NARUTO BELONGS MASASHI KISHIMOTO
but this story original by me wuahahaha
genre : romance doang kali ya gatau kalo ada yang bilang hurt sih
warning : 18+, typo, eyd berantakan, kacau lah
sasunaru, boyxboy, homo, gay, lovewins?
maaf jika masih banyak typo, eyd yang berantakan, alur yang terlalu cepat
SWEETEST SIN CHAPTER 2
HAPPY SASUNARU DAYS
Hari terus berganti, kini Jepang telah memasuki musim dingin. Salju memang belum turun, namun suhu sudah sangat ekstrim membuat beberapa orang memilih duduk santai didepan perapian rumahnya dengan keluarganya, begitu pula sang bungsu Uchiha yang belum menyerah mendapatkan cinta sang Uzumaki, berulang kali Sasuke mengatakan perasaannya berulang kali mereka bersama dalam malam-malam yang indah, namun tak ada ikatan yang terjalin. Tak ada selain teman ranjang. Dan itu sungguh membuat sang bungsu Uchiha uring-uringan, melihat Naruto bersama orang lain bukanlah suatu hal yang mau ia lihat, setelah rapat panjang para direktur.
"Naruto!" sepasang mata sapphire itu mencari siapa pelaku yang memanggilnya, ia menemukannya seorang pria berambut gelap dan bermata tajam tengah menatapnya dengan tatapan kecewa dan marah. Naruto membagi sedikit senyumnya ke arah pemuda yang belakangan ini mencuri segalanya darinya, tersenyum manis tanpa dibalas sang pemuda, yang hanya berjalan ke arahnya dengan langkah yang terburu-buru. Sasuke kini berada didepan pemuda manis, dan seorang yang berada disampingnya.
"Sasuke apa yang kau lakukan disini?" ucapan Naruto membuat Sasuke yang tengah memperhatikan seseorang disamping Naruto, kembali menatap pemilik nama Naruto.
"siapa dia dobe?" seperti yang diharapkan dari keluarga Uchiha tanpa basa-basi, Naruto hanya tersenyum miris melihat Sasuke. Kejadian yang sudah berulang kali terulang.
"ah kenalkan dia Yahiko kekasih sepupuku teme jangan berlebihan" untuk sekarang Sasuke cukup lega mendengar penuturan sang bungsu Uzumaki, Yahiko yang mengerti langsung menjabat tangan Sasuke dan memperkenalkan dirinya, jika tidak mau membuat tulang lehernya patah karena kemarahan Uchiha, yang tak mau miliknya disentuh.
"Yahiko, dan aku kekasih Nagato sepupu dari kekasihmu tuan Uchiha-san"
"hn"
Tak ada pembicaraan lagi , Sasuke langsung menyeret Naruto untuk pulang bersamanya. Sudah 1 bulan terakhir mereka tinggal bersama di apartemen milik Sasuke, sebenarnya Naruto ingin menolak tinggal disana dengan alasan bagaimana jika apartemennya ditinggalkan dan kakaknya. Namun bukan Uchiha jika tidak bisa mendapatkan apa yang tidak ia inginkan, Sasuke memindahkan seluruh barang Naruto tanpa seizin empunya, dan membayar sewa apartemen milik Naruto untuk terakhir kali, dan itulah yang membuat kini makhluk manis itu sudah berada di kamarnya, yang berubah menjadi banyak pernak-pernik rubah.
Tanpa ada pembicaraan mobil Sasuke sudah berada diapartemen mewahnya bersama Naruto, dengan kasar Sasuke menarik tangan Naruto, mengabaikan ringisan kesakitan sang pemuda manis menuju ke apartemen mereka berdua di lantai 20, Sasuke masih belum membuka pembicaraan. Begitu pula Naruto, ia tau jika saat ini Sasuke hanya butuh dirinya dan ia siap.
.
.
Sasuke membuka kasar pintu apartemennya menutupnya dengan menendangnya, membuat Naruto sedikit bergidik ngeri akannya namun, ia tetap diam tetap bungkam dengan apa yang dilakukan lelaki yang 1 bulan ini bersamanya. Sasuke memeluk Naruto erat seolah tak ada hari esok untuknya, Naruto hanya diam membalas pelukan sang bungsu Uchiha dengan lembut, Naruto merasakannya. Merasakan semuanya perasaan sang bungsu Uchiha mengalir dalam detakan jantungnya yang ia rasakan, Naruto menangis untuk pertama kalinya setelah kematian kedua orang tuanya. Tangisnya pecah, Sasuke berusaha semakin mengeratkan pelukannya pada Naruto yang kapanpun bisa jatuh.
"jadilah milikku Naruto, hanya untukku, bersamaku selamanya aku memohon kepadamu Naruto" hanya isak tangis dan detak jantung mereka yang terdengar, perlahan Naruto melepaskan pelukannya kepada Sasuke, menatap tepat ke onyx hitam Sasuke.
"jadikan aku milikmu Sasuke, hanya untukmu, bersamamu selamanya dan aku memohon padamu jangan tinggalkan aku" Naruto menangis, Sasuke meraihnya dalam pelukan hangat mencium puncak kepalanya dengan tulus.
"i will Naruto, i promise" Naruto tersenyum membiarkan tubuhnya jatuh menimpa Sasuke.
.
.
.
Sasuke terus mencium pemuda yang kini berada dibawahnya, tak ada hasrat membara dalam ciumannya hanya sebuah ucapan terima kasih. Namun malam semakin dingin memaksa kedua anak adam tersebut mencari kehangatan, Naruto mengalungkan kedua tangannya ke leher pemuda berambut raven yang berada diatasnya, sedangkan sang pemuda masih terus mecumbu bibir mungilnya yang sudah membengkak semenjak mereka berciuman 10 menit yang lalu. Naruto mendorong perlahan bahu Sasuke memberitahukan kebutuhan oksigen untuknya, Sasuke melepas pangutannya melihat sekilas seseorang yang telah menjadi kekasihnya 30 menit yang lalu.
"aku mencintaimu Naru"
"aku tau Sasuke, karna aku juga"
Sasuke perlahan membuka baju yang dikenakan Naruto, membuang kain-kain berlapis yang menutupi karya Sang Pencipta. Mengerang kecil Sasuke membuat tanda-tanda di sekujur tubuh Naruto dengan bercak merah, gigit, hisap, begitu hingga ia bosan sayang sekali namun, Naruto bagaikan heroin baginya tak ada kata berhenti menikmati tubuh indah dibawahnya Naruto terlalu lezat untuk ditinggalkan. Biarlah ini menjadi dosa terindah, biarlah sejenak mereka melupakan penatnya hidup ini, membiarkan dirinya menikmati setitik surga dunia yang telah diberikan Sang Kuasa.
Sasuke melepas pertahanan terakhir Naruto dan membuangnya ke sembarang arah, uang bukanlah masalah. Sasuke kembali memberikan ciuman kepada bibir cherry dibawahnya, tangannya yang menganggur memilin tonjolan kecil didada sang submissive membuatnya mendesah disela-sela ciuman mereka. Rintihan dan desahan Naruto merupakan irama yang paling indah ditelinga Sasuke, tak kan ada yang menggantikan pria yang kini berada dalam kuasanya.
Sasuke terus berusaha memanjakan Naruto yang hanya dibalas dengan desahan dan erangan kecil, membuat sesuatu dibalik celananya mengeras. Sasuke dengan sabar memperlakukan Naruto dengan lembut, membuatnya dapat merasakan cinta disetiap permainan mereka. Sang bungsu Uchiha dengan cepat meraih kejantanan Naruto dan mengocoknya dengan lambat, erangan dan desahan terdengar indah di telinganya, membuatnya semakin bersemangat menambah kocokannya. Ini bukan pertama kalinya mereka melakukannya, tapi ini pertama kalinya mereka melakukan segalanya dengan suatu hubungan yang jelas.
Sasuke merasakan kejantanan Naruto mulai mengeras, tanpa rasa jijik Sasuke memasukan kebanggaan Naruto yang tidak seberapa kedalam mulutnya, jilat hisap berulang kali hingga mendengar Naruto akan mengeluarkan muatannya dengan cepat Sasuke semakin menghisap kejantanan Naruto, membuatnya memuncratkan isi tepat didalam mulut sang Uchiha. Sasuke tersenyum kecil melihat malaikatnya terengah-engah setelah ejakulasi pertamanya, dadanya naik turun membuat 2 tonjolan didadanya semakin imut. Sasuke kembali menjilat tubuh sang mentari dalam hidupnya menikmati setiap inci tubuhnya, sembari melepaskan kemeja dan celannya yang mulai menganggunya.
Kini mereka telah sama-sama telanjang, kedua anak adam tersebut saling membagi kehangatan dimalam yang sangat dingin tepat ditanggal 24 desember. Keduanya bersatu dalam sebuah acara penyatuan panjang dan melelahkan. Sasuke mengecup pelan dahi Naruto, kemudian melumuri jari-jarinya dengan sisa sperma di perut dan dada Naruto membuat jarinya selicin mungkin untuk persiapan Naruto. Dengan telaten Sasuke memasukan satu jarinya, dan disambut dengan erangan kesakitan Naruto.
"sakit?"
"tidak, lanjutkan Sasuke"
"baiklah, tahanlah sebentar Naru"
Hanya senyuman, jari kedua masuk membuat sebulir air mata Naruto terjatuh ini memang bukan pertama kalinya ia melakukan sex dengan Sasuke namun, bagian bawah tubuhnya selalu terasa ini merupakan hal baru untuknya, dengan cepat Sasuke mencium mata Naruto mencoba meredakan sakit tubuh yang lebih kecil darinya, Naruto tersenyum tanda untuk Sasuke dapat melanjutkan pekerjaannya. Sasuke menggerakan kedua jarinya dengan gerakan menusuk dan menggunting demi mempersiapkan lubang Naruto, paham jika miliknya tidak hanya sebesar dua jari, Sasuke kembali memasukkan satu jarinya. Kini ada tiga jari bersarang di lubang milik Naruto, sang empunya hanya dapat menangis menahan sakit sedangkan, Sasuke berusaha mencari titik kelemahan Naruto untuk memberikannya rasa nikmat duniawi.
"AHH" crap.
Sasuke menemukannya titik terlemah seorang Uzumaki Naruto, Naruto mengerang semakin keras, rasa sakitnya hilang sudah tergantikan dengan rasa nikmat yang menjalar ke tubuhnya menghilangkan fungsi rasionalitas otaknya sebagai manusia. "masukan Sasuke, i need you. I will be okay just put in on me sasuke" seperti sihir Sasuke hanya tersenyum menangguk, mencium sekilas bibir cherry yang telah membengkak.
"aku mencintaimu Naru, tak ada yang perlu kau cemaskan lagi"
"aku juga Sasuke, aku sangat mencintaimu"
Perlahan Sasuke mengeluarkan ketiga jarinya dari lubang sang Uzumaki ringisan tertahan terlihat jelas diraut wajahnya, Sasuke dengan perlahan memberikan kecupan-kecupan dan kata-kata manis agar Naruto dapat sedikit rileks akan sakit dibagian bawah tubuhnya. Ketiga jarinya telah keluar, kini Sasuke memposisikan kejantanannya dilubang Naruto dengan perlahan Sasuke mendorong masuk miliknya, ringisan tertahan dari bibir Naruto terdengar jelas di indra pendengaran sang bungsu Uchiha, mengerti jika akan semakin sakit, Sasuke dengan satu hentakan keras mendorong masuk miliknya yang diatas rata-rata "AHHH" Sasuke telah hafal letak kelemahannya.
Sasuke masih terdiam begitu pula Naruto yang berusaha mengatur napasnya, dan membiasakan dirinya dengan benda besar milik Sasuke yang bersarang dilubang anusnya, Naruto mengalungkan kedua tangannya ke arah leher Sasuke mencium sekilas bibir sexy sang dominant "bergeraklah Sasuke" dengan anggukan Sasuke mencium kening Naruto "aku mencintaimu Naru".
"aku juga Sasuke"
Erangan dan desahan memenuhi kamar apartemen, Sasuke terus bergerak semakin cepat membuat Naruto sedikit kewalahan dengan gerakannya, namun tak bisa Naruto ungkiri kasih sayang seperti ini yang ia butuhkan, seseorang yang akan ada hanya untuknya selamanya. Gerakan Sasuke semakin liar, erangan Naruto juga semakin keras, menandakan keduanya akan sampai pada puncak yang mereka inginkan.
"Sas-aaah... engh.. aku akan... ah"
"bersama Naruto tahanlah sebentar lagi"
"aaah... anh..eng...Sasuke..aku tidakk"
"bersama Naruto"
"sas—ah.. aku ... ti..ngh...SASUKE"
"NARUTO"
Sasuke mencabut kejantanannya keluar dari lubang Naruto dan ambruk disebelah sang lelaki manis, tak biasanya Sasuke akan puas hanya bermain sekali namun kali ini batinnya benar-benar puas, Naruto seutuhnya miliknya tubuh dan jiwanya. Seluruhnya milik Uchiha Sasuke. Sasuke memeluk pinggang Naruto dengan posesif, membuat sang empunya mengalihkan pandangannya ke arah sang dominant, Sasuke tersenyum tulus untuk Naruto. Tak ada yang perlu ditakutkan lagi, mereka telah saling memiliki jiwa dan raga, kini mereka adalah sepasang kekasih.
"tidurlah Naru, besok kita akan menemui orang tuaku"
"APA? Teme kau gila ini terlalu cepat!"
"lebih cepat lebih baik, aku tidak ingin melihatmu dengan laki-laki lain"
"bagaimana jika keluargamu menolak hubungan ini Sasuke demi tuhan kau ini gila atau apa?"
Chu~
Sasuke mencium kecil bibir mungil Naruto menandakan bahwa Naruto harus segera menutup mulutnya, sebelum ada ronde kedua untuknya. Mengerti arti tatapan mesum Sasuke, Naruto hanya bisa cemberut dan terdiam dia tidak akan pernah bisa menang dari sang bungsu Uchiha, yang kini sudah dengan nyaman terlelap disampingnya.
.
.
Alarm yang biasa berbunyi, kini tak berbunyi karna kedua pemilik rumah telah bangun dan mempersiapkan diri terutama Naruto, yang kini tengah diam disudut apartemen dengan secangkir coklat panas yang tak tersentuh, Sasuke yang melihatnya hanya tertawa mendapati seberapa takutnya Naruto kehilangannya, well itu artinya Naruto sangat mencintainya bukan?
"Naruto, kemarilah benarkan dasiku" Naruto yang mendengar Sasuke memanggilnya semakin cemberut, menaruh cangkirnya dan berjalan ke arah Sasuke, yang tengah duduk manis dikasurnya dengan sebuah dasi mengantung asal-asalan dikerah lehernya.
"kapan kau akan belajar mengurus dirimu sendiri Suke" Naruto kini berusaha memasangkan dengan benar dasi Sasuke.
"untuk apa? Aku memilikimu aku tidak mau direpotkan hanya untuk memasang dasi karna sudah ada kau"
"kau pikir aku pembantumu begitu?"
"ya Naruto Uzumaki kau pembantuku begitu seterusnya hingga ajal menjemputku"
"t-teme apa-apaan itu! Aku tidak mau menjadi pembantumu!"
"hn"
"teme"
"dobe"
"argh! Terserah apa katamu teme"
"hn cepat kita harus segera berangkat"
.
.
Mobil Porche milik Sasuke melaju pelan ke arah masion utama keluarga Uchiha, sedangkan makhluk manis disebelahnya tengah gugup, hingga tak ada pembicaraan berarti dari keduanya, Sasuke melirik Naruto dari sudut matanya kemudian tersenyum kecil. Tak biasanya Naruto terdiam seperti ini, kegugupannya yang akan menghadap ke calon mertua yang membuatnya diam.
.
30 menit berlalu sebuah masion dengan model khas jepang terlihat dihadapan Sasuke dan Naruto, gerbang terbuka menampilkan sebuah rumah jepang yang sangat indah dengan taman yang dipenuhi bunga berwarna-warni, Sasuke memarkirkan mobilnya disebelah mobil mewah yang ia ketahui milik kakaknya—Itachi.
"kita sudah sampai Naruto" Sasuke berucap membuyarkan semuanya, gugup! Naruto sangat gugup, bahkan tidak mau membuka pintu mobil Sasuke, Sasuke yang melihatnya hanya gemas menahan diri untuk tidak menyerang Naruto. Sasuke turun dan membuka pintu Naruto, mengandengnya dengan telaten menuju kedalam masionnya.
Beberapa pelayan rumahnya menyambutnya dengan baik, hari ini semua keluarga Uchiha tengah berkumpul minus kakeknya yang sedang berlibur di Kanada. Sasuke berjalan dengan tegap keruang keluarga dimana sangat banyak anggota keluarga besarnya yang menanti kabar yang akan disampaikannya.
"ara~ Sasuke kau sudah datang nak?" sang ibu perlahan menghampiri anak bungsunya, mencium pipi kanan diikuti sang kepala rumah tangga disampingnya yang hanya berguman 'hn'
"ibu aku ingin membicarakan sesuatu" suara berat Sasuke membuat semua anggota keluarganya melihat ke arahnya seperti semut bertemu gula.
"bicaralah Sasuke kami mendengarkan" ibunya dengan lembut menuntunnya ke ruang keluarga, menyimpan tanya siapa pemuda manis disamping anak bungsunya
Sasuke dan Naruto duduk dengan tenang, tidak lebih tepatnya hanya Sasuke yang duduk dengan tenang, Naruto sama sekali tidak tenang. Sasuke meraih tangan Naruto mencoba menyalurkan perasaan cintanya, agar Naruto tidak terlalu gugup menghadapi keluarganya.
"aku ingin menikah" satu kalimat padat dan jelas terucap dari bibir Sasuke, membuat seluruh anggota Uchiha tercengang, berulang kali dijodohkan dan selalu ditolak. Kini ia datang dengan langsung berucap mantap apa-apaan pikir mereka, namun Mikoto tersenyum manis usianya mungkin tidak muda lagi, mengingat kedua anaknya telah dewasa bahkan, akan menikah tapi kecantikannya bahkan tak memudar.
"jadi siapa orang yang beruntung itu Sasuke?" Mikoto bertanya dengan sabar meskipun ia sudah tau dengan siapa itu.
"pemuda disampingku bu, dia adalah calonku"
Semua terdiam begitupula Mikoto sedangkan Fugaku hanya menghela napas berat Obito, Itachi kemudian kini Sasuke. Seharusnya dulu ia membuat anak perempuan saja batin Fugaku, Mikoto tersenyum menghampiri keduanya memposisikan dirinya tepat dihadapan kedua pasangan yang kini sangat gugup.
"nee jadi bisa kau perkenalkan dirimu anak manis?" Mikoto tersenyum tulus kearah naruto membuat naruto sedikit nyaman dibuatnya.
"Uzumaki Naruto nyonya"
"Uzumaki? Apakah kau anak dari Uzumaki Kushina dan Namikaze Naruto?" Fugaku angkat bicara.
"iya tuan, apa tuan mengenal kedua orang tua saya?"
"berhenti bersikap formal Naru-chan kami akan segera menjadi keluargamu" Itachi menghampiri sang ayah memberikan senyum manisnya.
"kami mengenalnya nak, mereka sahabat kami. Jadi bagaimana kabar mereka?" Mikoto duduk disamping Naruto menatap lekat mata ocean blue Naruto.
"mereka sudah lama meninggal karna kecelakaan" kaget.
Itulah yang pantas menggambarkan suasana keluarga Uchiha kali ini, semua mata beralih ke Mikoto yang tengah mengeluarkan air matanya, sedangkan Fugaku mencoba menenangkan istinya. Bagaimanapun juga Kushina adalah sahabat dekat Mikoto semenjak sma, pantas jika ia sangat terpukul.
"Naru maafkan bibi, sungguh maafkan bibi jika saja saat itu bibi menjenguk kalian" Mikoto masih saja terus menangis kini Naruto bangkit memeluk ibu Sasuke.
"tak apa bibi, Naru sudah mengikhlaskan kaa-chan dan tou-chan berada disana dengan tenang" Mikoto mengusap air matanya merapatkan pelukannya kepada Naruto, mereka saling mencurahkan perasaan rindu kepada orang tua dan sahabatnya.
Sasuke memandang Itachi penuh tanya, kenapa bisa kedua orang tuanya mengenal orang tua kekasihnya, namun hanya dibalas dengan senyuman terbaik milik Itachi yang dianggap sangat menjijikan. Fugaku mulai angkat bicara, bagaimana pun keluarga besar Uchiha adalah keluarga yang sibuk dan tidak bisa banyak meluangkan waktu, jadi sekalinya ada hal seperti ini setidaknya Fugaku tidak mau membuang banyak waktu dan segera mengumumkan hal yang membuat Naruto tercengang.
"ehm bulan depan kau Sasuke dan Naruto akan melakukan pernikahan" Naruto sedikit membaku mendengar perkataan Fugaku, bagaimana bisa dalam waktu 1 bulan mereka mempersiapkan pernikahan? dan bagaimana dengan kakak dan teman-temannya, "haaah" Naruto menghela nafas cukup berat keluarga Uchiha benar-benar sangat unik, sekarang bertemu dan sebulan kemudian menikah apa yang lebih aneh?
Untuk sekarang biarkan Naruto tidur sejenak, kepalanya cukup pusing memikirkan hal seperti ini, biarkan sejenak ia terlelap dalam mimpi indahnya dan melupakan bahwa 1 bulan lagi namanya akan berubah menjadi Uchiha Naruto.
TBC.
kepada semua yang sudah mereview cerita saya saya sangat berterima kasih tanpa kalian gaakan ada kemajuan dicerita saya, dan maaf jika ada beberapa review yang tidak terbalas karna kesibukan saya mengerjakan tugas menumpuk /nasibmasihpakekkurikulum2013
terima kasih juga kepada siapapun yang sudah memfavorite sungguh saya gak mengira akan sebanyak ini /nangis. saya benar-benar berterima kasih huhuhu.
dan juga yang sudah memfollow terima kasih, karna sudah memfollow cerita saya menjadikan alert ketika saya update cerita saya.
juga saya tidak bosan meminta review kepada para senpai karna saya masihlah newbie dalam fanfiction, juga jangan sungkan mengkritik cerita saya jika ada kesalahan. terima kasih sekali lagi huhuhu.
aaa saya sangat berterima kasih kepada siapapun yang sudah mereview memfavorite memfollow cerita saya.
