Chapter 1 – 2 Years Ago…

.

.

.

.

.

.

"Aku merasa ada yang tidak beres dengan rumah ini" Donghae membuka mulut setelah semua melongo melihat Apartemen yang gelap nan besar yang akan mereka tempati sebagai Apartemen.

"Aish, Leeteuk hyung. Kenapa kau memilih rumah ini sebagai apartemen Super Junior?. Apa tidak ada apartemen yang lain?.Waeyo?"Eunhyuk nampaknya sedikit parno melihat suasana di Apartemen itu.

"Ya!.Bagaimana jika nanti kalian punya pacar yang penakut bila kalian semua penakut seperti terlalu paranoid!" ucap Heechul yang mengomeli para member.

"Sepertinya aku harus membicarakan masalah tentang Apartemen ini dengan SooMan-sshi" ucap Leeteuk juga sedikit merinding, "Rasanya dulu tidak se-kelam ini rumahnya" begitulah pikiran Leeteuk.

"Yeah!. Jika aku bermain game Starcraft. Kalian semua tidak akan terganggu lagi dengan teriakkanku!" Kyuhyun tanpa rasa cemas ataupun takut berbicara begitu saja, "Aha!, lebih baik kujahili saja para member yang takut dirumah ini!" ide Evil mendadak melitas dipikiran sang Magnae SuJu ini.

"Tapi, mengapa dirumah ini banyak lukisan ya?" ucap Yesung merasa aneh.A/N :wah kalau begitu aura aneh Yesung dan aura aneh Apartemen ini dapat dipersatukan donk!, XD.

"Wah, di Apartemen ada ruang perpustakaan yang sangat besar, lengkap pula!.Aku bisa refreshing sambil membaca buku diruangan itu, ada komputer plus internetnya juga, benar-benar kesenangan untukku" ucap Kibum dengan begitu bahagia.

"Kalau begitu tolong carikan aku buku resep masakan ya hyung?" ucap Ryeowook ikut semangat setelah tadi berkeringat dingin, "Jika di Apartemen ini besar semua ruangannya, pasti dapurnya besar!" batin Ryeowook.

"Ah, hyungdeul aku punya saran!" mendadak Sungmin mengagetkan para member lainnya, "Bagaimana kalau seluruh ruangan di Apartemen ini diganti lampunya agar suasana dirumah ini tidak kelam tapi Siwon dan Hankyung hyung pindahkan seluruh lukisan ini, Otthokae?" lanjutnya.

"Jangan dipindahkan lalu dibuang ya?, 'kan bisa dijual" ucap Donghae tersenyum GaJe.

"Ide bagus Donghae, lalu kita bisa lebih banyak pemasukan hyung, kita diberikan liburan selama dua bulan 'kan?" ucap Zhoumi.

"Sebenarnya, lukisan diseluruh ruangan Apartemen ini berseni, namun entah kenapa karena aku bukan collector barang kelihatan menyeramkan" ucap Henry.

"Ya!,hyung. Jangan hanya kami yang memindahkan lukisan" ucap Hankyung dan Siwon bersamaan.

"Aku akan membantu kalian kok" ucap suara dari arah pintu.

Serempak mereka kaget, "Kangin?"

"Ne, ini aku"

"Kya!, Kangin-ah" dan Leeteuk langsung histeris seraya berlari menuju Kangin, untuk memeluk namja itu tentunya.

Dan Kangin membalas pelukan rindu dari sang namjachingu malaikatnya itu.

"Wah, KangTeuk kembali!" ucap Hankyung kagum.

"Yaudah. 'Kan kalian udah pindah kerumah ini, sekarang ayo beres-beres" ucap Sungmin mulai membawa kardus dan segala macam koper kepunyaannya, "Dan, Kyu kau jangan malas ya?" lanjutnya tersenyum dan sedikit memberi deathglare kepada Kyuhyun. Membuat yang ditatap menjadi sedikit takut, walau tetap saja dengan gaya sok dan menyeringai.

"Aku malas" ucap Eunhyuk dan Kyuhyun yang langsung kabur dan lari ke lantai atas dengan membawa kopernya masing-masing.

KyuHyun POV

.

.

.

"Kau ingin dikamar itu saja?" ucap Eunhyuk bertanya padaku.

"Iyalah, hyung tahu 'kan jika aku diganggu saat main game?. Katakan pada Sungmin agar dia sekamar denganku disini"

"Eh?. Untuk apa Kyu?, semua member disini punya kamar sendiri-sendiri kecuali Henry dan Zhoumi yang berdua" jelasnya.

"Aish. Kenapa ZhouRy saja?. Bukan KyuMin!"

"Aku tidak merasa tak adil, kau datangi saja kamar Sungmin. Lalalala~" ucap Eunhyuk santai dan menyeret kopernya masuk kekamar"

"Ya!. Dasar yadong,baru pindah langsung nonton bagituan" ucapku menggerutu

"…" dan sudah tak ada jawaban dari sang Anchovy, karena dia sudah tak mendengar Kyuhyun yang berdecak.

"Ah. Kalau begitu aku juga mau asik-asikan dengan main Starcraft" ucapku sebal.

"Hey Kyu!. Jangan bermain PSP terus!" suara seseorang mengagetkan seorang Cho Kyuhyun yang hampir memenangkan game di PSP

"Siapa yang berbicara?" ucapku bergidik

"Aku!. Heebum"

"Jangan mendekatiku. Dekati Donghae, dia 'kan ikan!" ucapku makin merinding.

Ssssssssshrrrr.

"Aku yakin kalian berlima belas tidak akan betah disini" ucap Heebum yang berbicara denganku.

"Lalu, wae?"

Akalku mengatakan 'Aniyo, itu tidak mungkin'.Namun batinku mengatakan yang berlawanan dengan pikiran dan batinku malah berkecamuk. Bingung sendiri.

"Dan gunakan cincinmu syalmu itu itu juga harus dijaga!" ucap Heebum langsung pergi meninggalkanku sendirian tanpa menjawab pertanyaanku.

"Barang ini ada hubungannya dengan kejadian waktu itukah?"

.

.

FlashBack

.

.

"Ada yang mau menemaniku melihat-lihat apartemen yang kita tempati minggu depan?.Ah, Heechul mau menemaniku?" ucap Leeteuk sudah bersiap-siap memakai jaket berbulu dan syal telah melilit dilehernya. Seoul 2 bulan ini memang sangat dingin dan menusuk dengan hujan salju yang teramat deras.

"Aniyo. Untuk apa kita pergi hari ini Teukie-ah?. Memang tiada waktukah besok?.Suruh saja Kyuhyun!"Heechul pun sudah tak berani bertindak. -Maka dukunpun bertindak #authorditabokreaders

"Andwae hyung!. Mengapa harus aku?, Wae?" ucapku sedikit marah waktu itu dan Heechul langsung melemparkan deathlare kearahku, "Aish. Aku tak mau hyung!" ucapku masih konsentrasi dengan battle fana yang ada dilayar benda hitam kecil dengan tombol yang sedang kuraba-raba bagaikan meraba Sungmin.

"Oh ayolah " ucap Leeteuk merajuk.

"Wajahnya bagaikan malaikat" sih aku kasihan, tapi aku malas dicuaca dingin seperti ini, apalagi syalku dicakar Heebum menjadi robek-robek.

"Ya!.Kau sudah mulai melawan hyungmu lagi, hah?" ucap Heechul dengan mata yang sudah berapi-api.

"Ah, yasudahlah. Ok hyung. Aku akan ikut denganmu" aku menghela napas sangat panjang, tapi terpaksa daripada aku dihabisi oleh Heechul.

"Ah. Gomawo Kyuhyun-ah. Kajja, kita pergi, karena hujan saljunya mereda" senyum makin membingkai dibibir sang leader.

"Yeah…." Lalu aku memakai baju tebal seadanya dan Heechul menatapku dengan senyuman kemenangan, "Harusnya dia yang menemani sang leader pergi ke apartemen baru" dengusku kesal.

.

.

.

.

.

.

"Ah. Leeteuk dan Kyuhyun oppa, bolehkah aku meminta tanda tangan kalian dahulu?" ucap sang guide rumah baru itu yang bernama Sulli

"Dengan senang hati" ucap Leeteuk langsung mencoret-coret dengan indahnya menggunakan pulpen yang disediakan Sulli dikertasnya pula.

Tanpa banyak juga menandatangani kertas menggunakan pulpen yang disediakan.

"Titip salam untuk Donghae oppa ne?"

"Ne, akan kusampaikan" ucap Leeteuk.

"Yah, dia Sparkyu" batinku bosan.

"Nah sekarang, mari masuk kerumah ini" ucap Sulli tersenyum lalu membuka pintu yang ukurannya lumayan lebar namun tetap seperti pintu biasa dengan kayu jati bagus tahan lapuk.

Leeteuk dan Sulli sedang berbincang-bincang seraya Sulli menjelaskan tentang rumah ini dan fungsi-fungsi ruangannya serta letaknya dengan mengarah pada tangga apa. Karena rumah ini begitu luas dan besar, kelam dan banyak pojok ruangan tanpa lampu.

"Dirumah ini. Sangat banyak lukisan yang aneh-aneh dan rumah ini lengkap dengan buku-buku diperpustakaan, kitchen set, kasur dengan baju-baju dilemarinya dan segala perlengkapan yang berdebu dan ditinggalkan" samar-samar kudengar Sulli menjelaskan seluruhnya tentang rumah ini dan Leeteuk hanya meng'oh'kan saja, "Kalau mau kau dan keempatbelas member bisa melepas lukisan yang menempel didinding agak sulit" jelasnya lagi.

"Mengapa sulit?" Tanya Leeteuk.

"Lukisan ini sebenarnya bernilai jual pemilik apartemen sebelumnya katanya sulit melepas lukisan ini. Lukisannya bagai menempel didinding dan direkatkan lem super, apartemen ini ramai dibincangkan hal layak dan muncul berbagai pergunjingan mitos aneh setelah pemilik apartemen ini menghilang secara misterius bak ditelan bumi" katanya, "Dan pembangun apartemen ini meninggal karena meminum cat. Katanya dihipnotis, apalagi pembangun apartemen ini seorang seniman handal yang khusus membuat lukisan untuk konsumsi sendiri tanpa dijual ke untuk dikagumi dan dipajang semata. Semua lukisan yang dipajang di apartemen ini adalah karyanya"

"Siapa pemilik apartemen ini sebelumnya?"

"Err. Itu aku tidak tahu, karena dulu aku bukan guide rumah ini. Tanyakan saja pada Victoria eonni yang memandu pemilik apartemen sebelumnya"

Sekarang aku sedang ada dilantai merah berbau sedikit apek dengan bau ada lukisan meja makan dengan makanan dan minuman yang tertata rapih dengan lima bangku berputar mengelilingi meja lingkaran tersebut, sekarang itu kamarku. Tapi jika kuingat-ingat, suasana dilukisan itu seperti meja makan dirumah ini.

Belok kiri keluar dekat perpustakaan, aku bisa melihat lukisan lima orang namja yang berpakaian nampak seperti penyihir dengan dewi yang cantik diatas mereka dengan prisma segitiga yang bersinar diatas 6 orang tersebut dengan banyak pemain biola yang mengelilingi mereka.

Masuk perpustakaan, kulihat lukisan para penari balet yang anggun dan cantik sedang menari dan dipojok ruangan tempat menari balet ada piano dan seseorang yeojya yang duduk dengan pakaian yang agak lusuh sambil memegang sapu.

Sekarang aku berada di lantai kamar berwarna putih dengan wangi melati, kulihat lukisan dua orang Korea yang sedang berduaan namja berkulit coklat dengan bibir hati, mata musang dan berwajah kecil. Si yeojya berbibir cherry dengan kulit putih susu agak pucat dan bermata bulat bening. Samar-samar kulihat si laki-laki tersenyum puas dan agak menyeringai kearah si yeojya, tatapan manis sang yeojya yang awalnya pemalu malah menjadi sedikit liar, nakal dan menggoda. "Eh? Apa yang kulihat tadi? Ah itu pasti hanya perasaanku saja" batinku santai dan sedikit merasa aneh.

Dikamar hijau dengan wangi dedaunan segar menyengat dan batang pohon, -atau lebih tepatnya ranting mengetuk-ngetuk jendela dengan lembut walaupun jika angin kencang bisa saja memecahkan kaca yang kelihatan rapuh tersebut, ada lukisan seorang namja yang duduk disofa sambil memainkan tongkat dan pulpen, ia memakai topi hitam.

Dikamar biru sapphire terang agak redup dengan wewangian lembut dan berhawa seperti ombak berderu yang dua lukisan. Lukisan satu ada seorang yeojya yang nampak dari samping belakang dengan rambut panjang sebahu, ia nampak dengan sendu memandangi langit biru yang sudah agak gelap tanpa cahaya bulan namun si yeojya itu memandangi sebuah rasi bintang berwarna merah dengan bentuk nama rasi bintang itu adalah Cassieoppeia. Dilukisan yang kedua dipojok ruangan, ada lukisan bergambar pohon dengan latar cahaya putih, jadi pohon itu bersinar sangat indah dan sedikit menyilaukan berkelip.

Dikamar berwarna pink dengan wangi buah-buahan Strawberry. Ada lukisan lima pemandangan yang terbagi-bagi tetapi tetap dalam satu lukisan. Ada musim semi dengan pohon bunga musim gugur dengan daun coklat tua yang pemandangan malam dengan bulan dan bintang bersinar terang dengan gedung-gedung musim salju dengan tumpukan salju tebal ditanah dan hujan salju masih mengguyur dilukisan itu dan terakhir ada musim panas dengan matahari yang bersinar begitu terang dan menyengat.

Diruang Lukisan seorang wanita cantik dengan rambut panjang dengan senyum simpulnya, wajahnya innocence sekali, "Dia sangat cantik, tapi lebih cantik Minnie-ku" desisku seraya tersenyum simpul.

"Eh?, benda apa ini?" mataku terbelalak kaget sekaligus senang karena menemukan syal tergeletak berdebu dimeja makan, "Ah, kupakai saja syal ini"

Pring….

"Apa yang jatuh?" ucapku kaget dan menatap kebawah sepatuku, ternyata ada cincin, "Cincin ini buat Minnie saja" batinku senang, sudah mendapat syal, dapat cincin juga untuk Sungmin. A/N : Kyu nggak punya modal #plak

Dan aku telah melilitkan syal tebal rajutan itu dileherku dan daripada cincin ini jatuh dijalan, kupakai saja dulu.

"Itu syal rajutanku untukmu saja" ucap yeojya yang ada dalam lukisan.

"Kau berbicara?" ucapku seraya menyipitkan mata, bingung tentunya.

"Wajahmu seperti orang penasaran nampaknya. Apa ada yang bisa kubantu?" ucapnya lagi,"Coba kau pukul lukisan ini" sarannya

Shett

"Kenapa tanganku menembus lukisan ini?" tanyaku

"Kunjungi aku kubantu memecahkan segala macam pertanyaan yang kau tanyakan, tapi tidak semua bisa kujawab. Mian"

"Ah, gwaechana. Baiklah aku meloncat"

BRUK!

"Appo…" rintihku jatuh melesak dibantal dengan posisi kepala terjatuh terlebih dahulu dibantal.

"Nah, mau kubuatkan makanan?" ucapnya lembut.

"Ada teh?"

"Sudah kubuatkan dimeja kecil itu"

"Kau belum beranjak dari sini 'kan untuk membuatnya?"

"Hampir semuanya dilukisan berjalan sesuai dipikiran sang penguasa"

"Maksudnya?"

"Aku belum bisa menjelaskannya. Tapi sebaiknya kujelaskan sedikit, maksudku jika yang ada didalam lukisan ini ingin melakukan sesuatu tak perlu lelah, karena saat kita memikirkannya, semua akan terjadi begitu saja" jelas sang yeojya, "Nuguya?" tanyanya penasaran

"Joneun Cho Kyuhyun inmida, hobiku bermain PSP, kau bisa menemukanku dan melihatku serta menyukaiku sebagai fans di Super Junior, sebutan untuk fansku adalah Sparkyu. Kau mau menjadi Sparkyu?"

"Haha, Joneun Kim Jaejoong inmida, hobiku memasak dan banyak Herotic yang memujaku"

"Ne…"

"Kau mau menanyakan apa?"

"Kau tahu dirumah ini banyak lukisan?"

"Ne, aku tahu dan aku memperhatikanmu berpetualangan mengeliliingi seluruh ruangan dan aku tahu kau belum melihat semua lukisan, masih ada dua kamar lagi dan satu loteng yang belum kau jelajahi. Masih ada lukisan ditiga ruangan tersebut.." jelas Jaejoong, "Apa Leeteuk tidak akan mencarimu?. Setelah ini kau kunjungi saja lukisan kau tak penasaran, iya 'kan?" lanjutnya.

"Ne. Anyeonghi jumuseyo"

"Tapi, ada satu pertanyaan yang ingin aku tersinggung ya?" aku menyeringai, "Kau namja atau yeojya?"

GLEK….

Senyum kemenangan tersungging dibibir sang evil magnae-nya SuJu. Walau dari postur tubuh yang seperti namja, namun wajah dan pinggang kecilnya itu yang membuatnya kelihatan seperti yeojya.

"Ukh. Aku ini namja, pabbo!" marahnya, "Aish, walau aku memang cantik tapi terkadang aku juga mau dibilang tampan" batinku kesal

"Bye-bye…"

BRUK!

"Ya!. Mengapa PSP-ku jadi terbanting begini, lecet pula!" cebikku kesal

"Hahahaha"

"Ya!. Jangan tertawakan aku Jaejoong noona!"

Sekarang, aku menjelajah naik kelantai atas, rasa penasaran membuatku tidak takut sama sekali.

Kumasuki kamar berwarna ungu muda dengan wewangian barang baru, kamar ini sungguh tertata rapih dengan televisi, sofa kecil disebelah kasur dan lemari menjulang tanpa debu sedikit baru saja dipakai. Namun lukisan didalamnya membuatku sedikit merinding, kira-kira lukisannya bergambar jendela berdebu dengan ranting pohon tua yang seperti hampir menutupi kaca jendela tersebut dan entah kenapa kulihat sesosok –atau sesuatu, seperti tangan dan ia melewati jendela itu dengan sedikit tergesa-gesa, berlari sepertinya.

Inilah kamar terakhir. Kamar berwarna abu-abu muda dengan bau-bau amis seperti darah, namun saat makin masuk kedalam, kamar ini malah berbau jemuran dengan panas matahari menyengat. Ada dua lukisan disini, lukisan dibelakang pintu adalah sesosok badut pantomim yang merentangkan tangan, ia seorang namja yang sepertinya nampak luwes menari dengan merentangkan tangan seperti menjaga keseimbangan. Ia memakai topi, sarung tangan dan topeng yang menutupi setengah wajahnya, ia memakai baju bersinar berwarna emas. Lukisan kedua adalah cakram besar kuno yang bisa dibilang altar mengelilingi pohon yang bersinar terang, berwarnanya -kira ada duabelas gambar yang mengitari pohon tersebut, sepertinya gambar itu mempunyai arti. "Apaan ini?"

"Lelah~" ucapku. Sekarang aku mengeluarkan PSP-ku yang tidak rusak sama sekali seraya melangkahkan kakiku menuju loteng dan duduk disebuah kursi reyot. "Lumayan berantakan juga, tapi lebih baik aku bermain PSP dulu ah…."

Mau tahu seberantakan apa loteng ini?.Dengan sekitar sepuluh lukisan yang belum jadi. Ada cat, kuas dan kanvas kosong bertebaran dilantai dan sebuah kotak kaca kecil dengan lima chibi namja yang berada didalam lautan merah tergeletak diatas kanvas yang baru setengah jadi.

"Let's begin!" ucapku sok inggris dan tersenyum simpul, jika ada yeojya disini. Mereka pasti akan terpesona denganku.

Sekarang aku berada dikamar abu-abu dan berlari kecil menuju lukisan kedua dikamar itu dan bersiap-siap meloncat, namun…..

Jdughh!

"Aish!. Mengapa dengan lukisan ini?" ucapku aku tidak bisa masuk kedalam lukisan ini. Sial!

Lalu, untuk lukisan dibelakang untuk mencoba terlebih dahulu, yaitu menyentuhnya.

Shett

"Bisa!"Aku kegirangan dan bersiap-siap memanjat bingkai. Tapi….

"Kyuhyun-ah…" samar-samar terdengar suara sang leader memanggilku, rasanya suara itu makin mendekat.

" membuatmu menunggu lama, karena hujan salju turun terlalu lebat dan sudah menjelang malam, kita menginap disini. Pakai saja kamar yang kau suka…."

"Ne, hyung. Aku tahu….."

"Pakai kamar apapun kecuali kamar berwarna putih dan ungu. Arra?"

"Ne…"

Tadi, aksiku memanjat bingkai belum dilanjutkan. Sekarang akan kulanjutkan kembali.

"Sedang apa mereka?" aku sedikit terkejut saat tiba-tiba sang pantomim menari namun dengan pakaian yang lebih casual.

"Crazy!"

"Huwa!"

BRUK!

"Aduh, appo" Aku terjatuh –atau lebih tepatnya terbang keluar dari ada seseorang yang berteriak didalam lukisan itu, aku malah terhempas keluar, "Aku tidak mau masuk ke lukisan itu lagi!" dengusku.

Setelah sudah dua kali aku jungkir balik terjatuh dari lukisan dan kepalaku lagi-lagi terantuk harus lebih berhati-hati setelah masuk-keluar lukisan.

"Ah! Coba kumasuki lukisan dari lantai dan ruangan awal yang kujelajahi saja! Kurasa itu lebih bagus!" ucapku, tapi rasa lelah telah dating untuk tidur saja di kamar merah dan berlari keluar dari ruangan itu.

.

.

Flashback END

.

.

.

.

A/N : Ampun…. Ah, mianhe readers. Oppadeul maupun Eonnideul yang baca fanfic lagi mianhamnida karena baru ngelanjutin Fanfiction yang baru prolog doank'an, mian banget. Ah, s'moga saja masih ada yang mau baca fanfic ini…. :'-)
Oiya, ini fanfic masih berlatar tema waktu alur mundur alias flashback, ntar Chap2 diceritain tentang Kyuhyun yang ngunjungin lukisan kok! Sabar ya! :-D
Dan, yang bisa nebak seluruh songpic (lagu lukisan) dan songMV (lagu MV) yang kujadikan tema lukisan, janji deh kukasih pulsa 5rb… *sumpah ga boong* *buat org prtama yg nebak bner*
Yang masih nunggu sudah aku buatkan…
Tapi, aku baru ngelanjutin sekarang, karena di , udah kayak jadi panitia 'penolong sukarelawan' Buat perpisahan. Sumpah rempong sekali….. T_T #curcoldadakan
Saran, Kritik, Pujian, dengan senang hati. Eitss! Tapi, kalau mau nge-bash harus ? ^_-
Jeongmal gamshamnida buat yang mau Reading+Review…. ^_^