My One Little Sunshine

Disclaimer :

NARUTO © Masashi Kishimoto

Pairing : NaruHina

Warning : AU, OOC, gaje. Don't like, don't read. No FLAME, review please.

Summary : Melihatmu dari kejauhan saja jantungku hampir copot. Apalagi kalau dari dekat...

Author's Note : Huwaah, sudah lama aku nggak update MOLS ini. Maaf sudah menunggu lama, minna! *bows* soalnya aku mulai hari ini libur rapotan. Jadi aku baru mulai update fic berchapter sekarang. Gomen ne . Fic ini dipersembahkan buat readers, jangan lupa reviewnya yaa... Maaf kalo ini fict yang gaje.


.

.

Pintu kelas itu menggeser, seorang gadis berambut indigo datang bersama sahabatnya, "Ohayou, minna!" seru sahabatnya yang berambut pink itu.

"Ohayou, Sakura-chan, Hinata!" sapa balik pemuda berambut kuning jabrik itu, dengan sebuah cengiran malu-malu.

Gadis yang disapa Hinata itu melambaikan tangannya kecil, ia rasa mukanya memerah, lebih merah dari tomat. Orang yang disukainya, menyapanya. Jantung Hinata hampir copot saking senangnya.

Sakura cekikikan melihat Hinata yang malu-malu seperti itu. Naruto sudah mengubah hidupnya...batin Sakura. Ia segera menuju ke bangkunya yang berada di tengah-tengah dan menaruh tasnya.

Hinata sendiri berada di bangku yang terletak pojok belakang dekat jendela. Mata lavendernya melihat keluar jendela, ke arah lapangan. Disitu, ia melihat kakaknya, Hyuuga Neji, yang sedang membantu teman-temannya mengumpulkan bola-bola yang berada di penjuru lapangan. Hinata mengagumi kakaknya. Neji itu serba bisa, tidak malu-malu dan dewasa. Neji pun berhasil menggaet hati Tenten, idola satu sekolah. Hinata ingin seperti Neji, yang serba bisa itu.

"Hinata! Kamu sudah mengerjakan PR Matematika belum?" tanya Naruto, mengagetkan Hinata. Lagi-lagi, semburat merah itu muncul dikedua pipinya.

"Kamu kenapa, Hinata? Apa kamu sakit?" tanya Naruto, meletakkan punggung tangan kanannya dikening Hinata. Semburat dipipi Hinata makin menjadi.

"E-eh, a-aku tidak sakit, kok, Naruto-kun..." Hinata menegaskan keadaan dirinya. "Dan lagi, aku sudah mengerjakan PR nya juga. Kamu mau pinjam, Naruto-kun?"

"Hehehe, kau sudah tahu kedokku ya, Hinata! Aku jadi malu..." Naruto menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. "Tapi benarkah aku boleh meminjamnya, Hinata?" muka Naruto kali ini yang mulai merah.

Hinata menyodorkan buku dengan sampul birunya kepada Naruto, "Tentu saja kau boleh meminjamnya, Naruto-kun..."

"Terima kasih, kau baik sekali, Hinata!" kata Naruto sambil memeluk erat Hinata. Naruto merasa ia mendapat penyelamat, karena Naruto sama sekali belum mengerjakan tugasnya.

"Woi, anak orang itu, woi!" celetuk Shikamaru yang sedang menyalin tugas temannya. Ternyata sama saja kelakuan mereka.

"Berisik! Aku tahu Hinata anak orang, tahu!" balas Naruto, sambil terus memeluk Hinata. Hinata pingsan dengan wajah merah dipelukan Naruto. "Hinata, maaf ya... Hinata?" Naruto melihat Hinata yang pingsan. Naruto jadi panik. "Tolong! Hinata pingsan!"

Sebuah kepalan tangan mendarat keras dikepala Naruto, itu tangannya Neji. "Dasar bodoh, lain kali kubunuh kau, kalau kau melakukan hal ini lagi!" bentak Neji.

"Gomen,"

"Huh,"

.

~oOo~

.

"Cieee... Yang tadi dipeluk Naruto..." goda Sakura sambil menjawil lengan Hinata.

"Hentikan, Sakura-chan, kau membuatku malu," kata Hinata dengan semburat merah dipipinya.

"Tuh 'kan sudah ada perkembangan, Hinata-chan,"

"Hahaha, Sakura-chan bisa saja. Naruto-kun hanya berterimakasih karena aku membolehkan dia untuk menyalin tugasku," kata Hinata. "Lagipula, aku tak tahan jika ia terus-terusan dihukum sama Tsunade-sensei,"

"Hahaha, kau memang gadis yang baik, ya, Hinata-chan!" Sakura mengelus rambut indigo milik Hinata. "Aku yakin suatu saat nanti, Naruto akan menyatakan cintanya padamu," Sakura sukses membuat pipi Hinata makin merah.

"Sakura-chan, hentikan!" Hinata memohon. "Ayo kita pulang, Neji-niichan akan mengkhawatirkanku..."

"Baiklah," Sakura menggandeng tangan Hinata. Mereka pulang bersama-sama

.

.

.

To be continued...

.


A/N : Terima kasih buat review dan sarannya, minna! Terutama buat NHL-chan, OraRi HinaRa, Sladhyna Galaxy, Light of Leviathan, Nummyyumy123, NaHi's Lover dan semua reader. Maaf saya banyak salah dan saya lemot, dan terima kasih untuk waktu yang kalian luangkan untuk membaca fic saya. Hontou ni arigatou! Review, kritik dan sarannya lagi ya. Chi tidak terima FLAME. Arigatou.