A / N : Karya Ini terinspirasi beberapa film kolosal Chinese, Game, and Animenya. Seluruh karakter yang berada di Fanfic ini adalah milik pembuat mereka, Saya hanya meminjam Saja.

Warning : Typo, Sakit Mata, Beda dari Canon, dan lain lain.

Pair : Rahasia.

Genre : Action, Adventure, Fantasy, Matrial-Art, Romance.

Summary: Uzumaki Naruto, kembali hidup pada sebuah dunia yang aneh menurutnya. Yang dimana setiap orang memiliki kekuatan atau aliran Qi mereka masing, Kehidupan penuh akan kemagisan. Kehidupan di dunia ini sangat menyenangkan menurut Naruto, karena dirinya hidup pada sebuah desa yang berada di dekat pergunungan yang tentram. Di sini Naruto mendapatkan kehidupan yang layak menurutnya walau dirinya hidup di panti asuhan, Naruto terus melatih kekuatan barunya. Tidak ada Cakra atau apa pun hanya Qi yang mengalir pada tubuhnya hingga suatu hari Naruto bertekad untuk menjadi seorang Master Qi ! Ini adalah Awal untuk segalanya yang penuh akan rintangan!!

Note: Bayangin aja dunia Naruto seperti dunia Doulou Dalu ( Anime ) dengan sedikit tambahan Peta dunia Perfect World ( Game ), dan Peta dunia Film matrial-Art China pada umunya(taukan?)

Chapter: First Ring of spirit.

Ke esokan Harinya...

" ehhhh?!" terdengar Sebuah suara yang baru 'ngeh' keluar dari mulut seorang Uzumaki Naruto yang baru saja mendengar perkataan ibunya barusan.

Sedangkan Tsunade sendiri hanya tersenyum sembari mengupas buah dan memakannya secara perlahan dan tenang. Naruto sendiri sudah seperti orang kebingungan terlebih lagi berkeringat dingin bukan main.

" I..ibu serius mau mengajak ku ke gunung putih? " Tanya Naruto dengan ekspresi horor dan ketakutan yang melanda dirinya.

" Benar, memang kenapa? jangan bilang anak ibu takut dengan legenda hantu wanita yang bergentayangan di sana? " Tanya Tsuande yang tepat sasaran membuat aura suram berkumpul di dekat Naruto semua.

" memang benar aku takut akan hal itu... " gumam Naruto dengan suram bahkan jika dilihat ekspresi Naruto sekarang seperti akan menangis. Tsunade yang melihat kesuraman dan ekspresi Naruto tak kuasa menahan tawanya yang membuat aura suram bertambah di sekitar Naruto.

' jika saja mereka bisa aku hajar, sudah sedari dulu aku hajar yang sekelas dengan hantu bukan seperti Kakek tua yang gila pertarungan itu ' batin Naruto dengan penuh ke suram bahkan bertambah saat Tsuande tertawa barusan.

" ahaha ahaha ahaha... Ma'af Ma'af, ehm! kau tak usah takut Naruto. Ada ibu yang menjaga mu, toh juga itu hanya mitos penduduk sekitar sana dan kenapa ibu mengajak mu kesana? karena ibu mau mencari kan Roh Spirit pertama mu dan beberapa tanaman obat yang langka mulai tumbuh di sana. " Jelas Tsunade kepada Naruto yang melihatnya dengan masih berekspresi mau menangis dan suram.

" tapi tetap saja Bu yang namanya Hantu pasti ada " Ucap Naruto kepada Tsunade yang menghadiakan sebuah tatapan manis kepada Naruto, tapi bagi Naruto itu adalah tatapan kematian untuknya.

" oke oke, aku ikut ibu " tambah Naruto yang pasrah akan hal itu yang membuat Tsunade tersenyum puas ah bukan sangat puas malah.

" Kalo begitu, nanti siang kita berangkat. Karena perjalanan ke gunung putih cukup lama " Ujar Tsunade kepada Naruto yang mengagukkan pasrah bahkan sangat pasrah.

' aku harap tidak bertemu dengan hantu ' batin Naruto dengan penuh penderitaan. Tidak di dunia lamanya dan tidak di dunia ini rasa takut akan hal ghoib masih melekat erat di dirinya.

Beberapa saat kemudian Naruto menyelesaikan sarapan paginya dan berpamitan sebentar kepada ibunya untuk melakukan meditasi dalam melatih aliran Qi miliknya agar stabil. Tsunade hanya mengiyakan saja, karena dirinya sudah sangat bangga akan hal seperti itu. Naruto yang terbilang masih muda sudah pandai bahkan ahli dalam mengatur aliran Qinya. Tsunade yakin suatu saat nanti Naruto akan menjadi seorang yang kuat bahkan di takuti oleh setiap lawannya, karena kekuatan dan kepandaian Naruto dalam mengatur aliran Qi.

Untuk Naruto sendiri sudah berlari, tapi bisa di bilang Naruto berlari dalam keadaan seperti melayang di udara. Ya, ini lah kehebatan Naruto dalam mengatur intensitas Qi miliknya dengan begitu baik yang membuat dirinya membuka sebuah potensi baru setiap hari, seperti hal ini. Jika di lihat dengan mata biasa Naruto memang seperti melayang atau berlari di udara tapi jika orang melihat dengan teliti dan aliran Qi, maka terlihat lah Naruto menginjak partikel debu yang begitu halus dengan bantuan Qi miliknya, sungguh hebat bukan? sebenarnya Naruto hanya mencoba coba waktu itu tapi itu berhasil dan di gunakan seperti sekarang. Tapi taukah Naruto jika teknik yang dia gunakan sekarang ada setingkat Sanin sepertinya ibunya? Mah biarkan dirinya sendiri belum tau, maka bisa saja Naruto akan syok mendengar hal seperti itu.

Hanya beberapa menit saja Naruto sudah berada di tempat dia biasa bermeditasi dan Naruto langsung saja mengambil posisi bermeditasi dan beberapa saat kemudian terlihat beberapa aliran air berwarna biru memasuki tubuh Naruto bahkan menyelimutinya serta tumbuhan di sekitar Naruto seakan bergerak seirama dengan aliran air tersebut, bahkan angin pun ikut menerpa Naruto yang membuat suasana di sekitar Naruto begitu tenang dan sejuk. Naruto bisa Berjam jam dalam bermeditasi di sini, tidak hanya untuk mengendalikan Qi saja, Naruto seakan sedang berkomunikasi dengan alam sekitarnya. Sistem Qi hampir merajut ke arah Senjutsu atau energi alam, maka Naruto bisa merasakan bahkan seakan berkomunikasi dengan alam di sekitarnya.

' Groooaasrrrr Groooaasrrrr '

Tiba tiba saja Naruto membuka matanya saat mendengar Auman yang begitu kuat tapi jika di dengar kembali dengan pendengaran telinganya Naruto tidak mendengar Auman tadi tapi berbeda dengan batin nya seakan mendengar Auman tadi yang bisa menggentarkan hati seseorang. Naruto masih belum percaya akan hal itu yang terbukti dirinya melihat sekitarnya, tapi tidak ada tanda tanda dari asal suara Auman tadi. alam sekitar Naruto masih seperti awal tidak ada keributan sama sekali, walau banyak Monster Monster yang berkeliaran dan beberapa orang yang berjalan untuk mencari tanaman obat. Mereka seakan tak mendengar auman tadi.

" Mungkin hanya ilusi ku saja, karena begitu Merindukan bola bulu cerewet itu. " Ucap Naruto bermolog sendiri dan berjalan sedikit kebelakang yang kemudian berlari sekuat tenaga yang kemudian Naruto langsung meloncat dari tebing tempat di bermeditasi hingga dengan lembut bahkan tanpa suara sedikit pun Naruto mendarat di atas sebuah pohon dan memperhatikan desanya di sana.

' aku masih tak percaya akan hal semua ini, tapi biarlah menjadi misteri dan membuka misteri dunia ini satu persatu dengan sendirinya. Jika ini adalah takdir ku maka ku jalankan dengan baik hingga nafas ini berhembus untuk terakhir kalinya ' Pikir Naruto sembari melihat ke arah desanya dan kemudian Naruto mengeluarkan Material-Art milik yang berupah sebuah pedang putih yang penuh ukiran dari gagang hingga ke ujung pedangnya serta di ujung gagang pedang terlilit sebuah surai putih yang di ikat dengan Rantai perak yang menambah kecantikan dan keelokan pedang ini.

" Aku sempat belajar kinjutsu(?) Dengan Teme, tapi sepertinya aku harus mempertajam seni berpedang ku walau masih aku imbangi dengan taijutsu milik ku " Gumam Naruto yang memperhatikan pedangnya dan melihat segerombolan Monster Monster di bawahnya.

" Waktu masih banyak sebelum berangkat, jadi tak apa lah berlatih dengan Monster itu semua dengan pedang milik ku ini " Kata Naruto cukup ceria yang kemudian dengan gilanya Langsung loncat ke tengah tengah Monster yang sedang makan bersama itu. Ya, di dunia ini Naruto bisa dibilang cukup dewasa tapi sifat gilanya mulai ketularan milik hantu uchiha yang hobi bertarung itu.

Skip beberapa jam kemudian...

" aish, kenapa kita harus lewat jalan ini Bu? " Ucap Naruto yang sedikit mengeluh karena melewati jalan yang cukup horor baginya, ya di sinilah Naruto bertemu dengan sesosok wanita yang sebelum menghilang di balik hutan lebat yang mengarah ke arah kawasan gunung putih.

" Kenapa? karena jalan ini yang dekat dengan kawasan hutan Gunung putih " Jawab Tsunade yang berada di depan Naruto.

" iya aku tau, tapi tidak ada jalan lain Bu? " Tanya kembali kepada Tsunade yang memimpin perjalanan dan sesekali mengambil tanaman obat.

" Ada tapi terlalu jauh dari Desa kita, jadi ibu mengambil jalan cepat saja " Jawab Tsunade sembari melihat ke depan dan Naruto hanya diam saja, Mereka berdua berjalan cukup santai sembari mendaki bukit hingga mereka di buat terpana oleh pemandangan yang sangat indah. Dimana setiap gunung 'Seperti' tersambung dengan rantai rantai raksasa yang berlumut, hewan hewan yang terbang, berlari, dan bermancam disana.

Naruto tidak bisa terpanah melihat itu semua, bagaimana tidak seluruh makhluk yang seperti dongeng sekarang berada di depannya. Begitunya hal hal yang mustahil di dunia ini terwujudkan, tiba tiba saja Naruto tersentak saat Tsunade menepuk bahunya untuk melanjutkan perjalanan mereka yang memang masih jauh. Naruto sekarang sangat semangat bahkan perasaan takutnya dikalah kan oleh Rasa penasarannya karena suara Auman yang terus bergema di kepalanya saat menginjakan kaki ke dalam daerah Gunung Putih. Sebuah Gunung yang berisikan segala jenis Spirit Beast yang berusia beberapa tahun hingga Ribuan tahun. Naruto dan Tsunade memasuki kawasan Gunung putih dengan tenang dan sesekali mengambil beberapa tanaman Obat yang sedang tumbuh pada musim sekarang, Naruto sendiri tak berhenti terkagum melihat hal ini semua yang seperti sekarang mereka berjalan di pinggir hutan dan disamping mereka ada pada rumput yang luas serta jauh disana ada sebuah gunung yang melayang melawan gravitasi bumi.

" Naruto kita beristirahat di pondok sana serta Ibu juga akan mengajari beberapa dasar dalam pengendalian Chi mu " Ujar Tsunade yang menunjuk sebuah rumah atau pondok yang di tinggalkan pemiliknya di dekat perbatasan antara hutan dan padang rumput.

" Baiklah bu, tapi ibu duluan saja ke sana Aku akan langsung berlatih sekarang " Kata Naruto kepada Tsunade, awalnya Tsunade ingin melarang tapi niat itu terhenti sast melihat Naruto berlari di udara yang tak mau membuat Tsunade tercengang karena Jurus tersebut berada di tingkat Sage sepertinya dan Naruto sudah bisa menggunakan jurus tersebut dengan lihainya.

Naruto sendiri langsung mendarat di tengah padang rumput dengan lembut yang kemudian Naruto langsung melakukan berbagai gerakan yang sudah di pelajari dari buku yang ibunya berikan tadi pagi, ilmu beladiri Kung Fu, Sholin, dan berbagai macamnya. Naruto menggabungankan itu semua hingga Naruto membuat gerakan sendiri, Tsunade yang melihat Naruto sangat terkagum kagum karena Anak seusia Naruto sudah sangat mahir mengalirkan Chi hingga menjadi sangat seimbangan.

Naruto terus berlatih serta mengontrol keluarnya jumlah Chi yang dia gunakan, Naruto ingin membuat gerakan yang simple, anggun, mematikan, dan Chi yang tak terlalu banyak tetapi mematikan. Dan kemudian Naruto mengeluarkan Matrial-Art miliknya berupa sebuah Pedang dengan beraura Putih serta mengluarkan kesan Positif dan tenang bahkan Tsunade sendiri merasakan yang berjarak cukup jauh bahkan Tsunade sendiri dalam pose duduk sekarang ini.

Naruto juga mengembangkan permainan pedangnya sekarang yang cukup terlihat elegan, simple, mematikan, dan tentunya berkuatan sangat kuat. Mungkin jika dengan mata telanjang biasa, orang hanya melihat Naruto menebas udara kosong tetapi berbeda dengan orang yang bisa mengontrol Chi dengan begitu baik sehingga bisa melihat apa yang Naruto potong itu sendiri. Naruto memotong partikel partikel debu yang berterbangan yang di bawa oleh angin. Gerakan Naruto memainkan pedangnya begitu elegan yang membuat Tsunade seperti bernostalgia sekarang ini yang dimana dirinya masih berada di Kota pedang, Kota para Ras Manusia berada. Oh ya dunia ini terbagi menjadi berbagai jenis Ras yang keseluruhan memiliki istimewa tersendiri dan tentunya wujud Mereka sendiri adalah bertubuh Manusia tetapi memiliki beberapa Ciri khas milik Ras mereka masing masing.

Setiap Ras memiliki Matrial-Art mereka, dimana Matrial-Art itu sendiri memiliki berbagai jenis bentuk, rupa, dan kekuatannya sendiri. Seperti Naruto yang satu Ras dengannya yang memiliki Matrial-Art berubah senjata berbentuk sebuah Pedang dan di tambah sebuah Matrial-Art yang seekor Naga, memang di dunia ini cukup langkah jika seseorang itu memiliki dua buah Matrial-Art seperti contohnya Naruto sekarang ini.

" Naruto, cobalah berlatih dengan Matrial-Art mu satu itu. Disini aman untuk berlatih menggunakan Matrial-Art kedua mu itu " Teriak Tsunade kepada Naruto yang baru saja menghentikan latihan menggunkan pedang miliknya.

" Apa ibu yakin? Aku belum begitu mahir dalam menggunakan Matrial-Art kedua ini bu " Balas Naruto kepada Tsunade yang memperhatikan dirinya berlatih dari jauh.

" Tak apa, kau berlatih lah sekarang. Setidaknya kau bisa mengendalikannya sedikit " Ujar Tsunade kepada Naruto dan Naruto sendiri hanya bisa mengikuti perkataan Ibunya.

" baiklah, kita coba kekuatan ini. Semoga tak terlalu kuat seperti milik Kurama dulu " batin Naruto sekarang.

Naruto mulai berkonsterasi mengalirkan Chinya menuju ke telapak tangan Kanannya dan seketika hembusan angin lembut menerpa wajah Naruto dan kemudian sekitarnya, bahkan ntah dari mana banyak kelopak bunga berterbangan bahkan burung burung banyak terbang secara serempak. Kemudian dari telapak tangan Naruto muncul miniatur Naga dan lama kelaman membesar yang kemudian mulai bergerak serta saat ukurannya cukup besar. Naga tersebut terbang mengelilingi Naruto dan seketika hembusan angin datang cukup kencang dan pada kedua mata Naruto bersinar terang putih yang tak lama kemudian meredup dan terlihatlah seperti sepasang Mata seekor Reptil pada kedua Mata Naruto.

Tsunade dibuat terkejur bahkan berkeringat dingin saat Matrial-Art Naruto ini benar benar keluar dan seketika pula Tsunade langsung seperti kena hantaman sebuah gunung saat Naga tersebut berputar melingkar pada Naruto dan kemudian berhenti persis pada pundak kanan Naruto.

" astagah, Matrial-Art berkekuatan macam apa ini? sungguh ini seperti saat melawan seekor Spirit Beast berumur jutaaan bahkan yang sudah menyentuh miliaran tahun ! " Batin Tsunade yang panik saat melihat Matrial-Art milik Naruto sekarang.

Naruto sendiri hanya diam dan sesaat kemudian Naruto menggerakan tubuhnya yang seperti melakukan gerakan bela diri yang kecepatan tangan dan kakinya begitu cepat hingga gerakan Naruto seakan meninggalkan bekas bayangan saja hingga sinar pada kedua mata Naruto yang kembali menyala. Tsunade yang melihat itu semua dibuat begitu terdiam gerakan bela diri Naruto sekarang ini, hingga dimana Tsunade menjadi kaget saat Naruto tiba tiba saja jatuh terlengkup dan Matrial-Artnya menghilang sebelum Naruto terjatuh barusan. Tsunade langsung berlari ke arah Naruto setelah tekanan pada tubuhnya menghilang, Tsunade langsung saja mengecek aliran Chi milik Naruto yang terlihatnya Normal dan beberapa aliran darah Naruto juga tapi untungnya Naruto hanya pingsan. Tsunade langsung membawa Naruto ke pondok untuk di istirahatkan karena Naruto belum kuat menahan kekuatan milik Matrial-Art keduanya sekarang ini.

Mungkin dari awal mereka tak menyadari jika ada Seekor hewan memperhatikan mereka sedar awal saat menginjakan kaki pada kawasan gunung putih ini. Hewan ini mengawasi mereka dari kejauhan dan sesaat kemudian berlari menjauh dari sana saat Tsunade membawa Naruto memasuki ke dalam pondok.

Tsunade membawa Naruto pada salah satu tempat tidur disana dan membaringkan Naruto disana. Kemudian Tsunade mulai mengalirkan Chinya ke tubuh Naruto untuk menyembuhkannya, Tsunade juga merupakan seorang tabib yang terkenalkan metode pengobatnnya bahkan dalam membuat Pil Pil yang berkekuatan hebat. Tapi itu dulu sebelum Tunangannya meninggal dalam Insiden pertempuran antar keluarga besar pada setiap Ras pada kala itu dan saat itu juga Tsunade pergi ke Kota Peri dan kemudian menuju ke desa terpencil yang masih dalam kawasan Kota Peri dan terpilihlah Desa bambu sebagai tempat tinggal barunya dan juga Tsunade menjadi seorang tabib sekaligus Ibu pengasuh untuk anak anak terlantar yang dia pungut dari Kota peri dan desa desa tetangga.

Saat pertama kali dirinya menemukan Naruto, dirinya dibuat sangat terkejut bahkan terlampau terkejut saat melihat seekor Rusa yang berukuran dua kali lipat dari Seekor kuda yang menjadikan tubuhnya sebagai alas sekaligus melindungi hawa dingin yang menyerang tubuh mungil Naruto kala itu. Tsunade tidak bisa tertegun melihat hal itu, karena Rusa tersebut adalah seekor Spirit Beast berumur 237juta tahun. Spirit Beast yang sangat langkah yang turun gunung sampai ke perbatasan Desa walau hanya berseberangan dari Danau Cermin. Awalnya Tsunade ragu mendekati Naruto kecil, tapi hati kecilnya seakan berkata lain yang membuat sepasang kakinya berjalan mendekat dan secara perlahan Tsuande meraih Naruto kecil dan membawanya kedalam pelukan yang hangat. Sedangkan Rusa itu sendiri sudah bangun dari posisi duduknya yang kemudian pergi dengan berjalan biasa meninggalkan Tsunade bersama Naruto, Tsunade ingat selalu peristiwa itu hingga saat ini. Tsunade beberapa kali melihat Rusa itu memperhatikan Naruto dari kejauhan bahkan saat berada di desa sekali pun, Rusa itu berdiri di balik rimbunan pohon bambu dan hanya terlihat sinar putih kebiruan disana yang kemudian lenyap tak bersisa sedikit pun.

" Beristirahatlah Naruto, Ibu selalu menyayangi mu " Tsunade memberikan sebuah kecupan sayang di dahi Naruto sebelum meninggalkan bilik tempat Naruto tidur dan Dirinya sendiri pergi ke bilik tempat dia tidur malam ini.

Untuk Naruto sendiri sekarang sudah jauh dari alamnya saat ini, bahkan sangat jauh berada ditempat semestinya. Naruto berada pada sebuah tempat penuh dengan pohon pohon sakura dan pohon yang penuh bunga dan hamparan rumput yang sangat luas serta beberapa gunung yang menjulang di setiap sisinya, Naruto memandang takjub apa yang berada di depannya bahkan Naruto bertambah takjub saat melihat seekor Rusa putih berukuran sangat besar dengan sepasang tanduk yang besar dan kokoh itu berjalan mendekati dirinya. Tanpa aba-aba Rusa itu menundukkan kepala dan tubuhnya di depan Naruto, Naruto sendiri hanya bisa kebingungan melihat itu dan hanya mengelus kepala Rusa tersebut dengan lembut dan membawa rusa itu kembali berdiri dari tundukannya yang kemudian muncul sebuah simbol aneh pada dada kanan Naruto yang memancarkan sinar putih cukup terang.

' master, sekarang kita bisa terhubung saat ini '

Naruto tiba tiba saja menegang saat mendengar sebuah suara yang menggema di kepala nya dan tebakan Naruto langsung mengarah ke arah Rusa putih didepannya ini.

' Benar master, saya dan anda sudah terhubung karena link sudah terjalin saat ini. Saya adalah tunggangan khusus untuk anda dari surgawi langsung sekaligus penjaga Anda waktu masih kecil '

Naruto tidak bisa berbicara sepatah kata pun saat mendengar sendiri ucapan dari Rusa putih depannya ini yang memberikan sebuah ungkapan kepada Naruto saat ini. Mungkin ini adalah takdir yang sudah di buat untuknya, tetapi kenapa dengan Rusa? bukannya banyak hewan lain bukan? bukan diringa meremehkan rusa didepannya ini tetapi kenapa harus Rusa?.

' Master bisa memanggil saya dengan cukup membayangkan saya saja, maka saya akan muncul dimana tuan kehendaki. Karena saya berada di alam lain yang bisa Anda panggil ke dunia nanti '

Tambah Rusa itu kepada Naruto yang paham bercampur bingung saat ini. Berarti sistemnya sama saat dirinya mensummon Gamakichi ke dunia Shinobi, sepertinya ini menarik sekali menurut dirinya karena pecahan misteri dunia ini perlahan terpecahkan sedikit demi sedikit. Naruto tak terlalu memusingkan hal seperti ini, karena sudah sangat sering bertemu bahka berinteraksi dengan hewan atau makhluk seperti ini dulu.

Pada pagi hari berikutnya...

Pagi ini, Tsunade maupun Naruto sudah bersiap siap untuk memulai perjalanan kembali. Cukup lama mereka berdiam di pondok ini, Tsunade mulai berangkat perjalanan ini setelah Naruto siuman selama seharian penuh dan itu tadi malam. Tsunade sangat khawatir melihat Naruto juga belum siuman kemaren hari, tapi itu semua terbayar kan oleh Naruto yang siuman tadi malam serta Naruto memberitahukan sesuatu kepada Tsunade jika ada perubahan sedikit pada tubuhnya saat mengeluarkan Matrial-Art keduanya. Chi atau Qi Naruto sekarang bertambah jumlahnya dari jumlah normalnya, Tsunade memahami hal itu karena hampir kebanyakan kasus seperti ini sering terjadi jika Matrial-Art seseorang itu berada di tingkat tertentu.Ya Tsunade mengetahui hal itu karena dirinya termasuk salah satu pada kasus tersebut.

" Hari ini kita menuju ke pedalaman hutan gunung putih " Kata Tsunade kepada Naruto yang sedikit melamun.

" Ayo berangkat Naruto " tambah Tsunade sembari menepuk bahu Naruto yang tersentak dari lamunanya.

" ah... baik Bu " jawab Naruto yang sedikit terbata-bata setelah sadar dari lamunan nya.

' ada hal yang disembunyikan oleh Naruto ' batin Tsunade yang melihat kegelagat Naruto saat ini.

Kemudian, perjalanan mereka dilanjutkan kembali dan menuju ke pedalaman hutan untuk mencari obat langkah yang sudah tumbuh dan tentunya Spirit Beast pertama untuk Naruto.

' Mencari tubuh Frost yang berada di daerah kawasan para Ras Dewa, tap itu dimana? '

Bersambung...

(End part 1 menuju ke Part 2 (end for Ring of first Spirirt beast))

Kritik dan saran kalian semua? Apa masih ada yang kurang? Apa masih ada sedikit kurang?