Chapter 2: Pertarungan di Nami no Kuni


Sesampainya di Konohagakure, Naruto segera dilarikan ke rumah sakit agar cepat dapat ditangani oleh para dokter dan juga oleh sang ninja medis paling hebat yaitu Senju Tsunade.

Orang-orang yang ada di rumah sakit dibuat heboh saat melihat sang Hokage berjalan cepat dengan wajah khawatir yang kentara menuju ruangan yang dikhususkan untuk Naruto. Setelah sampai di ruangan itu Tsunade segera memeriksa Naruto dengan kekuatan buah iblisnya yaitu 'Ope Ope No Mi'.

"Room!" Seru Tsunade pelan. Kemudian ruangan itu ditutupi oleh sebuah barier transparan seperti kubah. Lalu perempuan yang terlihat masih muda walaupun umurnya di atas lima puluhan itu segera mengalirkan cakra berwarna hijau di kedua tangannya dan menempelkan di dada lemah Naruto.

"Hm, tidak ada racun atau luka organ dalam tapi kenapa dia seperti menahan sakit!" Ungkap Tsunade entah pada siapa.

Tsunade berpikir sejenak, lalu dirinya membulatkan kedua matanya, "Jangan... Jangan... Dia memakan sebuah buah iblis? Ini seperti aku dulu setelah memakan buah iblis. Tapi dari mana dia mendapat buah iblis?"

"Sambles!" Ucap Tsunade. Tangannya kini seperti sebuah pisau bedah yang sangat tajam, dia arahkan tangannya ke perut Naruto mencoba untuk memotongnya melihat isi perut Naruto apakah masih ada sisa buah iblis yang belum tercerna oleh asam lambungnya.

Kedua matanya melotot tak parcaya akan penglihatannya pada sisa isi perut pemuda pirang itu, "Apa ini, kenapa ada dua warna berbeda? Apa.. jangan-jangan bocah ini memakan lebih dari satu buah iblis."

Kemudian, Tsunade mengembalikan potongan tubuh Naruto seperti semula dan mentransfer cakra medisnya ke dalam perut pemuda itu pemulihan pada diri Naruto. Tak lupa wanita yang kelihatan muda itu mengecek setiap inchi dari tubuh Naruto sekiranya tidak ada luka atau cedera lainnya yang diderita oleh pemuda itu. Beberapa menit berlalu, Tsunade pun akhirnya keluar dari kamar rawat Naruto kembali menuju kantor Hokage untuk mengecek tipe buah apa yang dimakan oleh Naruto tadi.

~oOo~

Tim Kakashi melanjutkan misinya seperti rencana awal yang sekarang ditemani oleh dua Anbu elit Hokage. Mereka berlima masih di kawasan hutan Nami No Kuni untuk berjaga melindungi klien–nya dari serangan bandit atau Missing-nin di kawasan itu.

Tiba-tiba area seluas dua ratus meter persegi diselimuti oleh kabut yang tebal dan hawa dingin yang sangat menusuk. Insting seorang Anbu membuat kedua Anbu elit itu langsung memasang siaga tempur, Kakashi menoleh ke samping melihat apakah kedua muridnya masih ditempatnya atau tidak dengan mata Sharingannya.

Slash!

Sebuah pedang besar melesat cepat menuju kepala Kakashi, dengan reflek seorang mantan Anbu pria bermasker itu pun dengan muda menghindari lesatan pedang besar itu.

Blarr!

Pedang besar itu menancap kokoh di sebuah pohon dan menciptakan hempasan angin yang sangat keras menuju kedalam hutan yang membuat pohon-pohon tumbang dengan mudah.

"Hatake Kakashi, atau lebih dikenal Copy Ninja Kakashi hebat juga kau bisa menghindari pedangku." Suara menggema di dalam hutan yang dipenuhi oleh kabut tebal.

Mata Kakashi memicing, saat melihat siluet orang berdiri di depannya dengan jarak sekitar dua puluh meter di samping siluet itu juga ada siluet lain yang berdiri tak jauh dari siluet pertama.

"Siapa kau?" Seru Kakashi. Tak menurunkan fokus pria bermasker itu pun segera membuat sebuah handseal, "Katon: Goukakyu no Jutsu!"Sembran bola api langsung terara menuju siluet orang didepannya.

Blaarrrr!

"Haha.. langsung serang ternyata." Kembali muncul suara orang dari siluet tadi.

Tak tinggal diam kedua Anbu itu pun membuat handseal bersamaan, "Fuuton: Daittopa!" Muncul dua tornado angin yang langsung mengarah ke dua siluet serta menghapus semua kabut tebal yang menghalangi pandangan mata.

"Sungguh hebat Anbu dari Konoha, hahaha." Ucap seseorang.

Kemudian di depan tim Konoha muncul dua orang ninja berhite ate desa kabut, "Kau.. Momochi Zabuza dan Yuki Haku!" Ucap Anbu Tori.

"Kenapa Missing-nin Kirigakure ada di perbatasan? Apa kau bekerja untuk seseorang?" Tanya Kakashi.

"Iya benar, aku bekerja untuk orang bernama Gato! Dia adalah rentenir tua yang sangat menginginkan daerah ini." Ucap Zabuza.

Tanpa diduga Zabuza membuat sebuah handseal, "Suiton: Suiryudan No Jutsu!" disamping kanan Zabuza terbentuk Naga air besar yang kemudian langsung menerjang Kakashi dan timnya. Kakashi terbelalak setelah melihat jutsu dari musuhnya, tak tinggal diam pria bermasker itu pun membuat handaeal, "Doton: Doryuheki!"Muncul dinding tanah di depan Kakashi untuk menghalau terjangan dari serangan Zabuza.

Blarr!

Sebuah ledakan tercipta dari benturan kedua jutsu dari masing-masing.

.

Dua Anbu elit Konoha dengan cepat segera menghadang orang bertopeng polos yang di asumsikan mereka adalah bantuan dari Zabuza. Dua Anbu itu mengepung orang bertopeng itu agar tidak membantu Zabuza yang melawan Kakashi.

Haku yang dikepung oleh dua Anbu elit hanya diam tak melakukan apa-apa karena dirinya yang di situ adalah sebuah bhunsin saja. Tiba-tiba hawa dingin muncul disekitar area bertarung mereka, kedua Anbu itu pun segera mempererat genggamannya pada bila kunai mereka.

Tak disangka, dari belakang Sasuke dan Sakura muncul ribuan jarum es yang melesat cepat menuju kedua Gennin itu. Sasuke dan Sakura yang merasakan adanya bahaya dibelakangnya segera menolehkan kepalanya dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat ribuan es yang berbentuk jarum menerjang menuju ke arah mereka. Kakashi yang melihat itu terbelalak dan dirinya segera berlari menuju kedua muridnya tapi gagal karena dihadang oleh Zabuza yang kini sudah membawa pedang besarnya.

"Mau kemana kau? Musuhmu adalah aku!" Ucap Zabuza dengan wajah bengis.

"Tch!" Decih kasar Kakashi. Ia pun kembali melihat kedua muridnya, "Tak ada pilihan lain, aku harus memakainya sekarang!" Gumamnya lagi.

Sharingan Kakashi berputar cepat dan membentuk sebuah pola seperti shuriken yang menandakan itu adalah mata dari Mangekyo Sharingan, "Kamui!" Ucap Kakashi.

Muncul pusaran distorsi yang besar dibelakang Sasuke dan Sakura yang melahap semua jarum es Haku dengan cepat. Pemilik dari jurus jarum es dan Zabuza melebar tak percaya ketika melihat ribuan jarum es tiba-tiba hilang ditelan sebuah pusaran distorsi.

Kakashi terengah-engah setelah memakai kamui dengan sekala besar barusan, dirinya langsung jatuh terduduk. Zabuza yang melihat ada sebuah cela langsung segera menebaskan pedang Kubukiribocho-nya pada Kakashi.

Slash!

Kepala Kakashi langsung terpenggal begitu saja setelah dilewati oleh pedang besar itu. Sasuke dan Sakura terkejut karena gurunya dengan mudahnya dibunuh oleh musuhnya.

Bofft!

Tubuh tergeletak Kakashi tiba-tiba menjadi sebuah potongan kayu.

"Ceh, Kawarimi kah?" Decih Zabuza tidak suka, "Ternyata tidak muda membunuh seorang Hatake Kakashi."

Tap!

Kakashi meloncat dari salah satu pohon disitu dan mendarat di depan kedua muridnya, "Kalian tidak apa-apa?" Tanya Kakashi.

Sakura menggeleng, "Tidak, sensei!"

"Baiklah, sekarang waktunya serius!" Ucap Kakashi yang kemudian membentuk sebuah handsel,

"Chidori!" Setelah mengucap nama jurunya tangan kiri Kakashi diselimuti oleh pancaran-pancaran petir yang membentuk sebuah gumapalan yang tidak beraturan. Kakashi langsung berlari menerjang Zabuza, saat didepan Zabuza ia segera menghantamkan jurusnya ke dada Zabuza tapi dengan muda dihindari pria seram itu dengan melompat kebelakang menjauh dari Kakashi.

"Ceh, Lumayan juga kau Kakashi." Ucap Zabuza dengan nada meremehkan.

"Domo." Kakashi membuat handseal lagi dengan cepat, "Suiton: Suiryudan No Jutsu!"Kakashi menyemburkan sejumlah air dari mulutnya dan membentuk seekor Naga air yang langsung menyerang Zabuza.

Zabuza yang melihat dirinya diserang segera membentuk handseal, "Suiton: Suiryudan No Jutsu!"Tiba-tiba diatas kepala Zabuza sejumlah air membentuk sebuah Naga air dan langsung menerjang Naga air milik Kakashi.

Crashhh!

"Raiton: Raiju Hashiri No Jutsu!"Dari tangan Kakashi muncul sebuah petir berbentuk anjing yang langsung berlari menuju ke tubuh Zabuza. Pria berwajah bengis itu terbelalak ketika instingnya menyadari ada bahaya dari samping kananya.

Crassh!

Zabuza yang terlambat menghindar akhirnya terkena telak serangan petir dari Kakashi. Tubuhnya terlihat sedikit gosong lalu Zabuza menggeram marah, "Kurang ajar kau!"

"Ninpo: Kirigakure No Jutsu!" Teriak Zabuza. Asap mulai berkumpul lagi memenuhi area sekitar Kakashi dan timnya kini kabut asap itu terlihat lebih pekat dari yang pertama. Suasana menjadi semakin mencekam saat tiba-tiba ada suara tebasan pedang yang terdengar.

Crassh!

Crassh!

Kedua Anbu Konoha segera menghampiri kedua orang gennin mereka. Sasuke segera mengaktifkan mata Sharingannya dan Sakura terlihat sangat ketakutan. Lagi-lagi hawa dingin menyeruak di dalam area kabut ciptaan Zabuza. Tanpa disadari oleh kedua Anbu dan kedua gennin itu, Haku membuat beberapa cermin es mengelilingi tubuh mereka berempat.

Crassh!

"Arrggghhh!" Sakura berteriak keras memegangi kaki kanannya.

Crassh!

"Arrrgghhh! Kuso! Keluarlah kau!" Teriak Sasuke setelah dirinya terkena serangan dari Haku.

Kedua Anbu itu hanya diam tak merespon teriakan dari kedua orang gennin itu. Kedua Anbu itu saling pandang lalu keduanya mengangguk, Haku yang melihat itu dari balik cerminnya terheran dengan tingkah musuhnya.

"Katon: Karyudan No Jutsu!"

"Katon: Karyu Endan!"

Kedua Anbu itu menembakan peluru bola api ke arah cermin yang mengelilingi mereka berempat. Haku yang melihat combo dari Anbu Konoha hanya menyeriangai, 'Dasar bidoh!' batinnya sombong.

Kedua combo jurus api itu masuk kedalam cermin buatan Haku dan menghilang. Kedua Anbu pun terkejut melihat kejadian aneh didepannya, tiba-tiba dibelakang mereka berempat muncul serangan peluru bola api tadi yang dikeluarkan Anbu menuju mereka berempat.

"Inikah yang dinamakan senjata makan tuan?!" Gumam Sakura.

Blaarrr!

"Hahaha.. lihat Kakashi, dua Anbu–mu dan kedua muridmu sudah mati terkena serangan mereka sendiri." Ucap Zabuza memprovokasi Kakashi.

"Onore!" Geram Kakashi marah pada orang didepannya.

Pofft! Pofft! Pofft! Pofft!

Setelah ledakan mereda terdengar suara 'pofft' tanda menghilangnya suatu jurus kawarimi atau bhunsin dari arah serangan Haku. Haku yang melihat dirinya tertipu oleh jurus kawarimi hanya mendecih dan kemudian ia pun menghilang dan muncul lagi di samping Zabuza, "Ada apa Haku?"

"Mereka berhasil lolos Zabuza-sama." Ucap Haku.

"Apa! Bukannya seranganmu tadi berhasil." Teriak Zabuza marah.

"Maafkan saya Zabuza-sama." Ucap Haku sambil menundukan kepala.

"Sudahlah! Biarkan saja mereka toh hari ini mereka semua akan mati ditanganku." Ucap Zabuza sombong.

Kakashi yang mendengar pernyataan dari musuhnya menggeram marah, kedua matanya menelusuri setiap area mencari keempat rekannya yang sedang bersembunyi. Dirinya yang tidak memperhatikan musuh didepannya kaget saat bayangan sebuah pedang besar diatas kepalanya.

"Shit!" Umpat Kakashi.

Blarr!

Untung disaat-saat terakhir Kakashi bisa menghindar dengan salto kebelakang beberapa meter, jika tadi terlambat sedikit pasti kepala beserta tubuhnya akan tercerai-berai oleh tebasan pedang Kubikiribocho milik Zabuza.

Tap!

Empat orang mendarat didepan Kakashi, mereka adalah Sasuke, Sakura dan kedua Anbu yang ditugaskan Hokage untuj membantu misi tim Kakashi.

"Senpai, serahkan pada kami! Senpai istirahat dulu." Ucap Anbu bertopeng Neko.

Setelah dapat anggukan dari Kakashi, kedua Anbu itu pun langsung berlari menuju Zabuza dan Haku, sedangkan Sakura dan Sasuke tetap stay di posisi awal sebagai back up tim.

"Fuuton: Daitoppa!"Anbu Neko membuat sebuah tornado yang mengarah langsung ke Zabuza beserta Haku.

"Naif, jutsu seperti ini tidak akan membuatku terluka." Ucap Zabuza.

"Paling tidak kabut sialanmu sudah lenyap kan!" Balas Anbu Neko.

Tak menunggu lama Anbu Neko berlari menuju Zabuza sambil menggenggam sebuah kunai yang telah dilapisi cakra petir.

Trang!

Kunai petir bergesekan dengan pedang besar Kubikiribocho, tercipta sebuah ledakan angin yang menyebabkan daun-daun berguguran. Pukulan demi pukulan telah dilesatkan oleh kedua orang berbeda desa itu, keduanya masih belum menunjukan efek kelelahan dari aksi mereka.

Kini Haku dan Anbu lainya sedang adu kealihan memainkan kunai mereka. Tak lupa mereka saling tendang dan juga saling pukul, Anbu itu tak memberi Haku ruang untuk membuat sebuah jutsu mereka berdua hanya mengandalkan tenaga dan Taijutsu saja.

Sakura dan Sasuke memandang kagum sosok dua orang Anbu dari Konoha itu karena bisa mengimbangi musuh yang notabennya adalah mantan salah satu dari tujuh pendekar pedang dan pengguna Kekkei Genkai klan Yuki yaitu Hyouton.

Kakashi mulai berdiri lagi dan mendekat ke arah dua muridnya, "Kalian back up aku, aku akan menyerang duluan dimulai dari Zabuza."

"Hn"

"Baik, sensei!"

Kakashi mengambil sebilah kunai dan menggenggamnya erat serta mengalirkan cakra petir, kemudian ia berlari menerjang Zabuza dari arah samping pria berwajah bengis itu.

Trang!

Zabuza masih bisa menangkis tebasan kunai petir dari Kakashi dengan mudah. Kakashi dan Anbu Neko bekerja sama menyerang Zabuza hanya dengan Taijutsu. Terlihat Zabuza mulai kwalahan menghindari tebasan-tebasan kunai dari dua orang itu. Zabuza bersalto kebelakang beberapa meter menjauh dari kombinasi Anbu Neko dan Kakashi.

Tak tinggal diam Anbu Neko dan Kakashi dengan cepat membuat Handseal.

"Doton: Yomi Numa!"

"Katon: Goukakyu No Jutsu!"

Tanah dibawah pijakan Zabuza menjadi lumpur yang mengakibatkan Zabuza terperosok kedalam genangan lumpur itu, dan dari depannya muncul sebuah bola api besar yang mengarah tepat ke tubuhnya.

Blaarr!

Tak menunggu lama Sasuke muncul disamping Kakashi dan membuat sebuah handseal, "Katon: Goukakyu No Jutsu!"Zabuza yang terkulai lemah dihadiahi lagi oleh Sasuke sebuah bola api besar yang menfarah langsung padanya.

Blarrr!

Ledakan kedua pun terjadi.

Siapa saja pasti akan mati kalau terkena serangan kombinasi seperti itu.

"Raiton: Raiju Hashiri No Jutsu!"Teriak Kakashi.

Dari tangan Kakashi muncul petir berbentuk anjing dan segera melesat cepat ke arah tubuh Zabuza yang terkulai lemas. Sasuke dan Anbu Neko terbelalak saat Kakashi tanpa ampun menghabisi Zabuza.

Blarr!

Ledakan ketiga terjadi.

Haku yang melihat tuannya dipecundangi begitu saja menggeram marah, dia tak lagi bertarung dengan Anbu satunya karena langsung berlari menuju tubuh tak berdaya dari Zabuza.

"Zabuza-sama! Zabuza-sama!" Panggil Haku dengan suara bergetar. Topengnya sudah hilang karena hancur saat bertarung dengan salah satu Anbu Konoha tadi.

Tak mendapat respon Haku langsung menangis keras, "Hiks.. Hiks.. Zabuza-sama!"

"Kurang ajar kalian! Aku akan membunuh kalian semua!" Teriak Haku ditengah tangisnya. Keadaan Zabuza sangat memprihatinkan dirinya sudah diambang kematian tak bergerak karena semua tubuhnya tak dapat digerakan akibat jutsu kombinasi tadi.

Hutan sekitar mereka tiba-tiba menjadi beku, tanah yang dipijak mereka juga menjadi beku layaknya sebuah kristal es. Mereka panik karena area sekitarnya dan pijakan mereka dengan cepat menjadi es.

Haku berdiri dan menatap kelima orang Konoha, "Kalian akan mati karena memaksaku memakai kekuatan ini."

"Ice Block: Partisan!"Ditangan Haku muncul sebuah tombak es yang ukurannya sangat besar, kemudian ia melemparkan tombak esnya ke lima orang musuhnya.

Blarrr!

Sakura, Sasuke, Kakashi dan Anbu Neko berhasil menghindar dengan melompat kesampinh kanan dan kiri dari arah laju tombak Haku dan sialnya bagi salah satu Anbu karena dirinya terkena tusukan tombak dan membuatnya menjadi sebuah patung es. Haku berjalan ke arah Anbu yang sudah membeku kemudian dia menendang keras patung es itu hingga hancur.

Pyarr!

Mata keempat orang itu membola tak percaya dengan apa yang dilihat mereka.

"Dia.. dia.. mustahil dia pemakan buah iblis!" Seru Anbu Neko dengan suara bergetar.

"Apa! Bukannya itu hanya salah satu varian dari Hyouton?" Tanya Kakashi.

"Jelas itu berbeda senpai! Es ini warnanya tidak sama dengan yang tadi dan jelas kekuatannya diluar nalar kita. Kau lihat tadi Saru yang terkena tombaknya langsung membeku. Ini jelas-jelas seorang pemakan buah iblis." Jelas Anbu Neko.

"Bagaimana ini sensei, orang itu terlihat menakutkan." Cicit Sakura.

"Tidak ada pilihan lain selain membunuhnya atau kita yang dibunuh olehnya." Ucap Kakashi.

"Ice Age!" Ucap Haku dengan nada datar. Mata Haku memandang sosok tim Kakashi dengan pandangan kosong seperti terkena genjutsu.

Kini, daerah itu sudah tertutupi oleh es semua termasuk tubuh tak berdaya dari Zabuza, kecuali tim Kakashi karena sebelumnya Anbu Neko sempat membuat sebuah Kekkai transparan untuk melindungi mereka berempat. Cuaca di sekitar Nami No Kuni jadi tidak terkendali kini turun hujan salju yang deras di Nami No Kuni akibat amukan dari pemakan buah iblis Haku.

"Dia gila! Dia pasti sudah gila!" Teriak Sakura frustasi. Gadis merah muda itu memang takut akan kondisi yang seperti ini, dia tidak munafik untuk hal ini karena ini menyangkut nyawanya.

"Kau mempunyai rencana Kakashi?" Tanya Sasuke yang sedari tadi hanya diam.

"Ada. Begini.." Ucap Kakashi menjelaskan rencananya pada ketiga rekannya. Semua nampak menyimak dengan serius penjelasan Kakashi.

"Baik, itu cukup bagus senpai!" Seru Anbu Neko.

Sakura dan Sasuke juga mengangguk menyetujui rencana Kakashi.

"Baiklah kalau begitu ayo kita mulai, Kage Bhunsin No Jutsu!" Kakashi membuat satu tiruan dirinya dan sang bhunsin mulai membuat handseal, "Doton: Yomi Numa!" Tanah pijakan Haku tiba-tiba melumer dan menjadi sebuah genangan lumpur yang senantiasa menyedot tubuh Haku ke dalam tanah.

"Kau pikir dengan jurus yang sama aku akan terjebak seperti Zabuza-sama tadi." Ucap Haku percaya diri.

Tanpa disadari oleh Haku, belasan sinar laser segera menerjang ke arah Haku dengan cepat.

"Shit! Tadi hanya pengalihan ternyata!" Umpat Haku. Dirinya mencoba meloncat ke atas tapi tidak bisa karena kakinya masih terjebak di genangan lumpur tadi.

"Ice Shield!" Teriak Haku. Sebelum sinar laser dari Anbu Neko mendekat tiba-tiba di depan tubuh Haku muncul dinding es yang sangat besar menghalau serangan elemen ranton atau badai dari Anbu Neko.

"Neko! Kau bisa memakai ranton?" Tanya Kakashi yang masih dengan terkejutnya.

"Ya, karena aku adalah salah satu Anbu khusus yang ditunjuk oleh Hokage-sama!" Ucap Neko dengan sedikit nada aombong dari suaranya.

"Yare.. yare aku juga bisa mungkin soalnya tadi aku sempat melihatmu membuat handseal rumit." Ucap Kakashi.

"Ini bukan saatnya untuk ajang pamer kekuatan dasar orang tua bodoh!" Teriak Sakura.

Setelah itu mereka pun melanjutkan rencananya dengan mengepung Haku dari empat sisi. Sakura di belakang, Sasuke di kanan, Neko di kiri sedangkan Kakashi dan bhunsinya di depan. Dinding es yang dibuat Haku telah hancur akibat tabrakan dengan jurus Anbu Neko tadi.

Kakashi dan tiruannya membuat handseal berbeda, Sasuke dan Anbu Neko juga terlihat sedang membuat handseal.

"Katon: Karyu Endan!" Teriak bhunsin Kakashi.

"Katon: Goukakyu No Jutsu!" Ucap Sasuke.

"Ranton: Reiza Sakazu!" Ucap Anbu Neko.

"Ranton: Reiza Sakazu!" Ucap Kakashi.

"Shanaaroooooo!" Teriak Sakura sambil memukulkan tangannya ke tanah.

Blaaarrrrr!

Dummmm!

Sudah tidak bisa diucapkan dengan kata-kata gabungan jutsu dari tim Kakashi ini. Es-es yang menutupi area itu pun dibuat mencair oleh efek hembusan dari kombinasi jutsu dari Ninja Konoha itu, setelah asap yang muncul akibat dari jurus Ninja Konoha menghilang, sebuah kawah yang cukup besar terlihat dari bekas pijakan Haku berdiri tadi. Tapi Kakashi dan rekan satu timnya tidak menemukan tubuh dari Haku dan Zabuza.

Pandangan Kakashi menajam saat ia melihat ada dua tubuh tergeletak cukup jauh dari ledakan jutsu gabungan milik mereka. Ninja yang mempunyai mata kiri Sharingan itu pun berjalan mendekat ke tempat dua tubuh tak berdaya itu.

Ternyata dua tubuh itu adalah milik Haku dan Zabuza yang tadi sempat menghindar dari jutsu pembasmi dari Ninja Konoha, walaupun keadaan mereka berdua yang sangat memprihatinkan dari Haku yang sudah mati akibat ia menyelamatkan Zabuza dan dirinya terkena sedikit dari ledakan jutsu tadi.

"Ka-Kakashi, tol-tolong bunuh aku segera! Aku sudah tidak kuat lagi, aku akan menyusul anak ini ke akhirat." Ucap Zabuza terbata sambil mengelus kepala Haku.

Kakashi masih terdiam menatap iba pada Zabuza, walaupun ia adalah musuh tapi dia dan mereka tetaplah seorang manusia yang masih memiliki perasaan dan rasa iba.

"Apa maksudmu Zabuza?" Ucap Kakashi.

"Ce-cepatlah Konoha no Kakashi, bunuhlah aku." Ucap Zabuza memohon.

"Baiklah, sesuai perkataanmu!" Ucap Kakashi yang kini sudah membuat chidori di tangan kirinya.

Bllzzz!

Tangan kiri Kakashi menembus jantung dari Zabuza dengan cepat, Zabuza kemudian memuntahkan banyak darah dari mulutnya dan beberapa detik kemudian ia pun mati karena jantungnya hancur akibat chidori Kakashi.

Sakura yang melihat itu dari jauh pun menutupi mulutnya dengan tangannya, matanya pun terbelalak tak percaya akan apa yang dilakukan gurunya pada Zabuza.

.

Setelah mereka memakamkan tubuh Zabuza dan Haku serta serpihan tubuh dari teman seperjuangan mereka Anbu elit asal Konoha yang bernama Kizaki itu.

Mereka pun memutuskan segera mengemasih barang bawaan mereka setelah acara pemakaman ketiga orang yang mati tadi.

Sakura dan Sasuke masih terduduk menunggu Anbu Neko dan gurunya keluar dari dalam goa tempat ditemukannya Naruto tadi.

Kakashi memutuskan untuk kembali masuk ke dalam goa adalah karena ia menemukan sebuah buah yang berbentuk aneh setelah menemukan muridnya tergeletak didekat buah aneh itu.

"Ini.. bukannya ini adalah buah iblis?" Ucap Neko kaget.

"Benarkah? Tadi aku sempat melihat buah aneh ini saat menemukan Naruto. Kalau buah ini buah iblis kita harus membawanya dan melaporkan ini ke Tsande-sama secara rahasia." Ucap Kakashi.

"Iya, senpai! Sebaiknya kita rahasiakan ini kalau tidak mau bocor ke Anbu root saat tiba di Konoha." Balas Anbu Neko.

Setelah itu pun Kakashi segera mengambil buah itu dan memasukannya ke dalam tas perlengkapan Ninjanya.

Setelah keluar dari dalam goa, mereka berempat langsung pergi dari Nami No Kuni dengan berita buruk dan berita baik.

Bersambung


Author Note:

Halo berjumpa lagi dengan saya dalam serial Buah Iblis.

Tidak banyak kata sih dari saya, alhamdulilah chapter kemarin mendapat respon yang lumayan bagus dari kalian.

Pemakan buah iblis di chapter ini telah terlihat yaitu Yuki Haku dengan buah iblisnya yaitu Hie Hie No Mi, tapi sayang Haku dah mati dan buah iblisnya keluar lagi entah dimana! Tapi mungkin selama berjalannya cerita ini buah Hie Hie akan ditemukan lagi oleh seseorang dan juga buah iblis Naruto belum terungkap disini mungkin chapter depan akan terungkap buah iblis apa yang dimakan oleh Naruto.

Kakashi juga membawa satu buah iblis dari goa yang sempat menjadi persembunyian dari Naruto. Buah apaka itu? Kita tunggu juga chapter depan.

Disini saya tegaskan, sudah banyak pemakan buah iblis di era sekarang semenjak terkuaknya pemakan buah iblis dari Konoha yang tidak lain adalah Senju Hashirama dan Uchiha Madara.

Saya beri bocoran soal lima kage yang sekarang, mereka juga pemakan buah iblis.

Senju Tsunade (Godaime Hokage) – Ope Ope No Mi

Sabaku No Garaa (Godaime Kazekage) – Suna Suna No Mi (buah yang diturunkan langsung dari Yondaime Mizukage Rasa Sabaku)

Mei Terumi (Godaime Mizukage) – Magu Magu No Mi

A ( Yondaime Raikage) – Goro Goro No Mi (buah yang diturunkan langsung dari Sandaime A)

Oonoki ( Sandaime Tsuchikage) – Gura Gura No Mi

Dan juga Bijju disini itu nggak disegel dalam tubuh Jinchuriki karena mereka hidup bebas di dunia ini walaupun tempatnya masih dirahasiakan oleh author dan juga Bijju juga masih diburu manusia untuk dijadikan alat tempur manusia.

Soal kematian Orang tua Naruto itu juga akibat serangan Kyubi ke Konoha tapi mereka tidak sempat menyegel Kyubi yang melarikan diri sebelum disegel.

So, untuk chapter ini hanya itu saja dari saya.

Log out,