Aduh~~ pengen pengakuan dulu sebentar!
sebenernya.. ini cuma cerita iseng aja!
cerita lama yang gak ada rencana akan di posting..
gak sengaja ke klik! suwer... hehehe
taunya reponnya cukup membanggakan, #agakberathati...
yasudahlah!
ditunggu aja reviewsnya! ^^
StoryTwo
Seoul, 1 July 20**
21.30 P.M KST
Disebuah perumahan penduduk yang sederhana di daerah pinggiran Gangnam. Seorang yeoja dengan penampilan berantakan berjalan dengan gontai menyusuri jalan sepi menuju rumahnya, wajahnya terlihat sangat kelelahan dan nampaknya ia terlihat stress. Rambut hitam bobnya yang kusut membuatnya terlihat seperti rambut singa, kantung mata yang menghitam dibalik kacamata berframe hitamnya, tas slempang kanvas hitamnya yang diseret, sepatu sneaker merah yang sudah dekil tak terikat sempurna. Untung saja ia tak terjatuh karena menginjak talinya.
Langkah gontainya terhenti disebuah rumah tak terlalu besar berpintu pagar kayu ek cokelat tua. Ia membukanya dengan kunci cadangan miliknya. Tiba-tiba matanya mengernyit saat melihat kearah garasi, sebuah mobil keluaran jepang berwarna silver sudah terparkir manis. Setelah 1 bulan ini diperbaiki di bengkel oleh sang pemilik, ia memperhatikan keseluruh mobil tersebut.
Dan kembali melanjutkan jalannya, ia membuka pintu rumah tersebut. " Akuuuuu… pulang..!," sapanya, ia tak punya cukup tenaga untuk meninggikan suara sapaannya. Ia langsung melepas sepatunya asal, membuat kanan kirinya terpental jauh. Ia langsung menuju dapur. Melewati ruang nonton tivi yang merangkap sebagai ruang tamu. Terdengar suara tivi menyala.
" Kau sudah pulang Eonnie?," sapa yeoja itu yang terdengar seprti sebuah pertanyaan. Ia membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral baru. " Nde.. baru 3 jam lalu aku sampai," balasnya yang sambil terus mengunyah keripik kentang sebagai cemilannya, teman menonton tivi. Yeoja berpenampilan kusut itu melangkah mendekati Sungmin yang tengah asik menonton tivi. Ia melempar tas selempangnya asal ke sofa ukuran single, dan langsung menjatuhkan tubunhya disofa panjang tepat disebelah Sungmin.
Ia menenggak air mineral itu hingga habis. Membuat Sungmin mengalih tatapan dari tivi untuk melihatnya. " Kau begadang lagi? Kau menginap dikantor penerbitan itu?," tanya Sungmin memandang was-was saeng sekaligus housematenya tersebut.
" Ya.. seperti biasa deadline, padahal jatuh temponya masih 2 minggu lagi..," adu yeoja itu malas, ia menatap Sungmin dengan mata lelahnya. " Memang berapa buku yang harus kau translate, Bummie?," Sungmin kembali bertanya ingin tahu. Ya, yeoja yang berbeda 1 tahun darinya ini bernama Kim Kibum, ia bekerja sebagai penerjemah untuk salah satu perusahaan penerbit buku di Korea. Ia bertugas menyadur, mentranslate dan bahkan mendesign cover buku untuk buku-buku import atau mentranslate tulisan penulis asing yang mereka kontrak untuk perusahaan mereka.
" 10 buku anak-anak keluaran terbaru dari London dan 2 buku dari penulis novel remaja dari New York dan Kanada yang baru saja mereka kontrak.. arrghhhhhhhhhhhhhh! Ingin sekali aku mencekik si kepala penerbit ituuuuuuuu… dia pikir aku ini robot kamus apa? Yang bila batreinya habis, mereka hanya perlu men-cas-nya 3-5 jam?! Aiiisssssssssssshhh….," gerutunya kesal, Bummie mengacak rambutnya yang sudah kusut semakin kusut.
" Kau begadang sampai jam berapa? Memang tak ada yang membantumu?," Sungmin menatap iba Kibum yang sepertinya sangat tertekan dengan pekerjaannya yang sudah dilakoninya sejak duduk di bangku kuliah ini. Dan membuat dari waktu ke waktu pekerjaannya semakin diforsir bertambah banyak tugas yang ia kerjakan.
" Selama 3 hari ini aku hanya tidur 5 jam saja, Eon..! aku sudah meminta asisten. Tapi mereka bilang masih akan dipikirkan lebih dulu," sambungnya lirih, ia mencoba memejamkan mata lelahnya. Sungmin mengerti sepertinya, perbincangan ini harus segera diakhiri. Kibum harus membersihkan dirinya dan segera istirahat. Ia terlihat sangat mengerikan.
Belum Sungmin membuka mulut untuk menyuruhnya. " Eonnie.. mobilmu sudah benar? Oh! Ottokhae pernikahan Teukkie Eonnie dan Kangin Oppa?," Kibum segera membuka matanya yang tadi terpejam, menatap Sungmin dengan antusias.
" Yaa.. begitulah! Semuanya ikut berbahagia untuk mereka, semua mendoakan yang terbaik bagi penganti baru itu.. dan..," Sungmin menggantung kalimatnya. Ia langsung melempar pandangan pada vas kristal yang ada di atas meja telepon. Kibum pun ikut memandang vas yang berisikan satu buket penuh white roses.
" Itu Handbouquet entah keberapa yang 1 tahun ini kau kadapatkan dari pernikahan," ucap Kibum yang balik menatap iba Sungmin. " Itu yang 12," balas Sungmin enteng. Mereka saling berpandangan dan sebuah tawa pecah diantara keduanya.
" Hahahahah… ka-kau menghitungnya? Haha," tanya Kibum disela tawanya. Wajah keduanya merah. Terlihat manis dan cantik. " Kalau kau mengumpulkannya kau bisa membuka usaha toko bunga Eon.. hahaha,".
" Nde.. hahaha.. aku menghitungnya!," Sungmim memegangi pipinya yang merona. " Haah.. haha.. tapi, selama 12 kali kau mendapatkannya masih belum ada bahwa mitos itu akan menimpamu," Kibum merapikan poninya yang menghalangi matanya. Sungmin mengangguk membenarkan, ia berusaha mengontrol tawanya.
Tiba-tiba tawa lenyap dari keduanya. Keduanya memandang menerawang kearah vas bunga itu. " Benar.. sangat bodoh bila kita percaya bila kau akan segera menikah bila mendapatkan handbouquet dari seorang pengantin," gumam Kibum sendu.
" Aku setuju denganmu.. yang memiliki kekasih yang sudah berpacaran lama, saja kadang masih sulit untuk berkomitmen," Sungmin ikut-ikutan memandang sendu vas tak berdosa itu. " Pernikahan? Aku juga ingin itu.. tapi, masa hanya sebuah handbouqeut dengan cepat kita akan menemukan pasangan.. untuk menikah lagi," Kibum tersenyum sinis diikuti anggukkan setuju dari Sungmin.
" Yaaah.. aku sih percaya tak percaya!," Sungmin mencoba kembali focus dengan kegiatan awalnya, menonton tivi. Beberapa saat keheningan menyerang keduanya. Sibuk dengan pikirannya masing-masing.
" 2 hari yang lalu orang tuaku di California mengirim e-mail," Kibum membunuh kebisuan. " Lalu?," Sungmin bertanya tanpa mengalihkan tatapannya. " Mereka menanyakan calonku," sambung Kibum to the point. Membuat Sungmin memandang bingung padanya.
" Ya, mereka mempertanyakan kekasihku.. mereka mempertanyakan soal urusan cintaku, mereka ingin melihatku segera di altar.. Virginia road! Huuh," desah Kibum bingung. " Kau.. kau membalas apa? Aigoo.. aku tak tau kedua orang tuamu begitu terobsesi dengan pernikahan," Sungmin memandang horror Kibum, ia tak henti-hentinya memasukkan keripik kentang kedalam mulutnya.
" Aku belum membalasnya..," ujar Kibum yang langsung mencomot kripik kentang Sungmin dan ikut memakannya. " Ah.. santai saja! Heechul Eonnie saja belum.. belum menikah..," ujar Sungmin ragu-ragu. " Haah.. kau jangan menjadikan Heechul sebagai role mode dalam urusan cinta, Min Eonnie! Dia terlalu pemilih.. dan ia itu tak suka dikekang, dia seperti merpati. Bebas, tanpa ikatan. Aku tidak mau!," Kibum mengibas-ngibaskan tangannya, tanda ia tak menyukai pemikiran Eonnienya yang satu itu yang tak ingin berkomitmen jauh dengan namja. Menjadikan mereka alat untuk bersenang-senang.
" Kau benar Bummie.. Bad Habbit! Huft.. aku juga bingung, walau Abojiku tak pernah menanyakan apalagi mendesakku.. tapi, tetap saja aku harus memikirkannya..," Sungmin menyandarkan kepalaya ke punggung sofa. " Suatu saat Lee Ahjusshi akan bertanya padamu Eonnie.. dan mulai menuntutmu, sama seperti Appaku! Umurmu 26.. sudah cukup matang untuk berkembang biak, menjalani hidup dengan namja yang bertanggung jawab hingga kita tua..," Kibum kembali memakan kripik kentang Sungmin.
" Cucu.. pasti suatu hari, entah kapan Aboji akan menagihnya." Ucap Sungmin final. Kibum menggangguk membenarkan. " Ah.. aku lapar! Kau sudah makan Eonnie?," Kibum memegangi perut ratanya yang mulai keroncongan. " Sudah.. wae?," Sungmin menatap polos Kibum.
" Aku lapar.. gara-gara percakapan kita ini, aku jadi semakin lapar!," Kibum bangkit dari duduknya. " Ayo.. kita keluar! Aku juga jadi lapar lagi, obrolan seputar pernikahan ini membuatku menguras otak.. dikulkas tak ada apa-apa, Heechul Eonnie yang mendapat jatah belanja.. dia masih sibuk!," Sungmin menegakkan duduknya, ia terlihat sangat antusias.
" Tapi, aku membersihkan diri dulu! Aku sangat kotor dan kusam," Kibum langsung melangkah pergi menuju kamarnya. " Nde.. jangan lama-lama Bummie!," teriak Sungmin saat punggung Kibum menghilang dibalik pintu kamarnya.
To Be Countinue
How?
Comments, ya!?
say thanks :
PaboGirl : Hahahaha.. sebenarnya agak berat menjadikan Kyu brondong! secara tampangnya kurang support! hihihi tapi, mau apalagi?
TifyTiffanyLee : Hidup Tante Girang #loh! hihihi... Umur boleh muda, tapi tampang, Kyu?!
dewi. : Tunggu Sabar! si setan itu pasti muncul.. :)
abilhikmah : Tunggu! Bocah itu akan muncul.. tenang saja! :)
MingKyuMingKyu : Ini Udah, Nona! ;)
