Kini penampilan kedua adalah boygroup naungan salah satu agensi besar yang ada di Korea Selatan. Para personil sudah berada di atas panggung. Sorak penonton mulai bergemuruh. Doyoung yang nampak berada di sisi pinggir panggung, mengintip siapa yang akan tampil di atas panggung. Tidak ada pekerjaan lagi untuk dikerjakan Doyoung, karena itu dia memanfaatkan waktu istirahatnya dengan menonton penampilan artis dari sisi kiri pinggir stage. Tiga menit lebih group itu membawakan performance yang mengundang penonton berteriak dan bertepuk tangan dengan aksi mereka. Tiba saatnya melakukan -ment.

" Annyeonghaseo, Leader Taeyong imnida "

" Annyeonghaseo Sang namja, Yuta imnida "

" Annyeonghaseo Maknae, Mark Imnida "

" Hello Lead Dance, Johnny "

" Annyeonghaseo Main dancer, Ten imnida"

"Annyeonghaseo, Vokal, Jaehyun imnida"

Doyoung terdiam. Dia teringat seseorang dari masa lalu nya yang bernama Jung Jaehyun. Doyoung lebih mendekati arah stage untuk melihat orang itu lebih jelas.

" Hm...dimple nya sama..." Doyoung menghela nafasnya, lalu kembali ke backstage. Doyoung berjalan dengan memikirkan kejadian hari ini. Benar - benar diluar dugaannya. Taeil yang usai dari kamar kecil, melihat sosok kekasih baru nya yang beberapa puluh menit lalu resmi menjadi miliknya. Taeil menepuk pundak Doyoung pelan.

" Youngie? Ada apa? "

" Huh? Oppa? Tidak...tidak ada apa - apa, kau mengejutkanku saja "

" Benar? "

" Itu...itu Jaehyun? "

" Yang mana? Itu? Yang kau maksud Jung Jaehyun? Ah oppa mengerti. Jaehyun yang ada di atas panggung itu adalah Jaehyun sepupuku. Kenapa? Mau bertemu dengannya? "

" Tidak oppa, aku tidak mau, biar saja dia tidak mengetahui apa pun tentangku, termasuk aku berada disini. Tolong sembunyikan identitasku untuk saat ini oppa, ku mohon "

" Apa yang kau katakan Kim Doyoung? Aku sudah tahu semuanya " ujar Jaehyun muncul diantara keduanya setelah beberapa saat turun dari atas panggung. Jaehyun berjalan ke arah Doyoung dan Taeil.

" Hai hyung, selamat untuk kalian berdua, semoga berbahagia" Jaehyun tersenyum menunjukkan dimple . Mereka berdua tidak mengetahui dalam hatinya Jaehyun saat ini. Ya dia terluka.

" Terima kasih Jaehyun~ah "

" Kau tahu darimana ? "

" Hehehe maaf aku tidak sengaja mendengar ketika aku selesai menata kostum dan makeup ku hyung. Ah hyung juga di undang di event ini? Siapa sesi Humas nya? Doyoungie kah?

" Tidak, bukan aku"

" Doyoungie sahabatku yang sangat menjengkelkan dan melarikan diri ke Jepang itukah? Itu kau Doyoungie?"

" Iya, dia Doyoung "

" Kenapa kau diam saja huh? Menyadari kesalahan? Karena melarikan diri ke Jepang kemudian mengingkari janji? Sudah ku duga"

" Jaehyun stop! Jangan berkata seperti itu, dia mungkin ada alasan lain tidak memberitahukan kabarnya kepada kita"

" Maafkan aku..." Doyoung menunduk.

" Youngie? Tidak apa-apa ? "

Doyoung mengingat setiap detail yang di ucapkan Jaehyun, mengiris hati Doyoung. Dia tahu kesalahannya. Jaehyun pun berlalu meninggalkan keduanya kembali ke ruangan groupnya. Doyoung pun mengingat waktu istirahatnya telah usai, kembali ke pekerjaan semulanya.

" Oppa, mianhae aku harus kembali mengecek sesuatu, jam istirahatku sudah usai, gwenchana ? "

" Gwenchana" Taeil mengangguk pelan.

" Selamat bekerja sayang" Taeil berdiri dan mengecup kening Doyoung dengan sayang, lalu Doyoung pun kembali bertugas.

Acara pun berakhir dengan sukses dan lancar. Semua kru dan para staff artis berkumpul untuk rapat akhir acara. Ketua pelaksana acara mengumumkan akan ada party untuk esok malam merayakan kesuksesan acara besar yang mereka adakan kurun waktu untuk setengah tahun ini. Dengan adanya party maka akan ada pertemuan lagi antara Taeil, Doyoung, dan juga Jaehyun. Rapat dadakan pun selesai, semua kru kembali membereskan semua hal-hal yang menyangkut acara. Tugas Doyoung sudah selesai untungnya sehingga dia bisa kembali ke apartemennya lebih awal.

Tiba juga hari yang dinanti. Minggu malam adalah Night Party kesuksesan acara team promotor Doyoung. Saat ini Doyoung terlihat bingung mengenakan baju apa untuk party nanti. Tak biasanya Doyoung terlihat bingung untuk memilih pakaian. Biasanya dia akan mengenakan setelan sweater berbalut kemeja serta jeans, tapi ini malah dia melihat seisi lemarinya terkesan bosan untuk dipakai dan hanya itu itu saja. Tingtong!. Bel rumah berbunyi. Segera Doyoung membuka pintu.

" Selamat siang nona, ini ada paket atas nama Kim Doyoung. Apa anda yang bernama Kim Doyoung?" ujar petugas express tersebut seraya menyerahkan paketnya.

" Iya pak benar saya Kim Doyoung "

" Tanda tangan disini nona" pak petugas menyerahkan selembar kertas resi pengiriman, Doyoung pun menandatanganinya.

" Terima kasih pak " petugas pun berlalu, Doyoung menutup pintunya. Doyoung melihat tulisan di paketnya

" Siapa yang ngirim ini ya, nama pengirimnya juga Guitar Boy "

Doyoung membuka isi paketnya dan taddaaa sebuah vintage dress dengan warna krem, terlihat sangat cantik. Doyoung sangat senang dan sangat berterima kasih untuk siapapun yang mengirim dress tersebut walaupun dia tidak tahu siapa pengirimnya. Ketika dia akan mencoba mengenakan dress itu, lembaran kertas kecil terjatuh. Doyoung memungut kertas tersebut, lalu membacanya,

Ketika aku melewati sebuah toko , dress itu menyita perhatianku

Terlihat cantik jika kau mengenakannya. Jadi aku mencoba membelikannya untukmu, pakai itu untuk nanti malam. Semoga kau suka my angel.

-Guitar Boy-

Muka merah Doyoung terlihat jelas di kedua sudut pipinya. Menimang nimang dress cantik itu dan memeluknya. Baginya itu adalah hadiah pertama yang dia dapatkan, maklum kan selama ini dia hanya mengenakan stelan kemeja dan jeans saja. Hanya itu yang ia punya. Seperti mendapatkan sebuah harta karun. Doyoung akan memakai dress nya untuk acara nanti malam.

Tepat jam tujuh malam teng, Doyoung sudah bersiap berangkat ke Nite Party. Lokasi pesta berada di kawasan elit masih seputaran Gangnam. Doyoung sudah selesai dengan riasan wajah yang terlihat sangat cantik dan natural. Tak lupa dia mencoba mengenakan heels yang sudah lama ia beli tetapi belum pernah ia coba pakai, karena menurutnya untuk apa memakai heels ketika berada di outdoor? Sungguh melelahkan kaki. Semua sudah siap, tiba saatnya Doyoung keluar dari rumah kecilnya. Doyoung tinggal sendirian di Seoul. Semenjak Ayah, Ibu, Kakaknya Gongmyung, dan Doyoung pindah ke Jepang belasan tahun yang lalu membuat ia tidak mempunyai keluarga di Seoul dan satu-satunya jalan dengan menyewa sebuah rumah kecil untuk dirinya sendiri. Pintu rumah sudah tertutup rapat dan dikunci. Doyoung menuruni tangga dengan hati-hati. Seseorang dengan stelan blazer cream senada dengan baju yang dikenakan Doyoung saat ini menghampirinya.

" Youngie "

" Huh? " Doyoung menyipitkan matanya.

" Youngie sudah siap? Kau..terlihat sangat cantik dengan dress itu " Taeil tersenyum sambil menggaruk lengannya yaa tidak begitu gatal sih sebenarnya.

" Terima kasih " Doyoung membalas senyuman.

" Baiklah princess, kita akan berangkat sekarang " Taeil memegang tangan Doyoung, membawanya ke dalam mobil. Malam ini Doyoung terlihat bak putri raja. Sepanjang jalan terjadi kecanggungan antara keduanya. Taeil mencoba untuk memulai percakapan.

" Youngie? "

" Iya oppa? " Doyoung melirik Taeil.

" Apa kabar Ayah, Ibu, dan Gongmyung~ssi? "

" Kabar mereka semua baik oppa, bagaimana kabar paman dan bibi juga? "

" Mereka juga baik kok. hm..Youngie, aku mau kapan kapan kita ke rumahku sekaligus bertemu Ayah dan Ibu. Mungkin saja kau atau mereka berdua rindu, bagaimana? "

" Baiklah oppa, aku sudah lama tidak bertemu paman dan bibi Moon. Apa bibi masih suka memasak pudding cokelat? Itu sangat sangat enak " Doyoung terlihat antusias dengan pudding coklat.

" Ah iya pudding coklat, kau suka sekali pudding coklat buatan ibuku. Kau tidak berubah ya sayang, masih persis seperti belasan tahun lalu. Apa kau akan marah kalau aku memanggilmu Dotokki? " Taeil terkekeh.

" Ah tidak oppa, aku bukan kelinci, jangan panggil itu " Doyoung mengembungkan pipinya, membuat Taeil sedikit gemas.

" Jangan memasang ekspresi begitu sayang, ah itu membuatku ingin sekali mencubit pipimu. Tolong jangan ganggu konsentrasi menyetirku hm " Taeil mengusap rambut Doyoung pelan membuat sang tokki tersenyum. Taeil mulai fokus kembali menyetir mobilnya.

Tiga puluh menit, sampailah mereka di lokasi Nite Party yang dituju. Taeil segera keluar dari mobil dan membuka pintu untuk Doyoung keluar. Setelahnya mereka bergegas memasuki pintu utama gedung. Taeil menggenggam tangan Doyoung erat. Orang orang di sekeliling mereka kaget dan tak percaya seorang Doyoung yang notabene adalah staff bagian perlengkapan dan editing bisa digandeng seorang vokalis group band terkenal di Seoul atau yang di maksud group band yang menjadi guest star di acara mereka kemarin. Doyoung yang merasa dirinya seperti dibicarakan banyak orang memilih melepaskan genggaman tangannya dari Taeil. Doyoung membisikkan sesuatu.

" Oppa maaf, aku mau membantu staff-staff lain, oppa bisa bergabung dengan group mu untuk sekarang, maafkan aku "

" Iya baiklah aku mengerti, untuk menghindari sorotan wartawan juga, aku tidak ingin kekasihku menjadi tidak aman. Setelah acara berakhir, aku menunggumu di atap gedung, mengerti? " Doyoung mengisyaratkan dengan menganggukkan kepalanya dan mereka berdua masing-masing berada di posisinya untuk sementara waktu sampai acara selesai. Jaehyun baru saja hadir dalam acara nite party itu. Beserta rombongan boygrup nya , dia berjalan memasukki aula dalam gedung dan membaurkan diri bersama para kru mereka dan staff-staff promotor. Acara pun dimulai. Ketua pelaksana membacakan pidato untuk kesuksesan acara mereka. Barulah dilanjutkan dengan iringan musik DJ yang dibawakan oleh salah satu personil boygrup, bernama Johnny. Semua orang yang ada disana bersuka ria mengikuti alunan EDM yang dimainkan Johnny. Doyoung mulai membereskan keperluan acara. Membantu temannya, Kun dan Ten yang juga teman satu staff Doyoung. Saat itu suasana sangat gaduh. Pandangan Doyoung terlihat samar. Doyoung tak sadar ia menabrak seseorang dengan kuat.

" Hey mata mu itu lihat lihat. Jalan pake mata dong"

" Maaf...maafkan aku "

" Doyoung? "

" Kau..." Tubuh Doyoung terasa kram tidak bisa bergerak.

" Ah Doyoungie? Teman kelinciku yang manis , apa yang kau lakukan sampai menabrakku begini hm?"

' Jangan memanggilku dengan nama " KELINCI" dan maaf aku tidak sengaja " Doyoung serasa ingin marah. Ia menahan amarahnya lalu mencoba untuk menjauh dari Jaehyun, tapi Jaehyun segera menarik tangan Doyoung dengan kasar.

" Mau kemana kau? Ini pesta untuk apa masih bergelut dengan tugasmu, ayolaahh Doyoungie, disini untuk bersenang-senang. Aku akan mengajakmu untuk menari di tengah itu " Jaehyun yang terlihat kasar mencoba menarik Doyoung untuk menari bersamanya tapi nyatanya Taeil menepis tangan Jaehyun.

" Jae, apa yang kau lakukan ! "

" Hyung, aku ingin mengajak Doyoungie menari. Kau tau kan dia bisa menari. Lagipula dia temanku, jadi wajar saja aku mengajaknya, sekian lama dia menghilang, why not?" Jaehyun mencoba meyakinkan Taeil tapi dalam hati Jaehyun masih tersimpan amarah terhadap sepupunya itu. Taeil akhirnya mengalah dan mempercayai Jaehyun. Doyoung yang terlihat polos terpaksa mengikuti sahabat kecilnya ke arena tengah aula. Doyoung kali ini sangat tidak ingin menari. Heels membuat telapak kaki Doyoung sedikit nampak lecet. Doyoung berjalan mencari kursi kosong untuk ia duduki. Tapi tangan Jaehyun keburu menarik tangannya dan Doyoung seketika berada di pelukan Jaehyun. Momen ni yang Jaehyun tunggu-tunggu. Doyoung tak tahan untuk menahan luka yang ada di telapak kakinya. Doyoung pun meringis kesakitan. Jaehyun mendengar itu.

"Doyoungie? Kenapa denganmu? " Jaehyun sedikit khawatir.

" Tidak, hanya sedikit sakit. Tidak masalah, jangan khawatir " ujar Doyoung.

" Ikut aku " Jaehyun memapah Doyoung ke luar ruangan. Sebelumnya dia menanyakan peralatan P3K kepada pemilik Gedung. Jaehyun segera mendudukkan Doyoung di kursi sofa. Jaehyun mencopot heels sialan yang Doyoung pakai, lalu mengobati kaki yang luka itu.

" Selesai " Jaehyun menempelkan plester luka ke kaki Doyoung.

" Terima kasih Jae " Ujar Doyoung. Keduanya terdiam untuk beberapa menit. Lalu Jaehyun membuka suaranya.

" Aku akan menelpon Taeil hyung, kau tunggu disini "Jaehyun mengambil handphone yang ada di saku celananya, mencari kontak Taeil dan menelphon.

" Yeboseyo... Hyung! Kekasihmu ah maksudku Doyoungie terluka. Aku dan dia berada di luar gedung. Cepat lah kesini , aku tunggu " Jaehyun menekan tombol End pada saambungan telphon. Tak butuh waktu lama Taeil sudah berada di luar gedung tepat di depan Jaehyun dan Doyoung. Taeil segera menghampiri Doyoung dan memeluknya.

" Youngie kau tidak kenapa kenapa? Mana yang luka? Apa kakimu sakit? " tanya Taeil cemas.

" Aniyo oppa, aku tidak apa-apa, Jaehyun sudah mengobati kaki ku, oppa jangan khawatir hm? " Doyoung tersenyum. Taeil melepaskan pelukannya, memeriksa kaki Doyoung yang terlihat di plester.

" Naik lah ke punggungku " Taeil jongkok. Doyoung langsung naik ke punggung Taeil, memeluk lehernya supaya ia tidak terjatuh.

" Okay kita kembali ke rumah mu. Kaki mu sakit dan jangan menyiksa kaki mu " Taeil beranjak berdiri, menggendong Doyoung. Taeil berterima kasih kepada Jaehyun untuk malam ini.

" Terima kasih saudaraku. Baiklah aku akan mengantar Doyoung ke rumahnya. Kau bisa kembali melanjutkan acaranya Jae " ujar Taeil menepuk pundak Jaehyun. Taeil dan Doyoung melewati Jaehyun. Malam ini Jaehyun sangat berterima kasih karena kaki Doyoung yang tidak terduga terluka.

" Setidaknya diri ini masih bisa bertemu denganmu walau dia tetap saja akan ada di antara kita" Jaehyun memandang sepasang kekasih itu dari kejauhan sampai pandangan keduanya semakin tak terlihat oleh Jaehyun.