Sebagai pembuka, Hye Ah akan menegaskan sesuatu sebelum terjadi kesalahpahaman.
Fanfic ini BUKAN MILIK Hye Ah, tetapi MILIK dilyakyu.
Hye Ah sudah MENDAPAT IZIN dari dilyakyu untuk menerjemahkan Fanfic dilyakyu yang tadinya berbahasa Inggris ke Bahasa Indonesia.
Dengan kata lain, di sini Hye Ah cuma berperan sebagai penerjemah.
Jika ingin memastikan, silahkan kunjungi AsianFanFiction(dot)com, karena dilyakyu adalah author di sana, dan versi asli dari Fanfic ini juga dipublish di sana.
Khasahamnida! ^^
Lonely Life to Chaotic Life © dilyakyu (Chapter 3 & Chapter 4)
Dong Bang Shin Ki/Tong Vfang Xien Qi/Tohoshinki/Homin & JYJ © S.M Entertainment, CJes Entertainment, Cassiopeia, Big East, Shipper, and their family
Super Junior © S.M. Entertainment, E.L.F, and their family
Boys Love and Crack Pair © Warning!
Don't Like Don't Read! © Fujoshi and Fudanshi
~Changmin POV
"Oh, hai! Namaku..."
Sebelum aku menyelesaikan perkataanku, Kyuhyun langsung memotongnya.
"Aku sudah tahu namamu dan jika kau berkenan, aku butuh pergi ke sembarang tempat untuk menjauh darimu, manusia." Kyuhyun berdiri dari dudukknya dan meninggalkan aku dan temanku yang tercengang.
"Betapa sopannya perilaku yang dimiliki oleh sepupumu ini?" cibir Yoochun.
"Dia selalu seperti itu. Dia benci orang ceria dan banyak bicara atau orang yang menganggunya," ujar Donghae menjelaskan kepribadian Kyuhyun yang rumit.
"Kau sepupunya, kan? Bagaimana bisa kau bertahan setiap saat berada di dekatnya?" kata Eunhyuk pada Donghae.
"Karena aku tahu dia dan dia tahu aku. Kami selalu bersama-sama meskipun ada waktu tertentu dimana dia mencoba untuk menjauhkanku darinya, tetapi tetap saja itu tidak berpengaruh padaku. Di samping itu, aku suka melihat dia marah. Dia terlihat agak manis." Donghae terkikik.
"Jika kau ingin berteman dengannya atau bisa kukatakan menjadi sahabatnya, pertama kali kau harus tahu segala hal tentangnya karena dia mempunyai lidah tajam yang buruk," lanjut Donghae.
"Ne, betul." Junsu mengangguk tanda setuju.
"Kau sudah berpengalaman sebelumnya, ya?" tanyaku pada Donghae dan dia hanya mengangguk dalam keheningan.
"Well, sampai jumpa lagi, Hyung. Kami harus pergi mencari Kyuhyun sekarang atau dia tidak akan masuk ke kelas sampai jam sekolah berakhir."
Donghae berdiri dari duduknya dan dia juga menarik Junsu dengan tangannya.
"Kenapa kau harus mencarinya?" tanyaku pada mereka sebelum mereka pergi.
"Karena Kyuhyun game addict dan dia akan bermain tanpa henti sampai seseorang dapat menghentikannya. Aku diminta kedua orang tuanya untuk 'merawat' anak mereka," kata Donghae sambil menatap mataku.
"Kenapa kau harus melakukannya?" tanya Eunhyuk.
"Karena aku peduli padanya. Please excuse us, aku benar-benar harus mencarinya sebelum pelajaran selanjutnya dimulai."
Dan akhirnya Donghae dan Junsu pergi meninggalkan kami di cafetaria ini.
"Bagus! Lagi-lagi ada manusia merepotkan dan juga game addict sepertimu, Changmin-ah!" ucap Yoochun memukul kepalaku.
"Auw! Buat apa kau memukulku, hah?" teriakku.
"Dia hanya ingin memukulmu saja." Eunhyuk terkekeh.
"Terserah." Aku memutar kedua bola mataku, "Aku pergi."
Langsung saja aku pergi meninggalkan kedua temanku menuju tempat persembunyianku. Temanku tidak tahu tentang ini.
Setelah aku sudah sampai di sana, aku merasa mendengar sesuatu datang dari sebuah pohon di sampingku. Aku pun berjalan mendekat untuk memeriksa ada apa di balik pohon itu. Di sana, aku menemukan sosok Kyuhyun tengah asyik bermain Starcraft. Aku melihat dia diam-diam, ingin tahu bagaimana reaksinya saat bermain Starcraft. Yah, Starcraft adalah game favoritku sejauh ini, dan aku selalu menang ketika memainkannya.
Aku tersentak ketika aku mendengar erangan frustasi dari namja yang lebih muda dariku ini.
"Crap! Aku selalu gagal di level ini! Kenapa sulit sekali memenangkannya? Aku sudah bermain beberapa kali tapi tetap saja tidak bisa lanjut ke level selanjutnya!"
Aku mendengar dia berbicara dengan dirinya sendiri dan merengek seperti anak kecil. Dia mulai bermain lagi dan lagi. Tidak ada kata lain yang aku dengar selain kata "Game Over". Oleh karena itu, akhirnya aku duduk di depannya, dan lihatlah, reaksinya sungguh adorable.
~Kyuhyun POV
Aku merasa seseorang duduk di depanku. Refleks aku melihatnya dari balik PSP-ku, hanya untuk bertatap muka dengan sang Kingka yang kuketahui bernama Changmin. Serentak aku terkejut melihatnya ada di sini. Tetapi aku langsung menatap sinis padanya ketika dia berani mengacak rambutku. Dia tersadar atas perbuatannya kemudian menarik tangannya. Acuh, aku kembali fokus pada game-ku yang tadi sempat pecah. LAGI!
"Kau tahu? Aku bisa mengajarimu bagaimana caranya untuk melalui level ini."
Saat aku mendengar itu, aku mendorongnya hingga ia jatuh terjengkang ke belakang dan langsung berdiri, sementara dia mengusap kepalanya untuk mengurangi rasa sakit di sana.
"Aku tidak butuh bantuan dari seorang stalker sepertimu, brengsek. Dasar orang menyebalkan!" Aku meludahinya sebelum berjalan cepat menuju kelasku.
Aku menunggu di sana sampai jam istirahat selesai. Teman-teman sekelasku pun tampak memasuki kelas untuk memulai pelajaran berikutnya. Aku lihat Donghae dan Junsu berjalan ke arahku.
"Darimana saja kau, Kyuhyun?" tanya Donghae padaku layaknya bos sedang berbicara pada bawahannya.
"Tidak ke mana-mana, Donghae. Aku hanya ada di sini sampai jam isitirahat selesai," kataku padanya sambil tersenyum.
"Pfft! Yeah, yang benar saja! Kami melihatmu dengan Changmin-hyung sebelumnya, dan kau mendorongnya sangat kuat, kau tahu." Junsu juga bertingkah seperti Donghae.
"Kau harus pergi dan meminta maaf, Kyuhyun!" kata mereka berdua bersamaan.
"TIDAK MAU!" teriakku pada mereka.
"Apanya yang 'tidak mau', Kyuhyun?" Crap. Ternyata guru sudah datang.
"Tidak ada, Ma'am. Aku hanya berbicara dengan temanku di sini." Aku tersenyum malu-malu pada beliau.
"Ok, aku akan membiarkanmu kali ini, tapi tidak untuk lain waktu." Guru memberi peringatan padaku.
"Khasahamnida wa jeongmal mianhamnida, Ma'am." Aku membungkuk ke arahnya dan beliau pun memulai pelajaran.
Akhirnya, sekolah hari ini telah berakhir. Sayang, masih banyak lagi hari-hari sekolah yang sangat menyenangkan besok. Hah~!
"Kenapa kau menghela nafas, Kyuhyun? Jangan katakan kau menyesal saat mengatakan kami temanmu?" Aku dengar Donghae berbicara.
"Berhenti berbicara. Aku ingin pulang." Aku mengemasi tasku.
"Woah! Tidak bisa dipercaya akhirnya kau mau bersama kami. Terlihat bukan kebiasaanmu," kata Junsu.
"Aku tidak bisa menjauh dari kalian berdua. Jadi, mungkin ada baiknya mempertimbangkan kalian berdua menjadi temanku selama tiga tahun di sekolah ini," kataku pada mereka.
Mereka berdua pun melompat kegirangan atas perkataanku. Yah, sebenarnya untuk diri mereka juga sih.
"Berhenti melompat karena aku butuh pulang ke rumah sekarang!" ucapku pada mereka dan mereka pun berhenti melompat.
"Ok!" kata mereka.
"Berhenti tersenyum seperti orang idiot."
"Tidak, kami tidak bisa."
Aish! Ini akan sulit!
Aku berjalan menuju pintu dan tiba-tiba sesuatu benda telak mengenai kepalaku. Aku yang tak sempat menghindar hanya bisa menerima rasa sakit langsung menyerang kepalaku. Terakhir yang aku ingat, aku mendengar suara Donghae dan Junsu sebelum segalanya menjadi gelap.
~Changmin POV
Aku menatap lekat pada makluk indah yang sekarang tengah tertidur damai di atas ranjang UKS. Seharusnya Kyuhyun tidak mengenakan kacamatanya sebab dia terlihat sangat hot seperti saat ini. Beruntung aku bisa melihat wajah aslinya setelah insiden yang menimpanya tadi.
#
FLASHBACK
"Buahaha~!"
Aku akan membunuh mereka jika mereka tidak bisa berhenti tertawa. Kami sekarang sedang menuju kelas Kyuhyun.
"Aku tidak bisa mempercayai ini! Hahaha~! Kau membiarkan dirimu dipukuli newbie? Hahahaha~!" kata Yoochun dibonusi tawa.
"Itu hanya dorongan ringan, moron!" kataku pada mereka sembari menggeretakkan gigiku.
"Dorongan ringan yang kau tahan tanpa jatuh kebelakang, begitu?" sindir Eunhyuk, "Apa anak itu bersikap lembut padamu?"
"Dia juga meludahimu. Serius, kawan, kau sudah bersikap lembut padanya dan ini balasannya?" lanjut Yoochun.
"Aku satu-satunya orang yang salah di sini dan aku akan pergi untuk meminta maaf." Aku berjalan meninggalkan mereka yang masih tidak dapat menghentikan tawa mereka.
"Aww~ man! Santai saja! Kami hanya bercanda!" Mereka berdua segera mengacungkan kedua jarinya membentuk tanda "peace" padaku.
"Terserah." Aku memutar kedua bola mataku pada mereka, kemudian aku kembali berjalan menuju kelas Kyuhyun.
Aku refleks menghentikan langkah ketika aku mendengar suara teriakan.
"KYUHYUN!"
Suara itu terdengar seperti suara Donghae dan Junsu. Kami bertiga bergegas mencari sumber suara tersebut, hanya untuk menemukan sosok Kyuhyun yang tidak sadar di pangkuan Donghae, sedangkan Junsu tampak kepanikan di sekitar mereka.
"Apa yang terjadi padanya?" tanyaku pada Donghae, tapi dia tidak segera memberi jawaban. Jadi, aku mengguncang bahunya dan mengulang kembali pertanyaanku, "Apa yang terjadi padanya, Donghae?"
"Biarkan Donghae seperti itu dulu, Changmin." Tangan Eunhyuk memegang tanganku, tanda untuk membiarkan Donghae sejenak.
"Baby, katakan pada kami apa yang terjadi pada Kyuhyun?" tanya Yoochun pada Junsu.
"Se-semuanya buram. Di-dia me-membuka pintu dan kemudian tiba-tiba pi-pingsan seperti ini," jelas Junsu tergagap dengan wajah ketakutan.
"Yoochun, Eunhyuk. Kalian berdua cepat pergi, lakukan penyelidikan dan laporkan ini pada Kepala Sekolah sekarang, sedangkan aku akan membawa Kyuhyun ke UKS."
Setelah memberi titah, dengan cepat aku menggendong Kyuhyun a la bridal style, kemudian membawanya ke UKS.
END FLASBACK
#
Di sini aku sekarang sedang menunggu Kyuhyun sampai dia terbangun dari tidurnya, sekaligus menunggu laporan dari Eunhyuk dan Yoochun tentang masalah ini.
Tok! Tok!
"Masuk!" perintahku.
Terdengar suara pintu dibuka, wajah Donghae dan Junsu pun muncul di baliknya.
"Permisi, Changmin-hyung. Eunhyuk-hyung dan Yoochun-hyung meminta kami memanggilmu untuk melaksanakan rapat secepatnya dengan Kepala Sekolah," kata Donghae menjelaskan kemunculannya di ruangan ini.
"Ne. Jaga dia baik-baik untukku. Ara?"
Mereka berdua mengangguk.
Aku pun meninggalkan UKS. Diam-diam aku menggerutu karena tidak bisa melihat keindahan makhluk Tuhan itu lagi sebab aku harus menghadiri rapat dengan Kepala Sekolah. Hah~! Betapa beruntungnya.
INSIDE THE SCHOOL HOSPITAL!
~Donghae POV
Kami menjaga Kyuhyun yang masih pingsan dalam diam sampai Junsu akhirnya memecahkan keheningan.
"Donghae? Menurutmu untuk apa orang itu menyerang Kyuhyun? Dia tidak melakukan kesalahan apapun pada siapapun kan?" kata Junsu padaku.
"Aku tidak tahu, Junsu. Tapi setahuku, dia berbuat salah pada Changmin-hyung. Itu yang kutahu," balasku sambil menghela nafas, sedangkan Junsu menganggukkan kepala tanda menyetujui perkataanku.
"Kau tahu, Donghae? Kyuhyun terlihat tampan tanpa memakai kacamatanya. Kenapa dia memakai kacamata segala?"
"Karena Kyuhyun tidak ingin siapapun berada di dekatnya."
"Ne. Tipikalnya Kyuhyun. Apa kau berpikir Changmin-hyung mulai tertarik pada Kyuhyun?" kata Junsu dengan nada peduli.
"Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?" seruku pada Junsu yang dengan cepat meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya sambil menunjuk diri Kyuhyun yang masih pingsan, tanda agar aku mengecilkan volume suaraku.
"Aku pernah mendengar kalau Changmin-hyung pasti akan berteriak pada seseorang yang melakukan kesalahan padanya, bahkan Yoochun-hyung dan Eunhyuk-hyung sekalipun."
"Maksudmu karena Changmin-hyung bersikap lembut pada Kyuhyun yang telah mendorongnya dan meludahinya, kau jadi berpikir seperti itu?"
Junsu mengangguk cepat.
"Mungkin saja. Anyway... Apa yang kau pikirkan tentang Yoochun-hyung, Su?" tanyaku pada Junsu yang pipinya langsung memerah.
"Ke-kenapa kau tiba-tiba be-bertanya tentang hal i-itu?" kata Junsu tergagap.
Junsu, Junsu. Aku menggelengkan kepalaku.
"Karena dia memanggilmu 'Baby' dua kali hari ini," ucapku sambil mengedipkan mata.
Sebelum dia menjawab, aku mendengar erangan dari arah Kyuhyun.
"Ugh! Kepalaku sakit!"
Yeah, akhirnya The Evil bangkit.
"Malam, tukang tidur."
Aku berjalan mendekati Kyuhyun. Bisa kudengar helaan nafas lega dari arah Junsu. Kau akan bernafas lega dalam waktu singkat lagi, Su, saat aku berhasil membawa Kyuhyun pulang ke rumahnya.
"Donghae? Apa yang terjadi padaku?" tanya Kyuhyun padaku, tetapi dia masih menutup matanya.
"Well, kau pingsan, dan aku tidak tahu bagaimana kau bisa pingsan. Mau memberitahuku?"
"A-aku tidak tahu. Aku melihat sesuatu terbang dan aku tidak punya waktu untuk menghindarinya. By the way, dimana aku?" Kyuhyun bangun.
"Kau ada di UKS. Changmin-hyung yang membawamu ke sini," kata Junsu pada Kyuhyun.
"DIA MELAKUKAN APA? Dimana kacamataku?" Dia menyentuh wajahnya dan tersadar di sana tidak ada benda yang ia cari. "Ja-jadi dia melihat wajahku tanpa kacamataku?" lanjut Kyuhyun bertanya padaku.
"Tentu saja dia melihatnya. Karena dia satu-satunya orang yang membawamu ke sini, pabbo!" Aku melipat kedua tanganku di depan dada.
"Jangan memanggilku pabbo! Aku lebih pintar darimu!" Kyuhyun menatap tajam ke arahku dan aku membalasnya dengan memutar kedua bola mataku.
"Ayo pulang, Hae, Kyu." Junsu tiba-tiba berkata.
"Baiklah. Ini memang waktunya untuk pulang. Aku tidak akan mengatakan masalah ini pada orang tuamu."
"Fuhh. Gomawo, Hae."
"Cheonmaneyo, my lovely cousin, Kyu."
"Eww. Jangan memanggilku seperti itu!"
Kami bertiga pun tertawa, kemudian pulang ke rumah. Kami saling melambaikan tangan sampai jumpa saat menaiki limo yang berbeda dengan tujuan pulang ke rumah yang berbeda pula..
Siswa yang bersekolah di sini sering menaiki limo untuk pergi ke sekolah.
Tanpa mempedulikan sekelompok gadis berdiri lumayan jauh terlihat seperti orang gila karena berteriak tidak jelas.
#
#
#
#
#
To be continue...
Reply Review:
Karin: Ne, cheonman. ^^ Ini udah lanjut. Gomawo. :)
Hye Sun: Cheonman. ^^ Ini udah lanjut. Gomawo. :)
SooKyo MinKyu Shipper: Ganti alur ya? Kalau jawaban Hye Ah sih enggak. Soalnya Fanfic ini kan milik dilyakyu-ssi, jadi Hye Ah nggak bisa ngerubah alur Fanfic orang lain. Ntar melanggar hak cipta. ^^ Tapi kalau Hye Ah ada niatan publish Fanfic buatan Hye Ah sih udah ada, tapi belom selesai. Oneshot ChangKyu loh~ :P #digiles Gomawo. :)
rikha-chan: Hehe. Gitu ya? Silahkan ikuti perkembangannya~! :p Gomawo. :)
KyuMi Bunny: Cheoman. Oke deh! Nih lanjutannya! ^^ Gomawo. :)
The: Syukurlah kalau nggak berantakan translate-nya. Soalnya Hye Ah sempet minder. ._. Di sini ada dikit kan moment YooSu-nya? :D Gomawo. :)
Blackyuline: Ini udah lanjut. Gomawo. :)
kucing liar: Iya dong. Haha! :D Secara ortu mereka aja juga gay. #lirik-lirik #dipanggang Gomawo. :)
akane park maleslogin: Ne! ^^ Ini udah lanjut! Gomawo. :)
Aino Hana: Hye Ah juga suka ChangKyu! XD #ikutanpasangbanner Ne! Udah lanjut. Gomawo. :)
riana dewi: Ini udah update. Gomawo. :)
yooshi704: Sama-sama tertarik dong pastinya. Hehe. ^^ Gomawo. :)
#
And finally, Hye Ah bisa update lanjutan Fanfic in! :D
Hye Ah seneng deh ada yang berminat sama Fanfic ini. ^^
O ya, sekedar pemberitahuan,
Hye Ah bakal update lanjutan Fanfic in seminggu sekali kalau sempat. :)
#
Jeongmal Khasahamnida~! XD
Sekali lagi, Hye Ah ucapkan terima kasih pada dilyakyu atas izinnya. ^^
~o#O#o~
o- Gomawo for your read and review! -o
o- Review or Flame again, please? -o
o- With Silent Soul -o
o- Jeong Hye Ah -o
