas Sakura sinis
"Maaf Saki, habisnya kamu nggak ngajak aku berangkat sih.." Gerutu Ino sebal sambil memanyunkan bibirnya. Bayangkan saja, ia sudah menunggu lama sendirian di depan Haruno's Mansion -karena Sasuke, Hinata dan Naruto yang memilih berangkat dengan orangtua masing-masing-
Karena sudah lama banget, akhirnya ia memutuskan untuk bertanya kepada salah satu maid keluarga Haruno, dan yang mengejutkannya Sakura sudah lama berangkat bersama kedua kakaknya dan orang tuanya.
"Iya deh maaf juga ya, biasanya kan hari pertama sekolah itu momennya dengan orang tua." balas Sakura tak enak. Ino mengacak rambut Sakura sambil menganggukkan kepalanya.
"Ohayou Saku-chan," Sapa Hinata ke Sakura..
"Ohayou Hina-chan, apa kabarmu setelah pulang dari Belanda? Kamu bawa oleh oleh keju gak?" balas Sakura penuh harap. Ia pun memasang jutsu andalannya yaitu puppy eyes no jutsu yang sukses membuat murid-murid yang memperhatikan mereka menjerit tertahan karena wajahnya yang imut-imut...
Author: Emangnya iya ya? Imut-imut sih nggak, amit-amit iya
Sakura: Apa katamu!? Shannaroooooo! (Jduaaar)
Author: Ampyuuuun, Pala ane benjool niiehh
Sakura: Bodo amat, biar otak ente bener, muka imut gini masa dibilang amit-amit
BACK TO THE STORY
"Ten-tentu, nanti aku kasih di kelas yaa." balas Hinata terbata-bata dan merona merah karena melihat wajah Sakura -yang katanya- imut
Lalu terdengar teriakan yang sudah tidak bisa ditahan dari para murid yang sedari tadi memperhatikan mereka
"Benar 'kan apa kataku, dia itu Princess Cherry Aerysh Emeralda Blossoms atau Senju Sakura dari kerajaan Equestria yang ada di majalah fashion bangsawan Inggris," Ucap seseorang yang menarik perhatian para murid, lalu orang tersebut dikerumuni para murid dengan respon yang berbeda-beda, seperti kau tahu dari mana' dan 'benar, aku juga pernah baca di salah satu situs internet, fotonya cantik sekali ditambah dengan baju yang di desain oleh Yamanaka's Design' yang membuat wajah Sakura merona merah.
"Aduh, i-ini sangat berisik. Telingaku se-seperti mau pecah sajaa," ucap Hinata melihat kerumunan siswa itu yang masih belum ada tanda-tanda untuk mau berhenti.
Tiba-tiba, ada seorang siswi berkacamata dan berambut coklat yang dikepang menyelinap keluar dari kerumunan itu, lalu ia langsung menghampiri Hinata. "Hinata-san, bolehkah saya meminta tanda tanganmu? Kumohon, kau adalah chef yang sangat kuidolakan, aku pun sudah menonton seluruh episode yang ada, dan aku juga sudah membeli seluruh buku resep karyamu dari jilid 1 sampai jilid ke 100" ucapnya berbinar 'ck ck ck, kasihan sekali lah kau, pantas saja matamu sampai memakai kacamata super tebal itu..' Inner Sakura meringis ngeri, membayangkan saat Hinata dengan gembira menunjukkan buku karya pertamanya yang sangat sangat tebal...
"A-ah, te-tentu saja boleh. Ini, tanda tangannya." ucapnya sambi menyodorkan kertas dan pulpen yang tadi diberikan siswi itu. "oh ya, kalau kau tidak keberatan, minggu depan buku resep ku akan dirilis yang Jilid ke-101, dibeli yaa, karena itu sangat spesial. tapi spesialnya masih dirahasiakan, kalau kau penasaran, beli saja. karena itu adalah buku yang paling bagus dari jilid sebelumnya. A-ada juga perbedaanya, y-yang membuat buku itu semakin spesial. Pokoknya b-beli saja deh," promosi Hinata kepada siswi tersebut... yang dibalas dengan anggukan semangat dari siswi itu
"Baiklah, kalau begitu Hinata-san, Jaa ne" ucap siswi itu sambil berlari meninggalkan Hinata dan yang lainnya dan melambaikan tangannya.
Sakura dkk Sweatdropped di tempat, setelah siswi itu pergi. Bahkan Sasuke yang tadi lagi stay cool, kaget dengan apa yang diperbuat sepupunya sendiri, yaitu Hinata.
"Hinata, i-itu kau" Ucap Naruto tidak percaya, dan yang lainnya juga mengiyakan perkataan Naruto, bahkan Sasuke sendiri menatap tajam Hinata, agar ia menjawab semua pertanyaan mereka.
"Ahahaha, t-tidak kok. A-aku hanya mencoba berpromosi, mungkin s-saja dengan begitu buku y-yang ku rilis b-bisa laku dengan cepat, i-itu yang kupelajari d-dari Sakura-chan." ucap Hinata malu-malu sambil memainkan kedua jari telunjuknya, lalu pandangan mereka teralih kepada Sakura. Sakura sendiri kaget atas apa yang diucapkan Hinata.
"A-apa? Aku tidak merasa pernah mengajari Hinata tentang bisnis kok, i'm Serious." Ucap Sakura meyakinkan semua.
"A-ah, aku lupa meralat, s-sebenarnya aku b-bukan belajar pada Sakura, t-tetapi belajar dengan bukunya," ucap Hinata. Terlihat semuanya masih tidak yakin, kemudian ia melanjutkan "S-saat aku ke rumah Sakura-chan pada saat Otou-Sama membicarakan bisnis dengan Tou-san dan Kaa-san Sakura-chan, aku ke kamar Sakura-chan. Nah kemudian-
Flashback On
'Sebaiknya aku ke kamar Sakura-chan, aku tidak mengerti sama sekali pembicaraan ini,' Batin Hinata. "Ehm, Oba-san, apakah Sakura-chan ada di kamarnya?"
"Oh, Saku-chan masih di kantornya, katanya ada rapat yang sangat penting sehingga dia harus ke kantor pusat. Mungkin sebentar lagi ia pulang." Balas Mebuki kepada Hinata, dan dibalas dengan guratan kekecewanan dari Hinata, tetapi tiba-tiba,
"Tadaima," seru seseorang yang masuk ke Mansion Haruno.
"Okaeri, Saku-chan," balas Mebuki senang kemudian ia beranjak berdiri menghampiri putri semata wayangnya. "Bagaimana dengan rapatnya, sayang?" tanya Mebuki kepada Sakura sambil menuntunnya untuk duduk di sofa.
"Uh, sangat merepotkan, Mom, tapi untungnya aku bisa memenangkan tender itu. Wah proyek kali ini lumayan besar, kami harus membuat software pengamanan data untuk Jepang, jadi aku tidak perlu repot-repot ke kantor dalam waktu yang sangat lama, aku diperbolehkan bekerja dimana saja, asalkan selesai dalam waktu 1,5 bulan. Bagiku sih itu terlalu lama," Ucap Sakura kepada Ibunya. Saat itu Sakura masih menggunakan sebutan 'Mom and Daddy' Karena ia baru saja pindah dari London.
Setibanya di ruang tamu ia terkejut lalu ekspresinya berubah menjadi gembira.
"Waah, ada Hinata-chan dan Hiashi Ji-san," Ucapnya kemudian menyalimi Hiashi. "Saya pamit undur diri yaa Ji-san, saya ingin ganti baju dulu. Hinata-chan mau ikut?" tanya Sakura.
"Oh, kebetulan tadi Hinata-chan mencari dirimu, Nak. Ayo kalian main saja di kamar," ucap Mebuki kepada Sakura. Lalu Sakura mengajak Hinata ke dapur untuk menghambil sekotak ice cream rasa coklat dan dua gelas serta sendok.
In Sakura's Room
"Hinata-chan tunggu sebentar yaa, aku ingin ganti baju dulu," ujar Sakura menuju walk in closet miliknya. "Oh ya, Hinata-chan bisa makan ice creamnya duluan." lanjutnya
Sekarang Sakura telah selesai berganti pakaian. Ia menggunakan setelan kaos berwarna pink yang tidak memiliki lengan, celana denim pendek, dan rambutnya dihiasi bandana berwarna putih.
"Saku-chan, aku pinjam buku 'ini' yaa," ucap Hinata, Sakura yang tidak memperhatikan apa yang Hinata katakan hanya mengangguk, Saat itu Sakura sedang sibuk dengan laptopnya.
Flashback OFF
"Ohh, berarti buku 'ini' yang kau maksud ialah buku tentang bisnis ya? Pantas saja bukunya jadi berpindah tempat.." Ucap Sakura.
"G-gomen, Saku-chan, mungkin saja dengan belajar dari buku itu dapat membuatku bisa membangun usaha sendiri, sama sepertimu S-saku-chan." ucap Hinata sambil memainkan kedua jari telunjukknya
"Tak apa Hinata-chan, semua itu butuh proses, aku percaya kok kau bisa mewujudkan mimpimu," timpal Naruto yang sedari tadi sedang melambaikan tangannya pada murid-murid di sekitar.
"A-arigatou," balas Hinata malu.
'Kyaaa, Naruto-kun memuji diriku,' Batin Hinata merasa senang.
Kemudian mereka semua ingin mencari tempat duduk di sekitar koridor sekolah. Tentu saja, mereka sudah lelah karena sedari tadi hanya berdiri. Bahkan mereka belum tahu dimana letak kelas mereka, karena daftar tersebut belum ditempel dan belum diumumkan.
"Uhh, berisik sekali, ternyata kita sangat-sangat terkenal yaa, aku tidak menyangka," Ucap Sakura sambil menutup telinganya. Kepalanya terasa pusing. Ya, memang dia sangat anti berlama-lama di tempat yang sangat berisik. Dari tadi ia terus mendengar jeritan para murid, -sebenarnya didominasi oleh siswi- yang tidak berkesudahan.
'Oh, Kami-Sama. Kapan ujian ini akan berakhir..' Batinnya sedih.
"Hn, lebih baik kita pergi dari sini dan mencari tempat persembunyian yang aman, ayo Sakura," Ucap Sasuke sambil menggandeng tangan Sakura menjauh dari kerumunan tersebut. Beberapa murid mencoba mendekati mereka berdua, tetapi Sasuke menghalangi mereka dan terus membawa Sakura menjauh dari tempat mengerikan tersebut.
"Hooiii, Teme! Tunggu! Cih dia hanya mengajak Sakura-chan dan meninggalkan kita semua di sini. Ayo Hinata-chan, Ino kita susul mereka berdua." ajak Naruto sambil mengambil ancang-ancang untuk berlari menggandeng tangan Hinata, Hinata sendiri hanya berblushing ria, tapi sebelum itu ia teringat sesuatu..
"N-naruto-kun, t-tunggu dulu.." ucap Hinata yang sontak membuat Naruto menjadi bingung.
"Ada apa, Hinata-chan?" tanya Naruto bingung, tapi Hinata tidak meresponnya, ia hanya melepas pegangan tangannya dari Naruto. "Ino, ayo kita kejar mereka." ajak Hinata seraya tersenyum manis dan menggandeng tangan Ino yang sedari tadi terpaku melihat kepergian Sasuke dan Sakura. Lalu ia kembali menggandeng tangan Naruto.
"Dengan begini, kita tidak akan terlepas dan tersesat di sekolah yang super besar ini." Dalam hati Hinata kasihan melihat Ino.
Akhirnya mereka sampai di atap gedung sekolah Senju's IHS. Sekedar informasi, Sakura yang menjadi penunjuk jalan di mana letak lift yang akan mengantarkan mereka ke atap sekolah.
"Uhh, arigatou Sasuke, telah membantuku kabur dari fans-fans yang ganas itu," Ucap Sakura sambil memijat pelipis kepalanya sambil meringis pusing.
"Hn, kau istirahat dulu dan minum, aku ingin menunggu mereka datang," ucap Sasuke kepada Sakura. Mereka yang dimaksudkan Sasuke adalah Naruto, Hinata, dan Ino.
Tiba-tiba…
"Hooi, Temeeeee!" seru Naruto yang baru saja tiba. Napasnya terlihat tersengal-sengal seperti dikejar-kejar hantu, keadaanya tidak jauh berbeda dengan Hinata dan Ino.
"N-naruto-kun, k-kau terlalu c-cepat berlarinya, hah...hah" ucap Hinata kepada Naruto sambil tersengal-sengal
"B-baka, kau membuatku hampir mati dengan berlari seperti orang gila tadi, D-dasar B-baka, hah...hah" Timpal Ino dengan keadaan yang tidak jauh berbeda dengan Hinata.
"Gomen gomen, hei Teme, kenapa kau hanya mengajak Saku-chan, kita ditinggal. Huh, dasar," ucap Naruto yang sudah baikan..
"Dasar Dobe baka, sepupumu sendiri tidak kau ingat kalau ia tidak tahan dengan suasana berisik yang berlangsung lama, kalau tidak segera kuajak ia pasti sudah pingsan sedari tadi." balas Sasuke sebal. Ohoho, ternyata Sasuke bisa sebal juga yaa… #plaaak
"Oh iya ya, Sakura-chan, gomen ne, aku benar-benar lupa, kau sudah baikan?" tanya Naruto yang langsung menghampiri sepupunya dengan khawatir.
"Tenang saja, aku sudah baikan kok, Sasuke, arigatou…" ucap Sakura tulus
"Hn,"
"By the way, kita belum meletakkan tas kita di kelas loh" ucap Hinata yang baru menyadari tasnya masih berada dalam gendongannya
"Oh iya, benar juga ya. Kalau begitu, ayo kita ke kelas dulu, tadi sudah ada pengumuman kalau pembagian kelas sudah ditempel…" Balas Sakura.
"Oke, a-" ucapan mereka semua terpotong karena ada sebuah pengumuman yang berkumandang dari speaker sekolah.
"Test, Pengumuman, diharapkan seluruh murid Senju's IHS, untuk berkumpul di aula Sekolah sekarang, Karena akan diadakannya acara penyambutan murid baru, perkenalan para guru, serta pemberian penghargaan kepada 5 besar murid perolehan nilai tes masuk tertinggi, sekian perhatiannya Terima kasih" Kata seseorang lewat microphone.
"-yo, cih. Nenek Tsunade ada di saat tidak tepat nih." ucap Naruto kesal.
"Hah, ini pasti akan sangat melelahkan, ayo kita cepat pergi ke aula utama, aku paling tidak suka berdesak-desakan," ucap Ino
"T-tapi kita kan tidak tahu letaknya, lagipula sekolah ini terlalu besar untuk dijelajahi," ucap Hinata
"Tenang saja, ada kita yang hafal letak seluruh ruangan di sekolah ini di luar kepala, iya kan Naruto?" ucap Sakura bangga..
"Tentu saja, mari ikuti kami, let's go guys" ajak Naruto. Kemudian Sakura dan Naruto menjadi pemimpin jalan mereka.
"Huh, aku lupa kalau disini ada 2 orang cucu seorang pemilik sekolah ini" sindir Ino, yang disindir hanya nyengir lebar.
Setelah sampai di aula sekolah, mereka diberi tempat duduk khusus karena mereka murid Kelas Diamond.
Skip Time
Setelah perkenalan guru, Kepala Sekolah serta Wakilnya, tiba saatnya pembagian penghargaan kepada lima besar murid perolehan nilai tes masuk tertinggi. Terlihat Sakura, Sasuke dan Hinata santai-santai saja, kecuali Hinata yang terlihat Sedikit gugup, Ino yang terlihat pasrah, dan Naruto yang baru saja selesai berdoa dengan khidmat berharap agar masuk lima besar. Terlihat juga hampir sebagian murid baru tegang dengan pengumuman yang akan di sampaikan. Oh, By the way Sakura dkk (kec. Sasuke) lagi ngevlog. Maklumlah, mereka adalah artist yang sangat terkenal. (akan di ceritakan di beberapa chapter selanjutnya)
"Ehem, oke sekarang mari kita panggilkan ranking lima besar murid dengan nilai tertinggi, Kelima, yaitu Uzumaki Naruto dengan nilai 97,9, dipersilahkan untuk maju ke depan, beri sambutan meriah," ucap Tsunade, selaku kepala sekolah serta Kepala Senju Foundation
PROK...PROK terdengar suara tepuk tangan riuh, tetapi orang yang di panggil tak kunjung maju ke depan
"Nah, guys sekarang sedang pembagian penghargaan lima siswa peraih nilai tertinggi nih-"
"Naruto," Ucap Sakura memanggil Naruto.
"Apa sih, Sakura-chan udah tau lagi nge-vlog. Jangan ganggu dulu, nah kita lanjutkan dulu guys"
"N-naruto-kun," Disusul oleh panggilan Hinata, tetapi tetap saja tidak digubris.
"Ada apa lagi sih Hinata-chan, udah tau lagi nge-vlog, ja-"
"UZUMAKI NARUTO, HARAP MAJU KE DEPAN!" teriak Tsunade marah, membuat semua orang menutup telinganya untuk menghidari hal yang tidak diinginkan. Ya iyalah, teriak pakai mic hasilnya bikin 'telinga sehat'.
"B-baik," Ia segera maju ke depan -tak lupa dengan kamera DSLR nya- tapi sebelum itu ia berbisik kepada Sakura,
"Saku-chan, kenapa aku disuruh maju kedepan, memangnya aku salah apa ya?" tanya Naruto polos. Sakura hanya sweatdropped mendengar pertanyaan Naruto. Lalu Sakura menjitak kepala Naruto pelan.
"Dasar baka, kau sih dari tadi kupanggil tak menyahuti. Kau itu disuruh maju karena dapat juara lima peraih nilai tertinggi tes masuk, Naruto. Paham?" jelas Sakura
"Ohh, begitu. Kukira apa" balas Naruto, tapi tiba-tiba...
"Nani!?" Naruto Kaget. For God's Sake, dia bisa masuk 5 besar!? Lalu dia segera maju ke depan dengan terburu-buru, tak lupa dengan senyumnya yang cerah yang membuat dirinya 10 kali lebih tampan dihadapan banyak orang.
"Kyaaa aku tidak menyangka Naruto-kun sangat pintar,"
"Kyaaa, Kami pasti akan selalu mendampingimu, Naruto-kun!"
"Imutnya Naru-kun," dan teriakan lainnya yang saling menyusul.
Saat hampir sampai ke depan, ia berhenti sebentar, kemudian ia berjalan ke arah seorang siswi cantik berambut pirang dengan kulit yang putih dan mata berwarna biru gelap. Tampaknya ia merupakan siswi dari kelas gold karena ia duduk di tempat khusus kelas Gold.
"Excuse me, can you help me, please?" tanya Naruto kepada siswi itu dengan logat British yang sangat lancar. Naruto menggunakan Bahasa Inggris karena ia sedang berbicara dengan siswi dari kelas Gold yang notabene merupakan kelas yang berisi murid dari berbagai negara.
"S-sure, w-what can i do for you?" ucap siswi itu tergagap dengan wajah memerah. Bagaimana tidak, ia sedang ditanya oleh seseorang yang sangat ia kagumi.
"Umm, Can you record my video while I'm on the podium to get an award?" tanya Naruto. Tidak mungkin kan ia merekam sambil mendapat penghargaan. Sangat tidak elit, pikir Naruto.
"Yes, I can."balas Siswi itu yakin.
"Thanks a lot, I'll take it later, when I'm done with the award, okay?" tanya Naruto
"Okay!" jawab Siswi tersebut sambil tersenyum.
Setelah itu Naruto berjalan ke podium dengan wajahnya yang bangga. Setelah Naruto sampai ke podium, Tsunade menghela nafasnya kemudian melanjutkan ucapannya.
"Nah, Baiklah. Sekarang Juara Empat, mari kita beri sambutan meriah untuk Hyuuga Hinata dengan nilai 98. Beri Tepuk tangan" ucap Tsunade lantang disertai senyuman
PROK...PROK suara tepuk tangan riuh kembali terdengar. Hinata yang terlihat gugup kini berdiri menyudahi kegiatan nge-vlognya. Ia memainkan kedua jarinya gugup.
"A-arigatou Saku-chan. A-aku ke depan d-dulu yaa, Good luck, Saku, Ino, Sasu…" ucap Hinata seraya berjalan ke arah podium. Sakura hanya tersenyum seraya kembali duduk.
Terdengar kembali sorakan dari para murid -kebanyakan dari kelas Reguler- Contohnya saja…
"Wahh, Hinata-chan sangat pintar yaa, aku makin suka deh,"
"Kyaaa, Hinata-chan, kami akan selalu mendukung mu!" dan lainnya...
"Kita kembali lagi ke acara." ucap Tsunade setelah Hinata sampai ke panggung.
"Kita sambut juara 3, Hyuuga Neji, dengan nilai 99,75" Ucap Tsunade
Mendengar hal itu, Neji menutup bukunya dan langsung berjalan ke panggung dengan santai, tapi berdampak besar kepada riuhnya para siswa yang memperhatikannya berjalan ke depan.
"Neji-sama, kyaaa itu Neji-sama.. girls, lihat! Neji kita telah kembali!" Teriak salah satu siswi dari kelas reguler.
"Bukankah ia sedang mengikuti syuting film tema action di San Francisco untuk memulai awal debutnya menjadi seorang actor?"
"Sugoii, nilainya mendekati sempurna, Neji-kun, sudah tampan, jenius pula! Wah, prodigy Hyuuga itu memang tak bisa diragukan…."
"Kyaa, nggak nggak sia-sia aku terus begadang untuk belajar demi bisa masuk sekolah ini! Walaupun masuk kelas reguler tapi tak apa…."
"Setelah sang putri menjadi juara empat, sekarang pangeran Hyuuga telah maju menjadi juara tiga… Fantastic, duo Hyuuga menempati 5 besar…."
"Neji-samaaa! The Calm Prince ada di sekolah ini, wooww…. Aku ingin segera mendaftarkan diri menjadi member Neji Hyuuga's Fanclub from Japan!"
Sakura : Lihatlah apa yang kau perbuat, seharusnya kau menetap di San Francisco saja, dasar Neji… By the way, congratulation yaa, ;p :v
Neji : Hn, jangan salahkan aku, salahkan para fans ku itu….. Hm, arigatou ?
Sakura : Parah, parah… idola mereka menyalahkan para fansnya sendiri. Lol v
Melihat keributan ini, Sakura hanya menghela napasnya. Ia segera mengambil Iphone 7 plus warna merahnya dan segera nge-chat Neji ketika ia sudah sampai di depan.
Lalu Neji menatap Sakura sambil mendengus geli, Sakura sendiri hanya menahan tawanya, tapi tetap dengan sikap yang anggun.
"Sekarang, peringkat dua dengan nilai 99,99, diraih oleh Nara Shikamaru, kita beri tepuk tangan yang meriah….
"Mendokusai na~ ne, Sakura.. Bisa nggak kau buat robot untuk menggantikanku ke depan?" Tanya Shikamaru sambil menguap
"Tentu saja, tapi sayangnya lab robotik terlalu jauh dari sini, dan minimal waktu untuk membuatnya adalah sekitar sebulan, kalau kau mau membuat robot itu mirip denganmu. Ne, sebagai kalangan bangsawan kau itu terlalu urakan Shika, tidak sopan menguap di tempat umum…" nasehat Sakura
"Kau dengar itu Shika, cepat maju ke depan…."ucap Ino sambil menjitak Shikamaru
'PLETAK!'
"Ittai, Ino…. Kau tidak mengerti kalau aku sedang mengantuk. Mendokusai~"
Akhirnya mau tidak mau Shikamaru tetap maju ke depan tapi dengan malas-malasan… Walaupun dengan gaya seperti itu, tetap saja para siswi mengaguminya.
'hah, aku mulai meragukan apakah sekolah ini benar-benar sekolah berakreditasi A? Lebih baik rasanya waktu aku bersekolah di Inggris, Amerika, ataupun Prancis… Mereka memang benar-benar menyeramkan… Hiiii~' ucap Sakura dalam hati
"Oh ya, ngomong-ngomong, sepertinya aku ataupun kau tak akan menjadi yang pertama lagi, ne Sasuke.."
"Jangan bercanda, kau pikir si baka Dobe itu bisa mengalahkan kejeniusanku? Lagipula karena kau mengajari dia maka ia bisa masuk lima besar. Walaupun juga ada faktor genetik dari ayah maupun ibunya…" balas Sasuke sambil mendengus… Wow, dan kali ini Sasuke juga bisa geer ya, hmmm…. #plaak
"Tapi bukankah itu lucu kalau kita berdua jadi juara satunya?" tanya Sakura
"Hn, kita lihat saja nanti…"
"Heh, kau terlalu optimis Sasu-chan," kata Sakura sambil meninju lengan Sasuke pelan… Sedangkan Sasuke mendeath glare Sakura.
"Gomen… gomen, Cuma bercanda kok, hehehe…" Balas Sakura ngeri melihat tatapan Sasuke.
"Dan kini saatnya untuk menyambut juara pertama. Ohh, untuk tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun lalu. Kita sambut juara pertama, dengan perolehan nilai 100, Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura…. Kita beri sambutan yang paling meriah… Karena untuk tahun ini terdapat 2 orang yang menjadi juara pertama…"
"See, benar bukan perkataanku…." Ucap Sasuke dengan angkuh
"Ha'i…. Ha'i tuan muda. Lebih baik kita segera bergegas daripada tempat ini akan menjadi kapal pecah karena para fansmu itu…" Balas Sakura sambil memutar kedua bola matanya…
Tapi, Sasuke tetap berdiam diri disamping tempad duduk Sakura. Sakura hanya bingung, dia sendiri memang belum beranjak dari kursinya dan mencoba mengajak Sasuke, tapi…
"Hn, ayo.." Ajak Sasuke sambil mengulurkan tangannya layaknya seorang Pangeran yang mengajak putrinya berdansa…
"Heh!?" Muka Sakura berubah merah, semerah tomat kesukaan Sasuke. "Jangan bercanda Sasu, kita ini bukan ingin berdansa tau..~"
"Lalu, ada yang salah?" Tanya Sasuke sambil mengangkat sebelah alisnya. Para siswi hampir saja berteriak, jika tidak di tatap tajam oleh Tsunade.
"Hhh, baiklah.." Akhirnya Sakura menerima uluran tangan tangan Sasuke dan berdiri di samping Sasuke. Mereka baru melepaskan genggaman tangan mereka saat sampai di atas panggung. Sakura hanya menunduk malu, serta menggumamkan 'dasar chicken-butt' 'apa-apaan itu, membuatku malu didepan banyak orang, huh' Sasuke hanya tersenyum tipis sambil menatap Sakura.
'kau terlihat lebih manis jika malu seperti itu, Sakura…..'
"Kyaaa, Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura, mereka itu perpaduan yang cocok yaa," Ucap salah satu siswi
"Iya juga" para siswa dan siswi mengangguk setuju. Tapi ada banyak siswa dan siswi yang tidak setuju
"Tidak, aku sudah sangat menyukai Sasuke-kun sejak lama,"
"Aku juga!" Sangat banyak siswi yang mengucapkan itu
"Aku, aku juga sudah sangat menyukai Sakura-chan sejak kecil,"
"Betul juga, aku juga menyukainya, aku tidak setuju jika Sakura-chan dipasangkan dengan Uchiha bungsu itu…"
Oh ya, kita hampir melupakan Ino. Mari kita lihat keadaan Ino. Bahunya bergetar, ia menundukkan kepalanya serta mengepalkan tangannya di atas pahanya. Sepertinya ia sedang menahan tangisnya.
'C-cih, si Sakura itu. Selalu saja mengambil perhatian semua orang' ucap Ino dalam hatinya.
"Sasuke, kau telah menciptakan gossip baru lagi… Obaa-sama, izinkan aku berbicara di depan mic," Tsunade hanya menganggukkan kepalanya
"Minna, jangan percaya dengan yang kalian lihat, Sasuke itu hanya iseng kok, iya kan Sasu?." Ucap Sakura ke semua orang di situ. Sakura menoleh ke arah Sasuke sambil memberinya tatapan tajam.
Melihat hal itu Sasuke hanya mengangkat alisnya. "Hn," Gumamnya.
"yahh, ternyata itu bohong.." sebagian para murid kecewa, tapi yang lainnya bersorak gembira.
"Yes, masih ada kesempatan nih…"
"Baiklah, sekarang saatnya kita memberikan sertifikat penghargaan dan piala bagi para juara."
"Untuk pembagian kelas, kalian dapat melihatnya di papan pengumuman di aula ini, maupun di pintu masuk sekolah." Beritahu Tsunade. Lalu, Sakura serta para juara lain saling bersalaman mengucapkan "Omedetō", atau artinya selamat kepada satu sama lain. Kemudian mereka semua mengantri untuk melihat pembagian kelas.
"Whooaa, Sakura-chan, kita semua sekelas, oh ya… Aku ingin mengambil kembali kameraku ya. Kalian ke kelas duluan saja, aku bisa menyusul…" Ucap Naruto kepada Sakura dan yg lainnya
"Iya, Saku-chan, kita sekelas, wah aku sangat senang…" Ucap Hinata sambil mengeratkan pegangannya pada piala yang sangat tinggi, hampir melebihi pucuk kepalanya (ahh, lebay)
"Kau beruntung Naruto, karena yang telah merekam video di kameramu itu adalah salah satu Fotografer terkenal, sayangnya dia menjadi Runner-up karena kalah oleh Sasuke," Ucap Sakura yang masih sedikit kesal karena Sasuke.
"Whooa, I'm so lucky," Balas Naruto senang
"Kalau begitu, ayo kita ke kelas, bye Naruto…" Ajak serta pamit Sakura
SKIP TIME
Di Grade 10th Special Level Class Diamond
Suasana kelas sedikit berisik, normal seperti kelas lain. Termasuk Ino yang tampaknya sangat ingin duduk di sebelah Sasuke sampai ia tidak bisa berdiam diri.
"Ino, kenapa kau gelisah?" Tanya Sakura bingung.
"A-ah, Daijobu, daijobu.. uhm, aku hanya tidak nyaman duduk di depan." Balas Ino Agak ragu.
"Ohh, mau bertukar tempat duduk? Aku akan bilang ke Sasuke yaa." Tanpa minta persetujuan dari Ino, Sakura berkata, "Hey, Sasu. Aku tukeran tempat duduk ya dengan Ino,"
Memang dikelas ini tiap murid duduk secara terpisah, karena faktor utamanya adalah kelas yang sangat luas tapi memiliki murid yang sedikit. Tapi Sakura tidak enak jika pindah tembat duduk tanpa memberi tahu Sasuke, karena Sasuke yang memintanya agar ia duduk disampingnya.
Sasuke menoleh kearah Sakura dan Ino, lalu menghela napasnya dan melipat kedua tangannya. "Hn, terserah kau saja," Kata Sasuke sambil memejamkan matanya.
Sakura yang dasarnya polos dan tidak peka malah senang, karena sebenarnya ia paling suka duduk di depan. "Ini bangkunya Ino." Ucap Sakura.
"Uhm, arigatou, Sakura…" Balas Ino girang..
20 menit kemudian…
Masih tidak ada tanda-tanda kalau wali kelas mereka akan masuk ke kelas ini. Para murid mulai menggerutu dan kesal, karena bukan kebiasaan mereka kalau terlambat. Sakura sendiri hanya sibuk menggambar kerangka mesin dan rangka robot barunya di iPadnya, Sasuke sedang menulis lagu baru di buku partitur miliknya, Naruto sedang melihat-lihat toko online gitar listrik lewat iPhonenya, Hinata sedang membaca novel klasik dan Ino sedang bercermin serta membuka instagramnya di HP Samsungnya, tidak lain adalah Samsung Galaxy S8+ (Promosi nih authornya).
Sret… Pintu kelas terbuka dan terlihatlah sosok Pemuda dewasa yang memakai masker serta membawa buku catatan kecil berwarna Oranye.
"Ehm, harap tenang anak anak. Saya adalah wali kelas kalian. Watashi wa Hatake Kakashi desu. Kalian bisa panggil Kakashi sensei, ada pertanyaan?" perkenalan Kakashi
"Huh, pantas saja telat, ya wali kelasnya aja Kakashi-sensei… Ah, aku tidak akan jamin bagaimana nasib kita kedepannya nanti." Ucap Sakura malas sambil mematikan iPadnya.
"Kau mengenalnya Sakura?" Tanya Ino, pasalnya Ino tidak pernah melihat orang ini. Sakura meresponnya dengan mengangguk.
"Betul, dia Hatake Kakashi, pewaris selanjutnya perusahaan Hatake Mining Company, tapi ditunda karena tabiatnya masih seperti ini, yaitu 'Terlambat'…" Ucap Neji malas sambil menyenderkan punggungnya. Kakashi hanya menggaruk kepalanya malu.
"Bertobatlah, Kakashi-sensei.. Umurmu sudah 26 tahun" Nasehat Sakura dengan bijak sambil memasukkan iPadnya ke dalam tas.
"Ha'i, Ha'i Sakura-chan, Neji-kun… kalian sudah seperti orang dewasa saja…." Ucap Kakashi lesu..
"Sakura-chan, kau pernah bertemu dimana?" Tanya Naruto. Sakura menoleh sebentar kearah Naruto, lalu kearah Neji sambil menginsyaratkan agar Neji yang menjelaskannya.
"Huh, Aku, Sakura dan Sasuke bertemu dengan Kakashi-sensei saat rapat antara perusahaan Hyuuga, Haruno, Uzumaki, Senju, Uchiha, dan Hatake. Aku pergi kesana mewakili perusahaan ayahku, yaitu Hyuuga Group, kau tahu kalau ayahku dulu pernah dirawat karena kecelakaan ringan, sedangkan Sakura dan Gaara-senpai mewakili perusahaan Haruno, Uzumaki, serta Senju. Dan yang mewakili perusahaan Uchiha adalah Itachi-senpai dan Sasuke. Sebenarnya kita saat itu kita harus menunggu Kakashi-sensei selama kurang lebih 1 Jam! Karena itu kami melapor ke ayahnya yaitu Tuan Hatake Sakumo, karena itu penobatan Kakashi-sensei menjadi pemimpin perusahaan ditunda sampai tabiat terlambatnya sudah hilang." Ucap Neji secara mendetail.
"wakatta, wakatta… Sensei, mengapa sensei memakai masker? Itu membuat sensei menjadi mencurigakan dan juga menyeramkan. Lagipula, bukankah sekolah ini bebas dari polusi?" Tanya Hinata bingung..
"Ini memang style berpakaian sensei, Oke. Sekarang Sensei akan mengabsen kalian satu persatu."
Daftar murid di Grade VII Special Level Class Diamond :
· Aburame Shino
· Akimichi Chouji
· Haruno Sakura
· Hyuuga Hinata
· Hyuuga Neji
· Nara Shikamaru
· Sabaku no Kankurou
· Sabaku no Temari
· Shion
· Uchiha Sasuke
· Uzumaki Naruto
· Yamanaka Ino
"Sensei, mengapa kelas kita tidak genap 15 orang? Padahal A Level Class Diamond dan B Level Class Diamond bisa sampai 15 orang." Ucap Sakura setelah mendengar daftar-daftar murid di kelasnya.
"Hmm, mungkin yang mengikuti tes untuk masuk ke Diamond class itu hanya 12 orang yang memenuhi kriteria masuk ke Special Level, mengingat kelas ini sangat susah untuk dimasuki, dan kurikulumnya sedikit berbeda dengan kelas lain. Atau mungkin Tsunade-sama menyiapkan 3 slot kursi kosong untuk murid pindahan, jadi sebaiknya tanya sendiri dengan Tsunade -sama, karena sensei tidak tahu secara pasti." Jelas Kakashi.
"Hm, wakatta.." Ucap Sakura mengerti. Tapi kemudian dia menyentuh dagunya seperti memikirkan sesuatu. 'kira-kira, siapa orang yang mungkin bisa masuk kelas yang sulit ini?' ucap Sakura dalam hati. Ia memutar otaknya, membuka memorinya untuk mengingat informasi orang-orang yang ia kenal. 'Jangan-jangan…'
Braaaaakkkk….. Sakura menggebrak meja. Semua orang kaget sambil menatapnya… Ketika ia tersadar, ia melihat seluruh isi kelas menatapnya kaget, ada yang bingung, juga ada yang khawatir. Suasana tiba-tiba menjadi canggung. Sakura kemudian berdehem.
"e-eh, d-daijoubu desuka?" Tanya Hinata khawatir. Sakura tersenyum kaku juga menganggukkan kepalanya. "Tak apa-apa kok Hinata-chan. Aku hanya memikirkan sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi" Balas Sakura canggung..
"Sudah-sudah, sekarang kita tidak belajar. Kita akan mengadakan pemilihan pengurus kelas yang terdiri dari ketua kelas, wakil ketua, sekretaris 1, sekretaris 2, bendahara 1, dan bendahara 2. Siapa yang ingin mencalonkan diri?" Tanya Kakashi.
"Uhm, sensei, menurut saya yang jadi ketua kelasnya Nara Shikamaru saja sensei." Usul Sakura
"Ha, Sakura kau apa apaan sih, sensei saya tidak setuju. Lebih baik Sakura saja." Gerutu Shikamaru
"Shika, ini untuk kebaikan mu. Supaya kau tidak sering tidur di kelas" ucap Sakura dengan tampangnya yang polos.
Seketika kelas dipenuhi dengan suara tawa.
"Sudah sudah. Sakura, sensei setuju. Lagipula Shikamaru memang harus berubah menjadi lebih disiplin." Ucap Kakashi
"Ck, yasudah lah." Balas Shikamaru malas
"Sen-sensei, bagaimana kalau wakilnya Neji niisan saja." Usul Hinata
"Hinata, kau tau aku sibuk? Aku harus mengurus perusahaan, juga harus mewakili klan Hyuuga jika ada sebuah pertemuan, kau tahu kalau aku jadi penerus klan Hyuuga selanjutnya." Kata Neji.
"Iya aku tahu itu niisan. Tapi Sakura chan juga sibuk mengurus perusahaan dan kariernya. Aku, Ino-chan, Naruto-kun, dan Sasuke-kun juga sibuk dengan kariernya. Juga, semua murid disini yang keturunan bangsawan juga latihan tarakrama untuk pangeran dan putri, contohnya Nara-san, Sakura chan, dan lainnya."
"Tapi Hyuuga itu peraturannya ketat." Balas Neji
"Seketat Haruno, Senju, Uzumaki. Ya aku tahu itu. Uchiha bahkan lebih ketat dibandingkan dengan Hyuuga. Bayangkan saja Sakura-chan dan Sasuke-kun memikul dua klan besar sekaligus, pasti lebih sibuk sakura dan Sasuke dibandingkan dengan Niisan."
"Ehm, Hinata chan jangan berkata seperti itu dong. Kata kata memikul seakan akan itu adalah beban." Ucap Sakura
"Hn," gumam Sasuke juga
"Hinata, tumben kau bisa berbicara sepanjang itu. Biasanya kau malu malu kalau berbicara." Ucap Ino
"Hehehe siapa dulu yang ngajarin, Sakura gituloh."
"Baiklah sensei saya bersedia" ucap Neji.
"Sensei, yang jadi sekretaris 1 dan sekretaris 2 Shion-san dan Kankurou-san saja." Usul Naruto
"Iya sensei, kami berdua setuju!" Balas Shion dan Kankurou bersamaan."
"Yang jadi bendahara 1 dan bendahara 2 Temari san dan Shino dan saja. Dengan sifat tegas Temari San, dan sifat misterius Shino san dapat membuat dengan mudah untuk menagih iuran kelas." Usul Ino.
"Ya baiklah pekerjaan sensei semakin mudah dengan 4 orang murid yang membantu sensei memilih pengurus kelas. Baiklah akan sensei catat. Ketua Kelas Nara Shikamaru, Wakil ketua Hyuuga Neji, Sekretaris 1 Shion (Shion ini bukan bangsawan sehingga tidak memiliki nama klan, ia adalah anak petinggi negara), sekretaris 2 Sabaku no Kankurou, Bendahara 1 Sabaku no Temari, bendahara 2 Aburame Shino" Ucap Kakashi
"Sensei, apakah fasilitas disini dapat kami pakai? " Tanya Sakura
"Oh ya sensei sampai lupa, ya kalian boleh pakai selagi tidak belajar."
Oh ya disini ada 15 MacBook, Playstation 4 serta TV LED ukuran 42 inchi untuk bermain game, ada juga TV LED Ukuran 40 inchi untuk menonton. Ada perpustakaan mini, AC 1 PK, Proyektor, layar proyektor, 4 CCTV Dan 2 speaker untuk pengumuman.
"Horee, bisa main" teriak semua murid minus Sasuke, Neji, Hinata, dan Shikamaru. Kalo Sakura hanya berkata 'yes' dengan suara pelan, sedangkan yang paling kencang berteriak adalah Naruto, dan Ino.
Skip.. Break Times
Kriiiiingg…. Bel sekolah berbunyi. Murid murid di kelas sakura berhenti melakukan kegiatannya masing-masing. Contohnya saja Ino, yang tadinya membuka smartphonenya untuk mengecek instagramnya, biasa… Mendengar bunyi bel dia bergegas mematikan hpnya dan memasukkan hpnya ke saku rok sekolahnya.
"Oke anak-anak, saat istirahat, kalian boleh keluar kelas." Ucap Kakashi sambil beranjak berdiri untuk meninggalkan kelas tersebut. Tak lupa ia membawa buku catatan kecil berwarna orange miliknya.
"Arigatou sensei…" Ucap Seluruh murid secara serentak. Setelah itu mereka merapikan barang-barang mereka dan menuju ke loker masing-masing. Entah untuk mengambil bekal atau hal yang lainnya. Sakura kemudian mengajak teman-temannya ke kantin karena sudah merasa lapar.
"Sasucakes,Naruchan, Inochan, Hinachan, ayo ke kantin, aku gak bawa bekal nih, huaaa.." gerutu Sakura.
"Sakura jangan panggil aku begitu," balas Sasuke kesal
"Lalu mau kupanggil apa? SasuTomat, Sasunyan?" Balas Sakura
"Sudahlah Teme, kayak kau tak tahu saja kebiasaan sakura kalo lapar.." kata Naruto
"Forehead, aku juga ga bawa bekal nih, ayo." Kata Ino
"Okay, let's go!"
Skip In Canteen.
"Wah ini kantin atau restoran, mewah banget." Ucap Hinata.
"Sakura, sekali-kali tanya baa-chan mu kenapa buat kantin semewah ini." Ucap Ino.
"Iya ya? By the way kalian mau pesan apa?" Tawar Sakura.
List Pesanan :
Sakura : Chicken katsu, Lemon tea, Pudding cokelat dan Ice cream chocolate plus choco chips and belgia chocolate
Hinata : Beef steak dan Royal Green Tea
Ino : Vegetarian sushi dan Chocolate milk low fat
Sasuke : dark chocolate bread dan milk
Naruto : Ramen Special Jumbo dan orange juice
"Hmm" gumam Sakura
"Ada yang salah Forehead?" Tanya Ino
"Tidak sih, cuma kenapa kau pesan vegetarian Sushi dan Chocolate milk low fat? Kau hanya makan sushi yang mengandung sayur? Lalu apaan nih susu dengan kandungan low fat. Kau sudah langsing, Ino." Ucap sakura
"Sebagai Ballerina kita harus menjaga berat dan bentuk tubuh agar tetap ideal." Ucap Ino. Sakura juga penari ballet kok, tapi dia malah memesan makanan yang paling banyak.
"Oke, akan aku pesankan." Ucap Sakura
"Sakuchan, perlu Kubantu?" Tanya Hinata
"Boleh, ayo Hinata chan." Ajak Sakura
Skip pulang..
"Hey kalian pulang dengan siapa?" Tanya Naruto
"Aku sih dijemput Okaa-sama." Kata Sakura. Walaupun Sakura biasa memanggil dengan Kaa-chan atau Kaa-san saat situasi yang tidak formal, tapi ia harus tetap menjaga tatakrama di depan orang lain.
"Aku dijemput Okaa-sama" kata Hinata
"Aku juga dijemput Okaa-chan" Kata Ino
"Bareng aku aja tuh supirku sudah datang, sekalian ke butik Teme, nanti malam kan ada pesta dansa di kediaman Teme, ya kan Teme?" Tanya Naruto
"Hn." Gumam Sasuke
"Oh ayolah Teme, masa kau masih marah sama kejadian tadi kan aku sudah minta maaf."
Flashback on
Setelah pesanan datang semua langsung makan di tempat duduk masing masing.
"Teme, kau mau coba ramen ku tidak? Enak banget loh.." tawar Naruto yang tumbennya baik mau bagi ramennya.
"Tidak Dobe." Balas Sasuke malas. Ia kemudian meminum susunya. Sesekali sambil mengernyit heran menatap Sakura yang sedang lahap makan.
"Ayolah," bujuk Naruto. Sepertinya Naruto kali ini tidak bisa menghabiskan ramennya, karena ia sudah menambah, lebih dari 3 kali, apalagi ini berukuran jumbo. Sedangkan dalam keluarganya tidak diperbolehkan untuk membuang-buang makanan karena itu dianggap sebagai membuang berkat dari Tuhan.
"Sudah kubilang tidak ya tidak!" balas Sasuke kesal. Ia sudah menghabiskan Roti dan susunya. Tadinya ia ingin beranjak dari tempat itu, tapi melihat Sakura yang belum selesai menghabiskan makanannya, ia mengurungkan niatnya itu. Akhirnya ia tetap berada di tempat itu untuk menunggu Sakura dan mengajaknya ke perpustakaan.
"Coba dulu" tawar Naruto sambil menyodorkan ramennya.
Tiba tiba...
Prangg... Mangkuk ramen Naruto jatuh, untungnya tidak pecah, tapi...
"Dobe, apa yang kau lakukan.." geram Sasuke. Sasuke menatap tajam kearah Naruto yang menatapnya kaget dan merasa bersalah.
Ternyata ramen Naruto membasahi seragam Sasuke.
"Ya ampun, Sasuke" teriak Sakura kaget. Kebetulan Sakura telah menghabiskan seluruh makanan maupun minumannya. (Cepet banget…. -_-)
"Sasuke-kun" teriak Hinata dan Ino.. Mereka kaget melihat apa yang terjadi dengan Sasuke.
"Ma-maaf Sasuke aku ga sengaja." Ucap Naruto merasa bersalah
"Awas kau nanti, dasar Dobe no Baka" geram Sasuke
"Sakura, tolong ambikan seragam cadanganku di loker milikku. Aku akan tunggu di depan toilet pria." ucap Sasuke.
"T-tapi Sasu, sidik jariku maupun face ID ku tidak terdaftar di lokermu, mana bisa aku membuka loker milikmu." Ucap Sakura panik. Memang fasilitas loker di sekolah itu terlau canggih sampai harus memakai sidik jari, maupun face ID si pemilik. Tujuannya agar tidak terjadi penyabotasean barang karena kebanyakan murid disana adalah orang-orang maupun anak dari tokoh-tokoh penting di seluruh dunia. Tujuan lainnya adalah karena Senju Tsunade, selaku kepala sekolah serta pemilik Senju Fondation terlalu mengkhawatirkan cucu kesayangannya, yaitu Sakura, dan menganggap bahwa loker itu adalah tempat meletakkan barang-barang pribadi masing-masing orang.
"Tidak perlu kuatir. Pakai saja Electronic ID Card milikku. Juga jangan lupa untuk mendaftarkan sidik jari, serta face ID milikmu, agar jika hal ini terjadi lagi atau ada hal lain yang penting, kau bisa mengambil barang di lokerku. Karena kau adalah orang yang kupercayai." Ucap Sasuke dengan maksud yang tersirat... Hayo, coba tebak! #Plaaak
"Ha'i," balas Sakura yang langsung lari Ke ruang loker Special Level Diamond Class
Flashback Off
"Huh, untung sekolah ini menyediakan seragam cadangan bagi para muridnya, Kau membuatku malu, tahu." Ucap Sasuke datar. Walaupun marah. Sasuke tetap dalam posisi stay coolnya. Ekspresi Sakura, Hinata, maupun Ino terlihat menahan tawanya, walaupun Hinata tidak terlalu kentara.
"Kami akan memaafkanmu dengan satu syarat!" ucap Hinata, Cuma ekspresinya agak jahil dari yang sebelumnya terlihat murung. Ciee, Hinata kasian liat Naruto-kun dimarahi…
"Apa itu, Hinata?" Tanya Naruto penasaran. Dalam hati ia berdoa kepada Kami-sama agar ia diberikan syarat yang mudah untuk dikerjakannya.
"Kau tahu kan kalau ada Hari libur Nasional para maid? (Emang ada yakkk?) Karena bulan depan semua maid dirumah kami libur sampai 3 Minggu ke depan…." ucap Hinata Tanggung
"Ck tanggung banget ngomongnya Hinata, bilang saja selama 3 Minggu itu, Naruto yang akan menggantikan tugas maid di rumah kita, sehingga kita tidak perlu repot-repot bersihin rumah, dan lainnya." lanjut Ino.
"Apa!? Rumah kalian itu besar sekali, mana sanggup aku bersihinnya, lalu bagaimana dengan rumahku sendiri? Siapa yang akan membersihkannya? Aku juga dapat kabar kalau Menma-nii akan ikut Study Tour ke Singapore bulan itu. Syarat yang lain aja ya." Bujuk Naruto dengan puppy eyes.
"Cih, itu sih urusan mu ga ada campur tangan dengan kita, dan hentikan tatapan itu, membuat aku mual saja." Ucap Sasuke cuek. Sakura hanya terkikik geli melihat Sasuke. Tatapan Sasuke perlahan menjadi melembut melihat Sakura yang begitu imut.
"Wah, Hinata chan aku kagum dengan mu, kau berani memberikan syarat sekejam itu," ucap Sakura kagum. Tapi dalam hati ia juga mengkasihani sepupu tersayangnya itu, karena ia tahu bahwa Naruto tidak terbiasa dengan pekerjaan rumah.
"E-eh memangnya kejam ya? Aku hanya berpikir harga diriku jatuh di depan banyak orang, dan menurut ku itu balasan yang setimpal." balas Hinata kaget. Tiba-tiba rasa bersalah menelusup di hatinya. 'aku sudah memberikan syarat yang kejam untuk Naruto-kun. Maaf, Naruto-kun.' Ucap Hinata dalam hati dengan rasa bersalah yang teramat sangat.
"Baiklah..." Ucap Naruto lesu… Ia terpaksa melakukan hal itu, karena baginya akan terasa sangat buruk jika teman-temannya marah kepadanya, terutama mereka.
"Hontou ni? Arigatou, Naruto... Aku bisa main deh tanpa repot bersihin rumah." Balas Ino senang.
"Hey sudahlah ayo kita pulang, kasihan Shima jiisan lama menunggu, sebelumnya, telepon kaasan masing masing. Pada bawa hp kan?" Tanya sakura
"Iya aku bawa." Ucap Hinata sambil mengeluarkan iPhone 6 Plus warna ungu.
"Aku juga," kata Ino sambil mengeluarkan Samsung Galaxy S8+ warna gold.
"Baiklah," balas Sakura sambil mengeluarkan iPhone 7 plus warna merah.
.
.
Happy Independence Day untuk Indonesia yang ke-73. Semoga Hari Kemerdekaan ini Memberi kebahagiaan dan kemakmuran untuk kita semua. Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif. Saling bahu membahu untuk memertahankan kemerdekaan ini. Mungkin kita memiliki perbedaan. Tetapi dengan perbedaan ini kita bisa saling melengkapi satu sama lain. Karena perbedaan ini adalah suatu kekuatan kita dihadapan dunia karena keanekaragaman budayanya..
#eaakk! :v *Authornya sok bijak*
Catatan : Saya baru upload cerita ini karena akun saya yang terblokir akhirnya kembali dibuka. Yeay! Tunggu terus kelanjutannya yaa ?
